Anda di halaman 1dari 20

Sekali Lagi, Rubah Cara Berpikir dan Berpolitik Jika Indonesia Ingin Maju

Dikirim oleh Webmaster


Berpolitik yang perlu dikembangkan adalah politik dengan berbasis keunggulan nyata, artinya
apakah karena keunggulan menetapkan arah dengan kemampuan membaca masa depan
sehingga bangsa Indonesia semakin baik karena arahnya tepat, keunggulan melaksanakan
kebijakan sehingga semua keputusannya membuat Indonesia semakin baik atau juga mampu
secara detail melihat hal-hal yang harus dilakukan di Indonesia sehingga yang merupakan hal
mendasar, penting dan strategis bagi bangsa Indonesia semuanya secara bertahap membaik.
Selain itu politik juga harus mampu mengangkat kebanggaan dan harga diri bangsa Indonesia
baik didalam atau di luar negeri. Atau juga kemampuan mendorong masyarakat agar Indonesia
menjadi bangsa yang unggul dengan strategi dan taktik yang tepat mengkombinasikan berbagai
keilmuan dan bidang dalam kehidupan serta mengaplikasikan kehidupan yang membahagiakan.

Pendahuluan

Sabar memang sudah seharusnya hanya kalau melihat perkembangan kehidupan di Indonesia
yang sulit benar berkembang dalam 10 tahun ini kasihan betul anggota masyarakatnya. Politik
itu sangat penting untuk melakukan penataan agar orang banyak diperlakukan adil dan dapat
mencapai harapannya. Hanya jika ber-Politik mengorbankan ketertiban, ketenangan dan
kepastian serta tidak habis-habisnya bergelut politik kelihatannya perlu dihentikan juga
kerusakannya, bukan berpolitiknya tapi cara berpoltiknya. Banyak kejadian Bukan saja hanya
buang waktu tetapi juga buang energy dan hanya merusak yang sudah ada, apalagi jika
berpolitik tidak lebih seperti membesarkan perusahaan. Artinya untuk meningkatkan
kesejahteraan para pelakunya saja,sebaiknya semakin dihindari.

Berpolitik yang Cuma mutar-mutar dan membuang waktu serta biaya juga menjadikan banyak
hal menjadi sampah apalagi penyakit sudah saatnya segera diakhiri. Apalagi semua itu juga
mengundang kerawanan dan memecah belah berbangsa.

Makin Banyak Jumlah Orang Kaya, Maka Kayalah Indonesia

1. Abu Rizal Bakrie. Disebutkan sebagai orang terkaya di Indonesia, ramai juga sms dari
beberapa teman, dari yang hanya menanyakan kebenarannya sampai yang menyatakan
bahwa kita harus kaya tetapi jangan dengan cara KKN. Hanya ada juga yang mengatakan
berita ini sangat bagus karena selama ini selalu yang masuk orang terkaya di Indonesia
bukan Pribumi. Yang tidak percaya bahwa berita ini serius mengatakan bahwa terang saja
pengusaha keturunan banyak yang tidak mau masuk menuliskan semua kekayaannya karena
takut di kejar BLBI atau pajak. Aburizalnya sendiri mengatakan bahwa semua itu hanya
karena harga saham saja yang naik, padahal uang dikantongnya saat ini tetap saja. Yang
menarik juga berita ini ditarik kesana kemari dan dikait-kaitan apakah dengan lapindo dan
hal lainnya, padahal orang banyak lupa keluarga Bakrie termasuk keluarga lama yang
berkecimpung dalam dunia usaha. Dan juga ketika Mahasiswa pernah jadi Ketua Dewan
Mahasiswa ITB, Ketua Hpmi dan Kadin sehingga sejarahnya panjang sampai ke posisi ini.
Banyak juga yang mengatakan bahwa seharusnya Aburizal Bakrie harus semakin dermawan
karena sudah semakin kaya, padahal orang juga lupa walaupun sudah mengeluarkan begitu
banyak dana tetapi tetap juga bertambah kekayannya. Walau juga jangan yakin dulu bahwa
memang sebenarnya Abu Rizal bakrie yang paling kaya karena bisa juga sengaja di jadikan
nomor satu supaya bisa di tembakin hiks.

2. Chaerul Tanjung. Disebutkan sebagai pengusaha muda yang sukses dan kuat. Sejak dahulu
katanya sangat ulet dan pandai melihat peluang usaha. Waktu SMA di SMA I Jakarta belum
kelihatan akan menjadi pengusaha besar tapi memang baik dan banyak sohibnya. Di FKG-ui
pernah menjadi ketua Senat FKG hanya ketika mahasiswa dizamannya memang lagi ketat
pelarangannya sehingga tidak menjadi Demonstran seperti Generasi seperti Bang Hariman
Siregar atau Bang Bram (Ibrahim Zakir) hanya memang mulai rajin berusaha. Om Chairul
Tanjung, sangat tidak lupa sama sekolahnya di SMA I begitu juga sohib-sohibnya sehingga
selain menjadi ketua Alumni SMA I ia juga banyak sekali merekrut teman-temannya ke
dalam perusahaannya. Ia juga selain suka menolong sohibnya sering juga tidak lupa
mengingatkan temen-temannya jangan liat Gue sekarang tetapi lihat ketika gua ngerayap
dan pulang ke rumah jam 2 dan 4 malam karena kesana-kemari mengembangkan usaha.
Menjadi orang kaya padahal bukan anaknya orang kaya serta karena ulet berusaha ,
barangkali inilah yang sangat membanggakan walaupun ia juga tidak hanya ngajak teman-
temanya berusaha karena juga mengajak kawan-kawan lamanya untuk mengaji di Trans TV
dalam periode tertentu. Kita sudah berumur sehingga tidak bolah juga lupa urusan disana,
katanya. Bangga juga punya kawan maju seperti Om Chaerul Tanjung

3. Martua Sitorus, Nama ini jarang dikenal tetapi yang menarik adalah ia adalah punya pabrik
biodiesel terbesar di Indonesia. Sekarang ini Indonesia sedang kesulitan bahan bakar
sehingga ketika jika benar dengan usahanya ini bisa menginisiasi pengusaha lainnya masuk
ke usaha energy kelihatnnya akan sangat membantu Republik. Di Jakarta tidak banyak
terdengar dan sangat mungkin jika pabrik Biodieselnya semakin membesar akan semakin
besar usahanya. Dan juga menarik karena tidak hanya jualan minyak kelapa sawit tetapi
diarahkan ke Biodiesel. Sebelumnya para pengusaha banyak dipersepsikan menjadi kaya
karena KKN atau merusak alam, nach Pak Martua ini diharapkan sebaliknya. Bravo.

