Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM

LABORATORIUM SISTEM TELEKOMUNIKASI


SEMESTER V TH 2013/2014



JUDUL

DIODA MODULATOR

GRUP

5

5A
PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

PEMBUAT LAPORAN : Muhammad Hafidz Bishri

NAMA PRAKTIKAN : 1. Ali Akbar Ritonga
2. Evi Fitria
3. Muhammad Hafidz Bishri
4. Tara Swetlana Tiara Fatah

TGL. SELESAI PRAKTIKUM : 11 Oktober 2013


TGL. PENYERAHAN LAPORAN : 18 Oktober 2013


NILAI :



KETERANGAN :








DIODA MODULATOR

I. TUJUAN
1.1. Menentukan arus stationer transistor dengan mengukur tegangan emitor.
1.2. Menunjukkan keluaran sinyal termodulasi amplitudo dari rangkaian dan
jelaskan fungsi diode pada rangkaian osilator.
1.3. Menjelaskan pengertian addition, Distortion dan Symmetrycal dalam sinyal
termodulasi amplitudo.
1.4. Buktikan bahwa sinyal AM, termodulasi gelombang sinus frekuensi rendah
akan timbul frekuensi pembawa dan 2 frekuensi sisi.


II. DIAGRAM RANGKAIAN






III. ALAT DAN KOMPONEN
1 Universal power supply
2 Function generator
3 Universal patch panels
1 Dual trace oscilloscope
1 Digital Multimeter
1 Resistor 47 ohm
1 Resistor 100 ohm
1 Resistor 470 ohm
1 Resistor 1 Kohm
1 Resistor 3,3 Kohm
1 Resistor 4,7 Kohm
1 Resistor 6,8 Kohm
2 Resistor 10 Kohm
1 Resistor 47 Kohm
3 Resistor 100 Kohm
1 Variabel Capacitor 5.....500 pF
1 Capacitor 100 pF
1 Capacitor 220 pF
1 Capacitor 1 nF
3 Capacitor 0,1 uF
1 Coil 140 uH
2 Diodes AA 118
1 Transistor BC 107, base left


DAFTAR KOMPONEN
Resistor
R1 = 10 Kohm
R2 = 10 Kohm
R3 = 3,3 Kohm
R4 = 100 ohm
R5 = 100 Kohm
R6 = 47 Kohm
R7 = 1 Kohm
R8 = 47 ohm
R9 = 470 ohm
R10 = 4,7 Kohm
R11 = 100 Kohm
R12 = 100 Kohm

Tambahan
R6 = 6,8 Kohm
Kapasitor
C1 = 5 ... 500 pF
C2 = 1 nF
C3 = 100 nF
C4 = 100 nF
C5 = 100 pF
C6 = 220 pF
C7 = 100 nF

Diode
V2 = AA118
V3 = AA118
Transistor
V1 = BC 107
Coil
L1 = 140 uH (SO 5123 6R)

IV. PENDAHULUAN
Pada modulasi amplitudo, amplitudo pembawa Uc diubah oleh tegangan
modulasi, Um. Ini bertujuan agar rangkaian penguat dimana penguatan dapat
langsung dikontrol dengan Um (contoh dual FET amplifier) secara ideal.
Pada percobaan ini digunakan metode dimana tegangan Uc dan Um pada
mulanya ditambahkan bersama dan pada yang sama, diubah oleh dioda. Transistor
adalah FET dengan kontrol tegangan frekuensi tinggi seperti Um, menghasilkan
amplitudo yang bermacam-macam. Rangkaian osilator pada keluaran menghilangkan
distorsi dan gelombang sinus dihasilkan dengan amplitudo yang bervariasi sesuai
dengan sinyal masukan.
Distorsi tegangan jumlah dapat dikurangi dari karakteristik kontrol transistor.
Pembawa yang dimodulasi dengan gelombang sinus akan mengandung komponen-
komponennya antara lain

Frekuensi F1 dan F2 adalah diketahui sebagai sideband-sideband dan
amplitudonya tergantung pada prosentasi modulasi.
V. LANGKAH KERJA
5.1. Pasang rangkaian seperti pada diagram (lepas C4).
Pengatur titik kerja.
Generator 1 : gel. Sinus, 1MHz. Ke input 1 (pembawa)
Osiloskop : ke MP2
Multimeter : DC 20 V

5.1.1. Dengan mengubah C1 atau resonansi amplifier untuk maksimum hingga
tegangan output Vopp. 6 V.

5.1.2. Dengan digital multimeter ukut tegangan base dan emitter transistor, dan
tentukan teg. Base-emitor, dan arus kolektor (catatan Ic = Ie).


