Anda di halaman 1dari 11

Kerangka Acuan Kerja (KAK) Penyusunan Masterplan Ekowisata Kabupaten Malang 2013-2025

1


KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
Pekerjaan : Penyusunan Masterplan Ekowisata Kabupaten Malang 2013 -
2025


Uraian Pendahuluan

1. Latar Belakang Kabupaten Malang mempunyai kekayaan alam yang indah, baik
itu berupa alam pegunungan, maupun keindahan pantai. Ada
wisata gunung seperti: Gunung Kawi, terletak di wilayah
Kecamatan Wonosari. Terkenal sebagai tempat wisata spiritual,
Gunung Arjuno-Welirang, sering dipakai untuk pendakian dengan
rute Junggo, Cangar, Singosari, Lawang, Purwosari, atau Pandaan,
Bromo lewat Desa Tumpang (Kecamatan Tumpang), Desa Gubuk
Klakah - Kecamatan Poncokusumo, Gunung Semeru lewat desa
Ngadas kecamatan Poncokusumo, Gunung Anjasmoro lewat
Kecamatan Pujon.

Dataran tinggi dan pegunungan di daerah Kabupaten Malang
menyebabkan adanya beberapa air terjun. Beberapa air terjun yang
ada di wilayah Kabupaten Malang adalah Air terjun Coban Rondo,
terletak di Kecamatan Pujon, Air terjun Parang Teja di Desa Gading
Kulon kecamatan Dau, Air terjun Coban Pelangi, terletak di
Kecamatan Poncokusumo, Air terjun Coban Glothak, terletak di
Kecamatan Wagir.

Masih terkait dengan air, di wilayah Kabupaten Malang terdapat
beberapa wisata air diantaranya adalah Waduk Selorejo, terletak di
Kecamatan Ngantang, Kasembon Rafting,
Bendungan Sutami, terletak di Kecamatan Sumberpucung,
Bendungan Lahor,terletak di sebelah barat Bendungan Ir.Sutami,
Taman Ria Sengkaling, terletak di tepi jalan raya Malang-Batu,
Wendit Water Park, terletak di jalan raya Mangliawan Pakis,
Pemandian Umbulan,merupakan pemandian bernuansa
pegunungan terletak di Kecamatan Dampit, Pemandian Dewi Sri,
terletak di Kecamatan Pujon, Pemandian Ken Dedes, terletak di
Kecamatan Singosari, Pemandian air panas Cangar.

Hal lain yang terkait dengan posisi Kabupaten Malang yang
berada di daerah pegunungan adalah wisata agro. Wisata agro
yang ada di Kabupaten Malang adalah sebagai berikut: Kebun Teh
PTPN Wonosari di kecamatan Lawang, terdapat agrowisata serta
cottage yang dapat disewa jika ingin berlibur, Wisata petik jeruk,
di desa Selorejo kecamatan Dau, PWEC (Petungsewu Wildlife
Ecosystem Conservation) di desa Petungsewu Dau, dan Wisata
durian, disepanjang jalan raya Ngantang - Kasembon tepatnya di
desa Pait.

Kerangka Acuan Kerja (KAK) Penyusunan Masterplan Ekowisata Kabupaten Malang 2013-2025
2

Selain dataran tinggi dan pegunungan beberapa kawasan d
Kabupaten Malang berada di dataran rendah pantai, yaitu pantai
selatan. Berikut adalah objek wisata yang terkait dengan pantai:
Pantai Ngliyep, Jonggring Saloko, Kondang Bandung, Kondang
Iwak, Bantol, Nglurung, Ngebros, Bajul Mati, Wonogoro, Nganteb,
Balekambang, Kondang Merak, Kipas, Tamban, Rawa Indah,
Tambak Asri, Sendangbiru, Sipelot, Lenggoksono, Tanger, Licin.

