Anda di halaman 1dari 34

terdiri dari 1 molekul O dan 2 mol H

(BM = 18 gram/mol)
oksigen berada diantara 2 molekul hidrogen
membentuk sudut 105
0
(es)
molekul air bersifat polar,
(akibat sisi yang bermuatan positif dari molekul
air yang satu saling tarik menarik dengan sisi
negatif dari molekul air lainnya)
(ikatan hidrogen) dengan kekuatan 8-42 kj/mol.
Ikatan hidrogen lebih lemah dari ikatan kovalen dan
ikatan ionik, tetapi lebih kuat dari ikatan Waals
(4,2 kj/mol)
1
2
Ikatan hidrogen, sisi bermuatan positif dari
molekul air yang satu
saling tarik menarik
dengan sisi yang
bermuatan negatif dari
molekul air lainnya.
Ikatan kovalen, elektron dimiliki bersama
oleh dua (2) atom
3
Ikatan ionik, terjadi karena adanya elektron yang
berpindah dari satu atom dan terikat pada
atom yang lainnya. mis. NaCl
Ikatan Waals, karena elektron yang selalu bergerak
sehingga pusat negatif atom tidak sll dalam
posisi berimbang dengan pusat positif.
mis. pada hidrokarbon cair, pada membran
bagian dalam
Ikatannya bersifat elektronik

4
Padat (es)
Cair
Gas
5
Air, pelarut terbaik bagi 3 kelompok bahan biologis
yang sangat penting bagi tanaman:
1. Bahan organik, melalui ikatan hidrogen dengan
asam amino (protein), karbohidrat dll, khususnya
molekul yang mengandung ikatan hidroksil, amina,
maupun gugus fungsional karboksilat
2. Ion-ion, unsur hara yang mampu diserap tanaman
sebagian besar berupa ion yang terlarut dalam air
3. Gas di atmosfer yang BM-nya kecil seperti O
2
dan N
2

Sifat polaritas air
6
Air merupakan pelarut universal yang paling ramah
terhadap lingkungan.
Zat-zat yang bercampur dan larut dengan baik
dalam air disebut sebagai zat-zat "hidrofilik"
(pencinta air)
Air terpisah dari minyak dan lemak karena adanya
perbedaan kepolaran
(minyak dan lemak tidak larut dalam air), disebut
sebagai zat-zat "hidrofobik" (takut air).

