Anda di halaman 1dari 25

ATMOSFER BUMI

MAKALAH
Disusun untuk memenuhi tugas perkuliahan
Kimia Lingkungan
yang diampu oleh Prof. Subandi, M.Si









Dipresentasikan Oleh:
Kelompok 3
1. Eni Mayasari (130331811068)
2. Firmansyah (130331811096)





PROGRAM PASCASARJANA
PENDIDIKAN KIMIA
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
Februari 2014
2

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Atmosfer merupakan lapisan gas yang melingkupi permukaan sebuah planet
sampai jauh di luar angkasa. Atmosfer bumi terdapat dari ketinggian 0 km hingga
sekitas 500 km di atas permukaan bumi yang tersusun atas beberapa lapisan yang
memiliki sifat berbeda satu sama lain. Antara atmosfer dan luar angkasa tidak
memiliki batas yang pasti, tetapi menipis lambat laun seiring dengan meningkatnya
ketinggian.
Adanya atmosfer memungkinkan berlangsungnya kehidupan di bumi.
Atmosfer melindungi kehidupan di bumi dengan menyerap radiasi ultraviolet dari
matahari sehingga radiasi yang sampai ke bumi berada dalam batas aman bagi
kehidupan. Selain itu, atmosfer berfungsi sebagai selimut yang mengurangi perbedaan
suhu yang ekstrim antara siang dan malam. Atmosfer juga berperan dalam menahan
benda-benda luar angkasa yang akan jatuh ke bumi akibat tertarik gravitasi.
Peran atmosfer yang begitu penting bagi kehidupan mengharuskan manusia
untuk menjaga atmosfer dari pencemaran. Namun, seiring perkembangan teknologi,
beberapa aktivitas manusia tanpa disadari menghasilkan komponen yang mencemari
atmosfer. Misalnya penggunaan bahan bakar fosil serta zat pendingin Freon yang
mengandung CFC (Cloroflorocarbon). Pencemaran ini berdampak pada terjadinya
pemanasan global dan penipisan lapisan ozon. Berbagai masalah muncul kemudian
seperti misalnya perubahan cuaca dan iklim yang ekstrim yang sangat mempengaruhi
kehidupan di bumi. Oleh karena itu, dipandang penting untuk mempelajari atmosfer
bumi sebagai langkah awal untuk mengetahui struktur dan komponen penyususn
atmosfer sertaapa saja yang dapat mencemari atmosfer. Dengan mengetahui sumber-
sumber pencemar maka diharapkan lebih dapat menjaga lingkungan dengan
mengurangi sumber pencemar tersebut.






3

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa definisi atmosfer dan fungsinya bagi kehidupan di bumi?
2. Bagaimana struktur vertical dan sifat atmosfer bumi?
3. Bagaimana komposisi atmosfer bumi?
4. Bagaimana proses terjadinya efek rumah kaca dan keseimbangan panas di
bumi?
5. Bagaimana proses terjadinya pemanasan global?
6. Bagaimana proses terjadinya kerusakan ozon?
7. Apa saja sumber dan jenis, serta damapak pencemaran atmosfer?

C. TUJUAN PENULISAN
Tujuan disusun makalah ini adalah;
1. Untuk mengetahui definisi atmosfer dan fungsinya bagi kehidupan di bumi.
2. Untuk mengetahui struktur vertical dan sifat atmosfer bumi.
3. Untuk mengetahui komposisi atmosfer bumi.
4. Untuk mengetahui proses terjadinya efek rumah kaca dan keseimbangan panas
di bumi.
5. Untuk mengetahui proses terjadinya pemanasan global.
6. Untuk mengetahui proses terjadinya kerusakan ozon.
7. Untuk mengetahui sumber dan jenis, serta dampak pencemaran atmosfer.














4

BAB II
ISI

A. DEFINISI DAN FUNGSI ATMOSFER
Atmosfer bumi merupakan selubung gas yang menyelimuti permukaan padat
dan cair pada bumi (Neiburger et al, 1995).Atmosfer dapat dianggap sebagai gas
penutup yang mengelilingi dan menembus bumi dan memanjang ke atas diikuti
dengan menurunnya kerapatan (Donn, 1975).Atmosfer membentang hingga beratus-
ratus kilometer vertical terhadap bumi dan akhirnya bertemu dengan medium
antarplanet dalam system tata surya.
Atmosfer berfungsi sebagai payung atau pelindung kehidupan di bumi.
Atmosfer menahan radiasi matahari yang kuat pada siang hari dan mencegah
hilangnya panas ke ruang angkasa pada malam hari sehingga temteratur di bumi
sesuai untuk kehidupan manusia. Atmosfer menjaga stabilitas temperature antara
siang dan malam hari. Selain itu, atmosfer berfungsi menyerap radiasi dari sinar
ultraviolet yang berbahaya bagi kehidupan di bumi. Atmosfer juga berfungsi
melindungi bumi dari benda-benda angkasa yang akan jatuh ke bumi. Atmosfer
menghambat benda-benda angkasa yang bergerak melaluinya sehingga sebagian besar
meteor yang melalui atmosfer akan hancur sebelum mencapai permukaan bumi.

B. KOMPOSISI ATMOSFER
Atmosfer tersusun dari campuran mekanis
gas yang disebut udara. Unsur yang paling
banyak terdapat dalam udara adalah nitrogen,
oksigen dan argon. Senyawa penting lainnya
yang terdapat di udara adalah uap air, karbon
dioksida dan ozon.
Atmosfer bumi sebagian besar tersusun
dari nitrogen (N
2
), oksigen (O
2
), argon (Ar) dan
uap air (H
2
O) (Schlager et al, 2012). Berikut
presentasi gas penyusun atmosfer bumi dapat
dilihat pada tabel 1.


