Anda di halaman 1dari 9

PERCOBAAN KONVERSI NON ABSORBING ANALIT MENJADI ABSORBING

DERIVATIF

Soal Pretest
1. Sebutkan tujuan percobaan konversi non absorbing analit menjadi absorbing derivatif?
2. Jelaskan prinsip konversi non absorbing analit menjadi absorbing derivatif! Tuliskan pula
reaksinya beserta perubahan warna yang ungu!
3. Apa yang dimaksud dengan kromofor dan auksokrom?
4. Berapa L FeCl3 yang dibutuhkan untuk membuat FeCl3 1 mg/mL sebanyak 10 mL jika
diketahui stok FeCl3 10% b/b dengan = 1,29 kg/L?
5. Berapa konsentrasi larutan yang dihasilkan apabila dipipet larutan FeCl3 1 mg/mL
sebanyak 0,5 mL dan diencerkan dalam labu 10 mL?
6. Jelaskan prosedur kerja praktikum yang anda lakukan secara skematis!

Jawaban
1. Tujuannya untuk menentukan kadar zat bukan kromofor menggunakan metode
spektrofotometri visible
2. Prinsipnya suatu analit/zat yang bukan kromofor direaksikan dengan zat lain/reagen
tertentu menghasilkan suatu kromofor (absorbing derivatif) yang dapat menyerap REM
sehingga dapat dianalisis dengan spektrofotometri UV-Visible.
Reaksi yang terjadi:
Analit nonabsorbing Reagen Absorbing derivatif
FeCl3 + 3 asam salisilat Fe (III) salisilat + 3 HCl
(Kuning kecoklatan) (Bening) (kompleks ungu)

3. Kromofor adalah semua atom atau gugus fungsi spesifik dalam suatu molekul yang
bertanggung jawab atas penyerapan cahaya pada panjang gelombang tertentu oleh suatu
senyawa kimia yang meliputi ikatan rangkap terkonjugasi, gugus karbonil dan gugus
anorganik. Auksokrom merupakan gugus fungsional yang mempunyai elektron bebas,
seperti OH, -O, -NH2, X, dan OCH3 serta dapat mempengaruhi penyerapan REM oleh
gugus kromofor.
4. Diketahui : = 1,29
mL
g


C
1
= 1
mL
mg

V
2
= 10 mL
Ditanya : V
1
= ... ?
Jawab :

g 1,29
mL
g 100 V
air

mL 5 , 77
FeCl
3
10%
b
/
b
=
mL 77,5
g 10

=
mL
mg
129
mL
g
129 , 0

2 2 1 1
V C V C
mL 10
mL
mg
1 V
mL
mg
129
1


129
mL 10

1
V
L 77,5 mL 0,0775
1
V

5. Diketahui : Konsentrasi larutan stok FeCl3 = 1 mg/mL
Volume larutan stok yang dipipet = 0,5 mL
Volume larutan yang dibuat = 10 mL
Ditanya : Konsentrasi larutan yang dibuat = ...?
Jawab :
M1 x V1 = M2 x V2
1 mg/mL x 0,5 mL = M2 x 10 mL
0,5 mg = M2 x10 mL
M2 = 0,05 mg/mL

6. Cara kerja :
- Pembuatan larutan stok FeCl3 1 mg/mL




Ditambahkan aquadest hingga tanda batas 10 ml lalu digojog hingga
homogen.
Larutan stok FeCl
3
10% b/b dipipet sebanyak 0,0775 mL kemudian
dimasukkan ke dalam labu ukur 10 ml.

