Anda di halaman 1dari 14

BAB 7.

STANDAR AKUNTANSI
Standar Akuntansi tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang berkaitan dengan
akuntan. Di beberapa Negara, meskipun badan akuntansi professional umumnya memiliki
inisiatif dalam proses penentuan standar, pihak non akuntan pun mulai banyak yang terlibat
dalam kegiatan tersebut. Tweedie (19! " mengungkapkan bahwa standar akuntansi
dihasilkan dari interaksi antara lima fa#tor utama yaitu $ %eristiwa ekonomi, &epentingan
pribadi ( Self'interset ", penyebaran ide ( ide , per)alanan se)arah, dan pengaruh
internasional. Sementara itu Nobes dan %arker ( 19 " mengatakan bahwa fa#tor budaya,
sosia dan politik merupakan fa#tor dominan yang mempengaruhi regulasi akuntansi di
berbagai negara. Dengan demikian , )elas bahwa penentuan standar akuntansi tidak hanya
menyangkut teknis. *su yang mun#ul seringkali rumit dan hanya dapat di pe#ahkan di arena
politik melalui interaksi antara kelompok yang memiliki kepentingan berbeda. %ada bagian
ini akan dibahas proses penentuan standar akuntansi dan isu yang berkaitan dengan proses
tersebut.
1. PRINSIP AKUNTANSI BERTEMA UMUM (GENERALLY ACCEPTED ACCOUNTING
PRINCIPLES)
Dalam %raktek bisnis sering di)umpai bahwa laporan keuangan harus disusun dan
disa)ikan sesuai dengan perinsip akuntansi berterima umun (generally a##epten a##ounting
prin#iples atau sering disingkat dengan +AA%". %rinsip tersebut pada dasarnya akan
menentukan kualitas informasi yang disa)ikan dalam laporan keuangan. ,eskipun +AA%
sering disinggung dalam praktek akuntansi, namun istilah -generally a##epted a##ounting
prin#iples. belum didefinisikan se#ara )elas.
&etidak )elasan dari definisi tersebut dapan dilihat dari berbagai pendapat. ,isalnya
+rady ( 19/! " menun)ukan bahwa berbagai metode akuntansi banyak digunakan pada
laporan keuangan yang dipublikasikan. 0al ini menun)ukan bahwa perusahaahn bebas
menggunakan metode akuntansi selama metode tersebut di terima dalam praktek bisnis.
Namun demikian, melihat dari substansi dari perdebatan yang sselama ini mun#ul +AA%
mungkin dapat didefinisiakn sebagai sekumpulan konsep, standar, prosedur, metode,
kon1ensi, kebiasaan dan praktik yang dipilih dan dianggap dapat di terima se#ara umum
dalam menyusun, menya)ikan dan menginterpretasikan laporan keuangan dalam lingkungan
tertentu.
%rinsip'prinsip tersebut merupakan suatu pedioman bagi profesi akunyansi dalam
memilih teknik akuntansi dan menya)ikan laporan keuangan sedemikian rupa, sehingga
dipandang sebagai praktik akuntansi yang baik. &on1ensi, aturan dan prosedur ( prosedur
yang memiliki status khusus, dimasukkan dalam +AA% karena unsure tersebut memiliki
Teori Akuntansi
Dr Istianingsih
Pusat Pengembangan Bahan Ajar
Universitas Mercu Buana
12
1
dukungan otoritas yang kuat ( substansial authoritati1e support". 0ali ini dapat dilihat dari
pernyataan A%2 sebagai berikut (+rady, 19/!, footnote untuk paragraph 134 " $
Dalam berbagai hal, +AA% mengandung suatu #onsensus, yang mana prinsip'prinsip
tersebut tergantung pada pernyataan seprti penerimaan umun (general a##eptan#e" dan
dukungan otoritas yang kuat (substantial authoritati1e support" yang tidak didefinisiakn
se#ara )elas.
Salah satu #ara yang dapat digunakan untuk mengidentifikasikan istilah -penerimaan
umum. adalah dengan menggambarkan kondisi'kondisi yang melandasi metode akuntansi
keuangan sehingga dapat diterima se#ara umum. &iner ( 1945 " menyatakan bahwa metode
akuntansi harus memenuhi kondisi berikut ini $
1. ,etode tersebuta dapat diterapkan pada berbagai kasus sesuai dengan kondisi
lingkungan.
5. ,etode tersebut mendapat dukungan, dalam bentuk pengumuman (pronoun#ement",
dari komunitas akuntansi professional atau badab otoritatif lainnya, sema#am komisi
pasar modal di Amerika Serikat (the se#urities dan 67#hange #ommission".
3. ,etode tersebut mendapat dukungan dari berbagai pemikir dan akademisi dibidang
akuntansi , dalam bentuk tertulis.
Se)arah perkembangan akuntansi menun)ukan bahwa berbagai iteratur yang berkaitan
dengan +AA% makin berkembang. 0al ini dapat dilihat dari berbagai pernyataan, opini dan
pengumuman resmi yang dikeluarkan oleh bdan berwenang. ,isalnya, 8SA2 mengeluarkan
Statement of 8inan#ial A##ounting Standards dan interpretasinya. Selain itu terdapat )uga
opini A%2 dan bulletin penelitian akuntansi yang dikeluarkan A*9%A. Sumbe lain dari +AA%
adalah$
1. %edoman akuntansi dan audit industri serta interpretasi akuntansi yang dikeluarkan
A*9%A.
5. %ublikasi 8AS2 lainnya seperti buletin teknis, dan pernyataan yang dikeluarkan A%2.
3. %ublikasi'publikasi komisi pasar modal seperti Accounting series release.