Gambar 1. 99% atmosfer tersusun
dari nitrogen dan oksigen
5

Tabel 1.Komposisi Rata-rata Udara Kering (Dry Atmosfer) di bawah 25 km

Sumber : Barry & Richard, 2004
Nitrogen membentuk sekitar 78% dari atmosfer bumi.Sumber nitrogen di
atmosfer yaitu dari gunung berapi meletus dan dari tanaman dan hewan yang mati
membusuk. Gas paling melimpah kedua adalah oksigen yang membentuk sekitar 21%
atmosfer bumi.Oksigen terutama yang dihasilkan oleh tanaman melalui
fotosintesis.Berdasarkan volume, lebih dari 99% udara kering (dry air) tersusun dari
nitogen dan oksigen (Barry & Richard, 2004). Gas lainnya yang membentuk sisa
atmosfer adalah gas-gas termasuk argon, karbon dioksida, metana, dan uap air. Gas
karbondioksida terbentuk melalui pernapasan hewan dan manusia serta dari
permbakaran bahan bakar fosil pada proses industry, kendaraan bermotor, kebakaran
hutan dan sebagainya.
Selain gas tersebut di atas ada beberapa gas lain yang terdapat di dalam
atmosfer, diantaranya ozon. Meski jumlah ozon sangat sedikit, namun ozon sangat
berguna bagi kehidupan di bumi. Ozon yang dapat menyerap sinar ultra violet yang
dipancarkan sinar matahari sehingga aman bagi kehidupan di bumi.
Atmosfer bumi ditarik ke permukaan bumi oleh gravitasi. Oleh karena gaya
tarik gravitasi ini, atmosfer menjadi lebih padat pada bagian yang dekat permukaan
6

bumi. Hampir seluruh massa gas atmosfer berada sampai 30 km dari permukaan bumi.
Pada ketinggian di atas 30 km, molekul gas sangat sedikit ditemukan sehingga
tekanan udara berkurang pada ketinggian ini. Udara menjadi kurang padat seiring
meningkatnya ketinggian sehingga semakin meningkatnya ketinggian semakin sulit
untuk bernapas.
Selain gas, atmosfer juga mengandung partikel-partikel padat atau debu
atmosfer. Partikel padat tersebut dapat berasal dari debu yang terbawa angin, garam
laut yang mengalami penguapan, atau abu dari hasil pembakaran dan pengolahan
industry, abu vulkanik, bakteri dan virus (Neiburger et al, 1995). Debu atmosfer
sangat kecil shingga gerakan udara dapat mengimbangi kecenderungannya untuk
jatuh ke tanah. Debu atmosfer ini disebut dengan aerosol.

C. STRUKTUR VERTIKAL ATMOSFER
Struktur atmosfer dapat dibedakan berdasarkan karakteristik umum
sepertitemperature dan sifat kelistrikan dan penusunnya. Berdasarkan karakteristik
temperaturnya, struktur atmosfer dibedakan menjadi 4 lapisan yakni troposfer,
stratosfer, mesosfer, dan termosfer.
1. Troposfer
Toposfer merupakan lapisan atmosfer yang paling rendah vertical dari
permukaan laut. Troposfer memiliki ketebalan rata-rata sekitar 11 km (Neiburger et al,
1995), ketebalan paling besar pada daerah katulistiwa yaitu sekitar16 kmdan paling
tipis di daerah kutub yaitu sekitar 8 km.
Temperatur pada lapisan troposfer berkurang dengan meningkatnya ketinggian.
Temperatur rata-rata berkurang dengan laju yang kurang lebih tetap, yaitu 6,5 C/km
sampai kira-kira 11 km (Neiburger et al, 1995). Ketinggian yang paling rendah adalah
bagian yang paling hangat dari troposfer, karena permukaan bumi menyerap radiasi
panas dari matahari dan menyalurkan panasnya ke udara. Pada troposfer ini terdapat
gas-gas rumah kaca yang menyebabkan efek rumah kaca dan pemanasan global.
Gejala cuaca seperti awan, petir, topan, badai,hujan, angin dan sebagainya terjadi di
lapisan troposfer. Troposfer berisi 75% dari total massa molekul atau gas atmosfer
dan hampir semua uap air dan aerosol (Barry & Richard, 2004).
Lapisan troposfer paling atas, yaitu tropopause yang menjadi batas antara
troposfer dan stratosfer. Temperatur (temperatur) udara di lapisan ini relatif konstan
atau tetap, walaupan ketinggian meningkat.
7


2. Stratosfer
Stratosfer merupakan lapisan atmosfer di atas troposfer. Stratosfer memanjang
vertical dari tropospause pada ketinggian sekitar 10-50 km dan menyumbang sekitar
10% dari massa atmosfer (Barry & Richard, 2004). Karakteristik stratosfer ditandai
dengan adanya inversi temperature dimana terjadi peningkatan temperaturdengan
meningkatnya ketinggian dari permukaan bumi.
Temperature pada lapisan stratosfer paling bawah (ketinggian sekitar 11-20
km) adalah tetap (isothermal). Kenaikan temperature pada lapisan stratosfer pada
ketinggian sekitar 20-47 km yang disebabkan adanya lapisan ozon yang menyerap
radiasi ultraviolet yang dipancarkan matahari. Peningkatan temperature mulai terhenti
yaitu pada lapisan bagian atas stratosfer yang disebut dengan stratopause dengan
temperature 0C. Stratopause adalah lapisan batas antara stratosfer dengan mesosfer.
Lapisan ini terletak pada ketinggian sekitar 47 - 51 km dari permukaan bumi.
3. Mesosfer
Mesosfer merupakan lapisan di atas stratosfer yang memanjang vertical dari
luar stratosfer sekitar 51-86 km. Karakteristik mesosfer adalah penurunan temperature
rata-rata 0,4C per 100 m. Pada puncak mesosfer atau lapisan batas antara mesosfer
dan termosfer yang didebut mesopause, diperkirakan temperaturnya mencapai sekitar
-100C. Lapisan mesosfer merupakan lapisan pelindung bumi dari jatuhan meteor
atau benda-benda luar angkasa lainnya. Udara pada lapisan ini akan mengakibatkan
pergeseran dengan objek yang datang dari angkasa menghasilkan temperatur tinggi
sehingga kebanyakan meteor akan terbakar sebelum sampai ke bumi.
4. Termosfer
Termosfer merupakan lapisan atmosfer paling luar di atas mesosfer. Termosfer
memanjang vertical mulai dari sekitar85-500 km. Karakteristik termosfer adalah
temperaturnya meningkat dengan meningkatnya ketinggian dari -100C hingga
ratusan bahkan ribuan derajat. Besarnya peningkatan temperature tergantung pada
aktivitas matahari.
Pada termosfer, nitrogen dan oksigen menyerap radiasi matahari yang dapat
menghasilkan temperatur di atas 2.000C. Meskipun temperatur udara di lapisan ini
sangat tinggi, termosfer tidak akan terasa panas untuk manusia. Partikel udara
bertumbukan satu dan yang lain untuk bertukar panas. Oleh karena udara di termosfer
8

