Anda di halaman 1dari 4

Pada praktikum kali ini membahas tentang jaringan parenkim.

Jaringan parenkim ini


memiliki bentuk yang berbeda-beda yaitu parenkim palisade, bunga karang, bintang, dan
lipatan. Praktikum yang dilakukan yaitu mengamati bentuk-bentuk jaringan parenkim pada
tangkai daun Eichornia crassipes (eceng gondok), daun Ficus elastica (karet), ubi Ipomoea
batatas (ubi jalar), dan daun Oryza sativa (padi).
Pada tangkai daun Eichornia crassipes (eceng gondok) yang diamati di bawah mikroskop
dengan perbesaran 20 X lipat tampak jaringan parenkim yang bentuknya bulat tidak teratur.
Jaringan parenkim pada Eichornia crassipes (eceng gondok) berupa parenkim udara
(aerenkim). Aerenkim berfungsi sebagai penyimpan udara pada alat pengapung. Pada
aerenkim memiliki ruang-ruang antar sel (intercellular spaces) yang cukup besar. Di dalam
ruang antar sel terdapat udara yang memberikan sistem aerasi dan memberi kemampuan bagi
tumbuhan agar dapat terapung pada permukaan air. Ruang antarsel pada batang tumbuhan air
terjadi secara lisigen. Bagian sel induk yang berhadapan dengan ruang kecil menjadi rusak
sehingga terbentuk ruang antarsel yang dapat meluas. Ruang antarsel dilapisi oleh senyawa
yang berasal dari lamela.
Pada daun Ficus elastica (karet), yang diamati di bawah mikroskop dengan perbesaran 40 X
terlihat jaringan parenkim berupa parenkim palisade dan bunga karang. Parenkim palisade
memiliki bentuk sel yang panjang, tegak, dan terdapat kloroplas. Karena mengandung banyak
kloroplas parenkim palisade sangat bermanfaat bagi berlangsungnya fotosintesis (sintesa
karbohidrat). Di dalam kloroplas sering terdapat butir-butir tepung asimilasi. Parenkim bunga
karang terdiri dari beberapa lapis sel bebentuk hampir bulat dengan ruang antarsel yang
ukurannya relatif besar. Jaringan palisade masing-masing selnya mempunyai sitoplasma
(yang seakan-akan membentuk lapisan tipis yang melekat pada dinding sel). Didalam
jaringan bunga karang terdapat ruang sekresi berbentuk roset. Susunan jaringan bunga karang
tidak teratur.
Pada ubi Ipomoea batatas (ubi jalar), yang diamati di bawah mikroskop dengan perbesaran 20
X terlihat jaringan parenkim yang bentuknya bulat tidak beraturan dan memiliki dinding sel
yang tipis. Di dalam selnya terdapat butir-butir pati (amilum) yang berfungsi sebagai
penyimpan cadangan makanan.
Pada daun Oryza sativa (padi) yang diamati di bawah mikroskop dengan perbesaran 60 X
terlihat jaringan parenkimnya berupa parenkim lipatan. Parenkim lipatan merupakan
parenkim yang dindung selnya mengalami pelipatan kearah dalam serta banyak mengandung
kloropas. Dengan adanya kloroplas pada parenkim lipatan ini sangat membantu dalam proses
fotosintesis.
Menurut teori Jaringan parenkim disebut juga jaringan dasar karena dijumpai hampir disetiap
bagian tumbuhan, terdiri dari sel sel hidup dengan struktur dan fungsi yang bervariasi.
Berdasarkan bentuknya parenkim dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu parenkim palisade,
bunga karang, bintang dan lipatan.
a. Palisade merupakan parenkim penyusun mesofil, kadang pada biji berbentuk sel panjang,
tegak, banyak mengandung kloroplas.
b. Bunga karang merupakan parenkim penyusun mesofil daun, bentuk dan ukurnya tidak
teratur dengan ruang antar sel yang lebih besar.
c. Bintang (aktinenkim) berbentuk seperti bintang bersambungan ujungnya dijumpai pada
daun Canna sp.
d. Lipatan, dinding selnya mengadakan lipatan kearah dalam serta banyak menngandung
kloroplas, dijumpai pada mesofil daum pinus dan padi.

Sumber: http://id.shvoong.com/exact-sciences/biology/2237629-jaringan-
parenkim/#ixzz2co5mSeUO


Jaringan parenkim - Jaringan Parenkim merupakan jaringan dasar yang terdapat diseluruh
organ tumbuhan. Disebut sebagi jaringan dasar karena sebagai penyusun sebagian besar
jaringan pada akar, batang, daun, bunga, buah dan biji.
- Ciri-ciri jaringan parenkim adalah : Terdiri dari sel-sel hidup yang berukuran besar dan
berdinding tipis. Bentuk sel parenkim segi enam. Memiliki banyak vakuola. Mampu bersifat
meristematik. Memiliki ruang antar sel sehingga letaknya tidak rapat.
- Berdasarkan fungsinya jaringan parenkim dibedakan menjadi beberapa macam antara lain:
Parenkim asimilasi (klorenkim), parenkim penimbun, parenkim air, parenkim penyimpan
udara (aerenkim).
Parenkim asimilasi (klorenkim) adalah sel parenkim yang mengandung klorofil dan
berfungsi untuk fotosintesis. Parenkim penimbun adalah sel parenkim ini dapat menyimpan
cadangan makanan yang berbeda sebagai larutan di dalam vakuola, bentuk partikel padat,
atau cairan di dalam sitoplasma. Parenkim air adalah sel parenkim yang mampu menyimpan
air. Umumnya terdapat pada tumbuhan yang hidup didaerah kering (xerofit), tumbuhan epifit,
dan tumbuhan sukulen. Parenkim udara (aerenkim) adalah jaringan parenkim yang mampu
menyimpan udara karena mempunyai ruang antar sel yang besar. Aerenkim banyak terdapat
pada batang dan daun tumbuhan hidrofit.











