Anda di halaman 1dari 9

IMPLEMENTASI BAHASA PEMROGRAMAN JAVA DALAM PERANCANGAN APLIKASI PENGOLAHAN DATA SIMPAN PINJAM PADA KOPERASI SUMBER REZEKI DAN DI DUKUNG DATABASE MYSQL

Joko Nugroho 1) , Jufriadif Na’am, S.Kom, M.Kom 2) , Eva Rianti, S.Kom, M.Kom 3)

1) Sistem Informasi, UPI ”YPTK”, P ad an g

email: jokonugroho58@yahoo.com

2) Sistem Informasi, UPI ”YPTK”,

P ad an g

NIDN : 1003026702

3) Sistem Informasi, UPI ”YPTK”,

NIDN :1028098601

P ad an g

Abstrak - Sebuah penelitian telah dilakukan pada Koperasi Sumber Rezeki. Permasalahan yang dijadikan dasar dalam pembuatan skripsi ini yaitu pengolahan data nasabah, laporan dan pembagian saham hasil usaha.

Penyajian laporan – laporan yang berhubungan dengan informasi simpanan dan pinjaman disajikan dengan lengkap dan akurat. Kemudahan pembuatan laporan dapat dibandingkan dengan laporan sebelumnya dimana pengentrian data simpanan dan pinjaman menggunakan data yang diambil dari lemari arsip dan resiko kehilangan datapun cukup besar.

Tujuan utama dari penelitian ini yaitu mempermudah pekerjaan pengolahan data simpanan dan pinjaman pada Koperasi Sumber Rezeki. Perancangan aplikasi yang sederhana bertujuan dapat dengan mudah dimengerti oleh pengguna.

Kata Kunci

Java, Bahasa Pemrograman Java dan database MySQL . Nama File : 10101152611034_Joko Nugroho_Sistem Informasi

: Koperasi, Simpan Pinjam, Aplikasi Koperasi menggunakan

I.PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Tidak dapat dipungkiri kemajuan ilmu teknologi informasi sekarang ini berkembang sangat pesat dan cepat, seiring dengan kerumitan dunia bisnis dan informasi. Salah satu bentuk kemajuan itu adalah adanya komputer. Komputer dapat menangani proses pengolahan data yang diolah menjadi suatu informasi akurat yang sangat dibutuhkan sehingga mampu menerobos keterbatasan manusia dalam hal keakuratan, kecepatan, serta dalam hal ingatan. Di samping itu komputer dapat menyimpan data, memperbaiki dan mengambil informasi yang dibutuhkan. Namun hal ini belum termanfaatkan sepenuhnya di Koperasi Sumber Rezeki yang belum memiliki sistem yang baik dalam melakukan pengolahan data, yakni hanya menggunakan aplikasi pengolahan data standar seperti microsoft exel. Dimana hanya mengolah data secara sederhana sehingga apabila di tinjau dari efisiensinya,penggunaan aplikasi seperti microsoft exel akan terasa sekali kekurangannya, terutama dalam hal pembaharuan, kontrol data serta pembuatan

laporan. Berhubung banyaknya jumlah data yang diolah, maka paket pengolahan data tersebut dirasa kurang mampu menghasilkan informasi dengan cepat, efisien, dan akurat. Oleh karena itu penulis mencoba merancang sistem pengolahan data koperasi sumber rezeki dengan menerapkan bahasa pemograman Java yang dituangkan dalam skripsi dengan judul:

“IMPLEMENTASI BAHASA PEMROGRAMAN JAVA DALAM PERANCANGAN APLIKASI PENGOLAHAN DATA SIMPAN PINJAM PADA KOPERASI SUMBER REZEKI DAN DI DUKUNG DATABASE MYSQL ”. 1.2 Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka dapat dirumuskan masalah yang dihadapi oleh Pengelola data koperasi sumber rezeki yaitu sebagai berikut :

1. Bagaimana cara mendapatkan data – data simpanan dan pinjaman dengan cepat, tepat , dan akurat sehingga menghasilkan

informasi

pertanggungjawabkan ?

yang

dapat

di

2. Bagaimanakah solusi agar pada saat

melakukan pencarian data nasabah

yang ingin membayar angsuran cepat

di temukan datanya?

