Anda di halaman 1dari 31

2

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kita banyak menjumpai bahan bahan kimia dalam kehidupan sehari
hari.Bahan kimia tersebut terdapat dalam wujud yang berbeda beda dengan
kandungan yang berbeda beda pula. Tanpa kita sadari, kehidupan kita tidak
luput dari bahan-bahan kimia tersebut. Bahan makanan yang kita konsumsi pun
banyak yang mengandung bahan kimia. Bahan kimia yang digunakan disesuaikan
dengan kebutuhan agar tidak membahayakan.
Contoh dari bahan kimia tersebut yaitu asam dan basa.Asam dan basa
merupakan dua senyawa kimia yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.
Secara umum, zat-zat yang berasa masam mengandung asam, misalnya asam
sitrat pada jeruk, asam cuka, dan asam semut pada semut. Basa umumnya
mempunyai sifat yang licin dan terasa pahit, misalnya sabun.
Karbohidrat pun merupakan wujud dari kimia. Karbohidrat merupakan
molekul yang banyak dijumpai pada banyak bahan makanan. Karbohidrat
merupakan penyumbang atau pembangun bagi proses pembentukan energy.
Jadi, unsur keduanya asam basa dan karbohidrat merupakan unsur yang
dapat kita temui sehari-hari. Kedua unsur tersebut merupakan penemuan para ahli
yang berkembang sampai saat ini.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa definisi dan teori dari asam dan basa, contoh dan penggolongannya?
2. Bagaimana reaksi netralisasi antara asam dan basa?
3. Apa yang dimaksud dari definisi karbohidrat?
4. Bagaimana ikatan dan rantai kimia pada zat gizi karbohidrat?

1.3 Tujuan
1. Mengetahui definisi dan teori dari asam dan basa, contoh dan
penggolongannya.
2. Mengetahui reaksi netralisasi antara asam dan basa.
3. Mengetahui definisi dari karbohidrat.
4. Mengetahui ikatan dan rantai kimia pada zat gizi karbohidrat.
3

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi Asam dan Basa
2.1.1 Definisi asam basa menurut Svante Arrhenius
Definisi asam menurut Svante Arrhenius (1887) mengemukakan
bahwa asam adalah suatu zat yang bila dilarutkan ke dalam air akan
menghasilkan ion hidronium (H
+
). Asam umumnya merupakan
senyawa kovalen dan akan bersifat asam bila sudah larut ke dalam air.
Misalnya, gas hidrogen klorida bukan merupakan asam, tetapi bila
sudah dilarutkan ke dalam air akan menghasilkan ion H
+
. reaksi yang
terjadi sebagai berikut :
HCl(aq) H
+
(aq) + Cl
-
(aq)
Tabel 1
Asam, NamaAsam, danReaksiIonisasinya
Rumusasam Namaasam ReaksiIonisasinya
HF Asam fluoride HF(aq) H
+
(aq) + F
-
(aq)
HBr Asam bromide HBr(aq) H
+
(aq) + Br
-
(aq)
H
2
S Asam sulfide H
2
S(aq) 2H
+
(aq) + S
2-
(aq)
CH
3
COOH Asam asetat
(cuka)
CH
3
COOH(aq) H
+
(aq) +
CH
3
COO
-
(aq)
HNO
3
Asam nitrat HNO
3
(aq) H
+
(aq) + NO
3
-
(aq)
H
2
SO
4
Asam sulfat H
2
SO
4
(aq) 2H
+
(aq) + SO
4
2-
(aq)
H
3
PO
4
Asam fosfat H
3
PO
4
(aq) 3H
+
(aq) + PO
4
3-
(aq)
H
2
C
2
O
4
Asam oksalat H
2
C
2
O
4
(aq) 2H
+
(aq) + C
2
O
4
2-
(aq)

Dari tabel diatas diketahui bahwa dalam suatu rumus kimia asam
tidak semua atom H terlepas sebagai ion H
+
(aq)dan jumlah ion H
+
(aq)
yang dihasilkan untuk setiap molekul asam dapat satu, dua, atau tiga.
Asam yang hanya menghasilkan sebuah ion H
+
disebut sebagai asam
4

monoprotik atau asam berbasa satu, asam yang menghasilkan dua ion
H
+
setiap molekulnya disebut asam diprotik atau asam berbasa dua.
Dilihat dari jumlah ion yang dihasilkan, asam dibedakan
menjadi asam kuat, yaitu asam mudah terionosasi dan banyak
menghasilkan ion H
+
dalam larutannya, sedangkan asam lemah
merupakan asam yang sedikit terionisasi dan menghasilkan sedikit ion
H
+
dalam larutan-larutannya. Yang termasuk asam kuat, antara HCl,
HBr, HI, H
2
SO
4
, HNO
3
, dan HClO
4
. (Anonim:2014)
Sedangkanbasa adalah suatu senyawa yang didalam air (larutan)
dapat menghasilkan ion OH
-
. Umumnya basa terbentuk dari senyawa
ion yang mengandung gugus hidroksida (OH
-
) didalamnya. Ammonia
(NH
3
) merupakan suatu senyawa kovalen, tetapi di dalam air termasuk
senyawa basa, sebab setelah dilarutkan ke dalam air dapat
menghasilkan ion OH
-
.
Contoh : NaOH Na
+
+ OH
-

Tabel 2

BeberapaBasa, NamaBasa, danReaksiIonisasinya
RumusBasa NamaBasa Ionisasibasa
NaOH natriumhidroksida NaOH(aq) Na
+
(aq) + OH
-
(aq)