7
Air sebagai pelarut bahan organik, penting artinya bagi
tumbuhan, diantaranya :
Aktifitas biologi protein dan asam nukleat dapat
berlangsung karena ada air disekitarnya.
Aktifitas senyawa lain di dalam protoplasma
ditentukan oleh adanya air (kecuali bagian lemak
pada membran, karena sifatnya hidrofobik), tetapi
secara keseluruhan dipengaruhi oleh air di
sekitarnya.
Air menciptakan lingkungan untuk berlangsungnya
berbagai reaksi biokimia dalam sel tumbuhan.
8
Air sebagai pelarut ion positif maupun negatif karena :
Sisi negatif dari molekul air dapat mengikat kation.
Sisi positif dari molekul air dapat mengikat anion
Fenomena ini menyebabkan ion-ion (kation dan anion) tidak
dapat menyatu membentuk kristal (endapan)
Air yang mengandung ion terlarut, bermuatan listrik (sebagai
konduktor yang baik) bagi aliran arus listrik
Air murni merupakan konduktor yang buruk, karena ikatan
hidrogen antara molekul air tahan terhadap arus
listrik.
9
Karakteristik molekul air
1. Berbentuk cair pada suhu ruang
2. Panas spesifik yang tinggi
3. Panas laten vaporasi dan fusi yang tinggi
4. Viskositas rendah
5. Adanya gaya kohesi dan adhesi (karena sifat
yang polar)
10
1. Berbentuk cair pada suhu ruang
Akibat adanya ikatan hidrogen pada
molekul air (BM = 18 gram/mol)
Senyawa lain, karena molekulnya yang bersifat polar :
metil alkohol (CH
3
OH), asam format
(COOH), dan asam asetat (CH
3
COOH)
Karakteristik molekul air (Sambungan)
11
Pada suhu ruang :
Semakin besar molekul suatu senyawa cenderung
berbentuk cair atau padat dan
Semakin kecil ukuran molekul suatu senyawa
cenderung berbentuk gas atau cair
Contoh, senyawa hidrokarbon etana (BM=16 g/mol),
metana (BM=30 g/mol), propana (BM=44 g/mol),
butana (BM=58 g/mol) berbentuk gas
Karakteristik molekul air (Sambungan)
12
2. Panas spesifik yang tinggi
(jumlah energi yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu 1
gram air murni sebesar 1
o
C)
Karena susunan atom O dan H dari molekul air
dapat bergerak seperti ion-ion bebas, sehingga
molekul air dapat menyerap energi dalam
jumlah yang besar tanpa peningkatan suhu
Suhu tumbuhan relatif
stabil walaupun menerima
atau kehilangan energi
Karakteristik molekul air (Sambungan)
13
3. Panas laten vaporasi dan fusi yang tinggi
PLV : Energi yang
dibutuhkan untuk
menguapkan 1 g air
pada suhu 20C.
Besarnya : 586 cal
PLF : Energi yang
dibutuhkan untuk
mencairkan 1 g es
pada suhu 0C.
Besarnya : 80 cal
Upaya tumbuhan untuk menjaga
stabilitas suhu daun melalui
proses transpirasi
Tinggi
tinggi
Karakteristik molekul air (Sambungan)
14
Perbedaan molekul air,
Molekul air dalam bentuk
padat (es), membentuk
strukur tetrahedral ,
(setiap atom O mengikat 2
atom tambahan) dan
kristal es berbentuk
heksagonal
Molekul air dalam
bentuk cair, susunan
molekulnya lebih rapat
(lebih efisien)
Karakteristik molekul air (Sambungan)
15
4. Viskositas (hambatan untuk pengaliran) rendah, karena
pada kondisi cair, ikatan hidrogen dimiliki oleh 2
molekul lainnya secara bersama-sama sehingga
lemah dan mudah putus.
Air dapat mengalir
dengan mudah dalam
jaringan tumbuhan
Karakteristik molekul air (Sambungan)
16
Kondisi padat, setiap atom
oksigen (O) memiliki lebih
sedikit ikatan hidrogen ,
sehingga masing-masing
ikatan akan lebih kuat.
Viskositas air akan menurun jika suhu
meningkat
Karakteristik molekul air (Sambungan)
17
5. Adanya gaya adhesi dan kohesi
Air bersifat polar : sehingga akan terjadi tarik menarik
antara molekul air dengan molekul
lainnya (ADHESI)
Gaya adhesi terjadi antara molekul air dengan protein
dan polisakarida penyusun dinding sel.
Gaya kohesi terjadi antara molekul air dengan
molekul air yang lainnya.

Karakteristik molekul air (Sambungan)
18
Karakteristik molekul air (Sambungan)
KOHESI; gaya tarik menarik antara molekul yang sejenis
Gaya kohesi pada air, terjadinya tegangan permukaan
(air yang berada pada permukaan
akan ditarik oleh molekul-molekul
air pada bagian internal)
Adanya tegangan permukaan, maka tetesan air seperti
dilapisi selaput elastis
Gaya KOHESI yang memungkinkan air diangkut dalam
pembuluh xylem dari akar ke daun
19
Air sangat penting bagi kehidupan tanaman,
1. Penyusun tubuh tanaman (90 95% terdiri dari air)
2. Aktivator enzim
3. Pereaksi dalam reaksi hidrolisis
4. Sumber H dalam fotosintesis
5. Penghasil O
2
dalam fotosintesis
6. Pelarut dan pembawa berbagai senyawa
20
7. Menjaga turgiditas sel (penting untuk
pembelahan, pembesaran, pemanjangan sel,
mengatur bukaan stomata, gerakan daun dan
bunga, misal epinasti)
8. Pemacu respirasi
9. Mengatur keluar masuknya zat terlarut ke dan
dari sel
10. Mendukung tegaknya tanaman, terutama pada
tanaman herbaceus
11. Agensia penyebaran benih tanaman
12. Mempertahankan suhu tanaman tetap konstan
pada saat cahaya penuh
Molekul air terurai menjadi H
+
dan OH
-

