Anda di halaman 1dari 19

Nama : Rintje,Amelia,Anna.

Samangun

Nim : 45 10 034 048


Judul Budidaya Ikan Patin
Budidaya Ikan Patin.

Pemenihan ikan patin.
1. Sejarah.

Air tawar, berbadan panjang berwarna putih
perak dengan punggung berwarna kebiru -
biruan kepala mulut nya terdapat dua pasangan
kumis pendek yang berfungsi sebagai peraba.

ikan patin ini di kenal sebagi komoditi yang
berprospek cerah, karena harga jual yang tinggi.












2. morfologi ikan patin.

Klasifikasi ikan patin.
Ordo: Ortariplaysi.
Family: Pangasidae.
Genus: Pangasius.
Spesies: Pangaius pangsius.

3. bahan dan alat.

bahan: benih ikan patin
alat: jala, waring anco, ember, timbangan
skala kecil dan mengunakan kadar
kekeruhan.
4. Cara kerja.
Secara garis besar di bagi menjadi tiga yaitu:
- pemenihan.
- pedederan.
- pembesaran.

pemenihan, Meliputi kegiatan yaitu:
- pemeliharan cara induk siap pijah atau dipijah.
- Persiapan hormon perangsang.
- Kawin suntik.



- Striping.
- Penetasan telur.
- Perawatan larva.
- Pededearan.
- Permanenan.


Pedederan.

Digunakan jaring hampa yang berukuran halus
sebagai tempat penetasan telur pada penatasan
ikan patin.





Penebaran benih untuk pembesaran
Yang harus diperhatikan pada saat
menabur benih. rumus jumlah ikan yang
akan di tebar yaitu:

(BTP)
PPi=
(BRP X BRT)

Penyakit pada pembesaran ikan patin menyerang
lisang, biawak, ular air dan burung penyakit
disebabkan infeksi dan non infeksi.


infeksi : jamur parasit,bakteri dan virus.
non infeksi : gejala keracunan.

5. Persyaratan lokasi :
a. Tanah yang baik untuk kolam pemeliharaan
adalah jenis tanah liat atau lempung
b. Kemiringan tanah untuk kolam 3 - 5 %.
c. Kualitas air harus berisi dan tidak terlalu keruh.
d. Suhu air pada saat penetesan telur
menjadi larva 26 28 c.
e. Keasaman air 6,5 7

6. Panen dan pasca panen.

Ikan patin di dalam hmpang di panen 6 bulan
dari benih yang di tambang pada waktu awal dengan
berat 8 - 12 gram ekor setelah 6 bulan mencapai
600 - 700 gram, per ekor.

Bebas dari penyakit, air bersih berdsarkan lama,
Pengiriman dalam sistem pengangkutan benih
ikan yaitu:

Sistem terbuka ;berupa keramba
Sistem tertutup; kandungan plastik yang di isi
dengan air bersih yang di beri bufer.