Anda di halaman 1dari 15

Property of Center for bioethics, medical law, and Health & Human Rights

Faculty of Medicine University of ndonesia


KAIDAH DASAR MORAL DAN TEORI ETIKA DALAM
MEMBINGKAI TANGGUNGJAWAB PROFESI
KEDOKTERAN
Agus Purwadiant
P!nda"u#uan
!ti"a merupa"an bagian #lsafat yang meliputi hidup bai",
men$adi orang yang bai", berbuat bai" dan mengingin"an hal bai"
dalam hidup%
&
!ti"a, sebagaimana metoda #lsafat, mengandung
permusyawaratan dan argumen e"splisit untu" membenar"an tinda"an
tertentu 'eti"a pra"tis(% )uga membahas asas*asas yang mengatur
"ara"ter manusia ideal atau "ode eti" profesi tertentu 'eti"a normatif(%
+
!ti"a adalah pedoman berbuat sesuatu dengan alasan tertentu% ,lasan
tersebut sesuai dengan nilai tertentu dan pembenarannya% !ti"a
penting "arena masyara"at selalu berubah, sehingga "ita harus dapat
memilih dan menyadari "ema$emu"an 'norma( yang ada '#lsafat
pra"siologi"(% )adi eti"a $uga adalah alasan untu" memilih nilai yang
benar ditengah belantara norma '#lsafat moral(%
-
Perbedaan eti"a dengan moralitas, bahwa moralitas adalah
pandangan tentang "ebai"an."ebenaran dalam masyara"at% /uatu
hu"um dasar dari masyara"at yang paling ha"i"i dan amat "uat%
0
)uga
suatu perbuatan benar atas dasar suatu prinsip 'ma1im(% a meru$u"
pada perila"u yang sesuai dengan 2"ebiasaan atau per$an$ian ra"yat
yang telah diterima2, sesuai nilai dan pandangan hidup se$a" masa
"ana"*"ana", tanpa permusyawaratan%
3
$iri %"usus &ra#itas '
&% 4orma sangat penting 'prinsipiil, "e"uatannya 2lebih bernilai2
mengatasi segala pertimbangan(% !sensiil bagi "ebahagiaan
masyara"at% !sensiil bagi tradisi budaya%
Makalah Penyegaran Etika Kedokteran, FKUI dalam rangka Modul EPC II, Jakarta, 18
Februari 200! Penuli" adalah Ketua P#FI Pu"at, $ekretari" MKEK Pu"at I#I, Ketua %agian
Ilmu Kedokteran Foren"ik & Medikolegal FKUI'($CM, $ek)en Jaringan %ioetika & *umaniora
Kedokteran Indone"ia!
1
Robert C. Solomon. Etika, Suatu Pengantar. Erlangga. Jakarta, 1984. hal 2
2
Webster's e! "i#tionar$ o% S$non$ms. S&ring%iel', () * (erriam+Webster, 1984, &. ,4-.
.
/an'ingkan batasan etika 01i 2a3ar "e!antoro, 19425 * +ilmu yang mem,ela)ari "egala "oal kebaikan
-dan keburukan. di dalam hidu, manu"ia "emuanya, teri"time/a yang mengenai gerak0gerik ,ikiran dan
ra"a yang da,at meru,akan ,ertimbangan dan ,era"aan, "am,ai mengenai tu)uannya yang da,at
meru,akan ,erbuatan1!
4
Robert C. Solomon, lo#.#it. hal -.
,
Webster's e! "i#tionar$, lo#.#it.
Kaidah #a"ar Moral 2 3gu" Pur/adianto
+% Hu"um universal 'berla"u prinsip 2dimana sa$a, "apan sa$a, siapa
sa$a5(% 6atabahasa perintahnya universal%
7
Mengi"at 'ada "ata*"ata 8
2harus2(% 6er$adi, harus ter$adi dan dapat diapli"asi"an secara
universal%
-% 4ormal rasional 'ada alasan masu" a"al( dan obye"tif
'"ebenarannya meling"upi seluruh masyara"at(% 9asarnya adalah
penalaran, tida" memiha", merupa"an "ebi$a"an a"hir, prinsipnya
benar, oleh pela"u otonom, dapat dibenar"an%
0% Menyang"ut '"ebahagiaan( orang lain 'misal 8 :olden Rule
;
(%
Memberi perhatian pada orang lain 'altruisme(, "asih.simpati,
harapan timbal bali", perhatian berdasar ma"sud bai" terhadap
orang lain dan tinda"an penghasil "ebai"an orang lain%
<arena tanpa permusyawaratan, ma"a semua orang mempunyai
moralitas% Contoh moralitas 8
a% norma agama non*samawi% 4orma yang ada pada 2"epercayaan2
dan atau 2agama "uno2 seperti Hindu, =uddha, <ong Hu Cu,
<e$awen% sinya antara lain a$aran agar manusia men$adi bi$a"sana
atau mengerti 'eti"a "ebi$a"sanaan(% tu sama dengan etis% 9isini
belum ada 2"ewa$iban2%
b% 4orma yang ada pada agama samawi% >rang harus berbuat bai"
dan adil, bu"an buru" atau ?alim, sesuai perintah ,llah 'eti"a
teonom(% 9isini sudah ada unsur "ewa$iban 'menuruti perintah
tersebut(%
!ti"a merupa"an pemi"iran atau re@e"si atas moralitas% 9engan
demi"ian tida" semua orang bereti"a% a adalah re@e"si
A
#loso#s yang
sesungguhnya% a dimuncul"an oleh para #lsuf dan berla"u universal
"arena ta" memandang masyara"at tertentu sa$a% 9o"ter melanggar
$an$i datang tepat wa"tu, ia tida" etis% =ila meracuni pasiennya, ia tida"
bermoral%
9alam eti"a isinya adalah alasan yang des"riptif '2is2( bercampur
pres"riptif '2ought2(% si eti"a $uga merupa"an pengecualian yang bai"
terhadap prinsip*prinsip yang bai"% )uga merupa"an penentuan
pemenang nilai*nilai yang saling bersaing, penentu hirar"i nilai yang
tepat dan terpertanggung$awab"an%
Bi!ti%a(
4
(isaln$a 3angan membunuh.
-
2ukum 6almu' orang 7brani. +#o unto other" a" you /ould ha4e them do unto you8 atau 9)&a $ang
men$akitkan bagi kamu, 3angan lakukan terha'a& sesamamu9. Robert (. :eat#h. (e'i#al Ethi#s, Jones ;
/artlett Publ. /oston, 1989. hal. .4, selan3utn$a 'isingkat (E.
