Anda di halaman 1dari 23

BAB II

TINJAJUAN PUSTAKA
2.1 Tinjauan Umum APBD
Dalam kegiatan suatu organisasi baik kecil maupun besar apalagi
organisasi pemerintah yang sangat luas dan kompleks memerlukan alokasi dana
yang cukup memadai. Hal tersebut diperlukan untuk membiayai program dan
kegiatan organisasi pemerintah yang berkesinambungan. Pembiayaan yang
berkesinambungan tersebut dialokasikan dalam kelompok pendanaan rutin yang
terdapat dalam APBD (Anggaran Pendapatan dan Belaja Daerah), maka
pendanaan tersebut merupakan salah satu anggaran dalam APBD untuk
melaksanakan kegiatan pembangunan untuk kesejahteraan rakyat. APBD itu
sendiri merupakan kegiatan pemerintah daerah yang harus
dipertanggungjawabkan kepada DPD.
Dalam pelaksanaan pembangunan, Pemerintah !ota "imahi berusaha
untuk menggunakan anggaran APBD sebaik mungkin untuk mewujudkan cita#cita
pembangunan sesuai dengan rencana yang ditetapkan. Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah (APBD) berlaku untuk Daerah $ingkat % dan Daerah $ingkat %%.
Pembentukan dan pengelolaannya disesuaikan dengan tatacara yang berlaku pada
pemerintah pusat.
&
2.2 Pengertian APBD
Penyusunan APBD merupakan hal yang sangat penting dalam rangka
penyelenggaraan 'ungsi daerah. (leh karena itu, haruslah disusun dan
dipertimbangkan dengan seksama yang dalam pelaksanaannya haruslah sesuai
dengan sasaran yang telah ditetapkan.
)enurut Abdul Halim, dalam bukunya * Akuntansi +ektor Publik
Akuntansi !euangan Daerah,, menyatakan bahwa APBD adalah-
Rencana kegiatan pemerintah aerah !ang ituangkan a"am
#entuk angka an menunjukan aan!a $um#er penerimaan !ang
merupakan target minima" an #ia!a !ang merupakan target mak$ima"
untuk $uatu peri%e anggaran&
'2(()*2)+
Berdasarkan pasal ./ ayat (0) 1ndang#undang 2o. 3 tahun 45&/. $entang
pokok#pokok pemerintah di daerah, yang dinyatakan oleh Abdul Halim dan
)amesah, APBD dapat dide'inisikan sebagai berikut-
APBD $e#agai rencana %pera$i%na" keuangan Pema, imana $atu
pihak menggam#arkan perkiraan penge"uaran $etinggi-tinggin!a guna
mem#ia!ai kegiatan-kegiatan an pr%!ek-pr%!ek aerah a"am tahun
anggaran tertentu, an pihak "ain menggam#atkan perkiraan penerimaan
an $um#er-$um#er penerimaan aerah guna menutupi penge"uaran-
penge"uaran imak$u&
'2(((*1.+
Pengertian lain dari Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD)
oleh Badan Perencanaan Daerah !ota "imahi yaitu-
Sa$aran an ke#ijakan aerah a"am $atu tahun anggaran !ang
menjai petunjuk an ketentuan umum !ang i$epakati $e#agai pe%man
pen!u$unan 'R-APBD+ an 'RP-APBD+&
'2((.+
5
Dari ketiga pengertian diatas penulis dapat menyimpulkan pemahaman
dari pengertian APBD yaitu suatu rencana kegiatan pemerintah dalam bentuk
angka yang meliputi semua sumber#sumber pendapatan dan pemgeluaran#
pengeluaran yang setinggi#tingginya yang mungkin diperlukan untuk membiayai
kepentingan daerah dan pihak lain dan merupakan kredit#kredit guna melakukan
belanja untuk suatu anggaran tertentu.
2./ 0ung$i APBD
Dalam buku yang diterbitkan oleh 6A2 % menjelaskan bahwa APBD
sangat penting dalam penyelenggaraan pemerintah daerah karena-
a. 1enentukan jum"ah pajak !ang i#e#ankan kepaa rak!at aerah
!ang #er$angkutan .
#. 1erupakan $uatu $arana untuk me2ujukan %t%n%mi !ang n!ata an
#ertanggung ja2a#.
c. 1em#eri i$i an arti kepaa tanggungja2a# pemerintah aerah,
umumn!a kepaa aerah khu$u$n!a karena APBD itu
menggam#arkan $e"uruh ke#ijak$anaan pemeritah aerah.
. 1erupakan $uatu $arana untuk me"ak$anakan penga2a$an
terhaapaerah engan cara !ang "e#ih muah an #erha$i" guna.
e. 1erupakan $uatu pem#erian jua$a kepaa kepa"a aerah ia"am
#ata$-#ata$ tertentu.