sangat tipis sehingga partikel udara jarang bertumbukan sehingga hanya sedikit panas
dipindahkan.
Berdasarkan keadaan kelistrikan dan komponen penyusunnya, struktur
atmosfer dibedakan menjadi 4, yaitu homosfer, heterosfer, ozonosfer dan ionosfer.
1. Homosfer dan Heterosfer
Lapisan homosfer merupakan lapisan yang memiliki susunan seragam dalam
hal unsur penyusun utamanya. Homosfer membentang vertical dari permukaan tanah
sampai ketinggian 80 km. Namun, meskipun perbandingan unsur penyusun utamanya
(nitrogen, oksigen dan argon) hampir tetap pada tiap ketinggian, kadar ozon jauh lebih
besar pada ketinggian antara 15-50 km daripada di tempat mana pun di atmosfer. Di
atas 80 km, atmosfer memiliki kadar unsur kimia penyusun utamanya mulai beragam
menurut ketinggian. Bagian atmosfer di atas 80 km ini disebut dengan heterosfer
(Neiburger et al, 1995).
2. Ozonosfer
Ozonosfer atau lapisan ozon meluas dari sekitar 15-35 kmdari permukaan
bumi (terletak di lapisan stratosfer). Ozonosfer memiliki fungsi yang sangat penting
bagi kehidupan di bumi yaitu melindungi bumi dengan menyerap sebagian besar
radiasi sinar ultraviolet (UV) yang berbahaya dari matahari.
Ozon terus menerus diproduksi dan diuraikan di ozonosfer dalam siklus alami.
Tumbukan antara O dan O
2
jarang terjadi di ketinggian 80-100 km karena kepadatan
(density) atmosfer pada ketinggian tersebut rendah. Oleh karena itu, ozon terutama
terbentuk pada sekitar ketinggian 30-60 km, dimana tumbukan antara O dan O
2
lebih
mungkin terjadi. Reaksinya dikenal sebagai reaksi Chapman adalah sebagai berikut:


Sumber: Barry & Richard, 2004
Gambar 2.Skema ilustrasi (A) siklus Chapman pembentukan ozon dan (B)
penruraian ozon. X adalah segala spesi yang dapat meruraikan ozon (seperti H,
OH, NO, CR, Br)
9


Di lapisan ini, radiasi ultraviolet (UV) berenergi tinggi (UV-A) dari matahari
diserap dan digunakan untuk bereaksi dengan oksigen menghasilkan ozon. Peruraian
ozon dengan penyerapan radiasi UV melibatkan radiasi berenergi sedang dan rendah
(UV-B dan UV-C) (Saundry, 2008). Selain melibatkan radiasi UV, peruraian ozon
sebagian besar juga terjadi dengan jalan bereaksi dengan spesi lain yang terdapat di
atmosfer misalnya nitrogen, hydrogen, bromin dan klorin. Penggunaan
Cloroflorocarbon (CFC) yang diproduksi untuk freon sangat mempengaruhi siklus
alami ozon.CFC bereaksi dengan UV melalui mekanisme fotodecomposisi
menghasilkan radikal klorin.
2 2 2
3 2
CCl F Cl CClF
Cl O ClO O
h



Produk ClO dapat bereaksi kembali dengan ozon terjadi menghasilkan atom
klorin kembali.Kemudian atom klorin yang dihasilkan dapat bereaksi dengan ozon.
Keberadaan radikal klorin meningkatkan laju peruraian ozon akibat reaksi dengan
klorin.
3 2
ClO O Cl 2O
3. Ionosfer
Ionosfer berawal pada ketinggian sekitar 80 km (bagian bawah dari lapisan
termosfer).Ionosfer adalah lapisan yang bermuatan listrik sebab mengandung ion
(molekul atau atom yang mengandung muatan listrik) dan electron bebas. Lapisan ini
merupakan tempat terjadinya ionisasi partikel-pertikel yang dapat memberikan efek
pada perambatan/refleksi gelomang radio sehingga dapat digunakan untuk
memancarkan gelombang radio jarak jauh.
Nitrogen dan oksigen di daerah ionosfer menyerap radiasi matahari yang
berbahaya, seperti sinar X dan sinar gamma. Penyerapan ini menyebabkan atom
menjadi bermuatan listrik.Atom bermuatan listrik yang disebut ion. Saat atom
bermuatan bertabrakan dengan atom atau molekul netral akan mengakibatkan energy
atom atau molekul tersebut meningkat ke keadaan tereksitasi. Saat penurunan energy
kemudian terjadi sampai ke keadaan normalnya melibatkan emisi cahaya (kuantum
pancaran elektromagnet). Emisi cahaya ini menjadi penyebab warna merah, hijau, dan
ungu yang khas pada aurora (Neiburger et al, 1995).
10

Gambar 4.Lapisan-lapisan atmosfer dengan ketinggian masing-masing





Gambar 3.Lapisan-lapisan atmosfer, Garis merah menunjukkan temperature dan garis hijau
menunjukkan tekanan dalam Pascal
11

D. EFEK RUMAH KACA DAN KESEIMBANGAN PANAS DI BUMI
Gas-gas di atmosfer bumi bertindak seperti kaca di dalam mobil sebagaimana
ditunjukkan pada gambar di bawah di bawah. Sinar matahari yang menembus
atmosfer bumi memanaskan permukaan bumi. Permukaan bumi, akan menyerap
sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya ke luar angkasa. Radiasi dari
matahari di dominasi gelombang pendek, sedangkan yang meninggalkan bumi adalah
gelombang panjang, atau infra-merah radiasi. Namun sebagian panas tetap
terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca. Gas-gas
ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan bumi
dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan bumi. Keadaan ini terjadi
terus menerus sehingga mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat.
Prosesdi mana panasterperangkapdekat bumi, dikenal sebagai efek rumah kaca. Tanpa
efek rumah kaca, bumi akan menjadi terlalu dingin untuk kehidupan kita.

