Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN TETAP

KIMIA FISIKA
KONSTANTA KECEPATAN REAKSI
DISUSUN
OLEH :
NAMA : QURNIA ALMUSSYADDAH (0610 3040 0353)
RANA INDRA DENA (0610 3040 0354)
SAFITRIANI (0610 3040 0355)
SAMPUSPITA SARI (0610 3040 0356)
TIAH KU!URI (0610 3040 035")
!ULANDARI (0610 3040 035#)
YOLANDA DESRIANI (0610 3040
035$)
KELAS : % KI&
DOSEN : I'( ERLINA!ATI) M(T
POLITEKNIK NEERI SRI!I*AYA
PALEM&AN
TAHUN A*ARAN %010+%011
KONSTANTA KECEPATAN REAKSI
I. Tujuan Percobaan
-
Agar dapat menggunakan salah satu manfaat metode titrasi untuk penentuan konstanta
kecepatan reaksi
II. Alat yang digunakan
-
Pendingin (Air/batu es)
-
Gelas kimia
-
Erlenmeyer 100 ml,!0 ml !/"
-
#ermometer C
0
100 0 1
-
$top%atch 1
-
$patula, batang pengaduk /1
-
Pipet ukur 10 ml, ! ml 1
-
&ola karet 1
-
&uret 1
-
'ertas timbang
-
(abu ukur !0 ml )
III. Bahan yang digunakan
-
(arutan *enuh '

+
,
-
'-
-
.a

+
)
-
-ndikator kan*i
I. !a"ar Teori
'ecepatan reaksi kimia berbanding lurus terhadap konsentrasi dari reaktan dan
biasanya dinyatakan dalam bentuk konsentrasi dari salah satu produk/
dc/dt atau d0/dt, dimana 1
c 2 konsentrasi salah satu reaktan
0 2 konsentrasi salah satu produk
t 2 %aktu
$ecara umum 1
A 3 & 3 43 ///// 56 produk
Persamaan kecepatan reaksi dapat dinyatakan dalam bentuk 1
7c/dt 2 k (A)
n1
(&)
n
(4)
n)
///// (1)
7imana 1 k 2 konstanta kecepatan reaksi
n 2 orde reaksi (*umlah pangkat dalam persamaan kecepatan reaksi
8ntuk reaksi tingkat dua, misalnya oksidasi sebagai berikut 1
-
9
3 $

+
,
56 -

3 $+
:
9
(cokelat)
Persamaan reaksinya dapat ditulis sebagai berikut 1
d0/dt 2 k

(a90) (b90) ///// ()


dimana 1 a 2 konsentrasi mula9mula dari persulfat
b 2 konsentrasi mula9mula dari iodida
;ika salah satu dari reaktan sangat berlebih, maka konsentrasinya dianggap tetap
selama berlangsungnya reaksi, reaksi akan mengikuti reaksi tingkat satu/ <isal, konsentrasi
dari iodida pada reaksi besar maka selama ter*adi reaksi konsentrasi ini akan dianggap tetap
(tidak berubah)/
Persamaan () akan berubah men*adi 1
d0/dt 2 k

(a90) b ///// ())


=asil integral dengan batas y 2 0 dan 0 2 0, akan diperoleh 1
bk

2 1/t ln a/a90 atau ln (a90) 2 ln a 9 k


>
t
dimana 1 k>t 2 bk

;ika dibuat grafik log (a90) ?ersus t, maka akan didapatgaris lurus dan harga k>,
diperoleh dari harga slope/
. #angkah kerja
- <emasukan !0 ml larutan 0,: . '- ke dalam labu konis, kemudian memasukannya
dalam termostat (suhu dipertahankan !
o
4)/
- <engencerkan 0 ml larutan *enuh '

+
,
dengan menggunakan ,0 ml air, lalu
mengambil !0 ml hasil pengenceran dan meletakannya di dalam labu konis
- <enuangkan larutan '- kedalam larutan '

+
,
dan men*alankan stop%atch secara
serentak apabila suhu sudah konstan pada suhu !
o
4 (tutup secepatnya kedalam labu
yang berisi reaktan untuk menghindari lepasnya ion iodida)
- <engambil 10 ml se*umlah air yang besar pada pengukuran dan pencatatan pada
inter?al %aktu ),,,1!,0,)0,:0,!0, dan "0 menit (reaksi ber*alan lambat akibat
pengenceran)/(alu mengencerkannya men*adi !0 ml/
- <engambil 10 ml dari hasil pengenceran tadi dan mentitrasi dengan 0,01 . .a

+
) 3
indikator kan*i 9) tetes (0 ml)
- <encampur !0 ml larutan '- encer dengan encer lalu menutup labu, temperatur
dipertahankan pada "0
o
4 beberapa saat
- kemudian mengulangi dengan langkah yang sama seperti
prosedur )
- <elakukan titrasi dengan .a