'133.*45+
2.) Karakteri$tik APBD
Dalam re'ormasi keuangan daerah perubahan ditandai dengan pelaksanaan
otonomi daerah. Pelaksanaan otonomi daerah tersebut membawa dampak
perubahan karakteristik APBD. !arakteristik APBD diera re'ormasi menurut
Abdul Halim,)BA, Akt. Dalam bukunya *Akuntansi +ektor Publik Akuntansi
!euangan Daerah, adalah sebagai berikut-
7
1. Perhitungan APBD menjai $atu engan pertanggungja2a#an
kepaa aerah 'pa$a" /4 PP N%.1(4 Tahun 2(((+.
2. Bentuk "ap%ran pertanggungja2a#an akhirtahun anggaran teriri
ata$6
a. 7ap%ran perhitungan APBD
#. N%ta perhitungan APBD
c. 7ap%ran A"iran Ka$
. Neraca Daerah i"engkapi engan peni"aian kinerja
#era$arkan t%"ak ukur Ren$tra 'Pa$a" /4 PP N%. 1(5 Tahun
2(((+.
/. Pinjaman APBD tiak "agi terma$uk kea"am p%$ penapatan '!ang
menunjukan hak pemerintah aerah+, tetapi ma$uk kea"am p%$
penerimaan '!ang #e"um tentu menjai hak pemerintah aerah+.
). 1a$!arakat terma$uk a"am un$ure pen!u$unan APBD i$amping
Pema !ang teriri ata$ kepa"a aerah an DPPD.
5. Inikat%r kinerja Pema tiak han!a mencakup
a. Per#aningan antara anggaran engan rea"i$a$in!a.
#. Per#aningan antara $tanar #ia!a engan re"i$a$in!a.
c. Target an per$enta$e 8i$ik pr%!ek tetapi juga me"iputi $tanar
pe"a!anan !ang iharapkan.
.. 7ap%ran pertanggungja2a#an kepa"a aerah paa akhir tahun
anggaran !ang #entukn!a aa"ah "ap%ran perhitungan APBD
i#aha$ %"eh DPRD an menganung k%n$ekuen$i terhaap ma$a
ja#atan kepa"a Daerah apa#i"a ua ka"i it%"ak %"eh DPRD.
'2(((*)+
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa APBD pada era re'ormasi
memiliki karakteristik struktur, perhitungan dan pertanggungjawaban yang
dapat dikatakan sempurna. Hal tersebut ditandai dengan adanya penerapan
system akuntansi yang sempurna dan akuntabilitas merupakan salahsatu
prinsip dasar penyusunan. +elain itu pengawasan terhadap APBD juga
menjadi lebih ketat karena melibatkan unsur masyarakat yang diwakili oleh
DPD.
48
2.5 Penapatan Daerah
2.5.1 Pengertian Penapatan Daerah
Pendapatan daerah merupakan penerimaan yang sangat penting bagi
pemerintah daerah dalam menunjang pembangunan daerah guna membiayai
proyek#proyek dan kegiatan#kegiatan daerah.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah epublik %ndonesia 2omor 483 tahun
0888 tentang * Pengelolaan dan Pertanggungjawaban !euangan Daerah, yang
dikutip dari buku *Himpunan Peraturan Pelaksanaan 1ndang#undang (tonomi
Daerah, yang dimaksud dengan Pendapatan Daerah adalah-
Semua penerimaan ka$ aerah a"am peri%e tahun anggaran
tertentu !ang menjai hak aerah.&
'2((2*11/+
+edangkan menurut Abdul Halim, dalam bukunya *Akuntansi +ektor
Publik Akuntansi !euangan Daerah, menyatakan bahwa Pendapatan Daerah
adalah-
Semua penerimaan aerah a"am #entuk peningkatan akti9a atau
penurunan utang a"am #er#agai $um#er a"am peri%e tahun anggaran
#er$angkutan&
'2((2*.)+
Dan de'inisi pendapatan daerah menurut IASC Frame Work dalam
bukunya uang berjudul *Akuntansi !euangan Daerah, karangan Abdul Halim
adalah sebagai berikut-
44
Penam#ahan a"am man8aat ek%n%mi $e"ama peri%e akuntan$i
a"am #entuk aru$ ma$uk atau peningkatan a$$et:akti9a, atau pengurangan
utang : ke2aji#an !ang mengaki#atkan penam#ahan ekuita$ ana $e"ain
penam#ahan ekuita$ ana !ang #era$a" ari k%ntri#u$i #e$erta ekuita$
ana.&
'2((2*..+
Berdasarkan ketiga pengertian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa
pendapatan daerah merupakan penerimaan yang diperoleh pemerintah daerah
yang dapat ditinjau dari tingkat kenaikan akti9a ataupun penurunan utang yang
dapat digunakan oleh pemerintah dalam membangun dan mengembangkan suatu
daerah dalam periodetahun anggaran yang bersangkutan.
