Anda di halaman 1dari 39

TAMBAHAN MATERI

MODUL RENCANA BISNIS


Perencanaan
Adalah suatu jenis pembuatan keputusan yang spesifik
yang dikehendaki oleh manajer bagi organisasi mereka
Perencanaan adalah proses menetapkan sasaran dan
memilih cara untuk mencapai sasaran tadi
Perencanaan dapat diibaratkan seperti lokomotif yang
menarik kereta yang terdiri dari aktivitas
mengorganisasikan, memimpin, dan mengendalikan
Atau kita dapat mengibaratkan perencanaan sebagai akar
tunggang dari pohon yang besar dan rimbun, dari situ
tumbuh cabang-cabang, yaitu penggorganisasian,
kepemimpinan, dan pengendalian
Perencanaan adalah proses berkesinambungan yang
mencerminkan dan menyesuaikan dengan perubahan
yang terjadi di lingkungan sekitar setiap organisasi

Pentingnya Perencanaan
Sasaran memberikan arah
Sasaran memfokuskan usaha kita
Sasaran menjadi pedoman rencana dan
keputusan kita
Sasaran membantu kita mengevaluasi
kemajuan yang kita capai
Hirarki Rencana Organisasi
Organisai biasanya dimanajemeni menurut dua
macam rencana:
Rencana Strategis
didesain oleh manajer tingkat tinggi dan
menentukan sasaran secara luas untuk
organisasi
Rencana Operasional
berisi rincian untuk melaksanakan atau
mengimplementasikan rencana strategis
dalam kegiatan sehari-hari
PERNYATAAN VISI & MISI
RENCANA STRATEGIS
RENCANA OPERSIONAL
Dibuat oleh Pendiri, Dewan Direksi,
Manajer Puncak
Dibuat oleh Manajer Puncak dan
Menengah
Dibuat oleh Manajer Menengah dan
Manajer Lini Pertama
Perbedaan Rencana Strategis dan
Operasional
Hal Pembeda Rencana Strategis Rencana Operasional
Kurun Waktu

Cenderung untuk melihat
kedepan beberapa tahun
atau bahkan dekade
Satu tahun seringkali
merupakan periode yang
relevan
Cakupan Mempengaruhi aktivitas
organisasi secara luas
Mempunyai cakupan yang
sempit dan terbatas
Tingkat Rincian Lebih ringkas

Lebih rinci /detil

Proses Manajemen Strategis
Membuat
Rencana
Strategis
Implementasi
Strategis
Penetapan Sasaran
Merumuskan Strategi
Pengendalian Strategi



Rencana Bisnis adalah dokumen tertulis yang
menggambarkan rencana kegiatan usaha Bank jangka
pendek (satu tahun) dan jangka menengah (tiga tahun),
termasuk rencana untuk meningkatkan kinerja usaha,
serta strategi untuk merealisasikan rencana tersebut
sesuai dengan target dan waktu yang ditetapkan, dengan
tetap memperhatikan pemenuhan ketentuan kehati-hatian
dan penerapan manajemen risiko.
Pengertian Rencana Bisnis Menurut BI
DASAR KEBIJAKAN PENYUSUNAN RENCANA
BISNIS
Penyusunan Rencana Bisnis oleh BPR mengacu kepada
SK Direksi Bank Indonesia No. 31/60/KEP/DIR dan Surat
Edaran Bank Indonesia No. 31/8/UPPB masing-masing
tanggal 9 Juli 1998 tentang Rencana Kerja dan Laporan
Pelaksanaan Rencana kerja dengan bertitik tolak kepada 5
(lima) masalah pokok kegiatan yaitu meliputi :
1. Rencana Penghimpunan Dana.
2. Rencana Penyaluran Dana.
3. Proyeksi Neraca dan Rugi Laba.
4. Rencana Pengembangan Sumber Daya Manusia.
5. Upaya untuk memperbaiki/ meningkatkan kinerja bank

BATAS WAKTU & SANKSI DALAM RKAT
1. BPR wajib menyampaikan Rencana Kerja selambat-lambatnya
pada akhir bulan Januari.
2. Terlambat menyampaikan RK dikenakan sanksi kewajiban
membayar sebesar Rp 250.000,-
3. Tidak menyampaikan RK dikenakan sanksi kewajiban
membayar sebesar Rp 500.000,-
4. Pelanggaran terhadap penyediaan dana Diklat, pelaksanaan
Diklat oleh ahlinya, penyusunan rencana Diklat dan belum
merealisasikan dana Diklat, dikenakan sanksi sesuai Pasal 52
UU Perbankan, antara lain : denda uang, teguran tertulis,
penurunan TKS, pembekuan kegiatan usaha tertentu,
pemberhentian pengurus dan pencantuman pengurus,
pegawai, pemegang saham dalam daftar orang tercela
dibidang perbankan.
BATAS WAKTU PENYAMPAIAN REALIASI LAPORAN
PELAKSANAAN RKAT
Periode Januari s/d Juni
Wajib disampaikan selambat-lambatnya pada
akhir bulan Agustus