8
6ermasuk 'isini a'alah 'i'ebat 'an 'i'ukung sehingga ter3a'i &engurangan, &enambahn atau re&etisi.
%ahan a)ar tutor',enga)ar etika kedokteran FKUI 200
2
Kaidah #a"ar Moral 2 3gu" Pur/adianto
=ioeti"a 'F% ,bel( adalah studi interdisipliner tentang problem
yang ditimbul"an oleh per"embangan di bidang biologi dan ilmu
"edo"teran, pada s"ala mi"ro maupun ma"ro, termasu" dampa"nya
terhadap masyara"at luas serta sistem nilainya, "ini dan masa
mendatang%
=ioeti"a merupa"an pandangan lebih luas dari eti"a "edo"teran "arena
begitu saling mempengaruhi antara manusia dan ling"ungan hidup%
=ioeti"a merupa"an 5genus5, sedang"an eti"a "edo"teran merupa"an
5spesies5%
Unsur !ti%a
&% 4ilai 8
Pra*moral 8 tida".belum meru$u" pada suatu norma "on"rit
perila"u manusiaB misal 8 "esehatan, "ehidupan, integritas #si",
se"sualitas%
Moral 8 mengharus"an manusia mela"u"an.meru$u" sesuatu
tinda"an "on"rit pada suatu norma "on"ritB misal 8 "esetiaan
ya"ni ut" menepati $an$i, "eadilan ya"ni "esediaan menghargai
ha" orang lain%
+% 4orma C prinsip dasar 8
Proposisi 'Ddalil5( pemindah nilai "e ting"at "ehidupan "on"rit,
bai" fungsi positif atau negatif%
Ung"apan te"nis pengalaman etis manusia
:eneralisasi relevan tentang apa yang secara normal relevan%
P!&)agian t!ri !ti%a(
9itin$au dari segi inti 8
&% !ti"a "ebi$a"sanaan 8
a% 9asar agama."epercayaan 8 moralitas agama non*samawi%
b% 9asar #lsafat 8 eti"a "ebahagian 'Eunani(%
+% !ti"a "ewa$iban 8
a% 9asar agama 8 moralitas agama samawi 'eti"a teonom(
b% 9asar #lsafat 8 mmanuel <ant 'eti"a otonom(%
9itin$au dari segi metodologisnya 8
&% !ti"a /ubstantif
9asarnya eti"a "ebi$a"sanaan atau eti"a "ewa$iban%
+% !ti"a Prosedural 8
a% 9asar <eadilan 8 contoh )ohn Rawls
b% 9asar <omuni"asional 8 contoh )uergen Habermas
9itin$au dari segi subye" pela"sananya 8
&% !ti"a ma"sim 'prinsip subye"tif bertinda", si"ap dasar hati nurani
"eti"a bersi"ap*tinda"*perila"u*"on"rit(%
%ahan a)ar tutor',enga)ar etika kedokteran FKUI 200
.
Kaidah #a"ar Moral 2 3gu" Pur/adianto
Misalnya eti"a "ebi$a"sanaan% =isa dilihat "onte"snya,
"eterarahan pada ma"sim tertentu yang merang"ai dalam satu
$alinan ma"na 'seperti tanggung$awab(, dapat memperlihat"an
wata" seseorang dan dapat membeda"an antara legalitas dan
moralitas%
+% !ti"a norma*norma
9asarnya ialah peraturan*peraturan 'hu"um( sehingga ta" bisa
membeda"an legalitas * moralitas%
T!ri "idu* )ai% +)!r&a%na,
6eori ini mendasari nilai*nilai "enapa manusia berbuat sesuatu yang
dipandang etis% Hidup bai" dapat menurut pasien 'masu" dalam
Dpatients preferences5 dan DFuality of life5
G
( namun dalam hal ini
ditu$u"an pada diri do"ter sebagai mahlu" otenti" yang e"sis dalam
dirinya di tengah perubahan cepat masyara"at dan ilmu*pengetahuan*
te"nologi "edo"teran di dunia 'relevan mendasari Dconte1tual
features5(
&H
% Hidup bai" atau berma"na bila terdapat 8
&% Mencapai rasa ni"mat 'hedonisme egois I bagian dari egoisme
etis(
&&
+% Cinta menyatu "e llahi 'Plato, su#sme slam, <e$awen( atau Cinta
"epada 6uhan ',gustinus(
&+
-% <ebahagiaan 'eudemonia I bagian dari egoisme etis(
&-

0% <eba$i"an."eutamaan 'virtue( ,ristoteles
&0
3% Hindari perasaan sa"it '!pi"urus(%
7% Rela menyatu"an diri dengan 'hu"um( alam sebagai sunatullah
'/toa(%
&3
;% Mengi"uti hu"um "odrat 'cinta "epada 6uhan plus "eutamaan *
,Fuinas(
&7
9
<ihat sistematika &embahasan etik klinik menurut Jonsen 'kk. <ihat )onsen, ).R., Siegler, (, Winsla'e,
W.J. 02==25. Clini#al Ethi#s. ) Pra#ti#al )&&roa#h to Ethi#al "e#isions in Clini#al (e'i#ine. (#>ra!+2ill.
e! ?ork.
1=
Jonsen 'kk, ibi'.
11
/ertin'aklah se'emikian ru&a sehingga engkau men#a&ai 3umlah nikmat terbesar atau se'a&at+'a&atn$a
menghin'ari segala ma#am rasa sakit. @rans Aon (agnis. Etika Bmum, 1anisius, Jakarta. 1984
0selan3utn$a 'isingkat EB5, hal. 82
12
2an$a )llah S!t $ang bebas berkehen'ak, sementara manusia ti'ak, sehingga semua &erintah 6uhan
ti'ak &erlu 'iu3i lagi kemasuk+akalann$a. 6eori teonom murni ini ka'ang+ka'ang menimbulkan
irasionalisme. EB, hal. 99.
1.
Setia& tin'akan 'itu3ukan utnuk men#a&ai kebahagiaan sebagai tu3uan &rimer &a'a 'iri tu3uan itu sen'iri
0bukan sekun'er men#a&ai tu3uan lain5. EB, hal 84.
14
6eka' untuk mengembangakn semua bakat manusia men#a&ai kesem&urnaan 'engan #on'ong berbuat
baik, ti'ak semata+mata men#ari nikmat karena itu 3uga ter3a'i &a'a he!an.