Gambar 5.ilustrasi efek rumah kaca
Gas-gas rumah kacabertindak seperti selimut untuk menjebak panas yang
dipancarkan oleh bumi. Adapun gas-gas rumah kaca yang utama tercantum di bawa
ini (Ettwein & Maslin: 2011).
1. Karbon dioksida (CO
2
)
Karbon dioksida utamanya dihasilkan melalui respirasi biota, mikrobia tanah, dan
pembakaran bahan bakar. Karbondioksida larut dalam lautan dan digunakan oleh
tanaman untuk fotosintesis.
12

2. Metana (CH
4
)
Metana diproduksi terutama oleh reaksi anaerob (kekurangan oksigen) dilahan
basah alami, sawah, dan oleh proses pencernaan hewan dan pembakaran biomassa.
3. Nitrogen oksida (N
2
O)
Nitrogen oksida diproduksi dengan penggunaan pupuk nitrogen, pengelolaan
kotoran hewan, pembakaran bahan bakar fosil, dan kegiatan industri.
4. Ozone (O
3
)
Ozon merupakan gas rumah kaca yang secara kontinyu dihasilkan dan dirusak di
atmosfer melalui reaksi kimia. Di troposfer, aktivitas manusia telah meningkatkan
kadar ozon melalui pelepasan gas seperti karbon monoksida, hidrokarbon, dan
oksida-oksida nitrogen, yang dapat bereaksi secara kimia menghasilkan ozon.
5. Chlorofluorocarbons (CFCs)
Senyawa ini tidak mudah terbakar, relative inert, stabil namun mudahcair, dan
tidak beracun. CFC telah digunakan dalam industri seperti Air Conditioning (AC),
sebagai alat pendingin pada lemari es, AC mobil, berguna dalam pembuatan
plastik busa dan sebagai pendorong pada kemasan aerosol misalnya aerosol
parfum, hairspray, deodorant, zat pembersih kaca dan racun hama.
6. Uap air
Uap air merupakan salah satu gas rumah kaca yang utama. Pemanasan akan
menyebabkan lebih banyak air yang menguap ke atmosfer sehingga pemanasan
akan terus berlanjut dan menambah jumlah uap air di udara sampai tercapainya
suatu kesetimbangan konsentrasi uap air.
7. Aerosol
Aerosol adalah partikel-partikel kecil yang berada di atmosfer dengan ukuran,
konsentrasi dan komposisi kimia yang bervariasi. Aerosol di atmosfer berasal dari
emisi aerosol secara langsung atau terbentuk dari senyawa-senyawa lain yang ada
di atmosfer. Pembakaran bahan bakar fosil dan biomassa, serta proses-proses
industri melepaskan aerosol yang mengandung senyawa-senyawa sulfur, senyawa
organik, dan jelaga. Aerosol di atmosfer juga dapat muncul dari alam, seperti dari
letusan gunung berapi.
Keseimbangan panas bumi (temperatur bumi sepanjang tahun tidak meningkat
atau tidak menurun) akan tercapai jika radiasi matahari yang diserap oleh sistem
atmosfer bumi seluruhnya diradiasikan kembali oleh bumi ke angkasa. Untuk menuju
13

keadaan tersebut, bumi memancarkan radiasi ke angkasa dalam bentuk dan kuantitas
pancaran seperti berikut; 14 % hilang ke ruang angkasa dan tidak memanasi atmosfer,
6 % radiasi Bumi diserap atmosfer yang disebut radiasi efektif, 9 % diterima atmosfer
melalui panas yang dibawa oleh arus turbulensi dan konveksi. 19 % diterima atmosfer
melalui kondensasi dari uap air, dimana panas laten kondensasi dilepaskan. Jumlah ini
pas sama dengan radiasi matahari yang diserap sistem atmosfer-bumi.

E. PEMANASAN GLOBAL (Global Warming)
Bumi menyerap sebagian energi dari matahari.Namun demikian, tidak semua
energi tersebut diserap.Sebagian energi dipantulkan kembali ke angkasa dalam bentuk
panas. Secara alamiah sinar pantulan dari bumi akan dilepaskan ke angkasa sehingga
panas di bumi cenderung stabil. Akan tetapi, keadaan ini akan terganggu apabila di
atmosfer bumi terdapat kumpulan gas yang dapat menghalangi sinar pantulan ke
angkasa. Akibatnya sinar yang seharusnya menjauh dari bumi akan tetap terkumpul di
sekitar bumi yang semakin lama semakin banyak dan menjadikan bumi semakin
panas. Fenomena ini dikenal dengan pemanasan global (global warming) (Alaudin,
2008).
1. Penyebab pemanasan global
a. Efek rumah kaca
Efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh segala makhluk hidup yang ada di
bumi, karena tanpanya, planet ini akan menjadi sangat dingin. Dengan suhu rata-rata
sebesar 15 C (59 F), bumi sebenarnya telah lebih panas 33 C (59 F) dari suhunya
semula, jika tidak ada efek rumah kaca suhu bumi hanya -18 C sehingga es akan
menutupi seluruh permukaan bumi. Akan tetapi sebaliknya, apabila gas-gas tersebut
telah berlebihan di atmosfer, akan mengakibatkan pemanasan global.
Kelimpahan yang paling besar adalah karbon dioksida (CO
2
) yang mencapai
64% dari seluruh gas rumah kaca di atmosfer. Sedangkan sisanya (36%) merupakan
gabungan beberapa gas. Sebelum revolusi industri, kadar CO
2
di atmosfer masih
relatif rendah, yaitu 280 ppm pada 1860. Dengan semakin banyak pembakaran bahan
bakar fosil seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam, kadar CO
2
meningkat
hingga 379 ppm pada 2005. Berikut diberikan data dan grafik perubahan jumlah
konsentrasi gas-gas rumah kaca setiap periode.

