Anda di halaman 1dari 23

HUBUNGAN INDIVIDU DALAM KEPERAWATAN

A. Pengertian Hubungan Individu


Hubungan terjadi apabila dua manusia menjalin suatu relasi atau
relationship, kehidupan mereka akan saling terjalin satu dengan yang lain, apa
yang dilakukan oleh yang satu akan mempengaruhi yang lainya. Hubungan
individu adalah suatu proses interaksi, maka dari itu hubungan individu dapat
juga dikatakan sebagi suatu interaksi sosial karena dapat terjadi antara individu
dengan individu, individu dengan kelompok, dan individu dengan masyarakat.
Interaksi sosial merupakan salah satu bentuk hubungan antara individu dan
lingkungannya, terutama lingkungan psikisnya. Hubungan individu dengan
lingkungannya, umumnya dalam rangka penyesuaian diri, baik secara autoplastis
maupun alloplastis. Berlangsungnya hubungan individu yang satu dengan yang
lain adalah untuk meyesuaikan diri secara timbal balik (Sunaryo, 200!.
Interaksi sosial merupakan hubungan"hubungan sosial yang dinamis yang
menyangkut hubungan antara orang perorangan dengan kelompok masusia.
#pabila dua orang bertemu, interaksi sosial dimulai pada saat itu. $ereka saling
menegur, berjabat tangan, saling berbicara, yang merupakan bentuk aktivitas dari
interaksi sosial (Soekanto % Sulistyo&ati, 20'(!.
$enurut Bimo )algito (20'0! dalam hubungan individu dengan
lingkungannya, lingkungan disini secara garis besar dapat dibedakan *
'. +ingkungan ,isik, yaitu lingkungann yang berupa alam, misalnya keadaan
tanah, keadaan musim, dan sebagainya. +ingkungan alam yang berbeda akan
memberikan pengaruh yang berbeda pula kepada individu.
2. +ingkungan sosial, yaitu merupakan lingkungan masyarakat. -i dalam
lingkungan masyarakat ini adanya interaksi individu satu dengan individu
lain.
Hubungan individu dalam kepera&atan melebihi hubungan mutualisme
(saling menguntungkan!. Hubungan antar personal yang terlibat dalam asuhan
kepera&atan klien merupakan media dalam penerapan proses kepera&atan.
-alam hubungan antar individu, pera&at harus menyadari diri sebagai
pribadi unik, klien sebagai individu unik dengan segala problem kesehatan yang
dihadapi dan anggota tim kesehatan lain yang terlibat dalam asuhan kepera&atan
pada klien.
Berdasarkan uraian diatas, hubungan individu dalam kepera&atan dapat
diartikan sebagai suatu proses dinamis, ada upaya kolaborati, antara pera&at
dengan klien dan pro,esi lain untuk mengatasi masalah klien, meningkatkan
kesehatan dan kemampuan adaptasi.
B. Daya Tari Inter!er"#na$
'. .engertian /etertarikan Interpersonal
/ita tidak menjalani hubungan interpersonal dengan siapa saja yang
kita jumpai. /ita terkadang tidak memperkenankan orang lain hadir dalam
kesadaran kita. /ita mempunyai kriteria mengenai karakteristik dan latar
belakang orang yang akan dijadikan teman. Berdasarkan kriteria tersebut kita
kemudian menunjukkan ketertarikan dan melakukan aktivitas hubungan
interpersonal seperti menyapa, berkenalan, ngobrol, bertukar in,ormasi dan
lain"lain. /ita hanya akan menjalani kontak dengan orang yang dianggap
menarik bagi kita, sebaliknya terhadap orang yang dianggap tidak menarik,
kita akan menjauhinya, menghindarkan diri dari kontak sosial denganya.
/etertarikan interpersonal adalah penilaian kita terhadap orang lain
berdasarkan pada apakah kita menyukai orang tersebut atau tidak
menyukainya (#bdul, 20'(!.
0raian di atas menunjukkan pentingnya ketertarikan interpersonal
dalam menga&ali suatu hubungan interpersonal. /etertarikan interpersonal
dapat dinyatakan sebagai daya tarik atau keunikan yang dimiliki seseorang
sehingga dapat membuat orang lain tertarik untuk melakukan aktivitas
hubungan interpersonal.
2. /esepian dan /esendirian
$anusia memiliki si,at yang parado1. $anusia membutuhkan
kesendirian dan juga kebersamaan dengan orang lain. /edua sisi tersebut
harus terpenuhi secara seimbang. 2ika satu sisi saja yang terpenuhi, kita akan
mengalami ketidakseimbangan psikologis. /esepian menunjuk pada
kegelisahan subjekti, yang dirasakan pada saat suatu hubungan sosial
kehilangan ciri"ciri pentingnya, baik secara kualitati, maupun kuantitati,.
