Anda di halaman 1dari 22

1

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . i
DAFTAR ISI . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1
BAB I : PENDAHULUAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2
A. Latar Belakang . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2
B. Rumusan Masalah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 3
BAB II : PEMBAHASAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 4
A. Sejarah Lahirnya Arsitektur Purna Modern . . . . . . . 4
B. Definisi Arsitektur Purna Modern . . . . . . . . . . . . . 5
C. Unsur dan Aliran Arsitektur Purna Moderen . . . . . . . . 6
1. Canonic Classicism . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 7
2. Modern Traditionalism . . . . . . . . . . . . . . . . . . 7
3. Ironic Classicism . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 9
4. Latent Classicism . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 12
5. Fundamentalist Classicism . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 13
D. Dalil-dalil konsep dasar Arsitektur Purna Moderen . . . 15
E. Ciri-ciri Arsitektur Purna Moderen . . . . . . . . . . . . . . 17
F. Contoh-contoh bangunan Purna-Moderen . . . . . . . . . 17
BAB III: PENUTUP . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 21
A. Kesimpulan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 21
DAFTAR PUSTAKA . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 22

2

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
Tidak dapat kita pungkiri bahwa kehidupan manusia sangat berhubungan erat
dengan perkembangan arsitektur. Karena arsitektur merupakan pengetahuan yang
menghubungkan antara manusia dengan lingkungan alam tempat tinggal manusia.
Hubungan antara manusia dengan ilmu arsitektur sudah ada sejak dahulu kala
semenjak
manusia sadar akan keberadaannya di alam, dan timbul keinginannya untuk
mulai berinteraksi dengan keadaan disekitarnya. Walaupun pertamanya manusia itu
hidup nomaden atau berpindah-pindah tempat, namun keinginannya untuk tinggal
sudah ada. Sehingga nalurinya untuk membuat tempat tinggal memaksakan dia
melakukan tujuan tersebut demi keamanan dan kenyaman dirinya.
Maka dari itu ilmu arsitektur sudah dikenal semenjak manusia mulai
mengenal alam lingkungannya. Dan ilmu tersebut sudah mengalami berbagai bentuk
perkembangan yang banyak membawa perubahan didalam kehidupan manusia.
Karena manusia itu sendiri ingin agar semua kebutuhannya terhadap tempat tinggal
dapat terpenuhi dengan baik.
Perkembangan arsitektur dari jaman-kejaman banyak mengalami perubahan
yang sangat besar, dan mempunyai dampak yang sangat besar untuk kelangsungan
dari arsitektur. Sebelum terjadinya atau berkembangnya arsitektur purna modern,
ada masa dimana semuanya akan berasal dari sini. Sebelum ada arsitektur purna
modern, ada arsitektur modern yang sudah banyak mengalami penyesuaian dengan
keadaan yang ada.

3

Perkembangan arsitektur pada masa ini dilakukan secara bertahap. Sebelum
itu sebenarnya pada diri arsitektur sendiri terjadi satu kali perubahan yang sangat
besar yaitu terjadi pada abad ke-19. Dimana pada saat ini arsitektur dipandang
sebagai sebuah karya seni bangunan.Setelah itu mulailah berkembang arsitektur
baru dengan tujuan dan fungsi yang baru pula.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah, maka rumusan
masalahnya adalah :
Mengetahui dan memahami secara jelas inti pokok dari beberapa uraian
mengenai perkembangan arsitektur Purna Moderen semenjak lahirnya hingga
masa berlalunya dan tokoh-tokoh yang memprakarsai arsitektur Purna
Moderen.











4

BAB II
PEMBAHASAN


A. Sejarah Lahirnya Arsitektur Purna Modern
Arsitektur ini mempunyai rupa atau wajah yang baru, dengan bentukan
geometris, dimana hal ini disesuaikan dengan keadaan yang ada disana, dan
mempertimbangkan semua hal yang berhubungan dengan kebutuhan hidup
manusia. Perkembangan arsitektur ini berlangsung selama setengah abad. Waktu
ini memang merupakan waktu yang sangat singkat untuk sebuah perkembangan
yang mencakup semua kehidupan manusia. Perkembangan ini berlangsung kira-kira
tahun 1920-1960. Sehingga pada masa ini banyak sekali yang terjadi didalam diri
arsitektur, dengan waktu perubahan yang sangat singkat, dan dengan ruang lingkup
perubahan yang sangat besar.
untuk bisa menciptakan hal yang besar membutuhkan kelengkapan yang
besar pula.Tidak heran pada saat itu arsitektur dapat menembus batas budaya dan
geografi. Untuk dapat menciptakan hal tersebut, maka terjadi satu perubahan yang
sangat besar didalam diri arsitektur, yaitu menghilangkan semua ornamen didalam
desainnya.Sehingga desain-desain yang ada mengalami penyeragaman.
Sebelumnya terdapat masa dimana aliran ini (Arsitektur Moderen) mengalami
puncaknya, yang dinamai modern puncak. Dimana tokoh-tokohnya antara lain :
1. Aalto
2. Lee Corbusier
3. Frank Lloyd WrightMies
4. Van Der Roh
5