4. Edwin Soeryadjaya, bagi yang sudah tahu kiprah usaha keluarganya di 80an tidak akan asing
lagi karena ayahnya pemilik Astra Group. Pada era itu usahanya diguncang krisis dan Bank
Suma yang dikomandani Edward Soeryadjaya terkena keputusan harus
mempertanggungjawabkannya sehingga ketika itu Astra Group dilego, habis lah ketika itu.
Kenapa nama ini menarik ditulis dalam kerangka selamatkan-Indonesia?. Kita harus melihat
dan belajar bagaimana ketika keluarganya habis ia tidak larut serta habis sampai disitu saja.
Edwin bisa bangkit lagi dan sekarang sudah sukses kembali. Kebangkitannya dan kembali
berhasil perlu dijadikan pelajaran bagi bangsa Indonesia. Supaya Indonesia bisa bangkit dan
menjadi bangsa Besar.

5. Sandiaga Uno, ketua Hipmi dan masih 38 tahun anaknya ibu Mien Uno. Orangnya sangat
santun dan sopan. Ibunya kelihatannya yang paling berbahagia karena berhasil mengajar
kepribadian yang baik bukan hanya kepada orang lain saja di kursusnya. Hasil pengajarannya
telah dibuktikan oleh anaknya sendiri. Sandi Uno, bukan anaknya konglomerat dan
perjalanannya mirip Chaerul Tanjung. Sandi Uno bisa mencuat dan berhasil serta yang hebat
lagi usianya masih cukup muda yang dimasukan kedalam daftar menjadi 150 orang terkaya
pada saatnya di Indonesia.

Masih banyak orang-orang yang kaya tetapi tidak dimasukan di tulisan ini karena didaftar saja
yang kekayaannya diatas 50 juta dollar US sudah ada 150 tokoh padahal kelihatannya masih
banyak yang belum masuk, jika kita teliti sebenarnya. Sayangnya kok hanya ada 150 orang yang
masuk padahal jika di Indonesia orang punya kekayaan diatas 50 juta dollar ada 100.000 orang
malahan akan baik. Alasannya sederhana di Indonesia budaya tolong menolong dan dengan
banyaknya orang kaya maka yang terbawa hidup semakin banyak, apalagi kekayaannya karena
kemampuan dan keunggulan serta usahanya meluas sampai ke berbagai negara. Kepada seluruh
pemimpin muda, saya sampaikan jangan malu-malu untuk menjadi orang kaya dan jadilah orang
kaya tentu dengan cara yang benar, baik serta jangan melupakan bahwa didalam kekayaan itu
ada haknya orang miskin dan negara.

Partai Semakin Banyak, Tidak Akan Membuat Rakyat Sejahtera

Kenapa Extrim sekali mengatakan bahwa semakin banyak partai tidak akan membuat rakyat
sejahtera. Partai didirikan tujuannya untuk mewujudkan visi dan misinya dengan program
kerjanya. Idealnya begitu tetapi pada kenyataannya saat ini masih jauh mencapai kearah
seperti itu. Yang terjadi saat ini partai masih konsolidasi dan sibuk mengurus nasib para elite
partainya bahkan anggota aktif partainya pun banyak yang nasibnya belum berubah menjadi
lebih baik. Alasannya sangat mungkin masih gamang menghadapi zaman baru walau sudah 10
tahun dan Partai yang ada pada zaman 1971 s/d 1998 di Indonesia kenyataannya di suapi
Pemerintah dan tidak mandiri sehingga mulai gedung dan biaya operasi bukan dicarinya sendiri
bersama anggotanya. Oleh karenanya kita kelihatannya harus berpikir extrim terhadap partai
dalam cara mendapatkan yang terbaik buat Indonesia. Coba lihat dialektikanya.

1. 100 partai akan lebih rumit dibanding 3 partai. Kita semua masih mendengar bahwa sudah
mengantri sejumlah calon partai ke Kuningan DepHub dan HAM. Coba hitung jika seurius,
jika setiap DPC butuh Rp.25 juta sebulan dan ada 450 DPC (Dewan Pimpinan Cabang di
Kabupaten/Kota) selama setahunnya dan dalam persiapan 3 tahun sampai pemilu berapa
biayanya?. Belum lagi jika setiap DPC, harus punya 18 perwakilan di kecamatan yang
biayanya Rp.2,5 juta perbulan dengan waktu yang sama. Sementara itu juga harus punya
harus punya DPD dipropinsi yang harus punya dana Rp.100 juta perbulannya untuk 33
Propinsi serta terakhir adalah DPP yang sebulan nya butuh biaya Rp.1 miliar. Untuk
mengurus ini saja sudah habis berapa setiap partainya? Belum lagi pemilu paling sedikit 250
Miliard harus punya uang dan pemilihan Presiden paling tidak Rp.250 s/d 500 Miliard jika
mau serius. Totalnya pasti Triliun Rupiah. Pada kenyataannya memang masyarakat kebagian
rejeki dan merasakan aliran dananya syukurlah hanya jika uang ini dialirkan sebagian besar
buat usaha akan lebih baik. Sayang jika atributnya belinya dari luar negeri sampai barang
cetakan dan textile, BBM boros dan mengeluarkan uang ujungnya Cuma cerita saja yang
dianggap menarik dan menggembirakan karena tidak ada yang berubah. Bagaimana jika 100
partai itu membuang uang sebesar itu atau misalnya 1 partai habis dan beserta energy dan
kraetifitasnya 2 Triliun totalnya adalah Rp.200 Triliun, padahal hitungan KPU saja buang
uang Rp.48 Triliun untuk Pemilu dan Pemilihan Presiden sudah ribut dan disayangkan. Buat
seperti ini saja hampir 25% dari APBN Republik Indonesia dan jika uangnya orang kaya di
Indonesia saja diperkirakan 40 Miliard US dollar maka 50% uangnya sudah habis dipakai pada
acara penyelengaraan Proses Demokrasi tersebut, apakah tidak sayang jika dikeluarkan
sebesar itu?. Katakanlah memang harus dikeluarkan tetapi apakah memang harus sebesar
itu?. Sehingga 100 Partai, jika memang berdiri dari segi ekonomi sangat konyol dan
merugikan. Begitu juga dari segi penataan sistim politik sudah pasti akan semakin ribet,
karena pada kenyataannya selama masyarakat belum dewasa kalaupun akan banyak partai-
partai yang tidak punya perwakilan hanya akibat masyarakat bisa dibayari berdemo dan
ngamuk bukan tidak mungkin keributan bisa terjadi dimana-mana, ini konyol juga. Disisi lain
jika didalam Dewan Perwakilan Rakyat tidak ada yang mayoritas solid maka akan berdagang
dan tidak solid juga sehingga pemerintahan akan terganggu juga. Ujungnya rakyat Cuma
nonton orang berdebat dan berpendapat Cuma kehidupan semakin tidak membaik., tolong
pikirkan ini?. Lain lagi jika partai dapat memberikan motivasi, kebahagiaan dan
kegembiraan, bagi aggotanya serta masyarakat Indonesia tapi kan bukan itu tugas partai

2. 1 partai akan menimbulkan otoriterian. Lalu bagaimana jika partainya Cuma ada satu, ini
sekarang masih kejadian di daratan China dan katanya sekarang china sedang maju, hanya
silakan lihat untuk kondisi seperti itu harus ada sejarah panjang dan komunis yang berkuasa
lama serta selamat dan bertranformasi dalam jangka ribuan tahun. Syarat lainnya juga
punya pemimpin dan perjalanan menyebarkan penduduk keseluruh dunia seperti itu,
kesimpulannya Indonesia tidak akan cocok. Oleh karenanya satu partai juga jangan sampai
terjadi karena akan rusak dan main bajak-bajakan.