Secara kualitati,, kita mungkin saja mempunyai banyak teman, tetapi kualitas
pertemanannya bersi,at dangkal dan tidak orisinal. Secara kuantitati,,
kesepian dirasakan karena kita tidak memiliki cukup teman seperti yang
diharapkan. #dapun kesendirian menunjuk pada keadan terpisah dari orang
lain yang si,atnya objekti,. $eskipun tidak selalu, kesendirian dan kesepian
sering kali mempunyai hubungan yang erat (#bdul, 20'(!.
Setiap orang tentunya menginginkan untuk dapat memenuhi
kebutuhan psikologisnya seperti kesendirian dan kebersamaan. /esendirian
dan kesepian menunjukkan dua sisi yang berbeda namun berhubungan. -alam
hal ini, peran daya tarik interpersonal kurang berpengaruh.
(. .embentukan /etertarikan Interpersonal
/etertarikan orang lain pada kita bukanlah suatu yang ada dengan
sendirinya. /etertarikan terbentuk mengikuti proses"proses yang sebenarnya
dapat dijelaskan. #gar bisa membentuk ketertarikan interpersonal, ada
baiknya diketahui ,aktor",aktor yang mempengaruhi ketertarikan
interpersonal. Berikut adalah beberapa penjelasan menurut #bdul (20'(!,
mengapa orang lain tertarik pada kita *
a. /esenangan. 3rang lain tertarik pada kita karena kita diyakini dapat
mendatangkan kesenangan atau keuntungan bagi dirinya. /euntungan
tersebut bisa berupa kesenangan psikologis, imbalan material, pujian,
penghargaan, in,ormasi, kemudahan, akses kepada orang lain yang
disukai, dan lain"lain.
b. /esamaan. 3rang lain tertarik pada kita karena terdapat kesamaan antara
diri kita dengan dirinya. /esamaan yang dimaksud adalah kesamaan
dalam hal sikap, hobi, kepribadian atau sama dalam hal agama, suku"
bangsa, tempat tinggal atau bahasa. /esamaan tersebut dapat
menimbulkan ketertarikan karena kesamaan dapat membuat kita lebih
mudah di dalam meramalkan apa yang akan terjadi, kita akan
mendapatkan kesenangan akibat keselarasan pendapat, kebiasaan, dan
kesatuan aktivitas.
c. /edekatan. 3rang lain tertarik pada kita karena terdapat kedekatan tempat
antara kita dan dirinya. /edekatan akan meningkatkan kemudahan
interaksi, kesamaan, dan ,rekuensi pertemuan. Itu sebabnya mengapa kita
suka berinteraksi dengan tetangga, teman kuliah, atau rekan kerja.
d. Saling $elengkapi. 3rang lain tertarik pada kita karena satu sama lain
bisa saling melengkapi kebutuhan masing"masing. Hal ini bisa
menjelaskan mengapa orang yang pendek cenderung suka yang tinggi,
yang berkulit putih suka yang hitam, dan seorang pendiam suka yang
cere&et.
e. -aya 4arik 5isik. 3rang lain tertarik pada kita karena ,isik kita cukup
menarik bagi dirinya. Hal ini bisa menjelaskan mengapa orang cenderung
menolong &anita cantik, atau menghukum mereka lebih ringan ketika
berbuat salah.
,. /ompetisi. 3rang lain tertarik pada kita karena kita memiliki kompetisi
tertentu. $enjadi orang cerdas secara akademis biasanya banyak disukai
orang. Begitu juga halnya dengan cerdas dalam hal"hal lain seperti pandai
bergaul, pintar ngomong, pintar sulap, atau ahli dalam bidang tertentu.
g. /ehangatan .ersonal. 3rang lain tertarik pada kita karena kita dapat
memberikan kehangatan psikologis ketika berinteraksi dengannya. 3rang
yang hangat secara personal adalah orang yang dapat menunjukkan sikap
positi, terhadap la&an bicaranya atau orang yang secara personal dapat
menunjukkan minat dan ketertarikan terhadap apa yang sedang
dibicarakan.
h. /eadilan .ertukaran. 3rang lain tertarik pada kita karena terdapat
pertukaran yang seimbang antara kita dan dirinya. Siapapun orangnya
mungkin tidak akan suka berhubungan dengan orang yang inginnya
menang sendiri.
i. #sosiasi. 3rang lain tertarik pada kita karena terjadi asosiasi antara
karakteristik yang kita miliki dengan hal"hal yang disukai orang tersebut.
%. Pra"anga
'. .engertian prasangka
.rasangka dalam bahasa inggris disebut prejudice. .rasangka adalah sikap
yang tidak menyenangkan atau cenderung negati, terhadap seseorang atau
sekelompok orang. 3rang yang dikenal prasangka tersebut menjadi tidak enak
dan akan komplain dengan prasangka tersebut. 2adi prasangka tersebut
merupakan pendapat atau penilaian yang tidak mempunyai dasar yang kuat,
sehingga bila dibandingkan dengan kenyataannya jauh berbeda. Sumber
prasangka adalah perbedaan antar kelompok, etnis, ras dan ideologi. .erbedaan
posisi, juga menjadi sumber prasangka. .rasangka itu, bila sudah terbentuk dalam
diri seseorang maka akan mempengaruhi atau menimbulkan dampak negati,
terhadap orang yang prasangka tadi (Saam % )ahyuni, 20'(!.
