Anda di halaman 1dari 136

Banda Aceh, 2012 1

STANDARD OPERATION PROSEDUR (SOP)



PUSKESMAS
..
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA
PASCA FRAKTUR HUMERUS

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

Prosedur Tetap
PELAYANAN
FISIOTERAPI
Tanggal terbit

Ditetapkan,
Kepala Puskesmas


Pengertian Adalah proses fisioterapi yang diterapkan pada pasca fraktur Humerus
Tujuan Melaksanakan penatalaksanaan fisioterapi secara akurat, paripurna, efektif
dan efisien dengan hasil yang optimal
Kebijakan I ndikasi :
- Asesmen fisioterapi dan temuannya pada kasus pasca fraktur regio
shoulder.
- Intervensi fisioterapi pada pasca fraktur regio shoulder baik dengan
komplikasi atau tanpa komplikasi.
Kontra indikasi :
- Neoplasma
- Osteoporosis




Banda Aceh, 2012 2

Prosedur Dosis :
- Pengulangan fisioterapi tiap hari.
- Pengulangan gerakan : 8 x 3 pengulangan dengan interval 1 menit.
Teknik Aplikasi :
Asesmen fisioterapi
1. Anamnesis
- Ada riwayat trauma
- Nyeri pada area bahu
- Nyeri meningkat pada seluruh gerak bahu
2. Inspeksi:
Odema, elastic bandage, draine,
3. Tes gerak aktif
Gerak fleksi, ekstensi, abduksi, adduksi, internal rotasi dan eksternal
rotasi terbatas, nyeri area bahu dan springy/firm end feel.
4. Tes gerak pasif
Gerak fleksi, ekstensi, abduksi, adduksi, internal rotasi dan
eksternal rotasi terbatas, nyeri area bahu dan springy/firm end feel.
4. Tes gerak isometric
Mampu melawan tahanan minimal dan nyeri area shoulder.
5. Tes khusus
- VAS/VDS
- LGS
- MMT
- Odema
- ADL
6. Pemeriksaan lain
Rongten: diskontinuitas os humerus
Laboratorium: Hb, Leuco, Dif count.

Diagnosis
Nyeri area bahu/Keterbatasan gerak sendi bahu/Penurunan kekuatan otot-otot
area bahu/Odema area bahu/Penurunan kemampuan ADL disebabkan oleh
pasca fraktur humerus.




Banda Aceh, 2012 3

Rencana tindakan
- Penjelasan tentang patologi, diagnosis, target, tujuan, rencana intervensi
dan hasil yang diharapkan
- Persetujuan pasien terhadap target, tujuan dan tindkan intervensi
fisioterapi
- Perencananaan intervensi secara bertahap

I ntervensi
- Fase inflamasi: General exercise (Breathing exercise, aktif exercise,
free aktif exercise)
- Fase proliferasi (hari I III): elevasi, isometric exercise, aktif
exercise, sitting, standing dan walking exc,
- Fase produksi (>3 hari): modalitas IR , pasif gentle, resisted exercise,
Contract relax stretch
- Fase remodeling (>3 minggu): mobilisasi sendi intensif.
- Fase unifikasi (>3 bulan): Strengthening dan functional training.
Evaluasi
- Vital sgn, Nyeri, ROM, MMT, Odema dan ADL

Dokumentasi:
- Rekam Fisioterapi dan Rekam Medik RS.

Unit terkait Dilaksanakan oleh fisioterapis terampil atau ahli pada muskuloskeletal.
Acuan Juknis (Petunjuk Teknis) asesmen
Juknis isometric, aktif, pasif, resisted exercise
Juknis modalitas Infra Red
Juknis Contract relax stretch
Juknis mobilisasi sendi intensif







Banda Aceh, 2012 4

PUSKESMAS
..
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA
FRAKTUR ANTE BRACHII


No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

Prosedur Tetap
PELAYANAN
FISIOTERAPI
Tanggal terbit

Ditetapkan,
Kepala Puskesmas



Pengertian Adalah proses fisioterapi yang diterapkan pada pasca fraktur regio ante
brachii.
Tujuan Melaksanakan asuhan fisioterapi secara akurat, paripurna, efektif dan efisien
dengan hasil yang optimal
Kebijakan I ndikasi:
- Asesmen fisioterapi dan temuannya pada kasus pasca fraktur elbow joint
- Intervensi fisioterapi pada pasca fraktur elbow joint

Kontra indikasi :
- Neoplasma
- Osteoporosis























Banda Aceh, 2012 5

Prosedur Dosis :?
- Pengulangan fisioterapi tiap hari
- Pengulangan 8 x 3 pengulangan dengan interval 1 menit

Teknik Aplikasi :
Asesment fisioterapi
1. Anamnesis:
- Nyeri jenis hebat pada masa akut, atau ngilu/pegal pada pasca
fraktur regio elbow joint
- Nyeri setelah riwayat trauma
- Gerak fleksi-esktensi, pronasi-supinasi nyeri dan terbatas
2. Inspeksi:
- Bengkak/hematoma, terpasang drainage, (alat bantu fiksasi
eksternal)
- Luka incisi tertutup terpasang bandage
4. Tes gerak aktif
- Nyeri dan terbatas pada gerak Gerak fleksi-esktensi, pronasi-
supinasi dan terbatas
5. Tes gerak pasif
- Nyeri dan terbatas pada gerak Gerak fleksi-esktensi, pronasi-
supinasi dan terbatas dengan springy/firm and feel.
6. Tes gerak isometric
- Nyeri/lemah pada gerak Gerak fleksi-esktensi, pronasi-supinasi dan
terbatas
7. Tes khusus
- VAS, LGS, MMT, Antropometri dan ADL
8. Pemeriksaan lain
- X-Ray: pasca fraktur regio elbow joint.
- Laboratorium: Hb, LED, Leukosit, Hitung jenis.

Diagnosis:
- Nyeri keterbatasan /Keterbatasan gerak sendi /Penurunan kekuatan
otot /Bengkak /ADL terbatas pasca fraktur regio ante brachii

Rencana tindakan:
- Penjelasan tentang patologi, diagnosis, target, tujuan, rencana intervensi
dan hasil yang diharapkan
- Persetujuan pasien terhadap target, tujuan dan tindakan intervensi
fisioterapi
- Perencananaan intervensi secara bertahap



Banda Aceh, 2012 6

I ntervensi
- Fase inflamasi: General exercise (Breathing exercise, aktif exercise,
free aktif exercise)
- Fase proliferasi (hari I III): elevasi, isometric exercise, aktif
exercise, sitting, standing dan walking exc,
- Fase produksi (>3 hari): modalitas IR, pasif gentle, resisted exercise,
Contract relax stretch
- Fase remodeling (>3 minggu): mobilisasi sendi intensif.
- Fase unifikasi (>3 bulan): Strengthening dan functional training.

Evaluasi
- Vital sgn, VAS, LGS, MMT, Antropometri dan ADL.

Dokumentasi:
- Rekam Fisioterapi dan Rekam Medik RS.






Banda Aceh, 2012 7



PUSKESMAS
..
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA
FRAKTUR REGIO WRIST
No Dokumen

No revisi Halaman
Prosedur Tetap
PELAYANAN
FISIOTERAPI
Tanggal terbit

Ditetapkan,
Kepala Puskesmas



Pengertian Adalah proses fisioterapi yang di terapkan pada Fraktur regio wrist
Tujuan Melaksanakan asuhan Fisioterapi secara akurat, paripurna, efektif dan efisien
dengan hasil yang optimal
Kebijakan Indikasi
Asesment fisioterapi dan temuannya pada kasus Fraktur regio wrist
Intervensi fisioterapi pada Fraktur region wrist

Kontra indikasi :
Neoplasma
Osteoporosis


Banda Aceh, 2012 8

Prosedur Dosis :
- Pengulangan fisioterapi tiap hari.
- Pengulangan gerakan: 8 x 3 pengulangan dengan interval 1 menit.
Teknik Aplikasi :
Asesmen fisioterapi
1. Anamnesis
- Ada riwayat trauma
- Nyeri pada area wrist
- Nyeri meningkat pada seluruh gerakan wrist
2. Inspeksi:
3. Tes gerak aktif
gerak fleksi dan ekstensi
4. Tes gerak pasif
Gerak fleksi, ekstensi.
5. Tes gerak isometric
Mampu atau tidak mampu melawan tahanan melawan tahanan
minimal dan nyeri pada sendi di atas dan di bawah wrist.
6. Tes khusus
- VAS/VDS
- LGS
- MMT
- antropometri
- ADL
6. Pemeriksaan penunjang
- Rontgen
- Laboratorium : hb, led, leukosid, hbsag.

Diagnosis
Nyeri area wrist/Keterbatasan gerak sendi wrist/Penurunan kekuatan otot-
otot area wrist/Atropi otot wrist/Odema area wrist/Penurunan kemampuan
ADL akibat pasca fraktur regio wrist

Rencana tindakan
- Penjelasan tentang patologi, diagnosis, target, tujuan, rencana intervensi
dan hasil yang diharapkan
- Persetujuan pasien terhadap target, tujuan dan tindkan intervensi
fisioterapi
- Perencananaan intervensi secara bertahap

I ntervensi
- Fase inflamasi: General exercise (Breathing exercise, aktif exercise,
free aktif exercise)
- Fase proliferasi (hari I III): elevasi, isometric exercise, aktif
exercise, sitting, standing dan walking exc,
- Fase produksi (>3 hari): modalitas IR, pasif gentle, resisted exercise,
Contract relax stretch
- Fase remodeling (>3 minggu): mobilisasi sendi intensif.
- Fase unifikasi (>3 bulan): Strengthening dan functional training.


Banda Aceh, 2012 9

Evaluasi
- VAS / VDS, LGS, MMT, Antropometri,dan ADL

Dokumentasi:
- Rekam Fisioterapi dan Rekam Medik RS.


Unit terkait Muskuloskeletal
Lampiran




Banda Aceh, 2012 10

PUSKESMAS
..
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA
FRAKTUR REGIO MANUS
No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

Prosedur Tetap
PELAYANAN
FISIOTERAPI
Tanggal terbit

Ditetapkan,
Kepala Puskesmas



Pengertian Adalah proses fisioterpi yang diterapkan pada fraktur regio manus
Tujuan Indikasi :
- Assesment fisioterapi dan temuannya pada kasus fraktur regio manus
(carpal, metacarpal, phalang)
- Intervensi fisioterapi pada fraktur regio manus

Kontraindikasi :
- Neoplasma
- Osteoporosis


Banda Aceh, 2012 11

Prosedur Dosis :

- Intervensi fisioterapi dilakukan setiap hari
- Tiap gerakan dilakukan 8 x 3 kali pengulangan (sesuai toleransi pasien)
dengan interval 1 menit
- Waktu intervensi 20 - 30 menit (sesuai toleransi pasien)

Teknik Aplikasi :
Asesmen fisioterapi

1. Anamnesis
- Nyeri pada area manus
- Nyeri maningkat pada saat menggerakkan manus

2. I nspeksi:
Bengkak, terpasang drainage, luka terbuka

3. Tes gerak pasif
- Gerak fleksi-ekstensi (mampu / tidak, bagaimana derajad nyeri)

4. Tes Gerak Aktif
- Gerak fleksi-ekstensi (mampu / tidak, bagaimana derajad nyeri)

5. Tes gerak isometric
- Gerak fleksi-ekstensi (mampu / tidak mampu melawan tahanan,
bagaimana derajad nyeri)

6. Tes khusus
- VAS, MMT, LGS, Antropometri, dan ADL

7. Pemriksaan lain
X ray regio manus
Hasil Laboratorium : HB, LED, Leukosit

Diagnosis
- Nyeri area wrist/Keterbatasan gerak sendi wrist/Penurunan kekuatan otot-
otot area wrist/Atropi otot wrist/Odema area wrist/Penurunan
kemampuan ADL akibat pasca fraktur regio manus



Banda Aceh, 2012 12

Rencana tindakan
- Penjelasan tentang patologi, diagnosis, target, tujuan, rencana intervensi
dan hasil yang diharapkan
- Persetujuan pasien terhadap target, tujuan dan tindakan intervensi
fisioterapi
- Perencananaan intervensi secara bertahap

I ntervensi
- Fase inflamasi: General exercise (Breathing exercise, aktif exercise,
free aktif exercise)
- Fase proliferasi (hari I III): elevasi, isometric exercise, aktif exercise,
sitting, standing dan walking exc,
- Fase produksi (>3 hari): modalitas IR, pasif gentle, resisted exercise,
Contract relax stretch
- Fase remodeling (>3 minggu): mobilisasi sendi intensif.
- Fase unifikasi (>3 bulan): Strengthening dan functional training.

Evaluasi
VAS, MMT, LGS, Antopometri, dan ADL

Dokumentasi
Rekam Fisioterapi dan Rekam Medik RS.

Unit terkait Dilaksanakan oleh fisioterapis terampil atau ahli pada muskuloskeletal
Lampiran





Banda Aceh, 2012 13

PUSKESMAS
..
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA
FRAKTUR REGIO KNEE
No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

Prosedur Tetap
PELAYANAN
FISIOTERAPI
Tanggal terbit

Ditetapkan,
Kepala Puskesmas



Pengertian Adalah proses fisioterpi yang diterapkan pada fraktur regio knee
Tujuan Indikasi :
- Assesment fisioterapi dan temuannya pada kasus fraktur regio knee
- Intervensi fisioterapi pada fraktur regio knee

Kontraindikasi :
- Neoplasma
- Osteoporosis


Banda Aceh, 2012 14

Prosedur Dosis :

- Intervensi fisioterapi dilakukan setiap hari
- Tiap gerakan dilakukan 8 x 3 kali pengulangan (sesuai toleransi pasien)
dengan interval 1 menit
- Waktu intervensi 20 - 30 menit (sesuai toleransi pasien)

Teknik Aplikasi :
Asesmen fisioterapi

1. Anamnesis
- Nyeri pada area knee joint
- Nyeri maningkat pada saat menggerakkan knee

2. I nspeksi:
Bengkak, terpasang drainage, luka terbuka

3. Tes gerak pasif
- Gerak fleksi-ekstensi (mampu / tidak, bagaimana derajad nyeri)

4. Tes Gerak Aktif
- Gerak fleksi-ekstensi (mampu / tidak, bagaimana derajad nyeri)

5. Tes gerak isometric
- Gerak fleksi-ekstensi (mampu / tidak mampu melawan tahanan,
bagaimana derajad nyeri)

6. Tes khusus
- VAS, MMT, LGS, Antropometri, dan ADL

7. Pemriksaan lain
X ray regio knee
Hasil Laboratorium : HB, LED, Leukosit

Diagnosis
- Nyeri area wrist/Keterbatasan gerak sendi wrist/Penurunan kekuatan otot-
otot area wrist/Atropi otot wrist/Odema area wrist/Penurunan
kemampuan ADL akibat pasca fraktur regio knee




Banda Aceh, 2012 15

Rencana tindakan
- Penjelasan tentang patologi, diagnosis, target, tujuan, rencana intervensi
dan hasil yang diharapkan
- Persetujuan pasien terhadap target, tujuan dan tindakan intervensi
fisioterapi
- Perencananaan intervensi secara bertahap

I ntervensi
- Fase inflamasi: General exercise (Breathing exercise, aktif exercise,
free aktif exercise), Bridging Exercise tungkai sehat.
- Fase proliferasi (hari I III): elevasi, isometric exercise, aktif exercise,
sitting, standing dan walking exc,
- Fase produksi (>3 hari): modalitas IR, pasif gentle, resisted exercise,
Contract relax stretch
- Fase remodeling (>3 minggu): mobilisasi sendi intensif.
- Fase unifikasi (>3 bulan): Strengthening dan functional training.

Evaluasi
VAS, MMT, LGS, Antopometri, dan ADL

Dokumentasi
Rekam Fisioterapi dan Rekam Medik RS.

Unit terkait Dilaksanakan oleh fisioterapis terampil atau ahli pada muskuloskeletal
Lampiran






Banda Aceh, 2012 16

PUSKESMAS
..
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA
FRAKTUR REGIO ANKLE
No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

Prosedur Tetap
PELAYANAN
FISIOTERAPI
Tanggal terbit

Ditetapkan,
Kepala Puskesmas



Pengertian Adalah proses fisioterpi yang diterapkan pada fraktur regio knee
Tujuan Indikasi :
- Assesment fisioterapi dan temuannya pada kasus fraktur regio ankle
- Intervensi fisioterapi pada fraktur regio ankle

Kontraindikasi :
- Neoplasma
- Osteoporosis


Banda Aceh, 2012 17

Prosedur Dosis :

- Intervensi fisioterapi dilakukan setiap hari
- Tiap gerakan dilakukan 8 x 3 kali pengulangan (sesuai toleransi pasien)
dengan interval 1 menit
- Waktu intervensi 20 - 30 menit (sesuai toleransi pasien)

Teknik Aplikasi :
Asesmen fisioterapi

1. Anamnesis
- Nyeri pada area ankle joint
- Nyeri maningkat pada saat menggerakkan ankle

2. I nspeksi:
Bengkak, terpasang drainage, luka terbuka

3. Tes gerak pasif
- Gerak dorsal fleksi - plantar fleksi (mampu/tidak, bagaimana derajad
nyeri)
- Gerak Eversi - Inversi (mampu/tidak, bagaimana derajad nyeri)

4. Tes Gerak Aktif
- Gerak dorsal fleksi - plantar fleksi (mampu/tidak, bagaimana derajad
nyeri)
- Gerak Eversi - Inversi (mampu/tidak, bagaimana derajad nyeri)

5. Tes gerak isometric
- Gerak dorsal fleksi - plantar fleksi (mampu/tidak mampu melawan
tahanan, bagaimana derajad nyeri)
- Gerak Eversi - Inversi (mampu/tidak, bagaimana derajad nyeri)

6. Tes khusus
- Vital sign, VAS, MMT, LGS, Antropometri, dan ADL

7. Pemriksaan lain
X ray regio ankle and foot
Hasil Laboratorium : HB, LED, Leukosit, hitung jenis.

Diagnosis
Nyeri area wrist/Keterbatasan gerak sendi wrist/Penurunan kekuatan otot-
otot area wrist/Atropi otot wrist/Odema area wrist/Penurunan kemampuan
ADL akibat pasca fraktur regio ankle and foot.



Banda Aceh, 2012 18

Rencana tindakan
- Penjelasan tentang patologi, diagnosis, target, tujuan, rencana intervensi
dan hasil yang diharapkan
- Persetujuan pasien terhadap target, tujuan dan tindakan intervensi
fisioterapi
- Perencananaan intervensi secara bertahap

I ntervensi
- Fase inflamasi: General exercise (Breathing exercise, aktif exercise,
free aktif exercise), Bridging Exercise tungkai sehat.
- Fase proliferasi (hari I III): elevasi, isometric exercise, aktif exercise,
sitting, standing dan walking exc,
- Fase produksi (>3 hari): modalitas IR, pasif gentle, resisted exercise,
Contract relax stretch
- Fase remodeling (>3 minggu): mobilisasi sendi intensif.
- Fase unifikasi (>3 bulan): Strengthening dan functional training.