Hanya ada satu gaya internasional, karena semua desain yang ada
mempunyai bentuk dasar yang sama, dengan tidak adanya ornamen pada
bangunan, dan dapat dikatakan pada masa ini arsitekturnya tidak ada gaya. Pada
masa ini (Arsitektur Moderen puncak) berkeyakinan bahwa semakin sederhananya
bentuk dari arsitektur itu sendiri, maka bangunan tersebut dapat dikatakan semakin
baik. Para arsiteknyapun pada masa ini tidak memiliki ciri khas tertentu, karena
sudah mengalami penyeragaman semuanya. Dan bentukan serta metode yang
digunakan disesuaikan dengan fungsi dari pada bangunan.
Setelah berlangsung beberapa kurun waktu, maka mulai timbul suatu
kebosanan didalam masyarakat, dengan desain-desain arsitektur yang ada. maka
mulailah terjadi pergejolakan didalam arsitektur. Banyak yang menentang dengan
desain yang sudah ada. Mulailah ada pemikiran-pemikiran baru bagaimana cara
mengatasi kebosanan para konsuman tersebut. Maka mulai dibuat desain-desain
baru yang lebih diinginkan oleh konsumen.
Masa kejayaan bagi arsitektur modernpun sudah hilang, dengan timbulnya
aliran baru yang lebih baik dan dapat lebih diterima oleh para konsumen. Bentuk
desain yang baru lebih dikenal dengan sebutan arsitektur Post Modern. Didalam
arsitektur post modern sendiri dapat dibagi lagi kedalam beberapa bagian, salah
satunya adalah Purna Modern. Dari sinilah nantinya berkembang arsitektur purna
modern.

B. Definisi Arsitektur Purna Modern
Purna Modern merupakan pengindonesiaan dari post-modern versi Charles
Jencks. Purna modern merupakan salah satu bagian dari aliran dalam arsitektur
yang menentang arsitektur modern. Dalam pernyataannya, arsitektur purna-modern
kemudian menyatakan dirinya sebagai arsitektur yang sudah meninggalkan
arsitektur modern.
6

Arsitektur itu penuh kompleksitas dan kontradiksi itulah pendapat dari
Robert Venturi. Di sini kejujuran berarsitektur dituntut untuk juga berjujur diri dalam
mengungkapkan yang kompleks dan yang kontradiktif. Wajah dan rupa arsitektur
yang serba kotak tanpa emosi itu jelas tak mengungkapkan kejujuran itu, hal itu
dapat dikatakan hanya sebuah tindakan melarikan diri dari kenyataan era modern
yang kompleks dan kontradiktif tersebut.
Arsitektur purna-modern mendapatkan keabsahannya/pengakuan adalah
dengan adanya rupa arsitektur yang geometrik dan ornamental/dekoratif. Sebutan
berkode ganda pun akhirnya disematkan pada arsitektur purna-modern yang
memiliki makna bahwa arsitektur purna-modern mempergunakan dua unsur utama
dalam mendesain bangunan yaitu bagian geometrik dan bagian ornamental. Maksud
dari dua bagian tersebut adalah ingin menunjukkan hubungan antara masa lalu
dengan masa sekarang. Bagian dari geometrik adalah untuk menunjukkan masa
kini, dan bagian yang ornamental adalah untuk menunjukkan bagian masa lalu serta
memberikan cita rasa artistik. Tetapi perlu diperhatikan bahwa purna-modern
bukanlah berarti menempeli bagian yang masa kini dengan masa lalu (ornamen)
ataupun sebaliknya tertapi merupakan suatu kombinasi yang saling menyatu padu
antara yang geometrik dan ornamental. Sehingga untuk mendapatkan tujuan
tersebut, arsitek terlebih dahulu melakukan perubahan perubahan baik terhadap
unsur unsur geometri mauoun unsur unsur masa lalu (ornamen).
Dengan persatuan antara bagian geometrik dan bagian masa lalu maka rupa
arsitektur kini telah diberi baju, tak peduli apakah baju tersebut adalah sebuah tatoo
atau hanya baju yang berupa tempelan yang mendatangkan keelokan dan kenangan
yang sangat komunikatif.