KOH kaliumhidroksida KOH(aq) K
+
(aq) + OH
-
(aq)
Ca(OH)
2
kalsiumhidroksida Ca(OH)
2
(aq) Ca
2+
(aq) + 2OH
-
(aq)
Ba(OH)
2
barium hidroksida Ba(OH)
2
(aq) Ba
2+
(aq) + 2OH
-
(aq)
NH
3
Ammonia NH
3
(aq) + H
2
O(l) NH
4
+
(aq) +
OH
-
(aq)

Tidak semua senyawa yang mengandung gugus OH
-
merupakan suatu
basa. Misalnya, CH
3
COOH dan C
6
H
5
OH merupakan asam. Senyawa
CH
3
OH tidak menunjukkan sifat asam atau basa didalam air .
berdasarkan daya hantar listriknya, basa yang terionisasi sempurna dan
5

disebut basa kuat, misalnya KOH, NaOH, Ba(OH)
2
dan Ca(OH)
2
dan
ada yang hanya sedikit terionisasi dalam air dan disebut basa lemah
misalnya NH
3
dan Al(OH)
3
.Walaupun teori Arrhenius berhasil
mengungkapkan beberapa kasus, tetapi memiliki keterbatasan. Konsep
asam basa Arrhenius terbatas hanya pada larutan air, sehingga tidak
dapat diterapkan pada larutan non-air, fasa gas dan fasa padatan dimana
tidak ada H
+
dan OH
-
. Selain hanya memandang aspek reaksi asam-
basa di dalam pelarut air, juga pembentukan ion H
+
atau ion OH
-

merupakan kekhasan teori asam-basa Arrhenius. Artinya jika suatu
reaksi tidak membentuk ion H
+
atau ion OH
-
tidak dapat dikatakan
sebagai asam atau basa. (Anonim:2014)
2.1.2 Definisi asam Basa menurut Bronsted Lowry
Penjelasan tentang asam dan basa menurut Svante Arrhenius tidak
memuaskan untuk menjelaskan tentang sifat asam dan basa pada
larutan yang bebas air, atau pelarutnya bukan air. Misalnya asam
asetat akan bersifat asam bila dilarutkan ke dalam air, tetapi ternyata
sifat asam tersebut tidak tampak ketika asam cuka dilarutkan dalam
benzena. Demikian juga, larutan ammonia (NH
3
) dalam natrium
amida (NaNH
2
) menunjukkan sifat basa meskipun tidak mengandung
ion OH
-
.
Dari kenyataan tersebut, Johannes Bronsted dan Thomas Lowry
secara terpisah mengusulkan bahwa yang berperan memberikan sifat
asam dan basa atau larutan adalah ion H
+
atau proton (hidrogen hanya
memberikan sebuah proton dan sebuah elektron, jadi bila elektronnya
dilepaskan menjadi ion +1, yang tinggal hanya proton saja).Mereka
menyatakan bahwa asam adalah suatu ion atau molekul yang berperan
sebagai proton donor (pemberi H
+
) kepada suatu molekul atau ion,
sedangkan basa adalah ion atau molekul yang menerima proton (H
+
).
Berdasarkan teori Bronsted Lowry dijelaskan bahwa sifat basa
berlaku untuk senyawa senyawa hidroksida maupun senyawa
senyawa lain yang tidak berkaitan dengan hidroksida. Sifat asam pada
6

teori ini hanya dengan melihat kemampuan menyumbangkan proton
(H
+
) sehingga tidak tergantung pada pelarut air dan ada atau tidaknya
pelarut. HCL menurut Bronsted Lowry merupakan asam karena
memberikan proton. Akseptor proton atau atau basa harus ada untuk
menangkap proton agar asam dapat memberikan proton nya. Pelarut
air bertindak sebagai basa atau penerima proton pada reaksi ionisasi
HCL dalam air. Persamaan reaksinya dapat ditulis Dalam reaksi asam
basa Bronsted Lowry, ion hidrogen dipindahkan dari asam ke
basa. Sebagai contoh, bila asam asetat dilarutkan ke dalam air.

Ion hidrogen dipindahkan dari asam asetat ke air. Asam dan basa
terdapat sebagai pasangan asam basa konjugat. CH
3
COOH &
CH
3
COO
-
adalah salah satu contohnya, dimana CH
3
COO
-
adalah
basa konjugat dari CH
3
COOH (demikian pula, CH
3
COOH adalah
asam konjugat dari CH
3
COO
-
). Dengan cara yang sama, H
3
O
+
dan H
-
2
O juga membentuk pasangan asam basa konjugat. Kesetimbangan
yang tercapai dapat dipandang sebagai persaingan antara dua basa
untuk mendapatkan ion hidrogen. Sebagai contoh, bila ammonia
dilarutkan dalam air

Kedua basa NH
3
dan OH
-
bersaing memperebutkan ion-ion
hidrogen.Satu keuntungan dari pendekatan Bronsted Lowry adalah
ia tidak terbatas hanya untuk larutan air. Sebagai contoh dengan
larutan ammonia sebagai pelarut adalah

NH
3
bertindak sebagai sebuah basa, walaupun ion hidroksida,
OH
-
tidak ada. Beberapa molekul dan ion dapat berfungsi baik
7

sebagai asam maupun sebagai basa tergantung dari kondisi reaksi
sehingga disebut amfometer. Contoh yang paling umum adalah air
itu sendiri. Air berfungsi sebagai asam dengan memberikan ion
hidrogen kepada NH
3
(basa konjugat disini adalah H
3
O
+
). Dengan
cara yang sama, ion hidrogen karbonat dapat berfungsi sebagai asam:

Atau sebagai basa :