Keindahan dan kesuburan daerah Malang lah yang mungkin
menjadi penyebab kenapa dahulu kala berdiri kerjaan di wilayah
Malang. Keberadaan kerjaan di masa lalu tersebut telah
meninggalkan peninggalan bersejarah yang kini menjadi objek
wisata. Objek wisata tersebut antara lain: Candi Singosari dan arca
Dwarapala, terletak di Kecamatan Singosari, Candi Jago (Jayaghu)
di Kecamatan Tumpang, merupakan makam Ranggawuni, Candi
Kidal di kecamatan Tumpang, merupakan makam Anusapati,
perlu diketahui dimana semua candi di kabupaten Malang
sebagian besar adalah peninggalan sejarah kerajaan Singhasari,
kecuali beberapa situs purbakala di sekitar wilayah Dau, Wagir
dan Turen merupakan peninggalan kerajaan Kanjuruhan.
Kekayaan alam dan sejarah di Kabupaten Malang ini haruslah
dikelola dengan baik. Pengelolaan tersebut diharapkan tidak
merusak keindahan alam, kebudayaan masyarakat dan warisan
sejarah yang ada.

Pengelolaan tersebut juga diharapkan memberikan dampak
ekonomi kepada masyarakat sekitar, sehingga masyarakat sekitar
tidak hanya menjadi penonton bagi adanya pengembangan
kepariwisataan, apalagi sampai menjadi korban dari
pengembangan kepariwisataan.

Disinalah perlu dikembangkannya ekowisata. Ekowisata atau
ekoturisme merupakan salah satu kegiatan pariwisata yang
berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi
alam, aspek pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat
lokal serta aspek pembelajaran dan pendidikan.

Ekowisata dimulai ketika dirasakan adanya dampak negatif pada
kegiatan pariwisata konvensional. Dampak negatif ini bukan
hanya dikemukakan dan dibuktikan oleh para ahli lingkungan tapi
juga para budayawan, tokoh masyarakat dan pelaku bisnis
pariwisata itu sendiri. Dampak berupa kerusakan lingkungan,
terpengaruhnya budaya lokal secara tidak terkontrol,
berkurangnya peran masyarakat setempat dan persaingan bisnis
yang mulai mengancam lingkungan, budaya dan ekonomi
masyarakat setempat.

Pada mulanya ekowisata dijalankan dengan cara membawa
wisatawan ke objek wisata alam yang eksotis dengan cara ramah
lingkungan. Proses kunjungan yang sebelumnya memanjakan
Kerangka Acuan Kerja (KAK) Penyusunan Masterplan Ekowisata Kabupaten Malang 2013-2025
3

wisatawan namun memberikan dampak negatif kepada
lingkungan mulai dikurangi.

Agar ekowisata di Kabupaten Malang bisa dibangun dengan baik,
maka dibutuhkan Masterplan Ekowisata yang menjadi panduan
dalam pembangunan dan pengembangan ekowisata di Kabupaten
Malang.
2. Maksud dan
Tujuan
Maksud dan Tujuan dari penyusunan Masterplan Ekowisata
Kabupaten Malang 2013-2025 adalah:
1. Identifikasi jenis potensi Ekowisata di wilayah Kabupaten
Malang.
2. Mengukur potensi pengembangan Ekowisata Kabupaten
Malang tersebut.
3. Memetakan lokasi penyebaran potensi Ekowisata Kabupaten
Malang tersebut.
4. Mengidentifikasi dan memetakan faktor kendala dan
pendukung pengembangan potensi Ekowisata Kabupaten
Malang.
5. Menyusun arahan strategi dan kebijakan pengembangan
potensi Ekowisata Kabupaten Malang.
6. Menyusun arahan Masterplan pengembangan potensi wisata
yang berbasis sumberdaya (alam dan lingkungan) pedesaan
sebagai obyek pariwisata ekowisata di wilayah Kabupaten
Malang.

3. Sasaran Sasaran Penyusunan Masterplan Ekowisata Kabupaten Malang
adalah:
1. Teridentifikasi dan terukurnya potensi Ekowisata Kabupaten
Malang sehingga akan tersusun profil potensi Ekowisata
Kabupaten Malang.
2. Tersusunnya peta potensi Ekowisata Kabupaten Malang.
3. Adanya arahan rencana pengembangan potensi Ekowisata
Kabupaten Malang.

