Anda di halaman 1dari 12

1

BAGIAN PERTAMA
HASIL PEMBINAAN KELUARGA

I. LATAR BELAKANG KELUARGA BINAAN
1.1 Data Demografi
1.1.1 Keluarga Made Denas
No Nama Kelamin Umur Pendidikan Pekerjaan Keterangan
1. I Made
Denas
L 38 SMP Petani Kepala
Keluarga
2. Nyoman
Ni Li
P 37 SMA Petani Istri
3. Ni Luh
Linda
P 18 SMA Siswa Anak
4. Ni Kadek
Yuliantari
P 15 SMA Siswa Anak
5. I Komang
Widya
Pramana
L 12 SMP Siswa Anak
6. Ni Ketut
Ayu
Cantika
P 2 - - Anak


1.1.2 Keluarga I Made Kastawa
No Nama Kelamin Umur Pendidikan Pekerjaan Keterangan.
1. I Made
Kastawa
L 45 SMA peternak Kepala
Keluarga
2. Ni Putu
Sugiani
P 40 SD Ibu rumah
tangga
Istri
3. I Gede
Saka Wila
L 17 SMA Siswa Anak
2

4. Kadek
Kelaudia
Dwita
Wardani
P 7 SD Siswa Anak

1.1.3 Keluarga Kadek Mertiawan
No. Nama Kelamin Umur Pendidikan Pekerjaan Keterangan
1.
Kadek
Mertiawan
L 35 SMA Petani
Kepala
Keluarga
2.
Made
Diani
P 34 SMP Petani Istri
3. Putu Dian P 13 SMP Siswa Anak
4
Dika
Andriana
P 11 SD Siswa Anak

1.2 Status Sosial Ekonomi dan Kondisi Tempat Tinggal
1.2.1 Keluarga I Made Denas
Keluarga I Made Denas berpenghasilan sekitar 100juta/tahun, berasal dari
pekerjaannya yaitu sebagai petani jeruk dengan penghasilan yakni dua kali
setahun saat panen yaitu sekitar bulan April dan Oktober. Penghasilan
Bapak Made Rauh juga tergantung dari harga pasaran jeruk yang saat ini
berkisar Rp. 4.000/kg. Bapak I Made Denas mengelola kurang lebih 80 are
kebun jeruk. Selain sayuran Bapak I Made Denas juga memelihara 5 ekor
sapi dan 6 ekor ayam laga. Anak pertama dari Bapak I Made Denas yaitu
Ni Luh Linda berumur 18 tahun bersekolah di POLSTIKES Denpasar,
sedangkan anak kedua yaitu Ni Kadek Yuliantari yang berumur 15 tahun
masih menempuh pendidikan SMA di Bangli dan tinggal di rumah kostan
di Bangli. Sedangkan anak ketiga yaitu I Komang Widya Pramana yang
berumur 12 tahun, baru menempuh pendidikan SMP Belantih. Anak
3

keempat yaitu Ni Ketut Ayu Cantika berumur 2 tahun. Rumah I Made
Denas terdiri dari terdapat sebuah rumah utama sederhana dengan 1 dapur
dan 1 kamar mandi yang terpisah dari rumah utama serta sebuah tempat
sembahyang (pelinggih/sanggah). Pada ruang tidur, terdapat 2 buah
ventilasi yang tetap ditutup saat siang hari. Hanya sesekali dibuka oleh istri
Bapak I Made Denas. Dapur menggunakan tungku, WC masih berplester
semen, dengan air berasal dari tangki penampungan air. Air di desa
mengalir sekitar 3 hari sekali tergantung penggunaan
1.2.2 Keluarga I Made Kastawa
Keluarga I Made Kastawa berpenghasilan 500juta/tahun. Bekerja sebagai
peternak ayam petelur. Bapak I Made Kastawa memelihara 3000 ekor
bersama dengan istri. Keluarga ini bergantung dari hasil penternakan ayam,
untuk kehidupan seharian dan membiayai persekolahan anak-anaknya.
Anak pertama, sedang bersekolah di SMA Singaraja dan anak kedua
bersekolah di SD Daup kelas 1. Kondisi rumah Bapak I Made Kastawa,
terdiri dari ruang keluarga, kamar tidur, dapur dan WC. Air berasal dari
tangki penampungan air. Air di desa mengalir sekitar 3 hari sekali
tergantung penggunaan.
1.2.3 Keluarga Kadek Mertiawan
Keluarga Kadek Mertiawan berpenghasilan sekitar 155 juta/tahun. Dari
hasil kebun yang terdiri daripada jeruk, cabai dan kacang tanah.
Penghasilan lain yakni berasal dari pekerjaan istri sebagai pembuat kue
bantal yang dijual di warung sekitar Desa Daup, Selulung, dan Belantih.
Keluarga ini memiliki 2 orang anak, anak pertama bersekolah di SMP
Belantih dan kedua bersekolah di SDN Daup. Rumah terdiri dari 2 tempat
tidur, ruang keluarga, dapur dan 2 buah WC. Air tangki sebanyak 1100 L.
Air di desa mengalir sekitar 3 hari sekali tergantung penggunaan.





