Anda di halaman 1dari 4

Tugas Genetika II 1 (resume lac Operon)

Denny Fahrudin Mardiansyah (120342422502)


Soyadesita (120342422490)


Lac, Sebuah Operon yang diinduksi
Jacob dan Monod mengajukan model operon sebagai hasil dari studi mereka yaitu operon
lac dari E. Coli. Operon lac mengandung:
- promotor
- operator
- dan tiga gen struktural, yaitu z, y dan a
Tiga gen struktural masing-masing mengkode enzim yang berbeda,
- gen struktural z mengkode enzim -galaktosidase, berfungsi memotong laktosa
menjadi glukosa dan galaktosa
- gen struktural y mengkode enzim -galaktosidase permease, berfungsi memompa
laktosa ke dalam sel
- gen struktural a mengkode enzim -galaktosidase transasetilase, fungsinya masih
belum jelas.


Gambar 1. Operon lac E. Coli, sebuah Operon yang diinduksi. Operon lac terdiri dari tiga gen
struktural, z, y, dan a, Ditambah promotor (P) dan operator (O) daerah sebelah gen z. Gen
regulator (i) berdekatan dengan operon dalam kasus lac. Gen pengatur operon lain sering terletak
pada jarak yang cukup dari operon. (Perhatikan bahwa gen regulator biasanya tidak dianggap
sebagai bagian dari operon yang tepat, yang terdiri dari gen-gen struktural ditambah promotor
dan operator mereka). Gen regulator memiliki promotor sendiri (P(i)). Angka-angka di bawah
berbagai gen menunjukkan panjang perkiraan mereka dalam pasangan nukleotida. Urutan
nukleotida untuk P (i), P, dan O telah diketahui.



Gambar 2. Dua reaksi fisiologis penting yang dikatalisis oleh -galaktosidase. 1) konversi dari
lac operon penginduksi allolaktosa dan 2) pemecahan laktosa untuk menghasilkan monosakarida
glukosa dan galaktosa.
Bentuk aktif dari represor lac, adalah tetramer yang berisi empat salinan produk gen i.
Mutasi dalam gen i dan operator sering mengakibatkan sintesis konstitutif dari enzim laktosa-
utilizing. Mutasi ini masing-masing ditujukan i
-
dan o
c
. Merozigot F yang memiliki genotipe i
+
o
+
z
+
y
+
a
+
/ i
-
o
+
z
+
y
+
a
+
juga diinduksi untuk sintesis dari tiga enzim yang ditentukan oleh operon
lac. Dengan demikian i
+
dominan untuk i
-
seperti yang diharapkan, karena i
+
menentukan sebuah
protein aktif (molekul represor) dan i
-
menghasilkan protein yang tidak aktif. Merozigot yang
memiliki genotipe F i
+
o
+
z
+
y
+
a
+
/ i
-
o
+
z
-
y
-
a
-
atau genotipe F i
+
o
+
z
-
y
-
a
-
/ i
-
o
+
z
+
y
+
a
+
dapat
diinduksi oleh -galactoside transasetilase, seperti sel wild-type. Hal ini menunjukkan bahwa
kode gen i untuk produk yang dapat berdifusi, karena mempengaruhi ekspresi struktural lokasi.
Sebuah merozigot, dari genotipe F i
+
o
c
z
-
y
-
a
-
/ i
+
o
+
z
+
y
+
a
+
diinduksi untuk tiga enzim
spesifik oleh gen struktural dari operon lac, sedangkan merozigot genotipe F i
+
o
c
z
+
y
+
a
+
/ i
+
o
+

z
-
y
-
a
-
mensintesis enzim ini secara konstitutif.
Beberapa mutasi gen i, yang ditunjuk dengan i
-d
dominan terhadap alel wild type (i
+
).
Dominasi ini ternyata hasil dari ketidakmampuan heteromultimers (fungsi lac represor sebagai
tetramer), yang mengandung kedua wild type dan mutan polipeptida, untuk mengikat urutan
operator. Mutasi gen i lainnya, ditunjuk dengan i
-s
menyebabkan operon lac menjadi tidak dapat
terinduksi. I
-s
mutasi memodifikasi sisi ikatan penginduksi dari represor lac.
Mutasi promotor tidak mengubah kemampuan menginduksi dari operon lac, tetapi
sebaliknya yaitu memodifikasi tingkat ekspresi gen di daerah terinduksi dan tidak terinduksi
dengan mengubah frekuensi inisiasi transkripsi operon lac. Promotor lac sebenarnya
mengandung dua komponen fungsional yang berbeda: (1) sisi pengikatan RNA polimerase dan
(2) sisi pengikatan protein lain, protein aktivator yang disebut katabolit (disingkat CAP), yang
berfungsi sedemikian rupa sehingga operon lac tidak tercatat dalam glukose pada konsentrasi
yang cukup untuk mendukung pertumbuhan optimal.

Trp, sebuah Penahan Operon
Operon trp (triptofan) E. coli mungkin adalah operon penahan paling terkenal. Charles
Yanofsky dan rekannya telah menganalisis secara rinci organisasi dari lima gen struktural dan
urutan peraturan yang berdekatan dari trp operon (Gambar 3). Trp operon represor adalah produk
dari gen trpR, yang tidak terkait erat dengan trp operon (Gambar 3).

