Anda di halaman 1dari 18
LAPORAN PENDAHULUAN BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KABUPATEN KUTAI
LAPORAN PENDAHULUAN
BADAN PENANGGULANGAN
BENCANA DAERAH
KABUPATEN KUTAI

KARTANEGARA

TINJAUAN & KEBIJAKAN PENDAHULUAN PENYUSUNAN PETA RISIKO BENCANA KUTAI KARTANEGARA METODE STRUKTUR PERENCANAAN ORGANISASI TAHAP PELAKSANAAN
TINJAUAN
&
KEBIJAKAN
PENDAHULUAN
PENYUSUNAN
PETA RISIKO
BENCANA
KUTAI
KARTANEGARA
METODE
STRUKTUR
PERENCANAAN
ORGANISASI
TAHAP
PELAKSANAAN
LATAR BELAKANG TUJUAN, PENDA- SASARAN, HULUAN MANFAAT RUANG LINGKUP LANDASAN HUKUM
LATAR
BELAKANG
TUJUAN,
PENDA-
SASARAN,
HULUAN
MANFAAT
RUANG
LINGKUP
LANDASAN
HUKUM
Identifikasi oleh BPBD Kab Kukar mengenai adanya 13 ancaman bencana. Berdasarkan kajian indeks rawan bencana dari
Identifikasi oleh
BPBD Kab Kukar
mengenai adanya
13 ancaman
bencana.
Berdasarkan kajian indeks rawan
bencana dari BNPB 2011
menunjukkan bahwa Kabupaten
Kutai Kartanegara memiliki tingkat
kerawanan yang tinggi sebagai
kabupaten yang berpotensi
terhadap bencana.
Adapun bencana yang
memiliki kerawanan
tinggi di Kab Kukar dari
kajian tersebut adalah
banjir, kebakaran pada
permukiman dan hutan,
dan angin topan.
Sektor kebencanaan menjadi salah satu permasalahan sektoral bagi Kabupaten
Kukar yang merupakan daerah otonom dalam era desentralisasi.
Menjadi dasar pentingnya adanya pengkajian potensi dan
permasalahan daerah
Kajian Penyusunan Peta Risiko Bencana
Tujuan • menyediakan informasi serta data yang dapat dipertanggungjawabkan untuk penyusunan program kesiapsiagaan dan pencegahan bencana
Tujuan
• menyediakan informasi serta data yang dapat
dipertanggungjawabkan untuk penyusunan
program kesiapsiagaan dan pencegahan
bencana dengan melakukan pemetaan risiko
bencana
Sasaran
• ancaman bencana, kerentanan, kapasitas, serta
risiko multi-ancaman bencana sebagai produk
akhir
• digunakan sebagai salah satu masukan penting dalam rangka
penanggulangan, dan pengurangan risiko bencana dalam
Manfaat
rencana pembangunan daerah dan tata ruang
• mampu memetakan permasalahan kebencanaan, potensi/
kapasitas lokal sehingga nantinya rekomendasi yang
diberikan dapat mencerminkan kondisi aktual
A. Survey sekunder/ instansi B. Tinjauan kebijakan Mengenai pengelolaan dan pengembangan daerah risiko bencana C. Pengelolaan
A.
Survey sekunder/ instansi
B.
Tinjauan kebijakan
Mengenai pengelolaan dan pengembangan daerah risiko bencana
C.