3. 5 Partai atau 7 partai yang Tepat, bagaimana kalau 5 atau 7 partai saja untuk transisi
sangat memungkinkan tetapi bangsa Indonesia harus mampu membagi 5 atau 7 partai itu
golongannya apa saja sehingga setiap Partai dari ke 7 nya memang punya spesifikasi yang
tepat dan mewakili aspirasi, kebutuhan dan perwakilan dari anggota masyarakat Indonesia.
Dalam hal ini pemerintah harus sangat kuat merumuskannya sehingga bisa bertahan dalam
jangka waktu yang panjang. Jika ternyata ini berhasil akan lebih baik dari pada 100 Partai
dan 1 Partai. Silakan mulai dipikirkan para Negarawan Republik Indonesia dan para ahli
politik bagaimana agar Indonesia punya partai-partai dan represntativenya yang sehat dan
membawa kemaslahatan bagi bangsa dan negaranya.

4. Manakah yang cocok buat usaha apakah buat Partai atau Perusahaan, pernyataan ini
sungguh konyol dan sebenarnya tidak perlu diperdebatkan hanya pada kenyataanya sangat
menggangu. Partai yang dikenal dalam literatur-literatur adalah sebagai pengemban aspirasi
dan pelaksana proses Demokrasi yang harus di jaga serta dibesarkan. Hanya jika dilihat
sampai saat ini yang terlihat masih dalam rangka partai sebagai tempat membangun sebuah
koorporasi untuk mendapatkan kekuasaan serta proses setelah berkuasa bukan hanya
mempertahankan kekuasaan dengan cara melaksanakan berbagai hal baik dan positif tetapi
lebih dalam mendapatkan atau menumpuk kekayaan dengan cara memanfaatkan
kekuasaannya secara menyolok dan berlebihan. Bagaimana saharusnya sehingga kedepan
yang terjadi balance dan pada ujungnya masyarakat juga yang diuntungkan serta tidak
mematikan kehidupan para aktifist partai dan anggota partai. Kelihatannya masih perlu
sebuah proses panjang juga. Disisi lainnya jika partai kurang punya sumber energy
bagaimana juga mengemban misinya?.

5. Kenapa partai tetap diperlukan, jika tanpa ada partai yang ada apa biasanya? Dalam sejarah
dahulu Cuma 2 yang diketahui, pertama adalah gerombolan atau komunitas kecil atau
kerajaan. Oleh karenanya kesadaran ini juga mulai dari anak-anak kecil harus disampaikan.
Tujuannya jangan alergy dan buruk atau tidak suka memandang bahkan membantu Partai
Politik karena pada kenyatannya dalam sistim berdemokrasi Partai sangat diperlukan ketika
akan dilakukan pengambilan berbagai keputusan. Sejak kecil barangkali sudah harus
dibiasakan bahwa berpartai adalah biasa dan tidak perlu juga anak kecil sudah dicekoki
pemahaman bahwa partai yang dipilih orang tuanya adalah yang benar dan suci sehingga
partai dan anggota partai lainnya harus dilenyapkan di muka bumi!. Sangat bijak jika
disampaikan bahwa partai itu adalah sebuah tempat yang mampu menampung aspirasi orang
tuanya sehingga dalam kehidupan bermasyarkat inilah keluarganya menyalurkan aspirasinya
melalui partai tersebut. Partai sebaiknya menjadi lifestyle, sikap politik dan pilihan
penyaluran aspirasi dan keparcayaan. Sangat tidak mudah dalam rangka mencapai tujuan ini
hanya tidak akan sampai jika tidak dimulai.
Apapun kenyataannya, Partai Politik sangat diperlukan. Persoalannya bagaimana supaya Partai-
partai Politik di Indonesia segera bergerak dan mewujudkan janjinya kepada masyarakatnya
sehingga yang terjadi adalah semakin membaiknya kondisi Indonesia. Bukannya pertarungan
diantara parti dan tokoh politik yang pada proses dan ujungnya hanya merepotkan dan merusak
negara dan bangsa Indonesia saja. Oleh karenanya jangan bingung-bingung juga ketika Tokoh
yang kita hormati “Pak Syafi Ma’arif” tiba-tiba ketika Deklarasi PMB (Partai Matahari Bangsa)
mengatakan bahwa “Kita di pemimpin maling” sangat mungkin statement ini dalam rangka
meningkatkan daya tarik Partai, sayang statement ini dikeluarkan beliau pada tempat yang
tidak tepat.

Berubah Cara Berpolitik Akan Membawa Kemajuan

Sedih benar ketika mendengar bahwa issue-issue politik yang diangkat sampai saat terhadap
para pemimpin Indonesia adalah:

1. SBY punya istri sebelum menikah dengan Ibu Anni


2. Gus Dur juga diisuekan punya simpanan
3. Megawati suaminya 3 orang
4. Habibie warganegara Jerman
5. Soeharto Presiden “pengumpul” harta terbanyak

