Anda di halaman 1dari 10

INDONESIA KIMIA TABEL PERIODIK

PERKEMBANGAN TABEL PERIODIK SISTEM PERIODIK PANJANG DAN


SIFAT-SIFAT PERIODIK UNSUR DALAM KIMIA
BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Masalah


Ketika unsur yang di kenal sudah banyak, para ahli berupaya membuat pengelompokan
sehingga unsur-unsur tersebut tertata dengan baik. Puncak dari usaha-usaha tersebut
adalah terciptanya suatu daftar yang mengandung sistem periodik unsur-unsur. Sistem
periodik ini mengandung banyak informasi mengenai sifat-sifat unsur sehingga
membantu kita dalam mempelajari unsur-unsur yang kini jumlahnya tak kurang dari 114
unsur.
Latar belakang pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui sejarah perkembangan
tabel periodik unsur serta mempelajari sifat-sifat unsur periodik tersebut.

2. Kajian Teori
Hingga akhir abad 18, hanya di kenal penggolongan unsur atas logam dan non logam.
Sekitar 20 jenis unsur yang di kenal pada masa itu tampak mempunyai sifat yang berbeda
satu sama lainnya. Suatu perkembangan baru terjadi pada awal abad 20, yaitu ketika John
Dalton mengemukakan tentang teori atomnya. Menurut Dalton, setiap unsur mempunyai
atom-atom dengan sifat-sifat tertentu yang berbeda dari atom unsur lainya.
Atom mempunyai massa yang amat kecil. Para ahli pada masa itu menggunakan massa
atom relatif. Yaitu perbandingan masa antar atom yang satu terhadap yang lainya.
Metode penentuan massa atom relatif di kemukakkan oleh Berzeluis ( 1814 ) dari Swedia
dan P. Dulong dan A.Petit ( 1819 ), keduanya dari Perancis. Berzelius, P. Dulong dan A.
petit menemukan massa atom relatif berdasarkan kalor jenis unsur.
Penyusunan sistem periodik unsur telah mengalami banyak penyempurnaan mulai dari
Antoine Laoivisier, J.W. Dabereiner, J. New Lands, Dimitri Mende Leev, Henry
Moseley.

3. Permasalahan
Berdasarkan kajian teori yangtelah dijabarkan, penulis membatasi permasalahan pada :
1. Bagaimana Sejarah perkembangan Sistem Periodik Unsur?
2. Apa saja sifat-sifat periodik unsur dalam tabel periodik sistem periode panjang?

4. Rumusan Masalah
Sebelum diketemukan tabel periodik sistem periode panjang oleh Henry Moseley, pada
tahun 1789 Antonie lavosier telah mengelompokkan 33 unsur yang telah ada pada
masanya berdasarkan sifat kimianya. Setelah diketemukan massa atom relatif yang
merupakan sifat penting unsur, tahun 1829 J. W. Dobereiner pengelompokkan unsur
berdasar kemiripan sifat, dan menurutnya unsure-unsur dapat dikelompokkan ke dalam
kelompok 3 unsur yang disebut triade. Pada tahun 1864, A. R. Newslands menyusun
unsur berdasar kenaikan massa atom relatifnya. Pada tahun 1869. Dimitri Ivanovich
Mendeleev menyimpulkan bahwa sifat-sifat unsur adalah fungsi periodik dari massa atom
relatifnya. Pada tahun 1913, Henry G. Moseley menemukan bahwa sifat-sifat unsur
merupakan fungsi periodik dari nomor atomnya dan sistem periodik Henry G.
Moseleylah yang kemudian disebut sistem periodik & bentuk panjang.
Sifat-sifat periodik unsur terdiri atas jari-jari atom, energi ionisasi, kelektromagnetikan,
sifat logam, kereaktifan dan afinitas elektron.