Evaluasi
Vital sign, VAS, MMT, LGS, Antopometri, dan ADL

Dokumentasi
Rekam Fisioterapi dan Rekam Medik RS.

Unit terkait Dilaksanakan oleh fisioterapis terampil atau ahli pada muskuloskeletal
Lampiran






Banda Aceh, 2012 19


STANDARD OPERATION PROSEDUR (SOP)

PUSKESMAS
..
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA
SHOULDER TRAUMATIC ARTHRITIS

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

Prosedur Tetap
PELAYANAN
FISIOTERAPI
Tanggal terbit

Ditetapkan,
Kepala Puskesmas



Pengertian Adalah proses fisioterpi yang diterapkan pada shoulder traumatic arthritis
Tujuan Melaksanakan asuhan fisioterapi secara akurat, paripurna, efektif dan efisien
dengan hasil yang optimal
Kebijakan I ndikasi :
- Asesmen fisioterapi dan temuannya pada kasus shoulder traumatic
arthritis.
- Intervensi fisioterapi pada shoulder traumatic arthritis.

Kontra indikasi :
- Fraktur
- Dislocation
- Neoplasma
- Osteoporosis






Banda Aceh, 2012 20

Prosedur Dosis :
- Pada aktualitas tinggi dengan dosis intensitas rendah; pada aktualitas
rendah dosis intensitas tinggi
- Waktu intervensi 20-30 menit
- Pengulangan aktualits tinggi tiap hari; pada aktualitas rendah 3kali - 2
kali seminggu

Teknik Aplikasi :
Asesmen fisioterapi
5. Anamnesis
- Ada riwayat trauma
- Nyeri jenis tajam pada bahu dan lengan atas
- Nyeri meningkat pada seluruh gerak bahu
6. Inspeksi:
- Posisi bahu lebih tinggi/asimetri
- Posisi glenohumeral joint pada MLPP
7. Tes cepat
- Abduksi elevasi bahu terjadi gerak reverse humerosccapular
rhythm
- Gerak terbatas dengan springy end feel
8. Tes gerak pasif
- Gerak abduksi terbatas springy end feel, rotasi eksternal terbatas
springy end feel dan rotasi internal terbatas lebih ringan (capsular
pattern)
5. Tes gerak isometric
- Tidak bermakna kecuali bila ada strain
6. Tes khusus
- Joint play movement: traksi pada ahir ROM nyeri, terbatas firm end
feel
- Palpasi: Spasme otot-otot bahu.
7. Pemeriksaan lain
- Tidak diperlukans

Diagnosis
Nyeri bahu hingga lengan atas akibat traumatic arthritis.




Banda Aceh, 2012 21

Rencana tindakan
- Penjelasan tentang patologi, diagnosis, target, tujuan, rencana intervensi
dan hasil yang diharapkan
- Persetujuan pasien terhadap target, tujuan dan tindkan intervensi
fisioterapi
- Perencananaan intervensi secara bertahap

I ntervensi
- Aktualitas tinggi: RICE
- Lewat 3 hari mobilisasi ringan
- Lewat 1 minggu: mobilisasi sendi
- Lewat 3 minggi: mobilisasi sendi intensif, modalitas SWD.
- Terapi latihan: Codmann pendular exercise, free active mobilzation
exc, shoulder wheel dll.

Evaluasi
- Nyeri, ROM

Dokumentasi:
- Rekam Fisioterapi dan Rekam Medik RS.

Unit terkait Dilaksanakan oleh fisioterapis terampil atau ahli pada RS.
Lampiran Juknis asesmen
Juknis RICE
Juknis joint mobilization
Juknis mobilisasi sendi aktif









Banda Aceh, 2012 22


PUSKESMAS
..
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA IDIOPATHIC FROZEN
SHOULDER (PERIARTHRITIS HUMEROSCAPULAR JOINT
No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

Prosedur Tetap
PELAYANAN
FISIOTERAPI
Tanggal terbit

Ditetapkan,
Kepala Puskesmas


Pengertian Adalah proses fisioterapi yang diterapkan pada idiopathic frozen shoulder
Tujuan Melaksanakan penatalaksanaan fisioterapi secara akurat, paripurna, efektif
dan efisien dengan hasil yang optimal
Kebijakan Patologi:
- Tak jelas penyebabnya, nyeri bahu dan keterbatasan gerak sendi capsular
pattern.
- Wanita/pria usia 45-60 tahun
- Dapat didahului oleh cidera m.supra spinatus, bursitis.
- 20% diabetes mellitus bilateral.


Banda Aceh, 2012 23

Prosedur Assessment:
Anamnesis
- Kaku dan nyeri bahu tak jelas sebabnya
- Nyeri jenis pegal pada bahu dan lengan atas disertai kaku gerak
kesegala arah.
- Keluhan tidak bisa kebelakang punggung karena nyeri dan kaku
Inspeksi:
- Posisi girdle sedikit lebih tinggi/asimetri
- Posisi sendi glenohumeral pada MLPP
Tes cepat
- Abduksi elevasi bahu terjadi gerak reverse humerosccapular rhythm
- Gerak terbatas dengan firm end feel
Tes gerak pasif
- Gerak glenohumeralis rotasi eksternal, abduksi, maupun rotasi internal
terbatas firm end feel, dalam pola keterbatasan capsular pattern.
- Pada ROM penuh nyeri sampai lateral lengan atas
Tes gerak isometric
- Tidak bermakna kecuali bila ada strain
Tes khusus
- Joint play movement: traksi pada ahir ROM nyeri, terbatas firm end
feel
- Joint play movement: translasi pada akhir ROM nyeri, terbatas firm
end feel
- Palpasi: Spasme otot-otot bahu.
- Contract relax stretched test terbatas dan nyeri sedikit berkurang
pasca kontraksi
Pemeriksaan lain
- X ray diperlukan bila diagnosis belum tegak

Diagnosis
- Nyeri bahu hingga lengan atas dan hypomobility capsular pattern akibat
idiopathic frozen shoulder
Indikasi:
- Asesmen fisioterapi dan temuannya pada kasus idiopathic frozen
shoulder tegak
- Intervensi fisioterapi pada idiopathic frozen shoulder ditetapkan

Kontra indikasi:
- Fraktur
- Dislocation
- Neoplasma
- Osteoporosis
- Shoulder hand syndrome


Banda Aceh, 2012 24

Rencana tindakan
- Penjelasan tentang patologi, diagnosis, target, tujuan, rencana intervensi
dan hasil yang diharapkan
- Persetujuan pasien terhadap target, tujuan dan tindkan intervensi
fisioterapi
- Perencananaan intervensi secara bertahap

Intervensi
- SWD/US:
o US continous 1,5-2 watt/cm
2
5-7 menit untuk aktualitas rendah
o SWD Continous thermal untuk aktualitas rendah, waktu 10-12 menit
- Joint mobilization:
o Prosedur joint mobilization diawali Traksi osilasi pada MLPP untuk
memperoleh efek sedatif, peningkatan sirkulasi lokal dan pelenturan
jaringan lunak. Arah traksi ke lateral serong sedikit ventrokranial.
o Traksi pada pembatasan ROM diberikan untuk peregangan
kapsuloligamenter dengan arah lateral serong sedikit ventrokranial.
o Translasi pada pembatasan ROM dengan tujuan sama dengan traksi
tetapi pada arah serabut tertentu dengan arah berlawanan dengan arah
gerak fisiologisnya.
o Roll-slide merupakan mobilisasi kapsuloligamenter kombinasi gerak
fisiologisnya dan translasi pasangannya.
- Codmann pendular exercise diterapkan dengan beban 1 hingga 4 kilogram
tanpa kontraksi otot bahu agar tidak terjadi iritasi permukaan sendi dan
otot penggeraknya.
- Contract relax stretching bila terdapat kontraktur otot diberikan pada otot
bahu dengan teknik kontraksi-relaksasi 6-9.
- Latihan mobilisasi bahu dengan alat (shoulder wheel, overhead pulley,
dan lain-lain, dianjurkan tanpa iritasi sendi) dan tanpa alat.

Unit terkait Dosis :
- SWD/US pada aktualitas tinggi dengan puls/intermittent dosis intensitas
rendah.
- Pada aktualitas tinggi dengan dosis mobilisasi intensitas rendah (osilasi
dalam MLPP); pada aktualitas rendah dosis intensitas tinggi (mobilisasi
pada pembatasan ROM)
- Waktu intervensi 20-30 menit

Evaluasi
- Nyeri, ROM

Acuan




Banda Aceh, 2012 25


PUSKESMAS
..
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA
TENDOPATHY M. SUPRASPINATUS

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

Prosedur Tetap
PELAYANAN
FISIOTERAPI
Tanggal terbit

Ditetapkan,
Kepala Puskesmas


Pengertian Adalah proses asuhan fisioterapi pada tendopathy m. supraspinatus.

Tujuan Melaksanakan penatalaksanaan fisioterapi secara akurat, paripurna, efektif
dan efisien dengan hasil yang optimal
Kebijakan Anatomi terapan:















Patologi:
Etio : Pada critical zone terjadi degenerasi dini. Bila overload akan timbul
nyeri.
- Penumpukan calsium masuk kedalam bursa: bursitis calcarea.
- Wringing out phenomenon (perenang/marathon)
- Terjadinya painful arc.




Banda Aceh, 2012 26

Prosedur Asesment fisioterapi
Anamnesis
- Nyeri jenis pegal pada lengan atas bag lateral
- Nyeri meningkat ketika angkat lengan
- Tidak jelas sebab-sebabnya
Inspeksi
- Tidak tampak kelainan
Tes cepat
- Abduksi elevasi: Painful arc
Tes gerak aktif
- Gerak abduksi nyeri, gerak lain negatif
Tes gerak pasif
- Tak ada kelainan
Tes gerak isometric
- Abduksi isometric melawan tahanan
- Gerak lain +/-
Tes khusus
- Palpasi posisi rotasi internal-ekstensi-adduksi.
Pemeriksaan lain
- X ray bila diperlukan
Dagnosis
- Nyeri bahu lateral sampai lengan atas leteral disebabkan oleh tendonitis
m. supraspinatus



Banda Aceh, 2012 27

Indikasi
- Asesment fisioterapi dan temuannya pd kasus Tendopathy M.
Supraspinatus
- Intervensi fisioterapi pada Tendopathy M. Supraspinatus

Kontra indikasi
- Fraktur
- Dislocation
- Neoplasma

Rencana tindakan
- Penjelasan tentang patologi, diagnosis, target, tujuan, rencana intervensi
dan hasil yang diharapkan
- Persetujuan pasien terhadap target, tujuan dan tindkan intervensi
fisioterapi
- Perencananaan intervensi secara bertahap

Intervensi
- US
o Posisi rotasi internal-ekstensi-adduksi
o Dosis 1.5 2 watt/cm
2
waktu 2-3 menit
- Transverse friction Posisi rotasi internal-ekstensi-adduksi
- Stretching m. supraspinatus
- Codmann pendular exercise

Dosis
- Pada aktualitas tinggi dengan dosis intensitas rendah (caudal traction dan
counter irritation) pada aktualitas rendah dosis intensitas tinggi (micro
circulation)
- Waktu intervensi 20-30 menit

Evaluasi
- Nyeri dan scapula humeral rhythm.

Unit terkait
Acuan




Banda Aceh, 2012 28

PUSKESMAS
..
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA
TENDOPATHY M. INFRASPINATUS

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

Prosedur Tetap
PELAYANAN
FISIOTERAPI
Tanggal terbit

Ditetapkan,
Kepala Puskesmas


Pengertian Adalah proses asuhan fisioterapi yang diterapkan pada Tendopathy M.
Infraspinatus

Tujuan Melaksanakan penatalaksanaan fisioterapi secara akurat, paripurna, efektif
dan efisien dengan hasil yang optimal
Kebijakan Anatomi terapan:











Patologi:
- Teno-osseal superficial
- Teno-osseal profundus.
- Tendon.




Banda Aceh, 2012 29

Prosedur Asesmen fisioterapi
Anamnesis
- Nyeri jenis pegal pada lengan atas bag lateral
- Nyeri meningkat ketika angkat lengan
- Tidak jelas sebab-sebabnya
Inspeksi:
- Tidak tampak kelainan
Tes cepat
- Abduksi elevasi: Painful arc
Tes gerak aktif
- Gerak rotasi eksternal nyeri nyeri kontraksi, gerak rotasi internal
penuh atau horizontal adduksi penuh nyeri regang
Tes gerak pasif
- Tak ada kelainan yang jelas, tetapi horizontal adduksi penuh nyeri
regang
Tes gerak isometric
- Rotasi eksternal isometric melawan tahanan nyeri
- Gerak lain +/-
Tes khusus
- Palpasi posisi sphinx nyeri pada tendon m. infraspinatus.
Pemeriksaan lain
- Bila diagnosis belum dapat ditegakkan
Dagnosis
- Nyeri bahu lateral sampai lengan atas leteral disebabkan oleh tendonitis
m. infraspinatus



Banda Aceh, 2012 30

Indikasi :
- Asesmen fisioterapi dan temuannya pd kasus Tendopathy M.
Infraspinatus
- Intervensi fisioterapi pada Tendopathy M. Infraspinatus

Kontra indikasi :
- Fraktur
- Dislocation
- Neoplasma

Rencana tindakan
- Penjelasan tentang patologi, diagnosis, target, tujuan, rencana intervensi
dan hasil yang diharapkan
- Persetujuan pasien terhadap target, tujuan dan tindakan intervensi
fisioterapi
- Perencananaan intervensi secara bertahap

Intervensi
- US:
o Posisi sphinx atau horizontal adduksi-ratasi eksternal
o Dosis 1.5 2 watt/cm
2
waktu 2-3 menit
- Transverse friction Posisi sphinx atau horizontal adduksi-ratasi eksternal
- Stretching m. Infraspinatus dalam posisi horizontal adduksi penuh
- Caudal traction/translation glenohumeral
- Codmann pendular exercise

Dosis :
- Pada aktualitas tinggi dengan dosis intensitas rendah (caudal traction dan
counter irritation) pada aktualitas rendah dosis intensitas tinggi (micro
circulation)
- Waktu intervensi 20-30 menit

Evaluasi
- Nyeri dan scapula humeral rhythm.

Unit terkait
Acuan




Banda Aceh, 2012 31

PUSKESMAS
..
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA TENDOPATHY M.
SUBSCAPULARIS

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

Prosedur Tetap
PELAYANAN
FISIOTERAPI
Tanggal terbit

Ditetapkan,
Kepala Puskesmas


Pengertian Adalah proses asuhan fisioterapi yang diterapkan pada Tendopathy m.
subscapularis
Tujuan Melaksanakan penatalaksanaan fisioterapi secara akurat, paripurna, efektif
dan efisien dengan hasil yang optimal
Kebijakan Anatomi terapan:











Patologi:
- Karena overload, misal pelempar lembing, smesh/serve tennis.
- Pada wanita 40 60 th sering tanpa sebab.




Banda Aceh, 2012 32

Prosedur Asesmen fisioterapi
Anamnesis
- Nyeri jenis pegal pada lengan atas bag lateral
- Nyeri meningkat ketika angkat lengan
- Tidak jelas sebab-sebabnya, kemungkinan olah raga melempar
Inspeksi:
- Tak jelas tampak kelainan
Tes cepat
- Abduksi elevasi bahu: Painful arc
Tes cepat
- Abduksi elevasi: Painful arc
Tes gerak aktif
- Gerak abduksi horizontal atau fleksi bahu penuh nyeri regang, gerak
lain negatif
Tes gerak pasif
- Tak ada kelainan
Tes gerak isometric
- Rotasi internal isometric melawan tahanan nyeri bahu
- Gerak lain +/-
Tes khusus
- Palpasi posisi netral, palpasi pada medial sulcus bicipitalis.
Pemeriksaan lain
- Bila diagnosis belum dapat ditegakkan

Dagnosis
- Nyeri bahu lateral sampai lengan atas leteral disebabkan oleh tendonitis
m. subscapularis



Banda Aceh, 2012 33

Indikasi:
- Asesmen fisioterapi dan temuannya pada kasus Tendopathy M.
Subscapularis
- Intervensi fisioterapi pada Tendopathy M. Subscapularis

Kontra indikasi:
- Fraktur
- Dislocation
- Neoplasma

Rencana tindakan
- Penjelasan tentang patologi, diagnosis, target, tujuan, rencana intervensi
dan hasil yang diharapkan
- Persetujuan pasien terhadap target, tujuan dan tindakan intervensi
fisioterapi
- Perencananaan intervensi secara bertahap

Intervensi
- US:
o Posisi netral
o Dosis 1.5 2 watt/cm
2
waktu 2-3 menit
- Transverse friction Posisi netral
- Stretching m. Subscapularis pada gerak abduksi horizontal penuh
- Caudal traction/translation sendi glenohumeral
- Codmann pendular exercise

Dosis :
- Pada aktualitas tinggi dengan dosis intensitas rendah (caudal traction dan
counter irritation) pada aktualitas rendah dosis intensitas tinggi (micro
circulation)
- Waktu intervensi 20-30 menit

Evaluasi
- Nyeri dan scapula humeral rhythm.


Unit terkait
Acuan




Banda Aceh, 2012 34

PUSKESMAS
..
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA CHRONIC SUB
ACROMIAL BURSITIS

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

Prosedur Tetap
PELAYANAN
FISIOTERAPI
Tanggal terbit

Ditetapkan,
Kepala Puskesmas


Pengertian Adalah proses asuhan fisioterapi yang diterapkan pada chronic subacromial
bursitis

Tujuan Melaksanakan penatalaksanaan fisioterapi secara akurat, paripurna, efektif
dan efisien dengan hasil yang optimal
Kebijakan Anatomi terapan:













Patologi:
- Pada pria/wanita usia 25 60 th.
- 60% tanpa sebab.
- 40% dari peny. Rotator cuff, acromion atau AC joint.
Primair chronic bursitis lanjutan no. 6. Akibat perubahan degeneratif tanpa
gejala m. supraspinatus.
Secondair chr. Bursitis.Sebagai akibat penyakit lain pada bahu.




