Anda di halaman 1dari 43

Bahan bakar & pembakaran Page 1

Motor bakar
Mesin pembakaran dalam adalah sebuah mesin yang sumber tenaganya berasal dari
pengembangan gas-gas panas bertekanan tinggi hasil pembakaran campuran bahan bakar
dan udara, yang berlangsung di dalam ruang tertutup dalam mesin, yang disebut ruang bakar
(combustion chamber).
"Mesin pembakaran dalam" sendiri biasanya merujuk kepada mesin yang pembakarannya
dilakukan secara berselang-seling. Yang termasuk dalam mesin pembakaran dalam adalah
mesin empat tak dan mesin dua tak, dan beberapa tipe mesin lainnya, misalnya mesin enam
tak dan juga mesin wankel. Selain itu, mesin jet dan beberapa mesin roket termasuk dalam
mesin pembakaran dalam.
Mesin pembakaran dalam agak berbeda dengan mesin pembakaran luar (contohnya mesin
uap dan mesin Stirling), karena pada mesin pembakaran luar, energinya tidak disalurkan ke
fluida kerja yang tidak bercampur dengan hasil pembakaran. Fluida kerja ini dapat berupa
udara, air panas, air bertekanan, atau cairan natrium yang dipanaskan di semacam boiler.
Sebuah mesin piston bekerja dengan membakar bahan bakar hidrokarbon atau hidrogen
untuk menekan sebuah piston, sedangkan sebuah mesin jet bekerja dengan panas
pembakaran yang mendorong bagian dalam nozzle dan ruang pembakaran, sehingga
mendorong mesin ke depan.
Secara kontras, sebuah mesin pembakaran luar seperti mesin uap, bekerja ketika proses
pembakaran memanaskan fluida yang bekerja terpisah, seperti air atau uap, yang kemudian
melakukan kerja.
Mesin jet, kebanyakan roket dan banyak turbin gas termasuk dalam mesin pembakaran
dalam, tetapi istilah "mesin pembakaran dalam" seringkali menuju ke "mesin piston", yang
merupakan tipe paling umum mesin pembakaran dalam.

Tipe-tipe mesin pembakaran dalam
Mesin dapat diklasifikasikan dalam banyak macam: siklus mesin yang digunakan, layout yang
dipakai, sumber energi, penggunaan mesin, atau dari sistem pendinginnya.

Konfigurasi mesin
Mesin pembakaran dalam dapat dikelompokkan berdasarkan konfigurasinya.
Layout mesin yang umum adalah:
Mesin piston:
Mesin dua-tak
Mesin empat-tak
Mesin enam-tak
Mesin diesel
Bahan bakar & pembakaran Page 2

Siklus Atkinson
Mesin rotari:
Mesin Wankel
Pembakaran terus-menerus:
Turbin gas
Mesin jet (termasuk turbojet, turbofan, ramjet, Rocket, dll.)

Mesin bensin atau mesin Otto dari Nikolaus Otto adalah sebuah tipe mesin pembakaran
dalam yang menggunakan nyala busi untuk proses pembakaran, dirancang untuk
menggunakan bahan bakar bensin atau yang sejenis.
Mesin bensin berbeda dengan mesin diesel dalam metode pencampuran bahan bakar dengan
udara, dan mesin bensin selalu menggunakan penyalaan busi untuk proses pembakaran.
Pada mesin diesel, hanya udara yang dikompresikan dalam ruang bakar dan dengan
sendirinya udara tersebut terpanaskan, bahan bakar disuntikan ke dalam ruang bakar di akhir
langkah kompresi untuk bercampur dengan udara yang sangat panas, pada saat kombinasi
antara jumlah udara, jumlah bahan bakar, dan temperatur dalam kondisi tepat maka
campuran udara dan bakar tersebut akan terbakar dengan sendirinya.
Pada mesin bensin, pada umumnya udara dan bahan bakar dicampur sebelum masuk ke
ruang bakar, sebagian kecil mesin bensin modern mengaplikasikan injeksi bahan bakar
langsung ke silinder ruang bakar termasuk mesin bensin 2 tak untuk mendapatkan emisi gas
buang yang ramah lingkungan. Pencampuran udara dan bahan bakar dilakukan oleh
karburator atau sistem injeksi, keduanya mengalami perkembangan dari sistem manual
sampai dengan penambahan sensor-sensor elektronik. Sistem Injeksi Bahan bakar di motor
otto terjadi diluar silinder, tujuannya untuk mencampur udara dengan bahan bakar
seproporsional mungkin. Hal ini dsebut EFI

Aplikasi
Mesin bensin sering digunakan dalam :
Sepeda motor.
Mobil.
Pesawat.
Mesin untuk pemotong rumput
Mesin untuk speedboat dan sebagainya.

Desain
Tipe-tipe mesin bensin berdasarkan siklus proses pembakaran adalah :
Mesin satu tak, setiap langkah piston terjadi proses pembakaran.
Bahan bakar & pembakaran Page 3

Mesin dua tak, memerlukan dua langkah piston dalam satu siklus proses pembakaran.
Mesin empat tak, memerlukan empat langkah piston dalam satu siklus proses
pembakaran.
Mesin enam tak, memerlukan enam langkah piston dalam satu siklus proses
pembakaran.
Mesin wankel (rotary engine/wankel engine). memerlukan satu putaran penuh rotor
dalam satu siklus pembakaran.

Tiga syarat utama supaya mesin bensin dapat berkerja :
1. Kompresi ruang bakar yang cukup.
2. Komposisi campuran udara dan bahan bakar yang sesuai.
3. Pengapian yang tepat (besar percikan busi dan waktu penyalaan/timing ignition).

Sistem bahan bakar dalam teknik otomotif adalah suatu sistem yang berfungsi untuk
menyimpan bahan bakar secara aman, menyalurkan bahan bakar ke mesin dan
mengkabutkan bahan bakar agar bercampur dengan udara.
Komponen utama dalam sistem bahan bakar terdiri dari:
Tangki bahan bakar.
Saluran bahan bakar.
Penyaring bahan bakar.
Pompa bahan bakar.
Karburator atau sistem injeksi bahan bakar
Sistem pengapian (ignition system).
Sistem pemasukan udara dalam ruang bakar (intake system).
Sistem pembuangan udara hasil pembakaran (exhaust system).
Sistem katup (valve mechanism)
Sistem pelumasan (lubricating system)
Sistem pendinginan (cooling system).
Sistem penyalaan (starting system).








Bahan bakar & pembakaran Page 4

Motor bakar torak
Motor bakar torak adalah salah satu motor bakar yang menggunakan satu atau lebih torak
atau piston yang bergerak, yang tujuannya untuk mengubah tekanan menjadi gerak
melingkar. Tipe-tipe mesin piston di antaranya adalah: mesin pembakaran dalam, banyak
digunakan di kendaraan bermotor; mesin uap, digunakan pada saat Revolusi Industri; dan
juga mesin stirling.



Mesin piston pembakaran dalam
Bagian-bagian dari sebuah mesin piston 4 tak.
E - camshaft buang
I - camshaft masuk
S - Spark plug
V - Valve
P - Piston
R - Connecting rod
C - Crankshaft
W - Water jacket for coolant flow

Yang biasanya ada di semua tipe mesin piston
Di mesin piston dimungkinkan adanya satu atau lebih jumlah piston. Piston-piston ini terletak
di dalam silinder. Di dalam silinder, campuran bahan bakar dimasukkan. Campuran ini dapat
berupa gas yang sudah panas dan bertekanan (seperti dalam mesin uap), atau bisa juga
gasnya dipanaskan di dalam silinder dengan sistem pengapian. Gas panas ini nantinya yang
akan mendorong piston bergerak ke bawah dan menggerakkan crankshaft.

Bahan bakar & pembakaran Page 5

Mesin uap adalah mesin yang menggunakan energi panas dalam uap air dan mengubahnya
menjadi energi mekanis. Mesin uap digunakan dalam pompa, lokomotif dan kapal laut, dan
sangat penting dalam Revolusi Industri.
Mesin uap merupakan mesin pembakaran eksternal, dengan cairan yang terpisah dari hasil
pembakaran. Sumber panas yang dapat digunakan yaitu tenaga surya, tenaga nuklir, atau
tenaga panas bumi. Jika uap berkembang melalui piston atau turbin, akan menyebabkan kerja
mekanik.



Mesin piston uap
Sebuah diagram skematik dari sebuah mesin uap 1 silinder.
1 - Piston
2 - Piston rod
3 - Crosshead bearing
4 - Connecting rod
5 - Crankshaft
6 - Eccentric valve motion
7 - Flywheel
8 - Sliding valve
9 - Centrifugal governor.

Di semua tipe mesin ini, pergerakan piston ke bawah akan dikonversikan ke pergerakan
melingkar, dengan menggunakan connecting rod dan sebuah crankshaft atau swashplate.
Sebuah roda gila digunakan agar perputarannya lebih halus. Semakin banyak silinder dalam
mesin piston pada umumnya juga membuat mesinnya lebih halus. Tenaga yang dihasilkan
dari mesin piston biasanya berbanding lurus dengan total volume piston mesin tersebut.
Bahan bakar & pembakaran Page 6

Sebuah seal digunakan di antara piston yang bergerak dan dinding silinder sehingga gas
bertekanan tinggi yang ada di atas piston tidak bocor dan tidak mengurangi efisiensi mesin
piston itu. Seal ini berupa satu atau lebih ring piston. Ring ini terbuat dari logam keras.
Biasanya mesin digolongkan berdasarkan jumlah silinder dan total volume silindernya.
Volume silinder dinyatakan dalam satuan sentimeter kubik (cc) atau liter (l). Kalau dilihat dari
jumlah silinder, penggolongannya berdasarkan moda yang dipakai. Mesin pembakaran dalam
dengan 1 atau 2 silinder kebanyakan dipakai di motor, sedangkan mobil biasanya memakai
mesin dari 4 sampai 8 silinder. Sebuah lokomotif atau kapal biasanya memiliki jumlah silinder
minimal 12 atau lebih. Volume silinder dapat bervariasi, dari 10 cm sampai belasan ribu cm.
Rasio kompresi adalah besaran perbandingan volume silinder ketika piston sedang berada di
dasar silinder dan ketika piston berada di puncak silinder.
Silinder sendiri dapat dipasang segaris, berbentuk mesin V, berseberangan satu sama lain,
atau secara radial di sekeliling crankshaft.
Dalam mesin uap dan mesin pembakaran dalam, katup dibutuhkan untuk mengatur bukaan
masuk dan bukaan buang dalam siklus piston. Katup dijalankan oleh cam atau crank yang
dijalankan oleh tangkai mesin. Desain pada mesin dulu-dulu menggunakan Katup D slide tapi
sekarang menggunakan desain Katup piston atau Katup poppet.

Kapasitas mesin
Untuk mesin piston, kapasitas mesin dihitung dari total volume semua piston yang ada di
dalam mesin tersebut untuk sekali perpindahan. Biasanya kapasitas mesin diukur dalam
satuan liter atau inci kubik atau sentimeter kubik (cc). Mesin dengan kapasitas yang besar
biasanya akan lebih bertenaga dan torsinya lebih besar pada putaran rendah, tapi konsumsi
bensinnya juga lebih boros, meskipun keluaran tenaga dan konsumsi bensin juga banyak
dipengaruhi faktor lain.