2.5.2 Sum#er-$um#er Penapatan Daerah
Pendapatan Daerah sebagai penerimaan kas daerah merupakan sarana
pemerintah daerah untuk melaksanakan tujuan, mengoptimalkan kemakmuran
rakyat yaitu menumbuh kembangkan masyarakat disegala bidang kehidupan.
)enurut 6ukman H, dalam *Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah, pendapatan
daerah dalam APBD (Anggaran Pendapatan dan Belaja Daerah) dikelompokan
menjadi : kelompok yaitu-
1. Penapatan A$"i Daerah 'PAD+.
2. Dana Perim#angan
/. 7ain-"ain Penerimaan !ang $ah
'2((.+
40
1. Penapatan A$"i Daerah 'PAD+
Pendapatan asli daerah merupakan semua penerimaan daerah yang berasal dari
sumber ekonomi asli daerah. )enurut 6ukman H, dalam *Badan Pendidikan dan
Pelatihan Daerah, !elompok pendapatan asli daerah dipisahkan menjadi / yaitu-
A. Pajak daerah
B. etribusi daerah
". Bagian laba usaha daerah
D. 6ain#lain pendapatan asli daerah
A. Pajak Daerah
Pajak Daerah merupakan bagian Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang
terbesar, kemudian disusul dengan pendapatan yang berasal dari retribusi daerah.
Adapun yang dimaksud dengan Pajak Daerah hampir tidak ada bedanya dengan
pengertian pajak pada umumnya, seperti dikutip dalam buku *;konomi Publik,
karangan ). +uparmoko. yaitu-
1erupakan iuran 2aji# !ang i"akukan %"eh %rang pri#ai atau
#aan kepaa pemerintah 'Daerah+ tanpa #a"a$ ja$a "ang$ung !ang apat
itunjuk, !ang apat ipak$akan #era$arkan peraturan perunang-
unangan !ang #er"aku.&
'2((1*5.+
+edangkan menurut ochmat +oemitro. )enurut 6ukman H dalam
*sistem dan prosedur pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah, pada Badan
Pendidikan dan Pelatihan Daerah mengatakan bahwa Pajak adalah-
Iuran 2aji# !ang i"akukan %"eh %rang pri#ai atau #aan kepaa
aerah tanpa im#a"an "ang$ung !ang $eim#ang !ang apat ipak$akan
4:
#era$arkan peraturan perunang-unangan !ang #er"aku !ang igunakan
untuk mem#ia!ai pene!e"enggaraan pemerintahan aerah an pem#agunan
aerah.&
'2((.+
Dari kedua de'inisi tentang pajak daerah tersebut diatas, maka penulis
dapat menarik kesimpulan, bahwa pajak adalah iuran rakyat kepada pemerintah
untuk kas 2egara yang digunakan untuk membayar pengeluaran#pengeluaran
umum yang bersi'at wajib dan dapat dipaksakan dengan tidak mendapat jasa
timbal balik berdasarkan undang#undang yang berlaku.
+eperti halnya dengan pajak, pada umumnya pajak daerah mempunyai
peranan ganda yaitu-
4. +ebagai sumber pendapatan dari pemerintah daerah (Budgetary)
0. +ebagai alat pengatur (Regulatory)
Dalam hal#hal tertentu suatu jenis pajak dapat lebih bersi'at sebagai sumber
pendapatan daerah, tetapi dapat pula sebagai suatu jenis pajak tertentu lebih
merupakan alat untuk mengatur alokasi dan retribusi suatu kegiatan ekonomi
dalam suatu daerah atau wilayah tertentu.
Beberapa jenis pajak yang menjadi sumber pendapatan pemerintah tingkat
pro9insi -
a. Pajak kendaraan bermotor.
b. Bea balik nama kendaraan bermotor
c. Pajak bahan kendaraan bermotor
+elanjutnya macam#macam pajak yang dipungut di daerah !abupaten<!ota
dan menjadi sumber pendapatan daerah !abupaten<!ota diantaranya -
4/
a. Pajak hotel dan restoran
b. Pajak hiburan
c. Pajak reklame
d. Pajak penerangan jalan
e. Pajak pengambilan dan pengolahan bahan galian golongan
'. Pajak peman'aatan air bawah tanah dan air permukaan
g. Pajak lainnya asal memenuhi persyaratan untuk menjadi pajak baru.