14

Tabel 2.Perbandingan Konsentrasi Gas Rumah Kaca (Ettwein & Maslin: 2011)
Gas Concentration Annual I ncrease
Sources (%)
Sources
1850* 2000 1900s
Carbon
dioxide
280 ppm 370 ppm 0.4 Fossil fuels
Methane 800 ppbv 1750ppbv 0.3 Rice paddies, cows
Nitrous oxide 280 ppbv 316 ppbv 0.25 Wetlands
CFC11 0 0.27 ppbv _ 0 Microbiological
activity,
HCFC22 0 0.11 ppbv 5 fertilizer, fossil fuel
Ozone
(troposphere)
? 1050
ppbv
_ 0 Freon
Notes: * Pre-industrial levels are derived primarily from measurements in ice cores where air bubbles
are trapped as snow accumulates on polar ice sheets.
Production began in the 1930s.
Source: Updated from Schimel et al. (1996), in Houghton et al. (1996) .


Gambar 6.Grafik Perubahan Jumlah Konsentrasi Gas Rumah Kaca Setiap Periode (Jacob:
1999)

15

b. Efek umpan balik (sumber: wikipedia)
1) Efek umpan balik karena pengaruh penguapan air. Pemanasan akan menyebabkan
lebih banyak air yang menguap ke atmosfer sehingga pemanasan akan terus
berlanjut dan menambah jumlah uap air di udara sampai tercapainya suatu
kesetimbangan konsentrasi uap air. Efek rumah kaca yang dihasilkan lebih besar
bila dibandingkan oleh akibat gas CO
2
sendiri, karena kelembaban relatif udara
hampir konstan atau bahkan agak menurun karena udara menjadi menghangat.
2) Efek umpan balik karena pengaruh awan. Awan akan memantulkan kembali radiasi
infra merah ke permukaan bumi, sehingga akan meningkatkan efek pemanasan.
3) Efek umpan balik karena hilangnya kemampuan memantulkan cahaya (albedo)
oleh es. Ketika suhu global meningkat, es yang berada di dekat kutub mencair
dengan kecepatan yang terus meningkat dan daratan atau air di bawahnya akan
terbuka. Daratan atau air memiliki kemampuan memantulkan cahaya lebih sedikit
bila dibandingkan dengan es, akibatnya akan menyerap lebih banyak radiasi
matahari sehingga menambah efek pemanasan.
4) Umpan balik akibat terlepasnya CO
2
dan CH
4
dari melunaknya tanah beku
(permafrost) yang juga berkontribusi terhadap pemanasan. Selain itu, es yang
meleleh juga akan melepas CH
4
yang juga menimbulkan umpan balik.
5) Kemampuan lautan menyerap karbon juga berkurang karena menurunnya tingkat
nutrien pada zona mesopelagic sehingga membatasi pertumbuhan fitoplankton
yang merupakan penyerap karbon yang rendah.
2. Dampak pemanasan global
a. Iklim mulai tidak stabil
Pemanasan global mengakibatkan penguapan air meningkat dan kelembaban menjadi
tinggi. Badai akan menjadi lebih sering. Selain itu, air akan lebih cepat menguap dari
tanah. Akibatnya beberapa daerah akan menjadi lebih kering dari sebelumnya. Angin
akan bertiup lebih kencang dan mungkin dengan pola yang berbeda. Topan badai
(hurricane) yang memperoleh kekuatannya dari penguapan air, akan menjadi lebih
besar. Berlawanan dengan pemanasan yang terjadi, beberapa periode yang sangat
dingin mungkin akan terjadi. Pola cuaca menjadi tidak terprediksi dan lebih ekstrem.
b. Peningkatan permukaan laut
Ketika atmosfer menghangat, lapisan permukaan lautan juga akan menghangat,
sehingga volumenya akan membesar dan menaikkan tinggi permukaan laut.
16

Pemanasan juga akan mencairkan banyak es di kutub, terutama sekitar Greenland,
yang lebih memperbanyak volume air di laut.
c. Suhu global cenderung meningkat
d. Gangguan ekologis
e. Hewan dan tumbuhan menjadi makhluk hidup yang sulit menghindar dari efek
pemanasan ini karena sebagian besar lahan telah dikuasai manusia. Dalam pemanasan
global, hewan cenderung untuk bermigrasi ke arah kutub atau ke atas pegunungan.
f. Munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan
kematian. Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga
akan muncul kelaparan dan malnutrisi.

3. Pengendalian pemanasan global
a. Jangan menebang pohon sembarangan
Pepohonan berperan dalam mengurangi kadar CO
2
di udara dengan menggunakannya
untuk fotosintesis.
b. Kurangi menggunakan kendaraan pribadi
Banyaknya pemakaian kendaraan pribadi akan menyebabkan borosnya penggunaan
bahan bakar. Setiap kendaraan berbahan bakar minyak akan mengeluarkan gas
pembuangan berupa CO2 dan CO, gas-gas ini bila dalam jumlah yang besar dapat
menimbulkan efek gas rumah kaca yang akhirnya membuat terjadinya global
warming semakin parah
c. Mematikan lampu di siang hari dan mematikan peralatan elektronik yang tidak
terpakai, misalnya TV.
d. Melakukan reboisasi
Selain bisa mencegah terjadinya Global Warming hutan juga bisa mencegah
terjadinya banjir, tanah longsor dan akan menjadikan suhu menjadi sejuk dan segar.