Motor bakar diesel
Motor bakar diesel biasa disebut juga dengan Mesin diesel (atau mesin pemicu kompresi)
adalah motor bakar pembakaran dalam yang menggunakan panas kompresi untuk
menciptakan penyalaan dan membakar bahan bakar yang telah diinjeksikan ke dalam ruang
bakar. Mesin ini tidak menggunakan busi seperti mesin bensin atau mesin gas. Mesin ini
ditemukan pada tahun 1892 oleh Rudolf Diesel, yang menerima paten pada 23 Februari 1893.
Mesin diesel memiliki efisiensi termal terbaik dibandingkan dengan mesin pembakaran dalam
maupun pembakaran luar lainnya, karena memiliki rasio kompresi yang sangat tinggi. Mesin
diesel kecepatan-rendah (seperti pada mesin kapal) dapat memiliki efisiensi termal lebih dari
50%. Mesin diesel dikembangkan dalam versi dua-tak dan empat-tak. Mesin ini awalnya
digunakan sebagai pengganti mesin uap. Sejak tahun 1910-an, mesin ini mulai digunakan
Bahan bakar & pembakaran Page 7

untuk kapal dan kapal selam, kemudian diikuti lokomotif, truk, pembangkit listrik, dan
peralatan berat lainnya. Di tahun 1930-an, mesin diesel mulai digunakan untuk mobil.





Bagaimana mesin diesel bekerja


Diagram siklus termodinamika sebuah mesin diesel ideal. Urutan kerja mesin diesel berurutan
dari nomor 1-4 searah jarum jam. Dalam siklus mesin diesel, pembakaran terjadi dalam
tekanan tetap dan pembuangan terjadi dalam volume tetap. Tenaga yang dihasilkan setiap
siklus ini adalah area di dalam garis siklus.


Model mesin diesel, sisi kiri

Bahan bakar & pembakaran Page 8


Model mesin diesel, sisi kanan
Lihat pula: Siklus diesel
Mesin diesel menggunakan prinsip kerja hukum Charles, yaitu ketika udara dikompresi maka
suhunya akan meningkat. Udara disedot ke dalam ruang bakar mesin diesel dan dikompresi
oleh piston yang merapat dengan rasio kompresi antara 15:1 dan 22:1 sehingga
menghasilkan tekanan 40-bar (Templat:Convert/MPa psi), dibandingkan dengan mesin bensin
yang hanya 8 sampai 14 bars (Templat:Convert/MPa psi). Tekanan tinggi ini akan menaikkan
suhu udara sampai 550 C (1,022 F). Beberapa saat sebelum piston memasuki proses
kompresi, bahan bakar diesel disuntikkan ke ruang bakar langsung dalam tekanan tinggi
melalui nozzle dan injektor supaya bercampur dengan udara panas yang bertekanan tinggi.
Injektor memastikan bahwa bahan bakar terpecah menjadi butiran-butiran kecil dan tersebar
merata. Uap bahan bakar kemudian menyala akibat udara yang terkompresi tinggi di dalam
ruang bakar. Awal penguapan bahan bakar ini menyebabkan sebuah waktu tunggu selagi
penyalaan, suara detonasi yang muncul pada mesin diesel adalah ketika uap mencapai suhu
nyala dan menyebabkan naiknya tekanan diatas piston secara mendadak. Oleh karena itu,
penyemprotan bahan bakar ke ruang bakar mulai dilakukan saat piston mendekati (sangat
dekat) TMA untuk menghindari detonasi. Penyemprotan bahan bakar yang langsung ke ruang
bakar di atas piston dinamakan injeksi langsung (direct injection) sedangkan penyemprotan
bahan bakar kedalam ruang khusus yang berhubungan langsung dengan ruang bakar utama
dimana piston berada dinamakan injeksi tidak langsung (indirect injection).
Ledakan tertutup ini menyebabkan gas dalam ruang pembakaran mengembang dengan
cepat, mendorong piston ke bawah dan menghasilkan tenaga linear. Batang penghubung
(connecting rod) menyalurkan gerakan ini ke crankshaft dan oleh crankshaft tenaga linear tadi
diubah menjadi tenaga putar.
Tingginya kompresi menyebabkan pembakaran dapat terjadi tanpa dibutuhkan sistem penyala
terpisah (pada mesin bensin digunakan busi), sehingga rasio kompresi yang tinggi
meningkatkan efisiensi mesin. Meninggikan rasio kompresi pada mesin bensin hanya terbatas
untuk mencegah kerusakan pra-penyalaan.

Sistem injeksi generasi awal
Mesin asli Diesel menginjeksikan bahan bakar dengan bantuan udara bertekanan, yang
mengatomisasi bahan bakar dan memaksa bahan bakar masuk dalam ruang bakar melalui
nosel (menggunakan prinsip yang sama dengan semprotan aerosol). Bukaan nosel ditutup
oleh katup yang dikontrol oleh camshaft untuk mengawali injeksi bahan bakar sebelum titik
mati atas/top dead centre. Menggunakan 3 tahap kompresor memang memakan tenaga
Bahan bakar & pembakaran Page 9

namun efisiensi dan output tenaga bersih yang dihasilkan diatas mesin pembakaran lainnya
pada waktu itu.
Mesin diesel saat ini menggunakaan tekanan sangat tinggi dengan pompa mekanik dan
menekan bahan bakar dengan injektor tanpa udara bertekanan. Dengan diesel injeksi
langsung, injektor akan menyemprot bahan bakar melalui 4-12 orifice kecil pada noselnya.
Mesin diesel injeksi generasi awal selalu mempunyai pembakaran awal tanpa kenaikan
tekanan yang drastis ketika pembakaran. Saat ini riset sedang dilakukan untuk menggunakan
lagi beberapa bentuk injeksi udara desain asli Rudolf Diesel untuk mengurangi polusi nitrogen
oksida. Pada semua mesin diesel, mesin diesel modern selalu mengacu pada desain asli
Rudolf Diesel, dimana bahan bakar menyala melalui kompresi tinggi.

Jalur bahan bakar
Untuk aplikasi generator listrik, komponen penting dari mesin diesel adalah governor, yang
mengontrol suplai bahan bakar agar putaran mesin selalu pada putaran yang diinginkan.
Apabila putaran mesin turun terlalu banyak kualitas listrik yang dikeluarkan akan menurun
sehingga peralatan listrik tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya, sedangkan apabila
putaran mesin terlalu tinggi maka dapat mengakibatkan over voltage yang bisa merusak
peralatan listrik. Mesin diesel modern menggunakan pengontrolan elektronik canggih untuk
mencapai tujuan ini melalui modul kontrol elektronik (ECM) atau unit kontrol elektronik (ECU) -
yang merupakan "komputer" dalam mesin. ECM/ECU menerima sinyal kecepatan mesin
melalui sensor dan menggunakan algoritma dan mencari tabel kalibrasi yang disimpan dalam
ECM/ECU, dia mengontrol jumlah bahan bakar dan waktu melalui aktuator elektronik atau
hidraulik untuk mengatur kecepatan mesin.

Keuntungan utama
Mesin diesel memiliki beberapa keuntungan dibandingkan mesin pembakaran lain:
Mesin diesel membakar lebih sedikit bahan bakar daripada mesin bensin untuk
menghasilkan kerja yang sama karena suhu pembakaran dan rasio kompresi yang
lebih tinggi.
[1]
Mesin bensin umumnya hanya memiliki tingkat efisiensi 30%, sedangkan
mesin diesel bisa mencapai 45% (mengubah energi bahan bakar menjadi energi
mekanik
[7]
(lihat siklus Carnot untuk penjelasan lebih lanjut).
Tidak ada tegangan listrik tinggi pada sistem penyalaan, sehingga tahan lama dan
mudah digunakan pada lingkungan yang keras. Tidak adanya koil, kawat spark plug,
dsb juga menghilangkan sumber gangguan frekuensi radio yang dapat mengganggu
peralatan navigasi dan komunikasi, sehingga penting pada pesawat terbang dan
kapal.
Bahan bakar & pembakaran Page 10

Daya tahan mesin diesel umumnya 2 kali lebih lama daripada mesin
bensin
[8]
Templat:Better source karena suku cadang yang digunakan telah diperkuat..
Bus yang menggunakan biodiesel
Bahan bakar diesel dapat dihasilkan langsung dari minyak bumi. Distilasi memang
menghasilkan bensin, namun hasilnya tak akan cukup tanpa adanya catalytic
reforming, yang berarti memerlukan ongkos tambahan.
Bahan bakar diesel umumnya dianggap lebih aman daripada bensin. Meskipun bahan
bakar diesel dapat terbakar pada udara bebas jika disulut dengan sumbu, namun tidak
akan meledak dan tidak menghasilkan uap yang mudah terbakar dalam jumlah besar.
Tekanan uap yang rendah sangat menguntungkan untuk aplikasi kapal laut, dimana
campuran bahan bakar dengan udara yang dapat meledak sangatlah berbahaya.
Dengan alasan yang sama, mesin diesel tahan terhadap vapor lock.
Untuk beban parsial berapapun, efisiensi bahan bakar (massa yang dibakar per energi
yang dihasilkan) hampir konstan untuk mesin diesel, sedangkan pada mesin bensin
akan proporsional.
[9][10][11][12]

Mesin diesel menghasilkan panas yang terbuang lebih sedikit.
[1]

Mesin diesel dapat menerima tekanan dari supercharger atau turbocharger tanpa
batasan (tergantung dari kekuatan komponen mesinnya saja). Tidak seperti mesin
bensin yang dapat menimbulkan detonasi/ketukan pada tekanan tinggi.
Kandungan karbon monoksida pada gas buangnya minimal, oleh karena itu mesin
diesel digunakan pada tambang bawah tanah.
[13]

Biodiesel mudah disintesis, bahan bakar berbasis non-minyak bumi (melalui proses
transesterifikasi) dan dapat langsung digunakan di banyak mesin diesel, sedangkan
mesin bensin membutuhkan banyak ubahan untuk dapat menggunakan bahan bakar
sintetis untuk dapat digunakan (misalnya etanol ditambahkan ke gasohol).

Supercharger dan turbocharger
Kebanyakan mesin diesel saat ini telah mempunyai turbocharger dan beberapa diantaranya
gabungan turbo dan supercharger. Karena bahan bakar pada mesin diesel tidak ada dalam
silinder sebelum pembakaran dimulai, maka tekanan udara lebih dari 1 bar (100 kPa) dapat
dimasukkan dalam silinder tanpa pra-pembakaran. Mesin dengan turbocharger dapat
memproduksi tenaga jauh lebih besar daripada mesin biasa dengan konfigurasi yang sama,
karena lebih banyak udara yang dimasukkan berarti makin banyak bahan bakar yang dapat
dibakar sehingga tenaga lebih besar. Supercharger umumnya digerakkan mekanis oleh
crankshaft mesin, sedangkan turbocharger digerakkan oleh gas buang mesin, tidak
membutuhkan tenaga mekanis apapun. Turbocharger dapat mengurangi konsumsi bahan
bakar
[14]
pada mesin diesel dengan mengambil panas yang terbuang dari gas buang.
Bahan bakar & pembakaran Page 11

Karena mesin dengan turbocharger dan supercharger dapat memproduksi tenaga lebih besar
dengan kapasitas sama, maka perhatian lebih mesti diperhatikan pada desain mekanikal
komponen, pelumasan, dan pendinginan. Piston umumnya didinginkan dengan minyak
pelumas yang disemprotkan di bagian bawah piston. Mesin-mesin yang besar dapat
menggunakan air, air laut atau minyak melalui pipa teleskopi yang menempel pada
crosshead.
[15]

Untuk meningkatkan kemampuan mesin diesel, umumnya ditambahkan intercooler untuk
mendinginkan udara yang akan masuk ruang bakar. Udara yang panas volumenya akan
mengembang begitu juga sebaliknya, maka dengan didinginkan bertujuan supaya udara yang
menempati ruang bakar bisa lebih banyak.

