Anda di halaman 1dari 41

Basic Trainning PLC Overwiew

PLC
edaan Hard Wired dan Programmable Control secara b

Piranti Sirkuit
Control Control
PROSES
Dan Relay
Sensor Dan Kontak

Piranti
Comtrol
PLC PROSES
Dan
Sensor

PROGRAM
Basic TrainninG PLC Overwiew
PLC
INPUT
Push Button Switch Sensor

Hard Wired Control Programmable Control

Electronic Logic -Computer


Electrical Relay
Static Digital -Microprocessor
- PLC
Transistor Switching IC

Analog Discrette

Digital Binary

OUTPUT
Motor Pump Light Heater Relay Coil
Pendahuluan

PLC (Programmable Logic Controller)

Suatu rangkaian
dari beberapa ba
Pendahuluan

Alasan Penggunaan PLC dalam industri

- Penghematan kompon
- Tidak memerlukan pek
- Kecepatan respon yan
- Mudah untuk modifika
- Dapat digunakan untuk
dapat di komunikasikan
Pendahuluan

- Central Processing Unit (CPU) :


CPU berfungsi untuk mengontrol dan mengawasi semua pengoperasian dalam
PLC, melaksanakan program yang disimpan di dalam memori.

- Memory :
Memory yang terdapat pada PLC berfungsi untuk menyimpan program dan
mmberikan lokasi-lokasi dimana hasil-hasil perhitungan dapat disimpan di
dalamnya.

- Input/Output :
Setiap input/output memiliki alamat dan nomor urutan khusus yang digunakan
selama membuat program untuk memonitor satu persatu aktifitas input dan
output didalam program.

- Power Supply :
PLC tidak akan beroperasi apabila tidak ada supply daya listrik. Power Supply
merubah tegangan input menjadi tegangan listrik yang dibutuhkan oleh PLC.
Dengan kata lain, sebuah supply daya listrik mengkonversikan supply daya PLN
(220V) ke daya yang dibutuhkan CPU atau modul input/output.
Hardware

System Konfigurasi
PLC
Basic Trainning PLC Overwiew
PLC

Block Diagram PLC

Central
Input Processing Output
Unit
(CPU)

Sensor Aktuator

Terminal
Pemrograman
Hardware

Peralatan Peralatan
Input : Output :
-sensor photo -switch
-elk -relai
-push button -kontaktor
-limit switch
-panel kontrol
Basic Trainning PLC Overwiew
PLC
Sink Input
Pada Sink Input, arus mengalir dari
PLC switch menuju ke PLC input terminal
+ Switch Current
pada saat input signal On.
A power
Source
- Z

Source Input

Pada source input, arus mengalir dari


PLC input terminal menuju ke switch Common
PLC

setelah input signal On. + Switch


A power
Source
Current Z
-

Swicth
Basic Trainning PLC Overwiew
PLC
Modul Analog I/O
adanya modul analog I/O pada PLC memungkinkan PLC dapat dihubungkan seca
g ke piranti input yang berupa sinyal analog misalnya setting potentiometer dan
nalog misalnya katub-katub analog.
Sink Output Sink Output

PLC PLC
Common
Load
Output Junction
Current + +
A power A power
Source Current Source

- Load -
Common Output Junction

istem Isolasi secara Opto Coupler


put/output tidak dapat dihubungkan langsung ke Bus data karena alasan keama
hanya dapat menerima sinyal tegangan/arus pada level rendah. Sedang sinyal
n/arus dari piranti input/output mempunyai level yang tinggi. Oleh karena itu per
uatu sistem yang dapat menjadi mediator atau penghubung antar kedua bagian
yai perbedaan dalam hal level tegangan/arus.
Basic Trainning PLC Overwiew
PLC
Optikal Isolator untuk modul Input

PB 1

+5V

Logic to PLC

Typical Circuit
Basic Trainning PLC Overwiew
PLC
Optikal Isolator untuk modul Output

Optical
coupler
Logic signal
Switch Filter
from PLC

Blok diagram

From PLC To output


Varistor
output port device

Typical Circuit
Hardware

Konfigurasi wiring PLC


Akses I/O PLC LG
GLOGA-GM

A/D 4/8CH ■ Aplikasi Analog


Ethernet(TCP/UDP) : 10 Mbps
D/A 2/ 4/8CH
DeviceNet(Master)
PID 8/16CH ■ Kontrol PID dengan auto- DeviceNet Remote I/O(Slave)
tuning
TC Input 4 CH
Profibus-DP(Master)
Modul Tem. ( AI/AO=2/2, 2 PID
CH)
RTD Input 4 CH
Analog Timer 8 CH
PLC

