Anda di halaman 1dari 1

LAJU FILTRASI GLOMERULUS

Radionuklida telah dipakai untuk menilai fungsi ginjal terutama Fungsi eksresi dari
ginjal yang melibatkan filtrasi dari glomerulus dan sekresi dari tubulus sejak Taplin dan
kimbal memperkenalkan radioisotop untuk renogram. Filtrasi glomerulus adalah proses yang
dapat dikuantifikasi dengan pengukuran laju klirens ginjal dari subtansi tertentu dalam darah.
Indikator yang harus dipenuhi antara lain:
1. Terfiltrasi secara bebas melalui membran kapiler glomerulus.
2. Tidak disekresi atau diabsorbsi oleh tubulus ginjal.
3. Tidak dimetabolism oleh ginjal
4. Tidak terikat pada protein plasma.
5. Tidak toksik dan inert.
6. Dapat diukur dengan akurasi yang tinggi.
7. Kemurnian radiokimia (tambahan)
Inulin klirens telah menjadi gold standar untuk pemeriksaan GFR. namun tidak lagi
dipakai karena mahal, ketersediaan, waktu pemeriksaan yang lama. Hasil kreatinin klearen
dapat bervariasi antar individu sebanyak 25% karena kesalahan metode (6). Kreatinin serum
merupakan indeks fungsi ginjal yang baik, namun berhubungan dengan masa otot jadi sulit
untuk menentukan nilai normal.Teknik radionuklida telah dikembangkan untuk menilai
fungsi ginjal dalam clinical practice. Namun, Inulin ini tidak gampang untuk dilabel.
Sejak diperkenalkan tahun 1970 diethylenetriaminepentaacetic acid (DTPA) yang dilabel
Technitium-99 telah jadi pilihan utama karena memenuhi persyaratan diatas..
Beberapa teknik telah dikembangkan untuk menilai LFG dengan radionuklida.( Methods in Molecular
Medicine, vol. 86: Renal Disease: Techniques and Protocols Edited by: M. S. Goligorsky Humana Press Inc., Totowa, NJ)