2.1.3 Definisi asam basa menurut Lewis
Konsep asam basa menurut bronsted lowrymempunyaiketerbatasan
terutama didalam menjelaskan reaksi-reaksi yang melibatkan senyawa tanpa
proton (H
+
). Misalnya reaksi antara senyawa NH
3
dan BF
3
beberapa reaksi
yang melibatkan senyawa kompleks.
Pada tahun 1932 ahli kimia G.N Lewis mengajukan konsep baru mengenai
asam basa, sehingga dikenal sebagai basa Lewis dan asam Lewis. Menurut
konsep tersebut yang dimaksud basa Lewis adalah suatu senyawa yang
dapat memberikan pasangan elektron kepada senyawa lain atau donor
pasangan elektron, sedangkan asam Lewis adalah senyawa yang mampu
menerima pasangan elektron atau akseptor pasangan elektron. Konsep ini
lebih memperluas konsep asam basa yang telah dikembangkan oleh bronsted
Lowry.
8


Gambar: Reaksiasam-basamenurut Lewis
Pada diagram ditunjukkanbahwa ion H
+
merupakanasam Lewis
karenamampumenerimapasanganelektron, sedangkan NH
3
merupakanbasa
Lewis. Padareaksiantara BF
3
dengan
BF
3
karenamampumenerimasepasangelektron, sedangkan
NH
3
merupakanbasa Lewis.
Konsepasambasa yang dikembangkanoleh Lewis
didasarkanpadaikatankoordinasi. Atom atauspesi yang
memberikanpasanganelektrondalammembentukikatankoordinasiakanbertind
aksebagaibasa; sedangkan atom, molekulatauspesi yang
menerimapasanganelektrondisebutsebagaiasam.
Dengankonsepinidapatdijelaskanterjadinyareaksiasambasapada ion
logamdengansuatumolekulatau ion.

Dalamduniakedokteranataufarmasidikenaladanyasenyawabasa Lewis yang
digunakanuntukobatkeracunanlogamberat, misalnyamerkuri, timbel,
cadmium dansejenisnya.ObattersebutdikelompokkansebagaiBritish Anti
9

Lewis Acid (BAL).kandunganobattersebutantara lain
senyawaoksalatetilendiamin tetra asetat (EDTA). BAL
dalamobattersebutberperanmengikatlogamberat yang
selanjutnyatidakmengganggukerjaenzim.




2.2 ReaksiNetralisasiAsamBasa
Larutan yang bersifat asam dapat berubah menjadi netral jika
ditambahkan larutan basa dengan perbandingan tertentu. Demikian pula
sebaliknya, larutan yang bersifat basa dapat berubah menjadi netral jika
ditambahkan larutan asam dengan perbandingan tertentu. Perubahan sifat ini
menunjukkan bahwa pada pencampuran larutan asam dengan basa atau
sebaliknya, terjadi suatu reaksi. Reaksi netralisasi merupakan reaksi dimana
asam dan basa bereaksi dalam larutan berair untuk menghasilkan garam dan
air.
Garam adalah senyawa yang dihasilkan dari reaksi netralisasi antara
larutan asam dan larutan basa. Larutan garam yang terbentuk memiliki sifat
yang bervariasi, tergantung pada sifat asam dan sifat basa penyusun
garam.Reaksi asam dan basa menghasilkan garam dan air. Sebuah garam
merupakan senyawa ionik yang terdiri dari kation dari basa dan anion dari
asam. Sebuah garam pada dasarnya adalah setiap senyawa ionik yang bukan
merupakan asam atau basa.

Reaksi netralisasi terjadi antara ion hidrogen sebagai asam dengan ion
hidroksida sebagai basa dan membentuk air yang bersifat netral. Berdasarkan
Asam + Basa Garam + Air

10

konsep lain reaksi netralisasi dapat juga dikatakan sebagai reaksi antara
donor proton (asam) dengan penerima proton (basa).Garam dapat terbentuk
melalui reaksi antara asam dengan basa. Produk reaksi yang lain adalah air.
Reaksi antara asam dengan basa yang menghasilkan garam dan air dikenal
sebagai reaksi netralisasi. Dalam ilmu kimia, yang tergolong garam bukan
hanya natrium klorida atau garam dapur, melainkan masih banyak jenis
garam yang lain.Contoh reaksi penetralan asam basa

Senyawa HCL di dalam air terionisasi menghasilkan ion H
+
yang
memberikan sifat asam pada larutan tersebut. Senyawa NaOH di dalam air
akan terurai menghasilkan ion OH
-
yang memberikan sifat basa pada larutan
tersebut.Reaksi penetralan adalah reaksi antara sebuah ion H
+
dan sebuah ion
OH
-
membentuk sebuah molekul H
2
O. Ion Na
+
dan ion Cl
-
dalam larutan tetap
berada dalam bentuk ion, akan tetapi bila air yang terbentuk dalam reaksi itu
diuapkan maka akan tertinggal Kristal NaCl (garam). Oleh karena itu, reaksi
ini sering disebut juga reaksi pembentukan garam atau reaksi penggaraman.
Reaksi tersebut dapat dituliskan dalam berbagai bentuk, yaitu:
a. Reaksi molekuler
HCL(aq) + NaOH(aq) NaCl(aq) + H
2
O(l)
b. Reaksi ion
Pada reaksi ini ditunjukkan keadaaan masing-masing molekul dalam
larutan yang sebenarnya mengalami ionisasi
H
+
(aq) + Cl
-
(aq) + Na
+
(aq) + OH
-
(aq) Na
+
(aq) + Cl
-
(aq)
+ H
2
O(l)
Oleh karena ion Na
+
dan Cl
-
tidak mengalami perubahan, maka
dapat dihilangkan, sehingga reaksi ion bersihnya menjadi:
H
+
(aq) + OH
-
(aq) H
2
O(l)
11

Bagaimana pH larutan bila larutan asam dan basa dicampur atau
direaksikan. Dengan menggunakan indikatir universal dapat diikuti
perubahan pH bila asam direaksikan dengan basa sedikit demi sedikit. Bila
10 mL larutan NaOH 0,1 M direaksikan sedikit demi sedikit kedalam
larutan HCl 0,1 M yang volumnya 10 mL maka terjadi perubahan harga
pH seperti yang ditunjukkan pada gambar.

