Anda di halaman 1dari 9

HAL YANG HARUS DIPENUHI DALAM MANAJEMEN PUSKESMAS :

1. Visi dan misi puskesmas dan harus diketahui oleh seluruh staf :
VISI : Mewujudkan Kecamatan Gegerbitung Sehat 2015
MISI :
- Menggerakan Pembangunan berwawasan Kesehatan
- Meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan
masyarakat
- Meningkatkan pelayanan yang bermutu dan terjangkau
- Mendorong kemandirian masyarakat
Strategi Pelaksanaan

Buku pedoman kerja Puskesmas (Pedoman Kerja
Konsep Puskesmas
P2M
Pengobatan Dasar
Program Gizi
Promkes
Protap
SPM
UU. Kesehatan
2. Kebijakan Dinkes ( renstra dan rencana strategi)
Kebijakan Puskesmas Gegerbitung
1. Promkes
No Kegiatan Tujuan Sasaran Target Indikator
Keberhasilan
Sumber
pembiayaan
Dana Alat Tenaga
KIP/K Untuk
melakukan
Penyuluhan
perorangan
Pengunjung
Pkm
5 %
pengunjung
- Media
Informasi
Pet.
kesehatan
5% dari
pengunjung
Pkm
mendapat
KIP/K
APBD
Peny. Klp.
Dlm
gedung
Pkm
Untuk
memberikan
informasi
ISU actual
kpd
pengunjung
Pkm
Pengunjung
Pkm
5 30 org
pengunjung
pkm
- Media
Informasi
Pet.
Promkes
96 kali dalm
setahun
dilakukan
peny. Klp di
PKM
APBD
Pendataan
PHBS
Institusi
Mengetahui
keadaan
PHBS di
Pkm dan
Pustu
100 % di
data
Transport Instrumen
PHBS
Pet.
Promkes
100 % Intitusi
ber-PHBS

Institusi
Pengkajian
PHBSRT
Mengetahui
keadaan
PHBS di
Masy
Keluarga Semua kel
di data
PHBS
Transport Instrumen
PHBS
Pet.
Promkes
65% keluarga
ber-PHBS

Peny. Klp
di-Masy
Untuk
memberikan
informasi
ISU actual
kpd Masy
Pengunjung
Pyd
Seluruh
Pyd
diadakan
peny.Klp
Transport Med.
Peny
Pet.
Promkes
atau
Pemb.
Desa
58 Pyd
perbulan
melakukan
Peny.Klp
APBD
Pembinaan
UKBM
Mengetahui
Strata Pyd
Posyandu Semua Pyd Transport Instrumen
Strata Pyd
Pet.
Promkes
65 % Pyd
menjadi
Purnama dan
mandiri
APBD
Pembinaan
Desa Siaga
Agar
Desasiaga
menjadi
Aktif
FSDS Semua
Desa
menjadi
Desa Siaga
Transport Instrumen
DS
Pet.
Promkes
60 % DS
menjadi DS
Aktif
APBD
Kunjungan
Rumah
Untuk
memotivasi
Keluarga
Keluarga 50 %
pengunjung
KIP/K
Transport Media
Informasi
Pet.
Promkes
atau
Pemb,
Desa
50% dari
pengunjung
KIP/K
mendapat
pembinaan
APBD
Pembinaan
dan
Evaluasi
Untuk
mengetahui
cakupan
Kegiatan
Promkes
Pet
Promkes
Setiap
bulan di
lakukan
Evaluasi
Instrumen
Lap.
Promkes
Kep. Pkm Pet. Promkes
mempunyai :
1. Buku Visum
2. RUK&RPK
3. Cat.Hasil
keg.
4. Register
KIP/K
5. Catatan
lengkap (
Daftar Hadir,
materi,
pembicara)/S
AP
6. Register
Penyuluhan (
Kelompok,
Pyd, UKBM ,
Desa Siaga
7. Jadwal
8. Hasil
Pendataan
PHBS
9. Pemetaan
Desa Siaga (
Catatan,

peta, jadwal
pembinaan)