:. %raktik'praktik yang diakui seperti yang ditun)ukan dalam publikasi A*9%A tahunan
yang dinamakan A##ounting Trends and Te#hni;ues.
!. %aper yang membahas isu tertentu yang dikeluarkan A*9%A, pernyataan konsep
8AS2, te7t book dan artikel lain.
Sumber'sumber +AA% tersebut dapat dipandang sebagai suatu hirarki yang sering
dinamakan -The 0ouse of +AA%. seperti yang dapat dilihat pada tampilan 4.1. Dari tampilan
tersebut dapat dilihat bahwa otoritas dari pedoman akuntansi terletak pada berbagai posisi
resmi dari profesi dan komisi pasar modal. <antai pertama merupakan sumber a#uan utama
dalam meme#ahkan berbagai masalah dalam praktik akuntansi. Apabila pada lantai pertama
tidak ditemui, maka sumber a#uan dapat di#ari pada lantai kedua dan seterusnya.
Teori Akuntansi
Dr Istianingsih
Pusat Pengembangan Bahan Ajar
Universitas Mercu Buana
12
2
,eskipun unsur'unsur tersebut dapat dikategorikan sebagai bagian dari +AA%, istilah
-penerimaan umum. kemungkinan dapat menimbulkan sesuatu yang membingungkan,
khususnya pada situasi baru atau bila suatu standar dipandang sebagai suatu kewa)iban
(mandatory". Skinner (191" menyatakan $
Dalam situasi yang baru, tidak ada prinsip akuntansi berterima umum. =ika entitas yang
berbeda mangadopsi kebi)akan (poli#y" yang berbeda, tidak ada mekanisme untuk
menentukan bahwa sesuatu dapat diterima se#ara umum (dalam praktik kemungkinan
ter)adi bahwa semua akan dipandang sebagai sesuatu yang diterima se#ara umum".
%ada sisi lain, suatu rekomendasi yang dikeluarkan 2adan %embuat standar se#ara
otomatis dipandang dapat diterima umum sebagai penge#ualian praktik lain, tidak peduli
rekomendasi tersebut tidak popular dalam praktik (p.3':".
Dari pen)elasan tersebut terlihat bahwa selama ini fa#tor penerimaan umum merupakan
a#uan utama yang selama ini digunakan dalam menentukan isi>komponen dari +AA%.
Sumber$ S. ?ubin, -The 0ouse of +AA%., =ournal of A##ountan#y, (=uni 19:", 0al. 153
2. STANDAR AKUNTANSI
A. Pengertin
Standar akuntansi mungkin dapat dikatakan sebagai pedoman umum penyusunan
laporan keuangan yang merupakan pernyataan resmi tentang masalah akuntansi tertentu,
yang dikeluarkan oleh badan yang berwenang dan berlaku dalam lingkungan tertentu.
Standar akuntansi biasanya berisi tentang definisi, pengukuran>penilaian, pangakuan dan
pengungkapan elemen laporan keuangan. @leh karena standar akuntansi merupakan
pernyataan resmi yang dikeluarkan badan yang berwenang, maka standar akuntansi adalah
bagian dari prinsip akuntansi berterima umum. Standar akuntansi memberikan aturan'aturan
umumyang bersifat praktis untuk membantu peker)aan akuntan.
Se#ara umum dapat dipahami bahwa standar akuntansi selama ini mendominasi
peker)aan akuntan. Standar tersebut akan terus berubah, dihapus atau ditambah. Standar
akuntansi diharapkan dapat diterima se#ara umum sebagai aturan'aturan perusahaan dan
Teori Akuntansi
Dr Istianingsih
Pusat Pengembangan Bahan Ajar
Universitas Mercu Buana
12
3
+AA%
generally accepted accounting principles
8ourt
8loor
A%2
Statement
A*9%A
*ssues
%aper
@ther
%rofessional
%ronoun#eme
nt
8AS2
9on#epts
Statement
Te7t
2ooks
and
Arti#les
Third
8loor
8AS2 Te#hni#al
2ulletin
A*9%A A##ounting
*nterpretation
%re1alent *ndustry
%ra#ti#es
Se#ond
8loor
A*9%A *ndustry
Audit +uides
A*9%A *ndustry
A#oounting +uides
A*9%A Statement of
%osisition
8irst
8loor
8AS2
Statement
8AS2
*nterpretations
A%2
@pinions
A*9%A A##ounting
?esear#h 2ulletin
8oundation *n#ludes the going #on#ern assumption, substan#e o1er form, neutrality,
the a##rual basis, #onser1atism, and materiality.
didukung oleh adanya sanksi bagi mereka yang tidak mematuhi. Standar akuntansi
biasanya terdiri dari tiga bagian ( ba7ter, 1949" $
1. Deskripsi tentang masalah yang dihadapi
5. Diskusi logis (kemungkinan menghasilkan teori mendasar" atau #ara'#ara
meme#ahkan masalah.
3. Dalam kaitannya dengan keputusan >teori, dia)ukan suatu solusi.
Dalam kaitannya dengan sub)ek standar, 6dey (1944" membagi standar ke dalam empat
tipe utama $
1. Tipe 1 menyatakan bahwa akuntan harus memberitahukan kepada pemakai tentang
apa yang mereka ker)akan dengan #ara mengungkapkan metode dan asumsi
(kebi)akan akuntansi" yang dianut.
5. Tipe 5 membantu pen#apaian beberapa keseragaman penya)ian tentang pernyataan
akuntansi tertentu.
3. Tipe 3 menghendaki pengungkapan hal'hal khusus yang mempengaruhi
pertimbangan ()udgement" pemakai.