Gambar: Grafikperubahan pH padareaksiHCldenganNaOH
Pada grafik tersebut tampak bahwa pada penambahan sedikit NaOH tidak
banyak mengubah harga pH larutan HCl 0,1 M, tetapi pada saat volum
NaOH pada 10 mL dimana HCl tepat habis bereaksi, maka larutan
mempunyai pH=7. Penembahan sedikit NaOH terhadap campuran tersebut
mengakibatkan pH larutan langsung melonjak menjadi sekitar 10 dan
selanjutnya terjadi perubahan yang relative kecil.Secara teoritis, harga pH
campuran tersebut dapat dihitung, sebagai berikut:
a. Penambahan NaOH 0,1 M sebanyak 2 mL kedalam 10 mL larutan HCl
0,1 M.
10 mL larutan HCl 0,1 M mengandung HCl = 0,1 mol L
-1
X 0,01 L
= 1 X 10
-3
mol = 1 mmol
Ion H
+
yang dihasilkan sebanyak 1 mmol yang dihitung dari ionisasi
HCl:
HCl(aq) H
+
(aq) + Cl
-
(aq)
1 mmol 1 mmol
2 mL larutan NaOH 0,1 M mengandung:
0,1 mol L
-1
X 0,002 L = 2 X 10
-4
mol = 0,2 mmol NaOH.
Ion OH
-
yang dihasilkan sebanyak 0,2 mmol yang dihitung dari
ionisasi NaOH:
NaOH(aq) Na
+
(aq) + OH
-
(aq)
12

0,2mmol 0,2 mmol
Reaksi antara ion H
+
dan OH
-
secara stikiometri diperoleh dari sisa ion
H
+
= 0,8 mmol, berdasarkan reaksi:



H
+
(aq) + OH
-
(aq) H
2
O(l)
Mula-mula : 1 mmol 0,2mmol
Bereaksi : 0,2mmol 0,2 mmol
Akhir : 0,8mmol -

Jadi, setelah reaksi masih tersisa 0,8 mmol H
+
dalam volum larutan 12
mL, maka:

b. Penambahan 10 ml NaOH 0,1 M kedalam 10 mL larutan HCl 0,1 M
akan didapatkan larutan dengan pH = 7, sebab jumlah OH
-
dari NaoH
dan H
+
dari HCl sama banyak, akibatnya setelah reaksi tidak ada sisa
dan yang ada hanya H
2
O hasil reaksi, dan berarti pH-nya = 7
ataubersifat netral.
c. Penambahan sebanyak 15 mL NaOH 0,1 M ke dalam 10 mL larutan
HCl 0,1 M
10 mL larutan HCl 0,1 M mengandung:
0,1 mol L
-1
X 0,01 L = 1 X 10
-3
mol = 1 mmol HCl.
Ion H
+
yang dihasilkan sebanyak 1 mmol yang dihitung dari ionisasai
HCl:
HCl(aq) H
+
(aq) + Cl
-
(aq)
1 mmol 1 mmol

15 mL larutan NaOH 0,1 M mengandung:
13

0,1 mol L
-1
X 0,015 L = 1,5 X 10
-3
mol = 1,5 mmol NaOH.
Ion OH
-
yang dihasilkan sebanyak 1,5 mmol yang dihitung dari
ionisasi NaOH:
NaOH(aq) Na
+
(aq) + OH
-
(aq)
1,5mmol 1,5 mmol
Reaksi antara ion H
+
dan OH
-
secara stoikiometri diperoleh sisa ion
OH
-
= 0,5 mmol, berdasarkan reaksi :
H
+
(aq) + OH
-
(aq) H
2
O(l)
Mula-mula : 1 mmol 1,5mmol
Bereaksi : 1 mmol 1 mmol
Akhir : - 0,5mmol

Jadi, setelah reaksi masih tersisa 0,5 mmol OH
-
dalam volum dalam
larutan 25 mL, maka:

Reaksi netralisasi tidak hanya terbatas pada pembentukan
garam dan air. Dalam kehidupan sehari hari banyak dijumpai prinsip
atau reaksi netralisasi, termasuk dalam bidang kesehatan dan pertanian.
Contohnya berikut ini.
- Didalam lambung terdapat asam klorida encer atau asam lambung.
Volumenya sekitar 1.000 cm
3
. Salah satu manfaat asam lambung
adalah membantu proses pencernaan makanan. Meskipun bermanfaat,
asam lambung yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan
pencernaaan. Untuk mengatasinya, digunakan obat yang mengandung
basa magnesium hidroksida. Penggunaan basa magnesium hidroksida
akan menetralisir asam lambung yang berlebih tersebut.
14