2. Kesling
No Kegiatan Tujuan Sasaran Target Indikator
Keberhasilan
Sumber
pembiayaan
Dana Alat Tenaga
Klinik
Sanitasi
Untuk
melakukan
Konseling
Pengunjung
Pkm dg
peny.
Berbasis
lingkungan
25 %
pengunjung
dg peny.
Berbasis
lingkungan
- Media
Informasi
Pet.
Kesling
25% dari
pengunjung
Pkm dg peny.
Berbasis
lingkungan
mendapat
Konseling
APBD
Kunjungan
Rumah
Untuk
menindak
lanjuti hasil
konseling
Keluarga 25 %
pengunjung
dg peny.
Berbasis
lingkungan
Transport Media
Informasi
Pet.
Promkes
atau
Pemb,
Desa
25 %
pengunjung
dg peny.
Berbasis
lingkungan
mendapat
pembinaan
APBD
Pengawasan
Rumah
sehat
Untuk
mengetahui
keadaan
rumah
penduduk
Rumah 75 % Transport Instrumen
RS
Pet.
Kesling
75% Rumah
Penduduk
dalam
keadaan Sehat
APBD
Pengawasan
AB
Untuk
mengathui
keadaan air
yang
dipergunakan
penduduk
untuk
minum, mask
dan Cuci
Sarana AB 80 % Transport Instrumen
SAB
Pet.
Kesling
80 % dari SAB
dapat diawasi
APBD
Pengawasan
Jamban
Untuk
mengathui
keadaan
Jamban yang
dipergunakan
penduduk
Jaga 75 % Transport Instrumen
Jaga
Pet.
Kesling
75% keluarga
menggunakan
Jamban Sehat
APBD
Pengawasan
SPAL
Untuk
mengathui
keadaan
SPAL yang
ada di Masy
SPAL 80 % Transport Instrumen
SPAL
Pet.
Kesling
80% keluarga
memiliki SPAL
Sehat
APBD
Pengawasan Untuk Terminal, 75 % Transport Instrumen Pet. 75 % TTU APBD
TTU mengathui
keadaan TTU
Pasar,
Mesjid
TTU Kesling memiliki
Sandas
Pengawasan
TPM
Untuk
mengathui
keadaan TPM
TPM 75 % Transport Instrumen
TPM
Pet.
Kesling
75 % TPM
memenuhi
syarat sehat
APBD
Pengawasan
Industri
Untuk
mengathui
keadaan
Industri
Industri 75% Transport Media
Informasi
Pet.
Promkes
atau
Pemb,
Desa
75 % Industri
memiliki
sandas yang
memenuhi
syarat
APBD
Pembinaan
dan Evaluasi
Untuk
mengetahui
cakupan
Kegiatan
Promkes
Pet
Promkes
Setiap
bulan di
lakukan
Evaluasi
Instrumen
Lap.
Promkes
Kep.
Pkm
Pet. Promkes
mempunyai :
1. Buku
Visum
2. RUK&RPK
3. Cat.Hasil
keg.
4. Register KS
5. Register
Penyuluhan
Kesling
6. Jadwal
7. Hasil IS