B. Retri#u$i Daerah
Disamping pajak daerah, sumber pendapatan asli daerah yang cukup besar
peranannya dalam menyumbang pada terbentuknya pendapatan asli daerah adalah
etribusi Daerah. +eperti dikutip dalam buku * ;konomi Publik * karangan
).+uparmoko bahwa yang dimaksud etribusi Daerah adalah -
Pungutan aerah $e#agai #a!aran ata$ ja$a atau pem#erian i;in
tertentu !ang khu$u$ i$eiakan atau i#erikan %"eh Pemerintah Daerah
untuk kepentingan %rang pri#ai atau #aan .
' 2((1*45 +
+edangkan dalam buku yang berjudul * )anajemen Perpajakan *
karangan )ohammad =ain, mende'inisikan retribusi daerah sebagai berikut -
Retri#u$i Daerah !ang $e"anjutn!a i$e#ut Retri#u$i aa"ah
pungutan aerah $e#agai pem#a!aran ata$ ja$a atau pem#erian i;in tertentu
!ang khu$u$ i$eiakan an atau i#erikan %"eh Pemerintah Daerah untuk
kepentingan %rang pri#ai atau #aan.
'2((/*1/+
43
Berdasarkan kedua de'inisi tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa
retribusi daerah merupakan pungutan daerah atas pembayaran jasa atau pemberian
i>in yang diberikan untuk pemerintah daerah kepada setiap orang atau badan yang
mempunyai kepentingan, dan balas jasa dari adanya retribusi daerah tersebut
langsung dapat dirasakan oleh mereka yang membayar retribusi tersebut.
?enis retribusi dapat dikelompokan menjadi : ( tiga ) macam sesuai
dengan objeknya. (bjek retribusi adalah berbagai jenis pelayanan atau jasa
tertentu yang disediakan oleh Pemerintah Daerah. ?asa pelayanan yang dapat
dipungut retribusinya hanyalah jenis#jenis jasa pelayanan yang menurut
pertimbangan sosial ekonomi layak untuk dijadikan objek retribusi. ?asa@jasa
pelayanan tersebut diantaranya dapat dikelompokan sebagai berikut-
4. etribusi yang dikenakan jasa umum
0. etribusi yang dikenakan pada jasa usaha
:. etribusi yang dikenakan pada peri>inan tertentu
etribusi yang merupakan Pendapatan Asli Daerah sendiri menjadi
kewenangan propinsi<kabupaten kota
etribusi yang menjadi kewenangan propinsi yaitu-
a. etribusi Pelayanan !esehatan
b. etribusi Pemakaian !ekayaan Daerah
c. etribusi Penggantian Biaya "etak Peta
d. etribusi Pengujian !apal Perikanan
etribusi yang menjadi kewenangan !abupaten<kota yaitu-
4. etribusi pelayanan kesehatan
4.
0. etribusi pelayanan persampahan< kebersihan
:. etribusi penggantian biaya cetak !$P
/. etribusi penggantian biaya cetak akta catatan
3. etribusi pelayanan pemakaman
.. etribusi pelayanan pengabuan mayat
&. etribusi pelayanan parkir ditepi jalan umum
5. etribusi pelayanan pasar
7. etribusi pengujian kendaraan bermotor
48. etribusi pemeriksaan alat pemadam kebakaran
44. etribusi penggantian biaya cetak peta
40. etribusi pengujian kapal perikanan
4:. etribusi pemakaian kekayaan daerah
4/. etribusi jasa usaha pasar grosir<pertokoan
43. etribusi jasa usaha tempat pelelangan
4.. etribusi jasa usaha terminal
4&. etribusi jasa usaha tempat khusus parkir
45. etribusi jasa usaha tempat
penginapan<pesanggrahan<Ailla
47. etribusi jasa usaha penyedotan kakus
08. etribusi jasa usaha rumah potong hewan
04. etribusi jasa usaha pelayanan pelabuhan kapal
00. etribusi jasa usaha tempat rekreasi dan olah raga
0:. etribusi jasa usaha penyeberangan diatas air
4&
0/. etribusi jasa usaha pengolahan limbah cair
03. etribusi jasa usaha penjualan produksi
0.. etribusi i>in mendirikan bangunan
0&. etribusi i>in tempat penjualan minuman beralkohol
05. etribusi i>in gangguan
07. etribusi i>in trayek
<. Bagian 7a#a U$aha Daerah
)enurut Abdul Halim, dalam bukunya *Akuntansi +ektor Publik
Akuntansi !euangan Daerah, menyatakan bahwa-
Bagian "a#a u$aha aerah merupakan penerimaan aerah !ang
#era$a" ari ha$i" peru$ahaan mi"ik aerah an penge"%"aan keka!aan
aerah !ang ipi$ahkan. Penerimaan ini antara "ain #era$a" ari BPD,
Peru$ahaan aerah an pen!ertaan m%a" aerah kepaa pihak ketiga&
'2((1*.5+
D. 7ain = 7ain Penapatan A$"i Daerah
6ain#lain Pendapatan Asli daerah lainnya adalah lain#lain pendapatan asli
daerah yang juga merupakan pendapatan daerah yang diterima oleh pemerintah.