Banda Aceh, 2012 35

Prosedur Asesmen fisioterapi
Anamnesis
- Nyeri jenis pegal pada lengan atas bag lateral
- Nyeri meningkat ketika angkat lengan
- Tidak jelas sebab-sebabnya
- Kadang dijumpai diabetus melitus
Inspeksi:
- Tidak tampak kelainan
Tes cepat
- Abduksi elevasi: Painful arc
Tes gerak aktif
- Gerak abduksi bahu nyeri, kadang dijumpai crepitasi
Tes gerak pasif
- Tak ada kelainan yang jelas, tetapi adduksi penuh nyeri kompresi
Tes gerak isometric
- Gerak abduksi isometric melawan tahanan sering nyeri
- Gerak lain +/-
Tes khusus
- Palpasi posisi ekstensi sendi glenohumeral teraba crepitasi dan nyeri
pada bursa subacromialis.
Pemeriksaan lain
- X ray dijumpai osifikasi bursae
Dagnosis
- Nyeri bahu lateral sampai lengan atas leteral disebabkan oleh chronic
subacromial bursitis



Banda Aceh, 2012 36

Indikasi:
- Asesmen fisioterapi dan temuannya pd kasus chronic subacromial bursitis
- Intervensi fisioterapi pada chronic subacromial bursitis

Kontra indikasi:
- Fraktur
- Dislocation
- Neoplasma

Rencana tindakan
- Penjelasan tentang patologi, diagnosis, target, tujuan, rencana intervensi
dan hasil yang diharapkan
- Persetujuan pasien terhadap target, tujuan dan tindakan intervensi
fisioterapi
- Perencananaan intervensi secara bertahap

Intervensi
- US:
o Posisi ekstensi sendi glenohumeralis
o Dosis 1.5 2 watt/cm
2
waktu 2-3 menit
o Transverse friction Posisi ekstensi sendi glenohumeralis
- Caudal traction/translation sendi glenohumeralis
- Codmann pendular exercise

Dosis:
- Pada aktualitas tinggi dengan dosis intensitas rendah (caudal traction dan
counter irritation) pada aktualitas rendah dosis intensitas tinggi (micro
circulation/US dosis tinggi)
- Waktu intervensi 20-30 menit

Evaluasi
- Nyeri dan scapula humeral rhythm.

Unit terkait
Acuan





Banda Aceh, 2012 37

PUSKESMAS
..
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA TENOSYNOVITIS
BICEPS CAPUT LONGUM

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

Prosedur Tetap
PELAYANAN
FISIOTERAPI
Tanggal terbit

Ditetapkan,
Kepala Puskesmas


Pengertian Adalah proses asuhan fisioterapi yang diterapkan pada Tendosynovitis m.
biceps caput longum

Tujuan Melaksanakan penatalaksanaan fisioterapi secara akurat, paripurna, efektif
dan efisien dengan hasil yang optimal
Kebijakan Anatomi terapan:



Patologi:
- Tendon caput longum terletak intra dan ektra artikuler.
- Tendon tidak gerak di sulcus saat grk. bahu sering test isometris tak
nyeri.
- Diderita olah-ragawan muda.
- Dislocasi tendon caput longum.
- Akibat bentuk abnormal tubercul. dan robeknya lig. transversum humeri
abd. + extern rot. disloc.



Banda Aceh, 2012 38

Prosedur Assessment:
Anamnesis
- Nyeri jenis pegal pada lengan atas bag depan
- Nyeri meningkat ketika angkat beban
- Tidak jelas sebab-sebabnya, kemungkinan olah raga melempar
Inspeksi:
- Tak jelas tampak kelainan
Tes cepat
- Abduksi elevasi bahu: Painful arc
Tes gerak aktif
- Gerak fleksi siku nyeri depan bahu
Tes gerak pasif
- Tak ada kelainan
Tes gerak isometric
- Fleksi siku isometric melawan tahanan nyeri bahu
Tes khusus
- Palpasi posisi netral, palpasi pada sulcus bicipitalis gerak bahurotasi
internal-eksternal.
Tes khusus
- Palpasi posisi netral, palpasi pada tepat diatas sulcus bicipitalis.
Pemeriksaan lain
- Bila diagnosis belum dapat ditegakkan

Diagnosis:
- Nyeri bahu depan sampai lengan atas disebabkan oleh tendosynovitis m.
biceps caput longum



Banda Aceh, 2012 39

Indikasi :
- Asesmen fisioterapi dan temuannya pada kasus Tendopathy m. biceps
caput longum
- Intervensi fisioterapi pada Tendopathy m. biceps caput longum

Kontra indikasi :
- Fraktur
- Dislocation
- Neoplasma

Rencana tindakan
- Penjelasan tentang patologi, diagnosis, target, tujuan, rencana intervensi
dan hasil yang diharapkan
- Persetujuan pasien terhadap target, tujuan dan tindakan intervensi
fisioterapi
- Perencananaan intervensi secara bertahap

Intervensi
- US:
o Posisi netral
o Dosis 1.5 2 watt/cm
2
waktu 2-3 menit
- Transverse friction Posisi netral tepat pada sulcus bicipitalis dengan gerak
bahurotasi internal-eksternal.
- Stretching m. biceps pada gerak ekstensi bahu dengan siku ekstensi penuh
- Caudal traction/translation glenohumeral
- Codmann pendular exercise

Dosis :
- Pada aktualitas tinggi dengan dosis intensitas rendah (caudal traction dan
counter irritation) pada aktualitas rendah dosis intensitas tinggi (micro
circulation)
- Waktu intervensi 20-30 menit

Evaluasi
- Nyeri dan scapula humeral rhythm.

Unit terkait
Acuan




Banda Aceh, 2012 40

PUSKESMAS
..
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA SHOULDER HAND
SYNDROME

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

Prosedur Tetap
PELAYANAN
FISIOTERAPI
Tanggal terbit

Ditetapkan,
Kepala Puskesmas


Pengertian Adalah proses asuhan fisioterapi yang diterapkan pada shoulder hand
syndrome

Tujuan Melaksanakan penatalaksanaan fisioterapi secara akurat, paripurna, efektif
dan efisien dengan hasil yang optimal
Kebijakan Patologi:
- Merupakan jenis symphatethic dystrophy yang sering dijumpai tanpa
penyebab trauma.
- Usia 50 70 tahun.
Bisa unilateral/bilateral



Banda Aceh, 2012 41

Prosedur Asesmen fisioterapi
Anamnesis
- Mulai nyeri terbakar daerah bahu yang meningkat bila gerak,
bersamaan timbul edema punggung tangan dan bag. palmar hyper-
hydrosis.
- Jari posisi semifleksi dg. Capsular-pattern.
- Hyperesthesia +.
Dipisahkan dalam stadia :
Inspeksi:
- Posisi sendi siku menekuk atau semifleksi atau bahkan lurus
Tes cepat
- Nyeri dan terbatas pada gerak siku tertentu
Tes gerak aktif
- Nyeri dan terbatas pada gerak
Tes gerak pasif
- Nyeri dan terbatas dengan crepitasi pada gerak gerak pronasi dan
supinasi lengan bawah dimana pronasi dan supinasi sama terbatas
dengan end feel firm
Tes gerak isometric
- Tidak ditemukan gangguan khas
Tes khusus
- JPM test:
o Kompresi pada penguncian ROM nyeri tajam.
o Traksi pada penguncian ROM nyeri berkurang dan ROM
meningkat.
Pemeriksaan lain
- X ray: pada korpus libera dengan osifikasi tampak pada posisi tertentu
intra articular.

Diagnosis:
- Nyeri dan gerak terbatas pada sendi bahu dan tangan disebabkan oleh
sympathetic reflex dystrophy



Banda Aceh, 2012 42

Indikasi:
- Asesmen fisioterapi dan temuannya pada kasus Corpus lebera (loose
body) dalam sendi siku telah tegak
- Intervensi fisioterapi pada Corpus lebera (loose body) dalam sendi siku
ditetapkan

Kontra indikasi :
- Fraktur
- Dislocation
- Neoplasma
- Osteoporosis

Rencana tindakan
- Penjelasan tentang patologi, diagnosis, target, tujuan, rencana intervensi
dan hasil yang diharapkan
- Persetujuan pasien terhadap target, tujuan dan tindakan intervensi
fisioterapi
- Perencananaan intervensi secara bertahap

Intervensi
MWD/SWD:
MWD/SWD Subthermal pada cervical dan thoracal. Durasi 8-12
menit
TENS:
Pada cervical-thoracal shoulder-hand Intensitas tinggi tetapi tolerance,
durasi 15-20 menit
Joint manipulation
Pada awal intervensi traksi oscilasi shoulder dan wrist-hand dalam
MLPP dan digerakkan dalam ROM dekat MLPP
Mobilisasi thoracal spine
Dosis :
- Pada aktualitas tinggi dengan dosis intensitas rendah (mobilisasi dalam
MLPP). pada aktualitas rendah dilakukan manipulasi corpus libera
- Waktu intervensi nenerapa menit

Evaluasi
- Nyeri, ROM dan fungsi bahu dan tangan

Unit terkait
Acuan




Banda Aceh, 2012 43

PUSKESMAS
..
ENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA
KONTRAKTUR SENDI SIKU PASCA IMMOBILISASI
No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

Prosedur Tetap
PELAYANAN
FISIOTERAPI
Tanggal terbit

Ditetapkan,
Kepala Puskesmas


Pengertian Adalah proses asuhan fisioterapi yang diterapkan pada kontraktur sendi siku
pasca immobilisasi

Tujuan Melaksanakan penatalaksanaan fisioterapi secara akurat, paripurna, efektif
dan efisien dengan hasil yang optimal
Kebijakan Anatomi terapan:














Patologi:
- Pasca immobilisasi fraktur/dislokasi
- Pasca operasi fraktur supracondylar siku, fraktur ante brachii, tumor dan
lain-lain
- Kontraktur kapsulo-ligamenter, kontrktur otot siku.




Banda Aceh, 2012 44

Prosedur Asesmen fisioterapi
Anamnesis
- Nyeri dan kaku sendi siku kadang menyebar ke lengan bawah
- Ada riwayat trauma dan immobilisasi, setelah operasi fraktur regio
siku atau tulang berdekatan sendi siku
- Nyeri bila fleksi-ekstensi dan/atau pronasi-supinasi.
Inspeksi:
- Posisi sendi siku menekuk atau semifleksi atau bahkan lurus
Tes cepat
- Nyeri dan terbatas pada gerak fleksi-ekstensi, supinasi-pronasi
Tes gerak aktif
- Nyeri dan terbatas pada gerak fleksi-ekstensi, supinasi-pronasi dengan
firm end feel
Tes gerak pasif
- Nyeri dan terbatas pada gerak fleksi, ekstensi siku, dan pronasi,
supinasi lengan bawah dalam capsular pattern.
Tes gerak isometric
- Tidak ditemukan gangguan khas
Tes khusus
- JPM test:
o Traksi pada pembatasan ROM timbul nyeri dan keterbatasan
ROM denngan firm end feel.
o Translasi pada pembatasan ROM timbul nyeri dan keterbatasan
ROM denngan firm end feel.
- Contract relax stretched test terbatas dan nyeri sedikit berkurang
pasca kontraksi
Pemeriksaan lain
- X ray: diperhatikan konsulidasi fraktur dan adanya osifikasi dalam
atau sekitar sendi siku.

Diagnosis:
- Nyeri dan gerak terbatas pada sendi siku disebabkan oleh kontraktur sendi
siku pasca immobilisasi.



Banda Aceh, 2012 45

Indikasi:
- Asesmen fisioterapi dan temuannya pada kasus kontraktur sendi siku
pasca immobilisasi telah ditegakkan
- Intervensi fisioterapi pada kontraktur sendi siku pasca immobilisasi.telah
ditetapkan

Kontra indikasi:
- Fraktur
- Dislocation
- Neoplasma
- Osteoporosis

Rencana tindakan
- Penjelasan tentang patologi, diagnosis, target, tujuan, rencana intervensi
dan hasil yang diharapkan
- Persetujuan pasien terhadap target, tujuan dan tindakan intervensi
fisioterapi
- Perencananaan intervensi secara bertahap
Intervensi
- MWD/US:
o MWD nonthermal pada aktualitas tinggi atau subthermal bila
aktualitas sedang atau rendah. Durasi 8-12 menit
o US posisi ekstensi 135
0
, 1 MHz, 1-2 watt/cm2, durasi area/ERA
- Joint mobilization
o Pada awal intervensi traksi oscilasi dalam MLPP dan digerakkan
dalam ROM dekat MLPP
o Traksi oscilasi diteruskan sekitar pembatasan ROM
- Contract relax stretching bila terdapat kontraktur otot.
- Mobiliszation exercise dengan atau tanpa alat.

Dosis :
- Pada aktualitas tinggi dengan dosis intensitas rendah (mobilisasi dalam
MLPP). pada aktualitas rendah dosis intensitas tinggi (mobilisasi pada
pembatasan ROM)
- Waktu intervensi 20-30 menit

Evaluasi
- Nyeri, ROM dan fungsi tangan

Unit terkait
Acuan





Banda Aceh, 2012 46

PUSKESMAS
..
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA TENNIS ELBOW
(Epicondylitis lateralis)

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

Prosedur Tetap
PELAYANAN
FISIOTERAPI
Tanggal terbit

Ditetapkan,
Kepala Puskesmas


Pengertian Adalah proses asuhan fisioterapi yang diterapkan pada tennis elbow

Tujuan Melaksanakan penatalaksanaan fisioterapi secara akurat, paripurna, efektif
dan efisien dengan hasil yang optimal
Kebijakan Anatomi terapan:











Patologi:
- Epicondylitis lat. Humeri.
- Inflamasi akibat stretch injury, dapat didahului degenerasi tendon.
- Tennis elbow tipe I: Tendon extensor carpiradialis longus
- Tennis elbow tipe II: Tendoperiosteal extensor carpiradialis brevis
- Tennis elbow tipe III: Tendon-muscular juction extensor carpiradialis
brevis
- Tennis elbow tipe IV: Muscle belly extensor carpiradialis brevis




Banda Aceh, 2012 47

Prosedur Asesmen fisioterapi
Anamnesis
- Ada riwayat trauma tennis atau tanpa ada riwayat trauma
- Nyeri pada daerah siku lateral (epicondylus humeri) menyebar
kelengan bawah
- Nyeri meningkat pada gerak menggenggam atau mengangkat barang
Inspeksi:
- Posisi siku normal atau pada posisi semi fleksi
Tes cepat
- Gerak siku kadang nyeri
- Gerak ekstensi pergelangan tangan nyeri pada siku
Tes gerak pasif
- Gerak fleksi dan ekstensi penuh nyeri
- Gerak pasif pergelangan tangan fleksi penuh nyeri
Tes gerak isometric
- Gerak isometrik dorsal fleksi pergelangan tangan nyeri pada siku.
- Gerak lain kadang nyeri.
Tes khusus
- Palpasi: nyeri pada titik-titik tipe I: Tendon extensor carpiradialis
longus; tipe II: Tendoperiosteal extensor carpiradialis brevis; tipe III:
Tendon-muscular juction extensor carpiradialis brevis; dan tipe IV:
tengah otot extensor carpiradialis brevis.
- Stretch test
Pemeriksaan lain
- Diperlukan bila diagnosis belum tegak

Diagnosis
- Nyeri gerak dan spasme pada siku dan m. Brachialis akibat traumatic



Banda Aceh, 2012 48

Indikasi :
- Asesmen fisioterapi dan temuannya pada kasus Tennis elbow telah
ditegakkan
- Intervensi fisioterapi pada Tennis elbow telah ditetapkan

Kontra indikasi :
- Rupture
- Neoplasma
- Inflamasi akut
- Osteoporosis
- Fraktur baru

Rencana tindakan
- Penjelasan tentang patologi, diagnosis, target, tujuan, rencana intervensi
dan hasil yang diharapkan
- Persetujuan pasien terhadap target, tujuan dan tindakan intervensi
fisioterapi
- Perencananaan intervensi secara bertahap

Intervensi
- Pada aktualitas tinggi: RICE.
- Pada aktualitas rendah: US posisi ekstensi 135
0

o 3 MHz, 1-2 watt/cm2, durasi area/ERA
- Transverse friction
- Stretching Mills manipulation

Dosis:
- Pada aktualitas tinggi dengan dosis intensitas rendah (counter iritasi);
pada aktualitas rendah dosis intensitas tinggi (mikro sirkulasi dan melepas
perlengketan)
- Waktu intervensi 20-30 menit

Evaluasi
- Nyeri
- Muscle performance

Unit terkait
Acuan




Banda Aceh, 2012 49



PUSKESMAS
..
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA GOLFER ELBOW
(Epicondylitis medialis)
No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

Prosedur Tetap
PELAYANAN
FISIOTERAPI
Tanggal terbit

Ditetapkan,
Kepala Puskesmas


Pengertian
Tujuan Melaksanakan penatalaksanaan fisioterapi secara akurat, paripurna, efektif
dan efisien dengan hasil yang optimal
Kebijakan Anatomi terapan:









Patologi:
- Tendopathy group flexor perg.: mm.Flexor carpi radialis et ulnaris dan
palmaris longus.(juga lekat m. pronator teres)
- -Olah raga pelempar, raket,(golf jarang)
- -Pekerja dgn.tangan ekstensi
- -Lokasi:teno osseal, tendon,/ tenomuscular junction.




Banda Aceh, 2012 50

Prosedur Asesmen fisioterapi
Anamnesis
- Ada riwayat trauma tennis atau tanpa ada riwayat trauma
- Nyeri pada daerah siku lateral (epicondylus medialis humeri)
menyebar kelengan bawah
- Nyeri meningkat pada gerak menggenggam atau mengangkat barang
Inspeksi:
- Posisi siku normal atau pada posisi semi fleksi
Tes cepat
- Gerak siku kadang nyeri
- Gerak ekstensi pergelangan tangan nyeri pada siku
Tes gerak pasif
- Gerak fleksi dan ekstensi penuh nyeri
- Gerak pasif pergelangan tangan fleksi penuh nyeri
Tes gerak isometric
- Gerak isometrik palmar fleksi pergelangan tangan nyeri pada siku.
- Gerak lain kadang nyeri.
Tes khusus
- Palpasi: nyeri pada group otot flexor pergelangan tangan epicondylus
medialis humeri
Pemeriksaan lain
- Tidak diperlukan

Diagnosis
- Nyeri gerak dan spasme pada siku dan m. Brachialis akibat traumatic



Banda Aceh, 2012 51

Indikasi :
- Asesmen fisioterapi dan temuannya pd kasus Golfers elbow
- Intervensi fisioterapi pada Golfers elbow

Kontra indikasi:
- Neoplasma
- Inflamasi akut
- Osteoporosis
- Fraktur baru

Rencana tindakan
- Penjelasan tentang patologi, diagnosis, target, tujuan, rencana intervensi
dan hasil yang diharapkan
- Persetujuan pasien terhadap target, tujuan dan tindakan intervensi
fisioterapi
- Perencananaan intervensi secara bertahap

Intervensi
- Pada aktualitas tinggi: RICE.
- Pada aktualitas rendah: US diatas epicondylus medialis humeri posisi
ekstensi
o 3 MHz, 1-2 watt/cm2, durasi area/ERA
- Transverse friction
- Stretching manipulation

Dosis:
- Pada aktualitas tinggi dengan dosis intensitas rendah (counter iritasi);
pada aktualitas rendah dosis intensitas tinggi (mikro sirkulasi dan melepas
perlengketan)
- Waktu intervensi 20-30 menit

Evaluasi
- nyeri
- muscle performance

Unit terkait
Acuan




Banda Aceh, 2012 52

PUSKESMAS
..
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA
ARTHROSIS CUBITI

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

Prosedur Tetap
PELAYANAN
FISIOTERAPI
Tanggal terbit

Ditetapkan,
Kepala Puskesmas


Pengertian Adalah proses asuhan fisioterapi yang diterapkan pada Tendopathy M.
Infraspinatus

Tujuan Melaksanakan penatalaksanaan fisioterapi secara akurat, paripurna, efektif
dan efisien dengan hasil yang optimal
Kebijakan Anatomi terapan:









Patologi:
- Sesudah 45 tahun.
- Sering bilateral.
- Pada usia muda karena trauma.