C. Unsur dan Aliran Arsitektur Purna Moderen
Arsitektur purna-modern dalam perkembangannya mengalami pembagian
pembagian aliran lagi. Pada dasarnya pembagian tersebut adalah berdasarkan
sejauh mana pemakaian unsur unsur yang menjadi unsur utama dalam arsitektur
7

purna modern, yaitu antara penggunaan unsur geometri dan unsur masa silam.
Terdapat 5 aliran yang terdapat pada arsitektur purna-modern, yaitu :
1. Canonic Classicism.
Keberadaan Canonic Classicism, yang merupakan salah satu aliran
arsitektur Purna Modern yang sangat dekat dengan budaya dan tradisi,
seakan-akan menjadi obat bagi kejenuhan terhadap bentuk arsitektur
Modern yang monoton. Hal ini dikarenakan arsitektur Canonic Classicism ini
lebih menonjolkan wujud bangunan klasik, sementara unsur modern-nya lebih
tampak pada bahan bangunan, maupun aturan dalam membangun.
Arti kata dari canonic adalah pengumpulan peraturan-peraturan atau
data-data atau dalih-dalih agama. Dalam kamus juga berarti pengumpulan
norma atau ukuran-ukuran. Jadi arti kata Canonic Classicism sendiri berarti
pengumpulan nilai-nilai, ukuran-ukuran dari tradisi dan budaya.
Pendekatan utama yang dianut oleh aliran arsitektur Purna Modern
adalah tiga prinsip utama Vitruvius, yakni fungsi, kekokohan dan keindahan.
Sedangkan yang paling ditekankan dalam arsitektur Canonic Classicism
adalah segi keindahan. Para penganut Canonic Classicism yakin bahwa gaya
klasik adalah bahasa yang terpenting, sehingga terdapat kecenderungan
bahwa mereka tidak peduli dengan modernitas.
Tokoh-tokoh yang berperan besar dalam perkembangan arsitektur Canonic
Classicism adalah Quinlan Terry, John Blateau, Christian Langlois, Henry
Cobb, Allan Greenberg, Geoffrey Scotts, Raymonderith dan John Barrington.
2. Modern Traditionalism.
Pada awalnya, nilai modernitas hanya sebagai perpanjangan tangan,
alat penyaring terhadap nilai-nilai tradisional dan budaya, sehingga seringkali
timbul kombinasi antara nilai tradisi dan nilai modernitas. Hasil yang didapat
melenceng, baik dari nilai tradisi yang penuh makna dan simbolis maupun
dari nilai modernitas yang kaku dan monoton, dan hasilnya yang besar adalah
sebuah aliran yang berasal dari pencampuran, dimana pada akhirnya disebut
8

sebagai aliran Modern Traditionalism. Oleh karena itulah, arsitektur Modern
Traditionalism lebih cenderung dapat membuka diri terhadap kebudayaan
lama sekaligus teknologi modern dan estetika, dimana merupakan gabungan
antara tradisional dan modern (walau pada kenyataannya sedikit sekali unsur
modern yang digunakan).
Unsur tradisional dan budaya yang paling sering digunakan adalah
gaya Art Deco: sebuah campuran antara Cubist-inspired European
Modernism dengan penyederhanaan, bentuk ritmik yang sama, pengadopsian
bentuk Pre-Columbian dan Navajo zigzag yang eksotis, permainan warna dan
material yang bercahaya seperti plastik, aluminium, dan stainless steel dipadu
dengan batu dan kayu yang terlihat mahal dan eksklusif.
Tokoh-tokoh yang berperan dalam arsitektur Modern Traditionalism
adalah Michael Graves, Stanley Tigermann, Stern & Taylor, Kohn Pederson
Fox, Rose, Robert A.M Stern, John Outram, Gordon Smith, Kevin Roche dan
Kliment & Halsband. Beberapa tokoh tersebut memiliki pendapat masing-
masing mengenai ciri-ciri bangunan Modern Traditionalism.
-Rose mengartikannya dengan ciri modern-nya berupa penggunaan teknologi
modern dan menggunakan panel-panel yang polos, sedangkan pada ciri
tradisionalnya menggunakan material yang tradisional untuk fasadenya, yakni
berupa batu alam seperti grey stone, lime stone, dan lainnya.
-John Outram menjelaskan ciri bangunan Modern Traditionalism secara
berbeda. Ciri modern-nya tampak pada penggunaan rangka baja, system
utilitas yang modern, system struktur yang modern serta penggunaan baja I.
Sedangkan ciri tradisionalnya terlihat pada tampak bangunan yang
menggunakan detail-detail tradisional, menggunakan material tradisional
(bata), kolomnya besar (ciri khas struktur Yunani dan Romawi), juga adanya
bentukan seperti pada jaman Mesir Kuno.
-Sedangkan Robert A.M Stern, menjelaskan bahwa ciri modern bangunan
arsitektur Modern Traditionalism terlihat pada struktur portal, penggunaan
curtain wall kaca, kebutuhan ruang modern, yakni untuk office building. Ciri
9