- Sengatan lebah pada dasarnya merupakan penyuntikan bahan kimia ke
bawah kulit yang dapat mengakibatkan iritasi pada kulit. Sengatan
lebah bersifat asam. Untuk menetralkan sengatan lebah dapat
digunakan baking soda(natrium bikarbonat). Penggunaan baking soda
(basa lemah) akan menetralisir sengatan lebah sehingga dapat
mengurangi iritasi pada kulit.
- Sengatan tawon berbeda dengan sengatan lebah. Sengatan tawon
bersifat basa. Untuk menetralisirnya dapat digunakan asam etanoat
(asam cuka).
- Tanaman umumnya tumbuh dengan baik pada tanah yang tidak terlalu
asam dan tidak terlalu basa. Namun, tanah seringkali terlalu asam
untuk ditanami karena pengaruh polusi, misalnya hujan asam. Untuk
mengurangi tingkat keasaman tanah, maka tanah dapat diberi kalsium
oksida, kalsium hidroksida, atau kalsium karbonat sebelum ditanami.
Pemberian zat zat tersebut dapat tumbuh dengan baik.
- Limbah cair dari industri kadang kadang mengandung asam. Bila
limbah dibuang ke sistem air, misalnya sungai, maka dapat
menyebabkan kematian ikan dan mahkluk air lainnya. Untuk
mengatasi hal ini, dapat ditambahkan kalsium hidroksida untuk
menetralkan asam yang terkandung dalam limbah.
2.2.1 Jenis-jenis Reaksi Netralisasi
a. Netralisasi asam kuat dan basa kuat
Contoh reaksi netralisasi asam kuat dan basa kuat adalah antara
asam klorida dengan natrium hidroksida.
HCl + NaOH NaCl + H
2
O
Ketika asam kuat dan basa kuat bereaksi, maka akan terjadi reaksi
netralisasi dan larutan yang dihasilkan bersifat netral (pH=7). Ion
yang terbentuk tidak dapat bereaksi dengan air.
b. Netralisasi asam kuat dan basa lemah
Contoh reaksi netralisasi asam kuat dan basa lemah adalah antara
asam klorida dengan amonia.
15

HCl + NH
3
NH
4
Cl
Reaksi antara asam kuat dan basa lemah menghasilkan garam,
tetapi biasanya tidak membentuk molekul air karena basa lemah
tidak mempunyai ion hidroksida. Pada kasus ini, air hanya bersifat
sebagai pelarut dan bereaksi dengan kation dari garam membentuk
basa lemah.Contoh:
HCl (aq) + NH
3
(aq) NH
4
+
(aq) + Cl
-

Dimana ion amonium yang terbentuk, bereaksi lebih lanjut dengan
air
menurut persamaan reaksi kimiasebagai berikut:
NH
4
-
(aq) + H
2
O NH
3
(aq) + H
3
O
+
(aq)

c. Netralisasi asam lemah dan basa kuat
Contoh reaksi netralisasi asam lemah dan basa kuat adalah antara
asam asetat dengan natrium hidroksida
CH
3
COOH + NaOH CH
3
COONa + H
2
O
Ketika asam lemah direaksikan dengan basa kuat maka larutan
akan bersifat basa.
d. Netralisasi asam lemah dan basa lemah
Contoh reaksi netralisasi asam lemah dan basa lemah adalah antara
asam asetat dengan amonia membentuk amonium asetat.
Reaksinya adalah sebgai berikut:
CH
3
COOH + NH
3
CH
3
COONH
4

pH larutan yang terbentuk tergantung dari kekuatan asam atau
basa. Kekuatan asam atau basa dengan mudah dapat diketahui dari
nilai tetapan kesetimbangan asam basa. Semakin besar nilai tetapan
keseimbangan, maka semakin tinggi kekuatan asam atau basa.

2.3 DefinisiKarbohidrat
Karbohidrat adalah polimer alami yang terbentuk dari monomer glukosa,
fruktosa, dan galaktosadengan polimerasi kondensasi. Terdiri dari
monosakarida, disakarida, dan polisakarida. Karbohidrat merupakan sumber
16

energy utama bagi hampir seluruh penduduk dunia, khususnya bagi penduduk
negara berkembang. Walaupun jumlah kalori yang dihasilkan lebih kecil dari
yang dihasilkan protein dan lemak, karbohidrat merupakan sumber energi
yang terjangkau dan murah. Selain itu beberapa golongan karbohidrat
menghasilkan serat (dietary fiber) yang berguna bagi pencernaan.
Karbohidrat merupakan molekul yang banyak terdapat di alam dengan
rumus umum Cn(H2O)m. Pembentukan karbohidrat melalui proses
fotosintesis dan merupakan sumber energi hayati dari hasil konversi energi
matahari ke dalam bentuk energi kimia. Karbohidrat selain sebagai sumber
utama energi organisme hidup, juga merupakan sumber karbon untuk sintesis
biomolekul dan sebagai bentuk energi polimerik.
Karbohidrat adalah senyawa karbon yang dibentuk dalam tumbuhan
melalui proses fotosintesis.
Reaksi fotosintesis sebagai berikut :
HO ( l ) + CO (CHO)n (aq) + O (g)
Karbohidrat adalah senyawa kimia yang merupakan gabungan banyak
gugus fungsi hidroksil, -OH dengan gugus karbonil, C=O, Sehingga
dinamakan juga dengan polihidroksialdehida atau polihidroksiketon.
Perubahan energi matahari menjadi energy kimia dalam biomolekul
menjadikan karbohidrat sebagai utama energy metabolit untuk organisme
hidup. Karbohidrat didefinisikan sebagai senyawa polihidroksialdehid atau
polihidroksi-keton dan turunannya. Karbohidrat digolongkan kedalam
monosakarida, oligosakarida, dan polisakarida. Karbohidrat berasal
dari hidrat suatu karbon dengan rumus empiris Cx(H2O)y, merupakan
polihidroksi-aldehid (-C=O) polihidroksiketon (-C-C=O(COH) dan
turunannya
17


Gambar: Karbohidrat dan Gugus fungsional yang ada dalam karbohidrat
Karbohidrat yang dibangun oleh polihdroksi dan gugus aldehid disebut
dengan aldosa, sedangkan yang disusun oleh polihidroksi dan gugus keton
dikenal dengan ketosa.