Kondisi dingin
Penyalaan
Mesin diesel sulit untuk hidup pada saat mesin dalam kondisi dingin. Beberapa mesin
menggunakan pemanas elektronik kecil yang disebut busi menyala (spark/glow plug) di dalam
silinder untuk memanaskan ruang bakar sebelum penyalaan mesin. Lainnya menggunakan
pemanas "resistive grid" dalam "intake manifold" untuk menghangatkan udara masuk sampai
mesin mencapai suhu operasi. Setelah mesin beroperasi pembakaran bahan bakar dalam
silinder dengan efektif memanaskan mesin.

Pengentalan
Dalam cuaca yang sangat dingin, bahan bakar diesel mengental dan meningkatkan viscositas
dan membentuk kristal lilin atau gel. Kristal ini dapat terbentuk di sepanjang jalur bahan bakar
(terutama pada saringan), membuat penyalaan mesin dalam cuaca dingin menjadi sulit.
Pemanas listrik kecil pada tanki bahan bakar dan di sepanjang sistem bahan bakar umumnya
menjadi solusi. Selain itu, cara umum yang dipakai adalah untuk memanaskan saringan
bahan bakar dan jalur bahan bakar secara elektronik.
Seiring dengan meningkatnya teknologi bahan bakar, pengentalan saat ini jarang terjadi,
namun pada kondisi terdingin campuran adalah diesel dan minyak tanah dapat digunakan.
Stasiun pengisian bahan bakar di kawasan dingin pada umumnya menyediakan bahan bakar
diesel musim dingin yang memungkinkan operasi di bawah semestinya. Di Eropa,
karakteristik bahan bakar ini tercantum pada standar EN 590.

Tipe mesin diesel
Ada dua kelas mesin diesel: dua-tak dan empat-tak.
Biasanya jumlah silinder dalam kelipatan dua, meskipun berapapun jumlah silinder dapat
digunakan selama poros engkol dapat diseimbangkan untuk mencegah getaran yang
Bahan bakar & pembakaran Page 12

berlebihan. Mesin 6 segaris paling banyak diproduksi dalam mesin tugas-medium ke tugas-
berat, meskipun V8 dan 4 segaris juga banyak diproduksi.
Mesin diesel bekerja dengan kompresi udara yang cukup tinggi, sehingga pada mesin disel
besar perlu ditambahkan sejumlah udara yang lebih banyak. Maka digunakan Supercharger
atau turbocharger pada intake manifold, dengan tujuan memenuhi kebutuhan udara kompresi.



Keunggulan dan kelemahan dibanding dengan mesin busi-nyala
Efisiensi bahan bakar
Mesin S80ME-C7 milik MAN yang bermesin diesel mengkonsumsi 155 gram (5.5 oz) bahan
bakar per kWh dan menghasilkan efisiensi sebesar 54.4%, sehingga menjadikannya konversi
bahan bakar tertinggi menjadi tenaga untuk mesin pembakaran dalam maupun luar
manapun
[1]
(The efficiency of a combined cycle gas turbine system can exceed 60%.
[16]
) Hal
ini berarti mesin diesel lebih efisien daripada mesin bensin untuk keluaran tenaga yang sama,
sehingga konsumsi bahan bakar lebih irit. Contoh lainnya adalah koda Octavia, dimana
mesin bensinnya mengkonsumsi bahan bakar Templat:Convert/L/100km untuk tenaga
Templat:Convert/LinAonDbSon sedangkan mesin dieselnya hanya mengkonsumsi
Templat:Convert/L/100km untuk keluaran tenaga 105 bhp (78 kW).
Keefisienan mesin diesel disebabkan karena bahan bakar diesel lebih padat dan kandungan
energinya lebih banyak 15% berdasarkan volume. Meskipun nilai kalornya sedikit lebih rendah
daripada bensin (diesel 45,3 MJ/kg (megajoule per kilogram, bensin 45.8 MJ/kg), namun
karena densitasnya lebih tinggi, maka massanya lebih besar.
Selain itu, mesin diesel juga lebih irit karena rasio kompresi yang lebih tinggi, terutama pada
putaran rendah dan kondisi mesin diam. Tidak seperti mesin bensin, mesin diesel tidak
memiliki butterfly valve/throttle pada sistem inlet yang menutup pada kondisi mesin diam. Hal
ini menimbulkan kerugian dan menurunkan adanya udara masuk, sehingga efisiensi mesin
bensin menurun. Di banyak penggunaan, seperti kapal laut, pertanian, dan kereta, mesin
diesel dibiarkan menyala diam berjam-jam. Kuntungan ini banyak digunakan pada lokomotif
kereta (liat dieselisasi).
Mesin diesel pada bus, truk, dan mobil-mobil baru bermesin diesel dapat mencapai efisiensi
maksimum sekitar 45%,
[17]
dan sedang ditingkatkan sehingga mencapai 55%.
[18]
Meskipun
begitu, rata-rata efisiensinya tidak selalu sama, tergantung pada kondisi dan penggunaan.
[19]


Motor bakar stirling
Motor bakar stirling atau biasa juga disebut Mesin stirling adalah salah satu mesin kalor
dan didefinisikan sebagai mesin regenerasi udara panas siklus tertutup. Dalam konteks ini,
Bahan bakar & pembakaran Page 13

siklus tertutup berarti bahwa fluida kerjanya secara permanen terkurung di dalam sistem, di
mana mesin siklus terbuka seperti mesin pembakaran internal dan beberapa mesin uap,
menukarkan fluida kerjanya dengan lingkungan sekitar sebagai bagiaan dari siklus kerja.
Regenerasi berarti bahwa adanya penggunaan alat penukar panas internal, yang dapat
meningkatkan efisiensi mesin. Banyak sekali kemungkinan dari penggunaan mesin stirling ini,
dengan mayoritas masuk ke kategori mesin dengan piston tolak balik.



Mesin Stirling tipe Alpha dengan warna merah untuk menunjukkan suhu tinggi dan warna biru
untuk suhu rendah

Regenerasi berarti bahwa adanya penggunaan alat penukar panas internal, yang dapat
meningkatkan efisiensi mesin. Banyak sekali kemungkinan dari penggunaan mesin stirling ini,
dengan mayoritas masuk ke kategori mesin dengan piston tolak balik. Mesin stirling secara
tradisional diklasifikasikan ke dalam mesin pembakaran eksternal, meskipun panas bisa
didapatkan dari sumber selain pembakaran seperti tenaga matahari maupun nuklir. Mesin
stirling beroperasi melalui penggunaan sumber panas eksternal dan heat sink eksternal,
masing-masing dijaga agar memiliki perbedaan temperatur yang cukup besar.

Latar belakang
Dalam usaha meningkatkan konversi yang bisa didapat dari perubahan energi panas ke kerja,
mesin stirling memiliki potensi untuk mencapai efisiensi tertinggi dari semua mesin kalor,
secara teori sampai efisiensi maksimal mesin Carnot, meskipun dalam prakteknya usaha ini
terus dibatasi oleh berbagai sifat-sifat non-ideal dari baik itu fluida kerjanya maupun bahan
Bahan bakar & pembakaran Page 14

dari mesin itu sendiri, seperti gesekan, konduktivitas termal, kekuatan tensile, creep, titik
lebur, dll. Mesin ini dapat dioperasikan melalui berbagai sumber panas yang dapat
mencukupi, seperti tenaga matahari, kimia maupun nuklir.
Dibandingkan dengan mesin pembakaran internal, mesin Stirling memiliki potensi untuk lebih
efisien, lebih tenang, dan lebih mudah perawatannya.
Belakangan ini, keuntungan mesin Stirling terus meningkat, hal ini dimungkinkan dengan
adanya kenaikan harga energi, kelangkaan sumber energi, sampai kepedulian tentang
masalah lingkungan seperti pemanasan global. Ketertarikan yang meningkat terhadap mesin
Stirling ini berakibat dengan terus bertambahnya penelitian mengenai peralatan Stirling
tersebut. Aplikasinya termasuk pemompaan air, astronautik, dan sebagai pembangkit listrik
untuk sumber-sumber panas yang tidak sesuai dengan mesin pembakaran dalam seperti
energi matahari.
Karakteristik mesin Stirling yang berguna lainnya adalah jika yang disuplai energi mekanik
maka ia dapat beroperasi sebagai heat pump.

Mesin kalor
Mesin kalor adalah sebutan untuk alat yang berfungsi mengubah energi panas menjadi
energi mekanik. Dalam mesin mobil misalnya, energi panas hasil pembakaran bahan bakar
diubah menjadi energi gerak mobil. Tetapi, dalam semua mesin kalor kita ketahui bahwa
pengubahan energi panas ke energi mekanik selalu disertai pengeluaran gas buang, yang
membawa sejumlah energi panas. Dengan demikian, hanya sebagian energi panas hasil
pembakaran bahan bakar yang diubah ke energi mekanik. Contoh lain adalah dalam mesin
pembangkit tenaga listrik; batu bara atau bahan bakar lain dibakar dan energi panas yang
dihasilkan digunakan untuk mengubah wujud air ke uap. Uap ini diarahkan ke sudu-sudu
sebuah turbin, membuat sudu-sudu ini berputar. Akhirnya energi mekanik putaran ini
digunakan untuk menggerakkan generator listrik.

Mesin longitudinal
Dalam teknik otomotif, sebuah mesin longitudinal adalah mesin pembakaran dalam yang
crankshaftnya terletak sepanjang sumbu roda panjang kendaraan, dari depan ke belakang.
Banyak mobil-mobil kelas premium yang menggunakan orientasi mesin seperti ini, karena
mesin-mesin 6 segaris dan mesin V8 terlalu panjang untuk dimasukkan dengan model mesin
transverse.




Bahan bakar & pembakaran Page 15

Peletakan posisi untuk mesin longitudinal
Mesin ini dapat diletakkan dengan 3 posisi utama:
1. Mesin depan - mesin diletakkan di bonnet/kap depan, lebih depan dari sumbu roda
depan. (kalau di belakang sumbu roda depan terkadang disebut: mesin "tengah-
depan"),
2. Mesin belakang - mesin diletakkan di tempat yang biasanya menjadi bagasi mobil dan
terletak sejajar/lebih belakang dari sumbu roda belakang,
3. Mesin tengah - mesin diletakkan di antara sumbu roda depan dan sumbu roda
belakang, kadang diletakkan di belakang bangku pengemudi.

Tipe-tipe penggunaan mesin longitudinal yang sering digunakan
Berikut ini adalah daftar tipe mesin yang bisa dipakai di kendaraan:
Mesin segaris 2 segaris, 3 segaris, 4 segaris, 5 segaris, 6 segaris, dan kadang 8
segaris
Mesin V V2, V4, V6, V8, V10, V12, dan V16
Mesin flat/boxer H2, H4, H6
Mesin W W8, W12 atau W16

Mesin wankel
Mesin wankel atau disebut juga mesin rotary adalah mesin pembakaran dalam yang
digerakkan oleh tekanan yang dihasilkan oleh pembakaran diubah menjadi gerakan berputar
pada rotor yang menggerakkan sumbu.

Mesin Wankel di Deutsches Museum Munich, Jerman

Mesin ini dikembangkan oleh insinyur Jerman Felix Wankel. Dia memulai penelitiannya pada
awal tahun 1950an di NSU Motorenwerke AG (NSU) dan prototypenya yang bisa bekerja
Bahan bakar & pembakaran Page 16

pada tahun 1957. NSU selanjutnya melisensikan konsepnya kepada beberapa perusahaan
lain di seantero dunia untuk memperbaiki konsepnya.
Karena mesin wankel sangat kompak, ringan, mesin ini banyak digunakan pada berbagai
kendaraan dan peralatan seperti pada mobil balap, pesawat terbang, go-kart, speed boat.