tradisionalnya terlihat adanya paviliun, finishing menggunakan bata, tampak
bangunan mengesankan gaya Italian Renaissance dan Anglo-African
Italianate, selain itu juga menggunakan material batu merah dan batu alam.
Robert A.M Stern menjelaskan bahwa arsitektur Modern Traditionalism tidak
bermaksud untuk membentuk atau membuat suatu aliran baru yang mandiri,
namun aliran Modern Traditionalism ini adalah sebuah karya yang
berpedoman pada perasaan dan hasil kombinasi dari segi modern dan pra
modern. Bangunan karya Modern Traditionalism adalah sebuah hasil karya
modern, namun bukan merupakan aliran modern itu sendiri.
Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa bangunan yang beraliran Modern
Traditionalism adalah aliran dimana bangunan tradisional tetap tampak
seperti bangunan tradisional, padahal sebenarnya bangunan itu merupakan
bagian dari suatu desain, teknologi, memiliki identitas yang estetikal dan
momen sejarah. Sifat moral arsitektur ditinggalkan, berganti pada sesuatu
yang lebih bersifat politis dan ideologis daripada bersifat structural dan real.
Oleh karena itulah, arsitek masa kini berusaha mengubah seni yang individual
atau ideal menjadi sesuai dengan teknik bangunan yang baru.
3. Ironic Classicism.
Aliran Ironic Classicism ini sebenarnya terletak di antara gaya klasik
dan modern, sehingga mencerminkan kebudayaan yang heterogen pula.
Elemen klasik atau tradisional banyak diterapkan pada tampak bangunan
walaupun tidak sepenuhnya memiliki fungsionalisasi tertentu, melainkan
hanya sebagai kepura-puraan belaka, meski ada sedikit kegunaannya.
Ironic Classicism sendiri disebut juga sebagai semiotic, dimana mereka
selalu melawan standard dari bangunan kontemporer teknik dan cenderung
menghilangkan massa. Masih terdapat hubungan dengan system-sistem
tradisional, tapi juga masih ada sedikit perbedaan. Mereka menerima
teknologi semata-mata karena segi ekonomi.
Elemen Classicism yang biasa digunakan adalah kolom, pedimen yang
digunakan sebagai semiotic overlay, namun ironisnya terdapat kontradiksi
10

modernist dan klasikal karena bangunan modernist merupakan estetik
rasional simbolik yang dicapai lewat ekspresi struktur, sedangkan klasikisme
tidak demikian halnya, karena mereka menganggap bahwa elemen dari
arsitektur klasik adalah salah satu cara untuk memberi makna pada arsitektur,
jadi elemen dari cultural yang selalu popular.
Tokoh-tokoh arsitek dalam aliran Ironic Classicism adalah Robert
Venturi, James Stirling, Robert Graham, Charles Moore, Michael Graves,
Phillip Johnson, Frank O. Gehry, Arata Isozaki, Terry Farrel, Charles Jenks
dan Frank Israel.
-Menurut Charles Jenks, dirinya menganut Free-Style Classicism, dimana
terkandung perkembangan nilai-nilai tradisi dan budaya yang sebenranya
bukan merupakan arsitektur klasik seperti gaya Mesir, Gothic, Mannerist dan
Post Modern. Alasannya menggunakan style yang demikian adalah untuk
tujuan filosofis dan nilai sejarah. Charles Jenks berpendapat bahwa bukan
hanya sekedar keberadaan bentuk, proporsi, ornamen dan dinding saja, akan
tetapi ada banyak overlapping untuk menunjukkan perhatian dan keinginan
untuk menjadi bagian dari tradisi dan budaya klasik.
-Robert Venturi, mengambil suatu gaya yang betul-betul lain arahnya,
dimana gaya tersebut membawa dirinya ke ambang pintu Second Modernism.
Dia mengeluarkan suatu pernyataan less is bore, karena menurutnya
seharusnya sebuah arsitektur itu harus hybrid, tidak murni; menentang, tidak
mengenai orang tertentu; rumit, tidak sederhana; tidak konsiten, tidak
bersih; asli, bukan buatan. Ia menjelaskan bahwa gaya yang dia anut
merupakan penangkal racun dari modernitas dan contoh dari praktek
historical. Ia tidak pernah menerapkan suatu ornamen secara langsung ke
dalam bangunannya karena ia menganggapnya terlalu mudah. Contoh
bangunannya: Chestnut Hill House, Philadelphia (1962)
-Charles Moore, salah seorang arsitek kawakan pada zaman Ironic
Classicism menyatakan bahwa sebuah gedung haruslah betul-betul
menampakkan fungsinya. Gaya yang dianutnya adalah Neoclassical
extravaganza yang menyebabkan arsitektur Post Modern sebagai gerakan
11