:. Tipe : menghendaki keputusan impli#it atau eksplisit yang harus dibuat tentang
penilaian akti1a dan penentuan aba yang disetu)ui.
B. Arti Penting Stn!r A"#ntn$i
Ada beberapa alasan yang menyebabkan penentuan standar memiliki peranan penting
dalam penya)ian laporan keuangan. Alas an tersebut adalah $
1. ,ember informasi akuntansi kepada pemakai tentang posisi keuangan, hasil usaha,
dan hal'hal yang berkaitan dengan perusahaan. *nformasi tersebut diasumsikan
)elas, konsisten, dapat diper#aya ( andal ", dan dapat dibandingkan.
5. ,ember pedoman dan aturan bagi akuntan publi# untuk melaksanakan kegiatan
audit dan mengu)i 1aliditas laporan keuangan.
3. ,ember data dasar bagi pemerintah tentang berbagai 1ariable yang dipandang
penting dalam mendukung pengenaan pa)ak, pembuatan regulasi, peren#anaan
ekonomi dan peningkatan efisiensi dan tu)uan so#ial lainnya ( 6dey, 1944".
:. ,enghasilakn prinsip'prinsip dan teori bagi mereka yang tertarik dengan disiplin
akuntansi.
=adi intinya, standar akuntansi diharapkan men)adi pedoman bagi penyusun laporan
keuangan (mana)er", pemakai laporan keuangan dan auditor dalam memahami dan
mem1erifikasi informasi yang tersa)i dalam laporan keuangan. Dengan menggunakan
standar akuntansi yang sama, diharapkan berbagai pihak yang berkepentingan tersebut
dapat memahami laporan keuangan dari sudut pandang yang sama sehingga tu)uan
Teori Akuntansi
Dr Istianingsih
Pusat Pengembangan Bahan Ajar
Universitas Mercu Buana
12
4
pelaporan keuangan dapat di#apai. %emakai laporan keuangan dapat dikelompokan
sebagai berikut $
Pemakai langsung :
1. %emilik perusahaan
5. &reditor dan supplier
3. ,ana)emen
:. &antor perpa)akan
!. &aryawan perusahaan
/. %elanggan
Pemakai tidak langsung :
1. Analisis dan konsultan keuangan
5. %asar modal
3. %enga#ara
:. 2adan pembuat peraturan atau undanng'undang
!. 2agian pelaporan
/. Asosiasi perdagangan
4. Serikat peker)a
. %esaing
9. ,asyarakat umum
1A. Departemen pemerintah
0ubungan antara standar akuntansi dan pemakai laporan keuangan, dapat dilihat pada
tampilan 4.5.
Tampilan 4.5
0ubungan antara standar akuntansi dengan pemakai laporan keuangan
Tampilan 4.3
Tahapan %erumusan Standar Akuntansi
Teori Akuntansi
Dr Istianingsih
Pusat Pengembangan Bahan Ajar
Universitas Mercu Buana
12
5
<AN+&A0 &6T6?AN+AN
*SSB6S
*D6NT*8*9AT
*@N
1. 8AS2 #enderung reakti1e bukan priakti1e
5. *ssu mun#ul dari sumber sebagai berikut $
a. 8inan#ial A##ounting Standard Ad1isory 9ommittee (8ASA9", yg berupa
hasil sur1ey dan meeting dengan 8AS2 minimum : kali setahun
b. 6merging *ssues Task 8or#e (6*T8"
Didirikan tahun 19: dengan tugas monitoring isu agar tidak meluas
dalam praktik
*su dipe#ahkan melalui #onsensus
=ika ada #onsensus, maka 8AS2 tidak #ampur tangan
#. %ertemuan wakil'wakil 8AS2
American Institute of Certified Public Accountant (A*9%A"
A*9%A A##ounting Standard Ad1isory 9ommittee (A#S69"
8innan#ial 67e#uti1es institutes (86*"
Asso#iation for in1estment management C resear#h (A,*?"
Ameri#an a#oounting asso#iation ( AAA"
?obert morris C Asso#iates ( ?,A"
*nstitute of management a##ountants ( *,A "
,oretgage bankers asso#iation ( ,2A "
d. Surat dari berbagai pihak
e. %ertanyaan teknis dari penyusun <&, Auditor dan lainnya
f. ,edia masa
g. Akti1itas internasional yang dilakukan dengan #ara komunikasi dengan
-+:D1. yaitu $ The B& A##ounting standard board (AS2", Australian
A##ounting resear#h 8ondation (A6?8", 9anadian *nstitute of 9hartered
A##ountants (9*9A" dan *nternational A##ounting standard #ommittee
(*AS9"
Staf menyiapkan -agenda de#ision pa#kage. sebagai bahan diskusi dengan
mempertimbangkan fa#tor $
Arti penting issu (perlu dipe#ahkan segeraE"
Alternati1e peme#ahan ( rele1an#e, reliability, #omparability"
&elayakan teknis (ada proyek lain yang lebih pentingE"
&onsekuensi praltis (dapat diterima umumE"
A+6NDA
D69*S*@N
Sumber $ ?either (1994" 0al. 91 ( 1A: "
%. PENDEKATAN DALAM PENENTUAN STANDAR
*ssu tentang pendekatan yang harus dianut dalam penentuan standar telah men)adi
fo#us peneitian dan perdebatan. &ebutuhan terhadap standar akuntansi itu sendiri
sebenarnya merupakan sesuatu yang bersifat #ontro1ersial. ,isalnya beberapa penelitian
berpendapat bahwa dalam mekanisme pasar telah terdapat media yang efisien dalam
menyediakan informasi keuangan yang diperlukan pemakai. Akibatnya, standar akuntansi
tidak diperlukan lagi guna memperbaiki kualitas informasi dan proses pengambilan
keputusan.