BAB II
PEMBAHASAN

1. Sejarah Perkembangan Sistem Periodik Unsur


Penyusunan sistem periodik unsur telah mengalami banyak penyempurnaan. Mulai dari
Antoine Lavosier, J. Newslands, O. Mendeleev hingga Henry Moseley.
1. Pengelompokan Unsur Menurut Lavoisier
Pada 1789, Antoine Lavoiser mengelompokan 33 unsur kimia. Pengelompokan unsur
tersebut berdasarka sifat kimianya. Unsur-unsur kimia di bagi menjadi empat kelompok.
Yaitu gas, tanah, logam dan non logam. Pengelompokan ini masih terlalu umum karena
ternyata dalam kelompok unsur logam masih terdapat berbagai unsur yang memiliki sifat
berbeda.
Unsur gas yang di kelompokan oleh Lavoisier adalah cahaya, kalor, oksigen, azote
( nitrogen ), dan hidrogen. Unsur-unsur yang etrgolong logam adalah sulfur, fosfor,
karbon, asam klorida, asam flourida, dan asam borak. Adapun unsur-unsur logam adalah
antimon,perak, arsenik, bismuth. Kobalt, tembaga, timah, nesi, mangan, raksa,
molibdenum, nikel, emas, platina, tobel, tungsten, dan seng. Adapun yang tergolong
unsur tanah adalah kapur, magnesium oksida, barium oksida, aluminium oksida, dan
silikon oksida.
Kelemahan dari teori Lavoisior : Penglompokan masih terlalu umum
kelebihan dari teori Lavoisior : Sudah mengelompokan 33 unsur yang ada berdasarka
sifat kimia sehingga bisa di jadikan referensi bagi ilmuan-ilmuan setelahnya.

2. Pengelompokan unsur menurut J.W. Dobereiner


Pada tahun 1829, J.W. Dobereiner seorang profesor kimia dari Jerman mengelompokan
unsur-unsur berdasarkan kemiripan sifat-sifatnya.
Ia mengemukakan bahwa massa atom relatif strontium sangat dekat dengan masa rata-
rata dari dua unsur lain yang mirip dengan strantium, yaitu kalsiium dan barium.
Dobereiner juga mengemukakan beberapa kelompok unsur lain seperti itu. Unsur
pembentuk garam dan massa atomnya, yaitu c1 = 35,5 Br = 80, dsn I = 127. unsur
pembentuk alkali dan massa atomnya. Yaitu Li = 7, Na = 23dan K = 39.
Dari pengelompokan unsur-unsur tersebut, terdapat suatu keteraturan. Setiap tiga unsur
yang sifatnya mirip massa atom ( A r ) unsur yang kedua (tengah) merupakan massa atom
rata-rata dari massa atom unsur pertama dan ketiga.
Oleh karena itu, Dobereiner mengambil kesimpulan bahwa unsur-unsur dapat di
kelompokan ke dalam kelompok-kelompok tiga unsur yang di sebut triade.

Triade
Ar Rata-Rata A r unsur pertama dan ketiga
Kalsium
Stronsium
Bariuim 40
88
137
(40 + 137) = 88,
2

Kelemahan dari teori ini adalah pengelompokan unsur ini kurang efisian dengan adanya
beberapa unsur lain dan tidak termasuk dalam kelompok triad padahal sifatnya sama
dengan unsur dalam kelompok triefd tersebut.
Kelebihan dari teori ini adalah adanya keteraturan setiap unsure yang sifatnya mirip
massa Atom (Ar) unsure yang kedua (tengah) merupakan massa atom rata-rata di massa
atom unsure pertama dan ketiga.

3. Hukum Oktaf Newlands


J. Newlands merupakan orang pertama yang mengelompokan unsur-unsur berdasarkan
kenaikan massa atom relatif. Newlands mengumumkan penemuanya yang di sebut
hukum oktaf.
Ia menyatakan bahwa sifat-sifat unsur berubah secara teratur.. Unsur pertama mirip
dengan unsur kedelapan, unsur kedua mirip dengan unsur kesembilan, dan seterusnya.
Daftar unsur yang disusun oleh Newlands berdasarkan hukum oktaf diberikan pada tabel
1.1
Di sebut hokum Oktaf karena beliau mendapati bahwa sifat-sifat yang sama berulang
pada setiap unsure ke delapan dalam susunan selanjutnya dan pola ini menyurapi oktaf
music.
Tabel 1.1 Daftar oktaf Newlands