3. Bagaimana cara agar ketua dapat melihat semua nasabah yang masuk dengan cara membatasi hak akses sehingga terjadi transparansi dalam pengelolaan data. ?

4. Penggunaan sistem koperasi yang masih bersifat manual menyebabkan proses pembuatan laporan data – data simpan pinjam menjadi lambat dan tidak tepat waktu.

1.3 Hipotesa Hipotesa atau hipotesis adalah dugaan sementara atau pemecahan masalah yang bersifat sementara dimana akan dibuktikan dengan hasil penelitian yang akan dilakukan. Berdasarkan perumusan masalah diatas, penulis membuat hipotesis, yaitu :

1.

Dengan adanya sistem koperasi yang memiliki basis data lebih baik penataannya terhadap data-data simpan pinjam diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi pengurus yang terkait

,

baik dalam pembayaran angsuran,

peminjaman, atau pencarian data yang

telah tersimpan sebelumnya.

2.

Dengan adanya hak akses yang telah di buat dalam sistem membuat pengurus, ketua dan bagian – bagian pengurus dapat melihat data atau informasi yang sesuai dengan tugasnya, sehingga tercipta transparansi antar pengurus.

1.4

Tujuan Penelitian Adapun beberapa tujuan penulis

dalam melakukan penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Agar penulis dapat mempertajam pengetahuan dan keterampilan tentang pengembangan sistem informasi, bahasa pemrograman java serta keterampilan lain yang terkait.

2. Mendesain dan menguji Sistem Informasi pengolahan Data Simpan Pinjam pada Koperasi sumber rezeki.

3. penerapan ilmu yang telah diperoleh saat kuliah di Universitas Putra Indonesia “YPTK” Padang dengan

membangun sebuah sistem koperasi yang bersifat komputerisasi.

II.LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Sistem Informasi

Dari pembahasan diatas telah diketahui bahwa informasi merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan dalam pengambilan keputusan. Adapun pengertian sistem informasi menurut Robert. A. Leitech dan K. Roscoe Davis sebagai berikut :

Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan “(Jogiyanto HM. 2011 :11).

2.2 Siklus Hidup Pengembangan Sistem

SDLC adalah langkah-langkah (pedoman) yang harus diikuti untuk mengembangkan, merancang sebuah sistem. Siklus hidup pengembangan sistem ini adalah seperti kompas di dalam merancang sistem. Adapun langkah-langkah dari siklus hidup pengembangan sistem dapat dilihat pada gambar 2.1 di bawah ini

sistem dapat dilihat pada gambar 2.1 di bawah ini Gambar 2.1 Siklus Hidup Pengembangan Sistem menurut
sistem dapat dilihat pada gambar 2.1 di bawah ini Gambar 2.1 Siklus Hidup Pengembangan Sistem menurut
sistem dapat dilihat pada gambar 2.1 di bawah ini Gambar 2.1 Siklus Hidup Pengembangan Sistem menurut
sistem dapat dilihat pada gambar 2.1 di bawah ini Gambar 2.1 Siklus Hidup Pengembangan Sistem menurut
sistem dapat dilihat pada gambar 2.1 di bawah ini Gambar 2.1 Siklus Hidup Pengembangan Sistem menurut
sistem dapat dilihat pada gambar 2.1 di bawah ini Gambar 2.1 Siklus Hidup Pengembangan Sistem menurut

Gambar 2.1 Siklus Hidup Pengembangan Sistem menurut Jogiyanto (2005:52).

2.3 Pengertian Koperasi

Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang atau badan hukum yang berlandaskan pada asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi. Kegiatan usaha koperasi merupakan penjabaran dari UUD 1945 pasal 33 ayat (1). Dengan adanya penjelasan UUD 1945 pasal 33 ayat (1) koperasi berkedudukan sebagai sosok guru perekonomian nasional dan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam sistem perekonomian nasional. Sebagai salah satu pelaku ekonomi, koperasi merupakan organisasi ekonomi yang berusaha menggerakkan potensi sumber daya ekonomi demi mamajukan kesejahteraan anggota. Karena sumber daya ekonomi tersebut terbatas dan dalam mengembangkan koperasi harus mementingkan kepentingan anggota, maka koperasi harus mamapu bekerja seefisien mungkin dan mengikuti prinsip prinsip koperasi dan kaidah-kaidah ekonomi.