4

1.3 Rumusan Masalah Kesehatan
1.3.1 Keluarga I Made Denas
Masalah Kesehatan pada Bapak I Made Denas secara umum baik, terdapat
keluhan pada anak keempat dari Bapak I Made Denas iaitu Ni Ketut Ayu
Cantika berupa demam panas disertai batuk dan pilek. Panas dikatakan
hilang timbul. Sebelumnya pernah mempunyai riwayat penyakit infeksi
saluran pernafasan akut(ISPA) ada lebih kurang satu tahun yang lalu dan
dikatakan masuk rumah sakit selama 3 hari di RSU Bangli dengan keluhan
sesak nafas serta demam panas. Saat ini dengan anamnesis, panas dikatakan
sejak 3 hari yang lalu disertai dengan batuk pilek. Nafsu makan anak
dikatakan menurun dan hanya minum air susu ibu. Penulis mendiagnosis
penderita sebagai suspek ISPA ringan bukan pneumonia walaupun untuk
penegakannya harus dengan rontgen dan pemeriksaan darah lengkap.
1.3.2 Keluarga I Made Kastawa
Keadaan kesehatan keluarga Bapak I Made Kastawa secara umum baik,
terdapat keluhan pada istri dari I Made Kastawa (Ni Putu Sugiani) berupa
sakit kepala seperti ada pita yang mengikat kepala dengan kuat.Keluhannya
dikatakan hilang timbul dan biasanya membaik apabila sudah beristirahat.
Sudah berlangsung sejak masih remaja sekitar 20 tahun yang lalu. Sudah
sempat berobat dan diberikan analgesic sederhana aspirin(NSAID). Penulis
mendiagnosis penderita dengan sakit kepala.
1.3.3 Keluarga Kadek Mertiawan
Keluarga Kadek Mertiawan tidak memiliki masalah pada kesehatan yang
berarti. Jika perlu, tempat pelayanan kesehatan yang dituju biasanya adalah
praktik dokter umum atau bidan di kawasan Kintamani. Begitu pula dengan
anak maupun istrinya. Penyakit yang biasanya diderita oleh keluarga Kadek
Mertiawan adalah flu, batuk, pilek, dan demam. Tidak ada penyakit
kesehatan yang berarti pada keluarganya.




5

II. KEGIATAN DAN HASIL PEMBINAAN PADA KELUARGA BINAAN
Kegiatan pendampingan dan pembinaan pada keluarga binaan dilaksanakan hampir
setiap hari selama kegiatan PPD. Kegiatan ini berlangsung menyesuaikan dengan
kegiatan KK Dampingan yang sebagian besar bekerja di kebun. Waktu ke kebun
keluarga dampingan biasanya adalah pukul 8 pagi hingga pukul 6 sore, sehingga
seringkali pendampingan dilaksanakan malam hari atau langsung berkunjung ke
kebun masing-masing keluarga dampingan
2.1 Keluarga I Made Denas
No. Tanggal Waktu Kegiatan
1. 4 Agustus 2014 18.00-21.00 Mengunjungi KK dampingan untuk
dapat memperkenalkan diri sebagai
mahasiswa yang mengikuti Pelatihan
Pra Dokter pada keluarga Bapak I
Made Denas , kemudian menjelaskan
tujuan program keluarga binaan
2. 7 Agustus 2014 17.00-20.00 Memeriksa tekanan darah Bapak I
Made Denas sekaligus menggali
masalah kesehatan yang ada di
keluarga pasien, aplikasi perilaku
hidup bersih dan sehat.
3. 11 Agustus 2014 16.00-19.00 Memberikan edukasi tentang penyakit
ISPA dan cara pencegahannya.
4. 14 Agustus 2014 07.00-10.00 Menggali masalah ekonomi dan
lingkungan fisik di keluarga pasien
5. 18 Agustus 2014 17.00-20.00 Memberikan edukasi tentang perilaku
hidup bersih dan sehat, disertai dengan
mempraktekkan cara cuci tangan dan
sikat gigi yang benar bersama
6. 21 Agustus 2014 08.00-12.00 Promosi kesehatan tentang bahaya
merokok, alkohol dan narkoba
terhadap kesehatan
7. 25 Agustus 2014 18.00-21.00 Menjelaskan tentang tanaman obat
6