1. H 2. Li 3. Be 4. B 5. C 6. N
7. O
8. F 9. Na 10. MG 11. Al 12. Si 13. P
14. S
15. Cl 16. K 17. Ca 18. Ti 19. Cr 20. Mn
21. Fe
22. Co&Nl23. Cu 24. Zn 25. Y 26. ln 27. As
28. Se
29. Br 30. Cu 31. Sr 32. Sr 33. Zr 34. Bi &
Mo 35. Po & Ru
Hukum oktaf newlands ternyata hanya berlaku untuk unsur-unsur ringan. Jika diteruskan,
teryata kemiripan sifat terlalu dipaksakan. Misalnya, Ti mempunya sifat yang cukup
berbeda dengan Al maupun B.

Kelemahan dari teori ini adalah dalam kenyataanya mesih di ketemukan beberapa oktaf
yang isinya lebih dari delapan unsur. Dan penggolonganya ini tidak cocok untuk unsur
yang massa atomnya sangat besar.

4. Sistem periodik Mendeleev


Pada tahun 1869 seorang sarjana asal rusia bernama Dmitri Ivanovich mendeleev,
berdasarkan pengamata terhadap 63 unsur yang sudah dikenal ketika itu, menyimpulkan
bahwa sifat-sifat unsur adalah fungsi periodik dari massa atom relatifnya. Artinya, jika
unsur-unsur disusunmenurut kenaikan massa atom relatifnya, maka sifat tertentu akan
berulang secara periodik. Mendeleev menempatkan unsur-unsur yang mempunyai
kemiripan sifat dalam satu lajur vertikal yang disebut golongan. Lajur-lajur horizontal,
yaitu lajur unsur-unsur berdasarkan kenaikan massa atom relatifnya, disebut priode daftar
periodik Mendeleev yang dipublikasikan tahun 1872 di perlihatkan pada table dibawah
ini :
Gambar 1.2 Sistem Periodik Mendeleev yang di umumkan tahun 1872

Sebagaimana dapat dilihat pada gambar di atas, Mendeleev mengkosongkan beberapa


tempat. Hal itu dilakukan untuk menetapkan kemiripan sifat dalam golongan. Sebagai
contoh, Mendelev menempatkan Ti (Ar = 48 ) pada golongan IV dan membiarkan
golongan III kosong karena Ti lebih mirip dengan C dan Si, dari pada dengan B dan Al.
Mendeleev meramalkan dari sifat unsur yang belum di kenal itu. Perkiraan tersebut
didasarkan pada sifat unsurlain yang sudah dikenal, yang letaknya berdampingan baik
secara mendatar maupun secara tegak. Ketika unsur yang diramalkan itu ditemukan,
teryata sifatnya sangat sesuai dengan ramalan mendeleev. Salah satu contoh adalah
germanium ( Ge ) yang ditemukan pada tahun 1886, yang oleh Mendeleev dinamai
ekasilikon.
Kelemahan dari teori ini adalah masih terdapat unsur-unsur yang massanya lebih besar
letaknya di depan unsur yang massanya lebih kecil. Co : Telurium (te) = 128 di kiriIodin
(I)= 127. hal ini dikarenakan unsur yang mempunyai kemirpan sifat diletakkan dalam
satu golongan. Kelemahan dari teori ini adalah pemebetulan massa atom. Sebelumnya
massa atom. Sebelumnya massa atom In = 76 menjadi 113. selain itu Be, dari 13,5
menjadi 9. U dari 120 menjadi 240 . selain itu kelebihannya adalah peramalan unsur baru
yakni meramalkan unsur beseerta sifat-sifatnya.