Padahal semua issue itu jauh dari kepentingan masyarakat dan dilakukan hanya ketika mereka
sedng berkuasa atau menggangu kesetabilan negara saja sehingga sebaiknya bangsa Indonesia
harus menjauhi cara berpolitik konyol dan Cuma merusak Otak serta kreatifitas yang jika
dilakukan dengan model seperti itu. Bangsa Australia, sudah tidak suka dengan cara berpolitik
pemerintahan John Howard maka mereka melakukan langkah yang nyata mereka tidak
memilihnya lagi dan sebelumnya meledeknya bukan mengissuekan yang tidak-tidak tapi
langsung menohok pemerintahan John Howard akibat tindakan pemerintahannya. Membenci
Presiden kemudian merindukannya setelah Tokohnya turun di Indonesia terjadi beberapa kali,
dan hal itu terjadi Mulai Presiden Pertama RI yaitu Bung Karno, Pak Harto, Habibie, Gus Dur
sampai Ibu Mega, semuanya ketika sudah turun dirindukan tetapi ketika masih menjabat
diganggu, aneh!. Sekarang SBY juga jika mau diganggu lakukanlah dengan issue yang ada
baiknya diperdebatkan sehingga kehidupan membaik tetapi kalau issuenya fitnah, kan Cuma
merusak saja. Apakah semua yang dilakukan SBY salah kan tidak juga, seperti ketika pada
penutupan sidang perubahan iklim (UNCCC), SBY-JK berhasil mendorong dan bermanuver
sehingga terjadi kesepakatan. Ini hasil yang patut dibanggakan oleh bangsa Indonesia. Walau
atas hasil kerjanya kerasnya Kang Rachmat Witoelar serta bantuan Mbak Erna Witoelar dan
tentunya banyak sekali diplomat juga tokoh LSM Indonesia yang bergerak membantu. Nama baik
Indonesia atas keberhasilan pada Konferensi ini perlu dijaga. Setelah diguncang bencana
berturut-turut selama 3 tahun hari ini ada yang membanggakan Indonesia untuk tingkatan
seluruh dunia, Indonesia berhasil melunakan hati USA dan semoga berguna bagi seluruh dunia.
Indonesia hebat,bukan. Syukurlah. Walaupun begitu didalam negeri masih ada saja Issue lainnya
yang konyol misalnya antara Jawa dan Non Jawa yang terus diulang-ulang, padahal Jusuf kalla
misalnya sudah bilang bahwa menantunya beberapa orang adalah orang Jawa dan ia sendiri
beristri orang Sumatera, maksudnya jangan rasialis dan kesukuan serta sara lah. Sudah saatnya
berpolitiklah yang sehat. Nanti Akbar Tanjung dibilang bataklah padahal Mbak Raninya Jawa
atau Pak Wiranto Jawa kan Ibu Uganya dari Gorontalo atau Ibu Megawati juga kan Suaminya dari
Palembang, Termasuk SBY sendiri lah katakanlah Ibu Ani dari Jawa Timur tapi kan menantunya
anisya Pohan dari Sumatera oleh karenanya jangan maen daerahlah lah tapi mainkan yang
membuat Indoensia bisa bersatu. Indonesia sekarang sudah semakin menyatu dan jangan
dipecah-pecah terus.

Siapa saja dan Partai mana saja silakan bukan hanya menyampaikan janji dan menyerang
lawannya saja tetapi juga segeralah melakukan tindakan yang nyata sehingga kondisi yang ada
semakin membaik. Politik berjanji dan memfitnah orang lain atau partai lain sebaiknya sudah
dihindari. Hanya kalau modalnya memang Cuma bisa bikin omongan maka bicaralah yang
menyemangati dan membuat bangsa Indonesia bangkit sehingga masyarakat bangkit dan berbuat
baik serta membangun bangsanya, itu bagus juga. Hanya jika partai-partai lama Cuma
melakukan yang pernah dilakukan dan tidak berubah kelihatannya tidak ada kemajuan. Bangsa
Indonesia harus maju saudara-saudara ku.

Dunia Sudah Menyatu, Sehingga Jangan Rasialis

Sungguh masih sulit, menjadikan pernyataan ini sebagai sebuah kenyataan dalam kehidupan.
Bagi kebanyakan bangsa Indonesia karena kecintaannya kepada tanah airnya tinggi maka dahulu
kala ada pesan “mangan Ora Mangan yang Penting Kumpul”, kumpul ini juga diartikan bukan
kumpul di negara sendiri, negara lain atau ditempat lainnya tetapi ditempat kelahirannya
berada. Sekarang akibat berbagai perubahan semuanya mulai beradaptasi. Dimana tinggal di
Pulau Jawa bagi orang Papua sudah biasa saja, begitu juga buat Orang Jawa tinggal dimana
saja. Apalagi pelaut-pelaut unggul dari Sulawesi yang sudah menyebrang sampai ke Madagaskas
merantau sudah merupakan kebudayaan lamanya. Begitu juga orang Sumetra utara dan Barat
yang merantau itu sudah mendarah daging. Pada Zaman dulu hanya berdagang dan perkerjaan
mencari ikan serta berdakwah juga pengelana yang bisa membuat pelakunya pergi
meninggalkan tempat kelahirannya tapi itu tidak masal dan banyak. Saat ini sudah banyak
perkerjaan yang membuat banyak pihak tidak lagi tingga ditempat lahirnya, bahkan sangat
mungkin semakin banyak yang telah pergi meninggalkan kota kelahirannya.

Dengan pengalaman seperti itu jangan heran jika disebut nama orang kaya maka otomatis
disebutkan “orang china ya” padahal selain pribumi juga sudah banyak yang kaya dari lainnya
kan ada juga orang keturunan India, Arab dan berbagai suku bangsa yang kaya juga di Indonesia.
Atau kalau ada yang cantik atau ganteng sekarang sudah disebutkan wah itu Indo, pastinya.
Padahal jika diluar negeri penyebutan Indo maksudnya adalah Indonesia sedangkan bagi
masyarakat di Indonesia maksud indo artinya campuran, orang Indonesia dan bangsa lainnya.
Disisi lainnya ketika ditanya kenapa sistim politik dan kehidupan bangsa Indonesia tidak belajar
kemanapun supaya cepat dewasa, jawabannya Indonesia sangat unik dan sangat spesifik
sehingga laen dan kita jalan sendiri saja. Artinya masih ada dualisme kalau kaya langsung sirik
tidak seperti ketika lihat yang cantik dan ganteng menjadi minder atau merasa benar sendiri,
aneh.

Disisi lainnya semakin hari semakin banyak juga bangsa lainnya yang pergi ke Indonesia serta
berusaha di Indonesia. Sebagai contoh pada sidang UNCCC, di Bali telah datang Ribuan orang
tokoh dari seluruh dunia dan sudah pasti akan bercerita tentang Bali , Indonesia dan orangnya
serta keadaan lainnya, semoga saja yang menyenangkan dan membuat cita-cita Indosolution
bahwa Indonesia menjadi jembatan peradaban dan jembatan umat manusia di dunia bisa
kejadian.

Dengan fakta-fakta ini maka bangsa Indonesia tidak boleh lagi hanya memperjuangkan
kepentingan masyarakat lokal secara sempit, apalagi untuk kepentinganya pemangku yang
dipercaya masyarakat tersebut tetapi disisi lainnya tidak boleh juga mengglobalkan diri dengan
hasil penindasan terhadap masyarakat lokal dan bangsa Indonesia. Salah satu kunci yang penting
adalah menghilangkan sekaligus antara minder,sirik dan merasa paling benar. Kita harus sudah
semakin mengembangkan kesadaran kesetaraan itu bukan lagi dalam konsep pemikiran dan
laboratium tetapi harus semakin mendialektikakannya dalam kehidupan sehari-hari. Kesadaran
bahwa kita setara dengan yang lainnya akan membuat kita lebih sadar akan kekurangan dan
kelebihan kita sendiri, artinya jika tahu betul kekuatan sendiri akan sungguh baik karena tahu
bagaimana memperbaikinya dan menjaganya.

Pergaulan-pergaulan seperti ini memang jika di jakarta dan beberapa kota besar masih lebih
terjadi di Universitas, sekolah-sekolah, tempat pekerjaan, berusaha juga organisasi sosial.
Hanya belum sangat meluas ketika pergaulan dalam pergaulan sehari-hari. Walaupun secara
bertahap mulai terjadi perkawinan antar suku yang semakin meluas.

