Anda di halaman 1dari 25

PERENTASI MK STRATEGI BELAJAR MENGAJAR

KELOMPOK I
LA TOMUNA SAAD
RICHARD KORDAK
KONSEP DAN HAKIKAT STRATEGI PEMBELAJARAN


KONSEP DAN HAKIKAT STRATEGI PEMBELAJARAN
PENGERTIAN STRATEGI PEMBELAJRAN
JENIS-JENIS STRATEGI PEMBELEJARAN
ISTILAH TERKAIT PEMBELAJARAN
SASARAN KEGAITAN PEMBELAJARAN
TAHAPAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
PENGERTIAN STRATEGI PEMBELAJRAN
MAKNA STRATEGI
MAKNA PEMBELAJARAN
MAKNA STRATEGI PEMBELAJARAN
KESIMPULAN DEFENISI STRATEGI
PEMBELAJARAN
HOME
Istilah strategi pada awalnya digunakan dalam militer yang diartikan sebagai
cara penggunaa seluruh kekuatan militer untuk memenangkan suatu peperangan.
Sekarang, istilah strategi banyak digunakan dalam berbagai bidang kediatan yang
bertujuan memperoleh kesuksesan atau keberhasilan dalam mencapai tujuan. Istilah
strategi berasal dari kata benda dan kata kerja dalam bahasa Yunani. Sebagai
kas benda, strategi merupakan gabungan kata strato (militer) dengan ago
(memimpin). Sebagai kata kerja, stratego berarti merencanakan (do Plan).
Berdasarkan beberapa pengertian strategi di atas, dapat dikemukakan bahwa
strategi adalah suatu pola yang direncanakan dan ditetapkan secara sengaja untuk
melakukan kegiatan atau tindakan. Strategi mencakup tujuan kegiatan, siapa naf
terlihat dalam kegiatan, isi kegiatan, dan sarana penunjang kegiatan.


MAKNA STRATEGI
Secara sederhana, istilah pembelajaran (instrtuction) bermakna sebagai
upaya untuk membelajarkan seseorang atau kelompok orang melalui berbagai
upaya (efffort) dan berbagai strategi, metode dan pendekatan karah pencapaian
tujuan tang telah direncanakan. Pembelajaran dapat pula dipandang sebagai
kegiatan guru secara terprogram dalam desain instruksional untuk membuat siswa
belajar secara aktif yang menekankan pada penyedian sumber belajar.
Beberapa ahli mengemukakan tentang pengertian pembelajaran diantaranya :
Pembelajaran adalah suatu proses Dimana liingkungan seseorang yang
disengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu.
Pembelajaran merupakan subyek khusus dari penidikan (Corey 1986);
Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber
belajar pada suatu lingkungan belajar (UU SPN No. 20 tahun 2003);
MAKNA PEMBELAJARAN
Strategi yang diterapkan dalam kegiatan pembelajaran disebut strategi pembelajran. Pembelajaran
adalah upaya pendidik untuk membantu peserta didik melakukan kegiatan belajar. Tujuan strategi
pembelajaran adalah terwujudnya efisiensi dan efektivitas kegiatan belajar yang dilakukan peserta
didik. Pihak-pihak yang terlibat dalam pembelajaran adalah pendidik (perorangan dan atau
kelompok) serta peserta didik (perorangan, kelompok, dan atau komunitas) yang berinteraksi
edukatif antara satu dengan yang lain
Proses kegiatan adalah langkah-langkah atau tahapan yang dilalui pendidik dan peserta didik
dalam pembelajaran. Sumber pendukung kegiatan pembelajaran mencakup fasilitas dan alat-alat
bantu pembelajaran. Dengan demikian strategi pembelajaran mencakup penggunan pendekatan,
metode dan teknik, bentuk media, sumber belajar, pengelompokan peserta didik, untuk
mewujudkan interaksi edukasi antara pendidik dengan peserta didik, antar peserta didik, dan
antar peserta didik dan lingkungannya, serta upaya pengukuran terhadap proses, hasil, dan atau
dampak kegiatan pembelajaran.

