Anda di halaman 1dari 16

PROSES KOMUNIKASI DATA DALAM SEBUAH JARINGAN KABEL

LOKAL
Disusun untuk memenuhi salah satu materi tugas produktif

MAKALAH











Disusun Oleh :
Abdul Mughits
Ade Ahmad Irawan
Aef Saefullah S
Aji Sastra Jiwa

Kelas XI TKJ A
TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN

PEMERINTAH KABUPATEN MAJALENGKA
DINAS PENDIDIKAN
SMK NEGERI 1 MAJALENGKA
Jl. Raya Tonjong Pinangraja No. 55 Tlp/Fax (0233) 282913
Website: www.smkn1majalengka.com Email: smkn1majalengka@gmail.com
MAJALENGKA
2014


i

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahirabbilalamin,
banyak nikmat yang Allah berikan, tetapi sedikit sekali yang kita ingat. Segala
puji hanya layak untuk Allah Tuhan seru sekalian alam atas segala berkat,
rahmat, taufik, serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga penulis
dapat menyelesaikan makalah dengan judul PROSES KOMUNIKASI DATA
DALAM SEBUAH JARINGAN KABEL LOKAL. Dalam penyusunannya,
penulis memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak, karena itu penulis
mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: Kedua orang tua dan
teman teman yang telah memberikan dukungan, kasih, dan kepercayaan yang
begitu besar. Dari sanalah semua kesuksesan ini berawal, semoga semua ini bisa
memberikan sedikit kebahagiaan dan menuntun pada langkah yang lebih baik
lagi. Meskipun penulis berharap isi dari makalah ini bebas dari kekurangan dan
kesalahan, namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu, penulis
mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar skripsi ini dapat lebih baik
lagi. Akhir kata penulis berharap agar makalah ini bermanfaat bagi semua
pembaca.




ii


DAFTAR ISI



KATA PENGANTAR ........................................................................................ i
DAFTAR ISI ...................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................. 1
1.1 Latar Belakang ................................................................................. 1
1.2 Landasan Teori ................................................................................ 1


BAB II PEMBAHASAN ................................................................................... 3
2.1 Pengertian Komunikasi Data .......................................................... 3
2.2 Jenis-Jenis Komunikasi Data .......................................................... 3
2.3 Beberapa Media Dalam Proses Komunikasi data ......................... 6
2.4 Contoh Kasus Komunikasi Data...................................................... 9

BAB III PENUTUP ........................................................................................ .12
3.1 Kesimpulan........................................................................................12
3.2 Saran .................................................................................................12

DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................13












1

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Maraknya internet sudah tidak bisa di bendung lagi dikarenakan
maraknya globalisasi di Indonesia. Pertanyaannya, Apakah kita tahu
perangkatnya atau hanya mampu menggunakannya saja? Jawabannya ada dalam
diri Anda sendiri. Apakah sudah merasa pua dengan hanya menggunakannya saja
tanpa mengerti sedikit lebih dalam tentang internet itu?
Yang pasti, internet adalah salah satu komunikasi data yang sangat marak di
kalangan masyarakat umum. Apa itu komunikasi data? Jawabannya ada di
dalam makalah yang sedang Kita pelajari ini. Dan yang pasti adalah internet
adalah jaringan yang menghubungkan masyarakat seluruh dunia pada
umumnya. Namun, apakah sudah tahu dan mengerti apa itu jaringan?
Oleh karena itu, Kami telah meneliti bahwa masyarakat yang berumur diatas 40
tahun mayoritas adalah orang yang tidak tahu. Dengan ini Kami telah
mengambil kesimpulan bahwa masyarakat yang belum mengerti tentang
pentingnya mengetahui apa yang Kami sampaikan itu sangatlah perlu.