keluarga. Memberikan edukasi
mengenai pentingnya kebersihan
lingkungan dan gizi seimbang
8. 28 Agustus 2014 18.00-20.00 Pemberian tanaman obat, kado,
kepada keluarga Bapak I Made Denas

Pada pendampingan di keluarga I Made Denas, dapat dilihat yakni adanya
hubungan positif yang diberikan keluarga ini pada penulis. Hal ini memudahkan
komunikasi yang memberikan peluang penulis bercerita tentang bagaimana infeksi
virus terjadi pada masyarakat di musim dingin, serta penanggulangan dan
pencegahan ISPA . Selain itu penulis menyimpulkan keluhan yang ada pada anak
Bapak I Made Denas, yakni suspek ISPA, dan penulis memberikan arahan untuk
berobat ke dokter puskesmas agar dapat mengobati gejala anak Bapak I Made
Denas. Sekaligus penulis memberikan informasi mengenai apa itu ISPA,
bagaimana terjadinya infeksi dan penanganannya.

2.2 Keluarga I Made Kastawa
No. Tanggal Waktu Kegiatan
1. 5 Agustus 2014 18.00-21.00 Memperkenalkan diri pada keluarga
binaan yaitu Bapak I Made Kastawa
2. 8 Agustus 2014 07.00-10.00 Menanyakan tentang permasalahan
ekonomi pada keluarga binaan
3. 12 Agustus 2014 16.00-19.00 Menggali masalah kesehatan dan
lingkungan fisik di keluarga binaan
4. 15 Agustus 2014 18.00-21.00 Promosi tentang pencegahan penyakit
menular seperti HIV/AIDS, TB, diare
dan penyakit cacing
5. 19 Agustus 2014 16.00-19.00 Promosi kesehatan tentang diare,
pertolongan pertama pada kecelakaan,
serta pentingnya berolahraga
6. 22 Agustus 2014 07.00-11.00 Mempraktekkan cara cuci tangan dan
cara menggosok gigi dengan benar
7

7. 26 Agustus 2014 15.00-18.00 Edukasi mengenai lingkungan yang sehat
dan pentingnya gizi seimbang
8. 29 Agustus 2014 16.00-18.00 Pemberian tanaman TOGA dan buku
tulis kepada keluarga I Made Kastawa

Istri keluarga I Made Kastawa, sejak masih remaja, mengalami gejala berupa nyeri
kepala sejak 20 tahun yang lalu. Hal ini terjadi biasanya setelah melakukan
akitivitas yang berat. Hal ini sudah sering dialami dan diobati dengan menggunakan
aspirin. Penulis saat ini memberikan saran, agar menghindari faktor
pencetus(stress), menjaga kesehatan, minum vitamin apabila asupan makanan tidak
mencukupi kebutuhan sehari-hari.

2.3 Keluarga Kadek Mertiawan
No. Tanggal Waktu Kegiatan
1. 6 Agustus 2014 17.00-20.00 Memperkenalkan diri pada keluarga
Bapak Kadek Mertiawan dan
menjelaskan tujuan dari dilaksanakannya
program PPD
2. 9 Agustus 2014 07.00-10.00 Mengetahui profil keluarga KK
Dampingan dan identifikasi riwayat dan
masalah kesehatan
3. 13 Agustus 2014 16.00-19.00 Promosi kesehatan mengenai perilaku
hidup bersih dan sehat terutama cara
mencuci tangan yang baik dan benar,
mandi dan menggosok gigi yan baik dan
benar pada keluarga bapak Kadek
Mertiawan
4. 16 Agustus 2014 17.00-20.00 Promosi kesehatan tentang pentingnya
menjaga kesehatan diri dan kesehatan
lingkungan
5. 20 Agustus 2014 18.00-21.00 Promosi tentang pencegahan penyakit
menular seperti HIV/AIDS, TB, diare
8

