Anda di halaman 1dari 7

1

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Potensi endapan bentonit dan zeolit di Indonesia cukup besar dan tersebar di beberapa
lokasi, yaitu di Pulau Jawa dan Sumatera dengan jumlah cadangan lebih dari 380 juta ton.
Berdasarkan sifat kimianya, bentonit dibedakan menjadi dua, yaitu sodium (Na) dan Calsium
(Ca) bentonit. Pemakai utama Na-bentonit adalah untuk lumpur bor dalam kegiatan
pemboran. Sementara Ca-bentonit dan zeolit dipakai sebagai penyerap (penjernih) di industri
minyak goreng.
Salah satu indikator kenaikan produksi Ca-bentonit dapat ditunjukkan oleh produksi
minyak goreng. Hampir di atas 70 % dari total konsumsi digunakan dalam industri ini.
Untuk Na-bentonit jumlah pemakaian banyak tergantung kepada eksplorasi minyak bumi dan
gas.
1.2 Tujuan
Makalah ini dibuat untuk lebih memahami mineral-mineral non logam yang sangat
bermanfaat untuk kehidupan manusia dan juga merupakan bagian dari tugas.
1.3 Rumusan Masalah
Mineral mineral non logam yang dibahas pada makalah ini adalah mineral zeolit
dan bentonit.



















2

BAB II
ISI
2.1 Zeloit
1. Pembentukan mineral zeloit
Zeloit terbentuk dari abu vilkanik yang telah mengendap jutaan tahun silam. Mineral
zeloit ditemukan pada batuan sedimen piroklatik. Zeloit alam terbentuk dari reaksi antara
batuan tufa asam berbutir halus bersifat rhyolitik dengan air pori atau air meteoric (air hujan).
Secara geologi, endapan zeolit terbentuk karena proses sedimentasi debu vulkanik
pada lingkungan danau yang bersifat alkali (air asin), proses diagnetik (metamorphosis
tingkat rendah), dan proses hidrotermal.
2. Pengertian Zeloit
Zeolit adalah kelompok mineral bahan galian non logam atau bahan galian mineral
industri. Zeolit diambil dari bahasa yunani yaitu kata Zeinlithos. Kata zein berarti memiliki
arti membuih atau mendidih sedangkan lithos memiliki arti batuan. Batuan ini akan mendidih
atau membuih jika dipanaskan pada temperature antara 100-350 C.Zelot merupakan mineral
hasil tambang yang bersifat lunak dan mudah kering. Warna dari zeloit adalah putih keabu-
abuan,putih kehijau-hijauan, dan putih kekuning kuningan. Ukuran Kristal zeloit
kebanyakan tidak lebih dari 10-15 mikron. Zeloit merupakan mineral yang terdiri dari Kristal
alumina sikat terhidrasi yang mengandung kation alkali atau alkali tanah dalam kerangka tiga
dimensi, Ion ion alkali tersebut dapat diganti oleh kation lain tanpa merusak struktur zeolit
dan dapat menyerap air secara reversible.
3. Struktur Zeloit
Struktur zelot merupakan polimer krstal anorganik didasarkan krangka tetrahedral
yang diperluas tak terhingga dari AlO
4
dan SiO
4
dan dihubungkan satu dengan lainya melalui
pembagian atau pemakaian bersama ion oksigen. Unit pembentuk kerangka utama zelot
adalah tethrahedral, pusatnya ditempati oleh atom silicon (Si) atau ion aluminium (Al),
dengan empat atom oksigen di sudut-sudutnya. Setiap atom oksigen menjadi bagian dari dua
tehtrahedral.
4. Karakteristik sifat sifat Zeolit
a. Sifat dehidrasi
Zelot mempunyai sifat dehidrasi yaitu melepaskan molekul H
2
O apabila
dipanaskan. Pada umumnya struktur krangka zeolit akan menyusut, tetapi krangka dasarnya
tidak mengalami perubahan secara nyata. PAda pori-porinya terdapat kation-kation dan atau
molekul air. Bila kation-kation tersebut dikeluarkan dari pori pori dengan perlakuan tertentu
maka zeolit akan meninggalkan pori yang kosong.
b. Sifat Penyerapan (adsorban)
Zeolit mempunyai kapasitas yang tinggi sebagai penyerap. Mekanisme adsorpsi
yang mungkin terjadi adalah adsorpsi disika (melibatkan gaya vander walls), adsopsi kimia
(melibatkan gaya elektrostatik), ikatan hydrogen dan pembentukan kompleks koordinasi.
Molekul atau zat yang diserap akan menempati posisi pori. Daya serap (adsorbansi) zeolit
tergantung dari jumlah pori dan luas permukaan.
c. Sifat pertukaran ion
3

