Anda di halaman 1dari 34

LAPORAN PENDAHULUAN COMBUSTIO/ LUKA BAKAR

A. DEFINISI COMBUSTIO/ LUKA BAKAR


Luka bakar adalah luka yang disebabkan oleh pengalihan energi dari suatu sumber
panas pada tubuh, panas dapat dipindahkan oleh hantaran/radiasi electromagnet
(Brunner & Suddarth, 2002).
Luka bakar adalah kerusakan atau kehilangan aringan yang disebabkan kontrak
dengan sumber panas seperti api, air, panas, bahan kimia, listrik dan radiasi (!oenaar,
2002).
Luka bakar adalah kerusakan pada kulit diakibatkan oleh panas, kimia atau radio akti"
(#ong, 200$).
Luka bakar yaitu luka yang disebabkan oleh suhu tinggi, dan disebabkan banyak
"aktor, yaitu "isik seperti api, air panas, listrik seperti kabel listrik yang mengelupas,
petir, atau bahan kimia seperti asam atau basa kuat (%riana, 200&).
Luka bakar adalah suatu trauma yang disebabkan oleh panas, arus listrik bahan kimia
dan petir yang mengenai kulit, mukosa dan aringan yang lebih
dalam ('usumaningrum, 200()
Luka bakar bisa berasal dari berbagai sumber, dari api, matahari, uap, listrik, bahan
kimia, dan cairan atau benda panas. Luka bakar bisa saa hanya berupa luka ringan
yang bisa diobati sendiri atau kondisi berat yang mengancam nya)a yang
membutuhkan pera)atan medis yang intensi" (*+,-.S,, 20//)
B. KLASIFIKASI COMBUSTIO/ LUKA BAKAR
/. Berdasarkan penyebab0
a. Luka bakar karena api
b. Luka bakar karena air panas
c. Luka bakar karena bahan kimia
d. Luka bakar karena listrik
e. Luka bakar karena radiasi
". Luka bakar karena suhu rendah (frost bite)
2. Berdasarkan kedalaman luka bakar0
a. Luka bakar deraat .
Luka bakar deraat pertama adalah setiap luka bakar yang di dalam proses
penyembuhannya tidak meninggalkan aringan parut. Luka bakar deraat pertama
tampak sebagai suatu daerah yang ber)arna kemerahan, terdapat gelembung
gelembung yang ditutupi oleh daerah putih, epidermis yang tidak mengandung
pembuluh darah dan dibatasi oleh kulit yang ber)arna merah serta hiperemis.
Luka bakar deraat pertama ini hanya mengenai epidermis dan biasanya sembuh
dalam 12& hari, misalnya tersengat matahari. Luka tampak sebagai eritema dengan
keluhan rasa nyeri atau hipersensiti"itas setempat. Luka deraat pertama akan sembuh
tanpa bekas.
3ambar /. Luka bakar deraat .
b. Luka bakar deraat ..
'erusakan yang teradi pada epidermis dan sebagian dermis, berupa reaksi in"lamasi
akut disertai proses eksudasi, melepuh, dasar luka ber)arna merah atau pucat, terletak
lebih tinggi di atas permukaan kulit normal, nyeri karena uunguung sara" teriritasi.
Luka bakar deraat .. ada dua0
/) 4eraat .. dangkal (super"icial)
'erusakan yang mengenai bagian super"icial dari dermis, apendises kulit seperti
"olikel rambut, kelenar keringat, kelenar sebasea masih utuh. Luka sembuh dalam
)aktu /02/5 hari.
2) 4eraat .. dalam (deep)
'erusakan hampir seluruh bagian dermis. 6pendises kulit seperti "olikel rambut,
kelenar keringat, kelenar sebasea sebagian masih utuh. *enyembuhan teradi lebih
lama, tergantung apendises kulit yang tersisa. Biasanya penyembuhan teradi dalam
)aktu lebih dari satu bulan.
3ambar 2. Luka bakar deraat ..
c. Luka bakar deraat ...
'erusakan meliputi seluruh ketebalan dermis dan lapisan yang lebih dalam, apendises
kulit seperti "olikel rambut, kelenar keringat, kelenar sebasea rusak, tidak ada
pelepuhan, kulit ber)arna abu2abu atau coklat, kering, letaknya lebih rendah
dibandingkan kulit sekitar karena koagulasi protein pada lapisan epidermis dan
dermis, tidak timbul rasa nyeri. *enyembuhan lama karena tidak ada proses epitelisasi
spontan.
3ambar $. Luka bakar deraat ...
