Anda di halaman 1dari 8

LIP BALM

1. Anatomi Bibir

Bibir atau disebut juga labia, adalah lekukan jaringan lunak yang mengelilingi bagian
yang terbuka dari mulut. Bibir terdiri dari otot orbikularis oris dan dilapisi oleh kulit pada
bagian eksternal dan membran mukosa pada bagian internal (Seeley et al., 2008 ; Jahan-
Parwar et al., 2011). Secara anatomi, bibir dibagi menjadi dua bagian yaitu bibir bagian atas
dan bibir bagian bawah. Bibir bagian atas terbentang dari dasar dari hidung pada bagian
superior sampai ke lipatan nasolabial pada bagian lateral dan batas bebas dari sisi vermilion
pada bagian inferior. Bibir bagian bawah terbentang dari bagian atas sisi vermilion sampai ke
bagian komisura pada bagian lateral dan ke bagian mandibula pada bagian inferior (Jahan-
Parwar et al., 2011).
Kedua bagian bibir tersebut, secara histologi, tersusun dari epidermis, jaringan subkutan,
serat otot orbikularis oris, dan membran mukosa yang tersusun dari bagian superfisial sampai
ke bagian paling dalam. Bagian vermilion merupakan bagian yang tersusun atas epitel pipih
yang tidak terkeratinasi. Epitel-epitel pada bagian ini melapisi banyak pembuluh kapiler
sehingga memberikan warna yang khas pada bagian tersebut. Selain itu, gambaran histologi
juga menunjukkan terdapatnya banyak kelenjar liur minor. Folikel rambut dan kelejar sebasea
juga terdapat pada bagian kulit pada bibir, namun struktur tersebut tidak ditemukan pada
bagian vermilion (Tortorra et al., 2009; Jahan-Parwar et al., 2011).
Permukaan bibir bagian dalam dari bibir atas maupun bawah berlekatan dengan gusi
pada masing-masing bagian bibir oleh sebuah lipatan yang berada di bagian tengah dari
membran mukosa yang disebut frenulum labial. Saat melakukan proses mengunyah,
kontraksi dari otot-otot businator di pipi dan otot-otot orbukularis oris di bibir akan
membantu untuk memosisikan agar makanan berada di antara gigi bagian atas dan gigi
bagian bawah. Otot-otot tersebut juga memiliki fungsi untuk membantu proses berbicara.


2. Bibir Kering dan Pecah pecah

Menurut Joan Liebmann-Smith, Ph.D. dan Jacqueline Nardi Egan bibir kering sebagai
pertanda kekurangan nutrisi dan sindrom Sjgren. Sindrom itu adalah penyakit autoimun
yang menyerang kelenjar penghasil kelembapan, yang umum menyerang perempuan. Bibir
kering bukanlah satu-satunya tanda dari sindrom Sjgren. Mata dan hidung kering, serta
radang persendian juga menjadi indikator. Selain itu penyebab bibir kering dan pecah pecah
antara lain :
Cuaca: kurangnya kelembaban udara dan paparan sinar matahari, terutama bila juga
mengalami dehidrasi atau sedang berpuasa.
Menjilati bibir: air liur mengandung asam yang membantu memecah makanan dan dapat
mengurangi kelembaban bibir serta mengiritasinya.
Obat - obatan/suplemen: vitamin A/obat-obatan retinoid, lithium (untuk pengobatan
masalah kejiwaan) dan obat kemoterapi.
Alergi pasta gigi : Bahan pada pasta gigi yang biasa menyebabkan kekeringan pada bibir
adalah sodium lauryl sulfate dan guaiazulane.
Alergi kosmetika bibir (Lipstik) : Jika lipstik Anda mengandung gallate propil atau
salisilat fenil (salol), maka bibir pecah-pecah Anda mungkin akibat dari alergi terhadap zat-
zat itu.