1,
(engikuti hokum alam se&erti he!anCtumbuh2an, 'engan menekan semua tin'akan bia'ab $ang khas
manusia.
14
(en#a&ai ko'rat $akni mengembang+sem&urnakan semua kemam&uan manusia sekaligus bahagia 'an
memenuhi kehen'ak 6uhan. 1o'rat manusia sama sekali ti'ak terimbas ke'unia!ian karena tu3uan akhir
manusia a'alah bera'a 'i sisi 6uhan. EB, hal. 1== D 1=1. 1elemahann$a ialah egoisme etis 0sub$ekti%5.
%ahan a)ar tutor',enga)ar etika kedokteran FKUI 200
4
Kaidah #a"ar Moral 2 3gu" Pur/adianto
A% 4ot having, but being '!rich Fromm(%
G% <ebebasan.otonomi subye" sebagai sumber moralitas '<ant(
&H% Pandangan dunia.lebenswelt 'Habermas(
Kaida" dasar Mra# '
1. 6inda"an berbuat bai" 'benefcence(
&;

:eneral bene#cence
&A
8
o melindungi & mempertahan"an ha" yang lain
o mencegah ter$adi "erugian pada yang lain,
o menghilang"an "ondisi penyebab "erugian pada yang lain,
/peci#c bene#cence
&G
8
o menolong orang cacat,
o menyelamat"an orang dari bahaya%
Mengutama"an "epentingan pasien
+H
Memandang pasien."eluarga.sesuatu ta" hanya se$auh
menguntung"an do"ter.rumah sa"it.piha" lain
+&
1-
ERe%ers an a#tion 'one %or the bene%its o% others. Ja'i tin'akan &ositi%. 2arus 'ibe'akan 'engan
beneAolen#e 0#hara#ter trait or Airtue o% being 'is&ose to a#t F5. 6om <. /eau#ham& ; James @. Chil'ress.
Prin#i&les o% /iome'i#al Ethi#s. GH%or' BniAersit$ Press. GH%or'. 1994 0selan3utn$a 'isingkat P/E5, hal
24=. /ene%i#en#e I luas 'ari&a'a non+male%i#en#e karena men#aku& &reAensi &en$ebab kerugian 'an
&enghilangan kon'isi &erugi &asien.
18
/erbuat baik ke&a'a sia&a&un D termasuk E$ang ti'ak kita kenal8 0im&artiall$5, meru&akan etika
normatiAe. P/E hal. 24. D 24,. Contoh * Jakat 2,,K
19
/ermoral bila tin'akan baik 'itu3ukan &a'a &ihak khusus E$ang kita kenal8 * &asien, anak+anak, teman+
teman. P/E, hal. 24.. 2al ini menimbulkan ke!a3iban Emutlak8 &ro%esi, khususn$a se#ara &sikologis.
2=
Setia& tin'akan 'itu3ukan 'emi mema3ukan ke&entingan &enting 'an sah &asien. "asar utama 'ari
altruisme 0&engorbanan 'iri 'emi melin'ungi, men$elamatkan &asien5 'an Eroh8 &ro%esionalisme 0E3an3i8
atau !a3ib men$e3ahterakan &asien 'an membuat 'iri ter&er#a$a. (isal memilihkan ke&utusan terbaik &a'a
&asien $ang ti'ak otonom 0 kurang mam&u memutuskan bagi 'irin$a5, se&erti anak, gangguan 3i!a, ga!at5.
PositiAe bene%i#en#e mem&ers$aratkan in'i#ator tunggal * keuntungan &asien 0mahluk in'iAi'u5. /e'a
'engan utilit$ * boleh a'a kerugian, asal seimbang 'engan keuntungan 0konteks mahluk so#ial5.
Btilitarianisme mem&erluas bene%i#en#e men3a'i * boleh &an'ang bulu 0im&artial obe'ien#e5 asal
berman%aat atau boleh menghukum bila seseorang melanggar aturan.
21
7stilah bene%i#en#e lain$a * bermurah hatiL ke!a3iban atau tugas untuk men$ebarkan kebaikan,
meningkatkan minat $g benar 'ari seseorang, 'an men#egah atau mengatasi keburukan. "okter berlaku
&ro%esional, bersika& 3u3ur 'an luhur &riba'i 0integrit$5, menghormati &asien, &e'uli &a'a kese3ahteraan
&asien, kasih sa$ang, 'e'ikati% mem&erthankan kom&etensi &engetahuan 'an ketram&ilan teknisn$a.
%ahan a)ar tutor',enga)ar etika kedokteran FKUI 200
,
Kaidah #a"ar Moral 2 3gu" Pur/adianto
Ma"simalisasi a"ibat bai"
++
'termasu" $umlahnya J a"ibat*
buru"(
+-
Men$amin nilai po"o" 8 Dapa sa$a yang ada, pantas 'elo"( "ita
bersi"ap bai" terhadapnya5 'apalagi ada yg hidup(%
+0
2. Tida% &!rugi%an atau nonmalefcence .primum non nocere
25

/isi "omplementer benefcence dari sudut pandang pasien,
seperti 8
6ida" boleh berbuat $ahat (evil( atau membuat derita 'harm(
pasien
+7
Minimalisasi a"ibat buru"
+;

<ewa$iban do"ter untu" menganut ini berdasar"an hal*hal 8
- Pasien dalam "eadaan amat berbahaya atau berisi"o
hilangnya sesuatu yang penting
- 9o"ter sanggup mencegah bahaya atau "ehilangan tersebut
- 6inda"an "edo"teran tadi terbu"ti efe"tif
- Manfaat bagi pasien J "erugian do"ter 'hanya mengalami
risi"o minimal(%
4orma tunggal, isinya larangan%
+A
3. K!adi#an
22
"asarn$a a'alah uraian William @rankena. )&a&un situasin$a 0'alam etika situasi ketika mengha'a&i
kasus in'iAi'ual konkrit $ang sering ti'ak men3amin keberlakuan etika umum+abstrak $ang memakai
kai'ah 'eontologi &eraturan5, 'iu&a$akan memun#ulkan akibat baik, a&a&un bentukn$a 0hal ini &a'a
akhirn$a 'ikenal sebagai utilitarianisme5. EB, hal 1=2 D 1=.. Se3alan 'engan ke!a3iban bene%i#en#e * Eone
ought to 'o or &romote goo'8, selain &reAent eAilCharm 'an remoAe eAilCharm. P/E, hal. 19=.