$. Berdasarkan tingkat keseriusan luka
a. Luka bakar ringan/ minor
/) Luka bakar dengan luas 7 /1 8 pada de)asa
2) Luka bakar dengan luas 7 /0 8 pada anak dan usia lanut
$) Luka bakar dengan luas 7 2 8 pada segala usia (tidak mengenai muka, tangan,
kaki, dan perineum.
b. Luka bakar sedang (moderate burn)
/) Luka bakar dengan luas /1 9 21 8 pada de)asa, dengan luka bakar deraat ...
kurang dari /0 8
2) Luka bakar dengan luas /0 9 20 8 pada anak usia 7 /0 tahun atau de)asa : 50
tahun, dengan luka bakar deraat ... kurang dari /0 8
$) Luka bakar dengan deraat ... 7 /0 8 pada anak maupun de)asa yang tidak
mengenai muka, tangan, kaki, dan perineum.
c. Luka bakar berat (major burn)
/) 4eraat ..2... : 20 8 pada pasien berusia di ba)ah /0 tahun atau di atas usia 10
tahun
2) 4eraat ..2... : 21 8 pada kelompok usia selain disebutkan pada butir pertama
$) Luka bakar pada muka, telinga, tangan, kaki, dan perineum
5) 6danya cedera pada alan na"as (cedera inhalasi) tanpa memperhitungkan luas
luka bakar
1) Luka bakar listrik tegangan tinggi
;) 4isertai trauma lainnya
&) *asien2pasien dengan resiko tinggi.
C. ETIOLOGI COMBUSTIO/ LUKA BAKAR
Luka bakar (-ombustio) dapat disebabkan oleh paparan api, baik secara langsung
maupun tidak langsung, misal akibat tersiram air panas yang banyak teradi pada
kecelakaan rumah tangga. Selain itu, paanan suhu tinggi dari matahari, listrik maupun
bahan kimia uga dapat menyebabkan luka bakar. Secara garis besar, penyebab
teradinya luka bakar dapat dibagi menadi0
/. *aparan api
< Flame: 6kibat kontak langsung antara aringan dengan api terbuka, dan
menyebabkan cedera langsung ke aringan tersebut. 6pi dapat membakar pakaian
terlebih dahulu baru mengenai tubuh. Serat alami memiliki kecenderungan untuk
terbakar, sedangkan serat sintetik cenderung meleleh atau menyala dan menimbulkan
cedera tambahan berupa cedera kontak.
< Benda panas (kontak)0 %eradi akibat kontak langsung dengan benda panas. Luka
bakar yang dihasilkan terbatas pada area tubuh yang mengalami kontak. -ontohnya
antara lain adalah luka bakar akibat rokok dan alat2alat seperti solder besi atau peralatan
masak.
2. Scalds (air panas)
%eradi akibat kontak dengan air panas. Semakin kental cairan dan semakin lama )aktu
kontaknya, semakin besar kerusakan yang akan ditimbulkan. Luka yang disengaa atau
akibat kecelakaan dapat dibedakan berdasarkan pola luka bakarnya. *ada kasus
kecelakaan, luka umumnya menunukkan pola percikan, yang satu sama lain dipisahkan
oleh kulit sehat. Sedangkan pada kasus yang disengaa, luka umumnya melibatkan
keseluruhan ekstremitas dalam pola sirkum"erensial dengan garis yang menandai
permukaan cairan.
$. =ap panas
%erutama ditemukan di daerah industri atau akibat kecelakaan radiator mobil. =ap
panas menimbulkan cedera luas akibat kapasitas panas yang tinggi dari uap serta
dispersi oleh uap bertekanan tinggi. 6pabila teradi inhalasi, uap panas dapat
menyebabkan cedera hingga ke saluran napas distal di paru.
5. 3as panas
.nhalasi menyebabkan cedera thermal pada saluran na"as bagian atas dan oklusi alan
na"as akibat edema.
1. 6liran listrik
-edera timbul akibat aliran listrik yang le)at menembus aringan tubuh. =mumnya
luka bakar mencapai kulit bagian dalam. Listrik yang menyebabkan percikan api dan
membakar pakaian dapat menyebabkan luka bakar tambahan.
;. >at kimia (asam atau basa)
&. +adiasi
(. Sunburn sinar matahari, terapi radiasi.
D. ANATOMI FISIOLOGI COMBUSTIO/ LUKA BAKAR
'ulit adalah organ tubuh terluas yang menutupi otot dan mempunyai "ungsi sebagai
pelindung tubuh dan berbagai trauma ataupun masuknya bakteri, kulit uga mempunyai
"ungsi utama reseptor yaitu untuk mengindera suhu, perasaan nyeri, sentuhan ringan
dan tekanan, pada bagian stratum korneum mempunyai kemampuan menyerap air
sehingga dengan demikian mencegah kehilangan air serta elektrolit yang berlebihan
dan mempertahankan kelembaban dalam aringan subkutan.