Banda Aceh, 2012 53

Prosedur Asesmen fisioterapi
Anamnesis
- Nyeri jenis ngilu/pegal pada siku kadang menyebar kelengan bawah
- Ada riwayat nyeri intermittent sebelumnya atau nyeri kronik
Inspeksi:
- Posisi sendi siku menekuk atau semifleksi atau bahkan lurus
Tes cepat
- Nyeri dan terbatas pada gerak fleksi-ekstensi, supinasi-pronasi
Tes gerak aktif
- Nyeri dan terbatas pada gerak fleksi-ekstensi, supinasi-pronasi dengan
firm end feel
Tes gerak pasif
- Nyeri dan terbatas dengan crepitasi pada gerak gerak pronasi dan
supinasi lengan bawah dimana pronasi dan supinasi sama terbatas
dengan end feel firm
Tes gerak isometric
- Tidak ditemukan gangguan khas
Tes khusus
- JPM test:
o Traksi akhir ROM: nyeri-terbatas dgn firm end feel.
o Translasi akhir ROM nyeri-terbatas dgn firm end feel.
Pemeriksaan lain
- X ray:
o Penyempitan sela sendi, osteophyte
o pada korpus libera dengan osifikasi tampak pada posisi
tertentu intra articular

Diagnosis:
- Nyeri dan gerak terbatas pada sendi siku disebabkan oleh artrosis sendi
siku



Banda Aceh, 2012 54

Indikasi:
- Asesmen fisioterapi dan temuannya pada kasus artrosis sendi siku telah
ditegakkan
- Intervensi fisioterapi pada artrosis sendi siku telah ditetapkan

Kontra indikasi:
- Fraktur
- Dislocation
- Neoplasma
- Osteoporosis

Rencana tindakan
- Penjelasan tentang patologi, diagnosis, target, tujuan, rencana intervensi
dan hasil yang diharapkan
- Persetujuan pasien terhadap target, tujuan dan tindakan intervensi
fisioterapi
- Perencananaan intervensi secara bertahap
Intervensi
- MWD:
o MWD nonthermal pada aktualitas tinggi atau subthermal bila
aktualitas sedang atau rendah. Durasi 8-12 menit
- Joint mobilization
o Pada awal intervensi traksi oscilasi dalam MLPP dan digerakkan
dalam ROM dekat MLPP
o Traksi oscilasi diteruskan sekitar pembatasan ROM
- Kemungkinan splinting

Dosis :
- Pada aktualitas tinggi dengan dosis intensitas rendah (mobilisasi dalam
MLPP). pada aktualitas rendah dosis intensitas tinggi (mobilisasi pada
pembatasan ROM)
- Waktu intervensi 20-30 menit

Evaluasi
- Nyeri, ROM dan fungsi tangan

Unit terkait
Acuan




Banda Aceh, 2012 55



PUSKESMAS
..
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KONTRAKTUR
PERGELANGAN TANGAN DAN TANGAN PASCA IMMOBILISASI

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

Prosedur Tetap
PELAYANAN
FISIOTERAPI
Tanggal terbit

Ditetapkan,
Kepala Puskesmas


Pengertian Adalah proses fisioterapi yang diterapkan pada kontraktur pergelangan tangan
dan tangan pasca immobilisasi

Tujuan Melaksanakan penatalaksanaan fisioterapi secara akurat, paripurna, efektif
dan efisien dengan hasil yang optimal
Kebijakan Anatomi terapan:












Patologi:
- Pasca immobilisasi fraktur/dislokasi non operatif
- Pasca operasi fraktur colles, fraktur ante brachii distal, fraktur carpalia,
tumor dan lain-lain
- Immobilisasi lebih 2minggu menyebabkan kontraktur kapsulo-ligamenter,
immobilisasi lebih 3minggu menyebabkan kontraktur otot fleksor jari
tangan.




Banda Aceh, 2012 56

Prosedur Asesment fisioterapi
Anamnesis
- Nyeri dan kaku sendi tangan dan pergelangan tangan
- Ada riwayat trauma dan immobilisasi, setelah operasi fraktur regio
tangan-pergelangan tangan atau daerah berdekatan sendi tangan
- Nyeri bila palmar-dorsal fleksi dan/atau tangan.
Inspeksi
- Posisi tangan MLPP
- Gerak hand dexterity kaku.
Tes cepat
- Nyeri dan terbatas pada gerak palmar-dorsal flexion pergelangan tangan
dan fleksi-ekstensi tangan
Tes gerak aktif
- Nyeri dan terbatas pada gerak palmar-dorsal flexion pergelangan
tangan dan fleksi-ekstensi tangan
Tes gerak pasif
- Nyeri dan terbatas pada gerak palmar-dorsal flexion pergelangan
tangan dan fleksi-ekstensi tangan dengan end feel firm dalam capsular
pattern
Tes gerak isometric
- Tidak ditemukan gangguan khas
Tes khusus
- Palpasi tangan sering teraba oedeme
- JPM test:
o Traksi pada pembatasan ROM timbul nyeri dan keterbatasan
ROM denngan firm end feel.
o Translasi pada pembatasan ROM timbul nyeri dan keterbatasan
ROM denngan firm end feel.
- Contract relax stretched test dijumpai pemendekan tendo fleksor jari
tangan.
Pemeriksaan lain
- X ray: penyempitan sela sendi, penebalan tulang subchondrale;
osteophyte.

Diagnosis
- Hypomobility capsular pattern with finger flexors tendon contracture
wrist joint and hand secondary to post immobilization.



Banda Aceh, 2012 57

Indikasi
- Asesmen fisioterapi dan temuannya pd kontraktur pergelangan tangan dan
tangan pasca immobilisasi telah ditegakkan
- Intervensi fisioterapi pada kontraktur pergelangan tangan dan tangan
pasca immobilisasi telah ditetapkan

Kontra indikasi
- Non union
- Dislocation
- Acut inflamation
- Osteoporosis

Rencana tindakan
- Penjelasan tentang patologi, diagnosis, target, tujuan, rencana intervensi
dan hasil yang diharapkan
- Persetujuan pasien terhadap target, tujuan dan tindkan intervensi
fisioterapi
- Perencananaan intervensi secara bertahap

Intervensi
- US
o US under water continous dosis 0,5-1 watt/cm untuk aktualitas tinggi
dan 1.5-2 watt/cm untuk aktualitas rendah, waktu 5-7 menit.
- Joint mobilization
o Pada awal intervensi translasi oscilasi dalam MLPP
o Translasi pada pembatasan palmar-dorsal fleksi pergelangan tangan,
dan fleksi-ekstensi jari tangan.
- Contract relax stretching tendon fleksor jari tangan
- Free active mobilization exercise

Dosis
- Pada aktualitas tinggi dengan dosis intensitas rendah (mobilisasi dalam
MLPP). pada aktualitas rendah dosis intensitas tinggi (mobilisasi pada
pembatasan ROM)
- Contract relax stretching tendon fleksor jari tangan pada aktualitas
rendah.
- Waktu intervensi 20-30 menit

Evaluasi
- Nyeri, ROM dan fungsi tangan.

Unit terkait
Acuan




Banda Aceh, 2012 58



PUSKESMAS
..
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA
ARTHRITIS DISTAL RADIOULNAR JOINT


No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

Prosedur Tetap
PELAYANAN
FISIOTERAPI
Tanggal terbit

Ditetapkan,
Kepala Puskesmas


Pengertian Adalah proses fisioterpi yang diterapkan pada Arthritis Distal Radioulnar
Joint
Tujuan Melaksanakan asuhan fisioterapi secara akurat, paripurna, efektif dan efisien
dengan hasil yang optimal..
Kebijakan I ndikasi:
- Asesmen fisioterapi dan temuannya pd kasus Arthritis Distal Radioulnar
- Intervensi fisioterapi pada Arthritis Distal Radioulnar

Kontra indikasi :
- Fraktur
- Dislocation
- Neoplasma
- Osteoporosis
- TBC tulang
























Banda Aceh, 2012 59

Prosedur Dosis :
- Pada aktualitas tinggi dengan dosis intensitas rendah; pada aktualitas
rendah dosis intensitas tinggi
- Waktu intervensi 20-30 menit
- Pengulangan aktualits tinggi tiap hari; pada aktualitas rendah 3kali -
2 kali seminggu

Teknik Aplikasi :
Asesment fisioterapi
3. Anamnesis:
- Nyeri jenis hebat pada masa acute, atau ngilu/pegal pada
pergelangan tangan kadang tangan pada masa kronik
- Nyeri setelah riwayat trauma
- Gerak pronasi-supinasi nyeri dan terbatas
4. Inspeksi:
- Posisi sendi radioulnaris MLPP
- ADL: tampak kaku
3. Tes cepat
- Nyeri dan terbatas pada gerak pronas-supinasi lengan bawah
4. Tes gerak aktif
- Nyeri dan terbatas pada gerak pronas-supinasi lengan bawah
5. Tes gerak pasif
- Pronasi dan supinasi nyeri dan terbatas dalam capsular patern dengan
firm end feel
- Nyeri dan terbatas pada gerak pronas-supinasi lengan bawah
6. Tes gerak isometric
- Tidak ditemukan keluhan khas
7. Tes khusus
- JPM test timbul nyeri, terbatas denngan firm end feel
8. Pemriksaan lain
- X-Ray: penyempitan sela sendi; penebalan tulang subchondrale;
osteophyte.

Diagnosis:
- Capsular pattern radioulanar joint secondary to arthritis distal
radioulnar joint

Rencana tindakan:
- Penjelasan tentang patologi, diagnosis, target, tujuan, rencana intervensi
dan hasil yang diharapkan
- Persetujuan pasien terhadap target, tujuan dan tindkan intervensi
fisioterapi
- Perencananaan intervensi secara bertahap



Banda Aceh, 2012 60

I ntervensi
- Pada kondisi acute aktualitas tinggi diberikan RICE
o Es diberikan hingga 36 jam sesudah trauma secara intermittent tiap 5
menit.
o Elastic bandage diaplikasikan pada posisi tangan sedikit dorsal
fleksi
- US:
o Continous dosis 0,5-1 watt/cm untuk aktualitas tinggi dan 1.5-2
watt/cm untuk aktualitas rendah, waktu 5-7 menit.
- Joint mobilization
o Pada awal intervensi translasi oscilasi dalam MLPP
o Translasi pada pembatasan pronasi dan supinasi
- Free active mobilization exercise
o Pronas-supinasi
- Kemungkinan splinting

Evaluasi
- Nyeri, ROM dan fungsi tangan.

Dokumentasi:
- Rekam Fisioterapi dan Rekam Medik RS.

Unit terkait Dilaksanakan oleh fisioterapis terampil atau ahli pada di RS .....
Lampiran - Juknis Asesmen fisioterapi
- Juknis RICE
- Juknis US
- JuknisJoint mobilization
- Juknis splinting






Banda Aceh, 2012 61

PUSKESMAS
..
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA
TENOSYNOVITIS M. ABD. POL. LONGUS DAN EXT. POL. BREVIS
(de Quervain syndrome)

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

Prosedur Tetap
PELAYANAN
FISIOTERAPI
Tanggal terbit

Ditetapkan,
Kepala Puskesmas


Pengertian Adalah proses fisioterpi yang diterapkan pada Tenosynovitis M. Abd. Pol.
Longus dan ext. Pol. Brevis
Tujuan Proses Fisioterapi yang di terapkan pada Tenosynovitis M. Abd. Pol. Longus
dan ext. Pol. Brevis
Kebijakan I ndikasi :
- Asesmen Fisioterapi pada Tenosynovitis M. Abd. Pol. Longus dan
ext. Pol. Brevis
- Intervensi Fisioterapi pada Tenosynovitis M. Abd. Pol. Longus dan
ext. Pol. Brevis

Kontra indikasi :
- Fraktur
- Dislocation
- Neoplasma
- Lesi saraf perifer






Banda Aceh, 2012 62

Prosedur Dosis :
- Pada aktualitas tinggi dengan dosis intensitas rendah; pada aktualitas
rendah dosis intensitas tinggi
- Waktu intervensi 20-30 menit
- Pengulangan aktualitas tinggi tiap hari; pada aktualitas rendah 3kali -
2 kali seminggu

Teknik Aplikasi
Asesment fisioterapi
1. Anamnesis
- Adanya nyeri pada sisi lateral pergelangan tangan saat
fleksiadduksi ibu jari tangan atau ulnar deviasi.
2. Inspeksi:
- Bengkak pada sisi lateral pergelangan tangan
3. Tes cepat:
- Fleksi ekstensi tangan dan jari tangan nyeri sast fleksi
4. Tes gerak aktif
- Adduksi ibu jari tangan nyeri
- Ulnar deviasi nyeri
5. Tes gerak pasif
- Test streach fleksor ibu jari sakit
6. Tes gerak isometric:
- Tes gerak isometric melawan tahanan ibu jari tangan kea rah
abduksi nyeri
- Gerak ibu jari lain negatif
7. Tes khusus:
- Finkels stain test nyeri, oposisi reposisi jari
- Palpasi teraba oedeme pada sisi lateral pergelangan tangan

8. Pemeriksaan lain:
Diagnosis
Nyeri gerak pada tendon otot m abd pol longus dan ext poli brevis akibat
tenovaginitis m abd pol longus dan ext poli brevis

Rencana tindakan
- penjelasan tentang patology, diagnosis, target, tujuan, rencana intervensi,
dan hasil yang di harapkan.
- Persetujuan pasien
- Perencanaan intervensi bertahap





Banda Aceh, 2012 63

I ntervensi
- US under water continous 2 watt/cm2 5-7 menit untuk aktualitas rendah.
- Parafin bath 5 menit
- Massage ke arah proksimal.
- Splinting atau elastic bandaging: piosisi ibu jari tangan abduksi dan
pergelangan tangan radial devia

Evaluasi
- ROM, nyeri

Dokumentasi
- Rekam Fisioterapi dan Rekam Medik RS

Unit terkait Dilaksanakan oleh fisioterapis terampil atau ahli pada muskuloskeletal
Lampiran US, Parafin bath, massage, splint,















Banda Aceh, 2012 64




PUSKESMAS
..
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA
DORSAL WRIST COMPRESSION SYNDROME


No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

Prosedur Tetap
PELAYANAN
FISIOTERAPI
Tanggal terbit

Ditetapkan,
Kepala Puskesmas


Pengertian Adalah proses fisioterpi yang diterapkan pada Dorsal Wrist Compression
Syndrome
Tujuan Melaksanakan asuhan fisioterapi secara tepat, efektif dan efisien dengan hasil
yang optimal
Kebijakan Indikasi :
- Asesmen fisioterapi dan temuannya pd kasus Dorsal Wrist Compression
Syndrome
- Intervensi fisioterapi pada Dorsal Wrist Compression Syndrome

Kontra indikasi :
- Fraktur
- Dislokasi
- Osteoporosis








Banda Aceh, 2012 65

Prosedur Dosis :
- Pada aktualitas tinggi dengan dosis intensitas rendah; pada aktualitas
rendah dosis intensitas tinggi
- Waktu intervensi 20-30 menit
- Pengulangan aktualits tinggi tiap hari; pada aktualitas rendah 3- 2 kali
seminggu

Teknik Aplikasi :
Asesmen fisioterapi
1. Anamnesis
- Trauma pada pergelangan tangan saat menumpu BB
- Nyeri pada gerakan dorsal fleksi pergelangan tangan
- Unstable
2. I nspeksi:
- Kadang tapak oedeme pungung tangan
3. Tes cepat
- Nyeri dan terbatas pada gerak dorsal flexion pergelangan tangan
4. Tes gerak aktif
- Nyeri dan terbatas pada gerak dorsal flexion pergelangan tangan
- Gerak palmar fleksi, lunar-radial dalam batas normal
5. Tes gerak pasif
- Nyeri dan terbatas dengan hard end feel pada gerak dorsal flexion
pergelangan tangan
- Gerak palmar fleksi, lunar-radial dalam batas normal
6. Tes gerak isometric
- Tidak ditemukan gangguan khas
7. Tes khusus
- JPM test palmar dan dorsal flexion timbul nyeri, terbatas denngan
firm end feel
8. Pemeriksaan lain
- X ray: penyempitan sela sendi

Diagnosis
Rencana tindakan
- Penjelasan tentang patologi, diagnosis, target, tujuan, rencana intervensi
dan hasil yang diharapkan
- Persetujuan pasien terhadap target, tujuan dan tindkan intervensi
fisioterapi
- Perencananaan intervensi secara bertahap




Banda Aceh, 2012 66

I ntervensi
- RICE
- US:
o Continous dosis 0,5-1 watt/cm untuk aktualitas tinggi dan 1.5-2
watt/cm
2
untuk aktualitas rendah, waktu 5-7 menit.
- Joint mobilization
o Pada awal intervensi translasi oscilasi dalam MLPP
o Translasi pada pembatasan pronasi dan supinasi
- Stenthening exercise dan latihan fungsi tangan
- Kemungkinan splinting

Evaluasi
- Nyeri,ROM

Dokumentasi
Rekam Fisioterapi dan Rekam Medik RS

Unit terkait Dilaksanakan oleh fisioterapis terampil atau ahli pada ..
Lampiran Juknis asesmen
Juknis RICE
Juknis US











Banda Aceh, 2012 67




PUSKESMAS
..
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA
ARTHROSIS CARPALIA

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

Prosedur Tetap
PELAYANAN
FISIOTERAPI
Tanggal terbit

Ditetapkan,
Kepala Puskesmas

..
Pengertian Adalah proses fisioterpi yang diterapkan pada Arthrosis Carpalia
Tujuan Melaksanakan asuhan fisioterapi secara akurat, parupurna, efektif dan efisien
dengan hasil yang optimal.
Kebijakan Indikasi :
- Asesmen fisioterapi dan temuannya pd kasus Arthrosis carpalia
- Intervensi fisioterapi pada Arthrosis carpalia
Kontra indikasi :
- Fraktur
- Dislocation
- Neoplasma
- Osteoporosis








Banda Aceh, 2012 68

Prosedur Dosis :
- Pada aktualitas tinggi dengan dosis intensitas rendah; pada aktualitas
rendah dosis intensitas tinggi
- Waktu intervensi 20-30 menit
- Pengulangan aktualits tinggi tiap hari dan pada aktualitas rendah 3-2
kali seminggu

Teknik Aplikasi :
Asesmen fisioterapi
1. Anamnesis
- Nyeri jenis ngilu/pegal pada pergelangan tangan dan tangan
- Morning sickness dan start pain
- Gerak terbatas dan crepitasi
2. I nspeksi:
- Posisi tangan MLPP
- Gerak hand dexterity kaku.
3. Tes cepat
- Nyeri dan terbatas pada gerak palmar-dorsal flexion pergelangan
tangan
4. Tes gerak aktif
- Nyeri dan terbatas dengan crepitasi pada gerak palmar-dorsal
flexion pergelangan tangan
5. Tes gerak pasif
- Nyeri dan terbatas dengan crepitasi pada gerak palmar-dorsal
flexion pergelangan tangan dimana dorsal flexion lebih terbatas
dari palmar flexion dengan end feel firm.
6. Tes gerak isometric
- Tidak ditemukan gangguan khas
7. Tes khusus
- Palpasi tangan sering teraba oedeme
- JPM test palmar dan dorsal flexion timbul nyeri, terbatas denngan
firm end feel
8. Pemeriksaan lain
- X ray : penyempitan sela sendi, penebalan tulang subchondrale;
osteophyte.