MAKNA STRATEGI PEMBELAJARAN
Disimpulkan bahwa strategi pembelajaran merupakan suatu rencana
tindakan (rangkaian kegiatan) yang termasuk penggunaan metode dan
pemanfaatan berbagai sumber daya dan kekuatan dalam pembelajaran.
Hal ini berarti bahwa dalam penyusunan suatu strategi baru sampai pada
proses penyusunan rencana kerja, belum sampai pada tindak. Strategi
disusun untuk mencapai tujuan tertentu, artinya arah dari semua
keputusan penyusunan strategi adalah pencapaian tujuan sehingga
penyusunan langkah-langkah pembelajaran, pemanfaatan berbagai
fasilitas dan sumber belajar, semuanya diarahkan dalam upaya
pencapaian tujuan.
KESIMPULAN DEFENISI STRATEGI
PEMBELAJARAN
JENIS-JENIS STRATEGI PEMBELEJARAN
STRATEGI PEMBELAJARAN LANGSUNG
STRATEGI PEMBELAJARAN TIDAK
LANGSUNG
STRATEGI PEMBELAJARAN INTERKATIF
STRATEGI PEMBELAJARAN MELALUI
PENGALAMAN
STRATEGI PEMBELAJARAN MANDIRI
HOME
Strategi pembelajaran laangsung merupakan strategi yang
kadar berpusat pada gurunya paling tinggi, dan paling sering
digunakan. Pada strategi ini termasuk didalamnya metode-
metode ceramah, pertanyaan didaktik, pengajaran ekplisit,
praktek dan latihan, serta demonstrasi.
Strategi pembelajaran langsung efektif digunakan untuk
memperluas informasi atau mengembangkan keterampilan
langkah demi langkah.
STRATEGI PEMBELAJARAN LANGSUNG
Pembelajaran tidak langsung memperlihatkan bentuk keterlibatan
siswa yang tinggi dalam melakukan observasi, penyelidikan,
penggambaran inferensi berdasarkan data, atau pembentukan hipotesis
Dalam pembelajaran tidak langsung, peran guru beralih dari
penceramah menjadi fasilitator, pendukung, dan sumber personal
(resource person)
Guru merancang lingkungan belajar, memberikan siswa
kesempatan untuk terlibat, dan jika memungkinkan memberikan umpan
balik kepada siswa ketika mereka melakukan inkuiri.
Strategi pembelajaran tidak langsung mensyaratkan digunakannya
bahan-bahan cetak, non-cetak, dan sumber-sumber manusia.

STRATEGI PEMBELAJARAN TIDAK
LANGSUNG
Strategi pembelajaran interaktif merujuk kepada bentuk diskusi dan
saling berbagi di antara peserta didik. Seaman dan Fellenz (1989)
mengemukakan bahwa diskusi dan saling berbagi akan memberikan
kesempatan kepada siswa untuk untuk memberikan reaksi terhadap
gagasan, pengalaman, pandangan, dan pengetahuan guru atau kelompok,
serta mencoba mencari alternatif dalam berpikir.
Strategi pembelajaran interaktif dikembangkan dalam rentang
pengelompokan dan metode-metode interaktif. Di dalamnya terdapat
bentu-bentuk diskusi kelas,diskusi kelompok kecil atau pengerjaan tugas
berkelompok, dan kerja sama siswa secara berpasangan

STRATEGI PEMBELAJARAN INTERKATIF
Strategi belajar melalui pengalaman menggunakan bentuk sekuens
induktif, berpusat pada siswa, dan orientasi pada aktivitas.
Penekanan dalam strategi belajar melalui pengalaman adalah pada
proses belajar, dan bukan hasil belajar.
Guru dapat menggunakan strategi ini baik di dalam kelas maupun
di luar kelas. Sebagai contoh, di dalam kelas dapat digunakan metode
simulasi, sedangkan di luar kelas dapat dikembangkan metode observasi
untuk memperoleh gambaran umum.
STRATEGI PEMBELAJARAN MELALUI
PENGALAMAN
Belajar mandiri merupakan strategi pembelajaran yang bertujuan
untuk membangun inisiatif individu, kemandirian, dan peningkatan diri.
Fokusnya adalah pada perencanaan belajar mandiri oleh peserta didik
dengan bantuan guru. Belajar mandiri juga bisa dilakukan dengan teman
atau sebagai bagian dri kelompok kecil.
Kelebihan dari pembelajaran ini adalah membentuk peserta didik
yang manddiri dan bertanggung jawab. Sedangkan kekurangannya adalah
peserta belum dewasa, sulit menggunakan pembelajaran mandiri. Untuk
lebih jelasnya kaiatan dengan jenis dan klasifiksi strategi pembelajaran
dibahas pada bab khusus tentang klasifikasi strategi pembelajaran.