yang mengambil alih dunia arsitektur yang progresif. Contoh bangunannya:
Piazza d`Italia, New Orleans (1975).
- Michael Graves, banyak orang berpendapat bahwa tidak ada arsitek
kontemporer lainnya yang seperti Michael Graves, yang pernah memasukkan
unsur tradisional dan budaya yang arcuated dan trabeated, atau yang
menciptakan suatu desain yang sedemikian bertenaga dan imagi yang
penuh mistery. Graves mengatakan bahwa sudah sejak kecil, sehingga
tidaklah mengherankan bagi kita saat kita melihat hasil karyanya, Portland
Building, mengingatkan kita pada warna-warna kesukaan anak-anak. Ia
menyukai struktur yang simple, seperti mainan balok anak-anak dan memiliki
bentukan tradisional atau klasik yang indah. Gaya klasik yang banyak
dipakainya dalam bangunannya adalah Neoclassical.
- James Stirling, hasil rancangannya lain dari para arsitek Ironic Classicism
lainnya. Ia menghasilkan hasil rancangan yang keluar dari aturan, seolah-olah
ia ingin menggebrak semua aturan yang berlaku selama ini. Gayanya yang
seolah-olah ingin memberontak ternyata diimbangi dengan memasukkan
unsure-unsur tradisional dalam bangunannya. Hal ini nampak pada
pemakaian batu sebagai system konstruksi utamanya. Contoh bangunannya:
Neue Staatsgalerie, Stuttgart (1977).
-Phillip Johnson, adalah seorang arsitek yang penuh semangat dari
Amerika. Ia menganut aliran klasik modern. Sebenarnya ia adalah seorang
yang kritis dan berani, namun terkadang kekritisannya itu tidak diimbangi
dengan keegoisannya, sehingga seringkali ia akhirnya menemui jalan buntu
dalam menciptakan suatu hasil karya. Hasil karyanya yang terkenal adalah
AT & T Building, dimana ia menunjukkan adanya paling tidak tiga bentuk
tradisional atau klasikal. Yang pertama pada fasade utamanya yang
mengambil gaya Brunelleschi`s Pazzi Chapel (dengan ekstra loggia bays),
pada bagian interior, terlihat adanya unsure tradisional Roma termasuk
dekorasinya dan pada area lobby dapat terlihat adanya nilai historical
Perancis pada abad ke 18.
12

-Arata Isozaki, seorang arsitek Jepang yang pada masa Ironic Classicism
banyak sekali menghasilkan bangunan-bangunan yang bernafaskan Jepang-
modern. Ia banyak mengambil bentukan-bentukan dari unsure tradisional luar
negeri, dan menggabungkannya dengan arsitektur Jepang yang penuh
dengan makna pada setiap goresannya. Isozaki lebih banyak memikirkan
desainnya agar orang dapat langsung melihat hasil bangunannya sebagai
bangunan tradisional, dan itu tidak terbatas pada unsure tradisional Jepang
saja. Contoh bangunannya: Fujimi Country Club, Oita (1973).

4. Latent Classicism.
Terdapat banyak penonjolan aspek modern dalam hal pemilihan
warna, bahan, tekstur, proporsi (dalam wujud bangunan banyak mengambil
tradisi modern), sedangkan aspek tradisional hanya diterapkan pada aturan-
aturannya. Inilah pengertian dari arsitektur Latent Classicism.
Secara umum ciri-ciri utamanya adalah memadu madankan komposisi
klasik dengan hasil teknologi modern. Bangunan-bangunannya cenderung
menentang Le Corbusier dan condong ke arah Banal, sedangkan
strukturnya lebih condong ke arah Auguste Perret dan disesuaikan dengan
pemandangan Paris. Latent Classicism ingin merealisasikan Modern
Classicism (pada zaman modern) dengan teknik bangunan yang lebih
kontemporer. Konstruksinya sendiri merupakan gabungan dari bentuk-bentuk
yang sudah ada, pada tampak bangunannya tidak terlihat adanya elemen-
elemen ornamentalis dan menggunakan semaksimal mungkin bentuk-bentuk
dari aliran klasik.
Tokoh-tokoh arsitek pada zaman Latent Classicism antara lain adalah
Jaquelin Robertson, Taft Architect, Mario Campi, Mario Botta, Auguste Perret
dan Kevin Roche.
- Auguste Perret, salah seorang arsiteknya memiliki kombinasi style antara
neogothic style dan neoclassicism yang dipadukan dengan gaya modern.
13