HSC: 500kpps ■ Position ■ MODBUS(Slave)


RS232C
Probe (ASCII, RTU)
INT: 8CH RS422
■ Servo/Step ■ AB DF1(Full Duplex)
Position Module Motor Control
- 2 Phases ■ Position Fnet : 1 Mbps ■Master
Control Fnet Remote I/O ■ Slave I/O
- DC24V, 16pts.
- Relay, 16pts.
Sistem Network PLC LG
GLOGA-GM
MMI PC Host Computer Ethernet
 Standart H/W : Ethernet IEEE 802.3
 Men-support 10BASE5, 10BASE2, 10BASE-T
Ethernet (100Mbps, TCP/IP)
 Pelayanan koneksi GMWIN melalui Ethernet
GM3  Penyediaan Varisi Protocol (TCP/IP, DP,ARP. ICMP)
G3L-EUEA GM4
G3L-FUEA GMR
 Komunikasi dgn peralatan lain menggunakan
GM1/2 G4L-
G3L- EUEA Frame-Editor
G3L-EUEA EUEA
GM6
F Net(Fieldbus)
G6L-FUEA
 1Mbps, Token passing
IBM PC
GOL-FUEA PMU600  Elektrik : 750m(Max.5.25km with 6 repeater),
PMO600F G3L-RBEA
Optic 3km(MAX 21km)
F Net (1Mbps, Twisted Pair)  64 Station CPU ↔ CPU, CPU ↔ REMOTE I/O

GM1/2/3 C Net(Link Computer


GM1/2/3/4/ (G3L- GM4/K300S  Standard RS-232C, RS-422/485(32 Station)
6 FUEA) (G4L-FUEA)
(G4L-DUEA) (G3L- (G4L-CUEA)  Dedicated, Dial-up support(TM/TC)
PUEA)  Komunikasi dgn peralatan lain menggunakan
Frane-Editor
GM6/K200S  Men-support Protokol MODBUS, AB DF1
(G6L-CUEB/C)
GM7/K80S
(G7L-CUEB/C)  Baud Rate : 300Bps ~ 76,800Bps

C Net (Modbus, DF1 Compatible) Device Net


 Kontrol Real Time dengan I/O Device
Modem
 Mult-Drop, Fasilitas `T-Connection
PC  Baud Rate : 125/256/500 kpps
Remote Telephone Remot Other maker’s Device
In/Out  Maks. : 64 Link Station
Line e (PLC, RF-ID, Bar Code …)
GM6 GOL-DSIA I/O  500/250/100m : Jarak
G6L-DUEA GOL-DSQA GM6/K200  Modul Interface Master, Slave
S
(G6L-
PUEA/B)
Frofibus-DP
Device Net Profibus-DP  Cocok untuk Network FA pada Field Level
 9.6kps(1.25km), 12Mbps/sec(100m),
256 Station, Twisted pair Two wire Cable
 Modul interface Master, Slave
Inverte
 Jumlah Maks. Hubungan/Station : 127
Actuato Remot Solenoi Remot
HMI GM7/K80S GM7/K80S Station
r r e Robot e
(G7L-DBEA) d (G7L-PBEA)
I/O I/O  Jumlah Maks. Slave Hubungan/Segmen : 32
Station
SCADA System

SCADA
(supervisory control and data acquisition)
PLC System

ModBus communication (RTU Mode)

Host Computer
(SCADA/HMI Software)

Digital Power I/O modules


Power Meter Transducer (DC, TR, Relay types)

Proses control & monitoring data informasi suatu sistem


dari RTU’s ke control centre, dan merubah data-data yang
diterima menjadi data-data rekayasa serta menyimpannya
sebagai real time database
SCADA System

SCADA Systems
SCADA System

Fungsi-fungsi utama SCADA


Akuisisi data, merupakan proses penerimaan data dari peralatan di
lapangan.
Konversi data, merupakan proses konversi data-data dari lapangan
ke dalam format standar
Data Processing, yang mana menganalisa data yang diterima untuk
dilaporkan kepada operator.