F. PENIPISAN LAPISAN OZON
Kerusakan lapisan ozon yang terdeteksi pertama kali pada pertengahan tahun
1974, ketika para ahli dan peneliti dari Inggris yaitu British Antarctic Survey (BAS)
mengumumkan, lapisan ozon di atas Hally Bay, Antartika, menunjukkan adanya
penipisan drastis yang diakibatkan reaksi kimia klorin dan nitrogen. Observasi di
Halley Bay tersebut tercatat bahwa penipisan yang terjadi mencapai sekitar 30-40
persen dalam satu dekade. Fenomena berkurangnya lapisan ozon terjadi akibat suhu
17

dingin yang ekstrim dan musim dingin stratosferik panjang yang mengakibatkan
perusakan ozon secara signifikan. Kondisi ini diperkirakan akan terus berlanjut
hingga musim semi. Seperti diketahui, rusaknya ozon pada stratosfir terjadi di
kawasan kutub saat temperatur turun ke bawah -80 derajat Celcius.Pada suhu ini,
awan terbentuk di bagian bawah stratosfir. Reaksi kimia di dalamnya kemundian
mengubah senyawa dari halocarbon (yang tidak berbahaya bagi ozon) menjadi
senyawa aktif. Proses ini menjurus ke rusaknya ozon saat sinar matahari menyinari
kutub.
Lubang ozon mencapai ukuran maksimumnya 22 September 2013 yaitu 21,2
juta kilometer persegi, atau setara wilayahAmerika Serikat, Kanada dan Meksiko
digabungkan. Pada 6 September 2000 lubang ozon adalah yang terbesaryaitu 29,9
juta kilometer persegi (sumber: NASA.gov). Artinya terjadi pengurangan kerusakan
ozon sejak adanya penandatangan Protokol Montreal, 16 September 1987.

1. Penyebab penipisan lapisan ozon
Lapisan ozon pada stratosfer mengalami kerusakan dikarenakan kehadiran gas
nitrogen oksida (NOx, yaitu NO
2
dan NO) dan radikal klorin (Cl, ClO) (Barry &
Chorley: 2003). Sumber dari gas NO
x
adalah gas N
2
O, yang diproduksi dari
pembakaran dan penggunaan pupuk nitrogen. N
2
O yang berada di troposfer bersifat
stabil. N
2
O kemudian berpindah dari troposfer menuju stratosfer dan kemudian
bereaksi dengan atom oksigen berkonsentrasi tinggi sehingga teroksidasi menjadi
NO
x
(Jacob: 1999). Adapun reaksinya sebagai berikut:
N
2
O + O 2NO

18

Sementara proses perusakan ozon oleh Nox adalah sebagai berikut:
NO + O
3
NO
2
+ O
2

NO
2
+ O NO + O
2
net: O
3
+ O 2O
2

Chlorofluorocarbons (CFC) adalah molekul kecil dengan atom halogen terikat
pada atom karbon pusat. CFC memainkan peran utama dalam penipisan ozon.
Contoh-contoh spesifik dari CFC termasuk CFCl
3
(CFC-11) dan CF
2
Cl
2
(CFC-12).
Senyawa ini tidak mudah terbakar, relative inert, stabil namun mudah cair, dan tidak
beracun. CFC telah digunakan dalam industri seperti Air Conditioning (AC), sebagai
alat pendingin pada lemari es, AC mobil, berguna dalam pembuatan plastik busa dan
sebagai pendorong pada kemasan aerosol misalnya aerosol parfum, hairspray,
deodorant, zat pembersih kaca dan racun hama. Pada bidang elektronika
Clouroflourocarbons dapat digunakan untuk membersihkan permukaan mikrochip.
Sayangnya, sifat yang sama yang membuat mereka berguna juga alas an menimbulkan
efek merusak pada ozon stratosfer. Setelah gas CFC yang dilepaskan ke atmosfer,
mereka bertahan untuk waktu yang sangat lama di troposfer karena sifatnya yang
tidak reaktif. Rata-rata, molekul CF
2
Cl
2
bertahan kira-kira 100 tahun di troposfer.
Akhirnya, CFC dilepaskan dari troposfer ke stratosphere melalui pencampuran
atmosfer, di mana CFC akan terurai oleh radiasi matahari berenergi tinggi. Produk
penguraian CFC berperan dalam reaksi di stratosfer yang mengakibatkan penurunan
konsentrasi ozon di sana. Penghancuran ozon di lapisan stratosfer oleh CFC dimulai
ketika foton energi yang cukup tinggi merusak ikatan karbon-klorin dalam molekul
CFC dan menghasilkan atom klor. Berikut contoh pengrusakan ozon oleh (CFC-12)
(Barry & Chorley: 2003):
CF
2
Cl
2
+ h CF
2
Cl
2
+Cl
Reaksi pertama Cl + O
3
ClO + O
2

Reaksi kedua ClO + ClO ClOOCl
Reaksi ketiga ClOOCl + h ClOO + Cl
Reaksi keempat ClOO + h O
2
+ Cl
Penjumlahan reaksi di ats menjadi: 2O
3
+ h 3O
2

Telah diperkirakan bahwa atom klor tunggal dapat menghancurkan sebanyak
100.000 molekul O
3
sebelum dilemahkan atau dikembalikan ke troposfer (mungkin
sebagai HCl). Reaksi perusakan ozon mengganggu keseimbangan ozon di stratosfer,
19