%endukung pendapat tersebut menggunakan pendekatan -Agen#y theory.. Atas dasar
teori ini pendukung pendapat tersebut mempermasalahkan kondisi menngapa diperlukan
insentif untuk melaporkan informasi yang dapat diper#aya dan bersifat -Foluntary. bagi
pemilik. Bntuk mem#ahkan konflik antara pemakai dan mana)er, maka laporan keuangan
dapat digunakan untuk memonitor kontrak peker)aan, menilai dan menghargai mana)er.
<ebih lan)ut, perusahaan memiliki insentif untuk melaporkan se#ara suka rela dipasar modal
karena mereka bersaing dalam sumber daya dengan perusahaan lain dapat di
interpretasikan sebagai -berita buruk. bagi perusahaan.
%endapat lain mengatakan bahwa mekanisme pasar gagal menyediakan informasi yang
diperlukan oleh pemakai laporan keuangan terutama informasi yang seimbang atau adil
(e;uitable" dan efisien. Akibatnya, standar akuntansi diperlukan untuk mengatur )enis
informasi yang perlu disa)ikan dalam laporan keuangan (?ahman, %erera, and Tower, 1995".
%endukung regulasi menggunakan argument kepentingan publik ( publi# interest". %ada
dasarnya, kegagalan pasar atau kebutuhan untuk men#apai tu)uan so#ial, akan memaksa
dilakukannya regulasi akuntansi. &egagalan pasar dapat ter)adi karena fa#tor berikut ini $
1. &eengganan perusahaan untuk mengkapkan informasi karena perusahaan tersebut
merupakan supplier yang memonopoli informasi.
5. Adanya kesalahan > ke#urangan yang disenga)a (8raud".
Teori Akuntansi
Dr Istianingsih
Pusat Pengembangan Bahan Ajar
Universitas Mercu Buana
12
6
D6F6<@%
,6NT @8
A+6NDA
%?@=69T
%?A9T*9A
<
9@NS*D6?
AT*@N
%@ST (
*SSBAN96
688@?T
1. %embuatan -memorandum diskusi. oleh staf (inplikasi konseptual dan praktik
dari setiap alternati1e peme#ahan C member rekomendasi "
5. Sumber informasi untuk memorandum diskusi $
%ernyataan resmi standar akuntansi
%raktik ber)alan C isu terkait lainnya
<iterature yg rele1an
*su konseptual yang mendasari, terutama tentang pengakuan
(re#ognition" dan
Dis#losure $
a" ,engungkapkan elemen yang diakui dan memberikan dasar
pengukuran yang rele1an
b" ,engungkapkan elemen yang tidak diakui
#" ,engungkapkan informasi bagi in1estor dan kreditor untuk menaksir
resiko dan potensi elemen yg diakui dan tidak diakui
d" ,ember informasi penting lainnya
1. Se#ara terus menerus mengantisipasi penerapan standar
5. ,asukan diperoleh melalui komentar surat atau hasil publi# hearing
3. Dilakukan field test
,onitoring terhadap konsekunsi dari standar (dapat diterima dan dapat dipahamiE"
#aranya $
a" ,enganalisis dan menge1aluasi kemungkinan adanya masalah teknis G
keluarkan spe#ial report
b" ,enerima laporan formal atau informal mengenai perlunya
mempertimbangkan kembali hal'hal tertentu dalam standar
#" &egiatan yang dilakukan 6*T8
d" <akukan studi empilis untuk melihat bagaimana entitas menerapkan
standar
3. *nformasi akuntansi tidak dihasilkan dengan )umlah yang #ukup sebagai barang milik
publi#.
Adanya kegagalan pasar tersebut pada akhirnya menimbulkan asimetri informasi,
dimana ada pihak yang banyak memiliki informasi sementara pihak lain tidak memiliki
informasi tertentu.
&ebutuhan untuk men#apai tu)uan sosial )uga mendukung perlunya regulasi akuntansi.
Tu)uan tersebut men#akup kewa)aran pelaporan, simetri informasi dan perlindungan
terhadap in1estor.
Sementara perdebatan mengenai manfaat dan keterbatasan regulasi terus berlangsung,
penentuan standar merupakan pernyataan dalam lingkungan akuntansi yang tidak dapat
dihindari. &ebaikan dan kelemahan berbagai bentuk penentuan standar, baik pendekatan
pasar bebas, maupun regulasi, mungkin dapat dipandang sebagai #ara untuk memperbaiki
proses penentuan standar. 2erikut ini dibahas 5 pendekatan yang dapat digunakan dalam
penentuan standar akuntansi $
A. Pen!e"tn P$r Be&$
%endekatan pasar bebas dilandasi asumsi dasar bahwa informasi akuntansi merupakan
komoditi ekonomi serupa dengan barang atau )asa yang lain. Atas dasar asumsi tersebut,
)umlah informasi akuntansi yang disa)ikan akan dipengaruhi oleh kekuatan permintaan dan
penawaran. %ermintaan mun#ul dari pemakai yang berkepentingan dengan informasi,
sedang penawaran dilakukan oleh perusahaan dalam bentuk laporan keuangan. ,elalui
interaksi antara kekuatan pasar tersebut, akan di#apai suatu keseimbangan (6;uilibrium"
dimana )umlah informasi yang optimal diungkapkan pada harga yang optimal. %ada saat
informasi tertentu diminta, pasar akan menghasilkan informasi tersebut apabila harga yang
ditawarkan tepat.