Kation kation pada pori berperan sebagai penetral muatan zeolit. Kation-kation
ini dapat bergerak bebas sehingga dapat dengan mudah terjadi pertukaran ion.
d. Sifat penyaring
Zeolit dengan struktur krangka freamwork mempunyai luas permukaan yang
besar dan berperan sebagai saluran yang dapat menyaring ion atau molekul.
e. Sifat katalis-katalisator
Sifat sebagai katalis didasarkan pada adanya ruang kosong yang dapat digunakan
sebagai katalis ataupun sebagai penyagga katalis untuk reaksi katalitik. Kemampuan zeolit
sebagai katalis berkaitan dengan tersedianya pusat pusat aktif dalam saluran antar zeolit.
Pusat pusat aktif tersebut terbentuk karena adanya gugus fungsi asam tipe bronsted maupun
lewis.
5. Pengolahan Batuan Mineral Zeolit
Pengolahan batuan mineral zeolit meliputi empat jenis oprasi utama : yaitu oprasi
sizing, kominusi, granulasi dan drying. Oprasi sizing tahap pertama dilakukan pada umpan
yang akan masuk jaw crusher dengan menggunakan grizzly feeder. Tujuan sizing ini adalah
untuk mengeluarkan batuan mineral zeloit yang berukuran lebih kecil daripada ukuran setting
jow crusher. Grizzly feeder juga berfungsi sebagai pengatur laju pengumpanan, sehingga jaw
crusher dapat bekerja secara optimal. Oprasi sizing yang kedua dilakukan terhadap zeloit
hasil oprasi grinding. Sizing ini akan memisahkan zeloit berdasarkan ukuran yang siap untuk
oprasi granulasi. Sizing ketiga dilakuakn terhadap granul zeloit yang baru saja keluar dari
proses pemanasan. Oprasi sizing ini didasarkan pada ukuran granul antara 2-5 mm.

Gambar 2.2 Pengolahan Batuan Mineral Zeloit
2.2 Bentonit
1. Pendahuluan
Potensi endapan bentonit di Indonesia cukup besar dan tersebar di beberapa lokasi,
yaitu di Pulau Jawa dan Sumatera dengan jumlah cadangan lebih dari 380 juta ton.
Berdasarkan sifat kimianya, bentonit dibedakan menjadi dua, yaitu sodium (Na) dan Calsium
(Ca) bentonit. Pemakai utama Na-bentonit adalah untuk lumpur bor dalam kegiatan
pemboran. Sementa- ra Ca-bentonit dipakai sebagai penyerap (penjernih) di industri minyak
goreng. Salah satu indikator kenaikan produksi Ca-bentonit dapat dtunjukkan oleh produksi
minyak goreng. Hampir di atas 70 % dari total konsumsi digunakan dalam industri ini.
4

Untuk Na-bentonit jumlah pemakaian banyak tergantung kepada eksplorasi minyak bumi dan
gas.
2. Pembentukan
Secara umum, pembentukan endapan bentonit ada empat macam, yaitu hasil
pelapukan, hydrothermal, transformasi, dan sedimentasi. Faktor pembentukan endapan ben-
tonit hasil pelapukan adalah kondisi komposisi mineral batuan, komposisi kimia dari air, dan
daya lalu air pada batuan asal. Yang terakhir ini dapat dikemukakan sebagai : iklim, berbagai
relief dan tumbuh-tumbuhan yang berada di atas batuan. Pembentukan bentonit hasil
pelapukan adalah akibat reaksi antara ion-ion hidrogen (H
+
) dalam air tanah dengan senyawa
silikat. Ion H
+
tersebut berasal dari asam karbon akibat pembusukan zat-zat organik di dalam
tanah. Mineral penting saat pembentukan lempung adalah plagioklas, kalium-feldspar, biotit,
muskovit, sedikit kandungan senyawa alumina dan ferro- magnesia. Plagioklas sangat reaktif,
berjumlah banyak dan sumber utama dari kation dan silika dalam air tanah.
Larutan hydrotermal merupakan larutan bersifat asam dengan kandungan klorida,
belerang, karbon dioksida dan silika. Komposisi larutan berubah karena ada reaksi dengan
batuan gamping menjadi larutan alkali yang bersifat basa, lalu terbawa keluar dan akan tetap
bertahan selama unsur alkali dan alkali tanah tetap terbentuk akibat penguraian batuan asal.
Pada alterasi hydrotermal relatif lemah, mineral-mineral asal menentukan hasil alterasi
tersebut. Pada alterasi sangat lemah, mineral-mineral yang kaya dengan unsur magnesium
cenderung membentuk klorit. Pada alterasi lemah, adanya unsur alkali dan alkali tanah akan
membentuk monmorilonit kecuali kalium, mika, feromagnesia dan feldspar. Monmorillonit
terjadi karena adanya unsur magnesium.
Endapan bentonit hasil transformasi/ devitrifikasi debu gunung api terjadi dengan
sempurna apabila debu diendapkan di dalam cekungan seperti danau atau laut. Mineral gelas
gunung api lambat laun akan mengalami devitrifikasi.
Monmorilonit bisa juga terjadi sebagai endapan sedimen dalam kondisi basa
(alkalin). Mineral hasil sedimentasi terbentuk dalam cekungan dan bersifat basa dan tidak
berasosiasi dengan tufa, seperti atapulgit, sepiolit, mon-morillonit, karbonat, silika pipih,
fosfat laut dan sebagainya. Lingkungan ini banyak mengandung larutan silika yang
terendapkan dalam bentuk flint, kristobalit, atau senyawa alumunium dan magnesium. Secara
umum, Ca-bentonit terjadi dari alterasi mineral dalam batuan beku dan metamorfik yang
biasanya ter-dapat dekat dengan permukaan. Hal ini disebabkan ion Na
+
dalam lempung
bentonit bersifat tidak mantap dan mudah diganti oleh ion Ca
+
, dan juga ion H
+
pada tingkat
pelapukan selanjutnya. Sebaliknya, Keberadaan Na-bentonit di daerah tropis hanya dijumpai
pada tempat dalam yang mengalami proses pelapukannya tidak berkepanjangan.
3. Mineralogi
Bentonit adalah istilah lempung mon-morillonit dalam dunia perdagangan dan
termasuk kelompok dioktohedral. Penamaan jenis lempung tergantung dari penemu atau
peneliti, misal ahli geologi, mineralogi, mineral industri dan lain-lain. Dalam keadaan awal,
Na-bentonit berkemampuan tinggi untuk menyerap warna dan dapat ditingkatkan lagi dengan
melalui proses pengolahan dan pemanasan. Bentonit dapat dibagi menjadi 2 golongan
berdasarkan kandungan alu-munium silikat hydrous, yaitu activated clay danfullers
Earth. Activated clay adalah lempung yang kurang memiliki daya pemucat, tetapi daya
pemucatnya dapat ditingkatkan melalui pengolahan tertentu. Sementara itu, fullers
5