3. Solusi dan pencegahan bibir kering dan pecah pecah

Bibir pecah-pecah biasanya dapat dirawat sendiri di rumah. Adapun cara cara yang
dapat digunakan untuk mengatasi bibir kering dan pecah pecah.

a. Pastikan bahwa bibir Anda memiliki cukup kelembaban dengan :
Minum lebih banyak air.
Menghindari cuaca dingin dan kering. Ketika Anda bepergian ke luar negeri atau
daerah di mana kelembaban udaranya rendah, bungkus mulut Anda dengan syal
dan lapisi bibir dengan pelembab bibir (lip balm) atau lipstik berpelembab. Anda
juga dapat menggunakan minyak nabati, petrolatum (Vaseline) atau minyak ikan
untuk menjaga kelembaban bibir.
Menghindari sinar matahari. Bibir Anda tidak mengandung melanin yang
melindungi dari sinar matahari sehingga lebih mudah terbakar dibandingkan bagian
kulit lain. Bila Anda harus berjemur di bawah sinar matahari, lakukan pencegahan
dengan pelembab yang mengandung tabir surya SPF=15 atau lebih.

b. Periksa pasta gigi/obat kumur Anda.
Ketika bibir pecah-pecah, pasta gigi/obat kumur yang mengandung menthol,
ekaliptus, dan semacamnya dapat mengiritasi bibir. Untuk sementara, gantilah dengan
pasta gigi/obat kumur yang lebih lembut.

c. Kendalikan naluri untuk menjilati bibir Anda yang pecah-pecah karena hanya
akan membuatnya lebih buruk.
d. Jangan menggosok, mengelupas, atau menggigit serpihan kulit di bibir karena
dapat menyebabkan perdarahan, memudahkan infeksi dan memperlambat
penyembuhan.

e. Bernapaslah melalui hidung. Pernapasan melalui mulut dapat menyebabkan bibir
Anda mengering.



4. Lip Balm (Pelembab bibir)

Penggunaan pelembab bibir merupakan salah satu upaya dalam mengatasi masalah bibir
kering dan pecah pecah. Memakai pelembab bibir bisa mengurangi penguapan kadar air
yang ada di permukaan bibir sehingga bibir tidak mudah kering dan pecah-pecah.
Penggunaan tabir surya dalam lip balm juga mampu mencegah bibir kering dan pecah
pecah, sehingga bibir akan terlindung dari cahaya matahari




5. Fungsi Lip Balm
Fungsi lip balm adalah untuk membentuk lapisan baru di atas permukaan kulit untuk
melindungi bibir dan menjaga kelembaban bibir. Sebaiknya pilihlah lip balm yang memiliki
kadar pelembab tinggi, mengandung emollient dan minyak alami. Apabila kita sering
beraktifitas di luar rumah, pilihlah lip balm yang mengandung tabir surya untuk melindungi
bibir dari sinar ultraviolet.




6. Formula Lip Balm
Sediaan kosmetika yang digunakan pada bibir yang dikemas dalam bentuk setengah
padat dan juga dalam bentuk batang padat (stick). Bahan utama yang digunakan dalam
pembuatan Lip Balm yaitu lilin, minyak dan lemak.
Lilin : Tekstur lipstik yang Anda rasakan saat mengoleskan lipstik pada bibir seperti
rasa licin, creamy maupun waxy tergantung dengan jenis dan kualitas lilin/wax yang
digunakan. Lipstik yang terbuat dari lilin yang lembut dengan titik leleh yang rendah
terbuat dari jojoba butter dan beeswax. Ciri-ciri lipstik ini umumnya cenderung creamy
dan silky, tetapi mudah sekali meleleh. Lipstik yang terbuat dari hard waxes cenderung
memiliki tekstur yang kaku tetapi terasa waxy dan rapuh saat digunakan pada bibir. Lilin
ini terbuat dari carnauba yang berasal dari daun Brazilian palm tree dan ozokerite. Nah,
kebanyakan lipstik yang ada menggunakan kombinasi lilin yang keras dan lembut untuk
menciptakan tekstur yang kokoh/kuat dengan creamy feel.
Minyak : dalam pemilihan minyak yang akan digunakan dalam pembuatan lip balm
diperlukan perhatian khusus. Sebaiknya gunakanlah minyak alami atau minyak organik
Lemak.
Bahan bahan tambahan lainnya seperti pemberi aroma, pelembab, antioksidan
dan tabir surya.
Lemak dan minyak dalam pembuatan lip balm biasanya digunakan sebagai basis.
Adapun lemak dan minyak yang biasa digunakan sebagai basis :
1. Cera Alba (Malam putih)
2. Parafin
Parafin adalh campuran hidrokarbon padat yang dimurnikan yang diperoleh dari
minyak tanah
3. Oleum Ricini ( Minyak Jarak )
4. Oleum Arachis
5. Adeps Lanae (Lemak Bulu Domba)
Lemak bulu domba adalh zat serupa lemak yang dimurnikan, diperoleh dari bulu
domba Ovis aries Linne (Familia Bovidae) yang dibersihkan dandihilangkan warna
dan baunya. Mengandung air tidak lebih dari 0,25%. Boleh mengandung antioksidan
yang sesuai tidak lebih dari 0,02%.