Berdasarkan strukturnya, karbohidrat dapat digolongkan menjadi
monosakarida, disakarida, dan polisakarida. Sakarida adalah nama lain dari
karbohidrat, istilah itu berasal dari kata saccarum yang artinya gula.
Monosakarida adalah karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisis lagi menjadi gula
yang lebih sederhana. Disakarida adalah karbohidrat yang dapat dihidrolisis
menjadi dua molekul monosakarida. Sementara, polisakarida adalah karbohidrat
yang dapat dihidrolisis menjadi banyak molekul monosakarida.

2.4 Ikatan Kimia danRantaiZatGiziKarbohidrat
2.4.1 Monosakarida
Monosakarida dapat digolongkan berdasarkan gugus karbonil yang
dimilkinya. Monosakarida yang mengandung gugus aldehid [- C O H ]
disebut dengan aldosa, sedangkan yang mengandung gugus keton [-C O
- ] disebut dengan ketosa. Monosakarida dapat juga digolongkan
18

berdasarkan jumlah atom karbon dalam molekulnya. Monosakarida yang
mengandung 3 atom karbon disebut triosa, yang mengandung 4 atom
karbon disebut tetrosa, yang mempunyai 5 atom karbon disebut pentose,
dan seterusnya. Monosakarida yang penting adalah yang mengandung 5
dan 6 atom karbon, yaitu molekul gula yang disebut pentosa dan heksosa.
Contoh pentosa adalah D-ribosa dan D-2-Deoksiribosa.
D-ribosa dan D-2-deoksiribosa tergolong aldosa. Senyawa tersebut
terdapat pada molekul asam ribonukleat (ribo nucleic acid = RNA).
Heksosa, CHO, adalah Kristal putih, larutan dalam air dan rasanya
manis. Jika pada molekulnya mengandung gugus aldehid disebut
aldoheksosa dan jika mengandung gugus keton disebut ketoheksosa.
Heksosa yang tergolong aldoheksosa adalah glukosa, sedangkan yang
tergolong ketoheksosa adalah fruktosa. Hasil analisis kimia menunjukkan
bahwa struktur molekul glukosa dan fruktosa masing-masing mengikat 5
gugus OH pada rantai C dan memilki gugus fungsi aldehida (glukosa)
dan gugus keton (fruktosa).

a. Konfigurasi Monosakarida
19

Berdasarkan gambar struktur molekul glukosa, atom C nomor
2, 3, 4, 5 merupakan C asimetris. Jadi ada 16 isomer optis pada
molekul glukosa. Untuk mengetahui sifat optis aktif molekul glukosa
dapat menggunakan aturan dari proyeksi molekul Emil Fischer.
Proyeksi Fischer menetapkan konfigurasi atom C pada gliseraldehida
digunakan sebagai dasar, yaitu sebagai berikut

*C = atom C asimetris
Konfigurasi gliseraldehida ditetapkan sebagai D-gliseraldehida jika
gugus OH terletak di sebelah kanan atom C asimetris dan L-
gliseraldehida jika gugus OH terletak di sebelah kiri atom C asimetris.
Sistem itu juga berlaku untuk monosakarida, dengan cara sebagai berikut :
Jikakonfigurasi atom C asimetristerjauhdarigugusaldehidaatauketon ,
seperti D-gliseraldehida (gugus OH di sebelahkanan)
makasenyawaadalah D-monosakarida,
sedangkanjikamempunyaikonfigurasi atom C
asimetristerjauhdarigugusaldehidaatauketonseperti L-gliseraldehida
(gugus OH disebelahkiri) makasenyawanyaadalah
L-monosakarida.


Contoh :
20

Dengan system proyeksi Fischer dapat digambarkan proyeksi struktur dari
molekul L-glukosa yang merupakan bayangan cermin dari D-glukosa.
Perhatikan gambar 1.1 dan Gambar 1.2

Selain glukosa, aldoheksosa yang juga penting adalah galaktosa,
yaitu penyususn molekul laktosa. Galaktosa mempunyai struktur molekul
yang sama dengan glukosa, jadi hanya merupakan isomer optik dari
glukosa. Struktur monosakarida yang digambarkan oleh Emil Fischer
merupakan rantai terbuka. Untuk mempelajari monosakarida, perlu
mempelajari struktur lingkat atau cincin tertutup. Struktur lingkar yang
dikenal juga dengan struktur hemiasetal telah dikembangkan oleh
kimiawan Inggris W.N. Haworth. Sir Walter Norman Haworth (1883-
1950) juga menemukan struktur glukosa, yang merupakan bagian dari
monosakarida. Perhatikan gambar :
21


Pada dasarnya yang perlu diketahui bahwa monosakarida dalam
struktur molekulnya mengandung dua jenis gugus hidroksil OH, dan
karbonil C=O, baik untuk molekul glukosa maupun fruktosa. Molekul-
molekul glukosa yang memiliki gugus aldehid C O H, dan gugus
hidroksil OH akan mengalami reaksi adisi didalam molekulnya sendiri
(adisi internal) sehingga terbentuk struktur hemiasetal atau struktur
tertutup. Akibatnya kedua gugus dalam satu molekul monosakarida
tersebut berinteraksi dengan sendirinya. Hasil penyelidikan menyatakan
bahwa gugus OH yang terletak pada atom C ke 4 dan atom C ke 5 pada
molekul monosakarida cenderung membentuk struktur hemiasetal.
Mekanisme pembentukan struktur hemiasetal pada molekul D-glukosa
seperti pada gambar
22


