Anda di halaman 1dari 7

Pengungkapan kepada siapa ?

Jika mengutip FASB :


Pelaporan keuangan seharusnya menyediakan informasi yang berguna bagi investor dan kreditor yang
sekarang dan yang potensial serta para pemakai lain dalam mengambil keputusan investasi ,kredit,
dan keputusan serupa secra rasional.
Pemegang saham dan kreditor kadang kadang,mungkin juga mengambil keputusan yang
menyangkut pengangkatan,pencatatan, dan kompensasi manajemen serta persetujuan atau penolakan
atas perubahan-perubahan besar dalam kebijakan perusahaan.
Pengungkapan kpada pemegang andil
Arti penting kepemilikan pemegang saham dikalahkan oleh konsep kepentingan pemegang andil
(stakeholder) yang lebih luas. Dampaknya adalah berubahnya sifat pengungkapan.Dewan ini terdiri
atas pekerja dan manajemen. Setiap neraca sosial harus memberikan informasi yang menyangkut;
1 Ketenagakerjaan.
2. Biaya-biaya yang berkaitan dengan upah (paket tunjangan).
3. Perlindungan kesehatan dan keselamatan.
4. Syarat-syarat kerja lainnya.
5. Pelatihan pegawai.
6. Hubungan-hubungan pegawai.
7. Syarat-syarat kehidupan lainnya yang berhubungan dengan pekerja,termasuk perumahan dan
transportasi yang disediakan bagi pegawai oleh perusahaan.

Tingkatan Pengungkapan
Pengungkapan hanya berarti penyampaian informasi. IASC :
Laporan keuangan harus jelas dan dapat dimengerti. Laporan keuangan didasarkan pada kebijakan
akuntansi yang berbeda dari perusahaan ke perusahaan, baik di dalam satu negara atau antarnegara.
Penyampaian informasi keuangan, dalam laporan keuangan dan dalam bahan yang menyertai laporan
keuangan tidak sama oleh otoritas keuangan. FASB menyatakan pendapat :
Karena pengakuan berarti penggambaran suatu pos baik dengan kata maupun angka, dengan jumlah
tersebut termasuk dalam angka-angka total laporan keuangan, pengungkapan dengan cara lain bukan
merupakan pengakuan.
IASC menyatakan hal yang sama :
Kadang-kadang perlakuan yang salah atau tidak tepat dipakai untuk pos-pos neraca, laba rugi atau
akun laba rugi, atau laporan-laporan lain. Pengungkapan perlakuan yang dianut memang perlu dalam
kasus apapun, tetapi pengungkapan tidak dapat meralat perlakuan yang salah atau tidak tepat.
FASB menyatakan bahwa informasi yang diungkapkan dalam laporan keuangan harus :
dapat dipahami oleh mereka yang mempunyai pengertian yang memadai aktivitas bisnis dan
ekonomi serta mau mempelajari informasi tersebut dengan ketekunan yang sewajarnya.
Tiga konsep pengungkapan yang biasanya diusulkan adalah pengungkapan yang memadai, wajar dan
lengkap. Yang paling banyak digunakan ialah pengungkapan yang memadai, tetapi menyiratkan
jumlah pengungkapan minimum yang sejalan dengan tujuan negatif membuat laporan tersebut tidak
menyesatkan. Pengungkapan yang wajar menyiratkan suatu tujuan etika, memberikan perlakuan yang
sama pada semua calon pembaca. Pengungkapan lengkap menyiratkan penyajian seluruh informasi
yang relevan.