Periode Juli s/d Desember
Wajib disampaikan selambat-lambatnya pada
akhir bulan Februari

TUJUAN PENYUSUNAN RENCANA
BISNIS
Menghindari penanam modal yang sia-sia.
Melihat prospek usaha yg baik dimasa yang akan
datang.
Sebagai alat kontrol atau kendali jalannya usaha.
Pasar tidak jelas.
Jadwal untuk mencapai sasaran tidak jelas.
Prioritas usaha tidak ada atau tidak jelas.
Tidak menunjukan kompetensi.
Menunda langkah-langkah penting.
Takut risiko.

GAGALNYA RENCANA BISNIS
PENYUSUNAN ANGGARAN
Adalah proses pengoperasionalan rencana dalam
bentuk pengkuantifikasian , biasanya dalam unit
moneter, untuk kurun waktu tertentu
Anggaran merupakan rencana yang diungkapkan
secara kuantitatif dalam unit moneter untuk periode satu
tahun
Anggaran menggambarkan biaya-biaya yang dikeluarkan
oleh setiap manager yang bertanggung jawab terhadap
sebuah program
Anggaran mempunyai dua peran yaitu, berperan sebagai
alat perencanaan dan alat pengendalian jangka pendek
1. Anggaran mengestimasi tingkat laba potensial dari
suatu unit usaha
2. Anggaran dinyatakan dalam satuan keuangan
3. Anggaran umumnya meliputi periode satu tahun
4. Anggaran merupakan komitmen manajemen
5. Usulan anggaran ditelaah dan disetujui oleh pejabat
yang lebih tinggi dari penyusun anggaran
6. Anggaran yang telah disetujui diubah hanya jika
terjadi kondisi tertentu
7. Secara periodik, kinerja keuangan
sesungguhnya
dibandingkan dengan anggaran kemudian
selisihnya
dianalisis dan dijelaskan

KARAKTERISTIK ANGGARAN
Visi dan Misi
a. Visi merupakan sesuatu yang didambakan untuk dimiliki
dimasa depan (what do they want to have). Visi
menggambarkan aspirasi masa depan tanpa menspesifikasi
cara-cara untuk mencapainya, visi yang efektif adalah visi yang
mampu membangkitkan inspirasi.
b. Misi adalah bentuk yang didambakan di masa depan (what do
they want to be). Misi merupakan sebuah pernyataan yang
menegaskan visi lewat pilihan bentuk atau garis besar jalan
yang akan diambil untuk sampai pada visi yang telah lebih dulu
dirumuskan.
c. Sebagai konsep yang ideal visi-misi ini harus diterjemahkan
lagi dalam konsep yang lebih nyata dan terukur yaitu tujuan
(objective). Tujuan disini adalah tujuan sebagai konsep yang
jauh dan lebih riil.
ANALISA SWOT
Analisa SWOT adalah penelitian tentang
hubungan/interaksi antara unsur2 internal organisasi
(SW)terhadap unsur2 eksternal (OT).
SWOT difokuskan untuk analisa Lending, Funding dan
SDM.

Analisa SWOT penting untuk BPR :
1. Internal BPR berpengaruh terhadap kinerja.
2. Eksternal BPR berupa lingkungan yg dinamis dan
semakin kompleks mempengaruhi kinerja.
MATRIKS ANALISIS SWOT
Opportunities (O)
Daftar semua peluang yang
dapat diidentifikasi
Strategi (SO)
Gunakan semua kekuatan
yang dimiliki utk meman-
faatkan peluang yg ada
Strategi (WO)
Atasi semua kelemahan
dengan memanfaatkan
semua peluang yang ada
Threats (T)
Daftar semua ancaman
yang dapat diidentifikasi

Strategi (ST)
Gunakan semua kekuatan
yang dimiliki untuk
memitigasi ancaman
Strategi (WT)
Atasi kelemahan dan
mitigasi ancaman