%ubuh secara terus menerus akan menghasilkan panas sebagai hasil metabolisme
makanan yang memproduksi energi, panas ini akan hilang melalui kulit, selain itu kulit
yang terpapar sinar ultra?iolet dapat mengubah substansi yang diperlukan untuk
mensintesis ?itamin 4. kulit tersusun atas $ lapisan utama yaitu epidermis, dermis dan
aringan subkutan.
/. Lapisan epidermis, terdiri atas0
a. Stratum korneum, selnya sudah mati, tidak mempunyai inti sel, inti selnya sudah
mati dan mengandung keratin, suatu protein "ibrosa tidak larut yang membentuk
barier terluar kulit dan mempunyai kapasitas untuk mengusir patogen dan
mencegah kehilangan cairan berlebihan dari tubuh.
b. Stratum lusidum. Selnya pipih, lapisan ini hanya terdapat pada telapak tangan dan
telapak kaki.
c. Stratum granulosum, stratum ini terdiri dari sel2sel pipi seperti kumparan, sel2sel
tersebut terdapat hanya 22$ lapis yang seaar dengan permukaan kulit.
d. Stratum spinosum/stratum akantosum. Lapisan ini merupakan lapisan yang paling
tebal dan terdiri dari 12( lapisan. Sel2selnya terdiri dari sel yang bentuknya
poligonal (banyak sudut dan mempunyai tanduk).
e. Stratum basal/germinatum. 4isebut stratum basal karena sel2selnya terletak di
bagian basal/basis, stratum basal menggantikan sel2sel yang di atasnya dan
merupakan sel2sel induk.
2. Lapisan dermis terbagi menadi dua yaitu0
a. Bagian atas, pars papilaris (stratum papilaris)
Lapisan ini berada langsung di ba)ah epidermis dan tersusun dari sel2sel
"ibroblas yang menghasilkan salah satu bentuk kolagen.
b. Bagian ba)ah, pars retikularis (stratum retikularis).
Lapisan ini terletak di ba)ah lapisan papilaris dan uga memproduksi kolagen.
4ermis uga tersusun dari pembuluh darah serta lim"e, serabut sara", kelenar
keringat serta sebasea dan akar rambut.
$. @aringan subkutan atau hipodermis
!erupakan lapisan kulit yang terdalam. Lapisan ini terutamanya adalah aringan
adipose yang memberikan bantalan antara lapisan kulit dan struktur internal
seperti otot dan tu lang. @aringan subkutan dan umlah deposit lemak merupakan
"aktor penting dalam pengaturan suhu tubuh.

'elenar *ada 'ulit
'elenar keringat ditemukan pada kulit pada sebagian besar permukaan tubuh. 'elenar
ini terutama terdapat pada telapak tangan dan kaki. 'elenar keringat diklasi"ikasikan
menadi 2, yaitu kelenar ekrin dan apokrin. 'elenar ekrin ditemukan pada semua
daerah kulit. 'elenar apokrin berukuran lebih besar dan kelenar ini terdapat aksila,
anus, skrotum dan labia mayora.
3ambar 5. 6natomi 'ulit
E. PATOFISIOLOGI COMBUSTIO/ LUKA BAKAR
Luka bakar (-ombustio) disebabkan oleh pengalihan energi dari suatu sumber panas
kepada tubuh. *anas dapat dipindahkan le)at hantaran atau radiasi elektromagnetik.
4estruksi aringan teradi akibat koagulasi, denaturasi protein atau ionisasi isi sel. 'ulit dan
mukosa saluran na"as atas merupakan lokasi destruksi aringan. @aringan yang dalam
termasuk organ ?isceral dapat mengalami kerusakan karena luka bakar elektrik atau kontak
yang lama dengan burning agent. Aekrosis dan keganasan organ dapat teradi.
'edalam luka bakar bergantung pada suhu agen penyebab luka bakar dan lamanya
kontak dengan gen tersebut. *aanan selama /1 menit dengan air panas dengan suhu sebesar
1;./
0
- mengakibatkan cidera full thickness yang serupa. *erubahan pato"isiologik yang
disebabkan oleh luka bakar yang berat selama a)al periode syok luka bakar mencakup
hipoper"usi aringan dan hipo"ungsi organ yang teradi sekunder akibat penurunan curah
antung dengan diikuti oleh "ase hiperdinamik serta hipermetabolik. 'eadian sistemik a)al
sesudah luka bakar yang berat adalah ketidakstabilan hemodinamika akibat hilangnya
integritas kapiler dan kemudian teradi perpindahan cairan, natrium serta protein dari ruang
intra?askuler ke dalam ruanga interstisial.