Violet le Duc dan Julien Guadet adalah orang-orang yang berjasa bagi Perret
dalam menemukan jati dirinya dalam desainnya. Dalam pikirannya, beton
dapat menjadi material yang membentuk tubuh bangunan yang ekspresif
dan memiliki nilai tradisi dan budaya. Kontribusi Perret dalam dunia arsitektur
menyebabkan dirinya disebut sebagai orang yang mengubah beton menjadi
material yang ningrat. Contoh bangunannya adalah Notre Dame du Raincy.
-Mario Botta, salah seorang arsitek pada zaman Latent Classicism memiliki
style New Tuscan, sebagian karena memiliki struktur yang simpel sedangkan
sebagian lainnya karena meliki sifat aristocrat dan proletar, sehingga
bangunan yang ditampilkannya terlihat sederhana namun megah dan
bersahaja. Contoh bangunannya adalah Culture Center in Chambery (1982)
dan Museum of Modern Art (1990).
5. Fundamentalist Classicism.
Apabila Canonic Classicism adalah aliran arsitektur yang paling dekat
dengan arsitektur tradisional, maka arsitektur Fundamentalist Classicism
justru kebalikannya. Arsitektur Fundamentalist Classicism merupakan aliran
arsitektur Purna Modern yang paling dekat dengan modernitas. Oleh sebab
itulah, unsur klasik pada bangunan-bangunannya sudah lebih jauh
ditinggalkan, yang tersisa adalah unsur modernism. Namun bagaimanapun
juga, aturan tradisional masih diterapkan dalam penyusunan bangunannya.
Pengertian dari aliran Fundamentalist Classicism sendiri adalah suatu
aliran yang mengikuti tradisi, perubahan kembali dalam arsitektur pada suatu
waktu yang berurutan, berkaitan dengan permintaan untuk kembali ke asal,
dimana ekspresi yang dipakai tidak lekang dimakan waktu.
Bangunan arsitektur Fundamentalist Classicism lebih mementingkan
logika dan komposisi massa bangunan, memberi penekanan pada pemberian
esensi dari bentuk-bentuk arsitektur, yakni dengan tidak mengabaikan
ornamen, namun juga tidak mengeksposnya secara berlebihan. Selain itu,
bangunan Fundamentalist Classicism dianggap berasal dari struktur dan
konstruksi, karya-karyanya seolah-olah tidak memerlukan detail, karena ingin
14

memurnikan bentuk-bentuk geometric, terdapat sedikit dari ciri regionalism
atau menyesuaikan dengan daerah dimana arsitektur itu berdiri. Selain itu
terdapat pula bentuk-bentuk portico. Bangunan Fundamentalist Classicism ini
lebih mementingkan fungsionalisasi bangunan dan berusaha mencari
classicism yang abadi. Beberapa lingkup masyarakat menyebut
Fundamentalist Classicism dengan nama Neo-Rationalist.
Arsitek-arsitek yang terkenal pada zaman arsitektur Fundamentalist
Classicism adalah Aldo Rossi, Rafael Moneo, Miguel Garray & Jose I
Linazaroso, Batey & Mack, Duany & Plater Zyberk, Alexander Tzannes,
Demetri Porphyrious dan Robin Esple Dods.
-Aldo Rossi, memiliki pengertian arsitektur Fundamentalist Classicism
sebagai cult-figure status sebagai pedoman dalam pengertian yang miskin,
dan ia bangga disebut sebagai seorang yang Neo-Rationalist. Ia
menggunakan analogy dan rasio dalam mendesain bangunannya yang rata-
rata beraliran Fundamentalist Classicism. Aldo Rossi percaya bahwa suatu
nilai sejarah bukanlah sesuatu yang sederhana, melainkan sesuatu yang
terus menerus berhubungan (a series of things) dari obyek-obyek yang
mengharukan untuk digunakan sebagai kenangan di dalam desain. Contoh
karyanya adalah: Casa Aurora, Turin (1984)
-Miguel Garray & Jose-Igancio Linazaroso adalah dua orang arsitek yang
bekerja sama dalam mendesain bangunan Fundamentalist Classicism. Bagi
mereka, bukanlah hal yang sulit untuk memasukkan ornamen-ornamen atau
nilai tradisional dan budaya dalam bangunan mereka, asalkan hal itu
menambah gaya dalam bangunannya. Nilai historis tidak diabaikan, namun
penempatannya dalam bangunan tetap dipertimbangkan agar cocok di
dalam bangunan.
-Contoh karya bersama mereka adalah: School at Ikastola, Basque Country &
Town Hall (1981).Contoh karya Garray: Casa Mendiola, Andoian, Basque
Country (1978). Contoh karya Linazaroso: Main Square at Azcoita (1982).
15

-Sedangkan Demetri Porphyrios berpendapat bahwa saat kita melihat suatu
bangunan, ada dua hal yang kita pikirkan yakni kegunaannya dan bagaimana
bangunan tersebut berfungsi. Menurutnya, teknik konstruksi dan penempatan
alat perlindungan (tempat bernaung) yang luas adalah pedoman yang utama
dalam membangun. Bunyi bangunan akan menunjukkan solusi yang sama
atau tipical, karakteristik yang formal menunjukkan nilai-nilai simboliknya.
Contoh bangunannya adalah: Highgate Pavilion, London (1981).
-Rafael Moneo adalah seorang yang mengidolakan Aldo Rossi. Ia turut
menggunakan analogy dan rasio dalam desainnya. Contoh bangunannya
adalah: National Museum of Roman Art, Merida (1985).
- Duany & Plater Zyberk menggunakan seminimal mungkin ornamen-
ornamen atau detail-detail tradisional, padahal bangunan yang diciptakannya
adalah bangunan yang bernafaskan tradisional. Hal ini yang menyebabkan
hasil karya kedua orang ini kurang diminati karena menimbulkan perasaan
jengah dan sebal karena minimnya unsur-unsur tradisional yang dipakainya
dalam bangunannya. Hasil karya kedu orang ini sebetulnya lebih cenderung
ke arah arsitektur modern.