STRATEGI PEMBELAJARAN MANDIRI
ISTILAH TERKAIT DALAM STRATEGI PEMBELAJARAN
MODEL PEMBELAJARAN
PENDEKATAN PEMBELAJARAN
METODE PEMBELAJARAN
TEKNIK PEMBELAJARAN
TAKTIK PEMBELAJARAN
HOME
Secara umum istilah model diartikan sebagai kerangka konseptual yang
digunakan sebagai pedoman dalam melakukan suatu kegiatan. Dalam pengertian
lain, model juga diartikan sebagai barang atau benda tiruan dari benda yang
sesunggunhnya, seperti globe yang merupakan model dari bumi tempat kita
hidup. Dalam istilah selanjutnya, istilah model digunakan untuk menunjukan
pengertian yang pertama sebagai kerangka konseptual. Atas dasar pemikiran
tersebut, maka yang dimaksud dengan model belajar mengajar adalah kerangka
konseptual dan prosedur yang sistematik dalam mengorganisasikan pengalaman
belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu, berfungsi sebagai pedoman bagi
perancang pengajaran, serta para guru dalam merancanakan dan melaksanakan
aktivitas belajar mengajar
MODEL PEMBELAJARAN
Istilah pendekatan berasal dari bahasa inggris approach yang memiliki
beberapa arti diantaranya diartikan dengan pendekatan. Dalam dunia
pengajaran, kata approach lebih tepat diartikan cara melalui sesuatu. Oleh
karena itu, istilah pendekatan dapat diartikan sebagai cara memulai
pembelajaran. pendektan permbelajaran sebagai bahan kajian yang terus
berkembang. Hal tersebut berguna untuk ; 1) mendukung kelancaran guru
dalam proses pembelajaran; 2) membantu para guru menjabarkan
kurikulum dalam praktik pembelajaran di kelas; 3) sebagai panduan bagi
guru dalam menghadapi perubahan kurikulum; 4) sebagai bahan
masukan bagi para penyusun kurikululm untuk mendesain kurikulum dan
pembelajaran yang terintegrasi.

