Anda di halaman 1dari 10

PASIEN 62 TAHUN

DENGAN CARCINOMA
COLON
KELOMPOK 1





Laporan kasus
Seorang pasien berusia 62 tahun datang ke rumah sakit dengan
karsinoma kolon yang telah terminal. Pasien masih cukup sadar
berpendidikan cukup tinggi. Ia memahami benar posisi
kesehatannyadan keterbatasan kemampuan ilmu kedokteran
saat ini. Ia juga memiliki pengalaman pahit sewaktu kakaknya
menjelang ajalnya di rawat di ICU dengan peralatan bermacam-
macam tampak sangat menderita, dan alat-alat tersebut
tampaknya hanya memperpanjang penderitaannya saja. Oleh
karena itu ia meminta kepada dokter apabila ia mendekati
ajalnya agar menerima terapi yang minimal saja (tanpa
antibiotika, tanpa peralatan ICU dll), dan ia ingin mati dengan
tenang dan wajar. Namun ia tetap setuju apabila ia menerima
obat-obatan penghilang rasa sakit bila memang dibutuhkan
Aspek Etika
OTONOMI, yaitu prinsip moral yang menghormati hak-hak pasien
terutama hak otonomi pasien (the rights to self determination).
BENEFICENCE, yaitu prinsip moral yang mengutamakan tindakan
yang ditujukan ke kebaikan pasien.
NON MALEFICENCE, yaitu prinsip moral yang melarang tindakan
yang memperburuk keadaan pasien.
JUSTICE, yaitu prinsip moral yang mementingkan keadilan
(fairness) seseorang yang menerima yang seharusnya diterima dan
(distributive justice) keadilan dalam mendistribusikan sumber daya
dalam masyarakat
Aspek hukum
Pasal 1 Permenkes no 585/MenKes/Per/IX/1989
1. Persetujuan tindakan medic/informed consent adalah persetujuan
yang diberikan oleh pasien atau keluarganya atas dasar penjelasan
mengenai tindakan medic yang akan dilakukan terhadap pasien
tersebut.
2. Tindakan medic adalah suatu tindakan yang dilakukan terhadap
pasien berupa diagnostic atau terapeutik

Pasal 2 Permenkes No 585/MenKes/Per/IX/1989
1. Semua tindakan medic yang akan dilakukan terhadap pasien harus
mendapat persetujuan.
2. 2. Persetujuan dapat diberikan secara tertulis maupun lisan

Pasal 4. Permenkes No 585/MenKes/Per/IX/1989
1. Informasi tentang tindakan medic harus diberikan kepada
pasien,baik diminta maupun tidak diminta
2. Dokter harus memberikan informasi selengkap-lengkapnya.
Kecuali bila dokter menilai bahwa informasi tersebut dapat
merugikan kepentingan kesehatan pasien atau pasien menolak
diberikan informasi

Pasal 8. Permenkes No 585/MenKes/Per/IX1989
1. Persetujuan diberikan oleh pasien dewasa yang berada dalam
keadaan sadar dan sehat mental
2. Pasien dewasa sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah yang telah
berumur 21 tahun (duapuluh satu) tahun atau telah menikah

Pasal 12. Permenkes No 585/MenKes/Per/IX/1989
1. Dokter bertanggung jawab atas pelaksanaan ketentuan tentang
persetujuan tindakan medic
2. Pemberian persetujuan tindakan medic yang dilaksanakan di rumah
sakit/klinik, maka rumah sakit/klinik yang bersangkutan ikut
bertanggung jawab.
Pasal 13. Permenkes No 585/MenKes/Per/IX/1989
Terhadap dokter yang melakukan tindakan medic tanpa adanya
persetujuan dari pasien atau keluarganya dapat dikenakan sanksi
administrative berupa pencabutan surat izin prakteknya.

Pasal 531 KUHP :
Barang siapa ketika menyaksikan bahwa ada orang yang sedang
menghadapi maut, tidak memberi pertolongan yang dapat diberikan
padanya, tanpa selayaknya menimbulkan bahaya bagi dirinya atau
orang lain, diancam jika kemudian orang itu meninggal, dengan
kurungan paling lam tiga bulan atau denda paling banyak tiga ratus
rupiah.

Pasal 53 UU Kesehatan :
1. Tenaga kesehatan berhak memperoleh perlindungan hukum
dalam melaksanakan tugas sesuai dengan profesinya.
2. Tenaga kesehatan dalam melakukan tugasnya berkewajiban
unyuk mematuhi standar profesi dan menghormati pasien

Informed consent
Suatu proses yang menunjukkan komunikasi yang efektif
antara dokter dengan pasien dan bertemunya pemikiran
tentang apa yang akan dan apa yang tidak akan dilakukan
terhadap pasien.

Tindakan medis yang dilakukan tanpa izin pasien, dapat
digolongkan sebagai tindakan melakukan penganiayaan
berdasarkan KUHP Pasal 351 (trespass, bettery, bodily assault).
3 elemen informed consent
1. Treshold elements
Pemberi consent haruslah seseorang yang telah berkompeten

2. Information elements
Disclosure (pengungkapan) dan understanding (pemahaman)
Mengacu pada 3 standart :
a. Standard praktek profesi
b. Standard subyektif
c. Standard pada reasonable person

3. Consent elements
Dinyatakan (expressed)
Tidak dinyatakan (implied)


Informed consent

Informed consent tidak berlaku pada 5 keadaan yaitu :
Keadaan darurat medis
Ancaman terhadap kesehatan medis
Pelepasan hak memberikan consent
Clinical privilege
Pasien yang tidak kompeten memberikan consent

THANK YOU!