Anda di halaman 1dari 24

Penyakit Paru Obstruksi

Kronik
Oleh :
Karmaini R
0707101010121
Pembimbing :
Dr. Yunita A, Sp.P
Persentasi Kasus
Nama : Mr. ZA
Umur : 60 Tahun
Alamat : Ds. T. Selamat Darussalam
Agama : Islam
Status Perkawinan : Kawin
Suku : Aceh
Pekerjaan : PNS
Pendidikan : Sarjana
Tanggal Pemeriksaan : 26 November 2013
Keluhan Utama :`Sesak
Keluhan tambahan: Batuk

Riwayat Penyakit Sekarang :
Pasien datang dengan keluhan sesak sejak satu bulan yang lalu,
sesak kadang-kadang timbul dan hilang sendiri, pasien
mengeluhkan sesak memberat satu minggu terakhir. Sesak tidak
dipengaruhi oleh aktivitas, suhu dingin, cuaca, dan emosi. Sesak
tidak berkurang dengan istirahat. Selain itu pasien mengeluh batuk
sejak 2 bulan yang lalu, batuk hilang timbul dan kadang-kadang
berdahak. Pasien sudah berobat sebelumya ke puskesmas dan
diberikan obat batuk dan keluhannya sedikit berkurang. Deman
tidak keluhkan oleh pasien.
Pasien mempunyai kebiasaan merokok dan minum kopi, dalam satu
hari pasien dapat menghabiskan 2-3 bungkus rokok dan 3 gelas kopi
per hari. Kebiasaan merokok ini sudah dimulai sejak 40 tahun yang
lalu dan berhenti 2 bulan yang lalu.
Riwayat Penyakit Dahulu :
Asma, hipertensi, DM, disangka
Riwayat penyakit keluarga : disangkal

Keadaan Umum : Sedang
Kesadaran : Compos Mentis
Tekanan Darah : 130/70 mmHg
Nadi : 98 x/menit
Suhu : 36,6
0
C


Pernafasan : 28 x/menit
Keadaan Gizi : Baik (BMI=25 kg/m2)
Kepala : Normo cepali
Wajah: simetris, pucat(-)
Bibir : Pucat(-), sianosis(-)
Mulut: faring hiperemis(-),Tonsil(t1-
t1)
Telinga: Dbn
Leher: simetris,Tidak ada deviasi, TVJ
R- 5 cm H2O





d. Thorax
Paru Anterior
Inspeksi : Simetris, jejas(-)
Kanan Kiri
Palpasi Fremitus Menurun Fremitus Menurun
Perkusi Hipersonor Hipersonor
Auskultasi Vesikuler(+)
Ronchi (-) wheezing (+)
Vesikuler (+)
Ronchi (-) wheezing (+)



Paru Posterior
Inspeksi : Simetris, jejas(-)
Kanan Kiri
Palpasi Fremitus Menurun Fremitus Menurun
Perkusi Hipersonor Hipersonor
Auskultasi Vesikuler(+)
Ronchi (-) wheezing (+)
Vesikuler (+)
Ronchi (-) wheezing (+)

Jantung
Inspeksi : Ictus cordis tidak terlihat, cardiac bulging (-)
Palpasi : Ictus cordis tidak teraba
Perkusi : Atas : ICS III
Kiri : Dua jari medial linea mid-clavicula
sinistra
Kanan : Linea parasternal kanan.
Auskultasi : BJ I > BJ II normal,regular, bising (-), gallop (-)

Abdomen
Inspeksi : Simetris, distensi (-), tumor (-), vena
collateral (-)
Palpasi : Nyeri tekan (-), defans muscular (-)
Hepar : tidak teraba
Lien : tidak teraba
Perkusi : Timpani, Shifting dullness (-)
Auskultasi : Peristaltik normal
Genitalia : Tidak diperiksa
Anus : Tidak diperiksa
Tulang Belakang : Simetris
Nyeri tekan (+)
Kelenjar Limfe : Pembesaran KGB (-)
Ekstremitas : Akral hangat, sianosis(-), pucat(-)

Diagnosis Kerja: Penyakit Paru
Obstruksi Kronik
Differensial Diagnosis:
PPOK
ASMA
SOPT
CHF
Pasien
Keluarga
Dokter
keluarga

Edukasi
Pasien
dan
Keluarg
a
Stop
Merokok
Psikosos
isal
Support
Hindari
polusi
udara