5. Sistem Periodik Modern dari Henry G. Moseley


Pada awal abad 20, pengetahuan kita terhadap atom mengalami perkembangan yang
sangat mendasar. Para ahli menemukan bahwa atom bukanlah suatu partikel yang tak
terbagi melainkan terdiri dari partikel yang lebih kecil yang di sebut partikel dasar atau
partikel subatom. Kini atom di yakini terdiri atas tiga jenis partikel dasar yaitu proton,
elektron, dan neuron. Jumlah proton merupakan sifat khas dari unsur, artinya setiap unsur
mempunyai jumlah proton tertentu yang berbeda dari unsur lainya. Jumlah proton dalam
satu atom ini disebut nomor atom. pada 1913, seorang kimiawan inggris bernama Henry
Moseley melakukan eksperimen pengukuran panjang gelombang unsur menggunakan
sinar-X.
Berdasarkan hasil eksperimenya tersebut, diperoleh kesimpulan bahwa sifat dasar atom
bukan didasari oleh massa atom relative, melainkan berdasarkan kenaikan jumlah proton.
Hal tersebut diakibatkan adanya unsur-unsur yang memiliki massa atom berbeda, tetapi
memiliki jumlah proton sama atau disebut isotop.
Kenaikan jumlah proton ini mencerminkan kenaikan nomor atom unsur tersebut.
Pengelompokan unsur-unsur sistem periodik modern merupakan penyempurnaan hukum
periodik Mendeleev, yang di sebut juga sistem periodik bentuk panjang.
Sistem periodik modern disusun berdasarkan kebaikan nomor atom dan kemiripan sifat.
Lajur-lajur horizontal, yang disebut periode disusun berdasarkan kenaikan nomor atom ;
sedangkan lajur-lajur vertikal, yang disebut golongan, disusun berdasarkan kemiripan
sifat. Sistem periodik modern terdriri atas 7 periode dan 8 golongan. Setiap golongan
dibagi lagi menjadi 8 golongan A( IA-VIIIA ) dan 8 golongan B (IB – VIIIB).
Unsur-unsur golongan A disebut golongan utama, sedangkan golongan B disebut
golongan transisi. Golongan-golongan juga dapat ditandai dengn bilangan 1 sampai
dengan 18 secara berurutan dari kiri ke kanan. Dengan cara ini maka unsur transisi
terletak pada golongan 3 sampai golongan 12. Pada periode 6 dan 7 terdapat masing-
masing 14 unsur yang disebut unsur-unsur transisi dalam, yaitu unsur-unsur antanida dan
aktinida. Unsur-unsur transisi dalam semua termasuk golongan IIIB. Unsur-unsur
lantanida pada periode 6 golongan IIIB, dan unsur-unsur aktinida pada periode 7
golongan IIIB. Penempatan unsur-unsur tersebut di bagian bawah tabel periodik adalah
untuk alasan teknis, sehingga daftr tidak terlalu panjang.
System periodic modern dibedakan menjadi 2 yaitu berdasarkan kenaikan nomor atom
(periode) berdasarkan kemiripan sifat (golongan berikut dijelaskan

1. Golongan
Golongan di tempatkan pada lajur vertikal dalam sistem periodik modern. Penentuan
golongan berkaitan dengan sifat-sifat yang dimiliki unsur tersebut. Unsur-unsur dalam
satu golongan memiliki sifat-sifat yang mirip. Beberapa golongan diberi nama khusus,
yaitu :
1. Golongan IA ( kecuali H ) disebut golongan alkali;
2. Golongan IIA disebut golongan alkali tanah;
3. Golongan VIIIA disebut golongan halogen;
4. Golongan VIIIA disebut golongan gas mulia;
5. Golongan IIIA, IV, VA, dan VIA desebut sesuai dengan unsur yang terdapat
dalam golongan tersebut, yaitu :
1. Golongan IIIA disebut golongan baron aluminium;
2. Golongan IVA disebut golongan karbon-silikon;
3. Golongan VA disebut golongan nitrogen-fosforus;
4. Golongan VIA disebut golongan oksigen-belerang;
6. Golongan IB sampai dengan VIIIB disebut golongan golongan transisi
2. Periode
Periode ditempatkan pada lajur horizontal dalam sistem periodik modern. Periode suatu
unsur menunjukan suatu nomor kulit yang sudah terisi elektron (n terbesar) berdasarkan
konfigurasi elektron. Konfiguration electron adalah persebaran electron dalam kulit-kulit
atomnya.
Dalam sistem periodik modern terdapat 7 periode, yaitu :
periode ke-1: terdiri atas 2 unsur;
periode ke-2: terdiri atas 8 unsur;
periode ke-3: terdiri atas 8 unsur;
periode ke-4: terdiri atas 18 unsur;
periode ke-5: terdiri atas 18 unsur;
periode ke-6: terdiri atas 32 unsur yaitu, 18 unsur seperti pada periode 4 atau ke-5, dan 14
unsur lagi merupakan deret lantanida; dan periode ke-7: merupakan periode unsur yang
belum lengkap. Pada periode ini terdapat deret aktinida.