D. Dalil-dalil konsep dasar Arsitektur Purna Moderen
Charles Jencks dalam kesempatannya, menyatakan dalil tentang arsitektur
purna-modern, terdapat 13 dalil yang menyatakan konsep dasar dari arsitektur
purna-modern. Dalil dalil tersebut adalah sebagai berikut:
UMUM
1. Multi valensi adalah diperoleh dari single valensi, imajinasi melebihi khayalan.
2. Kompleksitas dan kontradiksi adalah melebihi kesederhanaan (over-simplicity)
dan minimalis.
16

3. Teori kompleksitas dan chaos adalah dipertimbangan didalam dasar alami yang
dinamis; yaitu lebih alami adalah tidak linear didalam pendekatannya daripada
yang linear.
4. Kenangan dan sejarah adalah tidak dapat dihindari di dalam DNA, bahasa, style,
dan kota.
LINGUISTIK DAN ASTETIK
5. Semua arsitektur tidak dapat menghindarkan dirinya dari kode (unsur unsur),
karena merupakan bahasa dan simbolik dari arsitektur, karena itu berkode ganda
dengan kode antara yang profesional dan yang popular.
6. Semua kode (unsur) adalah dihasilkan oleh komunitas semiotik dan aneka
macam kebudayaan, oleh karena itu diperlukan banyak kebudayaan untuk
dijadikan sebagai dasar desain dalam Radical Eclecticism.
7. Arsitektur adalah bahasa publik, oleh karena itu diperlukan Purna-modern
klasikisme yang mana merupakan bagian dasar dalam universal arsitektur dan
mengganti teknologi.
8. Arsitektur memerlukan ornamen (atau pattern) yang mana menjadi sesuatu yang
simbolik dan simponik, oleh karena itu diperlukan hubungan antara teori teori
yang dijadikan informasi.
9. Arsitektur memerlukan metafor.
URBAN, POLITIK, EKOLOGI
10. Arsitektur harus berasal dari kota, karena itu kontekstualisme, Collage city, neo-
rasionalisme, perencanaan small-block, dan penggunaannya secara bersama
dan usia dari bangunan.
11. Arsitektur selalu menjadi sosial kristalisasi dan di dalam perkotaan yang global
kini, heteropolis, memiliki banyak makna prularisme di dalam bagian etnik, oleh
karena itu diperlukan partisipasi desain.
17

12. Arsitektur harus menghadapkan dirinya kepada kenyataan ekologi dan itu berarti
adanya yang menopang perkembangan.
13. Kita hidup didalam alam yang memiliki kejutan, kreativitas, dan penaturan diri
secara universal yang selalu terjaga hingga adanya solusi yang beraneka ragam,
oleh karena itu diperlukan arsitektur kosmogenik yang menampilkan kritikisme,
dan proses.

E. Ciri-ciri Arsitektur Purna Moderen
1. Ditandai dengan munculnya ornamen, dekorasi dan elemen elemen kuno
tetapi dengan melakukan transformasi terlebih dahulu terhadap elemen elemen
yang kuno tersebut.
2. Menyertakan warna dan tekstur menjadi elemen arsitektur yang penting yang
ikut diproses dengan bentuk dan ruang.
3. Yang dikomunikasikan adalah identitas regional, identitas kultural, atau identitas
historikal. Hal hal yang masa silam tersebut dikomunikasikan, sehingga orang
mengetahui bahwa arsitektur itu hadir sebagai bagian dari perjalanan sejarah
kemanusiaan.
4. Memiliki kepedulian yang tinggi kepada masa silam.
5. Yang ditonjolkan sebagai fungsi adalah fungsi fungsi metaforik dan historikal.
6. Bentuk menempati posisi yang lebih dominan daripada ruang.