Hindari
infeksi
saluran
nafas
berulang
Gunakan
obat-
obatan
adekuat
-Bed rest
-O2 nasal kanul 4 liter/menit
-Nebule Salbutamol 2.5 mg
-Rujuk ke Spesialist Paru
-Kontrol Ulang
Quo ad vitam
Dubia
Quo ad
functionam
Dubia
Quo ad
sanactionam
Dubia
3.1. Anatomi dan Fisiologi Paru


Penyakit paru obstruktif kronis
(PPOK) adalah penyakit paru kronik
yang ditandai oleh hambatan aliran
udara di saluran nafas yang bersifat
progresif nonreversible atau
reversible parsial. PPOK terdiri dari
bronkitis kronik dan emfisema atau
gabungan keduanya.
Asap
rokok
Polusi
udara
Genetik
Infeksi
saluran
nafas
Jenis
Kela
min
Sosio
Ekono
mi
Asma
Usia
Gejala dan tanda
PPOK sangat
bervariasi, mulai dari
tanpa gejala, gejala
ringan hingga berat.
Berdasarkan Global Initiative for Chronic Obstructive Lung Disease (GOLD)
2007, dibagi atas 4 derajat :
4
1. Derajat I: PPOK ringan
Dengan atau tanpa gejala klinis (batuk produksi sputum). Keterbatasan
aliran udara ringan (VEP
1
/ KVP < 70%; VEP
1
> 80% Prediksi). Pada
derajat ini, orang tersebut mungkin tidak menyadari bahwa fungsi parunya
abnormal.
2. Derajat II: PPOK sedang
Semakin memburuknya hambatan aliran udara (VEP
1
/ KVP < 70%; 50%
< VEP
1
< 80%), disertai dengan adanya pemendekan dalam bernafas.
Dalam tingkat ini pasien biasanya mulai mencari pengobatan oleh karena
sesak nafas yang dialaminya.
3. Derajat III: PPOK berat
Ditandai dengan keterbatasan / hambatan aliran udara yang semakin
memburuk (VEP
1
/ KVP < 70%; 30% VEP
1
< 50% prediksi). Terjadi
sesak nafas yang semakin memberat, penurunan kapasitas latihan dan
eksaserbasi yang berulang yang berdampak pada kualitas hidup pasien.
4. Derajat IV: PPOK sangat berat
Keterbatasan / hambatan aliran udara yang berat (VEP
1
/ KVP < 70%;
VEP
1
< 30% prediksi) atau VEP
1
< 50% prediksi ditambah dengan adanya
gagal nafas kronik dan gagal jantung kanan.
Gambaran Klinis
Anamnesis
Pemeriksaan Fisik
Penunjang
Spirometri
Analisa Gas Darah
Lab Lengkap
X-Ray
Sputum
Ct- Scan
AAT
dll
PPOK
ASMA
BRONKITIS
SOPT
CHF
Adapun tujuan
dari
penatalaksanaan
COPD ini adalah

Mencegah
progesifitas
penyakit

Mengurangi gejala

Meningkatkan
toleransi latihan

Mencegah dan
mengobati
komplikasi

Mencegah dan
mengobati
eksaserbasi
berulang

Mencegah atau
meminimalkan efek
samping obat
DERAJAT KARAKTERISTIK REKOMENDASI PENGOBATAN
Semua

derajat

Hindari faktor pencetus

Vaksinasi influenza
Derajat I

(PPOK

Ringan)
VEP1 / KVP < 70 %

VEP1 80% Prediksi
a. Bronkodilator kerja singkat (SABA,

antikolinergik kerja pendek) bila perlu

b. Pemberian antikolinergik kerja lama
sebagai terapi pemeliharaan
Derajat II

(PPOK

sedang)
VEP1 / KVP < 70 %

50% VEP1 80%

Prediksi dengan atau
tanpa gejala
1. Pengobatan reguler

dengan bronkodilator:

a. Antikolinergik kerja
lama sebagai terapi
pemeliharaan
b. LABA

c. Simptomatik

2. Rehabilitasi
Kortikosteroid

inhalasi bila
uji steroid
positif
Derajat III

(PPOK

Berat)
VEP1 / KVP < 70%;

30% VEP1 50%

prediksi

Dengan atau tanpa
gejala
1. Pengobatan reguler

dengan 1 atau lebih
bronkodilator:
a. Antikolinergik
kerja lama sebagai
terapi
pemeliharaan
b. LABA

c. Simptomatik

2. Rehabilitasi
Kortikosteroid

inhalasi bila
uji steroid
positif atau
eksaserbasi
berulang
Derajat IV VEP1 / KVP < 70%; 1. Pengobatan reguler dengan 1 atau lebih