4. Lokasi
Kegiatan
Kegiatan ini berlokasi di Kabupaten Malang
5. Sumber
Pendanaan
Kegiatan ini dibiayai dari sumber pendanaan: APBD Kabupaten
Malang Tahun Anggaran 2013
6. Nama dan
Organisasi
Pejabat
Pembuat
Komitmen
Nama Pejabat Pembuat Komitmen: LANI MASRURO, SE., M.Si

Proyek/Satuan Kerja: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
Kabupaten Malang



Kerangka Acuan Kerja (KAK) Penyusunan Masterplan Ekowisata Kabupaten Malang 2013-2025
4

Data Penunjang
7. Data Dasar Sumber data dalam Penyusunan Masterplan Ekowisata Kabupaten
Malang antara lain:
1. Perangkat perundang-undangan yang terkait dengan
kepariwisataan dan ekowisata,
2. Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional Tahun
2010 2025,
3. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJP),
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Provinsi Jawa Timur
dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten
Malang,
4. Rencana Tata Ruang dan Wilayah Nasional, Rencana Tata
Ruang dan Wilayah Provinsi Jawa Timur dan Rencana Tata
Ruang dan Wilayah Kabupaten Malang,
5. Kabupaten Malang Dalam Angka,
6. Data-data Kepariwisataan di Kabupaten Malang.

8. Standar Teknis Pelaksanaan pekerjaan antara lain mengacu kepada ketentuan-
ketentuan teknis yang berlaku dan diakui.

10. Referensi
Hukum
1. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1950 tentang Pembentukan
Daerah-daerah Kabupaten di Lingkungan Propinsi Jawa Timur
(Berita Negara Republik Indonesia Tahun 1950 Nomor 41)
sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 2
Tahun 1965 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1965
Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 2730);
2. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi
Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 1990 Nomor 49, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3419);
3. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar
Budaya (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992
Nomor 27, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 3427);
4. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan
Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 1997 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 3699);
5. Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 167,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3888);
6. Undang-undang Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem
Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);
7. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan
Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004
Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Kerangka Acuan Kerja (KAK) Penyusunan Masterplan Ekowisata Kabupaten Malang 2013-2025
5

Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir
dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang
Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004
tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 9844);
8. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan
Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007
Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4725) ;
9. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 11,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4966);
10. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1994 tentang
Pengusahaan Pariwisata Alam di Zona Pemanfaatan Taman
Nasional, Taman Hutan Raya, dan Taman Wisata Alam
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 25,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3550);
11. Peraturan Pemerintah Nomor 67 Tahun 1996 tentang
Penyelenggaraan Kepariwisataan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 1996 Nomor 101, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 3658);
12. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang
Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah,
Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah
Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4737);
13. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50 Tahun
2011 Tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan
Nasional Tahun 2010 2025 ((Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2011 Nomor 125 );
14. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 33 Tahun 2009
Tentang Pedoman Pengembangan Ekowisata Di Daerah;
15. Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 6 Tahun 2008
Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah
Kabupaten Malang Tahun 2005 2025 (Lembaran Daerah
Kabupaten Malang Tahun 2008 Nomor 3/E);
16. Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 3 Tahun 2010
Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Malang.


Ruang Lingkup
11. Lingkup
Kegiatan
1. Kegiatan Persiapan.
Persiapan dasar Penyusunan Masterplan Ekowisata Kabupaten
Malang 2013-2025 meliputi:

Kerangka Acuan Kerja (KAK) Penyusunan Masterplan Ekowisata Kabupaten Malang 2013-2025
6

a. Menyusun jadwal kegiatan;
b. Persiapan daftar data/inventarisasi dan informasi yang
diperlukan;
c. Mobilisasi personil, alat dan bahan;
d. Menyusun guide survei dan daftar pertanyaan untuk survei
dan wawancara terkait dengan Penyusunan Masterplan
Ekowisata Kabupaten Malang
2. Langkah Kegiatan Survei, wawancara dan Pengumpulan
Data.
Langkah kegiatan survey, wawancara dan pengumpulan data
primer dan skunder untuk Penyusunan Masterplan Ekowisata
Kabupaten Malang 2013-2025 antara lain mengumpulkan:
a. Mengumpulkan bahan-bahan berupa peraturan
perundang-undangan;
b. Mengumpulkan bahan-bahan data skunder;
c. Melakukan survei dan wawancara kepada instansi terkait
dan masyarakat

3. Focused Group Discusion
Adalah suatu metode diskusi yang dilakukan untuk
mengkonfirmasi data kepada seluruh stakholder pendidikan
dalam rangka mengkonfirmasi atas temuan temuan lapangan
terkait dengan persoalan pendidikan. Langkah langkahnya
meliputi:
a. Menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan;
b. Mengidentifikasi persoalan pendidikan;
c. Merumuskan alternatif tindakan melalui metode SMART