2. Sifat-sifat periodik unsur


Sifat-sifat periodik unsur adalah sifat-sifat yang ada hubunganya dengan letak unsur pada
sistem periodik. Sifat-sifat tersebut berubah dan berulang secara periodik sesuai dengan
perubahan nomor atom dan konfigurasi elektron.
Beberapa sifat periodik, antara lain:
1. Jari-jari atom 4. Sifat logam 7. Afinitas elektron
2. Energi ionisasi 5. Kereaktifan
3. keelektronegatifan.
1. Jari-jari atom
Jari-jari atom merupakan jarak elaktron terluar ke inti atom dan menunjukan ukuran suatu
atom. Jari-jari atom
sukar diukur sehingga pengukuran jari-jari atom dilakukan dengan cara mengukur jarak
inti antar dua atom yang berikatan sesamanya.
Dalam suatu golongan, jari-jari atom semakin ke atas cenderung semakin kecil. Hal ini
terjadi karena semakin ke atas, kulit elektron semakin kecil. Dalam suatu periode,
semakin ke kanan jari-jari atom cenderung semakin kecil. Hal ini terjadi karena semakin
ke kanan jumlah proton dan jumlah elektron semakin banyak, sedangkan jumlah kulit
terluar yang terisi elekteron tetap sama sehingga tarikan inti terhadap elektron terluar
semakin kuat.
2. Energi ionisasi
Jika dalam suatu atom terdapat satu elektron di luar subkulit yang mantab, elektron ini
cenderung mudah lepas supaya mempunyai konfigurasi seperti gas mulia. Namun, untuk
melepaskan elektron dari suatu atom dperlukan energi. Energi yang diperlukan untuk
melepaskan elektron dari suatu atom di namakan energi ionisasi. Dalam suatu periode
semakin banyak elektron dan proton gaya tarik menarik elektron terluar dengan inti
semakin besar (jari-jari kecil) Akibatnya, elektron sukar lepas sehingga energi untuk
melepas elektron semakin besar. Hal ini berarti energi ionisasi besar.
Jika jumlah elektronnya sedikit, gaya tarik menarik elektron dengan inti lebih kecil (jari-
jarinya semakain besar). Akibatnya, energi untuk melepaskan elektron terluar relatif lebih
kecil berarti energi ionisasi kecil.
Unsur-unsur yang segolongan : energi ionisasi makin ke bawah makin kecil, karena
elektron terluar akin jauh dari inti (gaya tarik inti makin lemah), sehingga elektron terluar
makin mudah di lepaskan.
Unsur-unsur yan seperiode : energi ionisai pada umumnya makin ke kanan makin besar,
karena makin ke kanan gaya tarik inti makin kuat.

Kekecualian :
Unsur-unsur golongan II A memiliki energi ionisasi yang lebih besar dari pada golongan
III A, dan energi ionisasi golongan V A lebih besar dari pada golongan VI A.
3. Keelektronegatifan
Kelektronegatifan adalah kemampuan suatu atom untuk menarik elektron dari atom lain.
Faktor yang mempengaruhi keelektronegatifan adalah gaya tarik dari inti terhadap
elektron dan jari-jari atom.
Harga keelektronegatifan bersifat relatif (berupa perbandingan suatu atom yag lain).
Unsur-unsur yang segolongan : keelktronegatifan makin ke bawah makin kecil, karena
gaya taik-menarik inti makin lemah. Unsur-unsur bagian bawah dalam sistem periodik
cenderung melepaskan elektron.
Unsur-unsur yang seperiode : keelektronegatifan makin kekanan makin
besar.keelektronegatifan terbesar pada setiap periode dimiliki oleh golongan VII A
(unsur-unsur halogen). Harga kelektronegatifan terbesar terdapat pada flour (F) yakni 4,0,
dan harga terkecil terdapat pada fransium (Fr) yakni 0,7.
Harga keelektronegatifan penting untuk menentukan bilangan oksidasi ( biloks ) unsur
dalam sutu senyawa. Jika harga kelektronegatifan besar, berati unsur yang bersangkutan
cenderung menerim elektron dan membentuk bilangan oksidasi negatif. Jika harga
keelektronegatifan kecil, unsur cenderung melepaskan elektron dan membentuk bilangan
oksidasi positif. Jumlah atom yang diikat bergantung pada elektron valensinya.