Botani

Botani merupakan salah satu bidang kajian dalam biologi yang mengkhususkan
diri dalam mempelajari seluruh aspek biologi tumbuh-tumbuhan. Dengan
demikian, dalam botani dipelajari semua disiplin ilmu biologi untuk
mempelajari pertumbuhan, reproduksi, metabolisme, perkembangan, interaksi
dengan komponen biotik dan komponen abiotik, serta evolusi tumbuhan. Orang
yang menekuni bidang botani disebut sebagai botanis.
Ruang lingkup botani
Seperti bentuk-bentuk kehidupan lain dalam biologi, tumbuhan hidup dapat
dipelajari dari perspektif yang berbeda, dari tingkat molekul , genetika dan
biokimia melalui organel , sel , jaringan , organ , individu, populasi tumbuhan ,
dan komunitas tumbuhan. Pada setiap tingkat ini seorang ahli botani mungkin
prihatin dengan klasifikasi ( taksonomi ), struktur ( anatomi dan morfologi ),
atau fungsi ( fisiologi ) dari kehidupan tumbuh-tumbuhan. Botani juga tidak
hanya mempelajari kelompok dari Kerajaan Tumbuhan saja tetapi juga
mempelajari Jamur (mikologi), Bakteri (bakteriologi), Lumut kerak
(lichenology), fikologi.
Penelitian tumbuhan sangat
penting karena tumbuhan adalah
bagian mendasar dari kehidupan di Bumi , yang menghasilkan oksigen ,
makanan , serat , bahan bakar dan obat-obatan yang memungkinkan manusia
dan bentuk kehidupan lainnya ada. Melalui fotosintesis , tumbuhan menyerap
karbon dioksida , sebuah gas rumah kaca yang dalam jumlah besar dapat
mempengaruhi iklim global. Selain itu, tumbuhan dapat mencegah erosi tanah
dan berpengaruh dalam siklus air . Sebuah pemahaman yang baik tentang
tumbuhan sangat penting bagi masa depan masyarakat manusia karena
memungkinkan kita untuk :
Memproduksi makanan untuk memberi makan populasi yang berkembang
Memahami proses-proses kehidupan yang mendasar
Memproduksi obat-obatan dan bahan untuk mengobati penyakit-penyakit
Memahami perubahan lingkungan dengan lebih jelas






Buah semu dari tin, Ficus carica. Dinding luar buah semu adalah dasar bunga majemuk yang
menangkup, menutupi 'biji-biji' yang sebetulnya masing-masing adalah sebutir buah.
Dalam pandangan botani, buah adalah sebagaimana tercantum pada paragraf pertama di atas.
Pada banyak spesies tumbuhan, yang disebut buah mencakup bakal buah yang telah
berkembang lanjut beserta dengan jaringan yang mengelilinginya. Bagi tumbuhan berbunga,
buah adalah alat untuk menyebar luaskan biji-bijinya; adanya biji di dalam dapat
mengindikasikan bahwa organ tersebut adalah buah, meski ada pula biji yang tidak berasal
dari buah.
Dalam batasan tersebut, variasi buah bisa sangat besar, mencakup buah mangga, buah apel,
buah tomat, cabai, dan lain-lain. Namun juga bulir (kariopsis) padi, 'biji' (juga merupakan
bulir!) jagung, atau polong kacang tanah. Sementara, dengan batasan ini, buah jambu monyet
atau buah nangka tidak termasuk sebagai buah sejati.
Buah dalam pengertian hortikultura atau pangan merupakan pengertian yang dipakai oleh
masyarakat luas. Dalam pengertian ini, batasan buah menjadi longgar. Istilah "buah-buahan"
dapat digunakan untuk pengertian demikian. Buah-buahan adalah setiap bagian tumbuhan di
permukaan tanah yang tumbuh membesar dan (biasanya) berdaging atau banyak mengandung
air.
Dapat dijumpai, buah sejati (dalam pengertian botani) yang digolongkan sebagai sayur-
sayuran, seperti buah tomat, buah cabai, polong kacang panjang, dan buah ketimun. Namun
demikian, dapat dijumpai pula, buah tidak sejati (buah semu) yang digolongkan sebagai
buah-buahan, seperti buah jambu monyet (yang sebetulnya merupakan pembesaran dasar
bunga; buah yang sejati adalah bagian ujung yang berbentuk seperti monyet membungkuk),
buah nangka (yakni pembesaran tongkol bunga; buah yang sejati adalah isi buah nangka yang
berwarna putih (Jw. beton), bergetah, sedangkan bagian 'daging buah' yang dimakan orang
adalah tenda bunga), atau buah nanas.[tb]