dan penyakit cacing
6. 23 Agustus 2014 08.00-11.00 Promosi kesehatan tentang bahaya
merokok, alkohol dan narkoba terhadap
kesehatan
7. 27 Agustus 2014 07.00-11.00 Mempraktekkan cara cuci tangan dan
cara menggosok gigi dengan benar
Edukasi mengenai lingkungan yang sehat
dan pentingnya gizi seimbang
8. 30 Agustus 2014 16.00-18.00 Pemberian multivitamin dan tanaman
produktif pada keluarga bapak Kadek
Mertiawan

Pada keluarga Kadek Mertiawan, penyakit yang biasanya diderita adalah flu, batuk,
pilek, dan demam. Tidak ada penyakit kesehatan yang berarti pada bapak, istri dan
anaknya. Penulis saat ini menyarankan beberapa hal yang bertujuan untuk
meminimalkan angka kejadian demam, flu, batuk dan pilek pada keluarga Bapak
Kadek Mertiawan, hindari faktor pencetus seperti debu dan asap. Kemudian
memberikan saran agar istri Kadek Mertiawan membuka ventilasi saat siang hari
agar sirkulasi udara di dalam tempat tidur dimana anak biasa bermain menjadi lebih
segar, mengganti seprai setiap seminggu sekali, mencuci karpet secara berkala,
menyiram halaman yang bertanah tiap sore, menyarankan memakan makanan bergizi
dalam rangka menjaga kondisi tubuh dan menkonsumsi multivitamin.










9

III. PENANGGULANGAN PENYAKIT PADA KELUARGA BINAAN
3.1 Latar Belakang Kasus
Infeksi saluran napas akut dalam bahasa Indonesia juga di kenal sebagai
ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) atau URI (dalam bahasa inggris)
singkatan dari under respiratory infection adalah penyakit infeksi yang bersifat
akut dimana melibatkan organ saluran pernapasan mulai dari hidung, sinus,
laring hingga alveoli. Risiko terutama terjadi pada anak-anak karena
meningkatnya kemungkinan infeksi silang beban immunologisnya terlalu besar
karena dipakai untuk penyakit parasit dan cacing, serta tidak tersedianya atau
berlebihan pemakaian antibiotik. Sebagian besar orang dengan infeksi saluran
nafas bagian atas memberikan gejala yang sangat penting yaitu batuk. Infeksi
saluran nafas bagian bawah memberikan beberapa tanda lainnya seperti nafas
yang cepat dan retraksi dada. Selain batuk, gejala ISPA juga dapat dikenali
yaitu flu, demam dan suhu badan meningkat lebih dari 38.5 Celcius dan
disertai sesak nafas. Penyebab ISPA adalah bakteri atau virus yang masuk ke
saluran nafas. Salah satu penyebab ISPA yang lain adalah asap pembakaran
bahan bakar kayu yang biasanya digunakan untuk memasak. Penegakan
diagnosis ISPA adalah dengan anamnesis, pemeriksaan fisik, namun untuk
diagnosis secara pasti butuh pemeriksaan rontgen dan pemeriksaan lab.
Penatalaksanaan mencakup petunjuk pemberian makanan dan minuman
sebagai bagian dari tindakan penunjang penting. Pengobatan diberikan
antibiotik dan mengbati gejala simtomatik seperti deman, batuk dan pilek.ISPA
berat harus dirawat di rumah sakit.

3.2 Analisis Situasi Keluarga Kasus
Pada keluarga I Made Denas, anak keempat Ni Ketut Ayu Cantika. Saat ini
dengan anamnesis, panas dikatakan sejak 3 hari yang lalu disertai dengan batuk
pilek. Nafsu makan anak dikatakan menurun dan hanya minum air susu ibu.
Riwayat penyakit infeksi saluran pernafasan akut(ISPA) ada lebih kurang satu
tahun yang lalu. Bapak I Made Denas dinasihati untuk membawa anaknya ke
puskesmas Kintamani yang terdekat untuk berobat secepat mungkin.