Cara kerja mesin wankel


Cara kerja mesin wankel
Tanda "A" merupakan salah satu ujung dari rotor. Tanda "B" menunjukkan sumbu eccentric
yang menggerakkan poros mesin. Sumbu poros mesin berputar tiga kali untuk setiap putaran
rotor mengelilingi poros eccentric.

Pompa bahan bakar
Pompa bahan bakar atau dikenal juga dengan nama Fuel Pump adalah salah satu
komponen dalam sistem bahan bakar pada sebuah kendaraan atau mesin pembakaran dalam
lainnya. Sebagian mesin tidak memerlukan pompa bahan bakar karena dari desainnya dan
dengan gravitasi, bahan bakar akan mengalir dengan sendirinya dalam sistem bahan
bakarnya. Sebagian yang lainnya harus menggunakan pompa untuk mengalirkan bahan
bakar dari tangki bahan bakar. Pada mesin dengan menggunakan karburator, umumnya
menggunakan pompa mekanis bertekanan rendah yang terpasang di luar tangki bahan bakar,
sedangkan mesin dengan injeksi bahan bakar, sebagian memiliki 2 macam pompa dalam
sistem penyaluran bahan bakarnya,
1. Pompa bahan bakar tekanan sedang/volume besar di tangki atau lebih dikenal dengan
nama Fuel Pump. Pompa ini berfungsi untuk menyuplai kebutuhan dalam sistem
Bahan bakar & pembakaran Page 17

injeksi bahan bakar. Umumnya pompa elektris yang terpasang dalam tangki bahan
bakar.
2. Pompa tekanan tinggi/volume rendah atau lebih dikenal dengan nama Fuel Injection
Pump (FIP). Pompa ini ada dalam sistem injeksi bahan bahan bakar berfungsi untuk
memompa bahan bakar dalam tekanan tinggi untuk suplai ke injektor.

Sebagian mesin dengan injeksi bahan bakar tidak memiliki pompa bahan bakar. Sistem
injeksi bahan bakar menyedot bahan bakar langsung dari tangki atau FIP memompa bahan
bakar dari tangki menuju injektor.
Pompa bahan bakar memiliki dua jenis :
1. Pompa bahan bakar mekanis.
2. Pompa bahan bakar elektris.

Pompa bahan bakar mekanis


Pompa bahan bakar mekanis
Desain
Sebagian besar pompa jenis ini adalah tipe pompa membran. Pompa membran memiliki
ruang pompa yang volumenya tergantung dari elastisitas pergerakan membran. Selain itu,
dilengkapi dengan katup satu arah pada saluran masuk dan saluran keluar. Desain spesifik
sangat bervariasi, umumnya pompa ini terpasang pada blok mesin atau kepala silinder.
Sebuah poros yang memiliki poros eksentrik serta terhubung dengan putaran mesin akan
menggerakan tuas pada pompa ini (langsung atau melalui poros penekan/penghubung) untuk
Bahan bakar & pembakaran Page 18

menggerakan membran dengan gerakan naik turun. Pergerakan ini akan membuat volume
ruang pompa akan mengecil atau membesar, dan berulang-ulang sesuai dengan putaran
mesin. Saat volume ruang pompa mengecil, tekanan ruang pompa akan naik dan
mengakibatkan katup satu arah pada saluran keluar terbuka serta katup satu arah pada
saluran masuk tertutup, bahan bakan akan terpompa keluar melalui saluran keluar. Saat
volume ruang pompa berubah dari terkecil mejadi membesar, tekanan pompa akan menurun
dan mengakibatkan katup satu arah pada saluran keluar tertutup serta katup satu arah pada
saluran masuk terbuka, bahan bajar akan terhisap masuk ruang pompa melalui saluran
masuk. Saat proses ini terjadi secara terus menerus, bahan bakar akan mengalir dari tangki
menuju karburator atau sistem injeksi bahan bakar. Pompa bahan bakar mekanis umumnya
menghasilkan tekanan tidak lebih dari 15 psi, dikualifikasikan sebagai pompa tekanan rendah.

Aplikasi
Sebagian besar mesin bensin dengan karburator dan sebagian kecil mesin diesel
menggunakan pompa bahan bakar mekanis.

Pompa bahan bakar elektris

Pompa bahan bakar elektris

Pompa bahan bakar elektris umumnya terpasang pada tangki bahan bakar, sebagian kecil
pompa terpasang dalam ruang mesin. Tergantung dari desain, pompa tipe ini menghasilkan
tekanan yang bervariasi, dari pompa bertekanan rendah sampai cukup tinggi. Sebagian
dilengkapi dengan sensor untuk mendeteksi beban (suplai) berlebih, yang akan mematikan
kerja pompa karena umumnya tidak ada saluran untuk aliran balik ke tangki bahan bakar.

Aplikasi
Kendaraan modern terutama yang sudah menggunakan sistem injeksi bahan bakar,
umumnya menggunakan pompa bahan bakar elektris karena :
Bahan bakar & pembakaran Page 19

Lebih mudah disinergikan dengan sistem yang lain, misal dengan unit kontrol
elektronik.
Pompa injeksi akan bekerja lebih efektif apabila bahan bakar yang masuk pompa
injeksi dalam keadaan bertekanan cukup.

Karburator
Karburator adalah sebuah alat yang mencampur udara dan bahan bakar untuk sebuah mesin
pembakaran dalam. Karburator masih digunakan dalam mesin kecil dan dalam mobil tua atau
khusus seperti yang dirancang untuk balap mobil stok. Kebanyakan mobil yang diproduksi
pada awal 1980-an telah menggunakan injeksi bahan bakar elektronik terkomputerisasi.
Mayoritas sepeda motor masih menggunakan karburator dikarenakan lebih ringan dan murah,
namun pada 2005 sudah banyak model baru diperkenalkan dengan injeksi bahan bakar.


Bendix-Technico (Stromberg) 1-barrel downdraft carburetor model BXUV-3


Desain
Karburator dapat dikelompokan menurut arah aliran udara, barel dan tipe venturi. Tiap-tiap
karburator mengkombinasikan ketiganya dalam desainnya.

Bahan bakar & pembakaran Page 20

Arah aliran udara
1. Aliran turun (downdraft), udara masuk dari bagian atas karburator lalu keluar melalui
bagian bawah karburator.
2. Aliran datar (sidedraft), udara masuk dari sisi samping dan mengalir dengan arah
mendatar lalu keluar lewat sisi sebelahnya.
3. Aliran naik (updraft), kebalikan dari aliran turun, udara masuk dari bawah lalu keluar
melalui bagian atas.

Barel

A high performance 4-barrel carburetor.

Barel adalah saluran udara yang didalamnya terdapat venturi.
1. Single barel, hanya memiliki satu barel. Umumnya digunakan pada sepeda motor atau
mobil dengan kapasitas mesin kecil. Pada tipe ini semua kebutuhan bahan bakar pada
berbagai putaran mesin dilayani oleh satu barel. Pada putaran mesin rendah, diameter
venturi yang cenderung lebih besar dari tipe multi barel akan lebih lambat
menghasilkan tenaga.
2. Multi barel, memimiliki lebih dari satu barel (umumnya dua atau empat barel), untuk
memenuhi kebutuhan akan aliran udara yang lebih besar terutama untuk mesin
dengan kapasitas mesin yang besar. Kecepatan aliran maksimal pada venturi
karburator multi barel lebih kecil sehingga kerugian gesekannya pun lebih kecil.

Venturi
1. Venturi Tetap, pada tipe ini ukuran venturi selalu tetap. Pedal gas mengatur katup
udara yang menentukan besarnya aliran udara yang melewati venturi sehigga
menentukan besarnya tekanan untuk menarik bahan bakar.
2. Venturi bergerak, pada tipe ini pedal gas mengatur besarnya venturi dengan
menggunakan piston yang dapat naik-turun sehingga membentuk celah venturi yang
dapat berubah-ubah. Naik-turunnya piston venturi ini disertai dengan naik-turunnya
Bahan bakar & pembakaran Page 21

needle jet yang mengatur besarnya bahan bakar yang dapat tertarik serta dengan
aliran udara. Tipe ini disebut juga "tekanan tetap" karena tekanan udara sebelum
memasuki venturi selalu sama.

Prinsip Kerja
Pada dasarnya karburator bekerja menggunakan Prinsip Bernoulli: semakin cepat udara
bergerak maka semakin kecil tekanan statis-nya namun makin tinggi tekanan dinamis-nya.
Pedal gas pada mobil sebenarnya tidak secara langsung mengendalikan besarnya aliran
bahan bakar yang masuk kedalam ruang bakar. Pedal gas sebenarnya mengendalikan katup
dalam karburator untuk menentukan besarnya aliran udara yang dapat masuk kedalam ruang
bakar. Udara bergerak dalam karburator inilah yang memiliki tekanan untuk menarik serta
bahan bakar masuk kedalam ruang bakar.
Kebanyakan mesin berkarburator hanya memiliki satu buah karburator, namun ada pula yang
menggunakan satu karburator untuk tiap silinder yang dimiliki. Bahkan sempat menjadi trend
modifikasi sepeda motor di Indonesia penggunaan multi-carbu (banyak karburator) namun
biasanya hal ini hanya digunakan sebagai hiasan saja tanpa ada fungsi teknisnya. Mesin-
mesin generasi awal menggunakan karburator aliran keatas (updraft), dimana udara masuk
melalui bagian bawah karburator lalu keluar melalui bagian atas. Keuntungan desain ini
adalah dapat menghindari terjadinya mesin banjir, karena kelebihan bahan bakar cair akan
langsung tumpah keluar karburator dan tidak sampai masuk kedalam intake mainfold;
keuntungan lainnya adalah bagian bawah karburator dapat disambungkan dengan saluran oli
supaya ada sedikit oli yang ikut kedalam aliran udara dan digunakan untuk membasuh filter
udara; namun dengan menggunakan filter udara berbahan kertas pembasuhan menggunakan
oli ini sudah tidak diperlukan lagi sekarang ini.
Mulai akhir 1930-an, karburator aliran kebawah (downdraft) dan aliran kesamping (sidedraft)
mulai popouler digunakan untuk otomotif.