2.
Prinsi& utilitarian. /an$ak berguna untuk &enelitian teknikCobat baru. <ihat kriteria &ro&orsionalitas atau
asas gan'a.
24
Pasien sebagaimana %lora 'an %auna serta ben'a 0alam keseluruhan non manusia5 meru&akan suatu being
0a'a5, $ang 'engan Ma'a8n$a sa3a &atut 'ihormati 'engan sika& baik. EB, hal. 1=8. 9asar hubungan
do"ter*pasien sebagai fduciary relationship a"ibat "eterbatasan diri pasien%'misal
a"alnya belum.tida" berfungsi bai", pada "asus ana"*ana", orang gawat.tida" sadar,
$ompo, dll(%
2,
/eru&a in'i#ator tunggal * menghilangkan 'erita 'engan aturan * larangan untuk berbuat sesuatu, 'i&atuhi
se#ara im&arsial 0tan&a &an'ang bulu5, memberikan 'asar alasan E&erilaku melarang8 tertentu.
24
1e!a3iban nonmale%i#en#e * EGne ought not to in%li#t eAil or harm8. P/E, hal 192. 6i'ak melakukan
mal&raktek etik baik senga3a atau&un ti'ak, se&erti 'okter tak mem&ertahakan kemam&uan eks&ertisn$a
atau mengangga& &asien sebagai komo'iti.6in'akan nomale%i#en#e antara lain menghentikan &engobatan
$ang sia+siaC, atau &engobatan luar biasa 0ti'ak mena!arkan hara&an la$ak 'ari nikmatCkeuntungan5 $akni
&engobatan $ang tak bias 'i&eroleh atau 'igunakan tan&a &engeluaran amat ban$ak, n$eri berlebihan, atau
keti'akn$amanan lainn$a. Juga membiarkan mati 0letting 'ie5, bunuh 'iri 'ibantu 'okter, euthanasia,
senga3a mal&raktek etis.
2-
6i'ak menambah kerentanan &asien 'alam hal 'e&en'ensi, minimn$a inisiati%, hilangn$a &ersistensi 'an
turunn$a ka&asitas mentaln$a."okter ti'ak boleh inkom&eten 'alam ketram&ilan teknis me'is 'an
komunikasi. (en#egah &erlakuan buruk &a'a orang lain.
28
(isaln$a 1= &erintah 6uhan $ang sebenarn$a si%atn$a larangan berbuat 3ahatCmembuat 'erita orang lain
se&erti EJangan membunuh8, 'll. 6erha'a& &asien * 3angan membunuh, 3angan men$ebabkan n$eri atau
men'erita, 3angan menahan 0membuat inka&asitas5, 3angan menga!ali men$erang, 3angan menghalangi
nikmat untuk hi'u&n$a. P/E, hal. 194.
%ahan a)ar tutor',enga)ar etika kedokteran FKUI 200
4
Kaidah #a"ar Moral 2 3gu" Pur/adianto
Treat similar cases in a similar way = justice within morality.
29
Memberi perla"uan sama untu" setiap orang '"eadilan sebagai
fairness(
-H
ya"ni 8
a% Memberi sumbangan relatif sama terhadap "ebahagiaan
diu"ur dari "ebutuhan mere"a '"esamaan sumbangan
sesuai "ebutuhan pasien yang
memerlu"an.membahagia"annya(
-&
b% Menuntut pengorbanan relatif sama, diu"ur dengan
"emampuan mere"a '"esamaan beban sesuai dengan
"emampuan pasien(%
6u3uan * (en3amin nilai tak berhingga setia& &asien sebagai mahluk berakal bu'i
0bermartabat5
.2
, khususn$a * $ang+hak 'an $ang+baik
..
)enis "eadilan 8
a% <omparatif 'perbandingan antar "ebutuhan penerima(
-0
b% 9istributif 'membagi sumber( 8 "eba$i"an membagi"an
sumber*sumber "eni"matan dan beban bersama
-3
, dengan
cara rata.merata, sesuai "eselarasan sifat dan ting"at
perbedaan $asmani*rohaniB secara material "epada
-7
8
/etiap orang andil yang sama
/etiap orang sesuai dengan "ebutuhannya
/etiap orang sesuai upayanya%
/etiap orang sesuai "ontribusinya
/etiap orang sesuai $asanya
29
1eti'aka'ilan N mem&erlakukan berbe'a 0satu baik, satu buruk5 &a'a orang 'engan situasi+kon'isi $ang
miri& sama. 1ea'ilan N ke!a3iban &rima %a#ie untuk memberi &erlakuan sama terha'a& orang lain,
khususn$a 'engan mem&erhatikan kemam&uan 'an kebutuhan orang lain tersebut 'alam men#a&ai harkat
kebahagiaan 'irin$a. 1eti'aka'ilan han$a 'ibenarkan bila ber'asarkan bene%i#en#e atau 3angka &an3ang
se#ara utilitarian menghasilkan kea'ilan $ang lebih besar. EB, hal. 1=4 + 1=,.
.=
John <o#ke men$ebut the 3ust so#iet$ sebagai 3aminan bah!a tak a'a in'iAi'u 'iba!ahkan 'an ter&uruk
0subor'ination or sub3e#tion5. )s&ek %airness ialah &en$ama+rataan, kesetaraan 0eOualit$, the 3ust &erson is
one !ho treats all &erson as eOual5, a##essibilit$ to health #are. 7an 1errii'ge, (i#hael <o!e ; 2ohn
(#Phee. Ethi#s an' <a! %or the 2ealth Pro%essions. So#ial S#ien#e Press, )ustralia, 2==., hal. --.
.1
1ea'ilan N ti'ak menuntut semua orang sama+sama bahagia, namun men#i&takan s$arat+s$arat 0situasi+
kon'isi5 agar orang lain 'a&at bahagia. Contoh * s$arat &enghentian alat /antu na&asC3antung untuk
men#egah %utilit$ 0kesia+siaan me'ik5
.2
(anusia satu+satun$a mahluk berakal bu'i, bukan mesin biologis atau suatu shell berisi &enuh arti%i#ial
intelligent. /erakal bu'i artin$a otonom, berkehen'ak bebas se#ara sa'ar, tan&a tekanan a&a&un.
..