$enurut #bdul (20'(!, prasangka adalah penilaian tidak adil terhadap suatu
kelompok berdasarkan karakteristik anggota dari kelompok tersebut, nyata
ataupun tidak.
$enurut #bu (2006!, prasangka sosial (social prejudice! merupakan gejala
psikologi sosial. .rasangka sosial ini merupakan masalah yang penting dibahas di
dalam intergroup relation. .rasangka sosial atau juga prasangka kelompok yaitu
suatu prasangka yang diperlihatkan anggota"anggota suatu kelompok terhadap
kelompok"kelompok lain termasuk para anggotanya.
.rasangka bisa dipahami secara beragam. Sebagian memahaminya sebagai
emosi negati, dan sikap, serta sebagian lagi memahaminya sebagai emosi sosial.
)alaupun demikian, ada beberapa karakteristik dasar dari prasangka, yaitu bah&a
prasangka terjadi dalam konteks kelompok, melibatkan evaluasi terhadap suatu
kelompok, merupakan kesalahan persepsi terhadap suatu kelompok, dan
berdasarkan karakteristik kelompok yang nyata ataupun imajinasi. .rasangka
terkait dengan stereotype dan diskriminasi. Stereotype merupakan keyakinan
keliru mengenai suatu kelompok. /eyakinan tersebut dipertahankan dengan
hanya ,okus pada in,ormasi yang relevan dengan keyakinan, dan secara
serampangan menghubung"hubungkan in,ormasi yang diperolehnya dengan
keyakinannya- illusory correlation (#bdul, 20'(!.
-ari pendapat para ahli diatas, pada dasarnya prasangka adalah suatu sikap
atau pemikiran yang negati, terhadap orang lain atau suatu kelompok yang
bersumber dari adanya perbedaan.
2. $asalah Sosial #kibat .rasangka
.rasangka dapat menyebabkan timbulnya perilaku diskriminasi dalam
hubungan sosial antarindividu dan hubungan antarkelompok dalam suatu
masyarakat yang memiliki variasi kelompok kebudayaan. -iskriminasi adalah
perilaku negati, yang diarahkan kepada anggota"anggota suatu kelompok sosial
berdasar pada keanggotaan mereka terhadap kelompok tersebut. -alam kehidupan
global pada masa kekuasaan re7im apartheid di #,rika Selatan pada abad dua
puluh $asehi, banyak contoh ,enomena diskriminasi dialami oleh orang"orang
kulit hitam. Salah atu contoh itu adalah orang"orang kulit hitam tidak mendapat
hak yang sama dalam memilih calon pemimpin di #,rika Selatan. (Hanura&an,
20'2!.
(. Strategi untuk $engurangi .rasangka
8ejala prasangka salah satu masalah sosial yang sulit dipecahkan dalam
hubungan antarmanusia dalam masyarakat kita. -alam usaha untuk mengurangi
eksistensi ini diperlukan strategi"strategi yang bersi,at e,ekti,.
Strategi tersebut adalah strategi yang konsisten dengan teori belajar sosial,
yaitu strategi pengubahan prasktik"praktik pengasuhan anak. -alam praktik ini,
,igur",igur model sosialisasi yang penting, seperti ayah, ibu, saudara, dan guru
harus dilatih mengenali gejala"gejala prasangka yang dapat memberi pengaruh
negati, dalam kehidupan mental anak (Hanura&an, 20'2!.
0ntuk mengatasi perilaku diskriminati,, #llah S&t. menganjurkan kita untuk
saling memahami atau mengenal sehingga tidak terjebak pada sikap negati, tanpa
dasar, dan perilaku diskriminati,. -engan saling mengenal maka kekeliruan
stereotip ataupun prasangka bisa diminimalisir sekecil mungkin (#bdul, 20'(!.
-ari beberapa pendapat para ahli diatas, pada dasarnya prasangka dapat
diatasi dengan langkah a&al berupa perubahan pola penga&asan anak untuk
menghindarinya dari pengaruh negati, prasangka dan saling mengenal atau
memahami antar individu untuk mencegah timbulnya prasangka.
D. Gangguan Hubungan Individu
8angguan berhubungan dengan individu didasari oleh adanya gangguan
kepribadian pada orang yang bersangkutan. $enurut 9an % +umongga (20'0!
gangguan kepribadian adalah pola perilaku yang bersi,at menetap dalam persepsi
dan pikiran yang berhubungan dengan lingkungan atau dirinya sendiriyang
diperlihatkan dengan berbagai macam konteks sosial ataupun peribadi yang tidak
,leksibel, maladapti,, dan menyebabkan adanya hendanya ,ungsional dan distress
subjekti, yang signi,kan. 5itur",itur umum dari gangguan kepribadian yaitu * '!
#danya persepsi dan pola pikir yang salah, 2! #danya perilaku yang maladapti,
dan tidak ,leksibel, (! #danya hendanya ,ungsional dan distress subjekti,.