Supervisory control, dimana memungkinkan operator untuk


melakukan pengendalian pada peralatan-peralatan di lapangan.
Tagging, memungkinkan operator untuk meletakkan informasi
tertentu pada peralatan tertentu.
Pemrosesan alarm & event yang menginformasikan apabila terjadi
perubahan pada sistem.
Post mortem review, yang membantu menentukan akibat pada
sistem jika ada gangguan besar pada sistem.
SCADA Concept

ELECTRIC DISTRIBUTION SYSTEMS


RTU
Power Station Power Line

Gardu
Distribusi

Pusat Kendali

SCADA
SCADA Concept

ELECTRIC DISTRIBUTION SYSTEMS

• Memantau dan mengawasi status perangkat-perangkat jaringan


distribusi.
• Deteksi gangguan jaringan.
• Pengisoliran dan pemulihan sistem secara otomatis.
SCADA Concept

BAS
(Building Automation System)

Functions
Air Ventilation System Control Control Room
Light Control
Electric Power Control
Role of PLC
Communication (RTU) Comm. (Ethernet or RS485)
Temperature Control (PID)
Control Objectives
Fan, Heater, Compressor
Water Utilities, Light
Requirement of PLC
Network ability (Ethernet, RS285)
RTD sensing, PID control
Control Panel (PLC)
SCADA Concept

PLANT MONITORING SYSTEMS

Control &
monitoring
machine running
status, machine
speeds,
temperatures,
humidity, energy
used,
productivity, etc
Mekatronik
Fundamental
1.1 Industri Mekatronik

1) Gambaran Umum Mekatronik


2) Tren Teknologi Mekatronik
3) Aplikasi-aplikasi Mekatronik
4) Komponen-komponen Mekatronik
1) Gambaran Umum Mekatronik

 Mekanikal dan elektronik tergabung dalam Mekatronik. Teknologi


yang bertujuan membuat mesin yang dioperasikan oleh signal
elektronik.

 Aplikasinya telah meluas sejak teknologi yang ditampilkan telah


dapat dibangun dengan fungsi-fungsi yang lebih kompleks seiring
kemajuan pada bidang elektronik dan semi-konduktor.

 Dengan teknologi hardware mengarah kepada IT dan hal ini


mempercepat tingkat kemajuan pada pemilihan unsur/elemen.

 Sekarang, aplikasi pada Mekatronik telah meluas pada service,


transportasi, pertahanan nasional yang sebelumnya hanya pada
bidang manufacturing.
2) Tren Mekatronik

Tenaga kerja pada industri yang intensive dengan pekerjaan manual


telah digantikan kepada bisnis berbasis Intelektual pd information
society. Combination with
Intellectual business Intellectual
business
Various kinds n
t io
Small production a
Capital-intensive
o
m
r l i cs
f n
industry In ita ro
dig hat
c
Mass production
n ics Me Production
Small kinds of planning items r o
hat Differential
Mass production c
Me speed
Intellectualization
l
Simple
n ica
Mechanical a
h o n AutomatizationUnmanned
ec ss ti
M ma duc
o Globalization
pr Industrialization
Labor-intensive
Industry Mechanization
3) Aplikasi pada Mekatronik

Robot for housework/desk work


Restoration in a disaster
Medical/Rehabilitation
Wilayah konvensional Leisure, Sports equipment
Intellectual car
Intellectual ship
pada Mekatronik Aerospace industry
Life service
Produksi
Transportasi

Industrial Robot
Industrial M/C Pertahanan
Textile M/C Missile, torpedo
Wood work M/C Unmanned combat robot
Packing M/C Intellectual fighter
Semi-conductor,
Display equipment
Assembly and Conveyor Line
4) Komponen dari Mekatronik

The Mekatronik terdiri dari unit mekanikal, sensor,


operator, driving equipment, upper controller, HMI, Network.

HMI Upper Driving Sensor Mechanical


Network Controller equipment Operator Unit
 CRT  CNC  Servo  Sensor  Linear Unit
 LCD  Motion controller  Stepping  Valve  Rotary unit
 Touch Screen  Process controller  BLDC  Relay  Roller system
 PC( Computer)  PLC  Linear  Solenoid  Gearhead
 Network equipment  Inverter  etc.  Components
 etc.  etc.
1) Gambaran dari sistem Kontrol

Sistem kontrol dapat dibagi menjadi ;


-Sistem kontrol Open Loop : Tidak mengecek aktual driving.
-Sistem kontrol Close Loop : Mengecek signal dari bagian sensor.

