Anda di halaman 1dari 4

Proses pemisahan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Langsung ke: navigasi, cari
Dalam Kimia dan teknik kimia, proses pemisahan digunakan untuk mendapatkan dua atau lebih
produk yang lebih murni dari suatu campuran senyawa kimia.
Sebagian besar senyawa kimia ditemukan di alam dalam keadaan yang tidak murni. Biasanya,
suatu senyawa kimia berada dalam keadaan tercampur dengan senyawa lain. Untuk beberapa
keperluan seperti sintesis senyawa kimia yang memerlukan bahan baku senyawa kimia dalam
keadaan murni atau proses produksi suatu senyawa kimia dengan kemurnian tinggi, proses
pemisahan perlu dilakukan. Proses pemisahan sangat penting dalam bidang teknik kimia. Suatu
contoh pentingnya proses pemisahan adalah pada proses pengolahan minyak bumi. Minyak bumi
merupakan campuran berbagai jenis hidrokarbon. Pemanfaatan hidrokarbon-hidrokarbon
penyusun minyak bumi akan lebih berharga bila memiliki kemurnian yang tinggi. Proses
pemisahan minyak bumi menjadi komponen-komponennya akan menghasilkan produk LPG,
solar, avtur, pelumas, dan aspal.
Secara mendasar, proses pemisahan dapat diterangkan sebagai proses perpindahan massa. Proses
pemisahan sendiri dapat diklasifikasikan menjadi proses pemisahan secara mekanis atau
kimiawi. Pemilihan jenis proses pemisahan yang digunakan bergantung pada kondisi yang
dihadapi. Pemisahan secara mekanis dilakukan kapanpun memungkinkan karena biaya
operasinya lebih murah dari pemisahan secara kimiawi. Untuk campuran yang tidak dapat
dipisahkan melalui proses pemisahan mekanis (seperti pemisahan minyak bumi), proses
pemisahan kimiawi harus dilakukan.
Proses pemisahan suatu campuran dapat dilakukan dengan berbagai metode. Metode pemisahan
yang dipilih bergantung pada fasa komponen penyusun campuran. Suatu campuran dapat berupa
campuran homogen (satu fasa) atau campuran heterogen (lebih dari satu fasa). Suatu campuran
heterogen dapat mengandung dua atau lebih fasa: padat-padat, padat-cair, padat-gas, cair-cair,
cair-gas, gas-gas, campuran padat-cair-gas, dan sebagainya. Pada berbagai kasus, dua atau lebih
proses pemisahan harus dikombinasikan untuk mendapatkan hasil pemisahan yang diinginkan.
[sunting] Prinsip proses pemisahan
Untuk proses pemisahan suatu campuran heterogen, terdapat empat prinsip utama proses
pemisahan, yaitu:
• Sedimentasi
• Flotasi
• Sentrifugasi
• Filtrasi
Proses pemisahan suatu campuran homogen, prinsipnya merupakan pemisahan dari terbentuknya
suatu fasa baru sehingga campuran menjadi suatu campuran heterogen yang mudah dipisahkan.
Fasa baru terjadi / terbentuk dari adanya perbedaan sifat fisik dan kimiawi masing-masing
komponen. Berbagai metode yang digunakan untuk terjadinya suatu fasa baru sehingga
campuran homogen dapat dipisahkan adalah:
• Absorpsi
• Adsorpsi
• Kromatografi
• Kristalisasi
• Distilasi
• Evaporasi
• Elektroforesis
• Evaporation
• Ekstraksi
○ Leaching
○ Ekstraksi cair-cair
○ Ekstraksi padat-cair
• Pembekuan fraksional
• Presipitasi
• Rekristalisasi

Stripping Kilang minyak


Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Tampilan kilang minyak Shell/Valero Martinez


Kilang minyak (oil refinery) adalah pabrik/fasilitas industri yang mengolah minyak mentah
menjadi produk petroleum yang bisa langsung digunakan maupun produk-produk lain yang
menjadi bahan baku bagi industri petrokimia. Produk-produk utama yang dihasilkan dari kilang
minyak antara lain: minyak bensin (gasoline), minyak disel, minyak tanah (kerosene). Kilang
minyak merupakan fasilitas industri yang sangat kompleks dengan berbagai jenis peralatan
proses dan fasilitas pendukungnya. Selain itu, pembangunannya juga membutuhkan biaya yang
sangat besar.

Daftar isi
[sembunyikan]
• 1 Proses Operasi di dalam Kilang Minyak
• 2 Peralatan Proses
• 3 Proses Distilasi
• 4 Produk-produk Kilang Minyak
• 5 Kilang Minyak di Indonesia
• 6 Kilang Minyak Besar di Dunia
• 7 Pranala luar

[sunting] Proses Operasi di dalam Kilang Minyak


Minyak mentah yang baru dipompakan ke luar dari tanah dan belum diproses umumnya tidak
begitu bermanfaat. Agar dapat dimanfaatkan secara optimal, minyak mentah tersebut harus
diproses terlebih dahulu di dalam kilang minyak.
Minyak mentah merupakan campuran yang amat kompleks yang tersusun dari berbagai senyawa
hidrokarbon. Di dalam kilang minyak tersebut, minyak mentah akan mengalami sejumlah proses
yang akan memurnikan dan mengubah struktur dan komposisinya sehingga diperoleh produk
yang bermanfaat.
Secara garis besar, proses yang berlangsung di dalam kilang minyak dapat digolongkan menjadi
5 bagian, yaitu:
• Proses Distilasi, yaitu proses penyulingan berdasarkan perbedaan titik didih; Proses ini
berlangsung di Kolom Distilasi Atmosferik dan Kolom Destilasi Vakum.
• Proses Konversi, yaitu proses untuk mengubah ukuran dan struktur senyawa
hidrokarbon. Termasuk dalam proses ini adalah:
• Dekomposisi dengan cara perengkahan termal dan katalis (thermal and catalytic
cracking)
• Unifikasi melalui proses alkilasi dan polimerisasi
• Alterasi melalui proses isomerisasi dan catalytic reforming
• Proses Pengolahan (treatment). Proses ini dimaksudkan untuk menyiapkan fraksi-fraksi
hidrokarbon untuk diolah lebih lanjut, juga untuk diolah menjadi produk akhir.
• Formulasi dan Pencampuran (Blending), yaitu proses pencampuran fraksi-fraksi
hidrokarbon dan penambahan bahan aditif untuk mendapatkan produk akhir dengan
spesikasi tertentu.
• Proses-proses lainnya, antara lain meliputi: pengolahan limbah, proses penghilangan air
asin (sour-water stripping), proses pemerolehan kembali sulfur (sulphur recovery),
proses pemanasan, proses pendinginan, proses pembuatan hidrogen, dan proses-proses
pendukung lainnya.