Anda di halaman 1dari 4

Mendesain Permodelan dalam Atmosfir Berpikir

“Enstein berkata “ Everything Should be made as simple as


Possible, but not simpler”

Saya tidak memaksakan anda harus berpikir sama tentang obyek yang
dibayangkan seorang Enstein, tapi saya berusaha mengajak anda untuk
mengerti bagaimana pola Enstein berpikir, dan merekonstruksi peta
kehidupan dikepalanya sehingga segala sesuatunya terasa mudah. Enstein
menyisihkan ruang dimana imaginasinya tumbuh dan berkembang dengan
sehat, tidak seperti kebanyakan kita membangun konstruksi imaginasi pada
ruang yang salah. Enstein memelihara kondisi otaknya dengan mengundang
atmosfir berpikir yang mampu memberikan energi positif, dan stimulant yang
progresif, sehingga karyanya melahirkan sesuatu yang fenomenal.
“ Segala sesuatunya dapat dibuat mudah dan mungkin, tapi tidak
untuk dimudahkan “. Sangat simple dan artifisial statement ini. Namun
makna filosofis yang tersirat begitu dalam. Seorang guru Matematika
menyederhanakan permasalahan dengan mendesain permodelan dalam
notasi angka pada muridnya, agar lebih mudah dipahami. Seorang musisi
mendesain not balok agar para pemainnya mengerti tentang apa yang ingin
dimainkannya pada saat bermusik. Sesuatu yang abstrak terkadang
terjewantahkan dalam sesuatu yang sederhana dan mudah, bukan sesuatu
yang mudah namun didesain menjadi konstruksi yang menyesatkan dan
menyulitkan bagi orang lain.
Artinya adalah dalam sebuah paradigma kita harus mendesain suatu
Permasalahan dalam peta masalah yang eksplisit dan komperehensif ,
memberikan suatu notasi sederhana agar segalanya nampak mudah dan
mudah, tapi tidak untuk dimudah-mudahkan. Filosofi Enstein menembus
restriksi paradigma konvensional, dan mempenetrasi zona berpikir ekslusif
seorang manusia. Ia membangun sebuah produk berpikir dalam interior sains
yang transparan dan jelas. Mampukah kita membangun suatu karya yang
monumental namun atas model berpikir yang sederhana? Tentu. Anda ingat
bukan ketika seorang enstein menemukan E=MC, dimana, E=Energi yang
dihasilkan merupakan proses M=Massa di kalikan C2=kecepatan cahaya
yang dikuadratkan. Suatu formulasi yang sederhana bukan, namun efeknya
begitu mahadasyat, energi nuklir mampu meluluhlantahkan bumi ini dengan
sedikit racikan uranium dan berbagai senyawa kimia lainnya, yang diolah
menjadi suatu energi dalam kapasitas daya yang begitu dashyat. Bukankah
begitu sederhana Enstein membangun model formulasi Energi. Sangat
sederhana, namun ia tidak pernah memudah-mudahkan semua perkara.
Ketika Formulasi E=MC2 diderivasi ( diturunkan) dalam sebuah model
Matematis, tentu anda akan terheran-heran, begitu briliannya ia menyusun
formulasi sederhana dalam konstruksi yang begitu rumit dan membutuhkan
rasionalisasi yang luar biasa. Tulisan ini mengajak bagaimana seharusnya
anda menyisihkan sedikit ruang yang kosong dikepala anda, untuk
mengundang atmosfir berpikir yang sehat, sehingga energi positif dan
stimulan-stimulan yang progresif dapat menjadi sahabat ketika anda berpikir.
Seorang sahabat saya selalu membuat suatu model yang begitu pelik
dan rumit dalam hidupnya. Ia membangun konstruksi model dalam peta
masalah yang diluar kapasitasnya. Hingga energi dalam kapasitas