8angguan hubungan individu meliputi *
'. 8angguan /epribadian .aranoid
/epekaan tajam dalam hubungan"hubungan antarpribadi yang disertai
dengan kecenderungan untuk memproyeksi perasaan"perasaan curiga, disertai
cemburu yang ekstrem, dan iri hati dalam hubungan"hubungan ini merupakan
ciri yang sangat khas dari kepribadian paranoid. 3rang yang menderita
gangguan kepribadian paranoid curiga dan tidak percaya tanpa alasan
terhadap orang"orang lain dan ia tetap berpendapat bah&a orang lain menjadi
ancaman bagi dirinya meskipun terdapat bukti yang kuat bah&a sikapnya
tidak dapat dibenarkan. 3rang yang menderita gangguan ini beranggapan
bah&a ancaman"ancaman datang dari orang"orang yang berada disekitarnya,
maka ia akan menjadi cemas, tidak ramah, tanpa humor, dan suka berdebat.
-alam keseluruhan penyesuaian diri dengan orang lain, ia sering sekali mirip
dengan orang yang memiliki kepribadian schi7oid, meskipun agak kurang
menyendiri, lebih kaku, dan lebih teratur rapi. 3rang yang paranoid sering
cepat marah, sulit diajak bergaul, dan berinteraksi terhadap ,rustrasi dengan
gerakan :balas dendam;. 8angguan kepribadian paranoid berbeda dari
gangguan delusional (sebelumnya disebut gangguan paranoid!, yakni individu
yang menderita gangguan delusional memiliki delusi"delusi yang sudah
terbentuk sedangkan individu yang menderita gangguan kepribadian paranoid
hanya memiliki kecurigaan dan ketidakpercayaan terhadap orang"orang lain
secara samar"samar. 8angguan ini di diagnosis lebih umum terdapat pada pria
dan tidak jelas apa yang menyebabkannya (Semiun, 200<!.
$enurut 9an .ieter % +umonggo (20'0! gangguan kepribadian
paranoid adalah gangguan kepribadian yang berlebihan terhadap orang"orang
dilingkungan sekitarnya ataupun orang lain bukan di lingkungannya. 8ejala"
gejala psikologis dari paranoid yaitu * a! 4idak percaya kepada orang lain
akibat adanya perasaan curiga yang berlebihan dan menganggap bah&a ada
orang lain yang akan mengeksploitasikan dirinya, b! =agu terhadap loyalitas
orang lain ataupun teman"temannya, c! .enuh dengan dendam atas
penghinaan dan kebohongan yang pernah dialaminya. /ondisi ini
membuatnya selalu marah"marah, d! .enuh dengan perasaan curiga dan selalu
berulang"ulang kepada mitra seks. -ia menilai bah&a mitra seksnya sering
selingkuh, e! Selalu tidak percaya atas norma"norma sehingga dia selalu
menentang norma"norma yang berlaku.penuh dengan kecurigaan yang bersi,at
argumentati,, keluhan, dan sikap bermusuhan, sehingga dia sensiti, terhadap
kritikan.
$enurut Sunaryo (200! paranoid merupakan bentuk gangguan
kepribadian dengan si,at curiga yang berlebihan atau menonjol. >iri"cirinya *
a! Sensiti, terhadap kegagalan dan penolakan, b! /ecenderungan pendendam,
c! /ecurigaan dan kecenderungan yang mendalam terhadap sikap orang lain
yang netral dan bersahabat dengan sikap permusuhan atau penghinaan, d!
$emiliki perasaan permusuhan dan ngotot terhadap hak pribadi, e! $emiliki
kecurigaan yang berulang dan tanpa dasar (justification) tentang kesetiaan
seksual dari pasangannya, ,! /ecenderungan untuk merasa dirinya penting
secara berlebihan.
Berdasarkan pendapat para ahli diatas, pada dasarnya pengertian dari
gangguan kepribadian paranoid diatas adalah sama yaitu gangguan
kepribadian yang dialami seseorang dengan curiga berlebihan. ?amun,
terdapat penambahan pada ciri"ciri yang diungkapkan oleh Sunaryo (200!
yaitu gangguan kepribadian paranoid memiliki ciri"ciri kecenderungan untuk
merasa dirinya penting secara berlebihan.
2. 8angguan /epribadian Ski7oid
Simtom utama kepribadian ski7oid ialah tidak tertarik kepada orang"
orang lain atau hubungan"hubungan sosial. 3rang yang menderita gangguan
kepribadian ski7oid tidak hanya tidak bergaul dengan orang"orang lain, tetapi
ia juga jarang memberikan respons terhadap orang lain. $isalnya, ia acuh tak
juga jarang memberikan respons terhadap orang"orang lain. $isalnya, ia acuh
tak acuh terhadap pujian atau kritik dari orang"orang lain, dan ia jarang
memberi isyarat timbal balik seperti tersenyum atau anggukan. 3rang yang
mengalami gangguan kepribadian ski7oid adalah orang yang menyendiri,
tidak mampu memasuki hubungan"hubungan antarpribadi yang hangat.