1.2 Landasan Teori

Jaringan Komputer
Jaringan komputer (jaringan) adalah sebuah sistem yang terdiri atas
komputer-komputer yang didesain untuk dapat berbagi sumber daya (printer,
CPU), berkomunikasi (surel, pesan instan), dan dapat mengakses
informasi(peramban web). Tujuan dari jaringan komputer adalah Agar dapat
mencapai tujuannya, setiap bagian dari jaringan komputer dapat meminta
dan memberikan layanan (service). Pihak yang meminta/menerima layanan
disebut klien (client) dan yang memberikan/mengirim layanan disebut
peladen (server). Desain ini disebut dengan sistem client-server, dan
digunakan pada hampir seluruh aplikasi jaringan komputer. Dua buah
komputer yang masing-masing memiliki sebuah kartu jaringan, kemudian
dihubungkan melalui kabel maupun nirkabel sebagai medium transmisi data,
2



dan terdapat perangkat lunak sistem operasi jaringan akan membentuk
sebuah jaringan komputer yang sederhana. Apabila ingin membuat jaringan
komputer yang lebih luas lagi jangkauannya, maka diperlukan peralatan
tambahan seperti Hub, Bridge, Switch, Router, Gateway sebagai peralatan
interkoneksinya.

Komunikasi Data
Komunikasi data adalah proses pengiriman dan penerimaan
data/informasi dari dua atau lebih device (alat,seperti
komputer/laptop/printer/dan alat komunikasi lain)yang terhubung dalam
sebuah jaringan. Baik lokal maupun yang luas, seperti internet.
Secara umum ada dua jenis komunikasi data, yaitu:
1. Melalui Infrastruktur Terestria
Menggunakan media kabel dan nirkabel sebagai aksesnya. Membutuhkan
biaya yang tinggi untuk membangun infrastruktur jenis ini. Beberapa layanan
yang termasuk teresterial antara lain: Sambungan Data Langsung (SDL), Frame
Relay, VPN MultiService dan Sambungan Komunikasi Data Paket (SKDP).
2. Melalui Satelit
Menggunakan satelit sebagai aksesnya. Biasanya wilayah yang dicakup
akses satelit lebih luas dan mampu menjangkau lokasi yang tidak
memungkinkan dibangunnya infrastruktur terestrial namun membutuhkan waktu
yang lama untuk berlangsungnya proses komunikasi. Kelemahan lain dari
komunikasi via satelit adalah adanya gangguan yang disebabkan oleh radiasi
gelombang matahari (Sun Outage) dan yang paling parah terjadi setiap 11 tahun
sekali.






3

BAB II
PEMBAHASAN


2.1 PENGERTIAN KOMUNIKASI DATA
Komunikasi data adalah transmisi atau proses pengiriman dan
penerimaan data dari dua atau lebih device (sumber), melalui beberapa media.
Media tersebut dapat berupa kabel koaksial, fiber optic (serat optic) , microware
dan sebagainya.Komunikasi data merupakan gabungan dari beberapa teknik
pengolahan data. Dimana telekomunikasi yang dapat diartikan segala kegiatan
yang berhubungan dengan penyaluran informasi dari titik ke titik lain.
Sedangkan pengolahan data adalah segala kegiatan yag berhubungan dengan
pengolahan.

2.2 JENIS-JENIS KOMUNIKASI DATA
Secara umum jenis-jenis komunikasi data dibagi atau digolongkan
menjadi dua macam yaitu :

1. Infrakstruktur terrestrial
Aksesnya dengan menggunakan media kabel dan nirkabel. Untuk membangun
infrakstuktur terrestrial ini membutuhkan biaya yang tinggi, kapasitas bandwitch
yang terbatas, biaya yang tinggi dikarenakan dengan menggunakan kabel tidak
diprngaruhi oleh factor cuaca jadi sinyal yang diguakan cukup kuat.
2. Melalui satelit
Aksesnya menggunakan satelit. Wilayah yang dicakup akses sateli lebih luas
sehingga mampu menjangkau sebuah lokasi yang tidak bisa dijangkau. Oleh
infrastruktur terrestrial namun untuk membuthkan waktu yang lama untuk
berlangsung prosesnya komunikasi. Karena adanya gangguan karena radiasi
gelombang matahari (sun outage) yang terjadi paling parahnya setiap 11 tahun
sekali.