1
berpikirnya tereduksi untuk berpikir dua kali dalam menghadapi masalah.
yaitu menghadapi masalah hari ini dan masalah hari esok dalam waktu yang
bersamaan, yang belum tentu dihadapinya. Sehingga energi dalam atmosfir
kepalanya tidak menjadi maksimal dalam memecahkan suatu permasalahan.
” Aku takut dikemudian hari akan terjadi hal yang tidak aku inginkan,
masalah keluarga, pasanganku, serta kebahagianku kedepan. Aku takut
tugas Ekonometrik ini tidak dapat kuselasaikan bahkan kupecahkan, hingga
nantinya aku bisa tidak lulus dalam study ku. Tidak ada jaminan yang
membuatku sedikit aman dan tenang untuk menghadapi hidup ini. Katanya.
Wow begitu pesimis ia memandang bahwa hidup ini seakan meremukannya,
seakan hidup ini mengintimidasinya, yang lebih parah adalah intimidasi ini
mempenetrasi zona psikologisnya. Konsekwensinya hari ini berlangsung
dengan tidak lebih indah dari hari kemarin karena ia terjangkit phobia hari
esok. Setiap hari seakan dekat dengan kematiannya. ”
Apakah anda seorang semacam ini....?? jika anda terjangkit phobia
Psikologis semacam ini, anda harus segera mencuci otak anda, bahwa hidup
tidak mengintimidasi anda, hidup bersahabat dengan anda, sesuatu yang
perih hanyalah batu kerikil yang akan membuat hidup anda menjadi lebih
baik dan indah.
Kembali pada statemant sahabatku, “ aku pasti tidak mampu
menyelsaikan tugas Ekonometrik ini, katanya “ sayapun menjawab
kegelisahannya, bukankah kita sama-sama tidak mampu menyelasaikannya,
sayapun tidak secerdas seperti apa yang ia pikikirkan, terutama dalam
membuat formulasi matematis seperti ekonometrik. Saya tidak menaruh hati
terhadap pelajaran ini, sapaanku padanya.” Hingga saatnya tiba, kiamat itu
datang menghampiri kami. Kami berdua tidak lulus menghadapi eksaminasi
Ekonometrik, dengan nilai yang begitu tidak memuaskan yaitu “E”. Kiamat
itu bedanya menyudahi hidupnya, hingga ia bahkan tak mampu mengangkat
kepalanya. Malu yang teramat, ibarat sebuah detektor
EEG( Electroenchipphalogram), alat pendeteksi gelombang kepala yang ada
di medical center, apabila gelombang otaknya Flat berarti, menandakan
jiwanya telah pergi selama-lamanya alias koit. Inilah yang terjadi
padanya.hidupnya terampas akibat sebuah mahluk yang bernama
Ekonometrika.
Diawal Bala besar ini ,sayapun sempat terpukul, namun tidak separah
rekan saya yang menghentikan persahabatan dan memutuskan tali
silatuhrahminya dengan mahluk bernama ekonometrik itu sendiri. Saya
berpikir, walaupun susah untuk mendekati mahluk ini, ada jalan lain yang
pasti membuat saya lebih senang dengan pelajaran ini. Saya merenungkan
dimana saya bisa mencintai mahluk yang paling saya benci ini, bagaimana
caranya, dan apa manfaatnya jika saya sudah mencintainya? Beribu
pertanyaan hadir mengusik dimensi berpikir saya.
Akhirnya saya menemukan cara, konsep yang secara tidak sengaja
hadir, karena jauh dibawah alam bawah sadar, saya mengundang
kegeniusan hadir untuk menghadapi masalah. Software, hanya software
(perangkat lunak statistik) yang membuat saya bisa cinta dengan mahluk ini.
Artinya stimuluslah sesuatu yang dapat membuat itu menjadi lebih menarik
dengan menggunakan apa yang anda gemari dan anda sukai. Kebetulan saya
adalah orang yang begitu mencintai sesuatu yang berbau IT( Informasi dan
teknologi), jadi tidak sulit bagi saya memahami segala sesuatu jika saya