Sistem Kontrol Close Loop

Sistem Kontrol Open Loop


Perintah
Upper Bag. Bagian
Controller Bag. Kontrol
Driving Sensor
2) Komposisi dari sistem Kontrol
Sistem kontrol terdiri dari ;
-HMI / Network: Operator dapat menangani dan mengawasi mesin
-Controller : Menentukan dan mengatur mesin secara terintegrasi
-Driving equipment : membuat mesin menjadi run
-Sensor : mengumpulkan dan mengirimkan informasi status operasi
Driving
HMI/Network Controller Sensor
equipment
Hydraulic
Contact Proximal
System Pneumatic sensor sensor
Operation system
operation Coefficient Position
Solenoid sensor sensor
Position Force Pressure
Setting data control Inverter sensor sensor
Synchronous Length Speed
Stepping sensor sensor
Motion control
Monitoring Time Temp.
control Speed Servo sensor sensor
control
DC/BLDC Gas sensor
Power ,tension
Network
control Linear
3) Komposisi sistem kontrol Drive

Sistem kontrol drive terdiri dari ;


* Driving controller : membuat peralatan bekerja berdasarkan perintah operasi
* Sensor : dihubungkan dengan driving equipment

Tegangan Analog
Pulse
Communication data
Sistem kontrol drive

Perintah Driving power Mechanical


connection
Operasi Driving Driving
Controller Sensor
controller equipment

(Note) Sistem kontrol Drive dapat dibagi menjadi Open Loop dan Close Loop
Tergantung dari signal sensor feed-back dan dalam kasus kontrol drive high-precision,
Digunakan Close Loop.
4) Macam-macam peralatan Drive

Peralatan Drive dapat dibagi menjadi tipe mekanikal dan tipe electromotive.
Tipe servo yang menampilkan kontrol high-precision yang biasa digunakan

Peralatan Drive Kelebihan Kekurangan


Meka- Hydraulic/ • Struktur sederhana • Tidak memiliki High precision
nikal Pneumatic • Harga Kompetitif • Diperlukan Peralatan
insidensil dan noise, polusi
lingkungan menjadi
pertimbangan

Electro- Stepping • Harga Kompetitif • Noise, dan vibrasi besar


motive • Controller yg sederhana • Tidak tersedia drive bertenaga
besar, dan ukuran besar

Inverter • Harga Kompetitif • Tidak memiliki High precision

Servo • Kontrol High-precision


• Drive bertenaga besar,
Berukuran besar
• Noise dan vibrasi rendah
• Excellent maintenance,
linkungan terjaga
Linear • Kontrol High-speed, • Harga tinggi
High-precision
• Tidak ada mekanikal
6) Komponen pada AC Servo

Perlengkapan Servo drive terdiri dari ;


* Servo motor : Gabungan encoder dan servo motor
* Servo Drive : Mengoperasikan motor

Servo Drive

Motor control part


Display Memory
Perintah
Interface DSP ASIC
Operasi

Servo Motor
Bagian konversi power
DIODE IPM
3 phase 200~220V Module
atau Motor encoder
Single phse
200~220V
7) Karakteristik pada AC Servo

Variasi Interface

Tipe interface Menggunakan Unit


Terkoneksi
 Input : speed, torque
Tegangan
Tegangan
 CNC/Motion controller
 Output :speed, position,
Analog
Analog
 PLC
torque
 Touch Screen
 Personal Computer
Kontak
Kontak  Input : Perintah Operasi
 Synchronous sensor
point
point
 Output : Status operasi
- Encoder
- Taco Generator
 Input : Position pulse - dll.
Pulse
Pulse  Output : Encoder signal  Operator khusus
- Digital switch
- 7 Segment LED
 Data setting/Monitoring
- LCD
Komunikasi
Komunikasi  Servo operation
 BUS Communication Unit
(High-speed field Bus)
2) Rangkaian konversi power
Rangkaian konversi dibentuk dari ; bagian konversi arus searah
yang mengubah AC 3 phase menjadi arus searah ; bagian konversi
arus yang mengubah arus searah menjadi AC 3 phase ; Bagian
regenerative yang mengatur arus regenerative.