Diagnosis
- Capsular pattern wrist joint secondary to arthrosis carpalia

Rencana tindakan
- Penjelasan tentang patologi, diagnosis, target, tujuan, rencana intervensi
dan hasil yang diharapkan
- Persetujuan pasien terhadap target, tujuan dan tindkan intervensi
fisioterapi
- Perencananaan intervensi secara bertahap



Banda Aceh, 2012 69

Intervensi
- US:
o US under awter continous dosis 0,5-1 watt/cm untuk aktualitas
tinggi dan 1.5-2 watt/cm untuk aktualitas rendah, waktu 5-7
menit.
- Joint mobilization
o Pada awal intervensi translasi oscilasi dalam MLPP
o Translasi pada pembatasan pronasi dan supinasi
- Free active mobilization exercise
o Pronasi-supinasi
- Kemungkinan splinting

Evaluasi
- Nyeri, ROM dan fungsi tangan.

Dokumentasi:
- Rekam Fisioterapi dan Rekam Medik RS.

Unit terkait Dilaksanakan oleh fisioterapis terampil atau ahli pada
Lampiran - Juknis Asesmen fisioterapi
- Juknis US
- Joint mobilization
- JuknisJoint mobilization
- Juknis splinting










Banda Aceh, 2012 70




PUSKESMAS
..
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA
TENDOVAGINITIS STENOSANS (TRIGGER FINGER)

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

Prosedur Tetap
PELAYANAN
FISIOTERAPI
Tanggal terbit

Ditetapkan,
Kepala Puskesmas


Pengertian Adalah proses fisioterapi yang diterapkan pada Tendovaginitis Stenosans
(Trigger Finger)
Tujuan Adalah proses Fisioterapi yang di terapkan pada kasus Tendovaginitis
Stenosans (Trigger Finger)
Kebijakan Indikasi :
- Asesmen Fisioterapi dan temuannya pada kasus Tendovaginitis
Stenosans (Trigger Finger)
- Intervensi fisioterapi pada Tendovaginitis Stenosans (Trigger Finger)

Kontra indikasi :
- Fraktur
- Dislocation
- Neoplasma
- Lesi saraf perifer
- Rheumatoid arthritis.






Banda Aceh, 2012 71

Prosedur Dosis :
- Waktu intervensi US 5-7 menit, kronis 1x1 hari atau 1x2 hari
(selama12 sampai 18 hari)
- Dosis streching 8 detik, di ulang 8-10 kali.
- Friction 30 kali

Teknik Aplikasi :
Asesmen fisioterapi
1. Anamnesis
- Rasa nyeri pada jari ketiga atau ke empat saat ditekuk mengunci
dan kembali lurus dan berbunyi,
- Nyeri pada setinggi caput metacarpal
2. I nspeksi:
Tidak khas
3. Tes cepat
Tes fleksi jari2 dan ekstensikan (jari ketinggalan)
4. Tes gerak aktif:
- Pada gerak fleksi jari III/IV nyeri pada akhir ROM dan bila di
ekstensikan bunyi klik dan nyeri
- Gerak sendi lain normal
5. Tes gerak pasif:
- Terdapat nyeri saat fleksi jari yang bersangkutan penuh.
- Saat ekstensi jari bunyi klik dan nyeri.
6. Tes gerak isometric
- Gerak fleksi jari yang bersangkutan terdapat nyeri
- Gerak lain negatif
7. Tes khusus
- Palpasi pada caput metacarpal III atau IV teraba benjolan nyeri.
- Bila dalam palpasi bersamaan digerakkan fleksi penuh dan
ekstensi teraba benjolan yang bergerak.
8. Pemriksaan lain

Diagnosis
Nyeri gerak pada jari ke tiga (atau keempat) karena Tendovaginitis Stenosis
flexor digitorum profundus.

Rencana tindakan
- penjelasan tentang patology, diagnosis, target, tujuan, rencana intervensi,
dan hasil yang di harapkan.
- Persetujuan pasien
- Perencanaan intervensi.



Banda Aceh, 2012 72

Intervensi
- US :
o US under water continous 2 watt/cm2 5-7 menit untuk aktualitas
rendah.
o Parafin bath 5 menit
- Streching pada jari ke tiga (keempat) ke arah ekstensi penuh dengan
pergelangan tangan ekstensi
- Transfer Friction jari ke tiga (di selubung tendon)

Evaluasi
Nyeri dan ROM

Dokumentasi:
Rekam Fisioterapi dan rekam medis RS

Unit terkait Dilaksanakan oleh fisioterapis terampil atau ahli pada muskuloskeletal
Lampiran Asesment, US, parafin, stretching.



























Banda Aceh, 2012 73




PUSKESMAS
..
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA
TEMPOROMANDIBULAR (TMJ) DISC DYSFUNCTION
SYNDROME

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

Prosedur Tetap
PELAYANAN
FISIOTERAPI
Tanggal terbit

Ditetapkan,
Kepala Puskesmas


Pengertian Adalah proses fisioterpi yang diterapkan pada Temporomandibular Disc
Dysfunction Syndrome.
Tujuan Indikasi :
- Asesmen fisioterapi dan temuannya pd kasus Temporomandibular Disc
Dysfunction Syndrome
- Intervensi fisioterapi pada Temporomandibular Disc Dysfunction
Syndrome

Kontraindikasi :
- Fraktur
- Neoplasma
- Osteoporosis
- Tristmus
- Acute joint pain
























Banda Aceh, 2012 74

Prosedur Dosis :

- Pada aktualitas tinggi dengan dosis intensitas rendah; pada aktualitas
rendh dosis intensitas tinggi
- Waktu intervensi 20-30 menit
- Pengulangan aktualits tinggi tiap hari; pada aktualitas rendah 3kali - 2
kali seminggu

Teknik Aplikasi :
Asesmen fisioterapi

2. Anamnesis
- Nyeri jenis ngilu/pegal pada TMJ hingga migrain
- Nyeri dan clicking saat mastikasi
- Mengunci bila depressi penuh
2. I nspeksi:
Tidak khas.
3. Tes cepat
Gerak elevasi-depresi bunyi dengan pola gerak C atau S
4. Tes gerak pasif
- Gerak depresi nyeri dan bunyi klik
- Gerak lateral deviasi unilateral nyeri dan bunyi klik
5. Tes gerak isometric
Kadang nyeri
6. Tes khusus
- Palpasi teraba otot masseter/temporales/pterigoideus nyeri
- Compression test nyeri
- Traction test kecaudal keluhan berkurang
7. Pemriksaan lain
X ray panorama untuk melihat susunan gigi, TMJ tidak tampak
kelainan

Diagnosis
Nyeri TMJ-migrain akibat TMJ disc dysfunction

Catatan :




Banda Aceh, 2012 75

Rencana tindakan
- Penjelasan tentang patologi, diagnosis, target, tujuan, rencana intervensi
dan hasil yang diharapkan
- Persetujuan pasien terhadap target, tujuan dan tindkan intervensi
fisioterapi
- Perencananaan intervensi secara bertahap

Intervensi
- MWD diatas temporomandibular
Continous subthermal untuk aktualitas tinggi dan thermal untuk
aktualitas rendah, waktu 10-12 menit.
- Caudal traction mandibulae
Traksi static dan osilasi 5-10 menit
- Roll slide mobilization TMJ.
- Anjuran Mastikasi dengan rahang sisi sehat
- Koreksi gigi

Evaluasi
Nyeri, dan penguncian

Dokumentasi
Rekam Fisioterapi dan Rekam Medik RS.

Unit terkait Dilaksanakan oleh fisioterapis terampil atau ahli pada
Lampiran MWD,
Joint mobilization



Tes Pasif TMJ






Banda Aceh, 2012 76

PUSKESMAS
..
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA
TEMPOROMANDIBULAR (TMJ) OSTEOARTROSIS

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

Prosedur Tetap
PELAYANAN
FISIOTERAPI
Tanggal terbit

Ditetapkan,
Kepala Puskesmas


Pengertian Adalah proses fisioterpi yang diterapkan pada Temporomandibular
Internal Derangement
Tujuan Melaksanakan asuhan fisioterapi secara tepat, efektif dan efisien dengan hasil
yang optimal.
Kebijakan Indikasi :
- Asesmen fisioterapi dan temuannya pd kasus Lumbar disc bulging/HNP
- Intervensi fisioterapi pada Lumbar disc bulging/HNP

Kontra indikasi :
- Acute joint pain
- Tristmus



Otot-otot yang memperkuat TMJ




Banda Aceh, 2012 77

Prosedur Dosis :

- Pada aktualitas tinggi dengan dosis intensitas rendah; pada aktualitas
rendah dosis intensitas tinggi
- Waktu intervensi 20-30 menit
- Pengulangan aktualits tinggi tiap hari; pada aktualitas rendah 3kali - 2
kali seminggu

Teknik Aplikasi :

Asesmen fisioterapi

1. Anamnesis
- Nyeri jenis ngilu/pegal pada TMJ disertai kaku hingga migrain
- Nyeri dan terbatas saat buka mulut
2. I nspeksi
Depresi terbatas atau dalam pola L
3. Tes cepat
Gerak elevasi-depresi bunyi dengan pola gerak L
4.Tes gerak pasif
- Gerak depresi nyeri dan terbatas unilateral
- Gerak lateral deviasi unilateral nyeri dan terbatas
5. Tes gerak isometric
Kadang nyeri
6. Tes khusus
- Palpasi teraba otot masseter/temporales/pterigoideus nyeri
- Compression test nyeri
- Traction test kecaudal keluhan berkurang
1. Pemriksaan lain
X ray terdapat gambaran arthrosis

Diagnosis
Nyeri TMJ-migrain akibat TMJ internal derangement

Catatan :




Banda Aceh, 2012 78

Rencana tindakan
- Penjelasan tentang patologi, diagnosis, target, tujuan, rencana intervensi
dan hasil yang diharapkan
- Persetujuan pasien terhadap target, tujuan dan tindkan intervensi
fisioterapi
- Perencananaan intervensi secara bertahap

Intervensi
- MWD diatas temporomandibular
Continous subthermal untuk aktualitas tinggi dan thermal untuk
aktualitas rendah, waktu 10-12 menit.
- Caudal traction mandibulae
Traksi static dan osilasi 5-10 menit
- Latihan mobilisasi dan peningkatan ROM depressi
- Anjuran Mastikasi dengan rahang sisi sehat

Evaluasi
Nyeri, sensasi, ROM

Dokumentasi
- Rekam Fisioterapi dan Rekam Medik RS.

Unit terkait Dilaksanakan oleh fisioterapis terampil atau ahli pada
Lampiran MWD,
Joint mobilization























Banda Aceh, 2012 79

PUSKESMAS
..
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA
CERVICAL DISC DYSFUNCTION

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

Prosedur Tetap
PELAYANAN
FISIOTERAPI
Tanggal terbit

Ditetapkan,
Kepala Puskesmas


Pengertian Adalah asuhan fisioterpi yang diterapkan pada Cervical Disc Dysfunction
Tujuan Melaksanakan asuhan fisioterapi secara akurat, paripurna, efektif dan efisien
dengan hasil yang optimal.
Kebijakan Indikasi :
- Asesmen fisioterapi dan temuannya pd kasus Cervical disc dysfunction
- Intervensi fisioterapi pada Cervical disc dysfunction

Kontra indikasi :
- Fraktur
- Lysthesis
- Neoplasma
- Osteoporosis
- Whiplash injury
- Ankylosing spondylitis
- TBC tulang



Pembagian Cervical : Upper Cervical dan Lower Cervical





Banda Aceh, 2012 80

Prosedur Dosis :
- Pada aktualitas tinggi dengan dosis intensitas rendah; pada aktualitas
rendah dosis intensitas tinggi
- Waktu intervensi 20-30 menit
- Pengulangan aktualits tinggi tiap hari; pada aktualitas rendah 3kali - 2
kali seminggu
Teknik Aplikasi :
Asesmen fisioterapi
1. Anamnesis:
- Nyeri jenis ngilu/pegal pada cervical hingga lengan
- Paresthesia hingga ke tangan pada area dermatome
- Posisi menetap dan gerak fleksi cervical meningkatkan nyeri dan
paresthesia
- Ekstensi terasa lebih nyaman
2. I nspeksi:
Flat neck atau debais
3. Tes cepat:
- Gerak fleksi cervical nyeri dan paresthesia pada leher hingga
lengan/tangan
- Geral eskensi 3 dimensi cervical nyeri dan paresthesia pada leher
hingga lengan/tangan
4. Tes gerak aktif:
- Gerak fleksi cervical nyeri dan paresthesia pada leher hingga
lengan/tangan
- Gerak lain kadang positif
5. Tes gerak pasif:
- Nyeri dan terbatas dengan springy end feel pada gerak fleksi
cervical.
- Gerak ekstensi cervical terasa nyaman
- Gerak lain kadang positif.
6. Tes gerak isometric
Negatif.
7. Tes khusus
- Compression test posisi fleksi nyeri dan paresthesia pada leher
hingga lengan/tangan
- Traction test posisi ekstensi keluhan berkurang
- Tes sensasi dijumpai hypoaesthesia/paresthesia area dermatome
tertentu
- PACVP nyeri segmental

8. Pemeriksaan lain
- X ray dijumpai flat neck kadang kifosis segment tertentu
- MRI dijumpai disc bulging hingga protrusi.
Diagnosis
Nyeri radikuler cervical disertai paresthesia lengan disebabkan karena disc
bulging/ HNP cervical segment ..


Banda Aceh, 2012 81

Rencana fisioterapi:
- Penjelasan tentang patologi, diagnosis, target, tujuan, rencana intervensi
dan hasil yang diharapkan
- Persetujuan pasien terhadap target, tujuan dan tindkan intervensi
fisioterapi
- Perencananaan intervensi secara bertahap

Intervensi:
- MWD cervical
o Continous subthermal untuk aktualitas tinggi dan thermal untuk
aktualitas rendah, waktu 10-12 menit.
- Cervical traction
o Intermittent posisi lordosis beban 20-30% berat badan, periode traksi
dan istirahat pendek (misal Hold 5 rest 5) durasi 10-15 menit
- Latihan mobilisasi dengan metode Mc Kenzie
- Cervical collar untuk actualitas tinggi
- Proper neck mechanic anjuran posisi lordosis/ekstensi

Evaluasi
- Nyeri, sensasi, ROM cervical.

Dokumentasi
- Rekam Fisioterapi dan Rekam Medik RS.

Unit terkait Dilaksanakan oleh fisioterapis terampil atau ahli pada di RS .....
Lampiran Juknis MWD
Juknis cervical traction
Mobilisasi nucleus
Juknis Mc Kenzie exercise




Mc. Kenzie Exercise pada Cervical.





Banda Aceh, 2012 82




PUSKESMAS
..
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA
CERVICAL INSTABILITY

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

Prosedur Tetap
PELAYANAN
FISIOTERAPI
Tanggal terbit

Ditetapkan,
Kepala Puskesmas



Pengertian Adalah proses fisioterpi yang diterapkan pada Cervical Instability
Tujuan Melaksanakan asuhan fisioterapi secara akurat, paripurna, efektif dan efisien
dengan hasil yang optimal
Kebijakan Indikasi :
- Asesmen fisioterapi dan temuannya pd kasus Cervical disc dysfunction
- Intervensi fisioterapi pada Cervical disc dysfunction

Kontra indikasi :
- Fraktur
- Neoplasma
- Osteoporosis
- Ankylosing spondylitis
- TBC tulang
- Acute disc dysfunction




















Banda Aceh, 2012 83

Prosedur Dosis :
- Pada aktualitas tinggi dengan dosis intensitas rendah; pada aktualitas
rendah dosis intensitas tinggi
- Waktu intervensi 20-30 menit
- Pengulangan aktualits tinggi tiap hari; pada aktualitas rendah 3kali - 2
kali seminggu

Teknik Aplikasi :
Asesmen fisioterapi
Anamnesis
- Nyeri jenis ngilu/pegal pada cervical hingga kepala dan/atau lengan
- Paresthesia hingga ke kepala dan/atau tangan
- Clicking pada gerak cervical tertentu
- Nyeri/paresthesia meningkat pada gerak tertentu cervical
Inspeksi:
- Flat neck atau deviasi
Tes cepat
- Gerak fleksi atau cervical terjadi clicking sering disertai nyeri dan
paresthesia pada leher hingga lengan/tangan
- Geral eskensi 3 dimensi cervical nyeri dan paresthesia pada leher
hingga lengan/tangan
Tes gerak aktif
- Nyeri dan kaku pada satu atau lebih gerak aktif cervical disertau bunyi
klik.
- Kadang disertai nyeri yang menyebar ke kepala dan/atau tangan
Tes gerak pasif
- Nyeri dan ROM lebih besar dari normal dengan empty end feel, sering
.satu atau lebih gerak pasif cervical terbatas dengan springy end feel
- Keterbatasan gerak non capsular pattern.
Tes gerak isometric
- Nyeri pada gerak isometric
- Nyeri berkurang pasca gerak isometrik
Tes khusus
- Joint play movement satu atau lebih terjadi ROM lebih besar dari
normal dengan springy end feel.
- Tes dengan PACVP nyeri segmental.
Pemriksaan lain
- X ray dijumpai flat neck kadang kifosis segment tertentu
- MRI dijumpai lysthesis atau kadang tidak khas.

Diagnosis
- Nyeri radikuler cercical ke kepala dan/atau lengan disertai paresthesia
lengan disebabkan karena cervical instability



Banda Aceh, 2012 84

Rencana fisioterapi
- Penjelasan tentang patologi, diagnosis, target, tujuan, rencana intervensi
dan hasil yang diharapkan
- Persetujuan pasien terhadap target, tujuan dan tindkan intervensi
fisioterapi
- Perencananaan intervensi secara bertahap

Intervensi
- MWD cervical
o Continous subthermal untuk aktualitas tinggi dan thermal untuk
aktualitas rendah, waktu 10-12 menit.
- Cervical collar untuk jenis rigid atau semi rigid
- Latihan stabilisasi aktif diberikan pada posisi cervical tegak
- Proper neck mechanic pada posisi cervical tegak

Evaluasi
- Nyeri, sensasi, stabilisasi aktif cervical.