6ain#lain pendapatan asli daerah adalah merupakan penerimaan daerah yang
berasal dari lain#lain milik pemerintah daerah.
)enurut Abdul Halim, dalam bukunya *Akuntansi +ektor Publik
Akuntansi !euangan Daerah, menyatakan bahwa-
45
7ain-"ain penapatan a$"i aerah merupakan penerimaan aerah
!ang iper%"eh pemerintah aerah ari #arang atau ja$a !ang imi"iki
pemerintah&
'2((1*.5+
Penerimaan ini berasal dari -
a. Hasil penjualan barang milik daerah. "ontoh penjualan drum bekas aspal.
b. Penerimaan jasa giro
2. Dana Perim#angan
Dalam rangka menciptakan suatu sistem perimbangan keuangan yang
proporsional, demokratis, adil dan transparan berdasarkan atas pembagian
kewenangan pemerintah antara pemerintah pusat dan daerah, maka diundangkan
1ndang#undang 2omor 03 $ahun 4777 tentang Perimbangan. !euangan antara
pemerintah pusat dan daerah undang#undang tersebut antara lain mengatur tentang
Dana Perimbangan yang merupakan aspek penting dalam sistem perimbangan
keuangan antara pemerintah pusat dan daerah.
Berdasarkan pasal 4 ayat 0 Peraturan Pemerintah epublik %ndonesia
2omor 48/ $ahun 0888 tentang * Dana Perimbangan * yang dikutip dari buku
yang berjudul * Himpunan Peraturan Pelaksanaan 1ndang#undang (tonomi
Daerah *, Dana Perimbangan yaitu-
47
Dana !ang #er$um#er ari penerimaan anggaran penapatan an
#e"anja Negara ' APBN + !ang ia"%ka$ikan kepaa pemerintah untuk
mem#ia!ai ke#utuhan aerah a"am rangka pe"ak$anaan e$entra"i$a$i.
' 2((2 * 4. +
+edangkan menurut Dedi +upriadi Bratakusuma, dan Dadang +olihin,
dalam buku yang berjudul * (tonomi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah *
menjelaskan bahwa Dana Perimbangan yaitu-
1erupakan $um#er penapatan aerah !ang #era$a" ari anggaran
penapatan an #e"anja Negara ' APBN + untuk menukung pe"ak$anaan
ke2enangan Pemerintah Daerah a"am mencapai tujuan pem#erian %t%n%mi
aerah !aitu terutama peningkatan pe"a!anan an ke$ejahteraan
ma$!arakat !ang $emakin mem#aik
' 2((1 * 1>) +
Dari kedua de'inisi tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa dan
perimbangan merupakan sumber pendapatan daerah yang berasal dari APB2
untuk mendukung pelaksanaan kewenangan pemerintah daerah dalam mencapai
tujuan pemberian otonomi daerah, yaitu terutama peningkatan pelayanan dan
kesejahteraan masyarakat yang semakin membaik.
Dana Perimbangan terdiri dari -
a. Bagian daerah dari penerimaan pajak bumi dan bangunan, Bea Perolehan
Hak atas tanah dan bangunan, penerimaan dari sumber daya alam.
b. Dana Alokasi 1mum
c. Dana Alokasi !husus
08
a. Bagian Daerah ari Penerimaan Pajak Bumi an Bangunan, Bea
Per%"ehan ?ak ata$ Tanah an Bangunan, Penerimaan ari Sum#er
Da!a A"am.
)enurut HAB. Bidjaja dalam bukunya yang berjudul *(tonomi Daerah dan
Daerah (otonom, menyatakan bahwa-
Penerimaan atau Penapatan Daerah #era$a" ari pajak han!a
iper%"eh ari pajak #umi an #angunan, $erta pungutan atau #ea !ang
i#a!ar a"am per%"ehan hak ata$ tanah an #angunan&.
'2((1*1/1+
Penerimaan dari pajak itu pembagiannnya adalah sebagi berikut-
4. Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan dibagi 48C untuk Pemerintah
Pusat dan 78C untuk Pemerintah Daerah.