4


Dari kedua jenis tersebut dapat dibagi menjadi dua bentuk komunikasi
data. System komuniksi data dapat pula bebentuk offline communication system
(system komunikasi offline) dan on line communication system (system
komunikasi online).

A. System komunikasi offline

System komunikasi offline adalah proses pengiriman data dengan
menggunakan telekomunikasi ke pusat pengolahan data tetapi akan diproses
dulu oleh terminal kemudian dengan menggunakan modem dikirim melalui
telekomunikasi dan langsung dip roses oleh CPU data disimpan pada disket,
magnetik tape dan lain-lain Peralatan yang diperlukan :
1. Terminal, Merupakan suatu 1/0 device untuk mengirim data dan menerima
data jarak jauh dengan fasilitas telekomunikasi. Peralatan terminal adalah
magnetic tape unit, disk dirivepaper tape.
2. Jalur komunikasi, Jalurnya merupakan fasilitas komunikasi seperti
telepon, telegrf, telex dll.
3. Modem, Suatu alat yang mengalihkan data dari system kode digital
kedalam system kode analog.

B. System komunikasi online

Data yang dikirim melalui terminal computer bisa langsung diperolh dan
diproses oleh computer.Sistem komunikasi online berupa: Memungkinkan
untuk mengirimkan data ke pusat computer, diproses I pusat computer.
Perusahaan yang pertama mempelopori yaitu American Airlines berlaku
komunikasi dua arah. Merupakan komunikasi data degan kecepatan tinggi.
Sistm ini memerlukan suatu teknik dalam hal system disain dan pemrograman
karena pusat computer dibutuhkan suatu bank data atau database.




5


Time sharing system
Tekhnik online system oleh beberapa pemakai secara bergantian menurut
waktu yang diperlukan pemakai karena perkembangan proses CPU lebihcepat
sedangkan input dan output tidak dapat mngimbangi.
Distributed data processing system
Merupakan system yang sering digunakan sekarang sebagai perkembangan
dari time sharing system. Sebagai system dapat didefinisikan sebagai system
computer interaktf secara geogrfis dan dengan jalur komunikasi dan mampu
memproses data dengan computer lain dalam suatu system.
Selain beberapa jenis komunikasi seperti yang dijelaskan diatas masih
terdpat jenis-jenis yang lainnya yaitu
Komunikasi data terdiri dari komunikasi data analog dan digital.
Komunikasi data analog contohnya adalah telepon umum PSTN (Public
Switched Telepohone Network). Komunikasi data digital contohnya adalah
komunikasi yang terjadi pada komputer. Dalam komputer, data-data diolah
secara digital. VoIP (Voice over Internet Protocol) merupakan teknik
komunikasi suara melalui jaringan internet. Suara yang merupakan data analog
diubah menajdi data digital oleh decoder.data digital tersebut di-compress dan
di-transmit melalui jaringan IP. Oleh karena data dikirimkan melalui IP, maka
data dikirimkan secara Switcing Packet yaitu data dipecah menjadi paket-
paket. Informasi dibagi-bagi dalam paket yang panjangnya tertentu kemudian
tiap paket dikirimkan secara individual. Paket data mengandung alamat
sehingga dapat dikirimkan ke tujuan dengan benar. Dalam VoIP, terdapat
berbagai protokol yang digunakan diantaranya protokol H.323 yang merupakan
protokol standar untuk komunikasi multimedia seperti audio, video dan data real
time melalui jaringan berbasis paket seperti Internet Protocol (IP). Protokol
H.323 mempunyai komponen seperi terminal, gateway, gatekeeper dan MCU
(Multipoint Control Unit). Dalam komunikasi data pada VoIP, secara
diagramnya terdiri atas sumber, voice coder serta jaringan internet. Voice coder
merupakan pengkonversi suara dari data analog menjadi digital. Dalam voip ini
masih memiliki kelemahankelemahan seperti delay yang masih cukup tinggi
dibandingkan dengan telepon biasa (PSTN). Diharapkan dalam
perkembangannya, VoIP dapat meiliki perkembangan yang baik seperti delay
6