5.2. Fungsi Modulator.
Generator 1 : seperti pada 1
Generator 2 : Gel. Sinus 1 KHz, output 0 ... 20 V ke input 2
(modulasi)
Osiloskop : Y1 = seperti pada 1. Ke MP1
Y2 = 2v/div AC ke input 2.
X = 0,2 ms/div..pm4

5.2.1. Atur tegangan modulasi U12pp pada 6 V, kemudian gambar output pada
MP 2.
a. Tanpa diode V2
b. Dengan diode V2

5.2.2. Jelaskan kedua kurva tegangan yang tampak pada MP1. Perhatikan
amplitudo pembawa.

5.2.3. Tunjukkan sinyal pada MP2, dan gambarkan hasilnya. Jelaskan apa yang
akan terlihat dana apa yang terjadi, lepas diode V2 (atur sensitifitas
osiloskop).


5.2.4. Hubungkan kanal dua osiloskop ke output demodulasi (MP3). Rubah
bentuk gelombang dan amplitudo dari teg. Modulasi dan amati
kesesuaian antara teg. Output dan envelope.

5.3. Variasi Rangkaian
Kedua generator : seperti sebelumnya.
Osiloskop : Y1 : AC ke MP2
Y2 : AC ke MP3

Lepas diode, ganti R6 dengan 6,8 Kohm dan pasang C4, atur amplitudo
pembawa hingga memenuhi osiloskop, rubah teg. Modulasi. Dengan
pengukuran yang tepat, berikan keterangan sinyal pembawa termodulasi
amplitudo yang dihasilkan rangkain ini.
Catatan : teg. Pada MP1, teg. Bias transistor mempengaruhi tegangan kontrol
penguat.

5.4. Susunan Sinyal / AM
Kedua generator : seperti sebelumnya, tetapi rubah generator 2 ke 150
KHz.
Osiloskop : Y1 : AC ke MP2
Lepas C4, C5, dan R10.

5.4.1. Atur tegangan modulasi ke 0 V dan antara mac dan min jelaskan apa
yang terlihat.

5.4.2. Turunkan amplitudo generator 2 hingga separuhnya dan rubah lagi C1,
jelaskan apa yang terlihat.
5.4.3. Frekueni berapa saja yang terdapat pada output AM.

5.4.4. Frekuensi carrier sebesar fc = 1400 KHz dimodulasi amplitudo dengan
sinyal LF dari 50 Hz hingga 4,5 KHz. Sebutkn frekuensi yang
dihasilkan, berapa bandwidth yang dibutuhkan oleh pembawa
termodulasi ini ?

VI. HASIL PERCOBAAN
5.1.2. Saat titik kerja : VB = 4,24 V
VE = 3,55 V
VBE = 0,62 V
IC = IE = 31 mA

5.2.1
MP1 : a. Tanpa V2 (4,8 Vpp) b. Dengan V2 (4 Vpp)




5.2.2.
Penjelasan tegangan yang terlihat pada MP1 :
a) Tanpa diode : Tegangan menjadi berkurang setengah level daripada dengan
dioda
b) Dengan diode : tegangan sesuai dengan tegangan yang ditentukan dan 2 kali
lipat daripada tanpa dioda

5.2.3.
Sinyal pada ragkaian osilator (MP2)

5.3.
Tampilan AM
Tegangan pada MP1 = 83,90 V
Tegangan bias T1 : VB = 0,65 V
VE = 0,1 V
VBE = 0,71 V
Pengaruh = Pada saat dioda di lepas dan R6 (6,8 Kohm) diganti tegangan
yang muncul lebih kecil dibandingkan dengan R6 (47 ohm) dengan dioda yang
terpasang.