2.4 Sekilas Tentang Java Java merupakan development tools yang fleksibel dan powerful. Salah satu keunggulannya adalah platform independence. Maksud dari platform independence adalah program yang kita tulis tidak bergantung pada sistem operasi saat program itu dibuat. Ini berarti sekali kita

membangun suatu aplikasi pada satu jenis operasi saat program itu dibuat. Ini berarti sekali kita sistem operasi, kita dapat menjalankannya pada bagian

sistem operasi, kita dapat menjalankannya

pada bagian sistem operasi dan dapat berjalan sebagaimana mestinya. Bahkan kita tidak perlu mengkompilasai ulang program tersebut. Untuk mengembangkan aplikasi berbasis Java, kita memerlukan Java Development Kit (JDK). Saat ini JDK telah mencapai versi 2 yang dicapai dengan Java 2 Platform. Alternatif lain untuk mengkompilasi program bahasa tingkat tinggi selain menggunakan compiler, yaitu menggunakan interpreter. Perbedaan antara compiler dan interpreter adalah compiler mentranslasi program secara keseluruhan sekaligus, sedangkan interpreter mentranslasi program secara instruksi per instruksi. Contoh bahasa pemrograman yang menggunakan interpreter adalah LISP dan Basic. Java dibuat dengan mengkombinasi antara compiler dan interpreter. Program yang ditulis dengan Java dikompilasi

menjadi mesin, tetapi bahasa mesin untuk komputer tersebut tidak benar-benar ada. Oleh karena itu disebut “Virtual” komputer, yang dikenal dengan Java Virtual Mechine (JVM). Bahasa mesin untuk JVM disebut Java bytecode.

III. ANALISA DAN HASIL 3.1 Analisa Sistem Yang Sedang Berjalan Sistem yang sedang berjalan merupakan sistem yang saat ini dipakai oleh suatu perusahaan guna untuk menganalisis sistem untuk diusulkan sistem yang baru. Untuk lebih mengetahui dan memahami sistem yang sedang berlangsung pada Koperasi Sumber Rezeki, maka dapat dilihat pada Aliran Sistem Informasi (ASI) Lama pada gambar 3.1 di bawah ini :

Sistem Informasi (ASI) Lama pada gambar 3.1 di bawah ini : Gambar 3.1 Aliran Sistem Informasi

Gambar 3.1 Aliran Sistem Informasi Lama 3.2 Aliran Sistem Informasi Baru (ASI) Baru

Pada aliran sistem informasi baru ini terjadi perubahan dalam sistem aliran datanya. Perubahan seperti pengurangan komponen dalam proses simpan pinjaman pada proses Simpan Pinjam yaitu pada proses pembuatan semua laporan dilakukan

oleh bendahara. Aliran sistem informasi baru dapat dilihat pada gambar asi 3.2 berikut ini:

baru dapat dilihat pada gambar asi 3.2 berikut ini: Gambar 3.2 Aliran Sistem Informasi Baru 3.3

Gambar 3.2 Aliran Sistem Informasi Baru

3.3 Data Flow Diagram (DFD)

Data Flow Diagram (DFD) sering digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir atau lingkungan fisik dimana data tersebut akan disimpan (misalnya di hardisk, diskette dan lain sebagainya). Untuk lebih merinci mengenai rancangan sistem baru perlu di jabarkan sebuah Data Flow Diagram (DFD) yang

merupakan penguraian dari proses utama yang tertera pada Context Diagram.

3.4 Context Diagram

Context Diagram merupakan gambaran umum sebuah sistem. Dari context diagram maka akan dapat diketahui kemana dan dari mana informasi yang ada pada sistem berjalan. Gambaran contex diagram pada sistem aplikasi pemanggilan nomor urut seperti gambar 3.3 berikut ini :

Gambar 3.3 Context Diagram 3.5 Data Flow Diagram (DFD ) Level 0 Data Flow Diagram