3. KIAdan KB
3.1. Kesehatan Ibu
No Kegiatan Tujuan Sasaran Target Indikator
Keberhasilan
Sumber
pembiayaan
Dana Alat Tenaga
Pemeriksaan
Kehamilan
Untuk
melakukan
pemeriksaan
K1, K2, K3,
K4
Bumil K1 : 98 %
K4 : 95 %
Transport Alat
Pemeriksaan
kehamilan
dan lab
sederhana
Bidan
Pkm
dan
Bides
98 % Bumil bias
diperiksa pada
usia kehamilan
trimester 1 dg
10 dan 95%
diperiksa K4
APBD
Pertolongan
Persalinan
Agar
persalinan
ditolong oleh
nakes
Bulin 90 % Transport Bidan KIT Bidan
Pkm
dan
Bides
90 % persalinan
ditolong oleh
nakes di Faskes
APBD
Penanganan
Komplikasi
Agar
komplikasi
yang terjadi
pada klien
bias
ditangani
Bumil,
Bulin,
Bufas dan
bayi
Bumil =
100 %
Bulin =
90 %
Bufas =
91 %
Neo 91 %
Transport Bidan KIT Bidan
Pkm
dan
Bides
Bumil = 100 %
Bulin = 90 %
Bufas = 91 %
Neo 91 %
terdeteksi dan
tertangani
APBD
Pelayanan Untuk Bufas 91 % Transport Bidan KIT Bidan 91 % Bufas bias APBD
Nifas menghindari
resiko akibat
masa nifas
Pkm
dan
Bides
ditangani dan
tidak terjadi
resiko
Pembinaan
dan Evaluasi
Untuk
mengetahui
cakupan
Kegiatan
Kedsehatan
Ibu
Bidan
Pkm dan
Bides
Setiap
bulan di
lakukan
Evaluasi
Instrumen
Lap. KIA
Kep.
Pkm
Bidan Pkm dan
Bides
mempunyai :
1. Buku
Visum
2. RUK&RPK
3. Cat.Hasil
keg.
4. Kohor Ibu
dan anak
5. PWS
6. SIRS dan
SIMPUS
7. Data
Taksiran
Persalinan



3.2 Kesehatan Anak
No Kegiatan Tujuan Sasaran Target Indikator
Keberhasilan
Sumber
pembiayaan
Dana Alat Tenaga
Pemeriksaan
KN 1
Untuk
melakukan
pemeriksaan
Neonatal
mulai 0-28
hr
Neonatal 95 % Transport Bidan KIT
Modul
MTBM
Bidan
Pkm dan
Bides
95 % Neonatal
bias deperiksa
untuk deteksi
Dini
APBD
Pemeriksaan
Kn lengkap
Untuk
melakukan
pemeriksaan
Neonatal
mulai 0-28
hr
Neonatal 88 % Transport Bidan KIT
Modul
MTBM
Bidan
Pkm dan
Bides
95 % Neonatal
bias deperiksa
untuk deteksi
Dini
APBD
Penanganan
Komplikasi
Agar
komplikasi
yang terjadi
pada klien
bisa
ditangani
Neonatal 80 % Transport Bidan KIT
Modul
MTBM
Bidan
Pkm dan
Bides
Bumil = 100 %
Bulin = 90 %
Bufas = 91 %
Neo 91 %
terdeteksi dan
tertangani
APBD
Pelayanan
Kesehatan
Bayi
Untuk
memanatu
tumbang ,
dan
pemberian
Bayi 90 % Transport Kelengkapan
pemberian
imunisasi,
Vaksin, Vit.A
dan modul
Bidan
Pkm dan
Bides,
pet.
Imunisasi
90 % Bayi
mendapatkan
imunisasi dasar
APBD
imunisasi MTBS
Pelayanan
Kesehatan
Anak Balita
Untuk
memanatu
tumbang ,
dan
pemberian
imunisasi
Anak
Balita
85 % Transport Vit A, dan
modul MTBS
Bidan
Pkm dan
Bides,
pet.
Imunisasi
85 % bayi
mendapatkan
Vit A dan
terpantau
tumbang-nya
APBD
Pembinaan
dan Evaluasi
Untuk
mengetahui
cakupan
Kegiatan
Kesehatan
Anak
Bidan
Pkm dan
Bides
pet.
Imunisasi
Dan pet.
Gizi
Setiap
bulan di
lakukan
Evaluasi
Instrumen
Lap.
Kesehatan
Anak
Kep. Pkm Bidan Pkm dan
Bides
mempunyai :
1. Buku
Visum
2. RUK&RPK
3. Cat.Hasil
keg.
4. Kohor
Bayi dan
anak
5. PWS
6. SIMPUS
7. Formulir
MTBM dan
MTBS
8. Laporan
SKDN