0. Penerimaan ba perolehan atas tanah dan bangunan dibagi 08C untuk
Pemerintah Pusat dan 58C untuk pemerintah daerah.
+elanjutnya penerimaan daerah yang berasal dari bukan pajak diantaranya
untuk penerimaan yang berkenaan dengan eksploitasi sumber daya alam seperti
sumber daya hutan, pertambangan umum, perikanan dan khususnya dari
pengambilan minyak bumi dan gas alam.
Pembagian penerimaan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah adalah
sebagi berikut -
4. Penerimaan 2egara yang berasal dari sumber daya alam (seperti hutan,
pertambangan umum, dan perikanan ) dibagi dengan perbandingan 08C
untuk Pemerintah pusat dan 58C untuk pemerintah daerah.
04
0. Penerimaan 2egara dari pertambangan minyak setelah pajak dibagi dengan
perbandingan 53C untuk Pemerintah Pusat dan 43C untuk pemerintah
daerah.
:. Penerimaan 2egara dari gas alam dibagi dengan &8C untuk pemerintah
pusat dan :8C untuk pemerintah daerah.
Penerimaan pusat dari pajak bumi dan bangunan serta dari bea perolehan hak
atas tanah dan bangunan seluruhnya akan dibagikan kepada daerah kabupaten dan
kota dalam bentuk dana alokasi umum. Bagian daerah dari penerimaan pajak
bumi dan bangunan, bea perolehan hak atas tanah dan bangunan dan penerimaan
sumber daya alam merupakanm alokasi yang pada dasarnya memperhatikan
potensi daerah penghasil.
#. Dana A"%ka$i Umum
+umber keuangan lainnya untuk Pemerintah daerah berasal dari Dana Alokasi
yang berasal dari pemerintah pusat yang dulunya disebut sebagai dana subsidi.
Dana ini sesungguhnya berasal dari dana yang dikumpulkan dari bagian hasil
penerimaan pajak bumi dan bangunan dan bea perolehan atas tanah dan bangunan.
Berdasarkan peraturan pemerintah daerah % nomor 48/ $ahun 0888 tentang
dana perimbangan pasal 4 ayat : yang dikutip dari buku yang berjudul *
Himpunan Peraturan Pelaksanaan 1ndang#undang (tonomi Daerah *
menjelaskan de'inisi Dana Alokasi 1mum yaitu -
00
Dana !ang #er$um#er ari APBN !ang ia"%ka$ikan engan tujuan
pemerataan kemampuan keuangan antara aerah untuk mem#ia!ai
ke#utuhan penge"uarann!a a"am rangka pe"ak$anaan e$entra"i$a$i .
' 2((2 * 4. +
+edangkan de'inisi Dana Alokasi 1mum yang dikutip dari buku *
(tonomi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah * karangan Dedi +upriady
Bratakusuma dan Dadang +olihin, menjelaskan sebagai berikut -
Dana !ang #era$a" ari 'APBN+ !ang ia"%ka$ikan engan tujuan
pemerataan kemampuam keuangan antar aerah untuk mem#ia!ai
ke#utuhan penge"uaran a"am rangka e$entra"i$a$i .
' 2((1 *1>5 +
Dari kedua de'inisi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa dana alokasi umum
merupakan sumber pendapatan daerah yang berasal dari APB2 untuk mendukung
pelaksanaan kewenangan pemerintah daerah dalam mencapai tujuan pemerataan
kemampuan keuangan antar daerah untuk membiayai kebutuhan dan pengeluaran
dalam pelaksanaan desentralisasi.
4. Dana Alokasi 1mum dengan tujuan pemerataan kemampuan keuangan
antara daerah untuk membiayai kebutuhan pengeluaran dalam rangka
pelaksanaan desentralisasi penggunaan Dana Alokasi 1mum ditetapkan
daerah. Dana Alokasi 1mum bertujuan untuk pemerataan kemampuan
keuangan Daerah, termasuk didalam pengertian tersebut adalah jaminan
kesinambungan penyelenggaraan Pemerintah Daerah diseluruh Daerah
0:
dalam rangka penyediaan pelayanan dasar kepada masyarkat dan
merupakan kesatuan dengan penerimaan umum APBD.
0. Dana Alokasi 1mum terdiri dari untuk daerah propinsi kabupaten<!ota.
Dana Alokasi 1mum untuk daerah propinsi dan untuk daerah
!abupaten<!ota tersebut di atas ditetapkan masing#masing 48C dan 78C
dari Dana Alokasi 1mum. ?umlah Dana Alokasi 1mum bagi semua daerah
propinsi tersebut dan jumlah Dana Alokasi 1mum bagi semua daerah
propinsi dan jumlah daerah bagi semua daerah !abupaten<!ota masing#
masing ditetapkan setiap tahun dalam APB2.