4. Kegiatan Pengolahan Data Dan Analisa.
a. Kompilasi data.
Pokok-pokok pekerjaan dan hasilnya adalah sebagai
berikut:
1) Memadukan data antara data lapangan dengan data
instansi terkait;
2) Mentabulasi dan mensistemasikan fakta dan informasi
sesuai keperluan sehingga mudah dibaca dan
dimengerti;
3) Tersusunnya Analisa Masterplan Ekowisata Kabupaten
Malang 2013-2025
b. Analisa.
Kegiatan analisis merupakan penilaian terhadap berbagai
keadaan yang dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip
pendekatan dan metode serta teknis analisis yang dapat
dipertanggungjawabkan baik secara ilmiah maupun secara
praktis. Analisis-analisis yang perlu dilakukan meliputi;

4. Kegiatan Penyusunan.
Setelah melalui proses persiapan dan pengolahan data serta
analisis, selanjutnya adalah tahapan kegiatan Penyusunan
Masterplan Ekowisata Kabupaten Malang 2013-2025. Adapun
Kerangka Acuan Kerja (KAK) Penyusunan Masterplan Ekowisata Kabupaten Malang 2013-2025
7

keluaran atau output berupa:
1. Laporan Akhir Penyusunan Masterplan Ekowisata
Kabupaten Malang 2013-2025
2. Executive Summary Penyusunan Masterplan Ekowisata
Kabupaten Malang 2013-2025
3. Buku Masterplan Ekowisata Kabupaten Malang 2013-2025

12. Keluaran Keluaran dari kegiatan Penyusunan Masterplan Ekowisata
Kabupaten Malang 2013-2025 adalah:
1. Laporan Akhir Penyusunan Masterplan Ekowisata
Kabupaten Malang 2013-2025
2. Executive Summary Penyusunan Masterplan Ekowisata
Kabupaten Malang 2013-2025
3. Buku Masterplan Ekowisata Kabupaten Malang 2013-2025

13. Peralatan,
Material,
Personil dan
Fasilitas dari
Pejabat
Pembuat
Komitmen
Pejabat Pembuat Komitmen menyediakan fasilitas ruang rapat dan
surat pengantar survei dan surat keterangan tenaga ahli

14. Peralatan dan
Material dari
Penyedia Jasa
Konsultansi
Penyedia Jasa Konsultansi wajib menyediakan segala keperluan
peralatan dan material yang dibutuhkan dalam pelaksanaan
pekerjaan ini, antara lain :
1. Kendaraan untuk mobilisasi porsonil dan peralatan
2. Peralatan Kantor : Alat Tulis Kantor, Komputer + software,
Printer

15. Lingkup
Kewenangan
Penyedia Jasa
Lingkup kewenangan Penyedia Jasa akan diatur dalam Kontrak
kerja

16. Jangka Waktu
Penyelesaian
Kegiatan
Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan ini adalah
3 (Tiga) bulan kalendar atau 90 (Sembilan Puluh) hari kalendar

17. Personil Posisi Kualifikasi Jml Org/
Bulan
Tenaga Ahli:
1. Team Leader Sekurang-kurangnya
magister di bidang ekonomi
(Akuntansi/Manajemen)
dengan pengalaman
profesional dalam bidang
penelitian pengembangan
ekonomi selama 5 (lima)
tahun.
1/3
2. Ahli Pariwisata Sekurang-kurangnya sarjana
Pariwisata (S1/sederajat)
dengan pengalaman
profesional dalam bidang
1/3
Kerangka Acuan Kerja (KAK) Penyusunan Masterplan Ekowisata Kabupaten Malang 2013-2025
8