10310 168
3.3. Keluarga Berencana
No Kegiatan Tujuan Sasaran Target Indikator
Keberhasilan
Sumber
pembiayaan
Dana Alat Tenaga
Pelayanan
KB
Untuk
melakukan
pelayanan
KB
PUS 100 % Transport Alkon Bidan
Pkm dan
Bides
100 % PUS ikut
ber- KB
APBD
Pembinaan
dan Evaluasi
Untuk
mengetahui
cakupan
Kegiatan
Pelayanan
KB
Bidan
Pkm dan
Bides

Setiap
bulan di
lakukan
Evaluasi
Instrumen
Lap. KB
Kep. Pkm Bidan Pkm dan
Bides
mempunyai :
1. Buku
Visum
2. RUK&RPK
3. Cat.Hasil
kegiatan


4. GIZI
No Kegiatan Tujuan Sasaran Target Indikator
Keberhasilan
Sumber
pembiayaan
Dana Alat Tenaga
Pembinaan
Kadarzi
Untuk
melakukan
pemeriksaan
Neonatal
mulai 0-28
hr
Neonatal 95 % Transport Bidan KIT
Modul
MTBM
Bidan
Pkm dan
Bides
95 % Neonatal
bias deperiksa
untuk deteksi
Dini
APBD
Pemeriksaan
Kn lengkap
Untuk
melakukan
pemeriksaan
Neonatal
mulai 0-28
hr
Neonatal 88 % Transport Bidan KIT
Modul
MTBM
Bidan
Pkm dan
Bides
95 % Neonatal
bias deperiksa
untuk deteksi
Dini
APBD
Penanganan
Komplikasi
Agar
komplikasi
yang terjadi
pada klien
bisa
ditangani
Neonatal 80 % Transport Bidan KIT
Modul
MTBM
Bidan
Pkm dan
Bides
Bumil = 100 %
Bulin = 90 %
Bufas = 91 %
Neo 91 %
terdeteksi dan
tertangani
APBD
Pelayanan
Kesehatan
Bayi
Untuk
memanatu
tumbang ,
dan
pemberian
imunisasi
Bayi 90 % Transport Kelengkapan
pemberian
imunisasi,
Vaksin, Vit.A
dan modul
MTBS
Bidan
Pkm dan
Bides,
pet.
Imunisasi
90 % Bayi
mendapatkan
imunisasi dasar
APBD
Pelayanan
Kesehatan
Anak Balita
Untuk
memanatu
tumbang ,
dan
pemberian
imunisasi
Anak
Balita
85 % Transport Vit A, dan
modul MTBS
Bidan
Pkm dan
Bides,
pet.
Imunisasi
85 % bayi
mendapatkan
Vit A dan
terpantau
tumbang-nya
APBD
Pembinaan
dan Evaluasi
Untuk
mengetahui
cakupan
Kegiatan
Kesehatan
Anak
Bidan
Pkm dan
Bides
pet.
Imunisasi
Dan pet.
Gizi
Setiap
bulan di
lakukan
Evaluasi
Instrumen
Lap.
Kesehatan
Anak
Kep. Pkm Bidan Pkm dan
Bides
mempunyai :
1. Buku
Visum
2. RUK&RPK
3. Cat.Hasil
keg.
4. Kohor
Bayi dan
anak
5. PWS
6. SIMPUS
7. Formulir
MTBM dan
MTBS
8. Laporan