F. Contoh-contoh bangunan Purna-Moderen
Ada beberapa contoh bangunan yang akan kita bahas berikut ini , yaitu:
18

1. New Museum at Stuttgart

Pada bangunan ini banyak diterapkan hal-hal yang ada pada purna modern,
yang ditekankan pada pengolahan tampak interior dan tampak eksterior bangunan.
Pada bangunan ini sangat banyak membuat suatu bentukan yang terdapat
permainan estetika didalamnya, baik dari desain bentuk, maupun dari peramainan
dimensinya.
Untuk tampak luar bangunan, tidak terlalu banyak ada elemen dekoratif, dan
penempatan ornamen-ornamen bangunan juga sedikit, jadi tampak bangunan
berkesan sederhana, dan simpel. Pada bangunan ini banyak menggunakan bahan-
bahan masif, seperti dinding-dinding yang masif, dengan penempatan lubang
jendela yang sangat kecil, sehingga dinding yang tampak berfungsi sebagai dinding
pemikul.
Disisi lain dari bangunan juga ada satu daerah yang pengolahan bidangnya
berbeda dari daerah yang lain yang ada di bangunan tersebut. Pada daerah ini
dinding yang semula tegak lurus, diolah menjadi lebih dinamis, dengan
mempermainkan kemiringan daripada bidang tersebut. Pada daerah ini juga
dipermainkan bidang-nidang horizontal maupun vertikal, dan juga cara pemasangan
dari material bangunan yang diatur sedemikian rupa sehingga menciptakan suatu
kesan yang dinamis.
Pada bagian interior, bangunan ini banyak ditempatkan dan dipakai elemen-
elemen dekoratif yang berbentuk dinamis, artinya tidak kaku. Hal itu tampak pada
daerah rem, yang sekitar daerah tersebut pengolahan bagian interiornya sangat
klasik, karena semua elemen yang ada dipadukan , baik yang dinamis, maupun
yang bersifat kaku.
19

Pada daerah jendela, bangunan ini juga membuat suatu olahan bentuk, yang
memakai bentukan bulat, dan setengah lingkaran. Permainan dimensi pada
jendelanya juga dibuat sedemikian rupa, sehingga ada perbedaan dimensi antara
jendela yang satu dengan jendela yang lain.
2. Gulbenkian Foundation, Centre.

Hanya mempermainkan pengolahan bentuk yang sangat sederhana. Tetapi
pada pengolahan salah satu bagian dari tampak bangunan, terdapat pengolahan
yang lepas dari kesan yang ditimbulkan oleh bangunan. Pada daerah ini terdapat
perbedaan pengolahan bentuk, yang semulanya simetris, menjadi sangat dinamis,
dengan melakukan perubahan bentuk dari kotak menjadi setengah lingkaran.
Memang kalau kita hanya melihat dari luarnya saja , bangunan ini masuk ke
bagian bangunan yang beraliran modern. Tetapi kalau kita lihat lebih detail, pada
bangunan ini terdapat pengolahan bentuk elemen bangunan yang dapat
mengarahkan pada bagian purna modern.
Pada bangunan ini juga terdapat pegolahan dimensi untuk perulangan
elemen bangunan yang menghilangkan kesan monoton pada bangunan, dan juga
dilakukan pengolahan dimensi jendela, yang pada daerah paling luar dimensi
jendelanya lebih besar, sedangkan pada daerah dalam, dimensi jendelanya lebih
kecil.


20

3. The Royal Academy of Music and Drama

Pengolahan elemen bangunannya hampir sama dengan bangunan yang ada
di atas, tetapi pada bangunan ini lebih jelas permainan dimensi jendelanya. Pada
bangunan ini banyak memakai jendela dengan bentukan yang sama, tetapi dengan
ukuran yang berbeda. Dan juga terdapat permainan bidang-bidang horisontal dan
vertikal yang sangat jelas, yang dapat dilihat pada tampak depan bangunan. Pada
bagian dalam bangunan juga terdapat pengolahan dimensi jendela.
Demikian beberapa contoh bangunan yang dapat dikelompokkan kedalam
bangunan yang termasuk aliran purna modern. Sehingga dapat ditarik satu
kesimpulan bahwa bangunan pada aliran purna modern, banyak melakukan
pengolahan elemen-elemen bangunan, dan berusaha menghilangkan kesan kaku
dan simetris pada bangunan, dan juga selalu berpedoman dengan masa lampau,
dan berusaha membangkitkan kembali kemegahan arsitektur yang ada dimasa
lampau.





21

BAB III
PENUTUP


A. Kesimpulan
Memang setiap perkembangan yang terjadi didalam diri arsitektur membawa
banyak perubahan didalam kehidupan manusia, tetapi itu merupakan bagian dari
perjalanan hidup umat manusia. Tidak dapat kita pungkiri bahwa kehidupan manusia
sangat tergantung dengan alam, dan yang dapat mempersatukannya adalah
arsitektur.
Arsitektur purna modern merupakan hasil pembaharuan dari arsitektur
modern, tetapi arsitektur ini tetap berpedoman terhadap apa saja yang telah ada
didalam arsitektur modern. dan akan selalu menyesuaikannya dengan yang sudah
pernah terjadi didalam arsitektur modern. Untuk itu perkembangan dari arsitektur
akan tetap berlangsung selama manusia masih tetap berinteraksi dengan alam
lingkungannya, dan memerlukan beberapa pengembangan didalamnya.








22

DAFTAR PUSTAKA

http://ffredo.wordpress.com/2010/09/25/arsitektur-purna-modern/
file:///D:/tugas/perkembngan%20arsitektur2/purna%20moderen/purna%20m
odernn.htm
file:///D:/tugas/perkembngan%20arsitektur2/purna%20moderen/Purna%20m
odern.htm