PENGUNGKAPAN WAJIB DAN SUKARELA

Pengungkapan sukarela adalah pengungkapan yang dilakukan perusahaan di luar apa
yang diwajibkan oleh standar akuntansi atau peraturan badan pengawas. Pembahasan
sebelum ini sebenarnya ditujukan untuk menentukan pengungkapan wajib. Batas pengukuran
dan pengakuan dalam rerangka konseptual FASB di awal bab ini sebenarnya untuk
menggambarkan tingkat pengungkapan wajib dan sukarela.
Teori pensignalan (signaling theory) melandasi pengungkapan sukarela ini.
Manajemen selalu berusaha untuk mengungkapkan informasi privat yang menurut
pertimbangannya sangat diminati oleh investor dan pemegang saham khususnya kalau
informasi tersebut merupakan berita baik (good news). Manajemen juga berminat
menyampaikan informasi yang dapat meningkatkan kredibilitasnya dan kesuksesan
perusahaan meskipun informasi tersebut tidak diwajibkan. Makin besar perusahaan makin
banyak pengungkapan sukarela yang disampaikan. Dengan kebersediaan manajemen dalam
pengungkapan sukarela ini, tingkat pengungkapan wajib yang dapat ditetapkan dapat
diarahkan ke tingkat wajar atau bahkan memadai tidak perlu penuh.

REGULASI PENGUNGKAPAN

Mempercayakan pengungkapan sepenuhnya kepada manajemen sama saja dengan
menyerahkan penyediaan informasi kepada pasar. Beberapa argumen mendukung perlunya
regulasi dalam penyediaan informasi. Alasan tersebut adalah
a. Penyalahgunaan (abuse)
b. Eksternalitas (externalities)
c. Asimetri informasi (information asymmetry)
d. Keengganan manajemen (management reluctance).
Semua regulasi diarahkan untuk mencegah adanya penyalahgunaan dan kecurangan
(fraud) oleh para pelaku pasar modal terutama dalam masalah pengungkapan. Hal ini menjadi
pemicu dibentuknya SEC dan dikeluarkannya Securities Act 1933 dan Securities Exchange
Act 1934. Intervensi pemerintah semacam ini diperlukan untuk menjamin efisiensi dan
pemerataan dalam hal informasi melalui regulasi. Misalnya, Securities Act dapat
mempengaruhi informasi dengan mengeluarkan undang-undang yang dapat menjerat pihak
yang melakukan kecurangan dan dapat mewajibkan pelaporan keuangan melalui penyerahan
laporan ke SEC (SEC filings) dan laporan tahunan ke pemegang saham.
Eksternalitas merupakan salah satu alasan diperlukannya regulasi. Eksternalitas
terjadi ketika tindakan satu pihak (dalam hal ini pengungkapan informasi) mempengaruhi
pihak lain yang diuntungkan tanpa menanggung kos atau dirugikan tanpa dikompensasi. Hal
ini akan mengurangi insentif untuk mengungkapkan secara penuh informasi meskipun hal
tersebut bermanfaat bagi banyak orang. Insentif menjadi kurang karena perusahaan yang
menyampaikan informasi tidak mendapat kompensasi untuk itu. Situasi ini disebut kegagalan
pasar (market failure). Kegagalan pasar dapat diatasi dengan regulasi untuk mendorong
pengungkapan informasi sebagai tindakan kolektif (collective action) bukan tindakan
individual atau sukarela.
Karena manajemen dan investor/kreditor merupakan pihak yang terpisah dan
hubungan kedua pihak tersebut dapat dipandang sebagai hubungan keagenan, dikhawatirkan
akan terjadi asimetri informasi antara kedua pihak tersebut dengan manajemen sebagai pihak
yang lebih menguasai informasi. Asimetri informasi mendorong para investor untuk
melakukan pencarian informasi nonpublik secara individual yang mengakibatkan para
investor tidak mempunyai informasi yang sama. Akibatnya, pasar menjadi tidak efisien.
Regulasi yang mewajibkan informasi tertentu diungkap secara public akan mengurangi
asimetri informasi baik antara manajemen dan investor maupun antara para investor sendiri.
Karena kepentingan sendiri (self-interest), manajemen cenderung enggan untuk
mengungkapkan informasi yang dapat meningkatkan kemampuannya untuk memenuhi
kepentingan pribadinya dengan mengorbankan kepentingan umum (public interst). Regulasi
dapat menyeimbangkan kepentingan tersebut.
Bentuk-bentuk Pengungkapan