5.4.1.
Frekuensi Pembawa Fc = 900 KHz
Variasi dari C1 : Pada saat minimal ke maksimal, gelombang beresonansi. Jika
gelombang diputar minimal, maka gelombang tidak akan terlihat sempurna. Jika
diputar C1 sampai tengah maka gelombang sinus akan terlihat sempurna. Jika
gelombang diputar maksimum maka akan kembali ke awal seperti minimal.
Itulah yang dimaksud gelombang beresonansi.
Posisi C1 Minimum 0,1Volt/div




Posisi C1 Maximum 0,1 Volt/div



5.4.2.
Frekuensi Pembawa Fc = 900 KHz, Fm = 150 KHz
Variasi dari C1 : Hasilnya sama seperti 5.4.1 gelombang akan beresonansi,
tetapi saat C1 diputar sampai tengah maka gelombang akan mencapai titik
maksimal tetapi gelombangnya tidak sebesar sebelumnya(5.4.1) karena
amplitudonya dijadikan setengahnya (dari 6Vpp menjadi 3Vpp)

Posisi C1 Minimum 0,2 Volt/div



Posisi C1 Maksimum 0,1 Volt/div







5.4.3.
Frekuensi pada sinyal AM
Carrier = Fc
Upper Sideband = Fc+Fm
Lower Sideband = Fc-Fm

5.4.4.
Fc = 1400 KHz
Fm = 50 Hz sampai 4,5 KHz



Bandwidth : F = 4,5 KHz x 2 = 9 KHz


VII. ANALISA
Dari percobaan yang telah dilakukan dapat dianalisa bahwa rangkaian diode
modulator ini adalah rangkaian modulator untuk aplikasi sistem modulasi AM
(Amplitude Modulation).
Pada percobaan ini Dioda juga sangat berperan penting dalam proses modulasi,
karena dari sifat dioda itu sendiri Sifat kesearahan yang dimiliki sebagian besar jenis
dioda seringkali disebut karakteristik menyearahkan. Sehingga frekuensi / sinyal
yang masuk pada dioda tidak akan keluar kembali karena sifatnya yang searah.
Pada percobaan 5.4.1. Pada saat minimal ke maksimal, gelombang beresonansi.
Jika gelombang diputar minimal, maka gelombang tidak akan terlihat sempurna,
tetapi jika C1 diputar sampai tengah maka gelombang sinus akan terlihat sempurna.
Jika gelombang diputar maksimum maka akan kembali ke awal seperti minimal,
jadi dapat disimpulkan bahwa C1 pada dioda modulator ini juga bersifat seperti
band pass filter.
Pada percobaan 5.4.2. sinyal yang nampak hampir sama dengan percobaan 5.4.1
namun yang membedakannya adalah bentuk resonansi sinyal lebih baik, seperti ada
pelebaran bandwidth.
Transistor pada sistem diode modulator bertindak sebagai kontrol tegangan
frekuensi tinggi seperti, yang menghasilkan amplitudo yang bermacam-macam
Rangkaian osilator pada keluaran di sistem Diode Modulator menghilangkan
distorsi dan gelombang sinus yang dihasilkan dengan amplitudo yang bervariasi akan
sesuai dengan sinyal masukannya.
Distorsi tegangan pada Diode Modulator dapat dikurangi dari karakteristik
kontrol transistor.


VIII. KESIMPULAN
Dioda Modulator digunakan untuk sistem modulasi AM (Amplitude
Modulation)
Kapasitor pada sistem Dioda Modulator juga bertindak seperti Band pass
filter
Transistor pada sistem diode modulator bertindak sebagai kontrol tegangan
frekuensi tinggi sehingga dapat menghasilkan amplitudo yang bermacam-
macam




IX. DAFTAR PUSTAKA
A simple digital model of the diode-based ring-modulator, Julian Parker
Lecture 3: Diodes. Amplitude Modulation. Diode Detection.
Principles of Electronic Communication Systems, Second Edition, Louis Frenzel
en.wikipedia.org/wiki/Ring_modulation
www.2Wijaya.com
http://ramdit.blogspot.com/
http://elkakom.blogspot.com/

X. LAMPIRAN

Anda mungkin juga menyukai