&onsekuensinya, pasar dipandang sebagai mekanisme yang ideal untuk menentukan
)enis informasi yang harus diungkapkan dan kelompok penerima informasi. Dengan
demikian standar akuntansi akan menentukan informasi yang dihasilkan dan siapa yang
akan menerima informasi tersebut (&am, 199A$oo. !:9'!!A".
%endukung pendapat ini )uga berpendapat bahwa standar -,andatory. merupakan
sesuatu yang tidak diinginkan karena standar tersebut #enderung menghasilkan informasi
yang berlebihan, sementara biaya untuk menghasilkan informasi tersebut tidak ditanggung
oleh pemakai.
B. Pen!e"tn Reg#'$i
%endukung pendekatan regulasi berpendapat bahwa kegagalan pasar atau asimetri
informasi, berkaitan dengan penya)ian informasi keuangan bagi pihak berkepentingan, dapat
menurunkan keper#ayaan in1estor. ,asalah ini kemungkinan dapat diatasi melalui regulasi.
%enelitian )uga menun)ukan bahwa regulasi khususnya melalui standar akuntansi,
bermanfaat bagi penya)i, auditor, dan agen regulasi. 0al ini disebabkan regulasi
Teori Akuntansi
Dr Istianingsih
Pusat Pengembangan Bahan Ajar
Universitas Mercu Buana
12
7
memberikan pedoman yang )elas tentang model pelaporan, 1erifikasi dan e1aluasi tu)uan
( ?ahman, %erera, and Tower, 1995".
%ara pendukung regulasi berargumen bahwa kegagalan pasar dapat ter)adi karena
berbagai fa#tor. 8a#tor tersebut antara lain $
1. Penegn!'in ()n)*)'i ter+!* in,)r($i )'e+ (n-e(en
0ipotesis ini myatakan bahwa akuntan memiliki pengaruh monopoli terhadap data
yang disa)ikan yang digunakan oleh pasar akibatnya, pasar tidak dapat membedakan
antara pengaruh riil dengan pengaruh akuntansi, dan mungkinakan disesuaikan oleh
perubahan'perubahan akuntansi (2all, 1945$ p.:".
2. .i*)te$i$ in/e$t)r n0,
0ipotesis ini menyatakan bahwa in1estor yang tidak mengetahui beberapa teknik
dan transpormasi akuntansi yang komplek, mungkin akan $dibodohi. oleh pemaikaian
teknik tertentu yang digunakan perusahaan. Akibatnya mereka tidak mampu
menyesuaikan proses pengambilan keputusan sesuai dengan berbagai prosedur
akuntansi yang berbeda.
%. 1i"$$i 1#ng$i)n' (1#n2ti)n' ,i3ti)n)
1
%ada kondisi tertentu in1estor mungkin tidak mampu mengubah keputusan mereka
dalam merespon perubahan proses akuntansi, sesuai dengan data baru yang ada.
&egagalan tersebut sering dinamakan 8un#tional fi7ation.
4. Ang"5ng" 6ng (en6e$t"n
&arena akuntansi didasarkan sepenuhnya pada penilaian akti1a dan berbagai
prosedur alokasi yang arbitrer dan in#orrigible (tidak dapat diperbaiki", output
akuntansi mungkin tidak bermakna dan menyesatkan dalam proses pengambilan
keputusan.
7. Kerg(n *r)$e!#r
Adanya fleksibilitas dalam pemilihan teknis akuntansi dan keinginan mana)emen
untuk menya)ikan gambaran -yang diinginkan., menyebabkan output akuntansi
antara satu perusahaan dengan perusahaan yang lain kurang dapat
diperbandingkan dan kurang bermanfaat.
8. K#rngn6 O&6e"ti/it$
1
Dalam psikologi, fksasi fungsional dari perilaku manusia/individu adalah
kecenderungan untuk melihat makna tertentu sesuai dengan title atau objeknya dan
tidak mampu melihat makna alternative/pemakai lainnya !adi individu hanya
menghubungkan nilai tertentu berdasarkan pengalaman masa lalu dan tidak mengakui
nilai dari unsure tertentu yang kenyataannya tergantung pada peristi"a tertentu yang
berbeda dengan masa lalu
Teori Akuntansi
Dr Istianingsih
Pusat Pengembangan Bahan Ajar
Universitas Mercu Buana
12
8
Tidak ada kriteria obyektif tang dapat digunakan mana)emen dalam memilih teknik
akuntansi menyebabkan output akuntansi tidak dapat diperbandingkan ( <eftwi#h,
19A$ p. 5AA".
Atas dasar hal tersebut, pendukung pendekatan regulasi berpendapat bahwa
pendekatan pasar tidak efektif sehingga pendekatan regulasi merupakan sarana yang dapat
digunakan untuk memperbaiki output akuntansi. Namun demikian, pendapat tentang
kegagalan pasar ditentang oleh beberapa pihak. <eftwi#h (19A$ p, 5A", misalnya
berpendapat $
Teori kegagalan pasar mengandung kelemahan yang mendasar. @utput yang
diidentifikasi oleh teori tersebut sebagai sesuatu yang optimal, hanya merupakan
sesuatu yang optimal dalam namanya sa)a. 0al ini hanya didefinisikan se#ara bebas
berdasarkan susunan institusional yang menghasilkan output tersebut. Tidak satupun
dari teori tersebut mampu mengidentifikasi le1el output yang optimum, sesuai dengan
teknologi pasar, regulasi dan aturan lain yang ada.