earth digunakan di dalam fulling atau pembersih bahan wool dari lemak. Berdasarkan
tipenya, bentonit dibagi menjadi dua, yaitu :
a. Tipe Weyoming (Na-bentonit Swelling bentonite)
Na bentonit memiliki daya mengembang hingga delapan kali apabila dicelupkan
ke dalam air, dan tetap terdispersi beberapa waktu di dalam air. Dalam keadaan kering
berwarna putih atau cream, pada keadaan basah dan terkena sinar matahari akan berwarna
mengkilap. Perbandingan soda dan kapur tinggi, suspensi koloidal mempunyai pH: 8,5-9,8,
tidak dapat diaktifkan, posisi pertukaran diduduki oleh ion-ion sodium (Na
+
). Penggunaan
yang utama adalah untuk lumpur (bor) pembilas dalam kegiatan pemboran, pembuatan pellet
biji besi, penyumbat kebocoran bendungan/kolam.
b. Mg, Ca-bentonit (Non Swelling bentonite)
Tipe bentonit ini kurang mengembang apabila dicelupkan ke dalam air, dan tetap
terdispersi di dalam air, tetapi secara alami atau setelah diaktifkan mempunyai sifat
menghisap yang baik. Perbandingan kandungan Na dan Ca rendah, suspensi koloidal
memiliki pH: 4-7. Posisi pertukaran ion lebih banyak diduduki oleh ion-ion kalsium dan
magnesium. Dalam keadaan kering bersifat rapid slaking, berwarna abu-abu, biru, kuning,
merah dan coklat. Penggunaan bentonit dalam proses pemurnian minyak goreng perlu
aktivasi terlebih dahulu.
4. Penambangan
Kebanyakan endapan bentonit terdapat dekat dengan permukaan tanah atau ada yang
sudah tersingkap akibat proses pelapukan, oleh karena itu penambangan dilakukan dengan
cara penambangan terbuka sistim jenjang. Lapisan tanah atas dikupas dan dipindah ke suatu
tempat penimbunan, yang akan digunakan untuk menimbun daerah endapan bila selesai
ditam-bang, sehingga bekas penambangan dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain.
Peralatan yang digunakan dalam proses penggalian dan pengupasan tanah penutup, antara
lain: power scraper, dragline scraper, dragline excavator, dan power shovel.











6

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Zeolit adalah kelompok mineral bahan galian non logam atau bahan galian mineral
industri. Zeolit diambil dari bahasa yunani yaitu kata Zeinlithos. Kata zein berarti memiliki
arti membuih atau mendidih sedangkan lithos memiliki arti batuan. Batuan ini akan mendidih
atau membuih jika dipanaskan pada temperature antara 100-350 C. Bentonit adalah istilah
lempung mon-morillonit dalam dunia perdagangan dan termasuk kelompok dioktohedral.
Penamaan jenis lempung tergantung dari penemu atau peneliti, misal ahli geologi,
mineralogi, mineral industri dan lain-lain.


















7

REFERENSI
http://ardra.biz/sain-teknologi/mineral/mineral-zeolit/
http://ardra.biz/sain-teknologi/mineral/mineral-zeolit/karakteristik-sifat-sifat-zeolit/
http://ardra.biz/sain-teknologi/mineral/mineral-zeolit/pengolahan-mineral-zeolit/
http://indonesiabentonite.blogspot.com/2013/10/pentingnya-bentonite.html