Anda di halaman 1dari 7

IL

Menimbang:
q
b.
I\{engingat : 1.
TUAHKOTA PATHTHBA}IG
PERATURAN WALIKOTA PALEMtsANG
NOMOR ZZ TAHUN 2A:3
TENTANG
PENGELOLAAN AIR I"IN{BAH DOSIESTIK
DENGAN RAHI\,IAT TUHAN YANG h4AHA ESA
WALIKOTA PALENIBANG,
bahwa dengan semakin pesatnya pembangunan
rnengakibatkan peningkatan
jumlah
limbah cair khususnya
limbah cair domestik;
bahwa dalam rangka metrindr.lngi fungsi lingkungan hidup
dan rnengurangi beban pencernar air dan tanah di wilayahr
Kota Palerrbang, sejaian dengan surat dari Ken'lenterian
Lingkungan F{idup Republik trndonesia Nomor 8-139261
MENLH/PDAL/ 1212A13 tanggal 17 Desember 2013 perihal
Fernbangunan sarana pengolahan air Limbah, penlu mengatur
pengelolaan air limbah domestik;
bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud
dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Feratr.lran
Walikota Palembang tentang Pengeloiaan Air Limbah
Domestik;
Undang-Undang Nornor 28 Tahun 1,959 tentang Pemtrentukan
Daerah Tingkat II dan Kotapraja di Sumatera Selatan
(l,embaran Negara Republik Indonesia Tahun 1959 i{omor 73,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 1821);
Und.ang-Und.ang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Fernerintahan
Daerah
{Lerrrbaran
l{egara Republik Indonesia Nomor 125,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nornor 4437)
sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan
Undang-Undang Nornor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan
Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2AA4 tentang
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Repllblik Indonesia
Nomor 59 Tahun 2008, Tambahan Lembaran l.fegara Republik
trndonesia l,lomor a8a4];
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan
dan Pengelolaan Lingkungan F{idup (Lembaran Negara
Republik trndonesia Tahun 2OO9 Nomor 74O, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5059);
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nornor 16/PRT/M/2008
tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengerribangan
Sistern PengeloJ.aan Air Limbah Domestik Permukirnan (KSI$F-
CT] A T T)\.
2.
3.
A
-'f.
7.
8.
2
5. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2012 tentang Izin
Lingkungan (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2Ol2 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Repubiik
Indonesia Nomor 5285);
6. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 112 Tahun 2O03
tentang Baku Mutu Limbah Cair Domestik;
Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 1 Tahun 2OIO
tentang Tata Laksana Pengendalian Pencemaran Air;
Peraturan Daerah Kota Palembang Nomor 26 Tahun 2oll
tentang Pembinaan dan Pengawasan Pembuangan Limbah
Cair (Lembaran Daerah Kota Palembang Tahun 2All
Nomor 85);
9. Peraturan Daerah Kota Palembang Nomor 3 Tahun 2013
terrtang lzin Lingkungan (Lembaran Daerah Kota Palembang
Tahun 2OI3 Nomor 3);
MEMUTUSKAN:
PERATURAN WALIKOTA TENTANG PENGELOLAAN AIR LIMBAH
DOMESTIK
Menetapkan:
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalarn Peraturan Walikota ini yang dimaksud dengan:
1. Kota adalah Kota Palembang.
2. Pemerintah Kota adalah Pemerintah Kota Palembang.
3. Walikota adalah Walikota Palembang.
4. Badan adalah suatu bentuk badan usaha yang meliputi
perseroan terbatas, perseroan komandite, perseroan lainnya,
badan usaha milik Negara atau daerah dengan nama dan
bentuk apapun, persekutuan, perkumpulan, firma, kongsi,
koperasi, yayasan atau organisasi yang sejenis, lembaga, dana
pensiun, bentuk usaha tetap serta badan usaha lainnya.
5. Penanggung Jawab Usaha adalah pengembang/pemrakarsa
kegiatan.
6. Izirr Mendirikan Bangunan yang selanjutnya disingkat IMB
adalah perizinan yang diberikan oleh pemerintah daerah
kepada pemilik bangunan gedung untuk membangun baru,
mengubah, memperluas, dan/atau mengurangi bangunan
gedung sesuai dengan persyaratan administratif dan teknis
yang berlaku.
7. Sertifikat Laik Fungsi yang selanjutnya disingkat dengan SLF
adalah sertifikat yang diberikan oleh pemerintah daerah
terhadap bangunan gedung yang telah dibangun dan telah
memenuhi persyaratan kelaikkan fungsi bangunan
bendasarkan hasii pemeriksaan kelaikkan fungsi bangunan
gedung sebagai syarat untuk dapat dimanfaatkan.
