Anda di halaman 1dari 5

Manusia sebagai makhluk sosial

Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial mungkin sudah tidak asing lagi
bagi kita, seperti pada proses kelahiran yang merupakan salah satu contoh
manusia sebagai makhluk sosial. Saat kita lahir, tentu kita mambutuhkan sosok
seorang ibu untuk memperkenalkan dunia baru bagi kita, juga merawat dan
membesarkan kita. Secara garis besar, hal tersebut merupakan satu contoh
perwujudan kita sebagai makhluk sosial.dalam kehidupan di dunia, setiap
makhluk hidup memerlukan interaksi dan komunikasi satu sama lain, khususnya
bagi umat manusia. Interaksi dan komunikasi ini sangat diperlukan karena
manusia ditakdirkan menjadi makhluk sosial yang tak pernah lepas dari bantuan
orang lain. Oleh karena manusia hidup sebagai mahkluk sosial itulah, disadari
maupun tidak, manusia cenderung hidup berkelompok dengan tujuan yang sama,
yakni untuk meningkatkan kesejahteraan dan kehidupan mereka masing-masing.
Dalam tujuannya meningkatkan taraf kesejahteraan dan kehidupan manusia,
mereka cenderung hidup berkelompok yakni misalnya untuk mewujudkan
kebutuhan sosialnya, terciptanya keamanan, ketertiban, keadilan, kenyamanan,
kerjasama dan lain sebagainya. Dalam kehidupan berkelompok pula, manusia
relatif tidak berorganisasi namun semua itu terjadi secara spontanitas atau diluar
kesadaran manusia, mereka akan hidup secara berkelompok , dan saling
mebutuhkan satu sama lain.Tidak mungkin manusia mampu hidup sendiri tanpa
bantuan orang lain. Dalam contoh lain, saat kita telah tiada di dunia (meninggal),
kita pun tentu saja membutuhkan bantuan orang lain untuk menguburkan jenazah
kita. Dari berbagai contoh diatas yang telah dipaparkan, maka dari itulah mengapa
manusia disebut sebagai makhluk sosial.
Manusia sebagai makhluk sosial memiliki 2 harkat, yakni :

1. Keinginan untuk bersatu dengan manusia lainnya (masyarakat)
2. Keinginan untuk menjadi satu dengan alam sekitarnya

Adapun faktor yang akan mempengaruhi manusia dalam berperilaku dan
berinteraksi dengan sesamanya, yakni faktor intern (dalam) dan faktor ekstern
(luar).

1. Faktor Intern meliputi : Sikap dan gaya hidup, selera, pendapatan dan
intensitas kebutuhan.
2. Faktor Ekstern meliputi : Lingkungan, adat istiadat, kebijakan pemerintah,
mode/trend, kemajuan teknologi juga kebudayaan dan keadaan alam.

Sedangkan alasan manusia dikatakan sebagai makhluk sosial adalah :

1. Manusia tunduk pada aturan juga norma sosial
2. Perilaku manusia mengharapkan suatu penilaian dari orang lain
3. Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain
4. Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup ditengah-tengah manusia
Contoh Dalam Kehidupan Sehari-hari
1. Melakukan kerja bakti di wilayah tempat tinggal sebagai bentuk kerjasama
antar makhluk sosial.
2. Bayi yang haus akan menangis karena membutuhkan ibunya, ini membuktikan
bahwa manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan.
3. Manusia yang meninggal dunia akan membutuhkan manusia lain untuk
mengurus pemakaman, dsb

Manusia sebagai makhluk Ekonomi
Meskipun manusia membutuhkan manusia lainnya dalam melakukan
aktivitas kehidupan sehari-hari, tetapi manusia tetap memiliki hak untuk
menentukan nasibnya sendiri. Secara pribadi, manusia harus memenuhi kebutuhan
dan keinginan hidupnya.
Kita tentu paham bahwa setiap manusia mempunyai kebutuhan yang
beraneka ragam. Setiap manusia butuh makan dan minum agar tetap hidup serta
membutuhkan pakaian untuk menutupi auratnya. Manusia juga butuh rumah
sebagai tempat berlindung. Pendidikan, kesehatan, hiburan, dan kebutuhan
lainnya juga diperlukan manusia agar hidup lebih layak.
Untuk memenuhi semua kebutuhan tersebut, manusia butuh uang. Untuk
mendapatkan uang, manusia harus bekerja. Setelah bekerja dan mendapatkan
uang, uang itu kemudian digunakan untuk memenuhi kebutuhannya. Di samping
itu, uang tersebut ditabung untuk kebutuhan-kebutuhan yang akan datang. Jadi,
manusia selalu penuh perhitungan dalam hidupnya. Karena itulah manusia disebut
makhluk ekonomi (homo economicus) karena manusia selalu memikirkan upaya
untuk memenuhi kebutuhannya sesuai dengan prinsip-prinsip ekonomi.
Sebagai makhluk ekonomi manusia selalu bertindak rasional yaitu selalu
memperhitungkan sebab akibat dalam mengambil suatu keputusan dalam rangka
pemenuhan kebutuhannya sehingga tidak merugikan dirinya sendiri. Namun
makhluk ekonomi bukanlah makhluk egois yang hanya mementingkan dirinya
sendiri dan mengorbankan orang lain untuk memenuhi kebutuhannya, ia tetap
bertindak sebagai makhluk sosial.
Manusia sebagai makhluk ekonomi memiliki ciri- ciri yaitu:
1.Cenderung melakukan tindakan ekonomi atas dasar kepentingan sendiri
2.Cenderung melakukan tindakan ekonomi secara efisien ( selalu memikirkan
perbandingan antara apa yang dikeluarkan dengan apa yang akan dihasilkan).
3.Cenderung memilih suatu kegiatan yang paling dekat dengan pencapaian tujuan
yang diinginkan.
Ketiga kecenderungan ini disebabkan karena kebutuhan atau keinginan manusia
yang selalu bertambah sedangkan sumberdaya / pemuas kebutuhan sifatnya
terbatas.
Adapun faktor yang mempengaruhi perilaku manusia dalam memenuhi
kebutuhannya adalah:
A.Faktor Intern: 1.Sikap dan gaya hidup
2.Selera
3.Pendapatan
4.Intensitas kebutuhan
B.Faktor Ekstern: 1.lingkungan
2.Adat istiadat
3.Kebijakan pemerintah
4.Mode / Trend
5.Kemajuan teknologi dan kebudayaan
6.Keadaan alam


KESIMPULAN
Manusia adalah makhluk ekonomi atau homo economicus artinya manusia selalu
berusaha untuk meningkatkan kualitas hidup dan mengoptimalkan kebutuhan
hidupnya. Artinya, manusia tidak pernah merasa kepuasannya maksimal. Namun
tetap tetap harus bertindak sebagai makhluk manusia sosial.
Manusia diciptakan Tuhan untuk saling berinteraksi, bermasyarakat dan
saling tolong menolong dalam memenuhi kebutuhannya. Maka dengan demikian
manusia merupakan makhluk social (Homo Socius).