1ea'ilan han$a berlaku bagi manusia sebagai mahluk berakal bu'i 0bermartabat5, be'a 'engan
bene%i#en#e $ang berlaku terha'a& a&a sa3a 0termasuk he!an, tumbuh+tumbuhan 'an ben'a5. 1ea'ilan 'an
bene%i#en#e meru&akan 'ua se3oli $ang saling kom&lementer 'an saling membatasi 'alam %ungsin$a 0bila
satu mun#ul, $ang lain men3a'i s$aratn$a5. EB, hal. 1=4 D 1=-.
.4
1ebutuhan &enerima 'iangga& &etun3uk im&arsial. 1ea'ilan bukan atas 'asar selera 0%aAouritism5 atau
'iskriminasi. "isini 3elas ti'ak a'an$a &en$amarataan buta. Contoh * triage 'alam kega!atan, 'imana
orang $ang ga!at karena kebutuhann$a untuk 'iselamatkan n$a!an$a atau 'ihin'arkan #a#atn$a, !alau
'atangn$a belakangan, toh 'itolong lebih 'ahulu 0ti'ak urut nomorCsesuai kai'ah %airness semata+mata,
karena ini men3a'i &en$amarataan buta5.
.,
(em&ertimbangkan #ost D bene%it ratio &engobatan N membagikan $ang+baik 'an $ang+buruk N berlaku
a'il.
.4
P/E, hal ..=.
%ahan a)ar tutor',enga)ar etika kedokteran FKUI 200
-
Kaidah #a"ar Moral 2 3gu" Pur/adianto
/etiap orang sesuai bursa pasar bebas
c% /osial 8 "eba$i"an mela"sana"an dan memberi"an
"ema"muran dan "ese$ahteraan bersama
-;
8
Utilitarian 8 mema"simal"an "emanfaatan publi" dengan
strategi mene"an"an e#siensi social dan
mema"simal"an ni"mat."euntungan bagi pasien%
-A
Kibertarian 8 mene"an"an ha" "emerde"aan social I
e"onomi 'mementing"an prosedur adil J hasil
substantif.materiil(%
-G
<omunitarian 8 mementing"an tradisi "omunitas
tertentu
0H
!galitarian 8 "esamaan a"ses terhadap ni"mat dalam
hidup yang dianggap bernilai oleh setiap individu
rasional 'sering menerap"an criteria material "ebutuhan
dan "esamaan(%
0&
d% Hu"um 'umum( 8
6u"ar menu"ar 8 "eba$i"an memberi"an . mengembali"an
ha"*ha" "epada yang berha"%
pembagian sesuai dengan hu"um 'pengaturan untu"
"edamaian hidup bersama( mencapai "ese$ahteraan
umum%
0+
4. Otn&i +self-determination,
-.
.-
(elatarbelakangi teori pendu"ung "eadilan distributive, P/E , hal .24
.8
Contoh * meneta&kan alokasi anggaran kesehatan 'engan &rioritas tertentu se&erti P)<? 0Oualit$
a'3uste' li%e+$ears5, ber'asarkan usia, 'll. Contoh lain * &eneta&an &erlakuan &asien &a'a kelangkaan
sumber+sumber 0meli&uti taha&+taha& stan'ar substansi 'an aturan &rose'ural, skrining a!al resi&ien
&otensial, %a#tor konstituen, &ros&ek sukses, seleksi %inal &asien, &eman%aatan me'ik, mekanisme
im&ersonal kesem&atan 'an antri, keman%aatan so#ial 'll5.
.9
Pokok utama a'alah kebebasan memilih 0in'iAi'ual5 'an &riAatisasi 0ke&emilikan5 melalui 3aminan
berlangsungn$a &rose'ur a'il 0'alam &emerolehan, &emin'ahan 'an &emba$aran ganti rugi5. <ihar Robert
oJi#k, P/E, ..4 D ..-.
4=
(ementingkan nilai 'an stan'ar tra'isional E$ang+baik8 mas$arakat, &luralitas 'an soli'aritas 0keba3ikan
ke&e'ulian in'iAi'ual bersama moralitas sosial5.
41
)'alah rasional 'an 'i&ilih oleh sia&a&un, bah!a a'il N &rinsi& memaksimalkan batas 0&la%on5 minimum
nikmat &rimer 'emi men3amin ke&entingan Aital &a'a situasi $ang memburuk. 7m&likasi teori John Ra!ls.
1esamaan %air terha'a& &eluang sehat namun mengatasi keti'aksamaan genetisCko'rati. (isal alokasi 'ana
&uskesmas lebih besar untuk men$ehatkan mas$arakat miskinC&aling tertinggal su&a$a sama &eluang
sehatn$a 'engan mas$arakat ka$a N a'il. 1e&emilikan utama &rimer se&erti 3en'er, ras, 7P, keturunan, asal
muasal kebangsaan, status so#ial tak bias men3a'i %a#tor alas an &embagi. E1e&a'a setia& orang sesuai
'engan 3enis kelaminn$a FF8, 3elas ti'ak a'il. P/E, hal. .4= D .41.
42
Criminal 3usti#e 0&en3atuhan sanksi &i'ana bagi ter&i'ana5 'an re#ti%i#ator$ 3usti#e 0&emberian
kom&ensasi &elanggaran transaksiCkontrak, melalui hokum &er'ata5. P/E , hal .2-.
4.
1e&ustakaan lain men$ebut kai'ah ini lebih luas sebagai E&re%eren#es o% &atients8 $ang melihat &asien
sebagai sosok manusia otentik 'engan rasionalitas tertentu <ihat )onsen, ).R., Siegler, (, Winsla'e, W.J.
02==25. Clini#al Ethi#s. ) Pra#ti#al )&&roa#h to Ethi#al "e#isions in Clini#al (e'i#ine. (#>ra!+2ill. e!
?ork.