8. Izin Pembuangan Limbah Cair yang selanjutnya disingkat IPLC
adalah izin yang diberikan bagi kegiatan-kegiatan usaha yang
membuang limbah cair ke badan penerima.
3
9. Tanda Daftar Usaha Pariwisata yang selanjutnya disingkat
TDUP adalah dokumen resmi yang membuktikan bahwa usaha
kepariwisataan yang dilakukan pengusaha telah tercantum di
dalam Daftar Usaha Kepariwisataan.
lo.Ain Limbah Domestik adalah air limbah yang berasal dari
usaha dan/atau kegiatan perumahan/permukiman, rumah
makan, perkantoran, perniagaan, mall, apartemen, laundry,
cucian mobil dan asrama baik berrrpa grey water maupun
black water.
1 1. Grey water adalah limbah rumah tangga non kakus yaitu
bu.angan yang berasal dari kamar mandi, dapur (sisa
makanan) dan tempat cuci.
12.Black water adalah istilah yang digunakan untuk air limbah
yang mengandung kotoran manusia.
13.Effluent adalah air limbah yang dibuang ke badan air
penerima/lingkungan.
l4.Instalasi Pengolahan Air Limbah yang selanjutnya disingkat
IPAL adalah tempat pengolahan air limbah domestik sehingga
memenuhi baku mutu yang ditetapkan.
15.Instalasi Pengolah Lumpur Tinja yang selanjutnya disingkat
IPLT adalah tempat pengolahan air limbah domestik lumpur
tinja sehingga memenuhi baku mutu yang ditetapkan
16.Sistem Pembuangan Air Limbah Setempat yang selanjutnya
disebut Sistem Setempat adaiah sistem pengelolaan air limbah
domestik secara individual yang pengelolaannya terietak dalam
satu tempatllokasi, seperti septi tank, Instalasi Pengolahan Air
Limbah (IPAL) indiuidual lainnya.
17.Sistem Pembuangan Air Limbah Terpusat yang selanjutnya
disebut Sistem Terpusat adalah sistem pembuangan air
limbah ke
jaringan pipa yang dialirkan kesatu tempat
pengolahan untuk diolah sampai air limbah tersebut
memenuhi baku mutu pada waktu dibuang ke lingkungan,
yang terdiri dari sistem terpusat berskala komunitas
(komunal), kawasan dan kota.
l8.Sistem Terpusat Berskala Komunitas adalah sistem terpusat
dimana pengolahan air iimbah domestiknya berasal dari
buangan beberapa rumah di satu lingkungan perumahan
teratur atau pada satu atau dua rukun tetangga dimana
pengelolaannya diarahkan berbasis pada pemberdayaan
masyarakat.
l9.Perumahan Teratur adalah kelompok perumahan dengan tata
letak bangunan yang teratur dan terencana.
BAB II
MAKSUD, TUJUAN DAN SASARAN
Pasal 2
Maksud pengelolaan Air Limbah Domestik adalah melindungi
dan meningkatkan kualitas air tanah dan air permukaan agar
dapat memenuhi kebutuhan air bersih dan pelestarian fungsi
lingkungan hidup untuk mewujudkan kota yang sehat.
T\rjuan pengelolaan Air Limbah Domestik adalah untuk
mencegah dan menanggulangi pencemaran air dan tanah
(1)
(2)
4
(3) Sasaran Pengeloiaan Air Limbah Domestik adalah membatasi
bahan pencemar yang ditenggang/ditoleransi masuk ke daiarn
air yang disebabkan oleh limbah domestik yang akan dibuang
ke saluran Kota/Badan air penerima.
BAB III
PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK
Pasal 3
Pengelolaan air limbah domestik berlaku bagi semua kawasan
perumahan, kawasan perkantoran, kawasan perniagaan, mall,
asrama/ rumah kos, laundry, cucian mobil, rumah makan,
apartemen dan rumah susun.
Pasal 4
Sistem yang digunakan daiam Pengelolaan Air Limbah Domestik
meliputi:
a. IPAL Sistem Terpusat Berskaia Komunitas, kawasan, dan kota;
b.IPAL Sistem Setempat; dan
c.IPLT.
Pasal 5
(1) Dalam pengelolaan Air Limbah Domestik diperlukan prasarana
dan sarana.
(2) Prasarana dan sarana pengelolaan Air Limbah Domestik
Sistem Terpusat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf a
meliputi:
a. instalasi pembuangan individu;
b. instalasi pengolahan awal;
c. perpipaan untuk menyalurkan air limbah;
d. IPAL;
e. saluran pembuangan Effluent ke badan air; dan
f. penyedotan serta pengangkutan lumpur tinja ke IPLT bagi
IPAL skala kawasan.