@leh karena itu, )ika kegagalan pasar tidak sesuai dengan ren#ana>ketentuan
institusional yang dapat di#apai, maka teori tersebut tidak menghasilkan implikasi
kebi)akan. Tidak logis untuk menyalahkan output a#tual dari pasar yang ada (atau agen
pemerintah" hanya karena kuantitas>kualitas dari output tersebut berbeda dengan norma
yang tidak dapat di#apai, yang se#ara salah digambarkan sebagai sesuatu yang optimal.
Atas dasar berbagai fa#tor tersebut, terlihat bahwa mekanisme pasar #enderung gagal
dalam menya)ikan informasi yang lengkap sehingga menimbulkan mun#unya asimetri
informasi. @leh karena itu, beberapa pihak mendukung perlunya regulasi dalam akuntansi.
4. TEORI REGULASI
Atas dasar kelemahan yang melekat pada pendekatan pasar bebas (teori agensi",
perhatian dalam penentuan standar akuntansi diarahkan pada alternati1e yang lain. Adanya
berbagai krisis dalam penentuan standard mendorong mun#ulnya kebi)akan regulasi
akuntansi. @leh karena permintaan terhadap kebi)akan atau standar sema#am itu didorong
oleh krisis yang mun#ul, pihak penentu standar akuntansi menanggapi dengan #ara
menyediakan kebi)akan tersebut. 0ubungan antara permintaan dan penawaran tersebut
mengarah pada ter#iptanya suatu keseimbangan. Dalam proses regulasi yang dinamis
terdapat proses penyesuaian yang berangsung terus'menerus terhadap kebi)akan atau
standar sesuai dengan perubahan permintaan dan penawaran.
A. Bent#" Te)ri Reg#'$i
2elkaoui (19!, p.:" mengatakan bahwa reguasi umumnya diasumsikan untuk di
ran#ang dan dioperasikan demi kepentingan industry yang ada. ,enurut Stigar (1941" dan
%osner (194:", ada dua kategori teori regulasi dalam industry tersebut, yaitu teori
Teori Akuntansi
Dr Istianingsih
Pusat Pengembangan Bahan Ajar
Universitas Mercu Buana
12
9
kepentingan pubik ( pubi#'interest theories" dan teori kepentingan kelompok ( interest group
atau #apture theories".
Teori kepentingan publi# berpandangan bahwa regulasi diperlukan sebagai tanggapan
atas permintaan publi# terhadap perbaikan praktik pasar yang tidak efisien dan tidak adi.
Teori tersebut pada dasarnya dibentuk untuk melindungi dan member manfaat kepada
publi#. Sebaliknya menurut teori kepentingan kelompok, regulasi disediakan sebagai
tanggapan atas permintaan kelompok tertentu untuk memaksimumkan kemakmuran
mereka.
Teoriini memiliki dua 1ersi yaitu teori elit politik (politi#al'ruling eite theoy of regulation"
yang dia)ukan oleh %osne (194:" dan teori ekonomi redulasi ( the e#onomi# theory of
regulation" yang dia)ukan %eltman (194/". Fersi pertama menggunakan kekuatan politik
untuk mendapatkan kendali terhadap regulasi. Sementara 1ersi kedua didasarkan pada
kekuatan ekonomi.
,eskipun teori regulasi baynak dibi#arakan, teori tersebut masih adalam proses
pengembangan. ,asalah mendasar tentang mengapa perlu melakukan regulasi, apakah
regulasi efisien dan apakah regulasimemang betul'betul diinginkan merupakn isu yang
masih diperdebatkan. *si ?egulasi untuk kompetisi makin memainkan peranan yang penting
pada saat sekarang ini. *su lain yang rele1an adalah$ Apakah yang dimaksud dengan alokasi
sumber ekonomi yang efisienE 2agaimanakh aloksi tersebut dikaitkan dengan distribusi
penadapatanE Apakah yang dimaksud dengan pasar ( market"E Apakah yang dimkasud
dengan kepentingan publi#E %eme#ah terhadap isu tersebut akan memberikan kontribusi
yang besar daam mengembangkan teori regulasi.
B. Si* Yng .r#$ (engt#r9
%ertanyaan tentang siapa yangharus menentukan standar akuntansi men)adi topi#
diskusi di berbagai Negara. 2eberapa pendapat tentang siapa yang mengatue>menentukan
standar akuntansi dapat dilihat pada bagian berikut ini$
Arg#(ent 6ng (en!#"#ng Reg#'$i Se"t)r S:$t;
1. ?egulasi Sektor Swasta berkaitan erat dengan profesi akuntansi. &ondisi ini se#ara
otomatis akan mendorong keterlibatan pihak'pihak yang memiliki pengetahuan dan
pengalaman luas dalam proses penentuan standar.
5. Suatu badan yang dibentuk oleh se#tor swasta memilik -prestos>kebanggaan. tersendiri
dan dapat diterima oleh masyarakat bisnis. =ika badan tersebut dibentuk oleh
pemerintah, ada ke#enderunag untuk men#apai tu)uan so#ial ekonomi pemerintah.
3. @leh karena badan pemerintah beranggotakan birokrat, ada ke#enderungan efe#tifitas
persyaratan pengungkapan tambahan men)adi tidak sensiti1e. 2iaya untuk memenuhi
regulasi pemerintah #enderung lebih tinggi daripada regulasi swasta.
:. Ada ke#enderungan bahwa pihak pemerintah yang terlibat dalam badan tersebut
bertindak untuk melindungi kepentingan publi# atau melakukan tindakan yang merugikan
profesi akuntansi.
Teori Akuntansi
Dr Istianingsih
Pusat Pengembangan Bahan Ajar
Universitas Mercu Buana
12
10
!. %roses legisatif dan otorisasi pemerintah mudah dipengaruhi oleh lobi dan tekanan
politik dari pihak tertentu.