Operasional
Pada setiap saat beroperasinya, karburator harus mampu:
Mengatur besarnya aliran udara yang masuk kedalam ruang bakar
Menyalurkan bahan bakar dengan jumlah yang tepat sesuai dengan aliran udara yang
masuk kedalam ruang bakar sehingga rasio bahan bakar/udara tetap terjaga.
Mencampur airan udara dan bahan bakar dengan rata dan sempurna
Hal diatas bakal mudah dilakukan jika saja bensin dan udara adalah fluida ideal; tapi
kenyataannya, dengan sifat alami mereka, yaitu adanya viskositas, gaya gesek fluida, inersia
fluida, dan sebagainya karbrator menjadi sangat kompleks dalam mengatasi keadaan tidak
ideal ini. Juga karburator harus tetap mampu memproduksi campuran bensin/udara yang
Bahan bakar & pembakaran Page 22

tepat dalam kondisi apapun, karena karburator harus beroperasi dalam temperatur, tekanan
udara, putaran mesin, dan gaya sentrifugal yang sangat beragam. Karburator harus mampu
beroperasi dalam keadaan:
Start mesin dalam keadaan dingin
Start dalam keadaan panas
Langsam atau berjalan pada putaran rendah
Akselarasi ketika tiba-tiba membuka gas
Kecepatan tinggi dengan gas terbuka penuh
Kecepatan stabil dengan gas sebagian terbuka dalam jangka waktu yang lama

Karburator modern juga harus mampu menekan jumlah emisi kendaraan

Dasar

Skema potongan melintang sebuah karburator tipe aliran turun venturi tetap single barel

Karburator pada dasarnya merupakan pipa terbuka dikedua ujungnya, dalam pipa ini udara
bergerak menuju intake manifold menuju kedalam mesin/ruang bakar. Pipa ini berbentuk
venturi, yaitu dari satu ujung permukaannya lebar lalu menyempit dibagian tengah kemudian
melebar lagi di ujung satunya. Bentuk ini menyebabkan kecepatan aliran udara meningkat
ketika melewati bagian yang sempit.
Pada tipe venturi tetap, diujung karburator dilengkapi dengan katup udara berbentuk kupu-
kupu yang disebut sebagai throttle valve (katup gas), yaitu semacam cakram yang dapat
berputar untuk menutup dan membuka pergerakan aliran udara sehingga dapat mengatur
banyaknya campuran udara/bahan bakar yang masuk dalam ruang bakar. Banyaknya
Bahan bakar & pembakaran Page 23

campuran udara/bahan bakar inilah yang menentukan besar tenaga dan/atau kecepatan
gerak mesin. Pedal gas, atau pada sepeda motor, grip gas dihubungkan langsung dengan
katup ini melalui kabel. Namun pada tipe venturi bergerak, keberadaan katup ini tidak
ditemukan karena yang mengatur besarnya aliran udara/bahan bakar adalah ukuran venturi
itu sendiri yang dapat berubah-ubah. Pedal atau grip gas dihubungkan dengan piston yang
mengatur celah sempit dalam venturi
Bahan bakar disemburkan kepada aliran udara melalui saluran-saluran kecil yang terdapat
dalam ruang sempit dalam venturi. Tekanan rendah dari udara yang bergerak dalam venturi
menarik bahan bakar dari mangkuk karburator sehingga bahan bakar ini tersembur dan ikut
aliran udara. Saluran-saluran ini disebut jet.

Buka gas dari langsam
Ketika handle gas dibuka sedikit dari posisi tertutup penuh, ada bagian venturi yang memiliki
tekanan lebih rendah akibat tertutup katup yang sedang berputar. Pada bagian ini karburator
menyediakan jet yang lebih banyak dari bagian lainnya untuk meratakan distribusi bahan
bakar dalam aliran udara.

Injeksi bahan bakar
Injeksi bahan bakar adalah sebuah teknologi yang digunakan dalam mesin pembakaran
dalam untuk mencampur bahan bakar dengan udara sebelum dibakar.
Penggunaan injeksi bahan bakar akan meningkatkan tenaga mesin bila dibandingkan dengan
penggunaan karburator, karena injektor membuat bahan bakar tercampur secara homogen.
Hal ini, menjadikan injeksi bahan bakar dapat mengontrol pencampuran bahan bakar dan
udara yang lebih tepat, baik dalam proporsi dan keseragaman.
Injeksi bahan bakar dapat berupa mekanikal, elektronik atau campuran dari keduanya. Sistem
awal berupa mekanikal, namun sekitar tahun 1980-an mulai banyak menggunakan sistem
elektronik. Sistem elektronik modern menggunakan banyak sensor untuk memonitor kondisi
mesin, dan sebuah unit kontrol elektronik menghitung jumlah bahan bakar yang diperlukan.
Oleh karena itu, injeksi bahan bakar dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar dan
mengurangi polusi, dan juga memberikan tenaga keluaran yang lebih.

Tujuan
Tujuan utama pemakaian sistem injeksi sangatlah beragam. Beberapa tujuan pemakaian itu
antara lain:
Keluaran tenaga kendaraan
Efisiensi bahan bakar
Performa
Bahan bakar & pembakaran Page 24

Kemampuan untuk memakai bahan bakar alternatif
Daya tahan
Penggunaan kendaraan yang halus
Biaya awal
Biaya perawatan
Kemampuan untuk didiagnosa
Kemampuan dioperasikan di mana dan kapan saja
Kepraktisan penyetelan mesin

Kelebihan
Emisi gas buang rendah
Terjadinya pembakaran yang sempurna pada ruang bakar, sehingga emisi gas buang yang
dihasilkan relatif lebih sedikit apalagi knalpot dilengkapi catalic converter.

Daya lebih besar
Konstruksi injektor tepat pada intake manifold sehingga pencampuran bahan bakar lebih
homogen.

Lebih hemat bahan bakar
Air-fuel ratio sangat mempengaruhi kesempurnaan pembakaran pada mesin. Standar AFR
pada motor adalah 14,7:1 yang artinya 14,7 udara dan 1 bensin. AFR dapat berubah-ubah,
misalnya pada saat kondisi mesin dingin AFR 5:1, pada saat idle AFR 11:1, akselerasi 8:1,
dan pada saat pemakaian ekonomis 40-60 km/jam AFR 16-18:1. Sehingga konsumsi bahan
bakar pada motor injeksi lebih irit dibandingkan karburator.

Tidak memerlukan cok (choke)
Injeksi bahan bakar dilengkapi sensor temperatur yang akan melaporkan suhu mesin ke
engine control module (ECM) yang akan memerintahkan injektor untuk memperkaya
campuran bensin pada suhu mesin dingin.

Perawatan yang lebih praktis
Teknologi injeksi bahan bakar berkonsep bebas perawatan. Pada saat servis, pembersihan
dilakukan hanya pada bagian penyaring udara, busi, dan pengaturan klep.




Bahan bakar & pembakaran Page 25

Kekurangan
Akselerasi kurang responsif
Terjadinya proses yang panjang dari sensor pengatur jumlah udara dan laporan dari sensor-
sensor lainnya, sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama untuk berakselerasi.

Kurangnya tenaga ahli
Injeksi bahan bakar termasuk teknologi baru, tidak semua bengkel umum mampu
memperbaiki di saat terjadi permasalahan pada kendaraan.

Sensitif terhadap benturan/guncangan
Semua perangkat terutama engine control module menggunakan elektronik, sehingga rentan
mati apabila mengalami guncangan atau benturan keras. Pada saat terjadi hal tersebut,
kendaraan berpeluang tidak bisa dihidupkan kembali, karena mengalami kerusakan pada
engine control module. Biaya perbaikan membutuhkan biaya yang relatif masih mahal.

Sensitif bahan bakar
Ujung injektor berukuran mikro, sehingga sistem injeksi bahan bakar mudah terjadi
penyumbatan karena bahan bakar yang kotor. Hal ini akan mempengaruhi kinerja kendaraan
sehingga bahan bakar yang masuk ke dalam ruang bakar sedikit,

Sensitif kelistrikan
Kondisi kendaraan dilaporkan oleh sensor, dan sensor terhubung menggunakan kabel
berkonektor. Konektor sering menjadi penyebab pelaporan sensor ke engine control module
menjadi kacau. Pengiriman laporan sensor ke engine control module menggunakan sistem
pengaman. Apabila konektor kabel terjadi korosi, hal ini akan meningkatkan sistem
pengamanan sehingga laporan dari sensor mengakibatkan engine control module berfungsi
dengan tidak tepat dan dapat mengakibatkan kerusakan yang disebabkan aliran listrik yang
tidak stabil.

Berbagai Skema Sistem Injeksi
Injeksi Titik Tunggal ( Single Point Fuel Injection )
Injeksi titik tunggal menggunakan injektor tunggal pada throttle body ( dilokasi yang sama
seperti yang digunakan oleh karburator).
Saat itu diperkenalkan pada 1940-an di mesin pesawat (disebut karburator tekanan) dan pada
1980-an di dunia otomotif (disebut Throttle body-Injection oleh General Motors, Center Fuel
Injection oleh Ford, PGM-CARB oleh Honda, dan EGI oleh Mazda). Setelah bahan bakar
melewati intake (seperti sistem karburator) itu disebut "sistem injeksi berjenis basah".
Bahan bakar & pembakaran Page 26

Untuk injeksi tunggal tidak memerlukan biaya yang mahal untuk perbaikannya. Berbagai
komponen seperti karburator yang mendukung dengan pembersih udara, intake manifold, dan
saluran bahan bakar routing bisa digunakan kembali. Ini kemudian didesain ulang dengan
biaya peralatan komponennya. Injeksi titik tunggal telah banyak dipakai pada mobil
penumpang buatan Amerika dan truk selama 1980-1995, dan beberapa mobil di Eropa
menggunakan sistem injeksi titik tunggal pada awal dan pertengahan 1990-an.

Injeksi Kontinu ( Continuous Fuel injection )
dalam sistem Injeksi Kontinu, bahan bakar mengalir setiap saat melalui injektor, tetapi pada
saat tikat aliran yang variabel . Hal ini berbeda dengan kebanyakan sistem injeksi bahan
bakar yang lainnya, yang menyediakan bahan bakar pada getaran yang singkat dengan
durasi yang beragam,dengan tingkat yang konstan aliran udara setiap getaran. Sistem injeksi
Kontinu bisa Multi-Point Injection atau single-point Injection, tetapi tidak langsung.
Sistem injeksi kontinu dalam otomotif yang paling umum adalah Sistem Injeksi Bosch K-
Jetronic,diperkenalkan pada tahun 1974. Bosch K-Jetronic digunakan selama bertahun-tahun
antara tahun 1974 dan pertengahan 1990-an oleh BMW, Lamborghini, Ferrari, Mercedes-
Benz, Volkswagen, Ford, Porsche, Audi, Saab, DeLorean, dan Volvo. Chrysler menggunakan
sistem injeksi bahan bakar terus menerus pada zaman kekaisaran 1981-1983.

Injeksi Gerbang Pusat ( Central Port Fuel Injection )
Dari Tahun 1992-1996 General Motors menerapkan sistem yang disebut Injeksi Gerbang
Pusat ( Central Port Injection ). Sistem ini menggunakan pipa-pipa dengan klep kecil dari
injektor pusat untuk menyemprotkan bahan bakar di setiap gerbang intake ketimbang ke
pusat throttle-body. Tekanan bahan bakar ini mirip dengan sistem injeksi titik tunggal .

Injeksi Multiport (Multiport Fuel Injection)
Bagian dan fungsi secara mendetail
Catatan: Contoh di bawah ini berlaku pada mesin bensin injeksi elektronik modern. Bahan
bakar selain bensin mungkin cocok, tapi hanya secara konsep saja.








Bahan bakar & pembakaran Page 27

Komponen sebuah injeksi elektronik


Gambar animasi dari penampang melintang sebuah injektor bahan bakar.
Injektor
Fuel Pump/Pompa bahan bakar
Fuel Pressure Regulator
Engine Control Module (ECM) termasuk sebuah komputer digital dan untaian untuk
berkomunikasi dengan sensor dan control output.
Wiring Harness
Berbagai macam Sensor (Beberapa yang penting dicantumkan disini.)
Crank/Cam Position: Hall effect sensor
Airflow: Sensor MAF, dan Sensor MAP
Exhaust Gas Oxygen: Sensor oksigen, Sensor EGO, Sensor UEGO

Deskripsi
Bagian utama dari sebuah sistem injeksi elektronik (EFI) adalah Unit Kontrol Mesin (Engine
Control Unit/ECU), yang akan memonitor kegiatan mesin melalui berbagai sensor. Sensor-
sensor ini akan dipergunakan oleh ECU untuk menghitung jumlah bahan bakar yang
diinjeksikan dan mengontrol mesin dengan cara memanipulasi jumlah air dan udara yang
masuk. Jumlah bahan bakar yang diinjeksikan tergantung dari beberapa faktor seperti suhu
mesin, kecepatan rotasi mesin, dan komposisi gas buang.
Injektor bahan bakar ini biasanya tertutup, dan terbuka untuk menginjeksikan bahan bakar
ketika ada listrik yang mengalir di gulungan solenoid.