7. Sediaan yang beredar di pasaran
1. North For Men Protective Lip Balm SPF 6

1.1 Bahan bahan kandungan :

Artic Pro Defence complex dan vitamin E. SPF 6. OCTYLDODECANOL,
CAPRYLIC/CAPRIC TRIGLYCERIDE, HYDROGENATED COCO-GLYCERIDES,
HYDROGENATED PALM OIL, CANDELILLA CERA, CERA ALBA, CERA
CARNAUBA, BUTYROSPERMUM PARKII BUTTER, OCTOCRYLENE, BUTYL
METHOXYDIBENZOYLMETHANE, SIMMONDSIA CHINENSIS SEED OIL,
TITANIUM DIOXIDE (NANO), BUTYLENE GLYCOL, PANTHENOL, SILICA,
TOCOPHEROL, AQUA, PARFUM, PENTYLENE GLYCOL, BENZYL ALCOHOL,
RHODIOLA ROSEA ROOT EXTRACT.

1.2 Fungsi bahan yang terkandung :

OCTYLDODECANOL : dalam bidang kosmetik octyldodecanol banyak digunakan
sebagai emulsifying agent dan opacifiying agent (zat yang memberi kekeruhan)
CAPRYLIC/CAPRIC TRIGLYCERIDE : sebagai antimikroba
HYDROGENATED COCO-GLYCERIDES : sebagai minyak
HYDROGENATED PALM OIL : sebagai minyak
CERA ALBA : merupakan lemak yang digunakan sebagai basis dalam pembuatan lip
balm
CANDELILLA CERA, CERA CARNAUBA : digunakan sebagai lilin.
OCTOCRYLENE : sebagai tabir surya
BUTYL METHOXYDIBENZOYLMETHANE
TITANIUM DIOXIDE : dalam bidang kosmetik zat ini digunakan sebagai pigmen
pemutih. Titanium dioxide memiliki indeks bias yang tinggi, sifat hamburan cahaya
dapat dimanfaatkan penggunaannya sebagai pigmen pemutih dan opacifier.
BUTYLENE GLYCOL : untuk sediaan topical butylene glicol digunakan sebagai
solvent dan co-solvent.
PANTHENOL : berfungsi sebagai pengikat air, pelembab. Zat ini dapat diserap kulit
dan efektif untuk mengatasi kulit kering, terbakar matahari, dll.
SILICA :
TOCOPHEROL : antioksidan
PARFUM : sebagai pengharum
PENTYLENE GLYCOL :
BENZYL ALCOHOL : dalam sediaan kosmetik benzyl alkohol digunakan sebagai
antimikroba. Selain itu juga digunakan sebagai pelarut dan parfum. Untuk Benzyl
Alcohol (+), kadar maksimum penggunaanya 1%.