Jadi, senyawa hemiasetal adalah senyawa yang terbentuk oleh
reaksi antarmolekul atau intermolekul anatara gugus aldehida dan
gugus hidroksil. Adisi internal dalam molekul glukosa akan
membentuk 2 struktur molekul hemiasetal yang digambarkan sebagai
bentuk -D-glukosa dan -D-glukosa. Jika gugus OH pada C1
mengarah ke bawah disebut alfa () dan jika mengarah ke atas disebut
beta ().
Perlu diketahui bahwa pasangan isomer optik dari -D-glukosa
dan -D-glukosa dalam larutan perbandingan konsentrasinya adalah
36% : 64%. Isomer itu meghasilkan sifat-sifat fisika dan kimia yang
berbeda, sehingga keduanya dapat dipisahkan. Struktur rantai terbuka
molekul glukosa dalam larutan, jika dilihat presentasinya hampir
dianggap tidak ada, karena mendekati 0,024%.
b. Sifat-Sifat Monosakarida
Monosakarida, baik glukosa maupun fruktosa adalah suatu zat
yang berupa Kristal putih dan mudah larut dalam air. Glukosa dan
Fruktosa banyak terkandung di dalam buah-buahan yang manis.
Fruktosa juga terdapat dalam madu dan rasanya lebih manis daripada
glukosa. Perbandingan derajat kemanisan antara fruktosa dan glukosa
adalah 100:74.
23

Glukosa dan fruktosa dapat mereduksi pereaksi Fehling
berwarna biru dan hasil reduksinya berupa CuO berwarna merah bata.
Reaksinya sebagai berikut :

Glukosa dan fruktosa juga bereaksi dengan dengan pereaksi
Tollens membentuk endapan cermin perak.
2.4.2Disakarida
Disakarida tersusun dari dua molekul monosakarida yang jenisnya
sama ataupun berbeda. Rumus molekul disakarida adalah CHO.
Anggota yang penting dari disakarida adalah sakarosa, maltosa, dan
laktosa.
a. Sakarosa
Molekul sakarosa atau sukrosa tersusun dari 1 molekul glukosa
dan 1 molekul fruktosa. Di laboratorium, jika sakarosa dihidrolisis
dengan katalis asam akan diperoleh glukosa dan fruktosa. Reaksinya
adalah sebagai berikut :CHO + HO , CHO + , CHO
(sakarosa) (glukosa) (fruktosa)
Sakarosa banyak diperoleh dari batang tebu yang merupakan
bahan baku pembuatan gula tebu. Struktur sakarosa dapat dilihat pada
gambar :
24


b. Maltosa
Molekul maltosa tersusun dari 2 molekul glukosa. Struktur
molekul dapat dilihat pada gambar :

Pada proses metabolik, maltosa diperoleh dari hidrolisis amilum
dengan ebzim diastase. Maltosa yang terdiri dari satuan glukosa jika
dihidrolisis dengan katalis asam mineral atau dengan proses metabolik
(katalis enzim maltase) akan menghasilkan glukosa. Reaksinya sebagai
berikut :
CHO + HO 2 CHO
glukosa(D-glukosa)
c. Laktosa
25

Molekul laktosa tersusun dari 2 satuan molekul D-glukosa dan
D-galaktosa. Struktur molekul laktosa adalah sebagai berikut :

2.4.3 Polisakarida
Molekul polisakarida tersusun oleh banyak molekul monosakarida.
Polisakarida yang penting adalah amilum, glikogen, dan selulosa. Rumus
umum molekul polisakarida adalah ((CHO)n.
a. Amilum
Amilum atau pati adalah molekul karbohidrat penyimpan energy
pada tanaman, seperti gandum, padi, kentang, dan jagung. Dalam bentuk
itulah molekul glukosa disimpan untuk keperluan mendatang. Struktur
molekul amilum tersusun dari 200-300 satuan molekul glukosa yang
membentuk 2 jenis molekul amilum, yaitu amilosa dan amilopektin. Jadi,
amilum merupakan polimer alam dari molekul glukosa (sebagai
monomer).
Amilum merupakan serbuk putih yang rasanya tawar dan tidak
jelas titik leburnya. Zat tersebut tidak mereduksi pereaksi Fehling maupun
pereaksi Tollens. Akan tetapi amilum sangat peka terhadap pereaksi
larutan iodin (I) dan membentuk warna biru tua. Struktur molekul amilum
sebagai berikut :
26



Hidrolisis amilum menjadi molekul monosakarida mudah
dilakukan di laboratorium dengan mendidihkan suspensi amilum dengan
katalis HSO encer. Di dalam pencernaan hewan atau manusia, hidrolisis
berlangsung mudah dengan katalis enzim diastase yang merupakan
hidrolisis parsial dan menghasilkan maltosa. Pada hidrolisis lebih lanjut
akan memberikan hasil lanjut akan memberikan hasil hidrolisis sempurna,
yaitu glukosa. Reaksi hidrolisis amilum sebagai berikut :
(CHO)n + n HO 2 CHO
(pati) (glukosa)
(CHO)n + n HO CHO
(maltosa)
Polimer amilum dari jenis padi-padian seperti gandum, gandum,
beras, dan jagung banyak digunakan untuk industry bahan makanan.
Sementara jenis amilum dari amilopektin banyak digunakan untuk
industry kapsul obat, jeli dan gula-gula.
b. Glikogen
27