Bahan bakar & pembakaran Page 28

Kendaraan hibrida
Sebuah kendaran hibrida adalah sebuah kendaraan yang menggunakan dua atau banyak
sumber tenaga untuk menggerakkan kendaraan tersebut.
[1]
Sebutan ini lebih umum merujuk
pada kendaraan listrik hibrida (HEV) yang menggabungkan sebuah mesin pembakaran dalam
dengan satu atau banyak motor listrik.

Tenaga
Sumber tenaga kendaraan hibrida meliputi:
Sistem penyimpanan tenaga isi ulang (RESS) dalam atau luar kendaraan
Udara terkompresi
Batubara, kayu atau bahan padat mudah terbakar lain
Listrik
Medan elektromagnet, Gelombang radio
Gas alam terkompresi atau cair
Tenaga manusia dengan mengayuh atau mendayung
Hidrogen
Nitrogen cair
bahan bakar bensin atau diesel
Surya
Angin
Panas buangan dari mesin pembakaran dalam.

Mesin jet
Mesin jet adalah sebuah jenis mesin pembakaran dalam menghirup udara yang sering
digunakan dalam pesawat. Prinsip seluruh mesin jet pada dasarnya sama; mereka
mempercepat massa (udara dan hasil pembakaran) ke satu arah dan dari hukum gerak
Newton ketiga mesin akan mengalami dorongan ke arah yang berlawanan. Yang termasuk
mesin jet antara lain turbojet, turbofan, rocket, ramjet, dan pump-jet.
Mesin ini menghirup udara dari depan dan mengkompresinya. Udara digabungkan dengan
bahan bakar, dan dibakar. Pembakaran menambah banyak peningkatan energi dari gas yang
kemudian dibuang ke belakang mesin. Proses ini mirip dengan siklus empat-gerak, dengan
induksi, kompresi, penyalaan, dan pembuangan terjadi secara berkelanjutan. Mesin
menghasilkan dorongan karena percepatan udara yang melaluinya; gaya yang sama dan
berlawanan yang dihasilkan adalah dorongan bagi mesin.
Mesin jet mengambil massa udara yang relatif sedikit dan mempercepatnya dengan jumlah
yang besar, di mana sebuah pendorong mengambil massa udara secara besar dan
mempercepatnya dalam jumlah kecil. Pembuangan kecepatan tinggi dari mesin jet
Bahan bakar & pembakaran Page 29

membuatnya efisien pada kecepatan tinggi (terutama kecepatan supersonik) dan ketinggian
tinggi. Pada pesawat pelan dan yang membutuhkan jarak terbang pendek, pendorong yang
menggunakan turbin gas, yang umumnya dikenal sebagai turboprop, lebih umum dan lebih
efisien. Pesawat sangat kecil biasanya menggunakan mesin piston untuk menjalankan
pendorong tetap turboprop kecil semakin lama semakin kecil dengan berkembangnya
teknologi teknik.
Efisiensi pembakaran sebuah mesin jet, seperti mesin pembakaran dalam lainnya,
dipengaruhi besar oleh rasio volume udara yang dikompresi dengan volume pembuangan.
Dalam mesin turbin kompresi udara dan bentuk "duct" yang melewati ruang pembakaran
mencegah aliran balik dari situ dan membuat pembakaran berkelanjutan dimungkinkan dan
proses pendorongan.
Mesin turbojet modern modular dalam konsep dan rancangan. Inti penghasilan-tenaga utama,
sama dalam seluruh mesin jet, disebut sebagai generator gas. Dan juga modul tambahan
lainnya seperti gearset pengurang dorongan (turboprop/turboshaft), kipas lewat, dan
"afterburner". Jenis alat tambahan dipasang berdasarkan penggunaan pesawat.

Mesin Turbofan

Diagram Mesin Turbofan

Mesin Turbofan adalah mesin yang umum dari turunan mesin-mesin turbin gas untuk
menggerakkan pesawat terbang baik komersial maupun pesawat tempur. Mesin ini
sebenarnya adalah sebuah mesin by-pass dimana sebagian dari udara dipadatkan dan
disalurkan ke ruang pembakaran, sementara sisanya dengan kepadatan rendah disalurkan
Bahan bakar & pembakaran Page 30

sekeliling bagian luar ruang pembakaran. Sekaligus udara tersebut berfungsi untuk
mendinginkan suhu ruang pembakaran.
Udara yang di by-pass ini ada yang dicampur dengan udara panas pembakaran pada turbin
bagian belakang seperti pada mesin Rolls-Royce Spey yang digunakan pada pesawat Fokker
F-28. Ada pula yang disalurkan dengan pipa-pipa halus ke atmosfer. Mesin yang
menggunakan type ini contohnya adalah mesin RB211 yang digunakan pada pesawat Boeing
B 747 dan GE CF6-80C2 yang digunakan pada pesawat DC-10 serta P &W JT 9D.
Beberapa mesin yang menggunakan jenis mesin turbofan adalah Rolls-Royce Tay pada
pesawat Fokker F-100 (yang dijuluki mesin fanjet), mesin Adour Mk871 yang digunakan pada
pesawat tempur type Hawk Mk 100 dan Hawk Mk 200, pesawat tempur Jaguar dan Mitsubishi
F-1 yang digunakan AU Jepang.
Kemudian mesin high by-pass turbofan yang diterapkan pada mesin CFM56-5C2 yang
dipakai oleh pesawat Airbus A340 dan mesin CFM56-3 yang dipakai pada Boeing B-737 serie
300, 400 dan 500 yang merupakan produk bersama antara GE dengan SNECMA dari
Perancis.
Pada pesawat militer, mesin turbofan yang diterapkan antara lain adalah mesin TF39-1C yang
dipakai pada pesawat angkut raksasa C-5 Galaxy, kemudian GE F110 yang dipakai pada F-
16, GE F118 yang bertype non-augmented turbofan yang diterapkan pada pesawat pembom
stealth Northrop-Grumman B-2 dan pembom B-1 dengan mesin non augmented turbofan GE
F101.

Mesin Turboprop


Diagram Mesin Turboprop
Bahan bakar & pembakaran Page 31

Mesin Turboprop adalah mesin turbojet dengan turbin tambahan yang dirancang sedemikian
rupa untuk menyerap semburan sisa bahan bakar yang sebelumnya menggerakkan
kompresor. Pada prakteknya selalu ada sisa semburan gas dan sisa inilah yang dipakai untuk
mengerakkan turbin yang dihubungkan ke reduction gear, biasanya terletak di bagian mesin,
memutar baling-baling.
Jenis mesin ini irit bahan bakar untuk pesawat berkecepatan rendah/sedang dan terbang
rendah (400 mil per jam/30.000 kaki). Melalui teknologi maju, selain irit juga menghasilkan
tingkat kebisingan yang rendah dan mampu meluncurkan pesawat degnan kecepatan 400 mil
per jam.
Contoh mesin turboprop yang populer adalah mesin Rolls-Royce Dart yang dipakai pada
pesawat Britih Aerospace atau BAe (dulu Hawker Siddeley) HS-748 dan Fokker F-27.
Kemudian mesin Rolls-Royce Tyne yang digunakan pada pesawat jenis Transall C-160 dan
BAe Vanguard.
Mesin jenis ini tenaganya diukur dengan total equivalent horsepower (tehp) atau kilowatt(kW)-
shaft horsepower (shp) plus sisa daya dorong. Sebagai contoh, mesin Tyne dengan take-off
power 4.985 tehp (3.720 kW) sampai 6.100 tehp (4.550 kW) merupakan mesin turpboprop
yang paling kuat dan irit bahan bakar.

Mesin Turboshaft


Diagram Mesin Turboshaft, mesin ini umumnya digunakan untuk menggerakkan helikopter
Bahan bakar & pembakaran Page 32

Mesin Turboshaft sebenarnya adalah mesin turboprop tanpa baling-baling. Power turbin-nya
dihubungkan langsung dengan reduction gearbox atau ke sebuah shaft (sumbu) sehingga
tenaganya diukur dalam shaft horsepower (shp) atau kilowatt (kW).
Jenis mesin ini umumnya digunakan untuk menggerakkan helikopter, yakni menggerakan
rotor utama maupun rotor ekor (tail rotor) selain itu juga digunakan dalam sektor industri dan
maritim termask untuk pembangkit listrik, stasiun pompa gas dan minyak, hovercraft, dan
kapal.
Contoh mesin ini adalah GEM/RR 1004 bertenaga 900 shp yang diterapkan pada helikopter
type Lynx dan mesin Gnome 1.660 shp (1.238 kW) pada helikopter Sea King. Sedangkan
versi Industri lain adalah mesin pembangkit listrik 25-30 MW Rolls-Royce RB211 dengan
35.000-40.000 shp.
Contoh lain adalah mesin GE T64 yang dipakai pada helikopter Sikorsy CH-53, pesawat
amfibi Shin Meiwa PS-1, G-222 Aeritalia-pesaing CN-235 dan helikopter Lockheed AH-56A.

Turbin gas
Gas-turbine engine adalah suatu alat yang memanfaatkan gas sebagai fluida untuk memutar
turbin dengan pembakaran internal. Didalam turbin gas energi kinetik dikonversikan menjadi
energi mekanik melalui udara bertekanan yang memutar roda turbin sehingga menghasilkan
daya. Sistem turbin gas yang paling sederhana terdiri dari tiga komponen yaitu kompresor,
ruang bakar dan turbin gas.



Mesin ini memiliki kompresor radial tahapan-tunggal dan turbin, recuperator, dan foil bearings.

Energi ditambahkan di arus gas di pembakar, di mana udara dicampur dengan bahan bakar
dan dinyalakan. Pembakaran meningkatkan suhu, kecepatan dan volume dari aliran gas.
Kemudian diarahkan melalui sebuah penyebar (nozzle) melalui baling-baling turbin, memutar
turbin dan mentenagai kompresor.
Bahan bakar & pembakaran Page 33

Energi diambil dari bentuk tenaga shaft, udara terkompresi dan dorongan, dalam segala
kombinasi, dan digunakan untuk mentenagai pesawat terbang, kereta, kapal, generator, dan
bahkan tank.

