Anda di halaman 1dari 9

1

BAB I
Hasil Praktikum































2



































3

BAB II
PEMBAHASAN

Pada praktikum gizi ini kami telah melakukan pengisian Quantitative food frequency
questionnaire (SQFFQ), yaitu suatu kuesioner yang menggambarkan frekuensi responden
dalam mengkonsumsi beberapa jenis makanan dan minuman yang dilihat dalam suatu
hari,minggu, bulan dan 3 bulan. Dimana perlengkapan yang telah kami lakukan sebelum
mengisi form SQFFQ ini adalah : kuesioner, petunjuk pengisian kuesioner, food models atau
foto makanan(ini tidakdisediakan), ukuran rumah tangga yang standar, seperti sendk makan,
sendok teh, gelas dan sebagainya.
Adapun langkah yang kami lakukan untuk survey SQFFQ ini yaitu :
1. mempelajaru kembali petunjuk survei
2. Siapkan kuesioner dan dokumen lain serta perlengkapan yang diperlukan
3. Lalu kami mengisi kuesioner ini dirumah masing-masing

Setelah semua form SQFFQ terisi kami juga menghitung rata-rata asupan gizi perhari yang
kami dapatkan. Yaitu dengan rumus:

Rata-Rata asupan gizi perhari =




Kami juga menghitung jumlah energi, protein,lemak dan karbohidrat yang kami dapatkan
dari makanan yang telah kami data dari form tersebut dengan melihat dari data DKNM
(Daftar Komposisi Bahan Makanan).

A. Perhitungan AKG (Angka Kecukupan Gizi)
Perhitungannya yaitu dengan cara melihat kelompok umur dan berat badan individu lalu
mencocokannya dengan tabel dibawah ini.



4




Jadi AKG saya usia 19 tahun adalah :
Energi = 1900
Protein= 50

B. Pertihungan Tingkat kecukupan Gizi (TKG)
Setelah kita mengetahui angka kecukupan Gizi, maka tiap-tiap individu ditentukan
berdasarkan berat dan umur, maka tingkat kecukupan gizi individu ini dapat ditentukan
dengan membandingkan asupan zat gizi yang dimakan masing-masing individu terhadap
angka kecukupan gizi (AKG) yang bersangkutan. Adapun Rumus perhitungan kecukupan
Gizi individu sebagai berikut :

5




TKG Energi =


x 100%
= 1,404 %



= 2,31 %
C. Perhitungan Energi
Dari data yang di dapatkan jumalah energi yang didapatkan adalah 2668,0 jumlah
protein yang didapatkan adalah 76,8028 jumlah lemak yang didapatkan adalah 48,6 serta
karbohidrat yang didapatkan adalah 1944.
Dari data diatas maka dapat dihitung apakah kebutuhan energi yang dimakan sudah sukup
atau berlebihan. Berdasarkan perhitungan kebutuhan energi dengan menghitung kalori basal
metaboism, kebutuhan utama yang menentukan kebutuhan energi adalah :
1. BMR (Basal Metabolic Rate)
2. SDA (Spesific Dinamic Action)
3. Aktivitas Fisik dan
4. Faktor Pertumbuhan

Rumus yang digunakan dalam perhitungan kebutuhan energy adalah =




Namun, karena aktifitas fisik dan faktor pertumbuhan belum terlalu jelas, maka pada
praktikum ini yang kita gunakan hanya BMR dan SDA saja,
a. BMR (Basal Metabolic Rate)
1. Menggunakan rumus Harris benedict (1919)
Laki-laki = 66 + (13,7 x BB) + (5 x TB) (6,8 + U)
Wanita = 655 + (9,6 x BB) + (1,8 x TB) (4,7 x U)
Keterangan : BB = Berat badan (kg)
TB = Tinggi Badan (cm)
U = Umur (tahun)
BMR + SDA + Aktifitas fisik + faktor pertumbuhan
6


BMR individu:
Nama : Fatwa Maratus S
Usia : 19 tahun
Berat Badan : 45 kg
Tinggi Badan : 159 kg
Wanita = 655 + (9,6 x 45 kg) + (1,8 x 159cm) (4,7 x 19)
= 655 + 432 +286,2 89,3
= 1283,9

b. SDA (spesifik Dinamic Action)
Merupakan jumlah energi yang dibutuhkan untuk mengelolah makanan dalam tubuh,
antara lain untuk proses pencernaan dan penyerapan zat-zat gizi oleh usus. Besarnya
SDA kurang lebih 10% dari BMR. Karena terkadang SDA jumlahnya relatif kecil
maka biasanya SDA di abaikan
Jadi SDAnya = 10% dari 1283,9
= 128,39

c. Aktifitas Fisik
Aktifitas fisik : gerakan yang dilakukan oleh otot tubuh dan sistem penunjangnya.
Kebutuhan energi dibutuhkan oleh otot untuk bergerak, jantung danparu untuk
mengantarkan zat gizi dan O2 ke seluruh tubuh.
Jenis aktivitas ini di bedakan menjadi
1. Ringan dimana 75% digunakan untuk duduk dan berdiri dan 25% digunakan
untuk berdiri dan bergerak.
2. Sedang dimana 40% digunakan untuk duduk dan berdiri lalu sisanya untuk berdiri
dan bergerak
3. Berat dimana 25% digunakan untuk duduk dan berdiri dan 755 digunakan untuk
aktivitas perkerjaan tertentu.
d. Faktor pertumbuhan
Pada wanita hamil dan menyusui tambahan energi yang di perlukan untuk
pertumbuhan janin dan produksi ASI
1. Wanita hamil +285 kkal/hari
2. Ibu menyusui 0-6 bulan + 700 kkal/hari
7

6-12 bln + 500 kkal/hari
12-24 bln +400 kkal/hari
Pada bayi, anak dan remaja dibutuhkan lebih banyak tambahan energi untuk
membantu pertumbuhan.

Jadi Kebutuhan energi yang saya butuhkan adalah:
BMR = 1283,9
SDA = 128,39

Kebutuhan energi = BMR+SDA

=
1283,9 + 128,39
= 1412,29

Kebutuhan energi yang seharusnya saya butuhkan adalah 1412,29 namun yang saya dapatkan
adalah 2668,0 ini berarti kecukupan energi yang saya butuhkan berlebihan karena masih ada
energi yang tersisa. Namun perhitungan ini bisa saja salah karean banyak faktor, bisa saja
karena faktor pertumbuhan dan banyaknya aktiftas tidak dihitung dan dijumlahkan, sehingga
menyebabkan perhitungannya salah.

Perhitungan kelebihan atau kekurangan energinya dalam persen adalah



x 100%
=3,5688%


Perhitungan Energi berdasarkan jumlah karbohidrat protein dan lemak

ENERGI = Karbohidrat + Protein + Lemak
= 1944,0 + 76,8028 + 48,6
=2069,4028




8

BAB III
KESIMPULAN

Dari hasil praktikum didapatkan bahwa energi yang didapatkan kurang dan proteinnya
berlebihan. Namun pada perhitungan Energi dengan menggunakan BMR dan SDA
kecukupan gizinya berlebih ini bisa disebabkan karena kesalahan perhitungan dan juga bisa
karena kesalahan data yang diperoleh. Pada perhitungan energi ini juga tidak di cantumkan
penjumlahan kegiatan fisik dan g=faktor pertumbuhan itu juga dapat mempengaruhi.

























9

DAFTAR PUSTAKA


Buku penuntun praktikum penilaian konsumsi pangan

Buku penuntun praktikum menyusun diet diabete Melitus

Daftar komposisi Bahan Makanan