Anda di halaman 1dari 27

Appendisitis

Pembimbing :
dr. Gatot Sugiharto, Sp.B



Sarah Eisya Putri

Stase Bedah BLUD RS Sekarwangi


Anatomi
organ limfoid membentuk produk
immunoglobulin, berbentuk
tabung, panjangnya kira-kira 10
cm (kisaran 3-15 cm) dengan
diameter 0,5-1 cm, dan berpangkal
di sekum.
Apendiks vermiformis disangga
oleh mesoapendiks
(mesenteriolum) yang bergabung
dengan mesenterium usus halus
pada daerah ileum terminale.

Anatomi

Mempunyai 4 lapisan :
Mukosa
Submukosa
muskularis eksterna/propria (otot longitudinal dan
sirkuler)
serosa.

Taenia anterior digunakan sebagai pegangan untuk
mencari apendiks.
Anatomi
Persarafan parasimpatis berasal dari cabang
n.vagus yang mengikuti a.mesenterika
superior dan a.apendikularis, sedangkan
persarafan simpatis berasal dari n.torakalis X.
Pendarahan apendiks berasal dari a.
apendikularis yang merupakan arteri tanpa
kolateral
Fisiologi
Apendiks menghasilkan
lendir 1-2 ml per hari.
Imunoglobulin sekretoar
yang dihasilkan oleh
GALT (Gut associated
Lymphoid tissue) ialah
IgA
Jaringan lymphoid
pertama kali muncul
pada apendiks sekitar 2
minggu setelah lahir.
Jumlahnya meningkat
selama pubertas, dan
menetap saat dewasa
Setelah usia 60 tahun,
tidak ada jaringan
lymphoid lagi di
apendiks dan terjadi
penghancuran lumen
apendiks komplit.
Definisi
proses radang apendiks yang
penyebarannya dapat dibatasi
oleh omentum dan usus-usus
dan peritoneum disekitarnya
sehingga membentuk massa
(appendiceal mass)
Etiologi
Obstruksi lumen merupakan penyebab
utama apendisitis.
hipertrofi jaringan limfoid
sisa barium dari pemeriksaan roentgen
diet rendah serat
cacing usus termasuk ascaris.
Trauma tumpul atau trauma karena
colonoscopy
erosi mukosa apendiks karena parasit
seperti E. Histolytica.
Patofisiologi
Dimulai dari acute
focal apendicitis
acute suppurative
apendicitis
gangrenous
apendicitis
(tahap pertama
dari apendisitis
yang mengalami
komplikasi)
dapat terjadi 3 kemungkinan :
perforated apendicitis, terjadi penyebaran
kontaminasi didalam ruang atau rongga
peritoneum akan menimbulkan peritonitis
generalisata.
terjadi apendisitis infiltrat jika pertahanan
tubuh baik (massa lama kelamaan akan
mengecil dan menghilang)
apendisitis kronis, merupakan serangan
ulang apendisitis yang telah sembuh.
Manifestasi klinis
nyeri di daerah
umbilikus atau
periumbilikus
Dalam 2-12 jam nyeri
beralih kekuadran
kanan,diperberat bila
berjalan atau batuk.
Anoreksia
Malaise
demam yang tidak
terlalu tinggi.
konstipasi
Mual dan muntah
nyeri abdomen
kanan bawah akan
semakin progresif.
Manifestasi klinis
Tanda awal
nyeri mulai di epigastrium atau regio
umbilikus disertai mual dan anoreksi
nyeri pindah ke kanan bawah dan
menunjukkan tanda rangsangan
peritoneum lokal di titik McBurney
nyeri tekan
nyeri lepas
defans muskuler
Manifestasi klinis
nyeri rangsangan peritoneum tidak
langsung
nyeri tekan bawah pada tekanan kiri
(Rovsing)
nyeri kanan bawah bila tekanan di
sebelah kiri dilepaskan (Blumberg)
nyeri kanan bawah bila peritoneum
bergerak seperti nafas dalam, berjalan,
batuk, mengedan
Psoas sign dan Obturator sign

Pemeriksaan Penunjang

Darah lengkap didapatkan leukosit ringan umumnya
pada apendisitis sederhana. Lebih dari 13.000/mm3
umumnya pada apendisitis perforasi. Tidak adanya
leukositosis tidak menyingkirkan apendisitis.
Hitung jenis leukosit terdapat pergeseran kekiri.
pemeriksaan urin, sedimen dapat normal atau
terdapat leukosit dan eritrosit lebih dari normal bila
apendiks yang meradang menempel pada ureter
atau vesika
Pemeriksaan penunjang
Radiologi
Gambaran perselubungan mungkin terlihat ileal atau
caecal ileus (gambaran garis permukaan air-udara
disekum atau ileum). Patognomonik bila terlihat
gambar fekalit
Pada CT Scan khususnya apendiceal CT,
lebih akurat dibanding USG.
untuk apendisitis akut pemeriksaan barium
enema merupakan kontraindikasi
Diagnosis
Diagnosis

Massa apendiks dengan proses radang yang masih aktif :
keadaan umum pasien masih terlihat sakit, suhu tubuh masih
tinggi;
pemeriksaan lokal pada abdomen kuadran kanan bawah masih
jelas terdapat tanda-tanda peritonitis;
laboratorium masih terdapat lekositosis dan pada hitung jenis
terdapat pergeseran ke kiri.

Massa apendiks dengan proses radang yang telah mereda:
keadaan umum telah membaik dengan tidak terlihat sakit, suhu
tubuh tidak tinggi lagi;
pemeriksaan lokal abdomen tenang, tidak terdapat tanda-tanda
peritonitis dan hanya teraba massa dengan batas jelas dengan
nyeri tekan ringan
laboratorium hitung lekosit dan hitung jenis normal.

Penatalaksanaan
Operatif
Terapi konservatif
komplikasi
Perforasi
Pelvic
abses
Subphrenic
absess
Intra
peritoneal
abses lokal
Steps of operation in appendicitis
Steps of operation in appendicitis
Steps of operation in appendicitis
Steps of operation in appendicitis
Steps of operation in retrocaecal
appendicitis
Steps of operation in retrocaecal
retroperitoneal appendicitis