/. Standar yang dihasilkan pemerintah kemungkinan saling tumpah tindih, dan dapat
menimbulkan )udgment yang beragam dari para pemakainya.
Arg#(ent 6ng (en!#"#ng reg#'$i $e2t)r *#&'i2 ;
1. 2adan regulasi se#tor publi# memiliki legitimasi dan kekuatan yang lebih kuat dalam hal
pemaksaan standar.
5. 2adan pemerintah #enderung susah untuk dipengaruhi oleh mana)emen perusahaan
dan kantor akuntan publi# besar sehingga dapat beker)a untuk menghasilkan
pengungkapan yang lebih baik bagi konsumen.
3. 2adan pemerintah dapat men)adi katalisator bagi perubahan
:. ?egulasi se#tor publi# mun#ul karena adanya motifasi untuk melindungi kepentingan
pubik. ?egulasi tersebut memberikan mekanisme untuk mengatasi kemungkinan
mun#ulnya bias dari penya)i dan keterbatasan ekonomi in1estor yang membutuhkan
informasi yang #ukup.
!. Se#tor swasta harus selalu diawasi dan dikendalikan karena tu)uannya sering kali
bertentangan dengan kepentingan publi#.
/. Standar akuntansi memiliki pengaruh hokum dan melibatkan konflik kepentingan dari
berbagai pihak, sehingga harus ditetapkan sesuai dengan aturan dan prosedur umum.
0al ini keihatannya sulit untuk dilakukan oleh pihak swasta.
Atas dasar argument yang saling bertentangan tersebut, willmot, pu7ty, #oo1er dan lowe
(194" menga)ukan pada regulasi yang berbeda. ,ereka mengidentifikasi tiga kasus yang
ideal $ regulasi melalui pasar, pemerintah dan masyarakat. Atas dasar tiga pihak tersebut
empat model reguasi dia)ukan yaitu liberalisme, legalism, #orporatisme, dan asso#iationism.
<ihat tampilan 4.:.
T(*i'n 7.4
M)!e' Reg#'$i A"#ntn$i
%asar Negara
,asyarakat
Seperti yang terlihat pada tampilan 4.:, pasar dan Negara memiliki pengaruh yang
dominan. ,isalnya pada model liberalism, regulasi dilakukan sepenuhnya oeh kekuatan
pasar. %ada model legalism, regulasi didasarkan pada pendekatan pemerintah (Negara".
Asso#iationism dan #orporatism terletak diantara ketiga pendekatan (masyarakat, Negara
dan pasar". %raktik legalism dan asso#iationism dapat ditemui dalam penyusunan standar
Teori Akuntansi
Dr Istianingsih
Pusat Pengembangan Bahan Ajar
Universitas Mercu Buana
12
11
<iberalism
<egalism
9oorporatism
Asso#iationism
akuntansi di Amerika, Australia, &anada, dan *ndonesia. Sementara New Healand dapat
dipandang sebagia Asso#iationism.
7. <O=ERLOAD STANDAR AKUNTANSI
Standar akuntansi pada dasarnya merupakan standar yang mengatur penya)ian
informasi, pengukuran transaksi dalam laporan keuangan dan pengungkapan laporan
keuangan. %erkembangan dunia usaha sangat berpengaruh terhadap perkembangan
standar akuntansi. Semakin komplekkegiatan usaha men)adikan standar akuntansi yang
dikeluarkan men)adi lebih kompleks, yang men#erminkan kompleksitas transaksi dan
peristiwa yang berkaitan dengan akuntansi. Akibatnya timbul keluhan bahwa standar
akuntansi mendorong bertambahnya beban dalam penya)ian laporan keuangan, terutama
bagi perusahaan ke#il. &ondisi ini lah yang mendorong mun#ulny o1erload standar
akuntansi. &ondisi yang men#erminkan adanya o1erload antara lain (2elakoui, 1993"$
1. Terlalu banyak standar
5. Standar yang terlalu rin#i
3. Tidak ada standar yang ber)en)ang 9rigidA sehingga pilihan sulit dilakukan
:. Standar akuntansi bertu)uan umum gagal membedaka kebutuhan penyusun, pemakai
dan akuntan publi#.
!. Standar akuntansi berterima umum gagal membedakan antara $
6ntitas publi# dan non publi#
<aporan keuangan tahunan dan interim
%erusahaan besar dan ke#il
<aporan keuangan auditan dan non auditan
/. %engungkapan yang berlebihan, pengukuran yang rumit, atau keduanya.
Ada berbagai fa#tor yang menyebabkan timbulnya o1erload standar akuntansi. %ertama,
dengan mun#unya berbagia pertanyaan tentang apa yang harus diungkapkan dan yang
tidak perlu diungkapkan, akuntan mulai mengeluarkan begitu banyak standar yang
#enderung mengabaikan pertimbangan ()udgment" dan mengurangi permasalahan yang
melibatkan prinsip akuntansi. &edua, alas an untuk melindungi kepentingan publi# dan
membantu in1estor menghasilkan berbagai regulasi dan pengungkapan professional dan
pemerintahan. &etiga, keinginan untuk memuaskan kebutuhan berbagai pemakai yang
memerlukan standar yang lebih terin#i.
,akin banyaknya standar menyebabkan situasi yang tidak praktis dan kompleks.