Ion-ion (H
+
dan OH
-
) dapat bergabung kembali jika
berada pada posisi yang berdekatan.
Hasil kali [H
+
] dengan [OH
-
] = k (konstan), k = 10
-14
Pada air murni [H
+
] dan [OH
-
] adalah 10
-7
molar (M)
Skala pH mencerminkan tingkat kemasaman
larutan, dihitung dengan rumus pH = - log [H
+
]
21
22
Anatomi akar
Konsep Apoplas dan Simplas
Pengangkutan Air di Dalam Pembuluh
Xilem
23
Terdiri dari :
Xilem, transport air dan unsur
hara terlarut
Floem, transport fotosintat
Kambium vaskular (antara xilem
dan floem)
Perisikel, lapisan sel-sel hidup
mengelilingi xilem dan
floem.
Stele, tabung yang terbentuk dari
vaskular dan perisikel.
24
Endodermis,
sel-sel yang terdapat sebelah luar dari
stele sejajar dengan permukaan
akar.
Tempat pergerakan air pada lintasan
radial
Pita casparian,
bagian dinding radial dan transversal
yang dipadati oleh suberin (sulit
ditembus air).
Sel-sel epidermis, lapisan sel yang
berada paling luar pada akar
mempunyai sel yang pipih.
25
Sel-sel cortek (berukuran besar, berdinding tipis, dan
sangat permeable) tempat lalunya air dari permukaan
akar menuju pembuluh xilem.
Terdapat sebelah luar dari sel-sel endodermis
Bulu akar, tonjolan yang terbentuk dari sel
epidermis. Memperluas kontak antara akar
dengan tanah sehingga lebih memacu
penyerapan air.
Tudung akar, melindungi sel-sel meristematis pada
bagian ujung akar.
26
Pada sel meristematis, sel endodermis dan pembuluh
belum terbentuk.
Air masuk melalui lintasan ini sangat kecil, karena :
sel-nya berukuran kecil,
tersusun padat, dan
dindingnya sangat tipis sehingga tahanannya
terhadap air sangat besar.
Air masuk ke dalam tanaman melalui bulu akar atau
sel-sel epidermis pada bagian akar yang masih
muda tetapi pembuluh xilemnya sudah terbentuk
27
Larutan tanah - sel epidermis akar (rambut akar)
korteks endodermis xylem akar
28
Apoplas (bagian yang mati dari tanaman) :
dinding sel dari keseluruhan bagian tanaman dan
pembuluh xilem dapat dianggap sebagai suatu
sistem tunggal.
Simplas (bagian yang hidup dari tanaman):
sitoplasma bersama organel.
Sitoplasma antar sel dihubungkan oleh plasmodesmata
(celah pada dinding sel)
29
Teori tekanan akar
Teori kapilaritas
Teori sel pemompa
Teori kohesi
30
Tekanan akar
Air naik kebagian atas tanaman karena adanya
tekanan akar
Pada beberapa jenis tanaman tidak terjadi (pada
tanaman berdaun jarum - conifer)
Bisa diamati pada kondisi tanah cukup air dan
kelembaban udara relatif tinggi (laju transpirasi
sangat rendah)
Terjadi pada kondisi lingkungan yang
menghambat laju transpirasi
31
Teori kapilaritas
Adanya gaya adhesi (cairan ditarik oleh dinding sel
yang terdiri dari padatan)
Jari-jari pembuluh xilem = 0,04 mm, maka air hanya
naik 38,3 cm
Teori sel pemompa
Teori ini tidak dapat diterima, karena air bergerak
vertikal melalui bagian bagian yang mati dari
tanaman (xilem dan dinding sel)

32
Pergerakan vertikal air dalam
tubuh tanaman (3 elemen dasar
teori KOHESI) :
1. Tenaga pendorong (driving
force), karena adanya perbedaan
potensial air.
Air bergerak dari tempat dengan
potensi air tinggi ketempat
dengan potensi air yang lebih
rendah.
Potensi air tanah harus lebih
tinggi dari potensi air atmosfir.

Teori kohesi
33
2. Hidrasi pada lintasan yang dilalui, karena xilem
tarsusun dari senyawa selulosa, hemiselulosa,
dan lignin yang bersifat hidrofilik sehingga
mampu mempertahankan molekul air
terhadap gaya grafitasi.
3. Gaya kohesi antara molekul air dengan air,
terjadi karena adanya transpirasi.
34