SWOT
Strength (S)
Daftar semua
kekuatan/kelebihan BPR
Weakness (W)
Daftar semua kelemahan
yang dimiliki BPR
Mng.MP1-6_T18
PENERAPAN ANALISIS SWOT BPR
Opportunities (O)
1. Pasar mikro tumbuh positif
2. Bank dikenal cukup luas oleh
masyarakat setempat
3. Pelaku bisnis mikro blm banyak
menjadi nasabah bank
Strategi SO
1. Meningkatkan pemasaran produk
mikro yg variatif pada pasar baru
2. Secara agresif meningkatkan
pangsa pasar tabungan (retail)
3. Meningkatkan pelayanan atas
dukungan SDM sehingga tercapai
image BPR yang prima
Strategi WO
1. Fokus pada perbaikan
jaringan mendukung
penambahan nasabah
2. Pembukaan unit-unit
kerja pelayanan baru
3. Peningkatan kualitas
pelayanan petugas front
office melalui training
Threats (T)
1. Pangsa pasar bank pesaing
terus meningkat
2. AO bank pesaing sangat trampil
dan agresif
Strategi ST
1. Fokus bisnis pada segmen mikro
2. Menerapkan kiat pemasaran
jemput bola dengan
memanfaatkan jaringan yang
dimiliki
3. Proses kredit yg cepat, kompetitif
Strategi WT
1. Implementasi software
baru utk pelayanan
2. Pelatihan dan perbaikan
proses internal dilakukan
secara kontinue

SWOT
Strength (S)
1. Keunggulan produk bank
2. Pangsa pasar retail lebih dari 20%
3. Jaringan kerja tersebar luas
4. Dukungan Direktur, Manajer dan
staff yang berpengalaman
Weakness (W)
1. Sering terjadi masalah
dalam jaringan
komputer
2. Delegasi wewenang
masih kurang jelas

CONTOH ANALISA SWOT
STRENGTH (KEKUATAN)
1. Jumlah SDM yang ada telah mencukupi.
2. Perkembangan usaha bank 2 tahun terakhir menunjukkan hasil
yang cenderung meningkat
3. Produk tabungan bank sudah dikenal baik oleh masyarakat.
4. Jejaring dengan bank umum dan serta BPR lainnya dapat dibina
dengan baik.
5. Dukungan kuat dari pemegang saham untuk memambah modal
bila diperlukan.
6. Adanya pelatihan SDM dan perbaikan sisdur yang kontinue

WEAKNESS (KEKURANGAN)
1. Kualitas SDM masih perlu ditingkatkan.
2. Modal disetor masih relatif kecil.
3. Letak, tampilan dan kondisi kantor kurang representatif.
4. Manajemen (Pengurus) masih relatif baru
5. Sarana dan prasarana yg ada masih kurang memadai utk
mendukung pelaksanaan tugas.
6. Produk BPR terbatas dan tidak bervariatif

OPPORTUNITY (PELUANG)
Manfaat jasa perbankan semakin dirasakan oleh masyarakat.
Terdapat sentra bisnis/industri baru disekitar lingkungan bank.
Masih banyak masyarakat atau sektor usaha yang belum tersentuh
oleh bank.
Perhatian dan upaya Pemerintah untuk meningkatkan peran UMKM
dalam perekonomian Indonesia.
Protensi ekonomi daerah semakin berkembang dengan adanya
kebijakan OTDA.
Linkage Program B.Umum dengan BPR sumber pendanaan untuk
ekspansi tersedia.

THREAT (ANCAMAN)
Tingkat suku bunga kredit dari pesaing / B. Umum yang lebih
rendah.
Adanya beberapa bank umum dan BPR yg dicabut izin usahanya
sedikit banyak mempengaruhi kepercayaan masyarakat.
Pelayanan dari pesaing relatif lebih cepat dan lebih baik karena
adanya dukungan sarana dan prasarana.
Secara umum kondisi ekonomi belum menunjukkan perbaikan yang
signifikan.
Kondisi sosial yang masih belum menentu.