Gambar 3.3 Context Diagram

3.5 Data Flow Diagram (DFD ) Level 0

Data Flow Diagram (DFD) adalah gambaran sitem secara logical. Gambaran ini tidak tergantung pada perangkat keras, perangkat lunak, struktur data atau organisasi file. Keuntungan menggunakan

data flow diagram adalah untuk memudahkan pemakai yang kurang menguasai bidang komputer untuk dapat mengerti tentang sistem yang akan dikembangkan. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar dibawah ini :

Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar dibawah ini : Gambar 3.4 Data Flow Diagram 3.6 Entity Relationship

Gambar 3.4 Data Flow Diagram

3.6 Entity Relationship Diagram (ERD)

Entity Relationship Diagram (ERD) adalah bagan gambar untuk perancangan database yang terdiri dari beberapa entity. ERD dapat membantu dalam mempelajari hubungan antar file

database yang di rancang. Dapat kita lihat pada gambar 3.5 berikut ini :

di rancang. Dapat kita lihat pada gambar 3.5 berikut ini : Gambar 3.5 Entity Relationship Diagram
di rancang. Dapat kita lihat pada gambar 3.5 berikut ini : Gambar 3.5 Entity Relationship Diagram
di rancang. Dapat kita lihat pada gambar 3.5 berikut ini : Gambar 3.5 Entity Relationship Diagram
di rancang. Dapat kita lihat pada gambar 3.5 berikut ini : Gambar 3.5 Entity Relationship Diagram
di rancang. Dapat kita lihat pada gambar 3.5 berikut ini : Gambar 3.5 Entity Relationship Diagram
di rancang. Dapat kita lihat pada gambar 3.5 berikut ini : Gambar 3.5 Entity Relationship Diagram
di rancang. Dapat kita lihat pada gambar 3.5 berikut ini : Gambar 3.5 Entity Relationship Diagram
di rancang. Dapat kita lihat pada gambar 3.5 berikut ini : Gambar 3.5 Entity Relationship Diagram

Gambar 3.5 Entity Relationship Diagram

3.6 Struktur Program

Struktur program hirarki input proses output (HIPO) data berisikan suatu set diagram yang secara grafis menjelaskan sitem dimulai dari tingkat umum sampai tingkat khusus. Mula – mula tiap fungsi utama didefenisikan kemudian dibagi lagi kedalam tingkatan khusus yang lebih rinci. Adapun bentuk dari struktur program Sistem Informasi Koperasi Sumber Rezeki adalah

sebagai berikut:

Informasi Koperasi Sumber Rezeki adalah sebagai berikut: Gambar 3.5 Struktur Program IV. IMPLEMENTASI SISTEM 4.1

Gambar 3.5 Struktur Program IV. IMPLEMENTASI SISTEM

4.1 Implementasi Sistem

Implementasi merupakan tahap uji coba terhadap sistem yang telah dibuat, apakah sistem sudah dapat berjalan dengan

benar

langsung

memudahkan

mengoperasikannya.

serta

juga

coba

menjalankan sistem untuk dalam

merupakan

pengguna

uji

cara

4.1.1 Menu Utama

untuk dalam merupakan pengguna uji cara 4.1.1 Menu Utama Gambar 4.1 Menu Utama 4.1.2 Login Menu

Gambar 4.1 Menu Utama

4.1.2 Login

Menu login merupakan sebagai pembagi level atau hak akses user, menu login dapat kita lihat pada gambar berikut :

user, menu login dapat kita lihat pada gambar berikut : Gambar 4.2 Login 4.1.3 Menu Utama

Gambar 4.2 Login

4.1.3 Menu Utama Level dan Entry

Menu utama level merupakan menu utama level user yang mempunyai beberapa sub menu yang dapat dieksekusi sesuai dengan level user dan akan aktif berdasarkan level user. Pada menu entry terdapat sub-sub menu, diantaranya sub menu entry data anggota, data simpanan, data pinjaman, dan data angsuran. Berikut gambar menu utama level user.

dan data angsuran. Berikut gambar menu utama level user. Gambar 4.3 4.1.3.1 Sub Menu Entry Data

Gambar 4.3

4.1.3.1 Sub Menu Entry Data Anggota

Sub menu entry data anggota berguna untuk menyimpan data anggota yang mendaftar dan dapat dijadikan patokan anggota telah terdaftar atau belum ketika melakukan pinjaman. Berikut desain dari form entry data anggota.