Teori operasi
Turbin gas dijelaskan secara termodinamika oleh Siklus Brayton, di mana udara dikompresi
isentropic sekutu, pembakaran terjadi pada tekanan konstan, dan ekspansi terjadi di turbin
isentropically kembali untuk tekanan awal.
Dalam prakteknya, gesekan dan turbulensi menyebabkan:
1. Isentropic non-kompresi: untuk suatu tekanan secara keseluruhan rasio, suhu
pengiriman kompresor lebih tinggi dari ideal.
2. Non-isentropic ekspansi: walaupun penurunan suhu turbin yang diperlukan untuk
menggerakkan kompresor tidak terpengaruh, tekanan terkait rasio lebih besar, yang
mengurangi ekspansi yang tersedia untuk menyediakan kerja yang bermanfaat.
3. Tekanan kerugian dalam asupan udara, combustor dan knalpot: mengurangi ekspansi
yang tersedia untuk menyediakan kerja yang bermanfaat.
Seperti semua siklus mesin panas s, suhu pembakaran yang lebih tinggi berarti lebih besar
efisiensi. Faktor pembatas adalah kemampuan baja, nikel, keramik, atau materi lain yang
membentuk mesin untuk menahan panas dan tekanan. Teknik cukup masuk ke bagian turbin
menjaga dingin. Kebanyakan turbin juga mencoba untuk memulihkan knalpot panas, yang
sebaliknya adalah energi terbuang. Recuperator s adalah heat exchanger s yang lulus knalpot
panas ke udara terkompresi, sebelum pembakaran. Gabungan siklus desain lulus limbah
panas ke uap turbin sistem. Dan gabungan panas dan kekuasaan (co-generation)
menggunakan limbah panas untuk produksi air panas.
Mekanis, turbin gas dapat kurang kompleks daripada pembakaran piston mesin. Sederhana
turbin mungkin memiliki satu bergerak bagian: poros / kompresor / turbin / alternatif rotor
perakitan (lihat gambar di atas), belum termasuk sistem bahan bakar. Namun, manufaktur
presisi yang diperlukan untuk komponen dan paduan tahan temperatur yang diperlukan untuk
efisiensi yang tinggi sering membuat pembangunan turbin sederhana lebih rumit daripada
mesin piston.
Lebih canggih turbin (seperti yang ditemukan di zaman modern mesin jet) dapat memiliki
beberapa shaft (kelos), ratusan turbin baling, bergerak stator blades, dan sistem yang luas
kompleks pipa, combustors dan penukar panas.
Sebagai aturan umum, semakin kecil mesin semakin tinggi tingkat perputaran poros (s) yang
diperlukan untuk mempertahankan kecepatan tertinggi. Kecepatan sudu turbin menentukan
tekanan maksimum yang dapat diperoleh, hal ini menghasilkan daya maksimum yang
Bahan bakar & pembakaran Page 34

mungkin tergantung pada ukuran mesin. Mesin jet s beroperasi sekitar 10.000 rpm dan mikro
turbin s sekitar 100.000 rpm.
Thrust bantalan s dan jurnal bantalan adalah bagian penting dari desain. Secara tradisional,
mereka telah hidrodinamik minyak bantalan, atau minyak-cooled bola bantalan s. Bantalan ini
sedang dikalahkan oleh foil bantalan s, yang telah berhasil digunakan dalam turbin mikro dan
unit daya tambahan s.

Prinsip Kerja Sistem Turbin Gas (Gas-Turbine Engine)
Udara masuk kedalam kompresor melalui saluran masuk udara (inlet). Kompresor berfungsi
untuk menghisap dan menaikkan tekanan udara tersebut, sehingga temperatur udara juga
meningkat. Kemudian udara bertekanan ini masuk kedalam ruang bakar. Di dalam ruang
bakar dilakukan proses pembakaran dengan cara mencampurkan udara bertekanan dan
bahan bakar. Proses pembakaran tersebut berlangsung dalam keadaan tekanan konstan
sehingga dapat dikatakan ruang bakar hanya untuk menaikkan temperatur. Gas hasil
pembakaran tersebut dialirkan ke turbin gas melalui suatu nozel yang berfungsi untuk
mengarahkan aliran tersebut ke sudu-sudu turbin. Daya yang dihasilkan oleh turbin gas
tersebut digunakan untuk memutar kompresornya sendiri dan memutar beban lainnya seperti
generator listrik, dll. Setelah melewati turbin ini gas tersebut akan dibuang keluar melalui
saluran buang (exhaust).
Secara umum proses yang terjadi pada suatu sistem turbin gas adalah sebagai berikut:
Pemampatan (compression) udara di hisap dan dimampatkan
Pembakaran (combustion) bahan bakar dicampurkan ke dalam ruang bakar dengan
udara kemudian di bakar.
Pemuaian (expansion) gas hasil pembakaran memuai dan mengalir ke luar melalui
nozel (nozzle).
Pembuangan gas (exhaust) gas hasil pembakaran dikeluarkan lewat saluran
pembuangan.
Pada kenyataannya, tidak ada proses yang selalu ideal, tetap terjadi kerugiankerugian yang
dapat menyebabkan turunnya daya yang dihasilkan oleh turbin gas dan berakibat pada
menurunnya performa turbin gas itu sendiri. Kerugian-kerugian tersebut dapat terjadi pada
ketiga komponen sistem turbin gas. Sebab-sebab terjadinya kerugian antara lain:
Adanya gesekan fluida yang menyebabkan terjadinya kerugian tekanan (pressure
losses) di ruang bakar.
Adanya kerja yang berlebih waktu proses kompresi yang menyebabkan terjadinya
gesekan antara bantalan turbin dengan angin.
Berubahnya nilai Cp dari fluida kerja akibat terjadinya perubahan temperatur dan
perubahan komposisi kimia dari fluida kerja.
Bahan bakar & pembakaran Page 35

Adanya mechanical loss, dsb.

Klasifikasi Turbin Gas
Turbin gas dapat dibedakan berdasarkan siklusnya, kontruksi poros dan lainnya. Menurut
siklusnya turbin gas terdiri dari:
Turbin gas siklus tertutup (Close cycle)
Turbin gas siklus terbuka (Open cycle)
Perbedaan dari kedua tipe ini adalah berdasarkan siklus fluida kerja. Pada turbin gas siklus
terbuka, akhir ekspansi fluida kerjanya langsung dibuang ke udara atmosfir, sedangkan untuk
siklus tertutup akhir ekspansi fluida kerjanya didinginkan untuk kembali ke dalam proses awal.
Dalam industri turbin gas umumnya diklasifikasikan dalam dua jenis yaitu :

Turbin Gas Poros Tunggal (Single Shaft)
Turbin jenis ini digunakan untuk menggerakkan generator listrik yang menghasilkan energi
listrik untuk keperluan proses di industri.

Turbin Gas Poros Ganda (Double Shaft)
Turbin jenis ini merupakan turbin gas yang terdiri dari turbin bertekanan tinggi dan turbin
bertekanan rendah, dimana turbin gas ini digunakan untuk menggerakkan beban yang
berubah seperti kompresor pada unit proses.

Siklus-Siklus Turbin Gas
Tiga siklus turbin gas yang dikenal secara umum yaitu:
1. Siklus Ericson
Merupakan siklus mesin kalor yang dapat balik (reversible) yang terdiri dari dua proses
isotermis dapat balik (reversible isotermic) dan dua proses isobarik dapat balik (reversible
isobaric). Proses perpindahan panas pada proses isobarik berlangsung di dalam komponen
siklus internal (regenerator), dimana effisiensi termalnya adalah : hth = 1 T1/Th, dimana T1
= temperatur buang dan Th = temperatur panas.
2. Siklus Stirling
Merupakan siklus mesin kalor dapat balik, yang terdiri dari dua proses isotermis dapat balik
(isotermal reversible) dengan volume tetap (isokhorik). Efisiensi termalnya sama dengan
efisiensi termal pada siklus Ericson.
3. Siklus Brayton
Siklus ini merupakan siklus daya termodinamika ideal untuk turbin gas, sehingga saat ini
siklus ini yang sangat populer digunakan oleh pembuat mesin turbine atau manufacturer
dalam analisa untuk performance upgrading. Siklus Brayton ini terdiri dari proses kompresi
Bahan bakar & pembakaran Page 36

isentropik yang diakhiri dengan proses pelepasan panas pada tekanan konstan. Pada siklus
Bryton tiap-tiap keadaan proses dapat dianalisa secara berikut:


Siklus Brayton
Proses 1 ke 2 (kompresi isentropik). Kerja yang dibutuhkan oleh kompresor: Wc = ma (h2
h1). Proses 2 ke 3, pemasukan bahan bakar pada tekanan konstan. Jumlah kalor yang
dihasilkan: Qa = (ma + mf) (h3 h2). Proses 3 ke 4, ekspansi isentropik didalam turbin. Daya
yang dibutuhkan turbin: WT = (ma + mf) (h3 h4). Proses 4 ke 1, pembuangan panas pada
tekanan konstan ke udara. Jumlah kalor yang dilepas: QR = (ma + mf) (h4 h1)

Perkembangan Gas Turbin
Disain pertama turbin gas dibuat oleh John Wilkins seorang Inggris pada tahun 1791. Sistem
tersebut bekerja dengan gas hasil pembakaran batu bara, kayu atau minyak, kompresornya
digerakkan oleh turbin dengan perantaraan rantai roda gigi. Pada tahun 1872, Dr. F. Stolze
merancang sistem turbin gas yang menggunakan kompresor aksial bertingkat ganda yang
digerakkan langsung oleh turbin reaksi tingkat ganda. Tahun 1908, sesuai dengan konsepsi
H. Holzworth, dibuat suatu sistem turbin gas yang mencoba menggunakan proses
pembakaran pada volume konstan. Tetapi usaha tersebut dihentikan karena terbentur pada
masalah konstruksi ruang bakar dan tekanan gas pembakaran yang berubah sesuai beban.
Tahun 1904, Societe des Turbomoteurs di Paris membuat suatu sistem turbin gas yang
konstruksinya berdasarkan disain Armengaud dan Lemate yang menggunakan bahan bakar
cair. Temperatur gas pembakaran yang masuk sekitar 450 C dengan tekanan 45 atm dan
kompresornya langsung digerakkan oleh turbin.
Selanjutnya, pada tahun 1935 sistem turbin gas mengalami perkembangan yang pesat
dimana diperoleh efisiensi sebesar kurang lebih 15%. Pesawat pancar gas yang pertama
diselesaikan oleh British Thomson Houston Co pada tahun 1937 sesuai dengan konsepsi
Frank Whittle (tahun 1930).
Bahan bakar & pembakaran Page 37


Komponen Turbin Gas
Turbin gas tersusun atas komponen-komponen utama seperti air inlet section, compressor
section, combustion section, turbine section, dan exhaust section. Sedangkan komponen
pendukung turbin gas adalah starting equipment, lube-oil system, cooling system, dan
beberapa komponen pendukung lainnya. Berikut ini penjelasan tentang komponen utama
turbn gas:
Air Inlet Section.
Berfungsi untuk menyaring kotoran dan debu yang terbawa dalam udara sebelum masuk ke
kompresor. Bagian ini terdiri dari:
Air Inlet Housing, merupakan tempat udara masuk dimana didalamnya terdapat
peralatan pembersih udara.
Inertia Separator, berfungsi untuk membersihkan debu-debu atau partikel yang
terbawa bersama udara masuk.
Pre-Filter, merupakan penyaringan udara awal yang dipasang pada inlet house.
Main Filter, merupakan penyaring utama yang terdapat pada bagian dalam inlet
house, udara yang telah melewati penyaring ini masuk ke dalam kompresor aksial.
Inlet Bellmouth, berfungsi untuk membagi udara agar merata pada saat memasuki
ruang kompresor.
Inlet Guide Vane, merupakan blade yang berfungsi sebagai pengatur jumlah udara
yang masuk agar sesuai dengan yang diperlukan

Compressor Section.
Komponen utama pada bagian ini adalah aksial flow compressor, berfungsi untuk
mengkompresikan udara yang berasal dari inlet air section hingga bertekanan tinggi sehingga
pada saat terjadi pembakaran dapat menghasilkan gas panas berkecepatan tinggi yang dapat
menimbulkan daya output turbin yang besar. Aksial flow compressor terdiri dari dua bagian
yaitu:
Compressor Rotor Assembly. Merupakan bagian dari kompresor aksial yang berputar
pada porosnya. Rotor ini memiliki 17 tingkat sudu yang mengompresikan aliran udara
secara aksial dari 1 atm menjadi 17 kalinya sehingga diperoleh udara yang bertekanan
tinggi. Bagian ini tersusun dari wheels, stubshaft, tie bolt dan sudu-sudu yang disusun
kosentris di sekeliling sumbu rotor.
Compressor Stator. Merupakan bagian dari casing gas turbin yang terdiri dari:
Inlet Casing, merupakan bagian dari casing yang mengarahkan udara masuk ke inlet
bellmouth dan selanjutnya masuk ke inlet guide vane.
Bahan bakar & pembakaran Page 38

Forward Compressor Casing, bagian casing yang didalamnya terdapat empat stage
kompresor blade.
Aft Casing, bagian casing yang didalamnya terdapat compressor blade tingkat 5-10.
Discharge Casing, merupakan bagian casing yang berfungsi sebagai tempat keluarnya udara
yang telah dikompresi.