3rang"orang seperti itu tampaknya menghindari kontak langsung dengan
kehidupan, dan memperlihatkan ketergantungan yang kuat pada kebiasaan
melamun atau pemikiran autistik dimana mereka dapat mengungkapkan
permusuhan atau bahkan agresi normal yang bagi orang lain akan
diungkapkan secara langsung atau terbuka.
3rang yang mengalami gangguan kepribadian ski7oid juga
memperhatikan emosi yang sangat sedikit, dan dengan demikian mereka
kelihatannya menjauhkan diri, tanpa humor, emosinya tumpul. $eskipun ia
memperlihatkan isolasi sosial dan a,ek yang tumpul yang merupakan ciri khas
ski7o,renia, namun ia tidak memperlihatkan bukti tentang gangguan pikiran
(tidak ada halusinasi, delusi, atau masalah"masalah bahasa!, dan dengan
demikian ia tidak dapat dianggap sebagai orang yang menderita ski7o,renia.
.ola ketidakramahan kepribadian ski7oid terlihat pada sejarah a&al
kehidupannya, dan biasanya dibarengi oleh ketakutan, menghindari
persaingan, tidak emosional. Semasa kanak"kanak, orang itu biasanya sangat
penurut, sangat pemalu, dan suka menyendiri, serta sangat sensitive. Si,at"
si,at ini sangat jelas pada pemulaan masa remaja, lebih"lebih si,at menyendiri
dan introvert.
Susunan kepribadian yang lemah tidak memungkinkan individu
ski7oid berani menghadapi hal"hal yang belum menimbulkan rasa sakit akibat
hubungan emosional yang akrab sebab ia memiliki sedikit sekali atau sama
sekali tidak memiliki dorongan emosional (Semiun, 200<!.
$enurut Sunaryo (200! Ski7oid adalah gangguan kepribadian dengan
si,at pemalu, suka menyendiri, perasa, pendiam, dan menghindari hubungan
jangka panjang dengan orang lain. >iri"cirinya * a! 4idak banyak aktivitas
yang memberikan kesenangan, b! @mosi dingin, a,ek mendatar atau acuhAtak
peduli (detachment), c! 4idak atau kurang mampu mengekspresikan
kehangatan, d! 4idak peduli terhadap pujian atau kecaman, ,! /urang tertarik
untuk memperoleh pengalaman seksual dengan orang lain, g! $emilih
aktivitas yang dilakukan sendiri, h! .reokupasi (berulang"ulang memikirkan
isi pikiran! dengan ,antasi dan introspeksi yang berlebihan, i! 4idak memiliki
teman dekat atau akrab.
Berdasarkan pendapat para ahli diatas, pada dasarnya pengertian dari
gangguan kepribadian ski7oid diatas adalah sama yaitu gangguan kepribadian
yang dialami seseorang yang menarik diri dari hubungan sosial.
(. 8angguan kepribadian Ski7otipal
Individu yang mengalami :gangguan kepribadian ski7otipal;
(schizotypal personality disorder! memiliki ciri"ciri khas ski7o,renia jauh
lebih banyak dibandingkan dengan orang yang mengalami gangguan
kepribadian ski7oid, tetapi simtom"simtomnya tidak begitu berat untuk
membenarkan diagnosis ski7o,renia. 3rang yang menderita gangguan ini
memiliki kepercayaan"kepercayaan yang aneh (misalnya ia mungkin berpikir
bah&a ia adalah ahli nujum atau memiliki telepati ji&a!, secara sosial aneh
dan terisolasi atau memperlihatkan tingkah laku eksentrik atau khas (misalnya
ia berbicara kepada dirinya sendiri atau memiliki tata cara atau tingkah laku
motor yang aneh! atau tidak memberi perhatian sedikitpun terhadap
perhatiannya. 4etapi meskipun simtom"simtom itu ada, namun orang yang
mengalami gangguan kepribadian ski7otipal tetap berada pada sisi normal
dalam garis yang memisahkan orang"orang normal dari ski7o,renia. $isalnya
orang yang mengalami gangguan kepribadian ski7otipal mungkin berkata,
:#ku merasa seoalah"olah ibuku yang sudah meninggal ada dalam ruangan
bersamaku,; yang berbeda kalau mengatakan, :Ibuku yang sudah meninggal
ada diruangan bersamaku.; -engan kata lain, orang yang menderita gangguan
kepribadian ski7otipal mengalami ilusi"ilusi, sedangkan orang yang menderita
ski7o,renia mengalami delusi"delusi. +agi pula individu yang menderita
gangguan kepribadian ski7otipal memiliki pola pembicaraan yang aneh, yakni
pola"pola pembicaraan yang menyimpang dan tidak jelas, tetapi ia tidak
menderita distorsi"distorsi yang berat (misalnya gado"gado kataAword salads!
seperti yang kelihatan pada orang yang menderita ski7o,renia (Semiun, 200<!.