a. Ramalan Keuangan
Ramalan keuangan merupakan prediksi perusahaan sendiri tentang masa depan,
memerlukan evaluasi yang subyektif selain analisis sejumlah variabel dan asumsi.
Sebagaian besar ramalan yang tersedia bagi masyarakat mungkin didasarkan pada
informasi yang sudah terangkum dalam harga saham oleh aktifitas para spesialis pasar.
Pada dasarnya publikasi ramalan manajemen secara teratur akan membantu bukan
menghambat keputusan investasi.
Namun tidak hanya keandalan dalam pembuatan ramalan telah menjadi masalah yang
sangat memperhatikan manajemen yang takut akan dituntut akibat harapan yang tidak
terpenuhi.
Beberapa alasan lain yang membuat manajemen enggan membuat ramalan khusus dalam
laporan keuangannya yaitu :
1. Proyeksi dapat memberi kesan akurasi yang tidak berdasar.
2. Proyeksi cepat menjadi kuno, sehingga harus selalu dimutakhirkan
3. Ramalan dan proyeksi dapat digunakan oleh pesaing sehingga merugikan
satuan usaha yang melaporkan.
4. Manajemen mungkin merasa dipaksa memenuhi ramalan yang diumumkan
sehingga harus membuat keputusan jangka pendek yang bukan untuk
kepentingan pemegang saham.
5. Kegagalan perusahaan memenuhi proyeksinya menimbulkan ketidakpuasan
pemegang saham dan mungkin menyebabkan adanya tuntutan hukum.

b. Kebijakan Akuntansi
Beragamnya prosedur akuntansi yang digunakan banyak perusahaan bahkan dalam
perusahaan yang sama menyebabkan komparabilitas antara laporan keuangan menjadi
sulit. Salah satu alternatif untuk keseragamannya adalah mengurangi jumlah alternatif.
Cara lain selain mengurangi jumlah alternatif adalah dengan mengungkapkan metode-
metode spesifik yang digunakan dalam setiap kasus dengan asumsi bahwa pembaca dapat
menyajikan kembali laporan akuntansi itu guna mencapai komparabilitas.
Informasi tentang kebijakan akuntansi yang digunakan perlu untuk menghasilkan
penyajian laporan keuangan yang wajar.
c. Perubahan Akuntansi
Penggunaan prinsip dan prosedur akuntansi haruslah konsisten. Namun jika perusahaan
akan melakukan perubahan maka perubahan itu harus diungkapkan dalam laporan
keuangan ketika perubahan dilakukan disertai justifikasi untuk perubahan itu.
Perubahan akuntansi mencakup perubahan dalam prinsip akuntansi, estimasi akuntansi
dan satuan usaha yang melaporkan.
d. Pengungkapan peristiwa pasca laporan
Ada dua jenis peristiwa yang relevan yang mungkin terjadi setelah tanggal laporan dan
sebelum selesainya laporan :
1. Peristiwa yang secara langsung mempengaruhi jumlah-jumlah yang
dilaporkan dalam laporan keuangan. Peristiwa peristiwa ini harus diakui
dengan suatu penyesuaian dalam laporan keuangan. Misalnya piutang yang
dicatat terlalu tinggi karena pelanggan pailit dalam periode berjalan dan lain-
lain
2. Peristiwa yang mengubah secara material kesinambungan keabsahan nilai-
nilai neraca atau hubungan diantar pemegang equitas, atau secara materil
mempengaruhi kegunaaan aktivitas tahun lalu yang dilaporkan sebagai
prediksi periode berjalan. Peristiwa peristiwa ini tidak memerlukan
penyesuaian , tapi sebaliknya diungkapkan. Misalnya : penjualan saham modal
secara besar-besaran, kebijakan manajemen baru, dan lain-lain.