Bagian
Power arus
konversi
searah
Power
R U
AC AC
3 phaseS V 3 phase
Bagian
220V Regenerative 185V
T W

B1 B2
3) Komposisi operasi kontrol
Operasi kontrol dibangun melalui software dan dapat dibagi menjadi
kontrol pulse position, kontrol speed dan kontrol torque.

Kontrol pulse Counter


position Current
pulse
position
Counter
perintah Penguata
pulse n position Pulse
position
encoder
Kontrol Arus
Operatorc
Speed urrent Terbaca
speed
Perintah Pembangkit Signal
Penguata
pulse perintah
n speed Drive PWM
Speed
position
Perintah
speed Kontrol
Operator
Analog Torque current
torque
Perintah
Penguata Operasi
torque n arus Vektor
Analog
5) Fitur operasi kontrol

Perintah kontrol pulse Perintah kontrol speed Perintah kontrol torque


position
Mode operasi Servo beroperasi Servo beroperasi
berdasarkan perintah Servo beroperasi berdasarkan analog atau
pulse position berdasarkan perintah perintah torque digital
analog atau perintah or
speed digital

Kelebihan Upper controller Respon cepat, kontrol


sederhana dengan presisi Respon lebih cepat, kontrol
memasukkan pulse pada presisi
unit transfer dan dapat
digunakan untuk stepping.

Kekura- Rotasi High speed dan Upper controller yang Upper controller yang rumit
ngan respon cepat tidak rumit
dibolehkan pada unit
transfer presisi
6) Pengoperasian pada area regenerative
Ketika servo motor beroperasi pada mode regeneration, energi inertia yang
diakumulasikan mekanikal dikonversi kedalam energi listrik dan mengalir
kedalam servo drive dan disimpan pada condenser. Kemudian, jika arus
searah meningkat dan tegangan melebihi nilai yang diizinkan, Transistor
regenerative ON dan energi dibuang melalui resistor regenerative secara
terpisah.

Arus Generated
Condenser
Regenerative Servo
Tr motor

Resistor regenerative
Dynamic
Braking
Wiring Inverter Unit
(Optional) DB
P N B1 B2 Unit(Optional)
DB Resistor
DC Bus Choke DB Resistor

P1 P2 N
MCCB CT Sirkuit Inverter OCR
R CT U
3Ø R
S C CT V
230/460 V MOTOR
50/60 Hz
T CT W

G Operasi
external
Deteksi Deteksi Arus Thermal
Forward tegangan
FX Regeneratif relay
Reverse
Run/Stop Pemutusan karena
RX Pemutusan
Run/Stop
Inverter kelebihan arus
BX
Fault Reset
Disable RST karena Hubungan pendek sisi Multi function
Multi-function Kelebihan arus Input
Multi-function P1 output + Output Frequency
input1 Kekurangan FM FM
P2 Kesalahan pembumian
Multi-function
input 2 Factory Meter
Multi-function P3 tegangan sisi +LM
input 3
P4 Setting LM (0 ~ 10V pulse)
Output
Multi-function
input 4 Pencegah Output
P5 Multi-speed CommonCM
Voltage/Current
Multi-function
input 5 kemacetan Kelebihan arus Meter(0 ~ 10V pulse)
Common
input 6 P6 and Deteksi tegangan for
CM Stall Kelebihan beban
Terminal Multi-acc/dec catu daya Deteksi FM ,LM IO Analog output
time Perlindungan dari (perlindungan CM (4 ~ 20mA)
konduktor
kelebihan arus elektronik)
daya Transistor Fault output relay
Shielded Deteksi
Pencegahan kemacetan (NO) A
Putus tiba-tiba Lless then AC250V, 1A
(stall) rem
sheath Power supply kesalahan C
connection Deteksi temperatur (NC) B Lless then DC30V, 1A
Potentiometer for Transistor
(10 kohm, 1/2W) Speed signal: Perangkat rem
VR
+ 12V, 10mA sirkuit
Speed signal
V1 input: Utama CPU
Kesalahan LG Inverter
kepanasan
0 ~ 10Vsignal
I Speed hubungan
Opsi MO PRO ENTE
input: DE G R
CM4 ~ 20mA inboar
Common for
(250ohm) d
Speed signal REV RST FWD
VR, V1, 1 Sambungan
Input
STOP

LG Industrial Systems