PERENCANAAN AKTIVA
Ada beberapa pendekatan perencanaan keuangan dalam
industri diantaranya pendektan berbasis arus kas dan
pendekatan berbasis neraca.
Pendekatan arus kas menuntut perencana berpikir dalam
pandangan arus kas untuk setiap unsur keuangan yang
direncanakan, pendekatan cukup baik dan populer
digunakan namun terlalu menitikberatkan pada hal-hal
yang lebih sempit.
Pendekatan berbasis neraca lebih strategis digunakan
dalam perencanaan keuangan karena dapat menyatakan
secara lebih jelas apa yang ditargetkan oleh BPR dalam
neraca akhir tahun.
PERENCANAAN PORTOFOLIO KREDIT
Terdapat dua pendekatan dalam merencanakan portofolio
kredit yaitu pendekatan Atas Bawah dan pendekatan
Bawah Atas.
Contoh:
Pendekatan Atas Bawah
Manajemen merencanakan total kredit dengan tumbuh
15% tahun ini, kemudian berusaha memperkirakan jenis
produk dan segemen nasabah untuk total kredit yang
direncanakan.
Pendekatan Bawah-Atas kebalikannya berusaha
merencanakan terlebih dahulu jenis kredit, nasabah yang
dituju, jangka waktu, dsb, untuk memperoleh total kredit
yang direncanakan.
LAPORAN KEUANGAN BPR
LAPORAN KEUANGAN BPR
LAPORAN KEUANGAN BPR
LAPORAN KEUANGAN BPR
LAPORAN KEUANGAN BPR
METODE PENILAIAN TKS BPR
PENILAIAN DILAKUKAN DENGAN
MENGKUANTIFIKASIKAN DUA ASPEK :
Aspek pertama mencakup lima faktor yang dikenal
sebagai CAMEL
Aspek kedua mencakup faktor penilaian terhadap
Pelaksanaan ketentuan yg sanksinya dikaitkan dengan
dgn tingkat kesehatan

KUANTIFIKASI TERSEBUT DIMUNGKINKAN DILAKUKAN
PENILAIAN LEBIH LANJUT DGN MENGGUNAKAN
JUDGEMENT YAITU:
Judgement yg berkaitan dgn penilaian tambahan untuk
mendapatkan tingkat kesehatan yg sebenarnya
Judgement yg berkaitan dgn faktor-faktor yg
menggugurkan

FAKTOR2 YG DINILAI
CAMEL BOBOT

Permodalan 30%
Kualitas Aktiva Produktif 30%
Kualitas Manajemen 20%
Rentabilitas 10%
Likuiditas 10%

PELAKSANAAN KETENTUAN
BMPK (Batas Maksimum Pemberian Kredit)

FAKTOR JUDGEMENT
Faktor yang menggugurkan
PREDIKAT
TINGKAT KESEHATAN DIGOLONGKAN DALAM
EMPAT KETEGORI.

SISTEM PEMBERIAN NILAI DALAM MENETAPKAN
TINGKAT KESEHATAN DIDASARKAN PADA
SISTEM KREDIT DENGAN NILAI KREDIT : 0 100

NILAI KREDIT PREDIKAT
81 100 SEHAT
66 -< 81 CUKUP SEHAT
51 -< 66 KURANG SEHAT
0 -< 51 TIDAK SEHAT
1. PERMODALAN
Mengukur kemampuan bank dalam rangka pengembangan
usaha & menampung resiko kerugian
Penyediaan Modal didasarkan pada Aktiva Tertimbang
Menurut Resiko (ATMR)
Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (CAR) => Modal
(inti+pelengkap)/ATMR
Rasio 8% predikat SEHAT NK = 81
Setiap kenaikkan 0,1% NK ditambah 1 dgn maks. 100.
Rasio dibawah 8% atau 7,9% predikat KURANG SEHAT
NK = 65
Setiap penurunan 0,1% dari 7,9% NK dikurangi 1 dgn min 0.
Hasil Penilaian NK komponen Bobot 30%
S : >= 8,0%
KS : >= 6,5% - < 8,0%
TS : < 6,5%

2. KUALITAS AKTIVA PRODUKTIF
Menunjukkan kualitas penanaman aktiva serta porsi
penyisihan utk menutupi kerugian akibat penghapusan
aktiva produktif
Aktiva produktif digolongkan menurut kualitasnya
berdasarkan kolektibilitas (BPR Lancar, Kurang
Lancar, Diragukan, Macet;
Unsur AP yg diklasifikasikan (BPR KL = 50%, D = 75%,
M = 100%
Unsur AP untuk BPR Kredit yg diberikan, Surat
Berharga, Penempatan pd bank lain (kecuali giro).
Rasio KAP (APD/AP) bobot 25%
- Rasio 22,5% atau lebih NK = 0 dan setiap
penurunan 0,15% NK ditambah 1 dgn maks 100
BPR.
- Rasio KAP pada prinsipnya menggunakan data
LapBul BPR, hasil pemeriksaan atau lainnya
termasuk laporan manajemen ttg perbaikan KAP.
Rasio PPAP/PPAPWD bobot 5%
- Rasio 0% NK = 0 dan setiap kenaikkan 1% NK
ditambah 1 dgn maks 100.
- Pembentukan PPAPWD :
BPR 0,5% dari AP Lancar; 10% dari AP Kurang
Lancar; 50% dari AP Diragukan; dan 100% dari AP
Macet.