Hanya jika diluar negeri, bangsa Indoensia sudah semakin mencair dan bergaul lebih luas lagi.
Apakah pada suatu saat ada 75 juta orang Indonesia berada diberbagai negara itu lah yang
menolong proses pendewasaan bangsa Indonesia atau dikombinasikan dengan pergaulan
mengandung nilai kesetaraan lah maka rasialis akan semakin hilang di Indonesia, sejarah akan
memperlihatkannya nanti pada saatnya.

Sebelum abad ini semua peradaban dunia hanya ada pada kawasan tertentu dan tidak
terintegrasi sekarang kelihatannya ada ada zaman baru, apalagi dengan ancaman pemanasan
Global dimana Kevin Ruuds, Perdana Menteri Australia menyatakan bahwa tidak ada alternatif
lain untuk menyelamatkan umat manusia selain menyelamatkan bumi yang kita tempati ini
karena tidak ada alternatif lainnya. Hanya ada satu bumi dalam peradaban umat manusia
sampai hari ini. Oleh karenanya jika bumi yang ada sekarang ini hancur akan hancur lah
semuanya.

Apakah dengan kenyataan dimana umat manusia semakin terintegrasi kehidupan dan sama-sama
terancam bencana yang maha dahsyat ini, umat manusia akan berjuang sendiri-sendiri padahal
ancamannya nyata-nyata untuk seluruh umat manusia di seluruh dunia.

Begitu juga bagi bangsa Indonesia jika ingin maju harus bersama-sama dengan umat manusia
lainnya diseluruh dunia. Dan soal sebenarnya bukan kemajuan karena hal yang paling nyata
adalah keselamatan. Selamatkah umat manusia di Indoensia menghadapi ancaman bencana
Alam yang datang semakin bertubi-tubi ini atau bahkan seluruh dunia juga akan mengalami
bencana yang besar serta hanya orang terpilihlah yang akan selamat. Kita harus mengusahakan
semuanya atau paling tidak sebanyak mungkin daerah dan umat manusia harus diselamatkan.
Kesimpulannya keliru jika pikiran dan pilihannya hanya soal menjadi bangsa yang maju atau
bangsa yang tertinggal karena yang paling tepat adalah soal keselamatan. Oleh karenanya judul
yang paling tepat adalah :

“Sekali lagi rubah cara berpikir dan berpolitik, jika Indonesia ingin Selamat.” Ini lebih tepat
kelihatannya.

Lingkungan Sosial Budaya


Posted on Februari 8, 2008 by Pakde sofa

Lingkungan Sosial Budaya

Manusia adalah makhluk hidup yang dapat dilihat dari dua sisi, yaitu sebagai
makhluk biologis dan makhluk sosial. Sebagai makhluk biologis, makhluk manusia
atau “homo sapiens”, sama seperti makhluk hidup lainnya yang mempunyai peran
masing-masing dalam menunjang sistem kehidupan. Sebagai makhluk sosial,
manusia merupakan bagian dari sistem sosial masyarakat secara berkelompok
membentuk budaya.

Ada perbedaan mendasar tentang asal mula manusia, kelompok evolusionis


pengikut Darwin menyatakan bahwa manusia berasal dari kera yang berevolusi
selama ratusan ribu tahun, berbeda dengan kelompok yang menyanggah teori
evolusi melalui teori penciptaan, yang menyatakan bahwa manusia itu diciptakan
oleh Allah.
Pemahaman tentang hidup dan kehidupan, itu tidak mudah. Makin banyak hal
yang Anda lihat tentang gejala adanya hidup dan kehidupan, makin nampak bahwa
hidup itu sesuatu yang rumit. Pada individu dengan organisasi yang kompleks,
hidup ditandai dengan eksistensi vital, yaitu: dimulai dengan proses metabolisme,
kemudian pertumbuhan, perkembangan, reproduksi, dan adaptasi internal, sampai
berakhirnya segenap proses itu bagi suatu “individu”. Tetapi bagi “individu” lain
seperti sel-sel, jaringan, organ-organ, dan sistem organisme yang termasuk dalam
alam mikroskopis, batasan hidup adalah tidak jelas atau samar-samar.

Kehidupan adalah fenomena atau perwujudan adanya hidup, yang didukung tidak
saja oleh makhluk hidup (biotik), tetapi juga benda mati (abiotik), dan berlangsung
dalam dinamikanya seluruh komponen kehidupan itu. Ada perpaduan erat antara
yang hidup dengan yang mati dalam kehidupan. Mati adalah bagian dari daur
kehidupan yang memungkinkan terciptanya kehidupan itu secara berlanjut.

Makhluk hidup bersel satu adalah makhluk yang pertama berkembang. Jutaan
tahun kemudian kehidupan di laut mulai berkembang. Binatang kerang muncul,
lalu ikan kemudian disusul amphibi. Lambat laun binatang daratan berkembang
pula muncul reptil, burung dan binatang menyusui. Baru kira-kira 25 juta tahun
yang lalu muncul manusia kemudian berkembang berkelompok dalam suku-suku
bangsa seperti saat ini, dan hampir di setiap sudut bumi ditempati manusia yang
berkembang dengan cepat.

Lingkungan hidup adalah suatu konsep holistik yang berwujud di bumi ini dalam
bentuk, susunan, dan fungsi interaktif antara semua pengada baik yang insani
(biotik) maupun yang ragawi (abiotik). Keduanya saling mempengaruhi dan
menentukan, baik bentuk dan perwujudan bumi di mana berlangsungnya
kehidupan yaitu biosfir maupun bentuk dan perwujudan dari kehidupan itu
sendiri, seperti yang disebutkan dalam hipotesa Gaia. Lingkungan hidup yang
dimaksud tersebut tidak bisa lepas dari kehidupan manusia, oleh karena itu yang
dimaksud dengan lingkungan hidup adalah lingkungan hidup manusia.
Permasalahan Lingkungan Hidup

Belum ada definisi tentang lingkungan sosial budaya yang disepakati oleh para ahli
sosial, karena perbedaan wawasan masing-masing dalam memandang konsep
lingkungan sosial budaya. Untuk itu digunakan definisi kerja lingkungan sosial
budaya, yaitu lingkungan antar manusia yang meliputi: pola-pola hubungan sosial
serta kaidah pendukungnya yang berlaku dalam suatu lingkungan spasial (ruang);
yang ruang lingkupnya ditentukan oleh keberlakuan pola-pola hubungan sosial
tersebut (termasuk perilaku manusia di dalamnya); dan oleh tingkat rasa integrasi
mereka yang berada di dalamnya.

Oleh karena itu, lingkungan sosial budaya terdiri dari pola interaksi antara budaya,
teknologi dan organisasi sosial, termasuk di dalamnya jumlah penduduk dan
perilakunya yang terdapat dalam lingkungan spasial tertentu.