Tabel 1.2
Atom Penyusun Harga Keelektronegatifan Biloks (+) Biloks (-)
Senyawa
H dan CL H <> H CI HCl
H dan Na Na <> Na H NaH
H dan O H<> CI O H2O
CI dan O CI <> CL O Cl2O
Cl2O3
Cl2O5
Cl2O7
CI dan Na Na <> Na CI NaCl
F dan OCI dan Na O F OF2

4. Sifat Logam
Sifat-sifat unsur logam yang spesifik, antara lain : mengkilap, menghantarkan panas dan
listrik, dapat ditempa menjadi lempengan tipis, serta dapat ditentangkan menjadi kawat /
kabel panjang. Sifat-sifat logam tersebut diatas yang membedakan dengan unsur-unsur
bukan logam. Sifat-sifat logam, dalam sistem periodik makin kebawah makin bertambah,
dan makin ke kanan makin berkurang.
Batas unsur-unsur logam yang terletak di sebelah kiri dengan batas unsur-unsur bukan
logam di sebelah kanan pada system periodic sering digambarkan dengan tangga
diagonal bergaris tebal.
Unsur-unsur yang berada pada batas antara logam dengan bukan logam menunjukkan
sifat ganda.
Contoh :
1. Berilium dan Aluminium adalah logam yang memiliki beberapa sifat bukan
logam. Hal ini disebut unsur-unsur amfoter.
2. Baron dan Silikon adalah unsur bukan logam yang memiliki beberapa sifat logam.
Hal ini disebut unsur-unsur metalloid.
5. Kereaktifan
Reaktif artinya mudah bereaksi. Unsur-unsur logam pada system periodik, makin ke
bawah makin reaktif, karena makin mudah melepaskan elektron. Unsur-unsur bukan
logam pada sistem periodik, makin ke bawah makin kurang reakatif, karena makin sukar
menangkap electron.
Kereaktifan suatu unsur bergantung pada kecenderungannya melepas atau menarik
elektron. Jadi, unsur logam yang paling reatif adalah golongan VIIA (halogen). Dari kiri
ke kanan dalam satu periode, mula-mula kereaktifan menurun kemudian bertambah
hingga golongan VIIA. Golongan VIIA tidak rekatif. Kecenderungan berbagai sifat
periodik unsur-unsur periode ketiga diberikan pada gambar di bawah ini

6. Afinitas Elektron
Afinitas elektron ialah energi yang dibebaskan atau yang diserap apabila suatu atom
menerima elektron.
Jika ion negatif yeng terbentuk bersifat stabil, maka proses penyerapan elektron itu
disertai pelepasan energi dan afinitas elektronnya dinyatakan dengan tanda negative.
Akan tetapi jika ion negative yang terbentuk tidak stabil, maka proses penyerapan
elektron akan membutuhkan energi dan afinitas elektronnya dinyatakan dengan tanda
positif. Jadi, unsur yang mempunyai afinitas elektron bertanda negatif mempunyai
kecenderungan lebih besar menyerap elektron daripada unsur yang afinitas elektronnya
bertanda positif. Makin negative nilai afinitas elektron berarti makin besar
kecenderungan menyerap elktron.
Dalam satu periode dari kiri ke kanan, jari-jari semkain kecil dan gaya tarik inti terhadap
elektron semakin besar, maka atom semakin mudah menarik elektron dari luar sehingga
afinitas elektron semakin besar.
Pada satu golongan dari atas ke bawah, jari-jari atom makin besar, sehingga gaya tarik
inti terhadap elektron makin kecil, maka atom semakin sulit menarik elektron dari luar,
sehingga afinitas elektron semakin kecil.