Pengelolaan data, analisis, perumusan rencana produk
• Inventarisasi data-data ancaman fisik alam pemicu bencana
• Inventarisasi kerentanan bencana
• Inventarisasi kapasitas/ sumber daya
• Pengolahan dan analisis data-data ancaman fisik alam dan non-
alam, kerentanan, dan kapasitas
• Pemetaan daerah risiko bencana
• Rekomendasi arahan penanggulangan bencana/ intervensi
melalui matriks kebijakan pengurangan risiko bencana
Kabupaten Kutai Kertanegara dengan luas 27.263,10 km 2 dengan batas: - Utara: Kab Bulungan - Timur
Kabupaten Kutai
Kertanegara
dengan luas
27.263,10 km 2
dengan batas:
-
Utara: Kab
Bulungan
-
Timur : Selat
Makassar
-
Selatan: Kab
Penajam Pasir
Utara
-
Barat: Kab
Kutai Barat
• Undang-Undang Dasar Tahun 1945 • Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya
• Undang-Undang Dasar Tahun 1945
• Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya
Alam Hayati dan Ekosistemnya (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1990 Nomor
49, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3419)
• Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 3699)
• Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 167, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 3888);
• Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan
Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);
• Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4437);
• Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan
Bencana;Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4725);
• Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Pemerintahan Daerah;
• Undang-Undang RI Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial;
• Undang-undang Nomor 32 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup;
• • • • • Peraturan Pemerintah No.10 Tahun 2000 tentang Ketelitian Peta untuk Penataan Ruang
Peraturan Pemerintah No.10 Tahun 2000 tentang Ketelitian Peta untuk Penataan Ruang Wilayah;
Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara
Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota;
Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional;
Peraturan Pemerintah RI Nomor 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang;
Peraturan Presiden RI Nomor 83 Tahun 2005 tentang Badan Koordinasi Nasional Penanganan
Bencana;
Peraturan Presiden RI Nomor 8 Tahun 2008 tentang Badan Nasional Penanggulangan Bencana;
Keputusan Presiden RI Nomor 111 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Keputusan Presiden Nomor 3
Tahun 2001 tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan
Pengungsi;
Peraturan Menteri PU No. 22/PRT/M Tahun 2007 tentang Pedoman Penataan Ruang Kawasan Rawan
Bencana Longsor;
Peraturan Menteri Kehutanan RI Nomor 9 Tahun 2013 Tentang Tata Cara Pelaksanaan, Kegiatan
Pendukung dan Pemberian Insentif Kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan;
Peraturan Kepala BNPB No. 4 tahun 2008 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Penanggulangan
Bencana;
Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 2 Tahun 2012 mengenai Pedoman
Umum Pengkajian Resiko Bencana;
Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pedoman
Komando Tanggap Darurat;
Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Kutai Kertanegara 2012-2032;
Rencana Nasional Penanggulangan Bencana Tahun 2010-2014;
Rencana Strategis Badan Nasional Penanggulangan Bencana Tahun 2010-2014;
Laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana Data Bencana Indonesia Tahun 2009;
• Laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana Indeks Rawan Bencana Indonesia Tahun 2011.
TINJAUAN DAN KEBIJAKAN KEBIJAKAN TINJAUAN
TINJAUAN DAN
KEBIJAKAN
KEBIJAKAN
TINJAUAN
Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan
Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan
mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan oleh
faktor alam dan atau faktor non alam maupun faktor manusia sehingga
mengakibatkan timbulnya korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta
benda dan dampak psikologis.
Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau
serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam, antara lain berupa gempa
bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah
longsor.
Kejadian bencana adalah banyaknya peristiwa bencana yang terjadi dan dicatat
berdasarkan tanggal kejadian, lokasi, jenis bencana, korban, dan atau kerusakan
harta bencana. Jika terjadi bencana pada tanggak yang sama dan melanda lebih
dari satu kabupaten/kota da atau provinsi maka dihitung sebagai satu kejadian.
Kerentanan adalah keadaan atau sifat/perilaku manusia atau masyarakat yang
menyebabkan ketidakmampuan menghadapi bahaya atau ancaman baik itu
secara fisik , sosial, ekonomi ataupun lingkungan.