(3) Prasarana dan sarana pengelolaan Air Limbah Domestik
Sistem Setempat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4
huruf b meliputi:
a. i.nstalasi pembuangan individu;
b. instalasi pengolahan individu;
c. pembuangan Effluent ke lingkungan; dan
d. penyedotan dan pengangkutan lumpur tinja ke IPLT.
(4) Prasarana dan sarana pengolahan Air Limbah Domestik
disediakan oleh pengembang/ pemrakarsa.
(5) Operasional dan pemeliharaan IPAL Sistem Setempat maupun
Sistem Terpusat menjadi tanggung
jawab
pengguna dan
pengelola IPAL.
(6) Operasional dan manajemen yang dibangun dan dilaksanakan
oleh Pemerintah Kota dapat dilakukan dengan bekerjasama
dengan pihak swasta.
Pasal 6
(1) Semua kawasan Perumahan Teratur, kawasan perkantoran,
ka.wasan perniagaan, mall, asrama/ rumah kos, laundry,
cucian mobil, rumah makan, apartemen dan rumah SuSLln
wajib mengelola Air Limbah Domestik sampai memenuhi Baku
Mutu Air Limbah yang berlaku sebelum dibuang ke saluran
urnum/ drainase Kota.
(2) Untuk kawasan perumahan teratur wajib mempunyai IPAL
dengan sistem sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan
Walikota ini.
(3) Perencanaan IPAL Domestik merupakan persyaratan dalam
proses menerbitkan IMB, IPLC dan izin pariwisata.
(4) IMB IPAL termasuk satu kesatuan dengan IMB.
(5) IPAL harus ada pada saat pengajuan SLF.
tsAB IV
PENGAWASAN AIR LIMBAH DOMBSTIK
Pasal 7
(1) Pemerintah Kota melakukan pengawasan terhadap IPAL
Setempat yang teiah dibangun.
(2) Pemerintah Kota wajib secara berkala paling rendah 6 (enam)
bulan sekali setiap tahun melakukan pemantauan terhadap
kualitas pengolahan air limbah Sistem Terpusat.
BAB V
PERSYARATAN TEKNIS PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK
Pasal 8
(1) Setiap Penanggung Jawab Usaha dan/atau kegiatan
permukiman/Perumahan Teratur, rumah makan,
perkantoran, perniagaan, mall, apartemen, rumah sus1ln,
astrama, pencucian mobil dan laundry wajib:
a. merancang IPAL domestik yang didasarkan pada besaran
populasi penghuni bangunan dan
jenis peruntukan
bangunan, meliputi sistem pengolahan air yang diiakukan
berdasarkan kajian teknis dari pengembang/pemrakarsa;
b. melakukan pengolahan Air Limbah Domestik sebagaimana
dimaksud dalam huruf a sehingga mutu Air Limbah
Domestik yang akan dibuang ke lingkungan tidak
melampaui baku mutu air iimbah yang ditetapkan;
c. membuat saluran pembuangan Air Limbah Domestik
tertutup dan kedap air sehingga tidak terjadi perembesan
air limbah ke lingkungan; dan
d. membuat sarana pengambilan sampel pada out'Let unit
pengolahan air limbah.
(2) IPAL Sistem Setempat wajib menggunakan instalasi yang
memenuhi standar kelayakan teknis.
Pasal 9
Peraturan Walikota ini mulai berlaku pada tanggai diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan
Peraturan Walikota ini, dengan penempatannya dalam Berita
Daerah Kota Palembang.
Ditetapkan di Pale
(,
b
pada tanggal 1 A6ir 2ot4
WALIKOTA LEMBANG,
MI HERTON
Dir.rndangkan di Palembang
pada tanggat ? Afil 2AL4
SEKRETARIS DAERAH
KOT4 PALEMBANG,
BERITA
K HIDAYAT
DAERAH KOTA PALEMBANG TAHUN 2014 NOMOR
U
23
!
LAMPIRAN
PERATURAN WALIKOTA PALEMBANG
NOMOR
2'
TAHUN 2OI4
TENTANG
PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK
A. Bangunan yarlg wajib membuat IPAL Domestik Sistem Terpusat
No. Jenis Kesiatan Besaran
1. Perumahan > 100 unit
2. Asrama/Rumah Kos
>
50 kamar
3. Apartemen
>
50 kamar
Bangunan di luar kriteria huruf A wajib membuat IPAL dengan Sistem
Setempat.
B.
ROMI HERTON