10

3.3 Rumusan Masalah dan Solusi Kasus
Masalah yang muncul saat ini adalah memelihara dan memodifikasi
lingkungan rumah penderita dengan mengubah perilaku terhadap hygienitas
dan sanitasi. Keluarga penderita dinasihatkan untuk menjaga kebersihan
perorang dan lingkungan. Bahan bangunan seperti lantai tidak berdebu dan
mempunyai ventilasi yang baik. Ventilasi adalah untuk menjaga agar aliran
udara di dalam rumah tersebut tetap segar. Tidak cukupnya ventilasi akan
menyebabkan kelembaban udara didalam ruang menjadi media baik untuk
pertumbuhan bakteri-bakteri. Bahan bakar untuk masak yang paling banyak
menyebabkan asap adalah bahan bakar kayu.Cerobong asap harus dibuat
secara horinzotal dan dialirkan ke bak air akan mudah terlarut dan mengurangi
asap serta debu. Menjaga keadaan gizi penderita agar tetap baik, status gizi
harus baik dengan memakan makanan yang sehat dan memperbanyak minum
air serta istirahat yang cukup. Karena dengan tubuh yang sehat maka kekebalan
tubuh akan semakin meningkat sehingga mencegah virus yang akan memasuki
ke dalam tubuh. Dari segi imunisasi, penderita harus diimunisasi. Pemberian
imunisasi sangat diperlukan untuk menjaga kekebalan tubuh. Peran dan
perilaku keluarga penderita dalam praktek penangan dini bagi penderita sakit
ISPA sangatlah penting, sebab bila praktek penangan ISPA tingkat keluarga
yang kurang dan buruk berpengaruh pada perjalanan penyakit dari ringan
menjadi bertambah berat.











11

IV. PENUTUP
4.1 Simpulan
Berdasarkan hasil pengamatan dan KK Dampingan yang dilaksanakan
kurang lebih selama 1 (satu) bulan, dapat diambil simpulan sebagai berikut:
a. Permasalahan kesehatan keluarga I Made Denas disebabkan oleh
lingkungan rumah yang kurang baik dan asupan gizi anak Bapak I Made
Denas kurang. Penulis mendiagnosis suspek ISPA ringan bukan pneumonia.
b. Permasalahan kesehatan keluarga I Made Kastawa terletak pada istrinya
yang seringkali menderita sakit kepala apabila melakukan aktivitas yang
berat..
c. Permasalahan kesehatan keluarga Kadek Mertiawan diderita adalah flu,
batuk, pilek, dan demam. Tidak ada penyakit kesehatan yang berarti pada
bapak, istri dan anaknya. Penulis mencoba memberikan saran agar
kekambuhan penyakit ini dapat diminimalisir.

4.2 Saran
Adapun saran yang bisa diberikan penulis untuk keluarga dampingan:
a. Untuk masalah kesehatan anak Bapak I Made Denas, penulis mencoba
memberikan solusi dengan memberikan saran berupa menjaga kebersihan
lingkungan rumah dan memodifikasi cara hidup yang lebih sehat. Selain itu
penulis memberikan penjelasan mengenai apa yang dimaksud dengan ISPA
sehingga keluarga Bapak I Made Denas memahami dengan baik apa yang
sedang diderita oleh anaknya.
b. Untuk masalah kesehatan Istri dari I Made Kastawa, Hal ini penulis
memberikan saran agar mampu menjaga kesehatan tubuh, memenuhi asupan
nutrisi dan mendapatkan istirahat yang cukup.
c. Masalah pada keluarga Kadek Mertiawan, tidak ada penyakit kesehatan
yang berarti pada bapak, istri dan anaknya. Penulis memberikan saran agar
istri Kadek Mertiawan membuka ventilasi saat siang hari agar sirkulasi
udara di dalam tempat tidur dimana anak biasa bermain menjadi lebih segar,
mengganti seprai setiap seminggu sekali, mencuci karpet secara berkala,
menyiram halaman yang bertanah tiap sore, menyarankan memakan
12

makanan bergizi dalam rangka menjaga kondisi tubuh dan menkonsumsi
multivitamin. Apabila timbul gejala agar langsung dibawa ke rumah sakit
terdekat.