Pengungkapan Segmen-segmen Perusahaan
a. Kebutuhan akan pengungkapan segmen
Suatu segmen industri dianggap signifikan jika segmen itu membentuk 10% atau
lebih dari pendapatan, laba operasi atau aktiva terindentifikasi perusahaan. Informasi
mengenai segmen suatu usaha dianggap relevan dalam laporan eksternal agar
manajemen tidak menyembunyikan informasi yang mereka tidak ingin publikasikan.
b. Kesulitan Akuntansi
Pembebanan aktiva fisik pada segmen-segmen perusahaan mungkin biasa dilakukan
dalam sebagaian kasus, namun akuntansi belum menemukan suatu metode
pengukuran yang konsisten untuk aktiva-aktiva ini sehingga dapat dihubungkan
dengan konstribusi pendapatan yang dihasilkan dari aktiva-aktiva itu.

Metode-metode Pengungkapan

Pemilihan metode pengungkapan tergantung pada sifat informasi dan kepentingan
relatifnya. Metode-metode pengungkapan yang umum diklasifikasikan sebagai berikut :
1. Bentuk dan susunan laporan formal
2. Terminologi dan penyajian yang terinci
3. Informasi parentesis
4. Catatan kaki
5. Laporan dan data pelengkap
6. Laporan Auditor
7. Pembahasan dan analisis manajemen serta surat direktur utama

Bentuk dan susunan laporan formal
Bentuk dan susunan laporan keuangan dapat diubah secara efektif untuk menampilkan jenis
informasi tertentu yang tidak diungkapkan dalam laporan yang tradisional.
a. Laporan Posisi
Dalam laporan posisi atau neraca, hubungan-hubungan yang relevan dapat diungkapkan
dengan mengatur klasifikasi yang mendasar.
b. Laporan Laba rugi
Dalam laporan laba rugi, bentuk penyajian yang berlainan dapat menekankan konsep
laba yang berbeda atau penafsiran data yang berbeda.
c. Laporan Arus Kas
Banyak informasi relevan yang dapat disajikan dalam laporan arus kas, khususnya
jika klasifikasi yang relevan dilakukan dengan hati-hati.

Terminologi dan Penyajian yang Terinci
Deskripsi yang digunakan dalam laporan serta jumlah rincian yang diperlihatkan. Deskripsi
yang tepat untuk pos-pos dalam laporan dapat menjadi penjelas bagi pembaca, tetapi istilah-
istilah yang tidak jelas hanya akan menimbulkan kebingungan atau kesalahpahaman.
Keringkasan adalah tujuan yang ingin dicapai dalam laporan keuangan, tetapi pengungkapan
secara tepat informasi terinci harus didahulukan jika hal itu diperlakukan agar laporan itu
bernilai bagi pengambil keputusan.
Informasi Parentesis
Informasi yang paling signifikan harus disajikan dalam tubuh laporan keuangan, bukan dalam
catatan kaki atau daftar pelengkap.
Data nonkuantitatif lainnya yang dapat disajikan dalam catatan parentesis mencakup:
1. Indikasi tentang prosedur atau metode penilaian spesifik yang digunakan, agar
pembaca lebih memahami arti data tersebut.
2. Karakteristik khusus yang memberi arti yang lebih luas mengenai kepentingan relatif
pos tersebut, seperti fakta bahwa aktiva tertentu digunakan atau bahwa kewajiban
tertentu mempunyai hak didahulukan.
3. Rincian mengenai jumlah satu atau lebih pos yang termasuk dalam klasifikasi yang
lebih luas yang tercantum dalam laporan.
4. Penilaian alternatif seperti harga pasar kini.
5. Referensi pada informasi terkait dalam laporan-laporan lain atau tempat lain di dalam
laporan.