$enurut 9an % +umonggo (20'0! gangguan kepribadian ski7otipe
adalah jenis gangguan kepribadian yang ditandai dengan adanya perasaan
tidak aman yang akut, dengan gelaja"gejala yaitu * a! Sering kali terisolasi
secara sosial dan berprilaku pasi,, b! .enuh rasa curiga dan memiliki
keyakinan yang aneh"aneh, c! /urang bersahabat dengan orang lain, d!
$emiliki ideas o, re,erence, yaitu pikiran yang tidak signi,ikan berhubungan
langsung dengan dirinya. $isal, merasa orang lain selalu membicarakan
dirinya, e! $emiliki magical thinking, yaitu merasa dan percaya bah&a
dirinya mampu berkomunikasi secara langsung atau telepati. Sering
mengalami ilusi atau halusinasi, ,! Sering mengalami distorsi perseptual,
namun tidak ekstrem, g! >uriga yang berlebihan dan distorsi kogniti,, h!
.erseptual yang eksentrik, i! #,ek (perasaan! yang tidak pas dan sangat
terbatas, j! #danya kecemasan sosial, k! /ondisi ini sangat berhubungan
dengan gangguan paranoid.
Berdasarkan pendapat para ahli diatas, gangguan kepribadian
ski7otipal atau ski7otipe merupakan gangguan kepribadian yang dialami
seseorang yang dilihat dari hubungan sosialnya terisolasi, mengalami ilusi"
ilusi dan merasa memiliki kelebihan telepati (magical thinking!.
. 8angguan #ntisosial
-isebut juga dengan antisosial personality disorder, ialah gangguan
kepribadian yang ditandai dengan ketidakpedulian yang abnormal terhadap
hak"hak orang lain dan cenderung melanggar peraturan, norma"norma sosial
atau hukum yang berlaku. /ondisi ini muncul pada usia 'B tahun ke atas.
8ejala"gejala psikologis gangguan kepribadian antisosial yaitu * a! 4idak mau
mematuhi norma sosial atau hukum yang berlaku, b! /etidakpedualian dalam
pelanggaran hak"hak orang lain, c! >enderung mencuri milik orang lain atau
keluarganya dan tidak bertanggung ja&ab, d! +edakan kemarahan yang
bersi,at impulsi,, e! .embohong, menipu, berdusta, atau memperdaya orang
lain (9an % +umongga, 20'0!.
$enurut Sunaryo (200!, antisosial adalah gangguan kepribadian
dengan si,at dan perilaku berulang"ulang memba&a kon,lik dengan
masyarakat karena dasarnya tidak tersosialisasi. >iri"cirinya* a! 4idak loyal
terhadap kelompoknya atau norma sosial, b! @gosentrik, c! 4idak bertanggung
ja&ab, d! Impulsi,, e! 4idak mampu mengubah diri baik karena
pengalamanAhukuman, ,! 4oleransi terhadap kesalahan rendah, g!
$enyalahkan orang lain dengan alasan masuk akal.
$enurut Semiun (200<! gangguan kepribadian antisosial adalah
gangguan yang dialami oleh orang yang tidak memiliki kematangan emosi,
kurang memiliki pertimbangan dan rasa tanggung ja&ab, tidak mampu
menilai akibat"akibat dari tingkah laku. Individu antisosial selalu berselisih
dengan masyarakat dan selalu berada dalam kesulitan. Ia tidak mampu
memelihara kesetiaan yang sejati terhadap seseorang, kelompok,atau tata cara.
Individu yang mengalami gangguan ini biasanya disebut sebagai orang yang
psikopat atau sosiopat.
Berdasarkan pendapat para ahli diatas, gangguan kepribadian
antisosial merupakan gangguan yang dialami seseorang yang selalu
menentang peraturan sosial, menimbulkan kon,lik dan berselisih dengan
masyarakat.
B. @ksplosi,
@ksplosi, adalah bentuk gangguan kepribadian dengan si,at yang lain
dengan perilaku sehari"hari, yaitu ledakan marah dan agresivitas terhadap
stress yang kecil saja. /emudian ia akan menyesal atas kejadian tersebut,
tetapi hanya sebentar. >iri"cirinya * Se&aktu terjadi, tidak dapat menguasai
dirinya karena terjadi disorganisasi persepsi, penilaian, dan pemikiran
(Sunaryo, 200!.
<. 8angguan /epribadian #nankastik atau 3bsesi,"/ompulsi,
8angguan /epribadian #nankastik atau 3bsesi,"/ompulsi, adalah
gangguan kepribadian dengan ciri utama, yaitu * per,eksionisme
(menginginkan segala sesuatu terlalu baik! dan keteraturan, ketertiban,
kerapihan, kaku, malu, dan penga&asan diri yang tinggi. $enganut norma
etik dan moral yang tinggi serta patuh secara berlebihan (Sunaryo, 200!.