Lingkungan sosial budaya terbentuk mengikuti keberadaan manusia di muka bumi.


Ini berarti bahwa lingkungan sosial budaya sudah ada sejak makhluk manusia atau
homo sapiens ini ada atau diciptakan. Lingkungan sosial budaya mengalami
perubahan sejalan dengan peningkatan kemampuan adaptasi kultural manusia
terhadap lingkungannya.

Manusia lebih mengandalkan kemampuan adaptasi kulturalnya dibandingkan


dengan kemampuan adaptasi biologis (fisiologis maupun morfologis) yang
dimilikinya seperti organisme lain dalam melakukan interaksi dengan lingkungan
hidup. Karena Lingkungan hidup yang dimaksud tersebut tidak bisa lepas dari
kehidupan manusia, maka yang dimaksud dengan lingkungan hidup adalah
lingkungan hidup manusia.

Rambo menyebutkan ada dua kelompok sistem yang saling berinteraksi dalam
lingkungan sosial budaya yaitu sosio sistem dan ekosistem. Sistem sosial tersebut
meliputi: teknologi; pola eksploitasi sumber daya; pengetahuan; ideologi; sistem
nilai; organisasi sosial; populasi; kesehatan; dan gizi. Sedangkan ekosistem yang
dimaksud meliputi tanah, air, udara, iklim, tumbuhan, hewan dan populasi
manusia lain. Dan interaksi kedua sistem tersebut melalui proses seleksi dan
adaptasi serta pertukaran aliran enerji, materi, dan informasi.

STRUKTUR DAN FUNGSI EKOSISTEM

Struktur Ekosistem

Manusia sebagai mahluk sosial, tidak dapat hidup secara individu, selalu
berkeinginan untuk tinggal bersama dengan individu-individu lainnya. Keinginan
hidup bersama ini terutama berhubungan dalam aktivitas hidup pada
lingkungannya. Manusia mempunyai kedudukan khusus terhadap lingkungannya
dibandingkan dengan mahluk hidup lainnya, yaitu sebagai khalifah atau pengelola
di atas bumi.

Manusia dalam hidup berkelompok ada yang membentuk masyarakat, dan tidak
setiap kelompok dapat disebut masyarakat, karena masyarakat mempunyai syarat-
syarat tertentu sebagai ikatan kelompok. Masyarakat dapat diartikan sebagai
kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat-istiadat
tertentu yang bersifat kontinyu, dan terikat oleh suatu rasa identitas bersama.

Dinamika masyarakat memberikan kesempatan kebudayaan untuk berkembang,


sehingga dapat dikatakan bahwa tidak ada kebudayaan tanpa masyarakat, dan
tidak ada masyarakat tanpa kebudayaan sebagai wadah pendukungnya.

Azas-azas dan ciri-ciri kehidupan berkelompok pada mahluk hidup, juga dijalani
oleh manusia dalam bermasyarakat.

Fungsi Ekosistem

Kebudayaan dapat diartikan dengan hal-hal yang bersangkutan dengan akal.


Kebudayaan adalah keseluruhan dari kelakuan dan hasil kelakuan manusia, yang
teratur oleh tata kelakuan yang harus di dapatnya dengan belajar, yang semuanya
tersusun dalam kehidupan masyarakat. Tidak ada kebudayaan tanpa masyarakat,
dan tidak ada masyarakat tanpa kebudayaan.
Kebudayaan adalah keseluruhan pola tingkah laku dan pola bertingkah laku, baik
secara eksplisit maupun implisit, yang diperoleh dan diturunkan melalui simbol,
yang akhirnya mampu membentuk sesuatu yang khas dari kelompok-kelompok
manusia, termasuk perwujudannya dalam benda-benda materi.

Kebudayaan mencakup ruang lingkup yang luas, yang wujudnya dapat berupa
kebudayaan hasil rasa atau sistem budaya (norma, adat istiadat), hasil cipta (fisik)
dan konsep tingkah laku (sistem sosial).

Kebudayaan dimulai sejak adanya mahluk Homo Neanderthal (ras manusia yang
sudah punah) kurang lebih 200.000 tahun yang lalu. Mahluk ini diperkirakan sudah
mempunyai bahasa, dengan volume otak yang hampir sama dengan manusia.
Kemudian muncul mahluk homo sapiens kurang lebih 80.000 tahun yang lalu. Dua
unsur yang memungkinkan kebudayaan manusia bisa berevolusi adalah bahasa dan
akal.

Perkembangan kebudayaan berkembang sangat lamban dimulai dari adanya


mahluk Neanderthal hingga revolusi pertanian (10.000 th. yang lalu), tetapi sejak
revolusi industri (abad 18 M), kebudayaan berkembang dengan pesat. Lebih-lebih
zaman sekarang (abad 20) yang ditandai dengan gencarnya inovasi teknologi; era
informasi; peluang ekonomi yang tak terbayangkan sebelumnya; dan reformasi
politik yang radikal dan berdampak global. Sehingga ada kecenderungan
berbudaya gaya internasional. Perkembangan budaya ini dipengaruhi oleh alam
pikiran yang menjadikan tahapan perkembangan dalam budaya mitis, ontologis,
dan fungsional.

Begitu banyak unsur-unsur budaya yang ada di dunia ini, namun ada unsur-unsur
kebudayaan yang bersifat universal, yaitu tujuh unsur kebudayaan meliputi:
bahasa; sistem pengetahuan; organisasi sosial; sistem peralatan hidup dan
teknologi; sistem mata pencaharian hidup; sistem religi; dan kesenian. Ketujuh
unsur budaya ini terintegrasi sebagai satu kesatuan yang utuh dalam suatu
masyarakat sebagai ciri dari suatu budaya melalui proses penyesuaian, sehingga
memungkinkan unsur-unsur tersebut berfungsi secara seimbang. Dalam kehidupan
masyarakat yang majemuk, integrasi sosial sebagai usaha untuk menjalin
hubungan yang serasi.

KOMUNITAS, POPULASI, DAN SPESIES

Komunitas

Kota adalah salah satu habitat manusia yang merupakan lingkungan alam yang
telah berubah drastik menjadi lingkungan buatan, untuk memenuhi kebutuhan
hidup manusia. Batasan kota bervariasi tergantung dari sudut pandang pengamat.

Pola lokasi kota bervariasi karena banyak faktor-faktor yang mempengaruhi.


Sedangkan untuk struktur ruang kota, ada tiga pola ruang kota yaitu berupa
lingkaran konsentris, pola sektor, dan pola inti ganda.

Memahami kehidupan dan lingkungan hidup kota tak ubahnya kita memahami
jasad hidup, yaitu jasmani kota dan rohani kota. Jasmani kota ada yang berupa
metabolisme kota, peredaran makanan atau darah kota, sistem syaraf kota, dan
tulang-tulang struktur kota yang berupa infrastruktur.