PENDEKATAN PEMBELAJARAN
Metode ini menurut JR. David dalam teaching strategis for college
classroom (1976) ialah a way achieving something (cara untuk
mencapai sesuatu). Untuk melaksanakan suatu strategi, digunakan
seperangkant metode pembelajaran tertentu. Dalam pengertian demikian
maka metode pengajaran menjadi salah satu unsur dalam strategi
pembelajaran.
Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan
untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya; 1)
ceramah; 2) demonstrasi; 3) diskusi; 4) simulasi; 5) laboratorium; 6)
pengalaman lapangan; 7) debat.
METODE PEMBELAJARAN
Metode pembelajaran dijabarkan dalam teknik dan gaya pembelajaran. Dengan demikian,
teknik pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam
mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. Misalkan, penggunaan metode ceramah pada
kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya
secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode ceramah apa kelas yang jumlahnya
terbatas. Demikian pula dengan penggunaan metode diskusi, perlu digunakan teknik yang berbeda
pada kelas Yang siswanya tergolong aktif dengan kelas yang siswannya tergolong pasif. Dalam
hal ini, gurupun dapat berganti-ganti teknik, meskipun dalam koridor metode yang sama.
Keterampilan merupakan perilaku pembelajaran yang sangat spesifik. Di dalamnya
terdapat teknik-teknik pembelajaran seperti teknik bertanya, diskusi, pembelajaran langsung,
teknik menjelaskan, dan mendemonstrasikan. Dalam keterampilan-keterampilan pembelajaran ini
juga mencakup kegiatan perencanaan yang dikembangkan guru, struktur dan fokus pembelajaran,
serta pengelolaan pembelajaran.
TEKNIK PEMBELAJARAN
Taktik pembelajaran merupakan gaya seseorang dalam melaksanakan metode
atau teknik pembelajaran tertentu yang sifatnya individual. Misalnya, terdapat dua
orang yang sama-sama menggunakan metode ceramah, tetapi mungkin akan sangat
berbeda dalam taktik yang digunakanya. Dalam penyajiannya, yang satu cenderung
banyak diselingi dengar humor karena memang dia memiliki sense of humor yang
tinggi, sementara yang satunya kurang memiliki sense of humor, tetapi lebih banyak
menggunakan alat bantu elektronik karena dia memang sangat menguasai bidang
tersebut. Dalam gaya pembelajaran, akan tampak keunikan dan kekhasan dari
masing-masing guru. Hal ini sesuai dengan kemampuan, pengalaman, dan tipe
kepribadian diri guru yang bersangkutan. Dalam taktik ini, pembelajaran akan
menjadi ilmu sekaligus juga seni (kiat).
TAKTIK PEMBELAJARAN
SASARAN KEGAITAN PEMBELAJARAN
Setiap kegiatan belajar mengajar mempunyai sasaran atau tujuan.
Agar tujuan itu dapat tercapai, semua komponen yang ada harus
diorganisasikan dengan baik sehingga sesama komponen itu terjadi
kerjasama. Secara khusus dalam proses belajar mengajar guru berperan
sebagai pengajar, pembimbing, perantara sekolah dengan masyarakat,
administrator dan lain-lain. Untuk itu wajar bila guru memahami dengan
segenap aspek pribadi anak didik seperti: 1) kecerdasan dan bakat
khusus; 2) prestasi sejak permulaan sekolah; 3) perkembangan jasmani
dan kesehatan; 4) kecenderungan emosi dan karakternya; 5) sikap dan
minat belajar; 6) cita-cita; 7) kebiasaan belajar dan bekerja; 8) hobi dan
penggunaan waktu senggang; 9) hubungan sosial di sekolah dan di
rumah; 10) latar belakang keluarga; 11) lingkungan tempat tinggal; 12)
sifat-sifat khusus dan kesulitan belajar anak didik.
TAHAPAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
KEGIATAN PENDAHULUAN
KEGIATAN INTI
KEGIATAN PENUTUP
HOME
Kegiatan ini kadang juga disebut kegiatan pembuka atau pijakan awal. Setiap
memulai kegiatan pembelajaran atau kegiatan apapun, seharusnya guru melakukan
beberapa langkah strategis yang bertujuan mengkondisikan mental siswa agar siap
untuk belajar.
Kegiatan pendahuluan adalah fase mengalihkan fokus perhatian siswa dari
berbagai aktivitas sebelum pelajaran dimulai, apalagi yang berpotensi mengganggu
kegiatan pembelajaran. Misalnya, guru harus mengantisipasi ketika anak baru saja
bermain, bercanda atau bahkan masih makan jajanan, agar tidak mengganggu
konsentrasi dan perhatian siswa dalam kegiatan pembelajaran Kegiatan
pendahuluan juga ditujukan untuk mengarahkan mental anak pada suasana belajar
dan materi yang diajarkan.
KEGIATAN PENDAHULUAN
Ini merupakan kegiatan pokok dalam proses pembelajaran, yaitu
usaha membuat peserta didik menguasai materi pelajaran. Setelah siswa
benar-benar siap belajar, guru dapat memulai proses internalisasi materi
pelajaran sesuai dengan pendekatan, strategi, metode, media dan berbagai
instrumen yang telah dipersiapkan.
Pengelolaan kegiatan inti harus disesuaikan dengan materi, bidang
cakupan dan ketersediaan sarana dan prasarana. Selama kegiatan inti,
perhatian dan ektivitas siswa harus dikondisikan agar sepenuhnya
terfokus pada proses pembelajaran, baik dalam hal memilih metode atau
media yang tepat maupun pemberian selingan (ice breaking) untuk
menyegarkan suasana.
KEGIATAN INTI
Kegiatan ini disebut juga pijakan akhir atau kegiatan akhir. Dalam kegiatan ini guru harus
memastikan seluruh siswa berhasil menguasai materi pelajaran, baik melalui kuis, tanya-jawab,
refleksi atau evaluasi.
Berdasarkan hasil kegiatan akhir guru dapat mengetahui apakah proses pembelajarannya saat itu
berhasil mencapai target atau tidak. Dengan begitu, guru dapat mengambil langkah-langkah yang
diperlukan untuk memperbaikinya, atau memberikan threatment tambahan terutama bagi siswa
yang belum berhasil. Siswa sendiri diupayakan memahami apa yang baru saja mereka pelajari,
dan menyadari sejauh mana pemahaman mereka, serta kekurangan mereka dalam menguasai
materi tersebut.
Dengan begitu, proses pembelajaran akan berlangsung efektif dan bermakna baik bagi siswa
maupun guru. Intinya, sebelum dan setelah melakukan kegiatan siswa dan guru harus tahu apa
yang mereka dapat dan hasilkan dari proses pembelajaran yang baru saja mereka lakukan.
KEGIATAN PENUTUP
TERIMA KASIH ATAS PERHATIAN
HOME
NAMA-NAMA KELOMPOK I