+
)
(a ml)
- <encatat hasil dalam tabel
- Membuat grafk log (a- x) vs t, lalu menghitung harga
k
I. !ata Penga$atan
@aktu
(menit)
Aolume
analit
(ml)
Aolume titran Perubahan %arna
$uhu
C
0
!
(ml)
$uhu
C
0
"0
(ml)
) ,! )," 4oklat kemerah9merahan
B
=i*au tua kehitaman
B
&iru donker
, : !,"
1! !,! C,!
0 ",! D
)0 D,! 1),"
:0 11 1"
!0 1) 1D
"0 1:,! :
%ra&ik log 'a()* " t
log (a-
x)
t
(menit
)
-2.26 3
-2.097
-2 !"
-!.903 20
-!.6 30
-!.602 #0
-!."23 "0
-!.323 60
II. PER+IT,N%AN
1/ Pembuatan larutan
- .atrium tiosulfat 0,01 . !0 ml
&E2 &</n 2
Gr2. 0 A 0 &E
20,01 ek/l 0 0,! l 0 :,,1, gr/ek 2 0," gr
- 'alium persulfat ('

+
,
)
Gr 2 1,:, gr dalam 0 ml
- Aolume analit
2
- '- 0,: . 100 ml
&E2 &</n 2
Gr2. 0 A 0 &E
20,: ek/l 0 0,1 l 0 1"",01 gr/ek 2 ",":,: gr
/ Perhitungan 'onsentrasi pada suhu !
0
4
o Pada %aktu ) menit
.
analit
2
analit
titran titran
V
xN V
2
ml
N mlx

01 , 0 ! ,
2 0,01! .
o Pada %aktu , menit
.
analit
2
analit
titran titran
V
xN V
2
ml
N mlx

01 , 0 :
2 0,0 .
o Pada %aktu 1! menit
.
analit
2
analit
titran titran
V
xN V
2
ml
N mlx

01 , 0 ! , !
2 0,0C! .
o Pada %aktu 0 menit
.
analit
2
analit
titran titran
V
xN V
2
ml
N mlx

01 , 0 ! , "
2 0,0)! .
o Pada %aktu )0 menit
.
analit
2
analit
titran titran
V
xN V
2
ml
N mlx

01 , 0 ! , D
2 0,0:C! .
o Pada %aktu :0 menit
.
analit
2
analit
titran titran
V
xN V
2
ml
N mlx

01 , 0 11
2 0,0!! .
o Pada %aktu !0 menit
.
analit
2
analit
titran titran
V
xN V
2
ml
N mlx

01 , 0 1)
2 0,0"! .
o Pada %aktu "0 menit
.
analit
2
analit
titran titran
V
xN V
2
ml
N mlx

01 , 0 ! , 1:
2 0,0C! .
)/ Perhitungan 'onsentrasi pada suhu "0
0
4
o Pada %aktu ) menit
.
analit
2
analit
titran titran
V
xN V
2
ml
N mlx

01 , 0 " , )
2 0,01, .
o Pada %aktu , menit
.
analit
2
analit
titran titran
V
xN V
2
ml
N mlx

01 , 0 " , !
2 0,0, .
o Pada %aktu 1! menit
.
analit
2
analit
titran titran
V
xN V
2
ml
N mlx

01 , 0 ! , C
2 0,0)C! .
o Pada %aktu 0 menit
.
analit
2
analit
titran titran
V
xN V
2
ml
N mlx

01 , 0 D
2 0,0:! .
o Pada %aktu )0 menit
.
analit
2
analit
titran titran
V
xN V
2
ml
N mlx

01 , 0 " , 1)
2 0,0", .
o Pada %aktu :0 menit
.
analit
2
analit
titran titran
V
xN V
2
ml
N mlx

01 , 0 1"
2 0,0, .
o Pada %aktu !0 menit
.
analit
2
analit
titran titran
V
xN V
2
ml
N mlx

01 , 0 1D
2 0,0D! .
o Pada %aktu "0 menit
.
analit
2
analit
titran titran
V
xN V
2
ml
N mlx

01 , 0 :
2 0,01 .
:/ Perhitungan konsentrasi (a E 0)
7imana 1 a 2 konsentrasi pada "0
0
4
F 2 konsentrasi pada !
0
4
o Pada %aktu ) menit
(a E 0) 2 0,01, . E 0,01! .
2 0,00!!.
(og(a90) 2 9,"0
o Pada %aktu , menit
(a E 0) 2 0,0, .E 0,0.
2 0,00,.
(og(a90) 2 9,0DC
o Pada %aktu 1! menit
(a E 0) 2 0,0)C!. E 0,0C!.
2 0,01.
(og(a90) 2 9
o Pada %aktu 0 menit
(a E 0) 2 0,0:!. E 0,0)!.
2 0,01!.
(og(a90) 2 91,D0)
o Pada %aktu )0 menit
(a E 0) 2 0,0",. E 0,0:C!.
2 0,00C.
(og(a90) 2 91,",,
o Pada %aktu :0 menit
(a E 0) 2 0,0,. E 0,0!!.
2 0,0!.
(og(a90) 2 91,"0
o Pada %aktu !0 menit
(a E 0) 2 0,0D! .E 0,0"!.
2 0,0).
(og(a90) 2 91,!)
o Pada %aktu "0 menit
(a E 0) 2 0,01. E 0,0C!.
2 0,0:C!.
(og(a90) 2 91,))
.o/ 'onsentrasi 'onsentrasi
(a90)
(og(a90)
(0)
t(y) Glog(a90)/tH Glog(a90)H