- Pembuatan larutan stok asam salisilat






- Pembuatan 5 variasi kadar larutan kompleks besi (III) salisilat









- Penentuan panjang gelombang maksimum kompleks Besi(III) Salisilat




Ditimbang asam salisilat sebanyak 40 mg lalu dimasukkan ke dalam beaker
glass.
Dipipet masing-masing 0,1; 0,2; 0,3; 0,4; 0,5 ml larutan stok FeCl
3
1 mg/ml dan
dimasukkan ke dalam labu ukur 5 ml.
Diambil 1 larutan stok dari 5 variasi kadar larutan dengan kadar tertentu
Ditentukan panjang gelombang maksimumnya
Ditambahkan aquadest secukupnya kemudian diaduk hingga larut dan
dimasukkan ke dalam labu ukur 100 ml.
Ditambahkan akuadest hingga tanda batas 100 ml dan digojog hingga homogen.
Masing-masing labu ukur ditambahkan larutan asam salisilat hingga
tanda batas 5 ml dan digojog hingga homogen.
Masing-masing larutan dipipet sebanyak 1 ml kemudian dimasukkan ke
dalam labu ukur 5 ml.
Masing-masing labu ukur ditambahkan aquadest hingga tanda batas 5
ml dan digojog hingga homogen (diperoleh 5 variasi kadar larutan
kompleks besi (III) salisilat.
- Pembuatan kurva kalibrasi dari larutan standar kompleks Besi (III) Salisilat




- Penentuan kadar FeCl
3
pada sampel



















Diukur nilai absorbansi dari kelima larutan kompleks besi (III) salisilat dengan
komsentrasi yang berbeda pada panjang gelombang yang sama
Dibuat kurva kalibrasi denga persamaan regresi linear y= ax + b
Larutan FeCl
3
1 mg/ml dipipet sebanyak 0,3 ml kemudian dimasukkan ke
dalam labu ukur 5 ml
Ditambahkan larutan asam salisilat hingga tanda batas 5 ml dan digojog
hingga homogen.
Larutan tersebut dipipet sebanyak 1 ml kemudian dimasukkan ke dalam
labu ukur 5 ml.
Ditambahkan aquadest hingga tanda batas 5 ml dan digojog hingga
homogen.
PERCOBAAN KONVERSI NON ABSORBING ANALIT MENJADI ABSORBING
DERIVATIF

Soal Pretest:
1. Sebutkan tujuan percobaan konversi non absorbing analit menjadi absorbing
derivatif?
2. Jelaskan prinsip konversi non absorbing analit menjadi absorbing derivatif!
3. Tentukan senyawa apa yang merupakan:
a. analit non absorbing
b. reagen
c. absorbing derivative
Tuliskan pula reaksi umum pembentukan non absorbing analit menjadi absorbing
derivatif beserta warnanya!
4. Apa yang dimaksud dengan:
a. Kromofor
b. Auksokrom
serta berikan masing-masing 2 contohnya!
5. Bagaimana cara membuat larutan FeCl3 100 g/mL sebanyak 10 mL jika larutan stok
FeCl3 yang tersedia adalah 1 mg/mL. Diketahui FeCl3 = 1,29 kg/L, dan BM= 162,2
gr/mol!
6. Jelaskan prosedur kerja praktikum yang anda lakukan secara skematis!
7. Sebutkan 3 jenis kromofor sederhana serta berikan masing-masing 1 contohnya!
8. Sebutkan tiga persyaratan percobaan konversi non absorbing analit menjadi absorbing
derivative agar diperoleh hasil yang akurat dan teliti!










Jawaban:
1. Tujuannya untuk menentukan kadar zat bukan kromofor menggunakan metode
spektrofotometri visible
2. Prinsipnya suatu analit/zat yang bukan kromofor direaksikan dengan zat lain/reagen
tertentu menghasilkan suatu kromofor (absorbing derivatif) yang dapat menyerap REM
sehingga dapat dianalisis dengan spektrofotometri UV-Visible.
3. Senyawa yang merupakan:
a. analit non absorbing: FeCl3
b. reagen: Asam salisilat
c. absorbing derivative: Kompleks besi(III) salisilat
Reaksi yang terjadi:
Analit nonabsorbing Reagen Absorbing derivatif
FeCl3 + 3 asam salisilat Fe (III) salisilat + 3 HCl
(Kuning kecoklatan) (Bening) (kompleks ungu)
4. Kromofor adalah semua atom atau gugus fungsi spesifik dalam suatu molekul yang
bertanggung jawab atas penyerapan cahaya pada panjang gelombang tertentu oleh suatu
senyawa kimia.
Contoh: ikatan rangkap terkonjugasi, gugus karbonil dan gugus anorganik.