yang diperkecil, sehingga dapat diambil keuntungannya yaitu komunikasi lebih
murah terutama untuk komunikasi jarak jauh atau interlokal.

2.3 BEBERAPA MEDIA DALAM PROSES KOMUNIKASI DATA :

1. Media kabel tembaga
Media yang cukup lama digunakan karena memang media inilah yang menjadi
cikal bakal system komunikasi data dan suara. Saat ini media ini memang masih
digunakan hanya saja pemanfaatannya sudah agak sedikit berkurang, hal ini
dikarenakan karena upaya penemuan dan pengembangan media komunikasi
terus dipelajari dan hasilnya terus banyak bermunculan media yang lebih baik
dengan keuntungan yang lebih banyak dibandingkan dengan keuntungan yang
ditawarkan oleh media kabel tembaga.
2. Media WLAN
Sebuah jaringan local (LAN) yang terbentuk dengan menggunakan media
perantara sinyal radio frekuensi tinggi, bukan dengan menggunakan kabel.
Media wireless yang tidak kasat mata menawarkan cukup banyak keuntungan
bagi penggunanya, diantaranya :
a. Meningkatkan produktifitas
Jaringan WLAN sangat mudah untuk di implementasikan, sangat rapi dalam hal
fisiknya yang dapat meneruskan inforasi tanpa seutas kabe lpun, sangat fleksibel
karena bisa diimplementasikan hamper di semua lokasi dan kapan saja, dan
yang menggunakanya pun tidak terikat di satu tempat saja. Dengan semua factor
yang ada ini, para penggunanya tentu dapat melakukan pekerjaan dengan lebih
mudah akibatnya pekerjaan jadi cepat dilakukan, tiak membutuhkan waktu yang
lama hanya karena masalah masalah fisikal jarigan dari PC yang mereka
gunakan. Berdasarkan factor inilah, wireless LAN tentunyadapat secara tidak
langsung menigkatkan produktifitas dari para penggunanya cukup banyak factor
penghambat yang ada dalam jaringan kabel yang dapat dihilangkan jika anda
menggunakn medi ini. Meningkatnya produktivitas kerja para karyawannya,
tetu akan sangat bermanfaat bagi perushaan tempat mereka bekerja.
b. Cepat dan sederhana implementasinya.
7


