Anda di halaman 1dari 3

Introduction

Sejak kemunculan disiplin ekonomi politik berkembang dari tulisan Adam Smith
dan David Ricardo mengenai gagasan kerakyatan, bahwa ilmu ekonomi di-design
untk menemukan dan menempatkan nature dan causes dari pembangunan
ekonomi. Dan ditemukan akarnya. Skenarionya tidak sesimpel dan senyaman
untuk para ekonom modern : selalu ada barrier atau pengahalang, tetapi tidak
mempertimbangkan ekonomi yang sebenarnya tetapi agak kepada campuran
dari sosiologi, antropologi,seharah,politik dan lain-lain, kadang,iseologi.

Karenanya, meskipun banyak klaim dari berbagai sudut pembangunan ekonomi,
sebagai sebuah cabang dari economic science, muncul hanya di tahun 50-an,
tidak ada keraguan bahwa gagasan dari keberadaan pembangunan di literature
dari proses pemikiran klasik. Bagaimana pun, ini hanya dengan pengakuan dari
ekonomi pembangunan ebagai sebuah disiplin yang 50 tahun yang lalu sudah di
tandai berubah di pemahaman dari pembangunan. Eksperimen kesejahteraan
sejauh ini sudah mengungkap bahwa tidak ada formula yang pasti untuk sukses,
jika ada, itu akan lebih sukses. Teori ekonomi sudah berkembang untuk
menjelaskan kesuksesan dan kesalahan.

Walapun begitu, beberapa dari ekonom besar pasti membantah ini secara tegas.
Adam Smith memperhatikan pembangunan ekonomi. Bagaimanapun, gagasan
mereka mengenai pembangunan ekonomi dulu berbeda dari apa yang sekarang
para ahli/pengamat pembangunan mengartikan pembangunan. Ini mendapatkan
penguatan pada Smiths Wealth of Nations, Ricardos Principles of Taxation, sampai
buku pertama Schumpeter yang berjudul Theory of Economic Development (1911).
Sekolah sejarah German dan rekan-rekan Inggris dan Amerika - bisa sangat baik
dianggap bagian dari ekonomi pembangunan. Itu benar-benar diarahkan pada teori
pertumbuhan ekonomi.
Namun, focus utama dari penelitian ekonomi mengingatkan adanya batasan untuk
mengembangkan negara-negara sampai 1930-an. Ini adalah Studi kuantitatif Colin
Clark pada tahun 1939 yang membuat para ekonom sadar bahwa hampir semua
manusia tidak hidup di sebuah system ekonomi kapitaslis yang maju. Perhatian hebat
sekarang tetap pada Eropa : Pembangunan dan industrialisasi Setelah Perang Eropa di
pinggiran Eropa timur Sebagai dicontohkan dari pendahulu tahun 1943, artikel dari
Paul Rosenstein-Rodan dan Kurt Mandelbaum volume 1947.Ini hanya sementara
waktu setelah perang dimana para ekonom mulai berubah total dari perhatian terhadap
Asia, Afrika,dan Amerika Latin.
Sampai sekarang, dekolonisai (tercapainya kemerdekaan oleh berbagai koloni dan
protektorat Barat di Asia dan Afrika seusai Perang Dunia II) adalah katalis (sebuah
pemicu di sebuah reaksi) penting. Menghadapi dengan negara-negara baru
kebanayakan yang standar hidup dan institusinya sangat berbeda dengan Eropa,
setalah perang dunia kedua para akademis ekonomi memulai untuk mematahkan
problem bagaimana untuk mengefektifkan kemiskinan yang meningkat diatas 2/3
dari kehidupan manusia kemudian muncul world bank, IMF, ILO

The Post-War Period : Tingkatan Dari Pertumbuhan dan Capital Information

Pembangunan setalah Perang (Post-war Development) : pertama melihat sudut
pandang dari pertumbuhan dan Informasi Modal (Capital Infromation)

Meskipun sebelum itu, pembangunan negara-negara melihat pembangunan utama
sebagai sebuah proses industrialisasi hasilnya terjadi pada negara dunia ketiga
underdeveloped countries

The Post-War Marxian Thinking
Jumlah dari imigran ekonom di Britain di pengaruhi oleh pengalaman pribadi karena
lambatnya industrialisasi di sentral eropa dan eropa timur pengembangkan rencana
untuk transformasi post-war dari daerah berkembang.

Neoclassical Growth Theory
Pada ahli pembangunan neoklasik menekankan pentingnya dari perdagangan
internasional sebagai subsitusi untuk GDP yang rendah. Mereka berdebat bahwa
pemerintah harus manjadi fasilitator untuk mempromosikan perdagangan
internasional diantara pelaku ekonomi. Dalam proses memposisikan ekonomi menjadi
otonomi, jalan pertumbuhan berkesinambungan, pemerintah harus menghilangkan
hambatan untuk perdagangan internasional komoditi. comparative advantage
combined with Hecksher-Ohlin.
South-East Asian nations lebih mengandalkan pada pertumbuhan berorientasi
ekspor efek negatif

From Economic Growth to Economic Development


Sustainable Development
Ada miskonsep bahwa pembangunan berkelanjutan adalah tentang lingkungan dan
ekologi.
Daripada berfokus hanya pada isu-isu lingkungan, kebijakan pembangunan
berkelanjutan secara luas mencakup tiga bidang kebijakan umum:
1. ekonomi,
2. lingkungan dan
3. sosial.

Untuk mendukung hal ini, beberapa teks PBB, yang terakhir tahun 2005 Hasil KTT
Dunia Document, mengacu pada "saling tergantung dan saling memperkuat pilar"
pembangunan berkelanjutan sebagai pembangunan ekonomi, pembangunan sosial,
dan perlindungan lingkungan

Pembangunan berkelanjutan , akhirnya , menyebabkan pengakuan bahwa sistem
pendukung kehidupan yang penting untuk pembangunan manusia , diberikan oleh
alam , dan dapat terbatas , mengurangi , namun dapat diperbaharui.

Dalam konteks non - replenishability , ada kebutuhan maksimal untuk mencari
sumber-sumber alternatif , sehingga eksploitasi sumber daya tersebut berkurang . Ini
juga memberi pengakuan kepada fakta bahwa mengingat saham , komposisi dan
produktivitas modal masyarakat - alam , buatan manusia , dan manusia - dapat
berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan dasar manusia secara berkelanjutan dari
waktu ke waktu , tetapi hanya sampai batas maksimum [ Sengupta dan Sinha ( 2003 )
33 ] .

Namun , perdebatan masih mengamuk . Meskipun berbagai upaya untuk
mendefinisikan " pembangunan berkelanjutan " , dalam hal jalur , nilai-nilai ,
indikator , tujuan dan praktek dll , definisi yang jelas , tetap dan tidak berubah tetap
sulit dipahami [ Kates et al ( 2005 ) 34 ] . Hal ini juga menyebabkan beberapa untuk
menyimpulkan bahwa pembangunan berkelanjutan adalah sebuah oxymoron : "
pembangunan " dan " sustainability " tidak dapat didamaikan