%ahan a)ar tutor',enga)ar etika kedokteran FKUI 200
8
Kaidah #a"ar Moral 2 3gu" Pur/adianto
Pandangan <ant 8 otonomi "ehenda" C otonomi moral ya"ni 8
"ebebasan bertinda", memutus"an 'memilih( dan menentu"an
diri sendiri sesuai dengan "esadaran terbai" bagi dirinya yang
ditentu"an sendiri tanpa hambatan, pa"saan atau campur*
tangan piha" luar 'heteronomi(, suatu motivasi dari dalam
berdasar prinsip rasional atau self-leislation dari manusia%
00
Pandangan )% /tuart Mill 8 otonomi tinda"an.pemi"iran C otonomi
individu, ya"ni "emampuan mela"u"an pemi"iran dan tinda"an
'merealisasi"an "eputusan dan "emampuan mela"sana"annya(,
ha" penentuan diri dari sisi pandang pribadi%
03

Menghenda"i, menyetu$ui, membenar"an, mendu"ung,
membela, membiar"an pasien demi dirinya sendiri C otonom
'sebagai mahlu" bermartabat(%
07
9idewa*dewa"an di ,nglo*,merican yang individualismenya
tinggi
0;
%
<aidah i"utannya ialah 8 Tell the truth, hormatilah ha" privasi
liyan, lindungi informasi "on#densial, mintalah consent untu"
intervensi diri pasienB bila ditanya, bantulah membuat "eputusan
penting%
!rat ter"ait dengan do"trin informed*consent
0A
, "ompetensi
'termasu" untu" "epentingan peradilan(, penggunaan te"nologi
baru, dampa" yang dima"sud"an (intended! atau dampa" ta"
lai"*bayang 'foreseen e"ects(, lettin die%
Pada eti"a teonom, yang mewa$ib"an adanya perintah 6uhan, ada nilai
dasar moral utama ya"ni 8 "etuhanan 'tida" dia"ui.die"splisit"an bagi
penganut pandangan se"uler(
9asar dan se"aligus tu$uan seluruh eti"a 'bagi pandangan
teologis.non*se"uler(
Menempat"an !< sebagai tuntutan 'postulat( "odrat% Melanggar
!< C memper"osa "odrat manusia%
Menu$u nilai "ebenaran "edo"teran ya"ni penga"uan 8
44
Ciri khusus ialah kesukarelaan, tan&a &aksaan atau mani&ulasi.
4,
Ciri khusus ialah memahami &ers&ekti% &asien, menolong ia bermus$a!arah, men#oba mem&ersuasi
&asien, negosiasi ren#ana tera&i timbal balik, ter&aut 'alam 'iskusi 'engan &asien, mem&ersilahkan &asien
memutuskan.
44
Pembuatan testamenC!asiat * 3angan #oba resusitasi 0")R5, 3angan resusitasi 0'o not resusitate5
4-
Prinsi& ini oleh Engelhar't 'iangga& lebih 'i'ahulukan 'iban'ingkan sika& berbuat baik. Robert :eat#h.
(e'i#al Ethi#s. hal .-.
48
/ebera&a &engertian * &ersetu3uan terha'a& an3uran 'okter, kekuasaan menolak interAensi, kekuasaan
memilih 'iantara alternati%+alternati% 'an saling an'il 'alam &embuatan ke&utusan 0share' 'e#ision
making5. Penolakan in%orme' #onsent &a'a * &asien ti'ak memahami in%ormasi, ti'ak mau memutuskan,
memilih ke&utusan berla!anan 'engan ke&entingan terbaikn$a. Perke#ualian * 'iba!ah &engam&uan,
im&lie' #onsent &a'a ga!at 'arurat, thera&euti# &riAilege 0menahan in%ormasi 'emi men#egah &erburukan
&asien5, !aiAer 0men$erahkan hak ke 'okter5.
%ahan a)ar tutor',enga)ar etika kedokteran FKUI 200
9
Kaidah #a"ar Moral 2 3gu" Pur/adianto
a% ,danya 6uhan 8 perintah men$alan"an !< adalah Dperintah
6uhan5 .habbluminnallah%
b% ,danya "ebebasan "ehenda"
c% ,danya "eabadian $iwa
/elain 0 prinsip atau "aidah dasar moral tersebut, di"enal prinsip
2turunan2nya
0G
dengan nilai*nilai seperti 8
&% =erani ber"ata benar."e$u$uran 'veracity( 8 truth telling
3H
+% <esetiaan '#delity( 8 "eep promise
-% Privacy 'dari otonomi dan bene#cence(
3&
0% <on#densialitas%
3+
3% Menghormati "ontra" 'per$an$ian(
7% <etulusan 'honesty( 8 tida" menyesat"an informasi "epada
pasien atau piha" "etiga seperti perusahaan asuransi,
pemerintah, dll%
;% Menghindari membunuh
D!ra/at %!t!garan %aida" dasar &ra#
<9M dapat merupa"an suatu hal tersendiri 'disebut tegar(, namun
dapat saling bertu"ar sehingga dapat pula merupa"an suatu
"esinambungan 'tida" tegar(% <etegaran tersebut bergantung pada 8
&% Kegalisme 'prinsip moral tergantung pada hu"um.nilai utama
lainnya(
+% ,bsolut
-% Prima facie 'prinsip harus dipatuhi, namun dapat bertu"ar se$auh
ada "epentingannya seperti prinsip lain yang lebih "uat atau ada
alasan "uat untu" pengecualiannya
3-
(
0% Relatif
3% ,ntinomianisme 'prinsip moral tida" tergantung pada
hu"um.nilai utama lainnya(
K!)!r#a%uan !ti%a %!d%t!ran s!)agai nr&a '
49
/eau#ham& ; Chil'ress 019945,. Prin#i&les o% (e'i#al Ethi#s.
,=
"eriAat otonomi. (isal * men#egah &en$esatan terha'a& &asien
,1
Selain melin'ungi hal+hal $ang bersi%at &riba'i $ang unikCotentik 'ari &asien, 3uga lebih
mengutamakanCmemenangkan &asien 'alam men3aga rahasian$a atau ketika berkon%lik akan membuka
in%ormasi 'irin$a ke&a'a &ihak lain.
,2
(enghormati &riAasi &asien. Ciri lain * men$embun$ikan i'entitas &a'a &resentasi kasus, ti'ak bergosi&,
membuka sebagian rahasia ke&a'a orang $ang &e'uli se&erti anggota keluarga, sahabatCkerabat, &ersL
membiarkan in%ormasi &eka &a'a #atatan me'ik, membuka 'emi &ihak ketiga, &eringatan ke&a'a &artner
0ke!a3iban atau harus minta i3in terlebih 'ahulu5. 'll
,.