Implementasi jaringan WLAN terbilang mudah dan sederhana. Mudah karena
anda hanya perlu memiliki sebuah perangkat penerima pemancar untuk
membangun sebuah jaringan wireless. Setelah memilikinya, konfigurasi sedikit
anda siap menggunakan sebuah jaringan komunikasi data bau dalam lokasi
anda. Namun, tidak sesederhana itu jika anda menggunakan media kabel.
c. Fleksibel
Media Wireless LAN dapat menghubungkan anda dengan jairngan pada tempat-
tempat yang tidak bisa diwujudkan oleh media kabel. Jadi fleksibilitas media
wireless ini benar-benar tinggi karena anda bisa memasang dan
menggunakannya dimana saja dan kapan saja, misalnya di pesta taman, di
ruangan meeting darurat dan banyak lagi.
d. Dapat mengurangi biaya investasi.
Wireless LAN sangat cocok bagi anda yang ingin menghemat biaya yang akan
dikeluarkan untuk membangun sebuah jaringan komunikasi data. Tanpa kabel
berarti juga tanpa biaya, termasuk biaya kabelnya sendiri, biaya penarikan,
biaya perawatan, dan masih banyak lagi. Apalagi jika anda membangun LAN
yang sering berubah-ubah, tentu biaya yang anda keluarkan akan semakin tinggi
jika menggnakan kabel.
e. Skalabilitas
Dengan menggunakan media wireless LAN, ekspansi jaringan dan konfigurasi
ulang terhadap sebuah jaringan tidak akan rumit untuk dilakukan seperti halnya
dengan jaringan kabel. Disinilah nilai skalabilitas jaringan WLAN cukup terasa.
3. Access Point
Digunakan untuk melakukan pengaturan lalulintas jaringan dari mobile radio ke
jaringan kabel atau dari backbone jaringan wireless client/server Biasanya
berbentuk kotak kecil dengan 1 atau 2 antena kecil. Peralatan ini merupakan
radio based, berupa receiver dan transmiter yang akan terkoneksi dengan LAN
kabel atau broadband ethernet.
4. Antenna
Digunakan untuk mengkonversi signal high frekuensi (RF) dalam transmisinya
sebagai gelombang di udara. Tipe antena akan menentukan pola radiasi
gelombang seperti omnidirectional, bidirectional, atau unidirectional.Ada tiga
jenis antena RF yaitu Omni-directional, Bidirectional, dan Unidirectional.
8


Omnidirectional sangat cocok digunakan untuk cakupan area yang luas.
Bidirectional cocok untuk menghubungkan antar gedung. Unidirectional cocok
untuk koneksi point to point antar gedung yang berlainan daerah. Antena
omnidirectional akan merambatkan sinyal RF ke segala arah secara horizontal,
namun jarak daya pancarnya terbatas. Omnidirectional mempunyai range gain
hingga 6db, yang dapat digunakan pada aplikasi didalam gedung. Karena 6
keterbatasan jangkauan area, maka sering digunakan beberapa access point
untuk memperluas area cakupan, sehingga dapat terjadi overlapping sel.
Penggunaan gain yang tinggi akan menambah range coverage area, sehingga
akan mengurangi jumlah access point dalam satu kawasan. Salah satu tipe
antena unidirectional adalah antena Yagi, antena ini hanya akan
mentransmisikan serta menerima energi sinyal RF dalam satu arah. Antena Yagi
merupakan antena unidirectional dengan gain yang cukup tinggi (antara 12
hingga 18 dBi). Mempunyai bentuk fisik seperti antena televisi dengan bilah-
bilah metal parallel secara melintang. Radiasinya hampir sama dengan nyala
lampu senter saat dinyalakan.
4. 5. Media fiber optic.
Fiber optic secara harafiah arti serat optic atau bisa juga disebut serat kaca.
Fiber optic memang berupa serat yang terbuat dari kaca, namun jangan anda
samakan dengan kaca yang biasa anda lihat. Serat kaca ini merupakan yang
dibuat secara khusus dengn proses yang cukup rumit yang kemudian dapat
digunakan untuk melewati data yang ingin anda kirim atau terima. Jenis media
fiber optic itu sendiri merupakan sebuah serat seukuran rambut manusia yang
terbuat dari bahan kaca murni, yang kemudian dibuat bergulung-gulung
panjangnya sehingga menjadi sebentuk gulungan kabel. Setelah terjadi bentuk
seperti itu , maka jadilah media fiber optic yang biasanya anda gunakan sehari-
hari.
6. Cara fiber optic melewati data
Jika berhubungan dengan alat-alat optik, maka alat-alat tersebut akan erat sekali
hubungannya dengan cahaya dan system pencahayaan. Serat optic yang
digunakan sebagai media, maka yang akan lalu-lalang di dalamnya tidak lain
dan tidak bukan adalah cahaya. Seberkas cahaya akan digunakan sebagai
pembawa informasi yang ingin anda kirimkan. Cahaya informasi tersebut
9