Bobot Total KAP 30%
Hasil Penilaian Rasio KAP (APD/AP)
- S : 0,00% - <=10,35%
- CS : >10,35% - <=12,60%
- KS : >12,60% - <=14,85%
- TS : >14,85%

Hasil Penilaian Rasio PPAP/PPAWD
- S : >=81,0%
- CS : >=66,0% - <81,0%
- KS : >=51,0% - <66,0%
- TS : <51,0%
3. MANAJEMEN
Menilai pelaksanaan manajemen bank &
keputusan2 strategis yg sangat mempengaruhi
kondisi permodalan, penempatan dana,
profitabilitas serta likuiditas bank.
Penilaian faktor manajemen meliputi 2
komponen : manajemen umum dan manajemen
resiko, yg terdiri 25 aspek
pertanyaan/pernyataan yakni manajemen umum
10 & manajemen resiko
Skala penilaian : 0 = kondisi lemah; 1,2,3 =
kondisi antara; 4 = kondisi baik.
MATERI PERTANYAAN/PERNYATAAN:

Manajemen Umum
- Strategi/sasaran, Struktur, Sistem, dan Kepemimpinan
Manajemen Risiko
- Risiko likuiditas
- Risiko kredit
- Risiko operasional
- Risiko hukum
- Risiko pemilik & pengurus
Bobot manajemen umum 8% dan manajemen resiko 12%.
Hasil Penilaian
- S : 81 - 100
- CS : 66 - <81
- KS : 51 - <66
- TS : <51

4. RENTABILITAS
Mengukur tingkat profitabilitas bank dalam mengelola aktiva produktif dan
sumber pendapatan lainnya serta tingkat efisiensi operasional.
Rasio
- ROA = (laba selama 12 bln terakhir)/(rata2 total asset dlm 12 bln terakhir)
x100%
- BOPO = biaya operasional/pendapatan operasionalx100%
Rasio ROA = 0 atau negatif NK = 0 Setiap naik 0,015% mulai dari 0 NK
ditambah 1 maks 100.
Rasio BOPO = 100 atau lebih NK = 0 Setiap penurunan 0,08% mulai dari
100NK ditambah 1 maksimal 100.
Hasil Penilaian ROA Bobot 5%
- S : >=1,215%
- CS : >=0,999% - <1,215%
- KS : >= 0,765 - < 0,999%
- TS : <0,765
Hasil Penilaian BOPO Bobot 5%
- S : <=93,52%
- CS : >93,53% - <=94,72%
- KS : >94,72% - <=95,92%
- TS : >95,92%

5. LIKUIDITAS
Menilai kemampuan bank untuk memenuhi seluruh kewajiban2 jangka pendek
terhadap pihak III
Rasio
- Cash Ratio=Alat likuid/Hutang Lancar x 100%
Rasio 0% NK = 0, setiap kenaikkan 0,05% mulai dari 0% NK ditambah 1, Max
NK=100
- Rasio LDR = Kredit/dana yg diterima x 100% Rasio 115% atau lebih NK = 0,
setiap
penurunan 1% mulai dari 115% NK ditambah 4 maks 100.

HASIL PENILAIAN Cash Ratio bobot 5%
- S : >=4,05%
- CS : >=3,30% - <4,05%
- KS : >=2,55% - <3,30%
- TS : <2,55%
HASIL PENILAIAN LDR bobot 5%
- S : <=94,75%
- CS : >94,75% - <=98,50%
- KS : >98,50% - <=102,25%
- TS : >102,25%


PEMENUHAN KETENTUAN

BMPK (individu tdk terkait <
20%, kelompok tidak terkait
< 30% & terkait < 10%)
Untuk setiap pelanggaran
BMPK NK dikurangi 5, dan
Untuk setiap 1%
pelanggaran BMPK NK
dikurangi lagi dgn 0,05 dgn
maks 10
Perhitungan = Jumlah
Pelanggaran/Modal Bank x
100%

FAKTOR YG
MENGGUGURKAN

Predikat tingkat kesehatan
Bank yg S/CS/KS akan
diturunkan menjadi TS, jika
terdapat :
- Perselihan intern
- Campur tangan pihak2 di luar
bank dalam kepengurusan
bank
- Windows dressing
- Praktek bank dalam bank
- Penghentian dalam kliring
- Praktek perbankan yang
dapat
membahayakan kesehatan
bank