Gambar 3
Dengan tidak adanya tryptophan (co-represor/penahan), RNA polimerase berikatan
dengan daerah promoter dan mentranskripsi gen struktural operon. Dengan adanya triptofan, co-
represor(penahan) / represor(penahan) kompleks mengikat wilayah operator dan mencegah
pengikatan RNA polimerase ke promotor. Urutan operator operon trp terletak sepenuhnya di
dalam daerah promoter (Gambar 3).
Tingkat transkripsi operon trp di dareah tidak ada penahan (tidak adanya triptofan) adalah
70 kali yang terjadi di daerah yang ditahan (terdapat triptofan). Dalam trpR mutan yang tidak
dapat membuat penahan, laju sintesis enzim biosintesis triptofan masih berkurang sekitar 10 kali
lipat dengan penambahan triptofan ke media. Penurunan ini disebabkan oleh tingkat kedua
regulasi ekspresi operon trp disebut atenuasi(pelemahan). Pelemahan terjadi dengan pemutusan
triptofan transkripsi di trpL (pemimpin mRNA) wilayah operon.

Kontrol Positif pada lac Operon menggunakan CAP dan cAMP
Pemodelan Operan diusulkan oleh Jacob dan Monod untuk menjelaskan induksi
biosintesis dari enzim yang terlibat dalam pemanfaatan laktosa ketika ditambahkan dalam
medium E. coli yang sedang ditumbuhkan. Adanya glukosa diketahui dapat mencegah terjadinya
induksi lac Operon begitu juga pada operon lain yang mengendalikan enzim yang terlibat dalam
katabolisme karbohidrat. Fenomena tersebut disebut represi katabolit (atau efek glukosa) seakan-
akan berkembang dalam memastikan adanya glukosa, ketika pilihan lain kurang efisien sebagai
sumber energi.
Represi katabolit juga diketahui bahwa diperantarai oleh control positif transkripsi
dengan protein regulator yang disebut CAP (atau protein activator katabolit) dan molekul efektor
kecil yang disebut cAMP (siklik AMP). Promoter lac terdiri dari dua tempat rangkaian,
rangkaian pertama ditempati oleh RNA polymerase dan rangkaian kedua ditempati oleh
kompleks CAP-cAMP. Kompleks CAP-cAMP ini harus terangkai ke tempatnya pada lac
promoter agar operon terinduksi. Kompleks itulah yang memiliki kendali positif terhadap
transkripsi dari lac operon. Efeknya berbeda (antagonis) dari repressor yang berikatan dengan
operator.
Hanya kompleks CAP-cAMP yang mampu berikatan ke promoter lac, apabila tidak
terdapat cAMP maka CAP tidak bias berikatan ke lac operon. Maka dari itu cAMP disebut
sebagai molekul efektor yang menentukan efek dari CAP pada transkripsi lac operon.
Konsentrasi cAMP di dalam sel juga sensitive terhadap keberadaan glukosa. Apabila konsentrasi
glukosa intraseluler tinggi maka jumlah cAMP berkurang. Hal tersebut terjadi kemungkinan
dikarenakan glukosa atau metabolit lain bekerja menghambat aktivitas adenylcyclase yang
mengkatalis pembentukan cAMP dari ATP. Tidak adanya atau terlalu sedikitnya jumlah cAMP
berdampak pada CAP sehingga tidak bias berikatan dengan promoter lac operon. Selanjutnya,
RNA polymerase tidak akan berikatan dengan promoter lac operon.



Pertanyaan dan Jawaban
1. Mengapa mutasi gen i
-s
menyebabkan operon lac menjadi tidak dapat terinduksi?

Jawaban:
Mutasi gen i
-s
menyebabkan operon lac menjadi tidak dapat terinduksi karena ketika
dipelajari secara in vitro ternyata mutan i
-s
polipeptida berbentuk tetramers yang
mengikat DNA operator lac, tidak mengikat penginduksi atau menunjukkan afinitas yang
sangat rendah untuk penginduksi. Oleh karena itu, mutasi i
-s
memodifikasi sisi ikatan
penginduksi dari represor lac. i
-s
biasanya dapat diinduksi untuk beberapa derajat dengan
menggunakan konsentrasi yang sangat tinggi dari penginduksi dan tidak dapat diinduksi
pada konsentrasi penginduksi normal.

2. Bagaimana perbedaan adanya penahan yaitu trp (tryptophan) dan tidak adanya trp?

Jawaban:
Dengan tidak adanya tryptophan (co-represor/penahan), RNA polimerase berikatan
dengan daerah promoter dan mentranskripsi gen struktural operon Tingkat transkripsi
operon trp di daeah tidak ada penahan (tidak adanya triptofan) adalah 70 kali yang terjadi
di daerah yang ditahan (terdapat triptofan). Sedangkan dengan adanya triptofan, co-
represor(penahan) kompleks mengikat wilayah operator dan mencegah pengikatan RNA
polimerase ke promotor.

3. Mengapa lac operon tidak terinduksi ketika jumlah glukosa intrasel meningkat?
Jawaban:
Pada saat jumlah glukosa meningkat, molekul glukosa akan menghambat kerja dari enzim
adenylcyclase untuk mengubah ATP menjadi cAMP sehingga jumlah cAMP menurun.
Menurunnya jumlah cAMP menyebabkan CAP tidak mampu berikatan ke sisi promoter
lac operon, dan juga tidak terbentuknya kompleks CAP-cAMP. Hal tersebut akhirnya
menyebabkan RNA polymerase tidak mampu berikatan dengan sisi promoter lac operon
sehingga lac operon pun tidak terinduksi.