karena laju penghancuran ozon lebih cepat dari pada pembentukkan. Akibatnya,
konsentrasi ozon di stratosfir menurun.
2. Dampak penipisan lapisan ozon (sumber: wikipedia)
a. Meningkatnya penyakit kanker kulit dan katarak pada manusia
b. Merusak tanaman pangan tertentu
c. Memengaruhi plankton yang akan berakibat pada rantai makanan di laut
d. Meningkatnya karbondioksida akibat berkurangnya tanaman dan plankton
e. Mengakibatkan pemanasan global akibat bertambahnya gas karbondioksida
3. Pengendalian penipisan lapisan ozon
a. Produsen mulai mencari alternatif untuk menggantikan CFC. Salah satunya yaitu
molekul hidrofloroklorokarbon (HCFC), di mana ikatan C-Cl atau C-F pada CFC
di gantikan dengan ikatan H-C. Karena mengandung ikatan C-H, molekul HCFC
lebih reaktif di troposfer dari pada molekul CFC. Oleh karena itu, hanya sedikit
molekul HCFC yang bertahan dan mencapai stratosfer, di mana mereka dapat
menyebabkan penipisan ozon. Alternatif yang lebih baik adalah menggunakan
hidrofluorokarbon (HFC). Molekul ini hanya berisi karbon, fluorin, dan hidrogen,
sehinggatidak memiliki atom klorin untuk mengkatalisis kerusakan ozon.
Misalnya dalam lemari es, C
2
H
2
F
4
dapat digunakan untuk menggantikan CFC-12.
b. Belilah produk yang berlabel ozone friendly atau free CFC karena produk tersebut
sudah tidak lagi mengandung zat-zat BPO atau halon.
c. Bagi para petani, sebaiknya menggunakan bahan-bahan fumigasi atau pengolah
tanah yang tidak lagi mengandung metil bromida atau yang mengandung unsur-
unsur yang berdampak buruk bagi lapisan ozon.

G. SUMBER DAN JENIS SERTA DAMPAK PENCEMARAN UDARA
Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia,
atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia,
hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti.
Pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun kegiatan
manusia. Dewasa ini, hampir semua kebutuhan energi manusia diperoleh dari
konversi sumber energi fosil, misalnya pembangkitan listrik dan alat transportasi yang
menggunakan energi fosil sebagai sumber energinya. Secara langsung atau tidak
langsung hal ini mengakibatkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan
20

makhluk hidup karena sisa pembakaran energi fosil ini menghasilkan zat-zat
pencemar yang berbahaya. Pencemaran udara terutama di kota-kota besar telah
menyebabkan turunnya kualitas udara sehingga mengganggu kenyamanan lingkungan
bahkan telah menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan.

No Polutan Sumber Dampak
1 Karbon
monoksida
(CO)
Karbon monoksida
dihasilkan dari
pembakaran tak
sempurna dari senyawa
karbon, sering terjadi
pada mesin pembakaran
kendaraan bermotor
proses pembakaran
bahan bakar fosil yang
tidak sempurna
asap rokok
Karbon monoksida menghalangi
organ-organ tubuh untuk mendapatkan
oksigen dengan cara mengikat sel
darah merah yang seharusnya
membawa oksigen. Pada jumlah yang
kecil, karbon monoksida dapat
menyebabkan berkurangnya jumlah
oksigen yang dikirim ke otak, organ
dan otot lainnya, memperlambat reaksi
dan reflek, dan bersifat merusak. Itu
menimbulkan ancaman yang serius
bagi orang yang berpenyakit jantung
(Astara :2010).
Hemoglobin + O
2
> O
2
Hb
(oksihemoglobin)
Hemoglobin + CO > COHb
(karboksihemoglobin)

Pada jumlah yang besar, dapat
berakibat fatal, sebagaimana
dibuktikan dengan banyaknya
kematian yang disebabkan oleh mobil
yang dipanaskan di dalam garasi dan
kebocoran gas buangan ke dalam
mobil (Astara :2010)
2 Nitrogen
monoksida
(NO) dan
nitrogen
Emisi kendaraan
bermotor
proses pembakaran
bahan bakar fosil
NO dapat teroksidasi menjadi NO
2

yang sangat beracun
NO yang tinggi dapat
menyebabkan gangguan pada
21

dioksida
(NO
2
)
(misalnya dari generator
pembangkit listrik)

sisitem saraf yang menyebabkan
kejang-kejang.
NO
2
merupakan gas yang beracun,
berwarna merah cokelat, dan
berbau seperti asam nitrat yang
sangat menyengat dan
merangsang.
Keberadaan gas NO
2
lebih dari 1
ppm dapat menyebabkan
terbentuknya zat yang bersifat
karsinogen atau penyebab
terjadinya kanker.
Jika menghirup gas NO
2
dalam
kadar 20 ppm akan dapat
menyebabkan kematian
3 Gas
Hidrokarbon
(HC)
Kegiatan industri yang
berpotensi menimbulkan
cemaran dalam bentuk HC
adalah industri plastik,
resin, pigmen, zat warna,
pestisida dan pemrosesan
karet.
Hidrokarbon diudara akan bereaksi
dengan bahan-bahan lain dan akan
membentuk ikatan baru yang disebut
plycyclic aromatic hidrocarbon (PAH)
yang banyak dijumpai di daerah
industri dan padat lalulintas. Bila PAH
ini masuk dalam paru-paru akan
menimbulkan luka dan merangsang
terbentuknya sel-sel kanker
4 Sulfurdioksida
(SO
2
)
Sumber utama SO
2
adalah
pembangkit tenaga listrik
yang membakar batubara
dengan kandungan sulfur
tinggi.
Kendaraan bermotor juga
merupakan salah satu
sumber SO2 karena bensin
dan solar juga mengandung
sulfur dengan jumlah kecil.
Menimbulkan hujan asam dapat
menyebabkan korosif pada logam-
logam, rangka-rangka bangunan,
merusak bahan pakaian dan
tumbuhan
Senyawa ini merupakan gas
beracun (mengganggu sistem
pernapasan) dengan bau menyengat
22