pinjaman. Berikut desain dari form entry data anggota. Gambar 4.4 4.1.3.2 Sub Menu Entry Data Simpanan

Gambar 4.4

4.1.3.2 Sub Menu Entry Data Simpanan

Merupakan form yang dipakai untuk mengetahui berapa jumlah simpanan dari setiap anggota. Form Entry Data Simpanan dapat dilihat pada Gambar 4.5

mengetahui berapa jumlah simpanan dari setiap anggota. Form Entry Data Simpanan dapat dilihat pada Gambar 4.5

Gambar 4.5

4.1.3.3 Sub Menu Entry Pinjaman

Merupakan form yang dipakai untuk mengetahui berapa jumlah pinjaman dari setiap anggota. Form Entry Data Pinjaman dapat dilihat pada Gambar berikut :

Form Entry Data Pinjaman dapat dilihat pada Gambar berikut : Gambar 4.6 4.1.3.4 Sub Menu Entry

Gambar 4.6

4.1.3.4 Sub Menu Entry Angsuran

Merupakan form yang dipakai untuk mengetahui berapa jumlah angsuran dari setiap anggota. Form Entry Data Angsuran

dapat dilihat pada Gambar 4.7 :

Form Entry Data Angsuran dapat dilihat pada Gambar 4.7 : Gambar 4.7 4.1.4 Sub Menu Laporan

Gambar 4.7

4.1.4 Sub Menu Laporan Sub menu setelah menu entry pada menu utama adalah sub menu laporan dari semua data yang akan dipakai untuk operasi berikutnya. Laporan merupakan hasil output dari input atau entry data yang telah diinputkan melalui form entry.

Laporan Data Anggota dapat dilihat pada gambar berikut ini :

Laporan Data Anggota dapat dilihat pada gambar berikut ini : Gambar 4.8 4.1.4.2 Laporan Data Simpanan

Gambar 4.8

4.1.4.2 Laporan Data Simpanan

Laporan data simpanan merupakan hasil dari pengentrian data simpanan anggota. Laporan Data Simpanan dapat dilihat pada gambar 4.9.

Laporan Data Simpanan dapat dilihat pada gambar 4.9. Gambar 4.9 4.1.4.3 Laporan Data Pinjaman Laporan data

Gambar 4.9

4.1.4.3 Laporan Data Pinjaman

Laporan data pinjaman merupakan hasil dari pengentrian data pinjaman anggota. Laporan Data pinjaman dapat dilihat pada gambar 4.10.

Laporan Data pinjaman dapat dilihat pada gambar 4.10. Gambar 4.10 4.1.4.1 Laporan Data Anggota  

Gambar 4.10

4.1.4.1

Laporan Data Anggota

 

4.1.4.4

Laporan Data Angsuran

Laporan

data

anggota

merupakan

Laporan data angsuranmerupakan

hasil

dari

pengentrian

data

anggota.

hasil dari pengentrian data angsuran

anggota. Laporan Data angsuran dapat dilihat pada gambarberikut :

Laporan Data angsuran dapat dilihat pada gambarberikut : V. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Dari uraian

V. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Dari uraian masalah diatas yang telah penulis kemukakan pada bab-bab sebelumnya, serta berdasarkan pada analisa

dari data-data yang ada, maka dapat penulis tarik beberapa kesimpulan:

1.

Dengan rancangan sistem baru pengolahan data yang masih bersifat manual dapat dialihkan menjadi pengolahan data yang bersifat komputerisasi sehingga permasalahan redundansi data dapat ditekan.

2.

Tujuan dari pembuatan sistem ini adalah mempercepat proses pengolahan data menjadi laporan atau informasi yang tepat, cepat dan akurat.

3.

Dengan menerapkan sistem yang baru ini sangat membantu karyawan koperasi yang berkerja dibidang simpan pinjam dalam menyediakan informasi simpan pinjam anggota tanpa harus melakukan pencarian data dalam lemari arsip.

5.2

Saran - Saran

beberapa

sebagai penutup dari skripsi ini adalah.

Adapun

saran

dari

penulis

1. Agar sistem yang dirancang dapat bekerja secara efektif dan efisien maka diperlukan tenaga terampil dalam pengaplikasian aplikasi yang dibuat, seperti melakukan simulasi penggunaan sistem baru oleh calon pengguna atau karyawan yang bekerja dalam koperasi simpan pinjam tersebut.