3rang"orang yang mengalami gangguan kepribadian obsesi,"
kompulsi, tidak mampu mengadakan hubungan antarpribadi yang bermakna
karena mereka sangat terikat pada usaha supaya pekerjaan mereka teratur dan
tidak memiliki &aktu untuk persahabatan. Si,at mereka yang per,eksionistik
dan teliti sering menyusahkan orang"orang yang ada disekitar mereka dan
sering kali menimbulkan masalah"masalah dalam hubungan antarpribadi
karena mereka cenderung mengenakan norma"norma mereka kepada rekan"
rekan mereka. /arena mereka sendiri tidak bisa relaks maka mereka sering
merasa jengkel terhadap orang"orang yang bersikap relaks yang ada disekitar
mereka (Semiun, 200<!.
$enurut 9an % +umongga (20'0!, gangguan kepribadian obsesi"
kompulsi, disebut juga dengan istilah obsesi, compulsive disorder, adalah tipe
gangguan kepribadian yang ditandai dengan* a! #danya ,iksasi untuk
menyelesaikan segala sesuatu dengan benar, b! =igid (kaku! dalam hubungan
interpersonal, c! .ola pervasi, dan preokupasi dengan keteraturan,
per,eksionisme, d! Sikap control mental yang cenderung mengorbankan
,leksibelitas, e! terokupasi dengan detail, peraturan, aturan, da,tar, organisasi
atau jad&al sampai ke tingkat kehilangan poin pokok aktivitasnya.
Berdasarkan pendapat para ahli diatas, gangguan kepribadian obsesi,"
kompulsi, merupakan gangguan dengan kepribadian per,eksionisme
(menginginkan segala sesuatu terlalu baik! teratur dan sesuai dengan
keinginannya.
C. 8angguan /epribadian Historik atau Histrionik
$enurut Sunaryo (200! gangguan kepribadian histrionik adalah
gangguan kepribadian dengan ciri"ciri, yaitu* sombong, egosentrik, emosi
tidak stabil, menarik perhatian dengan perilaku labil, lekas tersinggung,
dangkal, sering berdusta, dan psedologia fantastika (menceritakan sesuatu
secara luas dan rinci tanpa dasar ,akta!.
#hli lain 9an % +umanggo (20'0! mengatakan gangguan kepribadian
historik yang disebut dengan histrionic disorder, adalah tipe gangguan
kepribadian yang ditandai dengan * a! @kspresi emosi yang berlebihan, seperti
memeluk ataupun menangis yang tak terkontrol atau suka menonton ,ilm
cengeng, b! sel,"centered, namun tidak nyaman bila menjadi pusat perhatian,
c! perilakunya suka menggoda dan sangat peduli pada penampilan, d! suka
mencari persetujuan orang lain dan akan marah apabila persetujuan tidak
sesuai dengan dirinya, d! Impresionistik, bicaranya tidak jelas dan tidak detail,
dan hiperbola, e! $emberikan keterangan yang tidak terperinci, ,! .enderita
ini lebih banyak pada perempuan, g! 3verdramatic, kesombongan, dan sikap
menggoda.
#da tiga karakteristik individu yang mengalami kepribadian histrionik
(histrionic personality disorder). .ertama, orang seperti itu biasanya menarik,
mempesona, menggiurkan secara seksual. /edua, individu histrionik ingin
menjadi pusat perhatian dan sering bertindak dalam cara"cara yang sangat
dramatis dan emosional untuk menarik perhatian dan sering bertindak dalam
cara"cara yang sangat dramatis dan emosional untuk menarik perhatian.
/etiga, &alaupun memperlihatkan a,ek yang hebat, namun emosi dari
individu histrionik sangat dangkal dan emosinya mungkin cepat sekali
berpindah dari orang yang satu ke orang yang lain atau dari positi, ke negati,.
Sampai sekarang belum diketahui bukti yang kuat mengenai penyebab dan
pera&atan terhadap gangguan kepribadian ini, tetapi untung karena gangguan
ini bukan suatu gangguan yang sangat berat (Semiun, 200<!.
Berdarkan pendapat para ahli diatas, gangguan kepribadian historik
atau histrionik merupakan gangguan kepribadian dengan sikap"sikap
emosional yang berlebihan.
D. 8angguan /epribadian ?arsistik
8angguan kepribadian narsistik disebut juga dengan narsistic
personality disorder, adalah jenis gangguan kepribadian yang ditandai dengan
adanya perilaku * a! $embayangkan bah&a dirinya orang penting secara
berlebihan, b! 4erokupasi dengan keinginan untuk mendapatkan perhatian, c!
4idak memiliki perasaan iba terhadap orang lain, c! 4idak memiliki perasaan
sensiti, terhadap orang lain, d! >enderung mengalami grandiosity, e!
$embuat atribut"atribut negati,, e! Senang mengeksplorasi orang lain untuk
kepentingan dirinya, d! Suka iri hati atau arogan terhadap keberhasilan orang
lain (9an % +umanggo, 20'0!.