2. Tender Care Almond Protecting Balm

2.1 Bahan bahan kandungan :

Balm pekat ini mengandung banyak minyak yang baik bagi kulit serta
beraroma almond lembut. PETROLATUM, CAPRYLIC/CAPRIC TRIGLYCERIDE,
PARAFFINUM LIQUIDUM, CERA ALBA, PARAFFIN, ACETYLATED LANOLIN,
CETYL ALCOHOL, PARFUM, TOCOPHERYL ACETATE, GLYCERYL
CAPRYLATE.

2.2 Kegunaan masing masing bahan yang terkandung

PETROLATUM : zat ini digunakan dalam formulasi sediaan topikal sebagai basis
emolient salep. Zat ini memiliki ukuran partikel yang besar, sehingga zat ini sangat
sulit unutk diserap dan akan menutupi pori pada kulit. Penggunaan zat ini oleh BPOM
diizinkan apabila seluruh proses penyulingan diketahui dan tidak menghasilkan bahan
yang bersifat karsinogenik
PARAFFINUM LIQUIDUM : sebagai pelembab, pelicin, dan membantu
pembentukan krim
ACETYLATED LANOLIN : sebagai pelembab. Penggunaan zat ini harus berhati
hati untuk pengguna yang sensitif terhadap minyak domba.
CETYL ALCOHOL : dalam pembuatan lip balm ini cetyl alkohol berperan sebagai
emollient, water absorpsi.
TOCOPHERYL ACETATE : sebagai antioksidan
GLYCERYL CAPRYLATE : sebagai antimikroba




3. Maybelline Baby Lips Lip Balm



3.1 Bahan bahan yang terkandung



3.2 Kegunaan bahan bahan yang terkandung

Polybutene :
Octyldodecanol : dalam bidang kosmetik zat ini sangat luas penggunaannya sebagai
zat pengemulsi dan zat yang memberi kekeruhan (opacifying agent). Penggunaanya
utamanya pada sediaan topikal karena adanya sifat emolient dan pelumas.
Ozokerite :
Isopropyl Myristate : zat ini merupakan emolien tidak berminyak yang diserap dengan
mudah oleh kulit. Untuk sediaan yang dioleskan zat ini digunakan sebagai komponen
basis semipadat dan pelarut.
Petrolatum : zat ini digunakan dalam formulasi sediaan topikal sebagai basis emolient
salep. Zat ini memiliki ukuran partikel yang besar, sehingga zat ini sangat sulit unutk
diserap dan akan menutupi pori pada kulit. Penggunaan zat ini oleh BPOM diizinkan
apabila seluruh proses penyulingan diketahui dan tidak menghasilkan bahan yang
bersifat karsinogenik



4. Lip Ice Sheer Color with Beeswax





4.1 Bahan Bahan yang Terkandung




4.2 Kegunaan bahan bahan yang terkandung :

Beeswax : merupakan lilin alami yang terbuat dari lebah. Zat ini merupakan
komponen utama dalam pembuatan sediaan kosmetik berbentuk stick.
Coconut oil : merupakan minyak kelapa yang dapat menghaluskan kulit, dan juga
berfungsi untuk melembabkan kulit.
Jojoba oil : merupakan minyak yang mengandung ekstrak jojoba. Minyak ini
memiliki kandungan sebagai antibakteri. Apabila digunakan pada kulit minyak
membuat kulit lebih bercahaya.
Shea Butter : zat ini adalah krim yang terbuat dari kacang shea yang bermanfaat
dalam melembabkan kulit atau bibir dan juga berperan sebagai tabir surya alami.
Fragrance : sebagai pewangi
Tocopheryl acetate (bentuk ester vitamin E) : sebagai antioksidan
Cl 45410 : 1 : sebagai zat warna. Kadar maksimum penggunaannya yang diizinkan
oleh BPOM yaitu 1%




8. Evaluasi sediaan stick (Lip Balm)

Kondisi fisik (tekstur, homogenitas, aroma, warna, dan keluarnya kristal dan cairan),
Kekerasan,
Kekuatan,
Titik leleh,
Keseragaman bobot