SKDN




3. SK atau buku panduan Puskesmas lainnya
4. Dokumen perencanaan dan hasil pelaksanaan lokbul,lokmin ( Notulen,Daftar Hadir, Dll), Dok PKP
5. Data Ketenagan ( DUK )
Manajemen Ketenagaan Puskesmas
22
Petugas puskesmas sekarang merupakan kebutuhan yang sangat mendesak untuk segera dipenuhi. Pemikiran ini
bukan hanya semata karena meringankan kegiatan puskesmas yang sudah semakin banyak itu, namun juga
mengingat pelayanan kesehatan yang sudah menjadi hak penduduk, haruslah sudah dilaksanakan dengan prima.
Sudah ketinggalan kalau kita masih merasa paling hebat karena satu-satunya petugas kesehatan yang selalu
dibutuhkan dalam banyak hal di desa misalnya. Yang diperlukan bukan sekedar jumlah akan tetapi kualitas. Karena
itu berkaitan dengan perlunya sumber daya manusia tersebut perlu kita memiliki SDM yang Ramah, Kompeten dan
berpihak pada Rakyat. Demikian misi bu Menteri.
Karena itu dalam menjamin ketersedian (kaitannya dengan jumlah) tenaga yang masih dibutuhkan di banyak
puskesmas maka tenaga dibawah ini dirasakan sangat perlu ada di Puskesmas :
Bidan Puskesmas seharusnya minimal 2 (dua) orang : Peran ini jelas dalam petunjuk pelaksanaan Supervisi
Bidan di Desa. Disana berbunyi di puskesmas induk seharusnya ada Bidan Koordinator (Bikor) dan
Koordinator KIA dengan tugas yang terpisah sehingga bila hanya dirangkap satu orang pastilah ada
keadaan-keadaan tertentu yang tidak terlaksana.
Bendahara. Sebaiknya Puskesmas sudah mendapatkan pengelola keuangan tersendiri yang sesuai dengan
fungsionalnya. Kebutuhan ini semakin penting bila dikaitkan dengan perencanaan anggaran berbasis kinerja
yang seharusnya sudah berada di tingkat puskesmas.
Dokter. Bila pelayanan sudah mengharuskan berbagai payung hukum digunakan maka tentu saja Puskesmas
dengan 1 orang dokter sudah sulit sekali untuk berinovasi dalam pelayanan. Apalagi bila yang melaksanakan
fungsi dokter puskesmas adalah kepala puskesmas yang kebetulan juga dokter.
Tenaga Promosi Kesehatan dan Tenaga Sanitarian. Sehubungan dengan pentingnya pencapaian target-
target kesehatan yang meliputi bukan saja pelayanan, akan tetapi perlunya lingkungan sehat dan PHBS. Maka
tenaga ini harusnya tidak dibebankan kepada tenaga yang sudah fungsional lain.
Bagi Puskesmas Perawatan, sebaiknya jumlah tenaga perawat khusus Rawat Inap adalah 2 kali jumlah bed.
Di Rumah Sakit dengan pelayanan yang memuaskan biasanya malah sampai dengan 3 kali jumlah bed.
Tentu saja itu hanyalah garis besar dari usulan jumlah petugas. Usulan sebenarnya yang lebih obyektif adalah dengan
menerapkan Analisis Ketenagaan dengan metode Workload Indicator Staff Need (WISN). Yang perlu diperhatikan
dalam penyusunan WISN adalah juga memperhitungkan pekerjaan yang seharusnya dilaksanakan, bukan hanya
tupoksi yang saat ini dijalani.
Untuk menjamin kompetensi petugas perlu kiranya ditetapkan pelatihan-pelatihan yang merupakan keharusan bagi
setiap tenaga fungsional. Untuk tenaga dokter dan bidan sudah ada, sedang kaitannya dengan bidan di desa yang
akan mendapatkan tugas tambahan harus ada pelatihan khusus. Agar tidak terjadi pelanggaran payung hukum dalam
penanganan pasien di desa.
6.