/ernar' <o. ResolAing Ethi#al "ilemmas. ) >ui'e %or Clini#ians. Williams ; Wilkins. /altimore. 199,.
hal. 2=
%ahan a)ar tutor',enga)ar etika kedokteran FKUI 200
1=
Kaidah #a"ar Moral 2 3gu" Pur/adianto
&% =ersyarat 'hipotetis( C teleologis
30

betul tida"nya tinda"an bergantung pada a"ibat*a"ibatnya%
33
o bila a"ibat bai" 8 wa$ibB
o bila buru" 8 haram%
henda" dicapai tu$uan "edo"teran tertentu namun tetap dalam
bing"ai Dmempertahan"an martabat "emanusiaan5 'bu"an
tu$uan asal*asalan(%
dasar 8 pengalaman 'efe"tif I e#sien(%
<elemahan 8 menghilang"an dasar pembawa "epastian etis,
tida" ber"etegasan, pemicu Dtu$uan menghalal"an cara5%
+% 6ida" bersyarat '"ategoris( C deontologis
37
6ida" bergantung pada tu$uan tertentu
=etul tida"nya tinda"an bergantung pada perbuatan.cara
bertinda" itu sendiri, bu"an pada a"ibat tinda"an%
3;
9asar 8 "ewa$iban."eharusan mutla".absolut atau D"ewa$iban
demi "ewa$iban5%
3A

<elemahan 8 pemicu fanatisme buta, tida" luwes dalam
per"embangan $aman, tida" mampu memecah"an dilema etis%
D%trin E0!% Ganda
!fe" buru" ter"adang secara moral dapat diterima "eti"a a"an
memuncul"an efe" bai"% 4amun memerlu"an sederet alasan tertentu%
Hal ini berguna untu" eti"a teleologis%
Contoh 8 ,na""u perlu se"olah, istri"u perlu bersole", suami"u perlu
ber"arir% /emua perlu duit% /ementara mencapai D#trah5 tadi, boleh"ah
melanggar !< 'Dpasien diobye"in5(L
)awaban 8 DA1as A%i)at Rang%a* 2 Prinsi* Ganda3 s!)agai
*at%an 4ang ta% )#!" di#anggar5 4a%ni '
a"ibat buru" tersebut tida" diingin"an 'bu"an ma"sud . tu$uan yang
po"o"(B
perbuatan itu sendiri secara intrinsi" ta" boleh bersifat buru".$ahat
'"arena berbuat buru" manapun ta" pernah ditolerir(%
a"ibat bai" ta" boleh diperoleh dari sebab yang buru".$ahat 'a"ibat
buru" ta" boleh men$adi sarana mencapai efe" bai"(, "arena
,4
0telo" C?N tu3uan5
,,
Contoh * tu3uan men$elamatkan n$a!a ibu hamil ga!at 'engan melakukan terminasi kehamilan
3aninn$a.
,4
'deon .E C yang diwa$ib"an(
,-
Contoh * 'okter harus menghormati manusia se3ak saat &embuahan.
,8
6ra'isi etika ke!a3iban 1antian. /an'ingkan 'engan istilah "ri$arkara * Di"atan yang
membebas"an5 '"ewa$iban tadi bila di"er$a"an, do"ter a"an merasa Dlega.plong5 dan
terbebas dari beban apapun(%
%ahan a)ar tutor',enga)ar etika kedokteran FKUI 200
11
Kaidah #a"ar Moral 2 3gu" Pur/adianto
dengan sendirinya yang buru" di"ehenda"i secara langsung demi "e
yang bai"% 6u$uan bai" tida" membenar"an cara*cara 'sarana( $ahat%
,lasan "uat 'proporsional( bahwa a"ibat bai"nya lebih "uat.penting
daripada a"ibat buru" 'harus melewati permenungan lebih dulu(
bila ta" ada cara lain yang lebih tepat% Manfaat J mudharatnya%
<riteria Proporsionalias Richard Mc Cormi" 'proporsional ta" sama
dengan aritmeti"a( 8
4ilai berperanan minimal sama penting dengan nilai yang telah
di"orban"an%
6a" ada cara yang "urang.tida" merugi"an untu" mencapai efe"
bai" dima"sud%
Cara mencapai nilai terma"sud tida" boleh merusa" nilai awal di
"emudian hari%
K!sadaran &ra# dan tanggung/awa)
<esadaran moral atau "esadaran a"an "ewa$iban mutla" dan
tanpa syarat adalah suara hati 'insan "amil( yang muncul.tampa" atau
menyata"an diri secara uni"."has do"ter sebagai orang per orang%
Melalui D$embatan5 rasionalitas '"emasu"*a"alan(, suara hati do"ter
dapat berubah men$adi tanggung$awab%
Unsur "esadaran moral do"ter adalah sebagai beri"ut
3G
8
<ewa$iban mutla" yang membebani do"ter
Pela"sanaan "ewa$iban mengi"at setiap do"ter
<ewa$iban tersebut masu" a"al dan laya" disetu$ui
Mengambil "eputusan mela"sana"an "ewa$iban tadi atau tida"
adalah tanggung $awab do"ter tersebut
9o"ter tadi se"aligus "emudian menentu"an nilai dirinya sendiri
/tru"tur "esadaran moral do"ter ialah 8
<ewa$iban moral bersifat mutla"
Rasionalitas
6anggung$awab subye"tif do"ter tersebut

9engan demi"ian, "eti"a suara hati do"ter mempertimbang"an suatu
pernyataan moral 'atas dasar "enyataan obye"tif yang disuara"an
dalam hati.internalisasi sebagai omongan Dsaya5 atau Dorang
pertama5( tertentu
7H
dengan memutus"an secara benar 'C bertinda"
etis( atau "eliru 'C ada "emung"inan bertinda" tida" etis, tergantung
situasinya(, disitu otomatis mele"at tanggung$awab dari do"ter
tersebut% 9emi"ian pula "eti"a suara hati do"ter tadi menilai perila"u
,9
@rans (agnis Suseno. Etika Bmum. 1anisius. Jakarta, hal 22 D 24.
4=
Pern$ataan moral a'alah ob$ek etika $ang berisi eAaluasi kesesuaian norma ta'i 'engan norma moral.
Pern$ataan moral umumn$a berisi &ern$ataan ke!a3iban. EB, hal 1,.