kemudian ditembakkan ke dalam media fiber optic dari tempat asalnya.
Kemudian cahaya akan merambah sepanjang media kaca tersebut hingga
akhirnya cahaya tadi tiba di lokasi tujuannya. Ketika cahaya tiba di lokasi
tujuan, maka pengiriman informasi dan data secara teori telah berhasil
dikirimkan dengan baik. Dengan demikian, maka terjadilah proses kounikasi
dimana kedua ujung media dapat mengirim dan menerima informasi yang ingin
disampaikan.
2.4 CONTOH KASUS KOMUNIKASI DATA
Sebenarnya sudah sangat banyak dan beragam mengenai contoh kasus atau
contoh proses komunikasi data, baik itu yang memerlukan data dengan kapasitas
besar ataupun kecil. Misalnya seperti yang biasa kita lakukan setiap saat yaitu
proses pengiriman sms dan e-mail, itu juga termasuk dalam proses komunikasi
data hanya saja kapasitas pesan datanya terbilang kecil. Namun untuk yang
berkapasitas besar juga sangat banyak sekali, misalnya kebiasaan pengiriman
data dalam suatu perusahaan, misalnya suatu perusahaan yang besar yang telah
membuka cabang diberbagai Negara, maka kemungkinan besar sering
melakukan proses komunikasi data.
Sekalipun komunikasi data telah dan terus dikembangkan sedemikian rupa,
namun tetap saja terdapat beberapa masalah dalam proses komuniksi data,
diantaranya sebagai berikut:
a. Keterbatasan bandwith, yaitu kapasitas pengiriman data perdetik dapat
diatasi dengan penambahan bandwith.
b. Memiliki Round Trip Time (RTT) yang terlalu besar, dioptimalkan dengan
adanya TCP Optimizer untuk mengurangi RTT.
c. Adanya delay propagasi atau keterlambatan untuk akses via satelit,
membangun infrastruktur terestrial jika mungkin.
Klasifikasi jaringan komputer terbagi menjadi :
1. Berdasarkan geografisnya, jaringan komputer terbagi menjadi Jaringan
wilayah lokal atau Local Area Network (LAN), Jaringan wilayah metropolitan
atau Metropolitan Area Network (MAN), dan Jaringan wilayah luas atau Wide
Area Network (WAN).[7][8] Jaringan wilayah lokal]] merupakan jaringan milik
pribadi di dalam sebuah gedung atau tempat yang berukuran sampai beberapa 1
- 10 kilometer.[7][3] LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan
10


komputer-komputer pribadi dan stasiun kerja (workstation) dalam kantor suatu
perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai bersama sumberdaya (misalnya
pencetak (printer) dan saling bertukar informasi.[3] Sedangkan Jaringan wilayah
metropolitan merupakan perluasan jaringan LAN sehingga mencakup satu kota
yang cukup luas, terdiri atas puluhan gedung yang berjarak 10 - 50
kilometer.[8][7] Kabel transmisi yang digunakan adalah kabel serat optik
(Coaxial Cable).[8] Jaringan wilayah luas Merupakan jaringan antarkota, antar
propinsi, antar negara, bahkan antar benua.[8] Jaraknya bisa mencakup seluruh
dunia, misalnya jaringan yang menghubungkan semua bank di Indonesia, atau
jaringan yang menghubungkan semua kantor Perwakilan Indonesia di seluruh
dunia.[8] Media transmisi utama adalah komunikasi lewat satelit, tetapi banyak
yang mengandalkan koneksi serat optik antar negara.[8]
2. Berdasarkan fungsi, terbagi menjadi Jaringan Klien-server (Client-server)
dan Jaringan Ujung ke ujung (Peer-to-peer).[8] Jaringan klien-server pada
ddasaranya ada satu komputer yang disiapkan menjadi peladen (server) dari
komputer lainnya yang sebagai klien (client).[8] Semua permintaan layanan
sumberdaya dari komputer klien harus dilewatkan ke komputer peladen,
komputer peladen ini yang akan mengatur pelayanannya.[8] Apabila
komunikasi permintaan layanan sangat sibuk bahkan bisa disiapkan lebih dari
satu komputer menjadi peladen, sehingga ada pembagian tugas, misalnya file-
server, print-server, database server dan sebagainya.[8] Tentu saja konfigurasi
komputer peladen biasanya lebih dari konfigurasi komputer klien baik dari segi
kapasitas memori, kapasitas cakram keras {harddisk), maupun kecepatan
prosessornya.[8] Sedangkan jaringan ujung ke ujung itu ditunjukkan dengan
komputer-komputer saling mendukung, sehingga setiap komputer dapat
meminta pemakaian bersama sumberdaya dari komputer lainnya, demikian pula
harus siap melayani permintaan dari komputer lainnya.[8] Model jaringan ini
biasanya hanya bisa diterapkan pada jumlah komputer yang tidak terlalu
banyak, maksimum 25, karena komunikasi akan menjadi rumit dan macet
bilamana komputer terlalu banyak.[8]
3. Berdasarkan topologi jaringan, jaringan komputer dapat dibedakan atas[3]:
a. Topologi bus
b. Topologi bintang
11