penelitian pengembangan
pariwisata selama 3 (tiga)
tahun
3. Ahli Tata Ruang Sekurang-kurangnya sarjana
Planologi (S1/sederajat)
dengan pengalaman
profesional dalam bidang
penelitian tata ruang selama 3
(tiga) tahun
1/3
4. Ahli Lingkungan Sekurang-kurangnya sarjana
Teknik Lingkungan
(S1/sederajat) dengan
pengalaman profesional dalam
bidang penelitian lingkungan
selama 3 (tiga) tahun
1/3
5. Ahli Sosial Sekurang-kurangnya Sarjana
Sosial (S1/sederajat) dengan
pengalaman profesional dalam
bidang penelitian sosial
selama 3 (tiga) tahun
1/3
6. Ahli Hukum Sekurang-kurangnya sarjana
Hukum (S1/sederajat) dengan
pengalaman profesional dalam
bidang penelitian hukum
selama 3 (tiga) tahun.
1/3
Tenaga Pendukung:
Tenaga Administrasi Sekurang-kurangnya lulusan
D-3 dengan pengalaman
dalam bidang administrasi
selama 2 (dua) tahun
1/3
Oprt Komputer Sekurang-kurangnya lulusan
D-3 dengan pengalaman
dalam bidang operasi
komputer selama 2 (dua)
tahun
1/3
Tenaga Surveyor Sekurang-kurangnya lulusan
D-3 dengan pengalaman
dalam bidang survey lapangan
selama 1 (satu) tahun
4/1
18. Jadwal
Tahapan
Pelaksanaan
Kegiatan

No Kegiatan
Bulan 1 Bulan 2 Bulan 3
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Persiapan
2 Presentase LAPDA
3 Revisi LAPDA
4 Pengumpulan data
5 Analisis
6 Laporan. Antara
7 Revisi Lap. Antara
9 Kesimpulan&Rekomendasi
10 Presentasi Lap. Akhir
11 Revisi Lap. Akhir
12 Konsultasi Substansi
13 Cetak buku Masterplan Ekowisata



Kerangka Acuan Kerja (KAK) Penyusunan Masterplan Ekowisata Kabupaten Malang 2013-2025
9

Laporan
19. Laporan
Pendahuluan
Laporan Pendahuluan memuat tentang gambaran umum wilayah
studi, rencana kegiatan, metodologi pelaksanaan mencakup jenis-
jenis pekerjaan, cara penyelesaian masing-masing jenis pekerjaan
serta perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk penyelesaiannya
serta cara kerja yang akan diterapkan berdasarkan waktu studi
yang akan dilaksanakan, Ruang lingkup kegiatan dan keterlibatan
tenaga ahli maupun tenaga kerja yang dibutuhkan untuk
menyelesaikan pekerjaan tersebut.
Spesifikasi Dokumen:
Nama Dokumen Laporan Pendahuluan
Jenis Buku
Judul Laporan Pendahuluan Penyusunan
Masterplan Ekowisata Kabupaten Malang
2013-2025
Jumlah Buku 10 Eksemplar
Ukuran Buku A4 29-7 cm x 21.5 cm
Spasi Pengetikan 2 spasi
Jenis Kertas Kontens HVS 80 gr berwarna putih polos
Sampul Buku Menarik dan kumunikatif (sesuai
kesepakatan antara konsultan dan
pemberi pekerjaan)
Jenis Kertas Sampul Glossy paper
Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya l5 (Lima Belas) hari
kalender sejak SPMK diterbitkan.

21. Laporan Antara Laporan Antara memuat hasil sementara pelaksanaan kegiatan
yang berisikan semua data, informasi, hasil kompilasi dan hasil
survei yang meliputi data primer dan sekunder yang didapat dari
lapangan maupun instansi terkait, analisa-analisa yang dilakukan
dan gambaran altematif pemecahan masalah/inovasinya.
Spesifikasi Dokumen:
Nama Dokumen Laporan Antara
Jenis Buku
Judul Laporan Antara Penyusunan Masterplan
Ekowisata Kabupaten Malang 2013-2025
Jumlah Buku 10 Eksemplar
Ukuran Buku A4 29-7 cm x 21.5 cm
Spasi Pengetikan 2 spasi
Jenis Kertas Kontens HVS 80 gr berwarna putih polos
Sampul Buku Menarik dan kumunikatif (sesuai
kesepakatan antara konsultan dan
pemberi pekerjaan)
Jenis Kertas Sampul Glossy paper
Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari
kalender sejak SPMK diterbitkan.