Standar ( standar yang ada mendorong makin meningkatnya kompleksitas sehingga
mempengaruhi biaya penyusunan dan penya)ian laporan keuangan yang baik bagi
perusahaan besar maupun ke#il. Di satu sisi ada pendapay yang mengatakan bahwa +AA%
men)adi tidak dapat ditoleransi bagi peruasahaan, pemakai dan auditor. %ihak lain
mengatakan bahwa persyaratan standar yang baru dan terin#i dimaksudkan untuk melayani
kebutuhan informasi yang diinginkan in1estor dan kreditor dengan biaya yang ditanggung
oleh pemakai laporan keuangan dari perusahaan ke#il atau perusahaan tertutup.
Teori Akuntansi
Dr Istianingsih
Pusat Pengembangan Bahan Ajar
Universitas Mercu Buana
12
12
,asalah o1erload standar diperburuk oleh perkembangan badan penyusun standar.
Disamping dipengaruhi oleh 8AS2, perkembangan +AAp )uga dipengaruhi oleh badan lain
seperti 2adan %engawas %asar modal ( Se#urity 67#hange #ommission ", A*9%A, Auditng
Standar 2oard (AS2", dan lain'lain. <ebih lan)ut standar itu sendiri tidak hanya ber)umlah
banyak. Tetapi )uga ampikasinya yang terlalu sempit untuk menyelesaikan berbagai
kemungkinan situasi dan memerlukan terlalu banyak pedoman yang rin#i.
A. Pengr#+ <O/er')!> Stn!r A"#ntn$i
Standar akuntansi yang begitu banyak, sempit dan rigid dapat mempengaruhi peker)aan
yang dilakukan akuntan, nilai informasi keuangan bagi pemakai dan keputusan bisnis yang
dibuat oleh mana)emen.
Akuntan mungkin kehilangan pandangan tentang peker)aan riil mereka karena data yang
begitu banyak diperlukan untuk menyesuaikan dengan standar akuntansi yang ada.
&egagalan audit mungkin disebabkan kondisi dimana akuntan kehilangan fo#us audit dan
melupakan prosedura audit yang baku. &ondisi ini menyebabkan ketidakpuasan klien
perusahaan'perusahaan ke#il yang terbebani dengan standar tersebut. Akibatnya
kemungkinan ter)adi erosi etika profesi, hilangnya keper#ayaan publi# dan ketidak#o#okan
dalam profesi akuntansi.
Dari sini, pemakia )uga mungkin bingung menghadapi )umlah dan kompleksitas #atatan
(note" yang diperlukan untuk men)elaskan persyaratan seperti apa yang dikhendaki oleh
standar yang berlaku. Di Amerika pemakai laporan keuangan perusahaan ke#il umumnya
dihadapkan pada kompleksitas ketentuan>pengumuman resmi (pronoun#ements" yang
dikeluarkan oleh 8inan#ial A##ounting Standard 2oard (8AS2". *stilah'istilah tertentu ()argon"
dalam #atatan atas laporan keuangan hanya dapat dipahami oleh akuntan dan analisis
keuangan.
,ana)er mungkin )uga mengalami masalah yang berkaitan dengan )umlah dan
kompleksitas standar yang ada. ,ana)er mungkin tergoda untuk menin)au kembali kontrak
dan mengunah praktik bisnis sedemikian rupa sehingga menyimpang dari beberapa standar
akuntansi. 9ontohnya dalam kasus standar akuntansi yang leasing di Amerika (S8AS
No.13", ada kemungkinan bagi mana)er untuk meran#ang kembali terminology teknis dari
kontrak leasing dengan tu)uan untuk menghindari kapitalisasi dan persyaratan standar yang
berbelit'belit. Alasan utama mana)er melakukan tersebut tidak hanya untuk menghindari
persyaratan standar yang terlalu rin#i, tetapi )uga untuk menghindari biaya penya)ian dab
1erifikasi informasi yang disa)ikan. Di samping manfaat penya)ian yang tidak sepadan
dengan biaya penya)ian, pemakia laporan keuangan perusahaan ke#il mungkin lebih tertarik
pada proyeksi aliran kas dari pada informasi ain yang dusa)ikan dalam laporan keuangan.

B. S)'#$i Ter+!* M$'+ <O/er')!> Stn!r A"#ntn$i
2erbagai pihak telah berusaha membahas o1erload standard dan men#ari
peme#ahanya. &omite khusus yang dibentuk oleh the Ameri#an *nstitute of 9ertified %ubli#
Teori Akuntansi
Dr Istianingsih
Pusat Pengembangan Bahan Ajar
Universitas Mercu Buana
12
13
A##ountans (A*9%A" melakukan e1aluasi terhadap berbagai pendekatan berikut ini berkaitan
dengan o1erload standar$
1. Tidak ada perubahan (mempertahankan status ;uo"
5. ,elakukan perubahan terhadap konsep +AA% men)adi dua )enis +AA%, misalnya +AA%
khusus untuk perusahaan ke#il dan +AA% khusus untuk perusahaan besar.
# ,elakukan perubahan +AA% untuk menyederhanakan penerapannya bagi semua
perusahaan.
:. ,enentukan pengungkapan (dis#losure" dan pengukuran yang berbeda.
!. ,elakukan perubahan terhadap standar akuntan publi# untuk pelaporan informasi
keuangan.
/. ,emberi alternati1e bagi +AA% sebagai basis pilihan (optional" dalam penya)ian laporan
keuangan.
Dari berbagai alternati1e tersebut &omite menyarankan peme#ahan o1erload standar
dengan menggunakan pendekatan ke empat atau ke enam. Artinya aspek
pengungkapan dan pengukuran diserahkan ke penya)i laporan keuangan sesuai dengan
)udgment masing'masing pihak berdasarkan kondisi perusahaan.
Teori Akuntansi
Dr Istianingsih
Pusat Pengembangan Bahan Ajar
Universitas Mercu Buana
12
14