Auksokrom merupakan gugus fungsional yang mempunyai elektron bebas, seperti OH, -O,
-NH2, X, dan OCH3 serta dapat mempengaruhi penyerapan REM oleh gugus kromofor.
5. Dik: FeCl3 yang tersedia 1 mg/mL (C1) = 1000 g/mL
Konsentrasi FeCl3 yang ingin dibuat: 100 g/mL (C2)
Volume FeCL3 yang dibuat 10 mL (V2)
Dit: cara pembuatan FeCl3 100 g/mL sebanyak 10 mL?
Jawab:
2 2 1 1
V C V C

1000 g/mL x V1 = 100 g/mL x 10 mL
V1 = 1 mL
Cara pembuatan:
Dipipet 1 mL larutan FeCl3 1 mg/mL
Dimasukkan ke dalam labu ukur 10 mL
ditambahkan akuades hingga tanda batas 10 mL, dogojog homogen

6. Cara kerja :
- Pembuatan larutan stok FeCl3 1 mg/mL






- Pembuatan larutan stok asam salisilat






- Pembuatan 5 variasi kadar larutan kompleks besi (III) salisilat









Ditambahkan aquadest hingga tanda batas 10 ml lalu digojog hingga
homogen.
Ditimbang asam salisilat sebanyak 40 mg lalu dimasukkan ke dalam beaker
glass.
Dipipet masing-masing 0,1; 0,2; 0,3; 0,4; 0,5 ml larutan stok FeCl
3
1 mg/ml dan
dimasukkan ke dalam labu ukur 5 ml.
Larutan stok FeCl
3
10% b/b dipipet sebanyak 0,0775 mL kemudian
dimasukkan ke dalam labu ukur 10 ml.
Ditambahkan aquadest secukupnya kemudian diaduk hingga larut dan
dimasukkan ke dalam labu ukur 100 ml.
Ditambahkan akuadest hingga tanda batas 100 ml dan digojog hingga homogen.
Masing-masing labu ukur ditambahkan larutan asam salisilat hingga
tanda batas 5 ml dan digojog hingga homogen.
Masing-masing larutan dipipet sebanyak 1 ml kemudian dimasukkan ke
dalam labu ukur 5 ml.
Masing-masing labu ukur ditambahkan aquadest hingga tanda batas 5
ml dan digojog hingga homogen (diperoleh 5 variasi kadar larutan
kompleks besi (III) salisilat.
- Penentuan panjang gelombang maksimum kompleks Besi(III) Salisilat




- Pembuatan kurva kalibrasi dari larutan standar kompleks Besi (III) Salisilat




- Penentuan kadar FeCl
3
pada sampel









7. Ada 3 jenis kromofor sederhana, yaitu :
Ikatan ganda antara 2 atom yang tidak memiliki pasangan elektron bebas.
Contoh : C = C
Ikatan ganda antara 2 atom yang memiliki pasangan elektron bebas
Diambil 1 larutan stok dari 5 variasi kadar larutan dengan kadar tertentu
Ditentukan panjang gelombang maksimumnya
Diukur nilai absorbansi dari kelima larutan kompleks besi (III) salisilat dengan
komsentrasi yang berbeda pada panjang gelombang yang sama
Dibuat kurva kalibrasi denga persamaan regresi linear y= ax + b
Larutan FeCl
3
1 mg/ml dipipet sebanyak 0,3 ml kemudian dimasukkan ke
dalam labu ukur 5 ml
Ditambahkan larutan asam salisilat hingga tanda batas 5 ml dan digojog
hingga homogen.
Larutan tersebut dipipet sebanyak 1 ml kemudian dimasukkan ke dalam
labu ukur 5 ml.
Ditambahkan aquadest hingga tanda batas 5 ml dan digojog hingga
homogen.
Contoh : C = O
Cincin Benzena
Jika beberapa kromofor berhubungan maka absorpsi menjadi lebih kuat dan berpindah
ke panjang gelombang yang lebih panjang (Wiryawan dkk., 2008).

8. Absorbansi dari absorbing derivative inilah yang diukur absorbansinya, bukan larutan
analit asal. Metode ini memerlukan tiga persyaratan agar diperoleh hasil yang akurat dan
teliti.
Persyaratan yang dimaksud antara lain :
a) Reaksi harus kuantitatif (yakni memiliki konstanta keseimbangan yang besar) sehingga
seluruh analit dapat diubah menjadi absorbing derivative.
b) Reagen yang digunakan harus tidak menyerap pada panjang gelombang dimana
derivative yang dihasilkan menyerap.
c) Absorbing derivative yang dihasilkan harus memenuhi Hukum Beer. (Wiryawan, dkk.,
2008)