c. Topologi cincin
d. Topologi mesh
e. Topologi pohon
f. Topologi linier
4. Berdasarkan distribusi sumber informasi/data
a. Jaringan terpusat
Jaringan ini terdiri dari komputer klien dan peladen yang mana komputer klien
yang berfungsi sebagai perantara untuk mengakses sumber informasi/data yang
berasal dari satu komputer peladen.[9]
b. Jaringan terdistribusi
Merupakan perpaduan beberapa jaringan terpusat sehingga terdapat beberapa
komputer peladen yang saling berhubungan dengan klien membentuk sistem
jaringan tertentu.[9]
5. Berdasarkan media transmisi data
a. Jaringan Berkabel (Wired Network)
Pada jaringan ini, untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer lain
diperlukan penghubung berupa kabel jaringan.[9] Kabel jaringan berfungsi
dalam mengirim informasi dalam bentuk sinyal listrik antar komputer
jaringan.[9]
b. Jaringan nirkabel(Wi-Fi)
Merupakan jaringan dengan medium berupa gelombang elektromagnetik.[9]
Pada jaringan ini tidak diperlukan kabel untuk menghubungkan antar komputer
karena menggunakan gelombang elektromagnetik yang akan mengirimkan
sinyal informasi antar komputer jaringan.






12

BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Jadi, komunikasi data danjaringan yang sedang kita hadapi tidak terlepas
dari kinerja perangkat perangkat diatas. Dan tentunya pengembangan
pengembangan perangkat tersebut tidak pernah berhenti. Dikarenakan
penggunaan internet yang semakin menyebar di Dunia. Namun perlu kita ingat
bahwa perangkat perangkat tersebut tidak akan bekerja semaksimal mungkin
tanpa kinerja software software pendukung. Oleh karena itru, kita sebagai
penerus pengembang software Indonesia jangan sampai berhenti
mengembangkan. Bahkan Kita harus menguasai perkembangan teknologi
Dunia. Dan menjadi penentu teknologi ter-update dan mutakhir.

3.2 SARAN
Dengan semakin berkembangnya komunikasi data pada zaman sekarang
ini, kita diharapkan mampu memilih dengan teliti mana yang bermanfaat dan
yang kurang bermanfaat, agar dengan berkembangnya komunikasi data ini dapat
kita maksimalkan sebaik mungkin tidak hanya tergerus oleh arus perkembangan
zaman.




13

DAFTAR PUSTAKA

http://simplelifedewi.wordpress.com/2010/03/09/makalah-komunikasi-data/
http://ranjaniryan.wordpress.com/2014/04/02/teknologi-jaringan-komunikasi-
data-dan-media-transmisi/
http://sititoyyibah6.blogspot.com/