Dana Alokasi 1mum yang dimaksud ini merupakan jumlah seluruh Dana
Alokasi 1mum untuk daerah propinsi dan untuk daerah !abupaten<!ota.
Perubahan Dana Alokasi 1mum akan sejalan dengan penyerahan dan
pengalihan kewenangan pemerintah pusat kepada daerah dalam rangka
desentralisasi. Dang dimaksud dengan Penerimaan Dalam 2egeri adalah
penerimaan 2egara yan berasal dari pajak dan bukan pajak setelah
dikurangi penerimaan 2egara yang dibagihasilkan kepada daerah.
:. Dana Alokasi 1mum bagi masing#masing daerah propinsi dan daerah
kabupaten<!ota di atas dihitung berdasarkan perkalian dari jumlah Dana
Alokasi 1mum bagi seluruh daerah dengan bobot daerah yang
bersangkutan dibagi dengan jumlah masing#masing bobot seluruh daerah
di %ndonesia.
0/
Bobot daerah di atas ditetapkan berdasarkan -
4. !ebutuhan wilayah otonomi daerah
0. Potensi ekonomi daerah
!ebutuhan wilayah otonomi daerah dihitung berdasarkan perkalian
antara pengeluaran daerah rata#rata dengan penjumlahan dari %ndeks
Penduduk, %ndeks 6uas Daerah, %ndeks Harga Bangunan, %ndeks
kemiskinan relati9e setelah dibagi empat. Potensi ekonomi daerah dihitung
berdasarkan perkalian antara penerimaan daerah rata#rata dengan
penjumlahan dari %ndeks %ndustri, %ndeks +umber Daya Alam dan %ndeks
+umber Daya )anusia setelah dibagi tiga.
Dana Alokasi 1mum suatu daerah adalah kebutuhan daerah yang
bersangkutan dikurangi Potensi ekonomi daerah. Bobot daerah adalah
proporsi kebutuhan Dana Alokasi 1mum suatu daerah dengan total
kebutuhan Dana Alokasi 1mum seluruh daerah. Hasil perhitungan Dana
Alokasi 1mum untuk masing#masing daerah ditetapkan dengan keputusan
Presiden berdasarkan DP(D. 1sulan DP(D setelah mempertimbangkan
'aktor penyeimbang.
/. incian Dana Alokasi 1mum kepada masing#masing daerah disampaikan
DP(D. Penyaluran Dana Alokasi 1mum kepada masing#masing kas
Daerah dilaksanakan oleh )enteri !euangan secara berkala. !etentuan
pelaksanaan penyaluran Dana Alokasi 1mum tersebut diatur lebih lanjut
dengan !eputusan )enteri !euangan.
03
c. Dana A"%ka$i Khu$u$
Berdasarkan peraturan pemerintah epublik %ndonesia nomor 48/ tahun
0888 tentang dana perimbangan, pasal 4 ayat / yang dikutip dari buku yang
berjudul * Himpunan peraturan pelaksanaan undang#undang otonomi daerah,
menyatakan bahwa-
Dana !ang #era$a" ari anggaran penapatan an #e"anja Negara
'APBN+, !ang ia"%ka$ikan kepaa aerah untuk mem#antu mem#ia!ai
ke#utuhan tertentu&.
'2((2*4.+
Dan dalam buku yang berjudul *kumpulan peraturan tentang otonomi
daerah, menjelaskan de'inisi dana alokasi khusus adalah-
Dana !ang apat ia"%ka$ikan ari anggaran penapatan an
#e"anja Negara 'APBN+ kepaa aerah tertentu untuk mem#ia!ai
ke#utuhan khu$u$ engan memperhatikan ter$eian!a ana a"am
anggaran penapatan an #e"anja Negara 'APBN+.&
'2((2*123+
Berdasarkan kedua de'inisi diatas dapat disimpulkan bahwa dana alokasi
khusus merupakan dana berasal dari anggaran (APB2) dan dialokasikan
kepada daerah untuk membiayai kebutuhan#kebutuhan yang khusus.
4. Dana Alokasi khusus dapat dialokasikan dari APB2 kepada daerah
tertentu untuk membantu membiayai kebutuhan khusus dengan
memperhatikan tersedianya dana dalam APB2. !ebutuhan khusus yang
dimaksud adalah-
0.
kebutuhan yang tidak dapat diperkirakan secara umum dengan
menggunakan rumus alokasi umum atau kebutuhan yang merupakan
komitmen atau prioritas nasional. !riteria teknis sektor< kegiatan yang
dapat dibiayai dari dana alokasi khusus ditetapkan oleh menteri
teknis<instansi terkait. +ektor<kegiatan yang tidak dibiayai dari dana
alokasi khusus adalah biaya administrasi, biaya persiapan proyek 'isik,
biaya penelitian, biaya perjalanan pegawai daerah dan lain#lain biaya
umum yang sejenis. Penerimaan 2egara yang berasal dari dana reboisasi
sebesar /8C disediakan kepada daerah penghasil sebagai bagian dana
alokasi khusus untuk membiayai kegiatan reboisasi dan penghijauan oleh
daerah penghasil.