%ahan a)ar tutor',enga)ar etika kedokteran FKUI 200
12
Kaidah #a"ar Moral 2 3gu" Pur/adianto
'professional conduct.misconduct( se$awat lainnya sebagai bai"*buru",
$ahat*suci, bertanggung$awab*biadab, pantas*laya" ditegur, dll
sebagai penilaian moral tertentu, coco" atau tida" dengan nilai*nilai
yang dianutnya 'termasu" nilai umum profesi(%
7&


Nr&a da#a& !ti%a %!d%t!ran +EK, '
Merupa"an norma moral yang hirar"inya lebih tinggi dari norma
hu"um dan norma sopan santun 'pergaulan(
7+

Fa"ta fundamental hidup bersusila 8
!ti"a mewa$ib"an do"ter secara mutla", namun se"aligus tida"
mema"sa% )adi do"ter tetap bebas,% =isa menaati atau masa bodoh%
=ila melanggar 8 insan "amil '"esadaran moral C suara hati(nya
a"an menegur sehingga timbul rasa bersalah, menyesal, tida"
tenang%
Si0at EK '
&% !ti"a "husus 'tida" sepenuhnya sama dengan eti"a umum(
+% !ti"a sosial '"ewa$iban terhadap manusia lain . pasien(%
-% !ti"a individual '"ewa$iban terhadap diri sendiri = selfmposed#
$elfoplein(
0% !ti"a normatif 'mengacu "e deontologis, "ewa$iban "e arah
norma*norma yang sering"ali mendasar dan mengandung 0 sisi
"ewa$iban = esinnun ya"ni diri sendiri, umum, teman se$awat
dan pasien."lien & masyara"at "husus lainnya(
3% !ti"a profesi 'biasa(8
bagian eti"a sosial tentang "ewa$iban & tanggung$awab
profesi
bagian eti"a "husus yang mempertanya"an nilai*nilai, norma*
norma."ewa$iban*"ewa$iban dan "eutamaan*"eutamaan moral
/ebagian isinya dilindungi hu"um, misal ha" "ebebasan untu"
menyimpan rahasia pasien.rahasia $abatan
'verschoninsrecht!
Hanya bisa dirumus"an berdasar"an pengetahuan &
pengalaman profesi "edo"teran%
Untu" men$awab masalah yang dihadapi 'bu"an eti"a apriori(B
"arena telah berabad*abad, yang*bai" & yang*buru" tadi
41
Penilaian &erilaku manusia tertentu sebagai baik+buruk masuk 'alam ob$ek etika sebagai &enilaian
moral. EB, hal . 1,.
42
Etika sebagai hokum alamCko'rat meru&akan Epunca" segitiga5 tatanan ho"um 'Hans
<elsen(, "arena merupa"an sumber material ho"um% 6radisi Hippocrates yang ribuan
tahun silam merupa"an sumber hu"um "edo"teran% Hu"um "edo"teran yang
bertentangan dengan eti"a a"an "ehilangan nilai*nilai hu"umnya 'Dcacat moral5(%
Pandangan eti"olegal memberi legitimasi do"ter berha" membahas ho"um
"edo"teran "ontemporer%
%ahan a)ar tutor',enga)ar etika kedokteran FKUI 200
1.
Kaidah #a"ar Moral 2 3gu" Pur/adianto
dituang"an dalam "ode eti" 'sebagai "umpulan norma atau
moralitas profesi(
si 8 + norma po"o" 8
si"ap bertanggung$awab atas hasil pe"er$aan dan dampa"
pra"te" profesi bagi orang lainB
bersi"ap adil dan menghormati Ha" ,sasi Manusia 'H,M(%
7% !ti"a profesi luhur.mulia 8
si 8 + norma eti"a profesi biasa ditambah dengan 8
=ebas pamrih '"epentingan pribadi do"ter M "epentingan
pasien( C altruisme%
,da idealisme 8 te"ad untu" mempertahan"an cita*cita
luhur.etos profesi C lNesprit de corpse pour oOcium nobile
;% Ruang ling"up "esadaran etis 8 prihatin terhadap "risis moral
a"ibat pengaruh te"nologisasi dan "omersialisasi dunia "edo"teran%
K!si&*u#an '
=ioeti"a "edo"teran merupa"an salah satu eti"a "husus dan
eti"a sosial dalam "edo"teran yang memenuhi "aidah pra"siologi"
'pra"tis( dan #lsafat moral 'normatif( yang berfungsi sebagai pedoman
'das sollen( maupun si"ap "ritis re@e"tif 'das sein(, yang bersumber
pada 0 "aidah dasar moral beserta "aidah turunannya% <aidah dasar
moral bersama dengan teori eti"a dan sistemati"a eti"a yang memuat
nilai*nilai dasar eti"a merupa"an landasan eti"a profesi luhur
"edo"teran% Pemahaman awal "aidah dasar moral a"an menimbul"an
"esadaran moral, yang dengan latihan dan paparan terhadap "asus*
"asus "edo"teran yang sebelumnya dan ber"embang di masa
mendatang diharap"an a"an membe"ali "emampuan re@e"tif*analiti"
do"ter, termasu" mahasiswa "edo"teran, yang dengan me"anisme
pendidi"an dalam rang"a saling mengingat"an terus menerus dan
mencegah penyimpangan 'amar maNruf I nahi mung"ar( antar anggota
profesi pada a"hirnya a"an menumbuh"an tangung$awab etis sesuai
dengan moralitas profesi "edo"teran% 6anggung$awab etis yang
merupa"an suara hati seorang do"ter a"an mempertahan"an perila"u
etis seluruh anggota profesi agar "orps do"ter "e depan tetap
merupa"an profesi mulia dengan setiap anggotanya masing*masing
memili"i "esucian hati nurani%
K!*usta%aan '
&% =eauchamp, 6%K% & Childress, )%F '&GG0(,% Principles of =iomedical
!thics% >1ford University Press% >1ford%
%ahan a)ar tutor',enga)ar etika kedokteran FKUI 200
14
Kaidah #a"ar Moral 2 3gu" Pur/adianto
+% )onsen, ,%R%, /iegler, M, Pinslade, P%)% '+HH+(% Clinical !thics% ,
Practical ,pproach to !thical 9ecisions in Clinical Medicine%
Mc:raw*Hill% 4ew Eor"%
-% Ko, =% '&GG3(% Resolving !thical 9ilemmas% , :uide for Clinicians%
Pilliams & Pil"ins% =altimore% %
0% Robert C% /olomon% '&GA0(% !ti"a, /uatu Pengantar% !rlangga%
)a"arta%
3% Robert Qeatch% '&GAG( Medical !thics% Jones ; /artlett Publisher.
/oston.
7% /useno, F%M% Mimeograf <uliah !ti"a% Program Pascasar$ana
Filsafat U% +HHH%
;% von Magnis, F%M '&GA0(% !ti"a Umum% <anisius% )a"arta%
A% PebsterRs 4ew 9ictionary of /ynonyms% '&GA0(% /pring#eld, M, 8
Merriam*Pebster%
%ahan a)ar tutor',enga)ar etika kedokteran FKUI 200
1,