Dokumentasi
- Rekam Fisioterapi dan Rekam Medik RS.

Unit terkait Dilaksanakan oleh fisioterapis terampil atau ahli pada RS
Lampiran Asesmen
MWD
Active stabilization exc




















Banda Aceh, 2012 85

PUSKESMAS
..
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA
SPONDYLOARTHROSIS CERVICALIS (S.A.C)

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

Prosedur Tetap
PELAYANAN
FISIOTERAPI
Tanggal terbit

Ditetapkan,
Kepala Puskesmas


Pengertian Adalah proses asuhan fisioterapi yang diterapkan pada Spondylosis Def /
S.A.C
Tujuan Adalah proses fisioterpi yang diterapkan pada Spondylosis Def / S.A.C
Kebijakan Melaksanakan asuhan fisioterapi secara akurat, paripurna, efektif dan efisien
dengan hasil yang optimal
Prosedur Indikasi :
- Asesmen fisioterapi dan temuannya pd kasus Spondyloarthrosis
cervicalis
- Intervensi fisioterapi pada Spondyloarthrosis cervicalis

Kontra indikasi :
- Fraktur
- Neoplasma
- Osteoporosis
- Ankylosing spondylitis
- TBC tulang
- Acute disc dysfunction/Acute radicular pain















Pola Gerak Fleksi-EkstensiCervical




Banda Aceh, 2012 86

Dosis :
- Pada aktualitas tinggi dengan dosis intensitas rendah; pada aktualitas
rendah dosis intensitas tinggi
- Waktu intervensi 20-30 menit
- Pengulangan aktualits tinggi tiap hari; pada aktualitas rendah 3kali - 2
kali seminggu

Teknik Aplikasi :
Asesmen fisioterapi
Anamnesis
- Morning sickness dan Start pain
- Nyeri jenis ngilu/pegal pada cervical hingga interscapulae dan/atau
lengan
- Nyeri leher disertai kaku leher
- Nyeri/paresthesia meningkat pada gerak cervical ekstensi
Inspeksi:
- Flat neck atau Lordosis atau deviasi
Tes cepat
- Gerak fleksi terasa tegang tetapi nyeri berkurang, gerak ekstensi nyeri
cervical menyebar hingga intersccapular atau lengan
- Gerak ekstensi 3 dimensi cervical nyeri dan paresthesia pada leher
hingga interscapular atau lengan
Tes gerak aktif
- Nyeri dan kaku pada gerak aktif cervical terutama ekstensi.
Tes gerak pasif
- Nyeri dan ROM terbatas dengan firm end feel, sering terasa crepitasi
- Keterbatasan gerak dalam capsular pattern.
Tes gerak isometric
- Gerak isometric kadang nyeri
- Nyeri berkurang pasca gerak isometrik
Tes khusus
- Compression test posisi ekstensi nyeri menyebar
- Joint play movement lateral gapping test atau 3 dimentional flexion
terbatas firm end feel.
- Tes dengan PACVP nyeri segmental.
Pemeriksaan lain
- X ray dijumpai osteofit tepi corpus dan/atau facets
- MRI dijumpai osteofif.

Diagnosis
- Nyeri pseudo radikuler cercical menyebar ke interscapular/lengan
disebabkan karena cervical spondylo arthrosis (disertai capsular patern).




Banda Aceh, 2012 87

Rencana tindakan
- Penjelasan tentang patologi, diagnosis, target, tujuan, rencana intervensi
dan hasil yang diharapkan
- Persetujuan pasien terhadap target, tujuan dan tindkan intervensi
fisioterapi
- Perencananaan intervensi secara bertahap

Intervensi
- US atau SWD atau MWD atau .... cervical
o US continous 2 watt/cm
2
5-7 menit untuk aktualitas rendah
o SWD/MWD Continous thermal untuk aktualitas rendah, waktu 10-12
menit.
- Cervical traction posisi fleksi beban 20-33% BB 15-20 menit
- Cervical collar soft atau semi rigid untuk actualitas tinggi
- Latihan stabilisasi aktif diberikan pada posisi cervical tegak
- Proper neck mechanic pada posisi cervical tegak

Evaluasi
- Nyeri, dan ROM .

Dokumentasi
- Rekam Fisioterapi dan Rekam Medik RS.

Unit terkait Dilaksanakan oleh fisioterapis terampil atau ahli pada
Lampiran Asesmen
Cervical traction
US / SWD / MWD














Traksi pada Cervical dalam posisi netral.






Banda Aceh, 2012 88

PUSKESMAS
..
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA
LUMBAR DISC BULGING/HNP


No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

Prosedur Tetap
PELAYANAN
FISIOTERAPI
Tanggal terbit

Ditetapkan,
Kepala Puskesmas


Pengertian Adalah proses fisioterapi yang diterapkan pada lumbar disc bulging/HNP
Tujuan Melaksanakan asuhan fisioterapi secara tepat, efektif dan efisien dengan hasil
yang optimal.
Kebijakan Indikasi:
- Asesmen fisioterapi dan temuannya pd kasus Lumbar disc bulging/HNP
- Intervensi fisioterapi pada Lumbar disc bulging/HNP

Kontra indikasi :
- Fraktur
- Lysthesis
- Neoplasma
- Osteoporosis
- Ankylosing spondylitis
- TBC tulang.









Pembagian Kelainan pada Diskus.

-


Banda Aceh, 2012 89

Prosedur Dosis :
- Pada aktualitas tinggi dengan dosis intensitas rendah; pada aktualitas
rendh dosis intensitas tinggi
- Waktu intervensi 20-30 menit
- Pengulangan aktualits tinggi tiap hari; pada aktualitas rendah 3kali - 2
kali seminggu
Teknik Aplikasi :
Asesmen fisioterapi
Anamnesis:
- Nyeri jenis ngilu/pegal pada Lumbar spine menyebar samapi ke kaki
- Paresthesia hingga kekaki pada area dermatome L5-S1
- Posisi duduk lama, jongkok; gerak fleksi lumbale meningkatkan nyeri
dan paresthesia
Inspeksi:
- Posisi lumbale scoliosis
Tes cepat:
- Gerak fleksi lumbale nyeri dan paresthesia pada tungkai-kaki
Tes gerak aktif:
- Gerak fleksi lumbale nyeri dan paresthesia hingga tungkai belakang-
kaki
- Gerak lain kadang positif
Tes gerak pasif:
- Nyeri dan terbatas dengan springy end feel pada gerak fleksi lumbale.
- Gerak ekstensi lumbale terasa nyaman
- Gerak lain kadang nyeri
Tes gerak isometric
- Kadang ekstensi ibu jari kaki lemah.
Tes khusus
- Palpasi teraba otot para vertebrale spasm
- Lasegue sign positif, bragard test positif
- Compression test posisi fleksi nyeri dan paresthesia hingga kaki
- Traction test posisi ekstensi keluhan berkurang
- Tes sensasi dijumpai hypoaesthesia/paresthesia area dermatome
tertentu
Pemeriksaan lain
- X ray dijumpai flat back
- MRI dijumpai disc bulging hingga protrusi.

Diagnosis
- Nyeri radikuler cercical disertai paresthesia lengan disebabkan karena
disc bulging/ HNP lumbale segment



Banda Aceh, 2012 90

Rencana fisioterapi:
- Penjelasan tentang patologi, diagnosis, target, tujuan, rencana intervensi
dan hasil yang diharapkan
- Persetujuan pasien terhadap target, tujuan dan tindkan intervensi
fisioterapi
- Perencananaan intervensi secara bertahap

Intervensi:
- SWD/MWD lumbale
o Continous subthermal untuk aktualitas tinggi dan thermal untuk
aktualitas rendah, waktu 10-12 menit.
- Lumbale traction
o Intermittent poaiai lordosis beban 40-60% berat badan, periode traksi
dan istirahat pendek (misal Hold 5 rest 5) durasi 10-15 menit
- Latihan mobilisasi dengan metode Mc Kenzie
- Lumbar corset untuk actualitas tinggi
- Proper body mechanic anjuran posisi lordosis/ekstensi dan lifting
technique

Evaluasi
- Nyeri, sensasi, ROM lumbale.

Dokumentasi
- Rekam Fisioterapi dan Rekam Medik RS.

Unit terkait Dilaksanakan oleh fisioterapis terampil atau ahli pada di RS .....
Lampiran Asesmen
Lumbar traction
Terapi latihan Mc Kenzie
Proper body mechanic, lifting technique















Mc. Kenzie Exercise.




Banda Aceh, 2012 91

PUSKESMAS
..
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA
LUMBAR SPONDYLOARTHROSIS


No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

Prosedur Tetap
PELAYANAN
FISIOTERAPI
Tanggal terbit

Ditetapkan,
Kepala Puskesmas


Pengertian Adalah proses fisioterapi yang diterapkan pada Spondyloarthrosis Lumbalis
Tujuan Melaksanakan asuhan fisioterapi secara tepat, efektif dan efisien dengan hasil
yang optimal.
Kebijakan Indikasi :
- Asesmen fisioterapi dan temuannya pd kasus Spondyloarthrosis lumbalis
- Intervensi fisioterapi pada Spondyloarthrosis lumbalis

Kontra indikasi :
- Fraktur
- Neoplasma
- Osteoporosis
- Ankylosing spondylitis
- TBC tulang
- Acute disc dysfunction/Acut radicular pain.
















Foto Rotgen Lubosacral



Banda Aceh, 2012 92

Prosedur Dosis :
- Pada aktualitas tinggi dengan dosis intensitas rendah; pada aktualitas
rendah dosis intensitas tinggi
- Waktu intervensi 20-30 menit
- Pengulangan aktualits tinggi tiap hari; pada aktualitas rendah 3kali - 2
kali seminggu

Teknik Aplikasi :
Asesmen fisioterapi
Anamnesis
- Morning sickness dan Start pain
- Nyeri jenis ngilu/pegal pada lumbale kadang hingga kelakang paha
- Nyeri lelumbale disertai kaku
- Nyeri/paresthesia meningkat pada gerak ekstensi lumbale
Inspeksi:
- Lumbale lordosis atau flat back
Tes cepat
- Gerak fleksi terasa tegang tetapi nyeri berkurang, gerak ekstensi nyeri
lumbale
Tes gerak aktif
- Nyeri dan kaku pada gerak aktif lumbale terutama ekstensi.
Tes gerak pasif
- Nyeri dan ROM terbatas dengan firm end feel, sering terasa crepitasi
- Keterbatasan gerak dalam capsular pattern.
Tes gerak isometric
- Gerak isometric negative atau kadang nyeri
Tes khusus
- Compression test posisi fleksi nyeri
- Gapping test terbatas firm end feel.
- Tes dengan PACVP nyeri segmental.
Pemriksaan lain
- X ray dijumpai osteofit tepi corpus dan/atau facets
- MRI dijumpai osteofit.

Diagnosis
- Nyeri pseudo radikuler lumbale ke hamstrings karenal spondylo
arthrosis lumbalis




Banda Aceh, 2012 93

Rencana tindakan
- Penjelasan tentang patologi, diagnosis, target, tujuan, rencana intervensi
dan hasil yang diharapkan
- Persetujuan pasien terhadap target, tujuan dan tindkan intervensi
fisioterapi
- Perencananaan intervensi secara bertahap

Intervensi
- US atau SWD atau MWD atau cervical
o US continous 2 watt/cm2 5-7 menit untuk aktualitas rendah
o SWD/MWD Continous thermal untuk aktualitas rendah, waktu 10-12
menit.
- Lumbar traction posisi fleksi beban 40-60% BB 15-20 menit
- Lumbar corset untuk actualitas tinggi
- Williams flexion exercise
- Latihan stabilisasi aktif diberikan pada posisi lumbaletegak
- Proper neck mechanic pada posisi flat back

Evaluasi
Nyeri, dan ROM .

Dokumentasi
Rekam Fisioterapi dan Rekam Medik RS.

Unit terkait Dilaksanakan oleh fisioterapis terampil atau ahli pada
Lampiran Asesmen
Lumbar traction
Terapi latihan Williams flexion exercise
Proper body mechanic, lifting technique















Trakasi Lumbal






Banda Aceh, 2012 94

PUSKESMAS
..
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA
LUMBAR SPONDYLOLYSTHESIS


No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

Prosedur Tetap
PELAYANAN
FISIOTERAPI
Tanggal terbit

Ditetapkan,
Kepala Puskesmas


Pengertian Adalah proses fisioterapi yang diterapkan pada lumbar Spondylolysthesis
Tujuan Melaksanakan asuhan fisioterapi secara tepat, efektif dan efisien dengan hasil
yang optimal.
Kebijakan Indikasi:
- Asesmen fisioterapi dan temuannya pd kasus Spondylolysthesis lumbalis
- Intervensi fisioterapi pada Spondylolysthesis lumbalis

Kontra indikasi :
- Fraktur
- Neoplasma
- Osteoporosis
- Ankylosing spondylitis
- TBC tulang
- Acute disc dysfunction/Acut radicular pain















Banda Aceh, 2012 95

Prosedur Dosis :
- Pada aktualitas tinggi dengan dosis intensitas rendah; pada aktualitas
rendh dosis intensitas tinggi
- Waktu intervensi 20-30 menit
- Pengulangan aktualits tinggi tiap hari; pada aktualitas rendah 3kali - 2
kali seminggu
Teknik Aplikasi :
Asesmen fisioterapi
1. Anamnesis:
- Nyeri pingang sampai kedua hamstrings
- Disertai paresthesia kedua hamstrings
- Gerak lumbale sering clicking
2, I nspeksi:
Lordosis/asimetri
3. Tes cepat
- Fleksi terjadi clicking dan nyeri
- Gerak hip lebih besar dari lumbale
4.Tes gerak aktif
- Nyeri pada gerak tertentu (missal fleksi)
- Terdengar bunyi klicking
5.Tes gerak pasif
- Nyeri pada gerak tertentu
- ROM lebih besar dari normal
6. Tes gerak isometric
Tidak tampak kelainan
7. Tes khusus
- Palpasi: step on atau step off.
- Stabilization test positif kadang diikuti paresthesia

8.Pemeriksaan lain
X ray dijumpai Lysthesis

Diagnosis:
- Nyeri pinggang hingga kedua hamstrings akibat spondylolysthesis
lumbalis.

Rencana tindakan:
- Penjelasan tentang patologi, diagnosis, target, tujuan, rencana intervensi
dan hasil yang diharapkan
- Persetujuan pasien terhadap target, tujuan dan tindkan intervensi
fisioterapi
- Perencananaan intervensi secara bertahap




Banda Aceh, 2012 96

Intervensi
- SWD atau MWD
o SWD/MWD Continous thermal untuk aktualitas rendah, waktu 10-12
menit.
- Lumbar corset
- Latihan stabilisasi aktif diberikan pada posisi lumbale tegak otot para
lumbale, abdominal dan otot-otot pelvic hip complex
- Proper neck mechanic pada posisi lordosis

Evaluasi
- Nyeri, dan stabilitas.

Dokumentasi
- Rekam Fisioterapi dan Rekam Medik RS.

Unit terkait Dilaksanakan oleh fisioterapis terampil atau ahli pada di RS .....
Lampiran Asesmen
Lumbar corset
Terapi latihan stabilization exercise
Proper body mechanic, lifting technique















Lumbal Corset








Banda Aceh, 2012 97


PUSKESMAS
..
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA
SCOLIOSIS IDIOPATIK

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

Prosedur Tetap
PELAYANAN
FISIOTERAPI
Tanggal terbit

Ditetapkan,
Kepala Puskesmas

Pengertian Adalah proses fisioterpi yang diterapkan pada Scoliosis Idiopatik
Tujuan Melaksanakan asuhan fisioterapi secara tepat, efektif dan efisien dengan hasil
yang optimal.
Kebijakan Indikasi:
- Asesmen fisioterapi dan temuannya pd kasus Cervical disc dysfunction
- Intervensi fisioterapi pada Cervical disc dysfunction

Kontra indikasi :
- Fraktur
- Neoplasma
- Osteoporosis
- Ankylosing spondylitis
- TBC tulang















Scoliosis



Banda Aceh, 2012 98

Prosedur Dosis :
- Pada aktualitas tinggi dengan dosis intensitas rendah; pada aktualitas
rendh dosis intensitas tinggi
- Waktu intervensi 20-30 menit
- Pengulangan aktualits tinggi tiap hari; pada aktualitas rendah 3kali - 2
kali seminggu
Teknik Aplikasi :
Asesmen fisioterapi
1. Anamnesis:
- Punggung asimetri punggung (scapula) menonjol satu sisi
- Diketahui secara tidak sengaja oleh orang tuanya
- Tidak diketahui sebabnya
2. Inspeksi:
Asimetri dan rib hump, atau pelvis torsion
3. Tes cepat
Fleksi punggung tampak rib hump
4. Tes gerak aktif
- Gerak lateral fleksi kekanan terbatas pada T8 tetap melengkung
kekiri atau hanya tegak
- Gerak lateral fleksi kekiri lebih besar
5. Tes gerak pasif
- Gerak lateral fleksi kekanan terbatas pada T8 terbatas dengan
firm end feel
- Gerak lateral fleksi kekiri pada T8 ROM lebih besar dari normal
dengan end feel elastik
6. Tes gerak isometric
Negatif
7. Tes khusus
- Fleksi dijumpai ribs hump kanan
- Asimetri pelvis (pelvic torsion) terhadap plumb line yang
ditempatkan pada kolumna vertebrali
- Pengukuran panjang kaki dijumpai leg discrepancy
- LPAVP dijumpai keterbatasan dengan firm end feel
- Gapping test T7-8-9 terbatas dengan firm end feel
8.Pemeriksaan lain
- X ray dijumpai flat neck kadang kifosis segment tertentu
- Pengukuran cobb angle

Diagnosis:
- Gangguan posture tubuh bidang frontal akibat scoliosis idiopathic
Rencana tindakan:
- Penjelasan tentang patologi, diagnosis, target, tujuan, rencana intervensi
dan hasil yang diharapkan
- Persetujuan pasien terhadap target, tujuan dan tindkan intervensi
fisioterapi
- Perencananaan intervensi secara bertahap



Banda Aceh, 2012 99

Intervensi:
- MWD thoracal
o Continous subthermal untuk aktualitas tinggi dan thermal untuk
aktualitas rendah, waktu 10-12 menit.
- Latihan mobilisasi dengan metode crawl exercise
- Latihan stabilisasi dengan bugnet exercise
- TLSO atau Boston brace

Evaluasi
- Nyeri, Cobb angle

Dokumentasi
- Rekam Fisioterapi dan Rekam Medik RS.