Dari uraian-uraian di atas dapat diketahui ciri-ciri kota dan masyarakatnya,


sebagai berikut:

1. Kota mempunyai fungsi-fungsi khusus (satu kota bisa berbeda dengan fungsi
kota yang lain).
2. Mata pencaharian penduduknya di luar agraris (non-agraris).
3. Adanya spesialisasi pekerjaan warganya.
4. Kepadatan penduduk relatif tinggi.
5. Warganya relatif mobility.
6. Tempat permukiman yang tampak permanen.
7. Sifat-sifat warganya yang heterogen, kompleks, hubungan sosial yang
impersonal dan external, serta personal segmentation, karena begitu
banyaknya peranan dan jenis pekerjaan seseorang dalam kelompoknya
sehingga seringkali orang tidak kenal satu sama lain, seolah-olah seseorang
menjadi asing dalam lingkungannya.

Kota mempunyai fungsi tertentu yang berbeda antara satu dengan kota lainnya.
Perbedaan tersebut akan menghasilkan karakter tertentu pula bagi penduduknya.
Terciptalah pula suatu masyarakat yang mempunyai ciri-ciri sosial budaya yang
berbeda dengan masyarakat di luarnya, antara satu kota dengan kota lainnya.

Populasi

Pengertian desa sebagai tempat permukiman sangat beragam tergantung dari


kacamata pengamatnya, bisa ditinjau dari aspek morfologi, aspek jumlah
penduduk, aspek ekonomi, dan aspek sosial budaya serta aspek hukum.

Masyarakat desa selalu dikonotasikan dengan ciri tradisional, kuatnya ikatan


dengan alam, eratnya ikatan kelompok, guyup rukun, gotong royong, alon-alon asal
kelakon, dan paternalistik.

Pada umumnya mata pencaharian penduduk di perdesaan adalah bercocok tanam


atau bertani. Ada pekerjaan lain seperti bertukang, kerajinan atau pekerjaan lain,
tetapi pekerjaan ini merupakan pekerjaan sambilan sebagai pengisi waktu luang.

Pembagian kerja di desa relatif sederhana bila dibandingkan dengan kota. Struktur
sosial di kota mengenal diferensiasi yang luas sedangkan di perdesaan relatif
sederhana. Di perdesaan orang lebih menghayati hidupnya, terutama pada
kelompok primer dan berorientasi pada tradisi, serta cenderung konservatif.

Pola ruang desa-desa Indonesia cukup bervariasi tergantung dari di mana lokasi
desa itu berada, yaitu: Pola Melingkar; Pola Mendatar; Pola Konsentris; Pola
memanjang jalur sungai atau Jalan; Pola Mendatar; dan Pola Konsentris Desa di
Jawa Timur.

MANUSIA DAN LINGKUNGAN HIDUP


Kedudukan Manusia dalam Lingkungan Hidup dan Dinamika Populasi

Interaksi sosial merupakan hubungan sosial yang dinamis, yang meliputi hubungan
antara masing-masing individu; antara kelompok maupun antara individu dengan
kelompok.

Melihat interaksi manusia dapat dilihat dalam dua tingkat (kacamata), yaitu
tingkat hayati dan tingkat sosial atau budaya.

Interaksi sosial tidak akan terjadi bila tidak memenuhi dua syarat, yaitu: (1)
Adanya kontak sosial (social-contact); (2) adanya komunikasi (communications).
Dan menurut ahli-ahli sosial bentuk-bentuk interaksi sosial dapat berupa kerja
sama (co-operation), persaingan (competition), pertentangan atau pertikaian
(conflict), dan dapat juga berbentuk akomodasi (accommodation).

Menurut kacamata ahli ilmu alam, dasar proses interaksi manusia adalah
kompetisi. Kompetisi itu pada hakekatnya berlangsung dengan proses kerjasama
yang spontan dan tidak berencana, membentuk apa yang disebut koperasi yang
kompetitif. Sebagai akibat timbullah apa yang disebut relasi yang simbiotik.

Relasi simbiotik itu dalam bentuk mutualisme, komensalisme, amensalisme,


kompetisi, parasitisme, dan predasi.

Interaksi pada makhluk hayati terjadi secara netral, untuk keseimbangan


ekosistem itu sendiri. Interaksi sosial pada manusia tidak terjadi secara netral, ada
norma-norma moral manusia. Dalam interaksinya dengan lingkungan cenderung
antroposentrik, sehingga membuka peluang manusia untuk bersifat eksploitatif
terhadap lingkungannya. Tetapi dengan memadukan sikap imanen dan transenden
sebagai dasar moral dan tanggung jawab dalam memanfaatkan alam sifat
eksploitatif dapat lebih terkendali.

Lingkungan Hidup Buatan


Untuk memahami perilaku atau tingkah laku manusia dapat ditelusuri melalui
persepsi manusia terhadap lingkungannya. Persepsi adalah stimulus atau sesuatu
yang dapat memberikan rangsangan pada syaraf, yang ditangkap oleh panca indera
serta diberi interpretasi (arti) oleh sistem syaraf.

Dalam melihat persepsi ini ada dua pendekatan yaitu pendekatan konvensional dan
pendekatan ekologis dari Gibson.

Usaha menjelaskan perilaku sebagai ungkapan persepsi dapat dilihat dari interaksi
antara rangsangan (stimulus) terhadap reaksi (respons). Beberapa aliran hubungan
Stimulus – Response antara manusia dengan lingkungannya, adalah: aliran
determinisme; interaksionisme; dan transaksionisme.

Adapun faktor-faktor yang dapat mempengaruhi persepsi seseorang terhadap


lingkungannya, adalah faktor obyek fisik dan faktor individu. Hasil interaksi
individu dengan obyek fisik menghasilkan persepsi individu tentang obyek tersebut.

Sedangkan respon manusia terhadap lingkungannya bergantung pada bagaimana


individu mempersepsikan lingkungannya. Respon ini dapat dilihat dari gejala-
gejala persepsi mereka terhadap ruang sebagai lingkungan tempat tinggalnya, yaitu
meliputi personal space, privacy, territoriality, crowding dan density, peta mental,
serta stress.

PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM

Sumber Daya Alam Secara Umum

Pembangunan adalah sebagai suatu usaha atau rangkaian usaha pertumbuhan dan
perubahan yang berencana yang dilakukan secara sadar oleh suatu bangsa, negara
dan pemerintah, menuju modernitas dalam rangka pembinaan bangsa.

Konsep pembangunan tersebut dapat dilihat sebagai konsep pertumbuhan


(growth); rekonstruksi (reconstruction); modernisasi (modernization); westernisasi
(westernization); pembangunan bangsa (nation building); pembangunan nasional
(national development); pembangunan sebagai pengembangan negara; dan
pembangunan sebagai upaya pemenuhan hidup, kebebasan memilih dan harga diri.