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

1. KESIMPULAN
1. Perkembangan Sisitem Periodik
1. Antonio Lavoisiser
Unsur-unsur kimia dikelompokan ke dalam empat golongan yaitu, gas, tanah, logam dan
non logam
2. J.W Dobereiber
unsur-unsur yang sifatnta sama dikelmompokan dalam suatu golongan setipa golongan
memiliki tiga unsur.
3. Jhon Newlands ( hukum oktaf )
Hukum iktaf Newlands menunjukna hubungan antara sifat-sifat unsur dengan nasa atom
relatifnya. Unsur-unsr disusun berdasarkan kenaikan masa atom relatif. Setiap unsur yang
kedelapan mengulang sifat unsur yang pertama.
4. Dimitri Mendeleev ( hulum mendeleev )
Sistem periodik mendeleev disusun berdasarkan kenaikan massa atom relatif dan
kemiripan sifat.Usur-unsur yang memiliki sifat-sifat yang sama dikelompokan dalam satu
golongan. Mendeleev menduga ada atom yang belum di temukan yang akan mengisi
ruang-ruang kosong yang disusunnya dugaan ini tebukti dengan di temukanya atom-atom
yng memiliki sifat-sifat yang mirip.
Hukum periodik Mendeleev : sifat-sifat unsur merupakan fungsi periodik dari masa atom
relatifnya
5. Henry moseley ( sistem periodik modern )
Sistem periodik modern disusun berdasarkan kenaikan nomor atom dan kemiripan sifat
kelompok dalam satu golongan disusun dalam satu arah vertikal dan kelompok unsur
dalam satu periode disusun dalam arah horizontal.
2. Sifat-sifat periodik unsur
1. Sifat periodik adalah sifat-sifat unsur yang berubah secara beraturan seiring
pertambahan nomor atomnya.
2. Sifat-sifat yang tergolong sifat periodik unsur adalah jari-jari atom, energi
ionisasi, afinitas elektron, keelektronegatifan, sifat logam, kereaktifan, titik leleh dan titik
didih.
3. Jari-jari atom berkurang dari kiri ke kanan bertambah dari atas ke bawah.
4. Energi ionisasi cenderung bertambah dari kiri ke kanan, berkurang dari atas ke
bawah.
5. Afinitas elektron cenderung bertambah dari kiri ke kanan, cenderung berkurang
dari atas ke bawah.
6. Keelegtronegatifan bertambah dari kiri ke kanan, berkurang dari atas ke bawah.
7. Sifat-sifat logam semakin kekanan semakin berkurang, makin ke bawah maka
makin bertambah.
8. Kereaktifan makin ke bawah makin reaktif untuk unsur-unsur logam, sedangkan
untuk unsur bukan logam, makin ke bawah makin tinggi.

2. SARAN
Berdasarkan uaraian makalah, penyusun memberikan saran :
Untuk generasi muda saat ini, tingkatkan pengetahuan yang dimiliki dengan cara terus
belajar jangan anggap kimia sebagai ilmu yang sulit dan membosankan. Anggaplah kimia
sebagai ilmu yang menantang. Saat ini di alam hanya terdapat sejenis unsur. Namun,
dengan seiring kemajuan ilmu pengetahuan, para ahli telah berhasil membuat bebrapa
unsur baru. Kiat sebagai generasi muda juga harus berusaha menemukn unsur-unsur baru
untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada sekarang ini.
Bagaimanapun, kimia tak pernah lepas dari kehidupan kita sehari-hari.
DAFTAR PUSKTAKA

Kamajaya. 2004. Fisika untuk SMA Kelas II Jilid 3B. Bandung : Grafindo Media
Pratama

Sutresno Nana. 2007. Cerdasa belajar Kimia untuk Kelas X Sekolah Menengah Mdrasah
Aliah. Bandung : Grafindo Media Pratama.

Sitorus Ronald, dkk. 2005. Ringkasan Kimia untuk SMA/MA. Bandung : CV. Irama
Widya.

Purba Michael. 2002. Kimia IA untuk SMA Kelas X. Jakarta : Erlangga.

Maryanto, dkk. 2007. Panduan Soal-soal Aktif Proyeksi Prima. Solo : Tiara Prima Media.