Unit terkait Dilaksanakan oleh fisioterapis terampil atau ahli pada di RS .....
Lampiran Asesmen
Juknis clawl exercise, bugnet exercise
Juknis mobilsasi segmental thoracal






















Banda Aceh, 2012 100



PUSKESMAS
..
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA
THORACIC HYPOMOBILITY SYNDROME


No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

Prosedur Tetap
PELAYANAN
FISIOTERAPI
Tanggal terbit

Ditetapkan,
Kepala Puskesmas


Pengertian Adalah proses fisioterpi yang diterapkan pada Thoracic Hypomobility
Syndrome
Tujuan Melaksanakan asuhan fisioterapi secara akurat, paripurna, efektif dan efisien
dengan hasil yang optimal.
Kebijakan Indikasi :
- Asesmen fisioterapi dan temuannya pada kasus thoracic hypomobility
syndrome.
- Intervensi fisioterapi pada thoracic hypomobility syndrome.

Kontra indikasi :
- Fraktur
- Neoplasma
- Osteoporosis
- Ankylosing spondylitis
- TBC tulang




Banda Aceh, 2012 101

Prosedur Dosis :
- Pada aktualitas tinggi dengan dosis intensitas rendah; pada aktualitas
rendah dosis intensitas tinggi
- Waktu intervensi 20-30 menit
- Pengulangan aktualits tinggi tiap hari; pada aktualitas rendah 3kali - 2
kali seminggu

Teknik Aplikasi :
Asesmen fisioterapi:
1. Anamnesis:
- Nyeri jenis ngilu/pegal pada punggung atas, interscapular hingga
satu sisi dada
- Nyeri meningkat pada ekstensi thoracal atau inspirasi dalam.
2. I nspeksi:
Kifosis thoracalis atau round back
3. Tes cepat:
Gerak ekstensi thoracal nyeri hingga dada
4.Tes gerak aktif:
- Gerak ekstensi thoracal nyeri hingga dada
- Gerak lain kadang nyeri
5.Tes gerak pasif:
- Gerak ekstensi thoracal nyeri dan ROM terbatas dengan firm end
feel
- Gerak lain kadang nyeri dan ROM terbatas dengan firm end feel
6.Tes gerak isometric:
Negatif.
7.Tes khusus:
- PACVP nyeri punggung hingga ke dada
- LPAVP nyeri punggung hingga ke dada
- Segmental gapping test thoracal nyeri, terbatas dan firm end feel.
8.Pemeriksaan lain:
X ray dijumpai flat neck kadang kifosis segment tertentu

Diagnosis:
- Nyeri punggung atas hingga dada dengan hypeomobility thoracal
(missal T8-9) disebabkan (missal kifosis atau round back)

Rencana tindakan:
- Penjelasan tentang patologi, diagnosis, target, tujuan, rencana intervensi
dan hasil yang diharapkan
- Persetujuan pasien terhadap target, tujuan dan tindkan intervensi
fisioterapi
- Perencananaan intervensi secara bertahap



Banda Aceh, 2012 102

Intervensi:
- US
- MWD thoracal
o Continous subthermal untuk aktualitas tinggi dan thermal untuk
aktualitas rendah, waktu 10-12 menit.
- Joint mobilzation teknik PACVP LPAVP
- Gapping manipulation 3 dimensi ekstensi
- Latihan mobilisasi dengan metode Mc Kenzie
- Proper back mechanic anjuran posisi lordosis/ekstensi

Evaluasi:
- Nyeri, JPM, dan ROM thoracall.

Dokumentasi:
- Rekam Fisioterapi dan Rekam Medik RS

Unit terkait Dilaksanakan oleh fisioterapis terampil atau ahli pada
Lampiran - Juknis asesmen
- Juknis MWD
- Juknis asesmen
- Juknis PACVP dan LPAVP
- Juknis gapping manipulation
- Juknis Mc. Kenzie exc.
























Banda Aceh, 2012 103



PUSKESMAS
..
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA
MYOFASCIAL PAIN

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

Prosedur Tetap
PELAYANAN
FISIOTERAPI
Tanggal terbit

Ditetapkan,
Kepala Puskesmas



Pengertian Adalah proses fisioterapi yang diterapkan pada myofascial pain
Tujuan Melaksanakan asuhan fisioterapi secara tepat, efektif dan efisien dengan hasil
yang optimal.
Kebijakan Indikasi:
- Asesmen fisioterapi dan temuannya pd kasus myofascial pain
- Intervensi fisioterapi pada myofascial pain

Kontra indikasi :
- Fraktur
- Dislocation
- Neoplasma
- Myositis osccsificans




















Banda Aceh, 2012 104

Prosedur Dosis :
- Pada aktualitas tinggi dengan dosis intensitas rendah; pada aktualitas
rendh dosis intensitas tinggi
- Waktu intervensi 20-30 menit
- Pengulangan aktualits tinggi tiap hari; pada aktualitas rendah 3kali - 2
kali seminggu
Teknik Aplikasi :
Asesmen fisioterapi
1. Anamnesis:
- Nyeri jenis pegal menyebar dalam pola segmental/vegetatif
- Nyeri meningkat regangan pada otot yang bersangkutan
- Nyeri meningkat kontraksi pada otot yang bersangkutan
2. I nspeksi:
Tidak khas
3. Tes cepat
Tergantung regio yang terkena
4.Tes gerak aktif
Tergantung regio yang terkena
5.Tes gerak pasif
Tergantung regio yang terkena
6.Tes gerak isometric
Tergantung regio yang terkena
7.Tes khusus
- Palpasi: trigger point, pada taut band dan twisting, nyeri menyebar.
- Stretch test.
8.Pemeriksaan lain
-.-
Diagnosis:
Nyeri muscular menyebar ke disebabkan oleh myofascial trigger point.

Rencana tindakan:
- Penjelasan tentang patologi, diagnosis, target, tujuan, rencana intervensi
dan hasil yang diharapkan
- Persetujuan pasien terhadap target, tujuan dan tindkan intervensi
fisioterapi
- Perencananaan intervensi secara bertahap





Banda Aceh, 2012 105

Intervensi
- US:
o Posisi rotasi internal-ekstensi-adduksi
o Dosis 2 2.5 watt/cm
2
waktu 2-3 menit
- Transverse friction Posisi rotasi internal-ekstensi-adduksi
- Stretching otot yang bersangkuta

Evaluasi
- Nyeri.

Dokumentasi
- Rekam Fisioterapi dan Rekam Medik RS.

Unit terkait Dilaksanakan oleh fisioterapis terampil atau ahli pada di RS .....
Lampiran Juknis assesmen
Juknis US
Juknis Transverse friction
Juknis stretching























Banda Aceh, 2012 106

PUSKESMAS
..
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA
THORACIC (COMPRESSION) OUTLET SYNDROME : SCALENUS
SYNDROME

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

Prosedur Tetap
PELAYANAN
FISIOTERAPI
Tanggal terbit

Ditetapkan,
Kepala Puskesmas


Pengertian Adalah proses fisioterpi yang diterapkan pada Thoracic (Compression)
Outlet Syndrome : Scalenus Syndrome
Tujuan Melaksanakan asuhan fisioterapi secara akurat, paripurna, efektif dan efisien
dengan hasil yang optimal
Kebijakan Indikasi :
- Asesmen fisioterapi dan temuannya pd kasus Thoracic (Compression)
Outlet Syndrome : Scalenus Syndrome
- Intervensi fisioterapi pada Thoracic (Compression) Outlet Syndrome :
Scalenus Syndrome

Kontra indikasi :
- Fraktur
- Neoplasma
- Osteoporosis
- Ankylosing spondylitis
- TBC tulang
- Acute disc dysfunction/Acut radicular pain.







Banda Aceh, 2012 107

Prosedur Dosis :
- Pada aktualitas tinggi dengan dosis intensitas rendah; pada aktualitas
rendah dosis intensitas tinggi
- Waktu intervensi 20-30 menit
- Pengulangan aktualits tinggi tiap hari; pada aktualitas rendah 3kali - 2
kali seminggu

Teknik Aplikasi :

Asesmen fisioterapi
1. Anamnesis
- Nyeri jenis ngilu/pegal pada leer-pundak depan hingga lengan
- Nyeri meningkat pada posisi lengan kebawah disertai depresi
- Nyeri berkurang bila lengan abduksi
2. Inspeksi:
- Forward head position
- Posisi bahu-lengan depresi
3. Tes cepat
- Tidak spesifik
- Abduksi elevasi kadang nyeri
4. Tes gerak aktif
Negatif
5. Tes gerak pasif
Negatif
6. Tes gerak isometric
Negatif
7. Tes khusus
- Adsons test positif
- Palpasi scalenus nyeri semutan hingga ke Joint play movement
lateral gapping tangan
Pemriksaan lain
X ray normal

Diagnosis
Nyeri dan semutan leher-pundak hinga lengan disebabkan oleh entrapmen
pleksus bracialis akibat scalenus contractur

Rencana tindakan
- Penjelasan tentang patologi, diagnosis, target, tujuan, rencana intervensi
dan hasil yang diharapkan
- Persetujuan pasien terhadap target, tujuan dan tindkan intervensi
fisioterapi
- Perencananaan intervensi secara bertahap



Banda Aceh, 2012 108

Intervensi
- MWD pada m.scalenus
o MWD Continous thermal untuk aktualitas rendah, waktu 10-12
menit.
- Contract relax stretching m. scalenus anterior/posterior
- Postural correction (retraksi leher)
- Home program: stretching.

Evaluasi
- Nyeri, dan ROM
Dokumentasi
- Rekam Fisioterapi dan Rekam Medik RS.

Unit terkait Dilaksanakan oleh fisioterapis terampil atau ahli pada
Lampiran - Asesmen
- MWD
- Contract relax stretching
- Postural correction.
-






















Banda Aceh, 2012 109


PUSKESMAS
..
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA
THORACIC (COMPRESSION) OUTLET SYNDROME : HYPER
ABDUCTION SYNDROME

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

Prosedur Tetap
PELAYANAN
FISIOTERAPI
Tanggal terbit

Ditetapkan,
Kepala Puskesmas


Pengertian Adalah proses fisioterapi yang diterapkan pada thoracic (compression)
outlet syndrome
Tujuan Melaksanakan asuhan Fisioterapi secara akurat, paripurna, efektif dan efisien
dengan hasil yang optimal.

Kebijakan Indikasi :
- Asesmen Fisioterapi dan temuannya pada kasus thoracic (compression)
outlet syndrome
- Intervensi Fisioterapi pada thoracic (compression) outlet syndrome

Kontraindikasi :
- Fraktur
- Neoplasma
- Osteoporosis
- Ankylosing spondylitis
- TBC tulang
- Acute disc dysfunction/Acut radicular pain.














Banda Aceh, 2012 110

Rosedur Dosis :
- Pada aktualitas tinggi dengan dosis intensitas rendah; pada aktualitas
rendah dosis intensitas tinggi
- Waktu intervensi 20-30 menit
- Pengulangan aktualits tinggi tiap hari; pada aktualitas rendah 3kali - 2
kali seminggu


Teknik Aplikasi :
Asesmen fisioterapi
1. Anamnesis
- Nyeri dan atau semutan ke lengan.
- Terutama bila tidur miring kesisi sakit atau tertindih.
- Saat gerakan mengangkat lengan penuh kesemutan bila di
turunkan hilang.
2. Tes cepat:
Abdukasi elevasi shoulder penuh timbul semutan/nyeri langan.
3. Tes gerak aktif:
- Abduksi penuh timbul nyeri/paresthesia
- Gerak lain negatif
4. Tes gerak pasif:
- Abduksi penuh timbul nyeri/paresthesia dengan springy end feel.
- Gerak lain negatif Tes gerak isometrik.
5. Tes khusus:
Hiperabduction test.
6. Pemeriksaan lain
EMG ditemukan entrapmen setinggi pectoralis minor

Diagnosis
Nyeri dan semutan leher-pundak hinga lengan disebabkan oleh entrapmen
pleksus bracialis akibat pectoralis minor contractur

Rencana tindakan
- Penjelasan tentang patologi, diagnosis, target, tujuan, rencana intervensi
dan hasil yang diharapkan
- Persetujuan pasien terhadap target, tujuan dan tindkan intervensi
fisioterapi
- Perencananaan intervensi secara bertahap




Banda Aceh, 2012 111

Intervensi :
- MWD pada m pecroralis minor.
o MWD Continous thermal untuk aktualitas rendah, waktu 10-12
menit.
- Contract relax stretching m. pectoralis minor
- Home program : stretching.

Evaluasi:
Nyeri dan ROM

Dokumentasi:
Rekam medik Rumah Sakit .....

Unit terkait Dilaksanakan oleh fisioterapis terampil atau ahli pada
Lampiran Asesmen
MWD
Contract rela stretching






















Banda Aceh, 2012 112




PUSKESMAS
..
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA
COLLUM FEMORIS FRACTURE

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

Prosedur Tetap
PELAYANAN
FISIOTERAPI
Tanggal terbit

Ditetapkan,
Kepala Puskesmas


Pengertian Adalah proses fisioterpi yang diterapkan pada Fraktur collum femoris
Tujuan Melaksanakan asuhan fisioterapi secara tepat, efektif dan efisien dengan hasil
yang optimal.









Anatomi os femur




Banda Aceh, 2012 113

Kebijakan Indikasi:
- Asesmen fisioterapi dan temuannya pd kasus Fraktur collum femoris
- Intervensi fisioterapi pada Fraktur collum femoris

Kontra indikasi :
- osteomielitis
- Neoplasma.





















Banda Aceh, 2012 114

Prosedur







Dosis :
- Pada aktualitas tinggi dengan dosis intensitas rendah; pada aktualitas
rendh dosis intensitas tinggi
- Waktu intervensi 20-30 menit
- Pengulangan aktualits tinggi tiap hari; pada aktualitas rendah 3kali - 2
kali seminggu
Teknik Aplikasi :
Asesmen fisioterapi
Anamnesis:
- adanya nyeri pada daerah fraktur
- adanya kliking
- inflamasi
- sensasi
- Kelemahan otot
I nspeksi:
Leg discrepancy
Tes cepat
- Sulit dilakuka pada keadaan acute,
- menurut area terjadinya fraktur
Tes gerak aktif
- Gerak fisiologis sendialur gerak normal
- keseimbangan, koordinasi, beban sirkulasi.
Tes gerak pasif
- Gerak terbatas kesemua arah gerakan
Tes gerak isometric
- Tidak ada gejala khas
Tes khusus:
- Palpasi untuk menentukan lokasi
- Joint play movement untuk capsuloligamentair
- Contract relax stretching untuk patologi tendomuscular dan panjang otot
- Joint stabilization test untuk hypermobility/instability
- Provocation test segmental untuk mendeteksi segment patologis
- Gapping test untuk joint play movement test facets, sacroiliac joint
- Low back manouvre I dan II.
- Skin consistency untuk mendeteksi patologi integument
- Tes khusus regional untuk kasus tertentu.
- Neurologic test untuk pemeriksaan gangguan neurologis
Pengukuran:
- ROM untuk memeriksa lingkup gerak sendi
- Manual muscle testing untuk mengukur kekuatan otot umum
- Pengukuran performans otot dengan HHD, spygmomanometer ,biofeedback
pressure.
Pemeriksaan lain
- X ray, MRI
Diagnosis:
- adanya gangguan gerak pada hip dan nyeri
Rencana tindakan:
- Penjelasan tentang patologi, diagnosis, target, tujuan, rencana intervensi
dan hasil yang diharapkan
- Persetujuan pasien terhadap target, tujuan dan tindkan intervensi
fisioterapi
- Perencananaan intervensi secara bertahap
Intervensi
- RICE
- Infra Red Dengan ORIF,jarak Steady stage
- SWD tanpa ORIF,contineus selama10 12 menit
- Inmobilisasi dengan Gips selama........


Banda Aceh, 2012 115

Evaluasi
Nyeri, ROM dan fungsi tangan.

Dokumentasi:
Rekam Fisioterapi dan Rekam Medik RS.

Unit terkait Dilaksanakan oleh fisioterapis terampil atau ahli pada di RS .....
Lampiran Juknis RICE
Juknis Infra Red
Juknis SWD
Juknis Bandage
Juknis Ambulasi dan transfer.











Banda Aceh, 2012 116



PUSKESMAS
..
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA
OSTEOARTHROSIS HIP JOINT


No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

Prosedur Tetap
PELAYANAN
FISIOTERAPI
Tanggal terbit

Ditetapkan,
Kepala Puskesmas


Pengertian Adalah proses fisioterpi yang diterapkan pada Osteoarthrosis Hip joint
Tujuan Melaksanakan asuhan fisioterapi secara tepat, efektif dan efisien dengan hasil
yang optimal.
Kebijakan Indikasi :
- Asesmen fisioterapi dan temuannya pd kasus Osteoarthrosis Hip joint
- Intervensi fisioterapi pada Osteoarthrosis Hip joint

Kontra indikasi :
- Fraktur
- Dislocation
- Neoplasma
- Osteoporosis.




















Banda Aceh, 2012 117

Prosedur Dosis :
- Pada aktualitas tinggi dengan dosis intensitas rendah; pada aktualitas
rendah dosis intensitas tinggi
- Waktu intervensi 20-30 menit
- Pengulangan aktualits tinggi tiap hari; pada aktualitas rendah 3kali - 2
kali seminggu
Teknik Aplikasi :
Assesment fisioterapi
1. Anamnesis
- Nyeri jenis ngilu/pegal pada hip joint
- Morning sickness dan start pain
- Gerak terbatas dan crepitasi
2. Tes cepat
Nyeri dan terbatas pada semua arah gerakan hip joint
3. Tes gerak aktif
Nyeri dan terbatas dengan crepitasi pada gerak hip joint
4.Tes gerak pasif
- Nyeri dan terbatas dengan crepitasi pada gerak hip joint
- internal rotasi, adduksi, fleksi hip joint, firm end feel.
5.Tes gerak isometric
Tidak ditemukan gangguan khas
6.Tes khusus
JPM test internal rotasi, adduksi, fleksi hip joint, firm end feel.
7.Pemeriksaan lain
X ray: penyempitan sela sendi; penebalan tulang subchondrale;
osteophyte.
Diagnosis
Capsular pattern hip joint secondary to Osteoarthrosis Hip joint
Rencana tindakan
- Penjelasan tentang patologi, diagnosis, target, tujuan, rencana intervensi
dan hasil yang diharapkan
- Persetujuan pasien terhadap target, tujuan dan tindkan intervensi
fisioterapi
- Perencananaan intervensi secara bertahap

Intervensi
- Ultra sound
o Continous dosis 1-1,5 watt/cm untuk aktualitas tinggi dan 2 -2,5
watt/cm untuk aktualitas rendah, waktu 5-7 menit.
- Joint mobilization
o Pada awal intervensi translasi oscilasi dalam MLPP
- Translasi pada pembatasan internal rotasi, adduksi, fleksi hip joint,.
- Active mobilization exercise Semua arah gerakan hip

Evaluasi
Nyeri, ROM dan fungsi tangan.

Dokumentasi:
Rekam Fisioterapi dan Rekam Medik RS.