!
0
4(
ml)(0)
"0
0
4(ml)
(a)
1 0,01! 0,01, 0,00!! 9,"0 ) 9",C, !,10C" D
0,0 0,0, 0,00, 9,0DC , 91",CC" :,)DC: ":
) 0,0C! 0,0)C! 0,01 9 1! 9)0 : !
: 0,0)! 0,0:! 0,01! 91,D0) 0 9),,0" ),"1: :00
! 0,0:C! 0,0", 0,00! 91,",, )0 9!0,": ,,:D) D00
" 0,0!! 0,0, 0,0! 91,"0 :0 9":,0, ,!"": 1"00
C 0,0"! 0,0D! 0,0) 91,!) !0 9C",1! ,)1D! !00
, 0,0C! 0,1 0,0:C! 91,)) "0 9CD,), 1,C!0) )"00
I 91:,)D" " 9)"1,,"" ","10 DD,
$lope 2
:: , ")
"!1 , !
!", , )!,
) )D" , 1: ( ) "10 , " ( ,
) " )( )D" , 1: ( ) ,"" , )"1 ( ,
) (
/

= =


=



x x n
y x xy n
'2 slope, *adi k2"),::
interse$t % :: , 1:
,
) )D" , 1: ( :: , ") ) " (
=

=


n
x slope y
III. Anali"a Percobaan
7ari hasil praktikum yang telah dilakukan yaitu Jkonstanta kecepatan reaksiK dapat
dianalisis bah%a, hal pertama yang dilakukan adalah membuat larutan 0,: . '- dengan
menimbang ",": gr '- dan larutan *enuh
,
O S K
yang digunakan sebanyak 1,:, gr/ $etelah
itu dilan*utkan dengan mealkukan percobaan yaitu mempertahankan temperatur pada suhu !
dari larutan '- dan
,
O S K
dan setelah suhu konstan ! masing9masing larutan
dicaampurkan sampai larutan berubah %arna men*adi coklat kemerah9merahan/ $emakin
lama %aktu yang diperlukan satelah pencampuran dilakukan, perubahan %arna larutan
terlihat semakin pekat dan titran yang dibutuhkan semakin banyak/
-nter?al %aktu yang digunakan yaitu (),,,1!,0,)0,:0,!0,"0 menit)/ Alikot diambil 10
ml lalu diencerkan men*adi !0 ml selan*utnya diambil alikot 10 ml/ Proses pengenceran ini
dilakukan untuk membuat reaksi men*adi lambat sehingga dapat diamati perubahan %arna
yang ter*adi dalam setiap proses pencampuran dan bertu*uan untuk memperkecil ?olume
titrasi yang dibutuhkan/
Pada proses titrasi,larutan sebelumnya diberikan indikator kan*i yang telah dibuat
sebelumnya dengan cara melarutkan 0,! gr Amidon dalam !o ml air panas/ Pada saat
penambahan sekitar 9) tetes indikator kan*i ter*adi perubahan %arna pada larutan dari %arna
coklat kemerah9merahan men*adi hi*au tua kehitam9hitaman / lalu setelah proses titrasi
dengan menggunakan titran
)
O S Na
larutan, dititrasi sampai ter*adi perubahan %arna
men*adi biru donker/ Percobaan ini merupakan larutan campuran pada suhu ! lalu percobaan
ini diulangi lagi pada suhu campuran "0/
$etelah kedua percobaan dilakukan terlihat bah%a larutan pada suhu "0 membutuhkan
titran yang lebih banyak dibandingkan larutan campuran pada suhu !/ hal ini menun*ukkan
bah%a temperatur mempengaruhi tingkat konsentrasi larutan setelah dilakukan perhitungan
dengan ?olume titran yang dibutuhkan pada setiap titrasi/
I-. Ke"i$.ulan
7ari hasil praktikum J'onstanta 'ecepatan LeaksiK yang telah dilakukan dapat
disaimpulakn bah%a 1
$emakin lama %aktu yang diperluakn setelah pencampuran dilakukan, perubahan
%arna terlihat semakin pekat dan ?olume titran yang dibutuhkan semakin banyak/
Prose pengenceran dilakukan untuk membuat reaksi men*adi lambat dan konsentrasi
larutan men*adi semakin rendah/
Perubahan temperatur pada larutan *uga mempengaruhi konsentrasi suatu larutan/
.ilai ' yang didapat dari perhitungan yaitu "),::
$lope yang didapat dari perhitungan yaitu "),::/
-ntersep yang didapat dari perhitungan yaitu 1:,:/
-. !a&tar Pu"taka
Erlina%ati, -r, </#/ 010/ Penuntun Praktikum Kimia Fisika/ Palembang1 P+($L-
%a$bar Alat

&uret 'abu ukur (ermometer

)elas kimia *orong &atang +enga,uk -i+et tetes