Kajian Risiko Bencana Pengkajian Risiko Kebijakan adminitratif • Aturan dan kelembagaan • Pengkajian risiko dan sistem
Kajian
Risiko
Bencana
Pengkajian
Risiko
Kebijakan adminitratif
• Aturan dan
kelembagaan
• Pengkajian risiko dan
sistem peringatan dini
• Peringatan,
pendidikan, dan
keterampilan
• Pengurangan faktor
risiko dasar
• Sistem kesiapsiagaan
umum
Bencana
Rencana
Penanggulangan
Bencana Daerah
Peta Risiko
Bencana
Kebijakan teknis per
bencana
• Pencegahan dan
mitigasi
• Kesiapsiagaan
• Tanggap darurat
• Pemulihan
METODOLOGI PERENCANAAN STRUKTUR ORGANISASI PENDEKATAN TAHAP PELAKSANAAN METODE PEMETAAN
METODOLOGI
PERENCANAAN
STRUKTUR
ORGANISASI
PENDEKATAN
TAHAP
PELAKSANAAN
METODE
PEMETAAN
Konvensional • menganggap bencana itu suatu kejadian atau peristiwa yang tak terelakkkan sehingga korban harus segera
Konvensional
• menganggap bencana itu suatu kejadian atau peristiwa
yang tak terelakkkan sehingga korban harus segera
mendapat pertolongan, sehingga fokus penanggulangan
bencana lebih bersifat bantuan dan kedaruratan
Mitigasi
• tujuannya lebih diarahkan pada identifikasi daerah-
daerah rawan bencana, mengenali pola-pola yang
dapat menimbulkan kerawanan, dan melakukan
kegiatan-kegiatan mitigasi yang bersifat struktural
maupuan non struktural
Pembangunan
• penanggulangan bencana yang lebih mengarah kepada
faktor-faktor kerentanan di dalam masyarakat. Upaya
yang dilakukan lebih bersifat mengintegrasikan upaya
penanggulangan bencana dengan program
pembangunan
Pengurangan Risiko
• penanggulangan bencana bertujuan untuk meningkatkan
kemampuan masyarakat untuk mengelola dan menekan
resiko terjadinya bencana dan memandang masyarakat
sebagai subyek dan bukan obyek dari penanggulan
bencana dalam proses pembangunan
Data spasial Peta wilayah Peta Peta Paparan bahaya administrasi penggunaan infrastruktur lahan Kajian kerentanan Data sosio-ekonomi
Data spasial
Peta wilayah
Peta
Peta
Paparan bahaya
administrasi
penggunaan
infrastruktur
lahan
Kajian kerentanan
Data sosio-ekonomi
Peta
Peta potensi
penduduk
ekonomi
Risiko umum
Data
Data
Data
dan daerah
demografi
ekonomi
kejadian
permukiman
Peta penduduk
bencana
yang terkena
yang lalu
Kajian kapasitas/ kemampuan
risiko
Peta kapasitas
Data kerentanan terhadap bahaya
Peta infrastruktur
yang terkena
risiko
Peta
Peta
Peta
Peta
Peta
Peta potensi
bahaya
bahaya
bahaya
bahaya
bahaya
ekonomi yang
kebakara
kebakara
banjir
longsor
angin
terkena risiko
n hutan
n pada
topan
permuki
man
Informasi data dasar dan data bahaya
Kerentanan dan kapasitas
Paparan dan analisis
risiko
Pemetaan Resiko Bencana Perijinan TAHAP PELAKSANAAN Pengumpulan data sekunder Data Primer Dinas Terkait Observasi Lapangan Ancaman
Pemetaan Resiko Bencana
Perijinan
TAHAP PELAKSANAAN
Pengumpulan data sekunder
Data Primer
Dinas Terkait
Observasi Lapangan
Ancaman bencana (hazard)
Kerentanan
Kapasitas
(vulnerability)
(capacity)
Pembuatan Peta-peta
Analisis Data
Peta tingkat kerawanan bencana
Peta tingkat kerentanan
Peta tingkat kapasitas
Peta Risiko Bencana Tanah Longsor
Pengelolaan dan Pengendalian Bencana
Laporan
Rekomendasi
Sekian ..Terima Kasih..
Sekian
..Terima
Kasih..