22. Laporan Akhir Laporan Akhir memuat : seluruh hasil kajian yang dilengkapi
dengan peta / gambar, table, dan lampiran lainnya. Untuk
Kerangka Acuan Kerja (KAK) Penyusunan Masterplan Ekowisata Kabupaten Malang 2013-2025
10

keperluan pembahasan dalam seminar dibuat Ringkasan Laporan
Akhir (executive summary).
Spesifikasi Dokumen

Nama Dokumen

Laporan Akhir (Dokumen 1)
Jenis Buku
Judul Laporan Akhir Penyusunan Masterplan
Ekowisata Kabupaten Malang 2013-2025
Jumlah Buku 10 Eksemplar
Ukuran Buku A4 29-7 cm x 21.5 cm
Spasi Pengetikan 2 spasi
Jenis Kertas Kontens HVS 80 gr berwarna putih polos
Sampul Buku Menarik dan kumunikatif (sesuai
kesepakatan antara konsultan dan
pemberi pekerjaan)
Jenis Kertas Sampul Glossy paper

Nama Dokumen

Executive Summary (Dokumen 2)
Jenis Buku
Judul Executive Summary Penyusunan
Masterplan Ekowisata Kabupaten Malang
2013-2025
Jumlah Buku 10 Eksemplar
Ukuran Buku A4 29-7 cm x 21.5 cm
Spasi Pengetikan 2 spasi
Jenis Kertas Kontens HVS 80 gr berwarna putih polos
Sampul Buku Menarik dan kumunikatif (sesuai
kesepakatan antara konsultan dan
pemberi pekerjaan)
Jenis Kertas Sampul Glossy paper

Nama Dokumen

Buku Masterplan Ekowisata (Domumen
3)
Jenis Buku
Judul Buku Masterplan Ekowisata Kabupaten
Malang 2013-2025
Jumlah Buku 10 Eksemplar
Ukuran Buku A4 29-7 cm x 21.5 cm
Spasi Pengetikan 2 spasi
Jenis Kertas Kontens HVS 80 gr berwarna putih polos
Sampul Buku Menarik dan kumunikatif (sesuai
kesepakatan antara konsultan dan
pemberi pekerjaan)
Jenis Kertas Sampul Glossy paper
Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya 90 (Sembilan
puluh) hari kalender sejak SPMK diterbitkan.

Compack Disc yang berisi softcopy semua laporan sebanyak 10
keping
Kerangka Acuan Kerja (KAK) Penyusunan Masterplan Ekowisata Kabupaten Malang 2013-2025
11


Hal-Hal Lain
23. Produksi
dalam Negeri
Semua kegiatan jasa konsultansi berdasarkan KAK ini harus
dilakukan di dalam wilayah Negara Republik.
24. Persyaratan
Kerjasama
Jika kerjasama dengan penyedia jasa konsultansi lain diperlukan
untuk pelaksanaan kegiatan jasa konsultansi ini maka persyaratan
berikut harus dipatuhi:
1. Kerjasama usaha antara penyedia barang/jasa nasional
maupun dengan asing yang masing-masing pihak mempunyai
hak, kewajiban dan tanggung jawab yang jelas berdasarkan
kesepakatan bersama yang dituangkan dalam perjanjian
tertulis.
2. Kerjasama usaha tersebut dapat dinamakan konsorsium atau
joint venture atau sebutan lainnya sepanjang tidak
dimaksudkan untuk membentuk suatu badan hukum baru dan
mengalihkan tanggung jawab masing-masing anggota
kerjasama usaha kepada badan hukum tersebut.
3. Ketentuan Kemitraan antara penyedia barang/jasa untuk
pelaksanaan paket pekerjaan jasa konsultasi ini hanya berlaku
untuk Pengadaan Jasa Konsultansi oleh Badan Usaha.

25. Pedoman
Pengumpulan
Data Lapangan
Pengumpulan data lapangan harus memenuhi persyaratan berikut,
antara lain:
1. Memenuhi kaidah-kaidah pengumpulan data statistik dan
kaidah-kaidah ilmiah;
2. Data sekunder yang dikumpulkan merupakan data terbaru
yang setidaknya mencerminkan kondisi 2 (dua) tahun terakhir.

26. Alih
Pengetahuan
Apabila dipandang perlu oleh Pejabat Pembuat Komitmen, maka
penyedia jasa harus mengadakan pelatihan, kursus singkat, diskusi
dan seminar terkait dengan substansi pelaksanaan pekerjaan dalam
rangka alih pengetahuan kepada staf proyek/satuan kerja Pejabat
Pembuat Komitmen

Anda mungkin juga menyukai