Letusan gunung merapi
dan air mata panas juga
melepaskan sulfur dioksida
(ditandai dengan bau
seperti bau telur busuk).
5 Ammonia
(NH
3
)
penguraian senyawa
organik oleh
mikroorganisme seperti
dalam proses pembuatan
kompos
industri peternakan,
industri pupuk urea,
industri asam nitrat, dan
dari kilang minyak
Kontak dengan gas amonia
berkonsentrasi tinggi dapat
menyebabkan kerusakan paru-paru
dan bahkan kematian
6 Gas klorin Berasal dari proses industri Gas klorin bersifat racun karena
amat reaktif dengan air yang
terdapat di selaput lendir paru-paru
dan mata.
Reaksi yang terjadi akan
menghasilkan asam klorida dan
asam hipoklorit yang memicu
iritasi pada mata dan paru-paru
serta memicu korosi pada jaringan.
7 Hidrogen
Sulfida
(H
2
S)
Gas ini muncul pada gas
yang timbul dari aktivitas
gunung berapi dan gas alam.
Sangat beracun dan mematikan
Sangat korosif mengakibatkan
berkarat pada logam tertentu
Pada konsentrasi yang rendah
berbau seperti telur busuk dan
dapat melumpuhkan indera
penciuman manusia
8 Timah hitam
(Pb)
Emisi kendaraan bermotor Anak-anak yang menurun IQ-nya dan
terhambat pertumbuhannya. karena
partikel-partikel kecil Pb itu masuk ke
23

dalam tubuh dan menyerang ke otak
manusia yang dapat menyebabkan
kangker otak atau penggumpalan
timbal di otak kita.
9 Partikulat
(Partikulat -
dikenal juga
sebagai
partikel halus,
dan jelaga -
merupakan
subdivisi kecil
dari material
padat
tersuspensi
dalam gas atau
cair)
Beberapa partikulat terjadi
secara alami, seperti yang
berasal dari gunung berapi,
badai pasir, dan kebakaran
hutan.

Kegiatan manusia, seperti
pembakaran bahan bakar
fosil pada kendaraan,
pembangkit listrik dan
berbagai industri juga
menghasilkan sejumlah
besar partikulat
Peningkatan kadar partikel halus di
udara terkait dengan bahaya kesehatan
seperti penyakit jantung, fungsi paru-
paru dan kanker paru-paru.


24

BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
1. Atmosfer bumi merupakan selubung gas yang menyelimuti permukaan padat dan
cair pada bumi
2. Atmosfer berfungsi menahan radiasi matahari yang kuat pada siang hari dan
mencegah hilangnya panas ke ruang angkasa pada malam hari, menyerap radiasi
dari sinar ultraviolet yang berbahaya, berfungsi melindungi bumi dari benda-
benda angkasa.
3. Berdasarkan volume, lebih dari 99% udara kering (dry air) atmosfer tersusun dari
nitogen (78%) dan oksigen (21%), sisa atmosfer lainnya adalah gas argon, karbon
dioksida, metana, uap air, dan debu atmosfer (aerosol).
4. Struktur atmosfer dibedakan berdasarkan temperature terbagi menjadi troposfer,
stratosfer, mesosfer dan thermosfer. Sedangkan dibedakan berdasarkan
karakteristik penyusun dan muatan kelistrikannya terbagi menjadi homosfer,
heterosfer, ozonosfer dan ionosfer.
5. Proses dimana panas terperangkap di bumi, dikenal sebagai efek rumah kaca. Efek
rumah kaca disebabkan oleh gas-gas rumah kaca seperti: karbondioksida, N
2
O,
metana, ozon, CFC, uap air, dan aerosol.
6. Bertanbahnya konsentrasi gas rumah kaca terutama CO
2
, metana, N
2
O, dan CFC
mengakibatkan meningkatnya suhu bumi yang dikenal dengan istilah global
warming (pemanasan global)
7. Penipisan lapisan ozon disebabkan oleh adanya radikal klorin yang berasal dari
gas CFC. CFC berasal dari beberapa produk seperti pendingin kulkas, AC,
hairsprey, parfum, dan lain-lain.
8. Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau
biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia,
hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak
properti.



25

B. SARAN
Mengingat peran atmosfer yang begitu penting bagi berlangsungnya kehidupan di
bumi, sudah menjadi kewajiban seluruh umat manusia untuk menjaganya dari
berbagai zat pencemar. Misalnya dengan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil,
pmenghentikan penggunaan barang-barang elektrotik yang mengandung CFC,
melestarikan hutan dan sebagainya.

DAFTAR RUJUKAN

2012 Antarctic Ozone Hole Second Smallest in 20 Years, (Online), (http://www.nasa.gov/
home/hqnews/2012/oct/HQ_12371_2012_Ozone_Hole.html), diakses 22 Februari
2014.
Astra, I.M. 2010. Energi Dan Dampaknya Terhadap Lingkungan. Jurnal Meteorologi Dan
Geofisika, 11( 2): 127 135.
Alaudin, M. 2008. Gas-Gas Rumah Kaca, (Online), (http://www.chem-is.try.org
/artikel_kimia/kimia_lingkungan/gas-gas-rumah-kaca/), diakses 22 Februari 2014.
Barry, R. G. & Richard J. C. 2004. Atmosphere Weather and Climate 8
th
Edition. Taylor &
Francis e-Library: Routledge, (Online), (http://www.dvfu.ru/meteo/book/ Barry.pdf),
diakses 20 Februari 2014.
Donn, William L. 1975. Meteorology 4
th
Edition. USA: McGraw-Hill Book Company.
Ettwein, V. & Maslin, M. 2011.Physical Geography: FundamentalsOf The Physical
Environment. London: University of London.
Jacob, D.J. 1999. Introduction toAtmospheric Chemistry.New Jersey : Princeton University
Press.
Lapisan Ozon, (Online), (http://id.wikipedia.org/wiki/Lapisan_ozon), diakses 22 Februari
2014.
Neiburger, Morris, James G. Edinger, & William D. Bonner. 1995. Memahami Lingkungan
Atmosfer Kita (Terjemahan). Bandung: Penerbit ITB.
Pemanasan Global, (Online), (http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global), diakses 22
Februari 2014.
Saundry, Peter. 2008. AP Environmental Science Chapter-4 The Atmosphere. The
Encyclopedia of Eath.(Online), (http://www.eoearth.org/view/article/149768/),
diakses pada 20 Februari 2014.
Schlager, Hans, Volker Grewe, & Anke Roiger. 2012. Chemical Compotition of the
Atmosphere 2. Springer-Verlag Berlin Heidelberg. Mnchner Germany: Institute of
Atmospheric Physics (IPA), (Online), (http://www.springer.com/cda/content/
document/cda_downloaddocument/9783642301827-t1.pdf), diakses pada 20 Februari
2014.