Di Indonesia teori pembangunan dijabarkan sebagai konsep pembangunan


bertahap yaitu: pembangunan berimbang (balanced development); tahap
pembangunan memenuhi kebutuhan pokok; tahap pembangunan dengan
pemerataan; dan terakhir adalah tahap pembangunan dengan kualitas hidup, yaitu
pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh
masyarakat Indonesia. Dengan strategi yang diterapkan adalah Trilogi
Pembangunan meliputi: pertumbuhan ekonomi; pemerataan kesejahteraan sosial;
dan stabilitas politik. Jika kita lihat tahapan pembangunan pada teori
pembangunan tersebut di atas, terlihat bahwa Indonesia pun mengikuti tahapan
pembangunan tersebut.

Konsekuensi pembangunan adalah melakukan perubahan sebagai upaya


meningkatkan kualitas hidup. Sedangkan perubahan baik pada lingkungan fisik
maupun lingkungan sosial budaya ini berdampak positif dan negatif.

Neraca pembangunan yang terjadi saat ini dirasakan tidaklah menggembirakan. Di


satu sisi ada kemajuan, di lain sisi ditemukan kerusakan lingkungan yang secara
serius akhirnya mengganggu kehidupan manusia dan kelangsungan pembangunan
itu sendiri. Hal ini tidak hanya terjadi di negara-negara berkembang, yang sedang
giat-giatnya membangun, tetapi juga di alami oleh negara-negara maju.

Oleh karena itu, muncullah konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable


development) sebagai upaya meleburkan atau melarutkan lingkungan ke dalam
pembangunan, yaitu dengan tetap berusaha atau membangun tidak melampaui
kemampuan ekosistem yang mendukung kehidupannya. Setelah permasalahan
lingkungan dirasakan dapat mengganggu kehidupan manusia dan kelangsungan
pembangunan itu sendiri.

Sumber Daya Alam Terbarui


Perubahan sosial adalah suatu perubahan yang terjadi pada sistem sosial yang
mencakup tata nilai sosial, sikap, dan pola perilaku kelompok. Perubahan sosial
merupakan perubahan kelembagaan masyarakat dan perubahan individu.

Ada lima bentuk perubahan sosial, yaitu: (1) perubahan evolusioner; (2) perubahan
revolusioner; (3) perubahan dialektikal; (4) perubahan dipaksakan; dan (5)
perubahan terkendali.

Sedangkan perubahan bentuk perubahan budaya adalah: (1) Alkulturasi; (2)


Asimilasi; (3) Difusi; (4) Sinkretisme; dan (5) Penetrasi.

Dalam konteks pengelolaan lingkungan, masyarakat tradisional lebih bersandar


pada penyesuaian masyarakat pada lingkungannya. Sedangkan masyarakat
modern mengandung lebih banyak unsur yang berkaitan dengan mengatasi atau
mengubah kendala lingkungan hidup.

Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan dapat dibagi dalam 2 sifat


yaitu perubahan endogenik (perubahan dari dalam), dan perubahan exogenik (dari
luar).

Pada umumnya perubahan dari luar akan mempunyai dampak yang lebih besar,
dan lebih banyak berhubungan dengan aspek pembangunan, serta bersifat
revolusioner. Walaupun demikian tidak berarti bahwa perubahan dari dalam tidak
bisa serius.

Di dalam suatu masyarakat yang sedang membangun, perlu terjadi suatu


perubahan sosial yang diberi nama modernisasi. Modernisasi dapat diartikan
sebagai penerapan pengetahuan ilmiah yang ada pada semua aktifitas, semua
bidang kehidupan, atau semua aspek-aspek masyarakat. Untuk mendukung
modernisasi perlu suatu tata nilai modern pada individu, yang mencakup kualitas
pribadi dan tersebarnya pengetahuan ilmiah serta keterampilan teknis. Tata nilai
modern pada individu harus melembaga pula pada suatu kelembagaan sosial yang
modern. Mana yang menjadi unsur utama, para ahli masih belum ada kesepakatan.
Dari pengalaman pembangunan di Dunia Ketiga, diketahui bahwa modernisasi
tanpa didukung oleh perubahan sosial tidaklah efektif. Oleh karena itu, perubahan
sosial hendaknya memperhatikan nilai teologi etis atau teologi pembebasan dan
bersifat suatu perubahan sosial yang baru atau pembaruan yang dibawa oleh
tokoh-tokoh agen pembaruan.

PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN

Pembangunan Konvensional dan Permasalahan Lingkungan Hidup

Pendudukan dan lingkungan hidup berkaitan erat. Keprihatinan tentang masalah


kependudukan sebetulnya telah lama dirasakan. Sekarang keprihatinan itu telah
meningkat kembali setelah kita sendiri menjadi lebih sadar tentang berbagai
dampak pertumbuhan penduduk yang tak terkendalikan di negara kita sendiri.

Bersamaan dengan meningkatnya kesadaran lingkungan hidup, telah meningkat


pula kesadaran tentang kaitan antara lingkungan hidup dengan aspek
kependudukan.

Bagi lingkungan sosial, masalah kependudukan dan lingkungan hidup merupakan


unsur atau komponen dari masalah lingkungan sosial, yaitu masalah perubahan
sosial di segala segi kehidupan, akibat perubahan dari segi material dan teknologi
yang lebih cepat dari pada laju perubahan dari segi tata nilai atau gaya hidup.

Oleh karena itu, untuk menanggapi masalah kerusakan lingkungan hidup, pola
hidup penduduk harus berubah sehingga tumbuh masyarakat yang mampu
menopang suatu pembangunan yang dapat memperbaiki mutu kehidupan manusia
dengan tetap berusaha tidak melampaui kemampuan ekosistem yang mendukung
kehidupannya.

Untuk menumbuhkan masyarakat yang seperti itu, perlu dikembangkan prinsip


etika (prinsip pertama dari prinsip-prinsip berkelanjutan) yang mengindahkan
semangat gotong royong. Di atas prinsip gotong royong dikembangkan empat
prinsip berkelanjutan, yaitu:

1. Prinsip meningkatkan kualitas hidup. Pembangunan ini baru berarti jika


meningkatkan kualitas hidup dalam segala seginya;
2. Prinsip melestarikan vitalitas dan keanekaragaman bumi agar
pembangunan bisa berlanjut;
3. Prinsip minimalisasi penciutan sumberdaya alam yang tidak diperbarui; dan
4. Prinsip mengindahkan daya dukung lingkungan.

Kualitas hidup yang tinggi, yang memperhatikan ekologi berkelanjutan sebagai


hasil dari pembangun yang berkelanjutan, memerlukan indikator-indikator sebagai
alat untuk mengukur kemajuan ke arah masyarakat yang berkelanjutan.
Mencakup: kualitas hidup; keberlanjutan ekologi; keberlanjutan penggunaan
sumber daya terbarukan dan meminimumkan penggunaan sumberdaya tak
terbarukan; dan faktor sosial ekonomi.