Combustion Section.
Pada bagian ini terjadi proses pembakaran antara bahan bakar dengan fluida kerja yang
berupa udara bertekanan tinggi dan bersuhu tinggi. Hasil pembakaran ini berupa energi panas
yang diubah menjadi energi kinetik dengan mengarahkan udara panas tersebut ke transition
pieces yang juga berfungsi sebagai nozzle. Fungsi dari keseluruhan sistem adalah untuk
mensuplai energi panas ke siklus turbin. Sistem pembakaran ini terdiri dari komponen-
komponen berikut yang jumlahnya bervariasi tergantung besar frame dan penggunaan turbin
gas. Komponen-komponen itu adalah :
Combustion Chamber, berfungsi sebagai tempat terjadinya pencampuran antara udara
yang telah dikompresi dengan bahan bakar yang masuk.
Combustion Liners, terdapat didalam combustion chamber yang berfungsi sebagai
tempat berlangsungnya pembakaran.
Fuel Nozzle, berfungsi sebagai tempat masuknya bahan bakar ke dalam combustion
liner.
Ignitors (Spark Plug), berfungsi untuk memercikkan bunga api ke dalam combustion
chamber sehingga campuran bahan bakar dan udara dapat terbakar.
Transition Fieces, berfungsi untuk mengarahkan dan membentuk aliran gas panas
agar sesuai dengan ukuran nozzle dan sudu-sudu turbin gas.
Cross Fire Tubes, berfungsi untuk meratakan nyala api pada semua combustion
chamber.
Flame Detector, merupakan alat yang dipasang untuk mendeteksi proses pembakaran
terjadi.

Turbin Section.
Turbin section merupakan tempat terjadinya konversi energi kinetik menjadi energi mekanik
yang digunakan sebagai penggerak compresor aksial dan perlengkapan lainnya. Dari daya
total yang dihasilkan kira-kira 60 % digunakan untuk memutar kompresornya sendiri, dan
sisanya digunakan untuk kerja yang dibutuhkan. Komponen-komponen pada turbin section
adalah sebagai berikut :
Turbin Rotor Case
Bahan bakar & pembakaran Page 39

First Stage Nozzle, yang berfungsi untuk mengarahkan gas panas ke first stage
turbine wheel.
First Stage Turbine Wheel, berfungsi untuk mengkonversikan energi kinetik dari aliran
udara yang berkecepatan tinggi menjadi energi mekanik berupa putaran rotor.
Second Stage Nozzle dan Diafragma, berfungsi untuk mengatur aliran gas panas ke
second stage turbine wheel, sedangkan diafragma berfungsi untuk memisahkan kedua
turbin wheel.
Second Stage Turbine, berfungsi untuk memanfaatkan energi kinetik yang masih
cukup besar dari first stage turbine untuk menghasilkan kecepatan putar rotor yang
lebih besar.

Exhaust Section.
Exhaust section adalah bagian akhir turbin gas yang berfungsi sebagai saluran pembuangan
gas panas sisa yang keluar dari turbin gas. Exhaust section terdiri dari beberapa bagian
yaitu : (1) Exhaust Frame Assembly, dan (2)Exhaust gas keluar dari turbin gas melalui
exhaust diffuser pada exhaust frame assembly, lalu mengalir ke exhaust plenum dan
kemudian didifusikan dan dibuang ke atmosfir melalui exhaust stack, sebelum dibuang ke
atmosfir gas panas sisa tersebut diukur dengan exhaust thermocouple dimana hasil
pengukuran ini digunakan juga untuk data pengontrolan temperatur dan proteksi temperatur
trip. Pada exhaust area terdapat 18 buah termokopel yaitu, 12 buah untuk temperatur kontrol
dan 6 buah untuk temperatur trip.

Komponen penunjang turbin gas
Adapun beberapa komponen penunjang dalam sistem turbin gas adalah sebagai berikut:
o Starting Equipment.
Berfungsi untuk melakukan start up sebelum turbin bekerja. Jenis-jenis starting equipment
yang digunakan di unit-unit turbin gas pada umumnya adalah :
1. Diesel Engine, (PG 9001A/B)
2. Induction Motor, (PG-9001C/H dan KGT 4X01, 4X02 dan 4X03)
3. Gas Expansion Turbine (Starting Turbine)
o Coupling dan Accessory Gear.
Berfungsi untuk memindahkan daya dan putaran dari poros yang bergerak ke poros yang
akan digerakkan. Ada tiga jenis coupling yang digunakan, yaitu:
1. Jaw Cluth, menghubungkan starting turbine dengan accessory gear dan HP turbin
rotor.
2. Accessory Gear Coupling, menghubungkan accessory gear dengan HP turbin rotor.
3. Load Coupling, menghubungkan LP turbin rotor dengan kompressor beban.
Bahan bakar & pembakaran Page 40

Fuel System.
Bahan bakar yang digunakan berasal dari fuel gas system dengan tekanan sekitar 15 kg/cm2.
Fuel gas yang digunakan sebagai bahan bakar harus bebas dari cairan kondensat dan
partikel-partikel padat. Untuk mendapatkan kondisi tersebut diatas maka sistem ini dilengkapi
dengan knock out drum yang berfungsi untuk memisahkan cairan-cairan yang masih terdapat
pada fuel gas.

Lube Oil System.
Lube oil system berfungsi untuk melakukan pelumasan secara kontinu pada setiap komponen
sistem turbin gas. Lube oil disirkulasikan pada bagian-bagian utama turbin gas dan trush
bearing juga untuk accessory gear dan yang lainnya. Lube oil system terdiri dari:
1. Oil Tank (Lube Oil Reservoir)
2. Oil Quantity
3. Pompa
4. Filter System
5. Valving System
6. Piping System
7. Instrumen untuk oil
Pada turbin gas terdapat tiga buah pompa yang digunakan untuk mensuplai lube oil guna
keperluan lubrikasi, yaitu:
Main Lube Oil Pump, merupakan pompa utama yang digerakkan oleh HP shaft pada
gear box yang mengatur tekanan discharge lube oil.
Auxilary Lube Oil Pump, merupakan pompa lube oil yang digerakkan oleh tenaga
listrik, beroperasi apabila tekanan dari main pump turun.
Emergency Lube Oil Pump, merupakan pompa yang beroperasi jika kedua pompa
diatas tidak mampu menyediakan lube oil.

Cooling System.
Sistem pendingin yang digunakan pada turbin gas adalah air dan udara. Udara dipakai untuk
mendinginkan berbagai komponen pada section dan bearing. Komponen-komponen utama
dari cooling system adalah:
Off base Water Cooling Unit
Lube Oil Cooler
Main Cooling Water Pump
Temperatur Regulation Valve
Auxilary Water Pump
Low Cooling Water Pressure Swich
Bahan bakar & pembakaran Page 41


Pembangkit listrik tenaga uap dan gas
PLTGU merupakan suatu instalasi peralatan yang berfungsi untuk mengubah energi panas
(hasil pembakaran bahan bakar dan udara) menjadi energi listrik yang bermanfaat. Pada
dasarnya, sistem PLTGU ini merupakan penggabungan antara PLTG dan PLTU. PLTU
memanfaatkan energi panas dan uap dari gas buang hasil pembakaran di PLTG untuk
memanaskan air di HRSG (Heat Recovery Steam Generator), sehingga menjadi uap jenuh
kering. Uap jenuh kering inilah yang akan digunakan untuk memutar sudu (baling-baling)
turbin uap.

Pembangkit listrik tenaga uap
'Pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) adalah pembangkit yang mengandalkan energi
kinetik dari uap untuk menghasilkan energi listrik.
Bentuk utama dari pembangkit listrik jenis ini adalah Generator yang dihubungkan ke turbin
yang digerakkan oleh tenaga kinetik dari uap panas/kering. Pembangkit listrik tenaga uap
menggunakan berbagai macam bahan bakar terutama batu bara dan minyak bakar serta
MFO untuk start up awal.

Efisiensi termal
Dalam termodinamika, efisiensi termal adalah ukuran tanpa dimensi yang menunjukkan
performa peralatan termal seperti mesin pembakaran dalam dan sebagainya. Panas yang
masuk adalah energi yang didapatkan dari sumber energi. Output yang diinginkan dapat
berupa panas atau kerja, atau mungkin keduanya. Jadi, termal efisiensi dapat dirumuskan
dengan


Berdasarkan hukum pertama termodinamika, output tidak bisa melebihi input, sehingga



Ketika ditulis dalam persentase, efisiensi termal harus berada di antara 0% dan 100%. Karena
inefisiensi seperti gesekan, hilangnya panas, dan faktor lainnya, efisiensi termal mesin tidak
pernah mencapai 100%. Seperti contoh, mesin mobil bensin memiliki efisiensi 25%, dan
mesin pembangkit listrik tenaga batu bara yang besar memiliki efisiensi maksimum 46%.
Mesin diesel terbesar di dunia memiliki efisiensi maksimum 51,7%.
Bahan bakar & pembakaran Page 42

Efisiensi Carnot
Hukum kedua termodinamika menaruh batas fundamental pada efisiensi termal dari mesin
kalor. Dan secara mengejutkan, bahkan mesin ideal yang tak memiliki gesekan tidak bisa
mengubah seluruhnya panas yang masuk menjadi kerja. Faktor yang membatasi diantaranya
temperatur panas yang masuk ke mesin, , dan temperatur pembuangan, , yang diukur
dengan suhu mutlak Kelvin.


Batas nilai ini dinamakan efisiensi siklus Carnot karena siklus yang menggerakannya
dinamakan siklus Carnot. Di dunia ini belum ada mesin kalor yang bisa melebihi efisiensi ini,
bagaimanapun desainnya.
Contoh dari adalah temperatur dari uap panas yang menggerakkan turbin pembangkit
listrik, atau temperatur bahan bakar yang dibakar di mesin pembakaran dalam. biasanya
adalah temperatur di mana mesin itu berada, atau temperatur air danau / laut di mana panas
dari pembangkit listrik dibuang.
Dalam kenyataannya, tidak ada mesin yang mampu mengoperasikan siklus yang menyamai
efisiensi mesin Carnot. Mesin Carnot hanya berlaku pada mesin yang menggunakan kalor
sebagai inputnya. Mesin yang tidak membakar bahan bakar untuk menjadikannya kerja
seperti fuel cell, memiliki efisiensi yang melebihi efisiensi Carnot.
Karena bergantung pada temperatur di mana mesin berada, peran pendingin mesin
sangat berguna untuk meningkatkan efisiensi mesin.

Konversi energi
Untuk alat konversi seperti pemanas ruangan, boiler, atau pembakar, efisiensi termalnya
dirumuskan dengan
.
Sehingga untuk boiler yang memproduksi 210 kW panas dengan input 300 kW bahan bakar
memiliki efisiensi sebesar 210/300=0,70, atau 70%. Ini berarti, 30% energi terbuang ke
lingkungan.

Pompa kalor
Pompa kalor, pendingin ruangan, dan lemari es menggunakan kerja untuk memindahkan
panas dari area yang lebih dingin ke area yang lebih panas, sehingga fungsi kerjanya
berlawanan dengan mesin kalor. Efisiensi mereka diukur dengan koefisien performa (COP).
Bahan bakar & pembakaran Page 43

Karena pompa kalor pada dasarnya adalah konsep mesin kalor yang dibalik, efisiensi mereka
juga dibatasi oleh efisiensi siklus Carnot. Namun karena pompa kalor memindahkan kalor
dengan menggunakan kerja, bukan menggunakan kalor untuk menghasilkan kerja, maka
efisiensi mereka dapat melebihi 100%.