2. Agar sistem dapat melakukan pelayanan yang lebih baik, diharapkan adanya umpan balik dari pengguna kepada penulis.

3.

dan melakukan perbandingan keberhasilan sistem dengan sistem lama. Apabila sistem baru lebih baik dari sistem lama maka sebaiknya instansi menggunakan sistem yang baru. 4. Rancangan sistem baru ini

membutuhkan penggunaan lemari arsip dengan tujuan untuk memastikan keaslian data. Oleh karena itu, tingkatkan keamanan lemari arsip karena selama penelitian masih ditemukan permasalahan dokumen – dokumen yang hilang. Penggunaan sistem yang baru ini tidak selamanya dapat menjadi solusi atau jalan keluar bagi organisasi tanpa adanya dukungan sumber daya yang baik. Jadi sebaiknya pengguna sistem dapat menyeimbangkan antara sistem yang ada dengan kualitas SDM itu sendiri.

5.

Mencoba sistem yang telah dirancang,

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2013. “Sejarah Perkembangan Koperasi di Indonesia”.

http://adtiyaprasetya11.blogspot.co

m/2013/08/sejarah-perkembangan-

koperasi-di.html.

20

November

2013.

Anonim. 2012. “Pengertian dan Kelebihan Database MySQL”.

http://hastomo.net/php/pengertian-

dan-kelebihan-database-

mysql.html.

20 November 2013.

Anonim.

2008.

“Kelebihan

Karakterisitik Java”.

dan

http://sinau-

java.blogspot.com/2008/05/kelebih

an-dan-karakteristik-java.html.

November 2013.

20

Caria, Brezky. 2012. Sistem Informasi Pengolahan Data Koperasi Simpan Pinjam Di Kenagarian Mungo Kecamatan Payakumbuh Dengan Menggunakan Bahasa Pemrograman Visual Basic 6.0. Skripsi. Jurusan Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Putra Indonesia “YPTK” Padang.

Egal, Fajrin. 2011. Perancangan Sistem Informasi Pengolahan Data Simpan Pinjam Di Kpri Lubuk Begalung Dengan Menggunakan Bahasa Pemrograman Visual Basic 6.0 Dan Database Ms.Acess 2007. Skripsi. Jurusan Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Putra Indonesia “YPTK” Padang.

Hartono, Jogiyanto. 2005. Analisa dan Desain. Yogyakarta : Andi. Hartono, Jogiyanto. 2008. Sistem Teknologi Informasi Edisi III. Yogyakarta :

Andi.

Hartono, Jogiyanto, 20011. Pengenalan Sistem Informasi Yogyakarta :

Andi. Kadir, Abdul. 2002. Pengenalan Sistem Informasi. Yogyakarta : Andi. Kadir, Abdul. 2010, “Mudah Mempelajari Database MySQL”. Yogyakarta :

Andi

Naldy, Sefri. 2013. Implementasi Bahasa Pemrograman Php Berbasis Web Didukung Dengan Database Mysql Dalam Merancang Sistem Informasi Administrasi Data Simpan Pinjam Pada Ksp Sarana Makmur Kabupaten Merangin. Skripsi. Jurusan Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Putra Indonesia “YPTK” Padang.

Putranta, Dewa, Hasta.2004.Pengantar System dan Teknologi informasi. Yogyakarta : Satria Muda

Rahim, Arman. 2013. Pengembangan Sistem Informasi Kepegawaian Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sumbar Dengan Menggunakan Bahasa Pemograman Visual Basic 6.0 Dan Dbms Oracle 10 g. Skripsi. Jurusan Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Putra Indonesia “YPTK” Padang.

Wahana Komputer.2010.Pengembangan Aplikasi Database Berbasis JavaDB dengan Netbeans. Yogyakarta: Andi Offset.

Yolanda, Yenika. 2010. Sistem Informasi Pengolahan Data Simpan Pinjam Pada Koperasi Anantakupa Gulai Bancah Bukittinggi Dengan Menggunakan Bahasa Pemrograman Java. Skripsi. Jurusan Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Putra Indonesia “YPTK” Padang.