Polisakarida lain yang terbentuk dalam sel tubuh manusia atau
hewan adalah glikogen. Glikogen desimpan didalam hati dan jaringan
otot sebagai cadangan bahan makanan. Glikogen terdiri dari unit-unit
glukosa (100.000 unit glukosa) sehingga memilki bobot molekul yang
tinggi.
c. Selulosa
Selulosa merupakan polimer alam yang tersusun dari
merupakan polimer alam yang tersusun dari 2.000-3.000 unit glukosa,
sehingga massa molekul relativenya sangat tinggi. Selulosa merupaka
zat yang padat, kuat, berwarna putih dan tidak larut dalam alcohol dan
eter. Kayu terdiri dari 50% selulosa, daun kering mengandung 10-20%
selulosa, sedangkan kapas mengandung 90% selulosa. Selulosa
digunakan dalam industry pulp, kertas, dan rayon (pensil warna).
Struktur molekul selulosa terdiri dari molekul-molekul -D-
glukosa yang sangat sukar dihidrolisis dalam proses metabolik di
dalam tubuh manusia dan hewan.
Enzim yang digunakan untuk menghidrolisis selulosa adalah
jenis enzim yang memilki ikatan glikosida. Enzim tersebut tidak
tepat sebagai katalis bagi hidrolisis molekul yang molekul yang
berikatan glikosida pada (rantai) molekul selulosa, sehingga selulosa
sukar dihidrolisis dalam pencernaan hewan dan manusia.
Reaksi hidrolisis molekul selulosa dapat dilakukan di
laboratorium dengan katalis asam mineral. Reaksinya sebagai berikut :
(CHO)n + n HO n CHO + n HO
(pati) (maltosa)
Selulosa sebagai polimer alam banyak digunakan sebagai bahan
industri kain katun. Misalnya, pada pembuatan rayon yang digunakan
sebagai sutera tiruan dari katun. Selulosa juga dibuat kertas selofan
yang tidak higroskopis, transparan, dan berpori. Dengan sifat yang
28

demikian maka selofan dapat digunakan untuk pembungkus rokok. Di
dalam laboratorium selulosa digunakan untuk uji tekanan osmosis.
Selulosa nitrat dikenal sebagai bahan peledak.




















29

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Asam adalah suatu zat yang bila dilarutkan ke dalam air akan
menghasilkan ion hidronium (H
+
).Basaadalah suatu senyawa yang didalam air
(larutan) dapat menghasilkan ion OH
-.

Reaksi netralisasi terjadi antara ion hidrogen sebagai asam dengan ion
hidroksida sebagai basa dan membentuk air yang bersifat netral. Berdasarkan
konsep lain reaksi netralisasi dapat juga dikatakan sebagai reaksi antara donor
proton (asam) dengan penerima proton (basa).Garam dapat terbentuk melalui
reaksi antara asam dengan basa. Produk reaksi yang lain adalah air. Reaksi antara
asam dengan basa yang menghasilkan garam dan air dikenal sebagai reaksi
netralisasi.
Karbohidrat adalah polimer alami yang terbentuk dari monomer glukosa,
fruktosa, dan galaktosadengan polimerasi kondensasi.Karbohidrat merupakan
molekul yang banyak terdapat di alam dengan rumus umum Cn(H-
2O)mselainitumerupakansenyawa karbon yang dibentuk dalam tumbuhan melalui
proses fotosintesisdansenyawa kimia yang merupakan gabungan banyak gugus
fungsi hidroksil, -OH dengan gugus karbonil, C=O, Sehingga dinamakan juga
dengan polihidroksialdehida atau polihidroksiketon.
Ikatan Kimia
danRantaiZatGiziKarbohidratterdiridariMonosakarida,DisakaridadanPolisakar
ida.Disakaridaterdiridarisukrosa,maltose,laktosadanPolisakaridaterdiridariami
um,glikogendanselulosa.


Asam + Basa Garam + Air

30

3.2 Saran
Bagipembacasebenarnyatanpakitasadarimempelajarikimiaitumudah,
unsurkimiadalamkehidupasehari-
harisangatlahbanyaksekali.Ilmukimiaadalahilmu yang
pastidarizamankezamantetaptetapisemakinberkembangdarizamanSvanteArhen
iussampaiBronstedLauwry.Demikiankarbohidratjugabanyakditemukandalamk
ehidupansehari-hari, banyakditemukandalambahanmakanan,
karbohidratmerupakanmakananpokok orang
Indonesia.Jadikitamudahmempelajariunsurkeduanya.















31


DAFTAR PUSTAKA

Achmadi, Suminar. S. 2001. Prinsip Prinsip Kimia Modern/Ed. 4/Jl.1.
Jakarta:Erlangga
Anonim. 2014. Asam Basa Arrhenius.
(Online),(http://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2007/Abdulla
h%20Fauzi%20Gofur/arrhenius.html), diakses 21 Agustus 2014
Chang, Raymond. 2005. Kimia Dasar: Konsep konsep Inti Jilid 2 / Edisi Ketiga.
Jakarta: Erlangga
Mikrajuddin, dkk. 2006. IPA Terpadu SMP dan MTs untuk Kelas VII Semester 1.
Jakarta: Esis
Sudarmo, Unggul.2007. Kimia jilid 2.Jakarta: Phibeta
Sunarya, Yayan, dan Agus Setiabudi. 2007. Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk
Kelas XII Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah Program Ilmu
Pengetahuan Alam. Bandung: PT. Setia Purna Inves
Sutresna, Nana. 2007. Cerdas Belajar Kimia untuk Kelas XI Sekolah Menengah
Atas/Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Alam. Bandung:
Grafindo Media Pratama
Suyatno, 2007. Kimia SMA/MA Kelas XI (Diknas). Jakarta: Grasindo
Winarto, Dwi. 2014. Reaksi Netralisasi. (Online),
(http://www.ilmukimia.org/2013/01/reaksi-netralisasi.html), diakses 22
Agustus 2014
Zulfikar. 2010. Karbohidrat. (Online). (http://www.chem-is-
try.org/materi_kimia/kimia-kesehatan/biomolekul/karbohidrat/), diakses
22 Agustus 2014
32