Banda Aceh, 2012 118

Unit terkait Dilaksanakan oleh fisioterapis terampil atau ahli pada di RS .....
Lampiran Juknis asesmen
Juknis US
Juknis joint mobilization
Juknis mobilisasi sendi aktif.










































Banda Aceh, 2012 119



PUSKESMAS
..
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA
OSTEOARTHROSIS TIBIOFEMORAL JOINT

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

Prosedur Tetap
PELAYANAN
FISIOTERAPI
Tanggal terbit

Ditetapkan,
Kepala Puskesmas


Pengertian Adalah proses fisioterpi yang diterapkan pada Osteroarthrosis tibiofemoral
joint
Tujuan Melaksanakan asuhan fisioterapi secara tepat, efektif dan efisien dengan hasil
yang optimal.
Kebijakan Indikasi :
- Asesmen fisioterapi dan temuannya pada kasus Osteroarthrosis
tibiofemoral joint
- Intervensi fisioterapi pada Osteroarthrosis tibiofemoral joint

Kontra indikasi :
- Fraktur
- Dislocation
- Neoplasma
- Osteoporosis

















Banda Aceh, 2012 120

Prosedur Dosis :
- Pada aktualitas tinggi dengan dosis intensitas rendah; pada aktualitas
rendh dosis intensitas tinggi
- Waktu intervensi 20-30 menit
- Pengulangan aktualits tinggi tiap hari; pada aktualitas rendah 3kali - 2
kali seminggu
Teknik Aplikasi :
Asesmen fisioterapi
1. Anamnesis
- Nyeri jenis ngilu/pegal pada Tibio femoral joint
- Morning sickness dan start pain
- Gerak terbatas dan crepitasi
2. Tes cepat
Nyeri dan terbatas pada fleksi, ekstensi tibio femoral joint
3. Tes gerak aktif
Nyeri dan terbatas dengan crepitasi pada tibio femoral joint
4.Tes gerak pasif
- Nyeri dan terbatas dengan crepitasi pada gerak tibio femoral joint
- Fleksi, ekstensi, tibio femoral joint, firm end feel.
5.Tes gerak isometric
Tidak ditemukan gangguan khas
6.Tes khusus
- JPM test fleksi, ekstensi tibio femoral joint, firm end feel.
- Patello femoral test
- Ballotement test
- Fluktuation test
7.Pemeriksaan lain
X ray: penyempitan sela sendi; penebalan tulang subchondrale;
osteophyte.
Diagnosis
- Capsular pattern tibio femoral joint secondary to Osteoarthrosis tibio
femoral joint
- Nyeri gerak tibio femoral joint

Rencana tindakan
- Penjelasan tentang patologi, diagnosis, target, tujuan, rencana intervensi
dan hasil yang diharapkan
- Persetujuan pasien terhadap target, tujuan dan tindkan intervensi
fisioterapi
- Perencananaan intervensi secara bertahap




Banda Aceh, 2012 121

Intervensi
- Ultra Sound:
o Continous dosis 1-1,5 watt/cm untuk aktualitas tinggi dan 2 -2,5
watt/cm untuk aktualitas rendah, waktu 5-7 menit.
- Joint mobilization
o Pada awal intervensi translasi oscilasi dalam MLPP
- Translasi pada pembatasan fleksi, ekstensi tibio femoral joint
- Active mobilization
Evaluasi
Nyeri sekitar ankle dan lutut

Dokumentasi
Rekam Fisioterapi dan Rekam Medik RS.

Unit terkait Dilaksanakan oleh fisioterapis terampil atau ahli pada di RS .....
Lampiran Juknis asesmen
Juknis Ultra Sound
Juknis joint mobilization
Juknis mobilisasi sendi aktif.










Banda Aceh, 2012 122



PUSKESMAS
..
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA
CHONDROMALACIA PATELLAE


No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

Prosedur Tetap
PELAYANAN
FISIOTERAPI
Tanggal terbit

Ditetapkan,
Kepala Puskesmas


Pengertian Adalah proses fisioterpi yang diterapkan pada Chondromalacia patellae

Tujuan Melaksanakan asuhan fisioterapi secara tepat, efektif dan efisien dengan hasil
yang optimal.
Kebijakan Indikasi:
- Asesmen fisioterapi dan temuannya pd kasus Chondromalacia patellae
- Intervensi fisioterapi pada Chondromalacia patellae
Kontra indikasi :
- Osteoporosis.
- TB Tulang akut.
- Fraktur.
- Infeksi sendi akut.
















Banda Aceh, 2012 123

Prosedur Dosis :
- Pada aktualitas tinggi dengan dosis intensitas rendah; pada aktualitas
rendh dosis intensitas tinggi
- Waktu intervensi 20-30 menit
- Pengulangan aktualits tinggi tiap hari; pada aktualitas rendah 3kali - 2
kali seminggu
Teknik Aplikasi :
Asesmen fisioterapi
1. Anamnesis:
- Nyeri berjalan
- Deformitas kearah genu valgus
2. Inspeksi:
- tidak tampak kelainan local. Perhatikan Q angle/genu valgus
3. Tes cepat
- gerakan flexi dan ekstensi terjadi painfull arc
4. Tes gerak aktif
- flexi dan ekstensi
5. Tes gerak pasif
- flexi dan ekstensi
6. Tes gerak isometric
- Gerak isometric ekstensi lutut nyeri
7. Tes khusus
- Palpasi : nyeri tekan pada condylus lateral dan medial
- Joint play movement MLPP kompresi diatas patella posisi lutut
ekstensi dan semi fleksi.
- Pengukuran Q angle dan genu valgus.
- Tes kekuatan m. Vastus medialis.
8. Pemeriksaan lain
- X ray intuk melihat OA sendi patellofemoralis
Diagnosis:
Nyeri pada patella disebabkan oleh chondromalacia

Rencana tindakan:
- Penjelasan tentang patologi, diagnosis, target, tujuan, rencana intervensi
dan hasil yang diharapkan
- Persetujuan pasien terhadap target, tujuan dan tindkan intervensi
fisioterapi
- Perencananaan intervensi secara bertahap



Banda Aceh, 2012 124

Intervensi
- US pada tepi patella dengan cara mendorong patella ke lateral dan
medial
o US continous 2 watt/cm
2
5-7 menit untuk aktualitas rendah
- MWD/SWD
o SWD intermiten selama 10 12 menit
- Transverse friction dengan cara mendorong patella ke lateral dan
medial
- Strengthening exercise m. Vastus medialis pada posisi lutut gerak
akhir ekstensi
Medial arc support (corect shoes)
Evaluasi
- Nyeri, JPM dan ROM .

Dokumentasi
- Rekam Fisioterapi dan Rekam Medik RS.

Unit terkait Dilaksanakan oleh fisioterapis terampil atau ahli pada di RS .....
Lampiran Juknis US,
SWD
Tranverse friction
Medial arc support




























Banda Aceh, 2012 125

PUSKESMAS
..
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA
KNEE INSTABILITASI

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

Prosedur Tetap
PELAYANAN
FISIOTERAPI
Tanggal terbit

Ditetapkan,
Kepala Puskesmas


Pengertian Adalah :Ketidakstabilan knee
Tujuan Melaksanakan asuhan fisioterapi secara akurat, paripurna, efektif dan efisien
dengan hasil yang optimal.
Kebijakan Indikasi :
- Asesmen fisioterapi dan temuannya pd kasus knee instability
- Intervensi fisioterapi pada knee instability
Kontra indikasi :
- Fraktur
- Dislocation
- Neoplasma
- Osteoporosis














Banda Aceh, 2012 126

Prosedur
Dosis :
- Pada aktualitas tinggi dengan dosis intensitas rendah; pada aktualitas
rendah dosis intensitas tinggi
- Waktu intervensi 20-30 menit
- Pengulangan aktualits tinggi tiap hari; pada aktualitas rendah 3 kali
- 2 kali seminggu

Teknik Aplikasi :
Asesmen fisioterapi
1. Anamnesis:
- Nyeri pada sendi lutut pada gerakan flexi dan extensi
- Keluhan nyeri pada saat aktivitas.
2. Inspelsi:
- Kadang tampak genu valgus/varus
3. Tes cepat
- Hiper mobility pada knee joint.

4. Tes gerak aktif
- Terjadi nyeri pada saat hiper extensi knee joint atau fleksi penuh.
- Internal rotasi dan external rotasi tidak terjadi nyeri
5.Tes gerak pasif
- Nyeri pada saat gerakan varus dan valgus, flexi extensi sendi lutut
dengan end feel soft.
6. Tes gerak isometric
- Adanya nyeri pada sendi lutut
7. Tes khusus
- Valgus test: untuk tes lig.collaterale mediale
- Varus test: untuk tes lig.collaterale laterale
- Anterior shearing test untuk tes lig.cruciatum anterior
- Posterior shearing test untuk tes lig.cruciatum posterior
8.Pemeriksaan lain
- Atroskopi

Diagnosis
- Nyeri sendi lutut pada gerakan akibat lesi lig.collaterale mediale, (atau
lig.collaterale laterale; atau lig.cruciatum anterior atau lig.cruciatum
posterior)

Rencana tindakan
- Penjelasan tentang patologi, diagnosis, target, tujuan, rencana intervensi
dan hasil yang diharapkan
- Persetujuan pasien terhadap target, tujuan dan tindkan intervensi
fisioterapi
- Perencananaan intervensi secara bertahap





Banda Aceh, 2012 127

- Intervensi MWD cervical
o Continous subthermal untuk aktualitas tinggi dan thermal untuk
aktualitas rendah, waktu 10-12 menit.
- Knee support dengan penguat pada fungsi ligament yang lesi.
- Latihan stabilisasi aktif. Pada posisi MLPP.
- Latihan Strengthening otot pes anserinus (atau iliotibial, atau hamstrings,
atau quadriceps)

Evaluasi
- Nyeri, stabilisasi aktif knee.

Dokumentasi
- Rekam Fisioterapi dan Rekam Medik RS.

Unit terkait Dilaksanakan oleh fisioterapis terampil atau ahli pada
Lampiran Asessment
MWD
Strengthening
Stabilisasi aktif
Knee support
























Banda Aceh, 2012 128


PUSKESMAS
..
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA
FLAT FOOT

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

Prosedur Tetap
PELAYANAN
FISIOTERAPI
Tanggal terbit

Ditetapkan,
Kepala Puskesmas


Pengertian Adalah proses fisioterpi yang diterapkan pada Flat foot

Tujuan Melaksanakan asuhan fisioterapi secara tepat, efektif dan efisien dengan hasil
yang optimal.
Kebijakan Indikasi:
- Asesmen fisioterapi dan temuannya pd kasus Flat foot
- Intervensi fisioterapi pada Flat foot

Kontra indikasi :
- Fraktur
- Poliomielitis























Banda Aceh, 2012 129

Prosedur Dosis :
- Penggunaan medial arc support dalam waktu 3bulan atau lebih
- Pengulangan aktualits tinggi tiap hari; pada aktualitas rendah 3kali - 2
kali seminggu

Teknik Aplikasi :
Asesmen fisioterapi
1. Anamnesis:
- Tidak ada arcus plantar
- inbalance
2. Inspeksi:
- Telapak kaki datar, tulang navicularis menonjol ke medial.
3. Tes cepat
- Gait anlisis tampak kaki menyudut kelateral
- Plantar fleksi lebih lemah
4. Tes gerak aktif
- Dalam batas normal
5. Tes gerak pasif
- Gerak pronasi kaki ROM lebih besar dari normal, gerak pronasi
terbatas elastic end feel
- Gerak lain normal
6.Tes gerak isometric
- Fleksi jari-jari kaki kekuatan kurang dibanding dengan otot lain.

7. Tes khusus
- Palpasi: arcus longitudinal plantaris rata
- Pengukuran adakah genu valgus
8. Pemeriksaan lain
-.Podografi: dijumpai flet foot.

Diagnosis:
gangguan kesimbangan dan berjalan akibat flat foot

Rencana tindakan:
- Penjelasan tentang patologi, diagnosis, target, tujuan, rencana intervensi
dan hasil yang diharapkan
- Persetujuan pasien terhadap target, tujuan dan tindkan intervensi
fisioterapi
- Perencananaan intervensi secara bertahap




Banda Aceh, 2012 130

Intervensi
- Strengthening exercice pada fleksor jari kaki
- Ballance exc
- Walking exc dengan menggunakan ujung kaki
- Penggunaan medial arc support

Evaluasi
- Nyeri sekitar ankle dan lutut

Dokumentasi
- Rekam Fisioterapi dan Rekam Medik RS.

Unit terkait Dilaksanakan oleh fisioterapis terampil atau ahli pada di RS .....
Lampiran Juknis asesmen
Juknis strengthening exc
Juknis walking exc dan balance exc
Medial arc support


































Banda Aceh, 2012 131


PUSKESMAS
..
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA
ANKLE SPRAIN


No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

Prosedur Tetap
PELAYANAN
FISIOTERAPI
Tanggal terbit

Ditetapkan,
Kepala Puskesmas



Pengertian Adalah proses fisioterpi yang diterapkan pada Ankle sprain
Tujuan Melaksanakan asuhan fisioterapi secara tepat, efektif dan efisien dengan hasil
yang optimal.
Kebijakan Indikasi:
- Asesmen fisioterapi dan temuannya pd kasus Ankle Sprain
- Intervensi fisioterapi pada Ankle Sprain

Kontra indikasi :
- Fraktur
- Dislocation
- Neoplasma

















Banda Aceh, 2012 132

Prosedur Dosis :
- Pada aktualitas tinggi dengan dosis intensitas rendah; pada aktualitas
rendah dosis intensitas tinggi
- Waktu intervensi 20-30 menit
- Pengulangan aktualitas tinggi tiap hari; pada aktualitas rendah 3kali - 2
kali seminggu
Teknik Aplikasi :
Asesmen fisioterapi
1. Anamnesis
- Ada riwayat trauma (kesleo) kearah inversi
- Nyeri jenis nyeri tajam pada kaki sisi lateral
- Nyeri meningkat pada saat gerak eversi
2. Inspeksi:
- Tampak oedeme dan/atau haemetome pada lateral kaki.
3. Tes cepat
- Gerak plantar maupun dorsal fleksi nyeri. Gerak inversi nyeri hebat.
4.Tes gerak aktif
- Gerak inversi nyeri dan gerak eversi tidak terasa nyeri
- Gerak dorso dan plantar flexi
5.Tes gerak pasif
- Gerak pasif inversi nyeri, ROM terbatas denga sringy end feel
- Gerak lain negatif
6. Tes gerak isometric
- Gerak isometrik eversi nyeri bila tendon M. Peroneus longus dan
brevis cidera
7. Tes khusus
- Palpasi pada lig. Calcaneofibulare dan talofibulare terasa nyeri,
kemungkinan lig.lain seperti lig.calcaneocuboideum.
- Pada cidera tendon palpasi diatas tendon mm.peroneus longus dan
atau peroneus brevis terasa nyeri
- Joint play movement.pada sendi calcaneofibulare dan talofibulare
nyeri dengan springy end feel.

8. Pemeriksaan lain

Diagnosis
- Nyeri lateral kaki disebabkan oleh sprain ankle.

Rencana tindakan:
- - Penjelasan tentang patologi, diagnosis, target, tujuan, rencana intervensi
dan hasil yang diharapkan
- Persetujuan pasien terhadap target, tujuan dan tindkan intervensi
fisioterapi
- Perencananaan intervensi secara bertahap



Banda Aceh, 2012 133

Intervensi
- Pada fase acute diterapkan RICE
- Bandaging dengan elestic bandage dan /atau tapping diberikan hingga
satu minggu atau lebih
- US: diberikan pada fase kronik
o Pada ligamenta atau tendon yang terjadi cidera
o Dosis 1.5 2 watt/cm
2
waktu 2-3 menit
- Transverse friction
- Active stabilization and balance exercise.
- Walking exc

Evaluasi
- Nyeri sekitar ankle

Dokumentasi
- Rekam Fisioterapi dan Rekam Medik RS.

Unit terkait Dilaksanakan oleh fisioterapis terampil atau ahli pada di RS .....
Lampiran Juknis asesmen
Juknis RICE
Juknis US
Juknis Bandage.























Banda Aceh, 2012 134



PUSKESMAS
..
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA
PES EQUINOVARUS

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

Prosedur Tetap
PELAYANAN
FISIOTERAPI
Tanggal terbit

Ditetapkan,
Kepala Puskesmas


Pengertian Adalah proses fisioterpi yang diterapkan pada Pes equinovarus

Tujuan Melaksanakan asuhan fisioterapi secara tepat, efektif dan efisien dengan hasil
yang optimal.
Kebijakan Indikasi:
- Asesmen fisioterapi dan temuannya pd kasus Pes equinovarus
- Intervensi fisioterapi pada Pes equinovarus

Kontra indikasi :
- Fraktur
- Poliomielitis.







Banda Aceh, 2012 135

Prosedur Dosis :
- Penggunaan medial arc support dalam waktu 3bulan atau lebih
- Pengulangan aktualits tinggi tiap hari; pada aktualitas rendah 3kali - 2
kali seminggu

Teknik Aplikasi :
Asesmen fisioterapi
1. Anamnesis:
- Dibawa sejas lahir atau akibat kelumpuhan
- Anak terlambat usia jalan
- Berdiri dan jalan dengan punggung kaki
2. Inspeksi:
- Telapak kaki melengkung, menapak dengan sisi luar kaki atau dengan
punggung kaki.
3. Tes cepat
- Gait anlisis tampak kaki menyudut kemedial atau berdiri denga sisi
luar kaki atau bahkan punggung kaki
4. Tes gerak aktif
- Gerak dorsal fleksi dan eversi kekuatan menurun
5. Tes gerak pasif
- Gerak dorsal fleksi dan eversi dengan firm end feel
6. Tes gerak isometric
- Gerak dorsal fleksi dan eversi kekuatan menurun
7. Tes khusus
- Joint play movement
- Stretch test pada arcus longitudinal kaki
8. Pemeriksaan lain
-.Podografi: dijumpai flet foot.

Diagnosis:
- Gangguan jalan dengan punggung kaki akibat pes equino varus

Rencana tindakan:
- Penjelasan tentang patologi, diagnosis, target, tujuan, rencana intervensi
dan hasil yang diharapkan
- Persetujuan pasien terhadap target, tujuan dan tindkan intervensi
fisioterapi
- Perencananaan intervensi secara bertahap




Banda Aceh, 2012 136

Intervensi
- Mobilisasi kaki
- Strengthening exercice pada fleksdorsal fleksi dan eversi
- Ballance exc
- Penggunaan sebatu koreksi

Evaluasi
- Nyeri sekitar ankle dan lutut

Dokumentasi
- Rekam Fisioterapi dan Rekam Medik RS.

Unit terkait Dilaksanakan oleh fisioterapis terampil atau ahli pada di RS .....
Lampiran Juknis asesmen
Juknis strengthening exc
Juknis walking exc dan balance exc
Medial arc support