2
menjadikan IT itu bersentuhan dengan Obyek yang menjadi masalah.
Programnya saya temukan tutur saya padanya, tapi tetap saja membuat
rekan saya apatis dan tidak bergairah, setiap waktu selalu saya memaknai
bagaimana perangkat lunak ini bekerja sampai ia menghasilkan output yang
berbau numeris, apa maknanya serta apa manfaatnya? Selalu dalam proses
belajar selalu ada tanda tanya yang menggores pikiran , mulai saat itu
pertanyaan-pertanyaan kritis ini menyeruak hingga menembus esensi
fundamental dari Ekonometrik itu sendiri. Tanpa saya sadari prilaku di bawah
alam sadar menstimulus proses belajar saya lebih progresif dan progresif .
Buku yang membahas mengenai bagaimana seharusnya belajar ekonometrik,
bagaimana menyusun formulasi manual sebuah model, bagaimana
mengoperasikannya melalui perangkat lunak, semuanya mampu saya kuasai
dalam beberapa bulan. Sampai-sampai Permodelean yang begitu rumit
mengenai fenomena Ekonomi yang terjadi mampu saya formulasikan dalan
sebuah spesifikasi model Ekonometrik, seperti Partial Adjusment model, Error
Corection, Polling analysis serta berbagai model-model lainnya yang
sebelumnya bahkan tidak pernah terpikirkan. Begitu mahadasyatnya sebuah
Dimensi yang sengaja di sisihkan untuk mengundang energi positif. Ia
mampu menstimulus prilaku kekuatan Psikologis, hingga membuat
seseorang tidak sadar mengenai apa yang dilkukannya. Mahadasyatnya efek
berpikir sang enstein bagi saya. tidak ada hal yang tidak mungkin dalam
hidup ini. Hingga pada akhirnya ujian dalam bentuk apapun yang berbahasa
Ekonometrik bukan lagi kendala, tapi manfaatnya jelas terasa, Proyek
pengolahan datapun dalam membantu rekan-rekan yang kesulitan dalam
menyelsaikan studynya terbangun dalam sebuah lembaga dosen dimana
saya diminta bekerjasama dengannya.
Minsintesakan sebuah elaborasi skenario merupakan kewajiban dalam
tulisan saya, artinya penting dalam sebuah konsep narasi adalah bahwa
masalah boleh menggangu pikiran anda tapi jangan sampai mengkorosi dan
menyentuh spektrum aspek psikologis anda, karena psikologi itu adalah jiwa
dalam alam pikir anda, atma sebuah rasio, atau ruh sebuah kehidupan dalam
budi manusia, jangan biarkan masalah itu mempenetrasi wilayah psikologis
anda, tanamkan dalam memory anda seberapa beratpun masalah itu
hanyalah bagian dari kerikil kecil yang membuat hidup jadi lebih hidup.
Yang kedua adalah ketika anda menghadapi masa dimana anda tidak
bisa menyelsaikan suatu masalah secara langsung pada obyek tersebut,
maka anda perlu mencari apa sebenarnya yang mampu membuat anda
merasa nyaman dengan obyek tersebut, anda harus dapat mensintesakan
obyek tersebut dengan kegemaran atau sesuatu yang membuat nyaman
obyek tersebut bagi anda, sehingga pada akhirnya anda mampu
menstimulus prilaku psikologis dalam diri anda, untuk mau mencoba dan
mencoba lagi, sampai anda benar-benar anda mencintai obyek itu. Ibarat
ketika anda tidak memilki nafsu untuk makan, maka anda tidak perlu untuk
memakan makanan itu secara langsung, tapi mencari hidangan lain untuk
merangsang anda memakan makanan pokok tadi. Sebuah analog sederhana
bernuansa metafor bukan.
Yang ketiga adalah hidup ini terlalu indah dan berharga untuk dilewati
dengan rasa gundah, sedih, sikap pesimistis, serta berbagai penyakit phobia
akan masa yang akan datang Yang bisa membuat kita terpuruk, saya tidak
berkata bahwa kita tidak boleh bersedih dan pesimis, hal itu merupakan

3
kodrat alamiah kita dialam ini, akan tetapi kemampuan anda untuk
mengkompensasikan situasi adalah penting, karena jika tidak,
konsekuensinya anda akan menjadi obyek buruk kehidupan bukan menjadi
subyek penting kehidupan yang mampu membuat dunia ini tersipu dengan
tingkah anda.
“ Jangan Menggunakan segmentasi psikologis anda untuk menghadapi
masalah, secara bersamaan, karena itu adalah tindakan konyol yang
menyita energi otak. “