0. ?umlah dana alokasi khusus ditetapkan setiap tahun dalam APB2
didasarkan masing#masing bidang pengeluaran yang disesuaikan dengan
kebutuha.
:. Dana alokasi khusus kebutuhan yang tidak dapat diperkirakan secara
umum, dialokasikan kepada daerah tertentu berdasarkan usulan daerah.
Pembiayaan kebutuhan khusus memerlukan dana pendamping dari
penerimaan APB2. Porsi dana pendamping ditetapkan sekurang#
kurangnya 48C. Dikecualikan dari ketentuan dana pendamping adalah
pembiayaan kegiatan reboisasi yang berasal dari dana reboisasi daerah
penghasil. Pengalokasian dana alokasi khusus kepada daerah ditetapkan
oleh menteri keuangan setelah memperhatikan pertimbangan menteri
0&
dalam negeri dan otonomi daerah, menteri teknis terkait dan instansi yang
membidangi perencanan pembangunan nasional.
/. !etentuan tentang penyaluran dana alokasi khusus kepada daerah
ditetapkan oleh menteri keuangan.
3. )enteri teknis<instans terkait melakukan pemantauan dari segi teknis
terhadap proyek< kegiatan yang dibiayai dari dana alokasi khusus.
Pemeriksaan atas penggunaan dana alokasi khusus oleh daerah dilakukan
sesuai dengan peraturan perundang#undangan yang berlaku. Pemantauan
menteri teknis<instansi yang terkait bertujuan untuk memastikan bahwa
proyek<kegiatan yang dibiayai dana alokasi khusus tersebut sesuai dengan
tujuan dan persyaratan yang telah ditetapkan.
.. Dengan berlakunya peraturan pemerintah ini, pelaksanaan dana alokasi
khusus disesuaikan dengan proses penataan organisasi pemerintahan
daerah dan proses pengalihan pegawai daerah. Dalam hal pegawai
pemerintah pusat yang telah ditetapkan untuk dialihkan kepada daerah
belum sepenuhnya menjadi beban daerah, pembayaran gaji pegawai
tersebut diperhitungkan dengan dana alokasi umum bagi daerah yang
bersangkutan.
/. 7ain-"ain Penerimaan !ang Sah
)enurut 6ukman H dalam *+istem dan Prosedur Pemungutan Pajak
Daerah dan etribusi Daerah, pada Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah.
7ain-"ain penerimaan !ang $ah merupakan jeni$ penerimaan aerah
!ang teriri ari6 "ain-"ain penerimaan !ang $ah, penerimaan ari pr%pin$i,
05
penerimaan ari ka#upaten: k%ta an kekurangan tunjangan 8ung$i%na"
guru&.
'2((.+
2.5./ 0ung$i Anggaran Penapatan Daerah
)enurut 6ukman H dalam *+istem dan Prosedur Pemungutan Pajak Daerah
dan etribusi Daerah, pada Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah Eungsi
anggaran pendapatan daerah dapat mengarah pada 'ungsi keuangan 2egara yaitu
sebagai berukut-
1. 0ung$i A"%ka$i
Pr%$e$ imana $um#er a!a 're$%urce$+ na$i%na" ipergunakan untuk
#arang pri9at an #arang pu#"ik imana keuan!a $angat i#utuhkan
%"eh ma$!arakat.
2. 0ung$i Retri#u$i
Peranan keuangan negara a"am ha" ini anggaran a"am rangka
pem#agian kem#a"i penapatan, #aik #era$arkan pemi"ikan$um#er
a!a atau 8akt%r-8akt%r pr%uk$i.
/. 0ung$i Sta#i"ita$
Anggaran negara merupakan a"at ke#ijak$anan makr% pemerintah.
Bi"a pemerintah mrnaikan pajak, maka k%n$um$i rumah tangga
#erkurang k%mp%nen penge"uaran agregat. Se#a"ikn!a apa#i"a
pemerintah menurunkan pajak maka k%n$um$i rumah tangga akan
"e#ih tinggi an penge"uaran agrerat menjai "e#ih #e$ar !ang paa
gi"iran!a akan meningkatkan %ut put 'penapatan na$i%na"+.
'2((.+
07