#rketipe untuk gangguan kepribadian narsistik adalah ?arcissus"
sandi&ara dalam mitologi Eunani F yang jatuh cinta dengan bayangannya
sendiri dalam kolam. Individu yang mengalami gangguan ini adalah orang
yang merasa bah&a dirinya sangat penting dan ia dikuasai oleh ,antasi",antasi
tentang keberhasilan, kekuasaan, kecerdasan, atau kecantikan. /arena ia
berpikir bah&a ia adalah orang yang istime&a, maka ia menuntut perhatian
dan kekaguman terus"menerus dari orang"orang yang ada di sekitarnya
(Semiun, 200<!.
Berdasarkan pendapat para ahli diatas, narsistik merupakan gangguan
kepribadian karena terlalu mencintai atau mengagung"agungkan dirinya
sendiri.
6. 8angguan /epribadian Sadistik
8angguan kepribadian sadistik adalah suatu tambahan yang baru pada
da,tar gangguan"gangguan kepribadian, dan digunakan untuk orang yang
memperlihatkan suatu pola yang tetap untuk bersikap kejam dan agresi, dalam
respons terhadap orang"orang lain. Individu yang mengalami gangguan ini
memperoleh kesenangan dalam menyakiti atau menghina orang"orang lain
atau senang melihat serta terhibur oleh penderitaan orang"orang lain (Semiun,
200<!.
'0. 8angguan /epribadian #stenik
8angguan kepribadian astenik adalah gangguan kepribadian dengan
si,at tidak mempunyai gairah hidup. Seumur hidup merasakan lelah, lesu,
tidak bertenaga, dan lemah untuk memulai sesuatu, abulia (kurang kemauan!,
dan anhedonia (kurang menikmati sesuatu!. >iri"ciri lain dari kepribadian ini
adalah tidak tahan menghadapi stres, vitalitas, emosional dan motiGitas
(kegesitan! sangat kurang, libido lemah, serta karier pekerjaan atau
pernikahan dikesampingkan (Sunaryo, 200!.
''. 8angguan /epribadian .asi,"#gresi,
$enurut Semiun (200<!, karena dasarnya sama dengan psikopatologi,
maka tipe gangguan si,at kepribadian ini dikelompokkan sebagai berikut *
a. Tipe Pasif-ependen
Se&aktu masih kanak"kanak, individu"individu ini sudah pasi, dan
dependen secara kekanak"kanakan, tetapi ketika de&asa mereka berbuat
seperti anak"anak yang tergantung pada dukungan orang tua. >iri"ciri
khasnya ialah tidak berdaya, tidak tegas, dan tergantung pada orang lain.
b. Tipe Pasif-!gresif
$eskipun sikap pasi, mereka sama dengan tipe pasi,"dependen,
namun orang"orang ini memiliki pola agresi yang halus dan tak langsung
pada hubungan mereka dengan orang lain. =asa permusuhan mereka
diungkapkan dengan cara mencibir, bersungut"sungut, keras kepala, tidak
e,isien, membuang"buang &aktu atau berlengah"lengah.
c. Tipe !gresif
/arena tingkah laku mereka ada hubungannya dengan kepribadian"
kepribadian yang emosinya tidak stabil dan antisosial, maka orang"orang
ini pun memperlihatkan ledakan"ledakan kejengkelan, kemarahan, dan
bertingkah laku merusak sebagai respons terhadap ,rustrasi",rustrasi yang
kecil sekalipun. =eaksi mereka dapat berbentuk perasaan dendam yang
tidak sehat atau patologik. 4ingkah laku mereka biasanya merupakan
ungkapan ketergantungan tak sadar yang mendasarinya.
'2. Inadekuat
8angguan kepribadian dengan si,at berkali"kali tidak menenuhi harapan
teman dan kenalannya dalam hal respons terhadap tuntutan emosional,
intelektual, sosial, dan ,isik. >iri"ciri lain * a! .enilaian kurang, b! 4idak dapat
membuat rancangan jangka panjang dan tidak mampu melaksanakan tugas, c!
Sering pindah pekerjaan dengan sedikit keprihatinan tentang masa depannya
(Semiun, 200<!.
DA&TRA PU'TAKA
#hmadi, #bu. 2006. Psikologi "osial. 2akarta* .4 =ineka >ipta
Hanura&an, 5attah. 20'2. Psikologi "osial "uatu Pengantar. Bandung*.4 =emaja
=osdakarya
=ahman, #bdul. 20'(. Psikologi "osial.2akarta*.4 =aja8ra,indo .ersada
Saam, 9ul,an dan )ahyuni, Sri. 20'(. Psikologi #eperawatan. 2akarta*.4
=aja8ra,indo .ersada
Semiun, Eustinus. 200<. #esehatan $ental %.Eogyakarta*.enerbit /asinus
Soekanto, Soerjono dan Sulistyo&ati, Budi. 20'(, "osiologi "uatu Pengantar. 2akarta*
=aja&ali .ers
Sunaryo, 200, Psikologi untuk #eperawatan. 2akarta*@8>
)algito, Bimo, 20'0, Pengantar Psikologi &mum. Eogyakarta* #ndi Eogyakarta
9an dan +umongga. 20'0. Pengantar Psikologi dalam #eperawatan. 2akarta*
/encana