-urah antung akan menurun sebelum perubahan yang signi"ikan pada ?olume darah
terlihat dengan elas. 'arena berkelanutnya kehilangan cairan dan berkurangnya ?olume
?askuler, maka curah antung akan terus turun dan teradi penurunan tekanan darah. Sebagai
respon, system sara" simpatik akan melepaskan ketokelamin yang meningkatkan
?asokontriksi dan "rekuensi denyut nadi. Selanutnya ?asokontriksi pembuluh darah peri"er
menurunkan curah antung.
=mumnya umlah kebocoran cairan yang tersebar teradi dalam 25 hingga $; am
pertama sesudah luka bakar dan mencapai puncaknya dalam tempo ;2( am. 4engan
teradinya pemulihan integritas kapiler, syok luka bakar akan menghilang dan cairan mengalir
kembali ke dalam kompartemen ?askuler, ?olume darah akan meningkat. 'arena edema akan
bertambah berat pada luka bakar yang melingkar. %ekanan terhadap pembuluh darah kecil
dan sara" pada ekstremitas distal menyebabkan obstruksi aliran darah sehingga teradi
iskemia. 'omplikasi ini dinamakan sindrom kompartemen.
Bolume darah yang beredar akan menurun secara dramatis pada saat teradi syok luka
bakar. 'ehilangan cairan dapat mencapai $21 liter per 25 am sebelum luka bakar ditutup.
Selama syok luka bakar, respon luka bakar respon kadar natrium serum terhadap resusitasi
cairan ber?ariasi. Biasanya hipnatremia teradi segera setelah teradinya luka bakar,
hiperkalemia akan diumpai sebagai akibat destruksi sel massi". Cipokalemia dapat terhadi
kemudian dengan berpeindahnya cairan dan tidak memadainya asupan cairan. Selain itu uga
teradi anemia akibat kerusakan sel darah merah mengakibatkan nilai hematokrit meninggi
karena kehilangan plasma. 6bnormalitas koagulasi yang mencakup trombositopenia dan
masa pembekuan serta )aktu protrombin memanang uga ditemui pada kasus luka bakar.
'asus luka bakar dapat diumpai hipoksia. *ada luka bakar berat, konsumsi oksigen
oleh aringan meningkat 2 kali lipat sebagai akibat hipermetabolisme dan respon lokal.
Dungsi renal dapat berubah sebagai akibat dari berkurangnya ?olume darah. 4estruksi sel2sel
darah merah pada lokasi cidera akan menghasilkan hemoglobin bebas dalam urin. Bila aliran
darah le)at tubulus renal tidak memadai, hemoglobin dan mioglobin menyumbat tubulus
renal sehingga timbul nekrosis akut tubuler dan gagal ginal.
'ehilangan integritas kulit diperparah lagi dengan pelepasan "aktor2"aktor in"lamasi yang
abnormal, perubahan immunoglobulin serta komplemen serum, gangguan "ungsi neutro"il,
lim"ositopenia. .munosupresi membuat pasien luka bakar bereisiko tinggi untuk mengalmai
sepsis. Cilangnya kulit menyebabkan ketidakmampuan pengaturan suhunya. Beberapa am
pertama pasca luka bakar menyebabkan suhu tubuh rendah, tetapi pada am2am berikutnya
menyebabkan hipertermi yang diakibatkan hipermetabolisme
Pathway
*ath)ay -ombusio (Luka Bakar)
F. MANIFESTASI KLINIS COMBUSTIO/ LUKA BAKAR
Kedalama Da
Peye!a! L"#a Ba#a$
Ba%&a K"l&t 'a%
Te$#ea
Ge(ala Peam)&la L"#a Pe$(alaa Ke*em!"ha
De$a(at Sat"
+S")e$,&*&al)0 tersengat
matahari, terkena api
dengan intensitas rendah
,pidermis 'esemutan, hiperestesia
(supersensi?itas), rasa nyeri
mereda ika didinginkan
!emerah, menadi putih
ketika ditekan minimal
atau tanpa edema
'esembuhan lengkap dalam )aktu
satu minggu, teradi pengelupasan
kulit
De$a(at D"a +Pa$t&al-
Th&.#e**/0 tersiram air
mendidih, terbakar oleh
nyala api
,pidermis dan bagian
dermis
Ayeri, hiperestesia, sensiti"
terhadap udara yang dingin
!elepuh, dasar luka
berbintik2bintik merah,
epidermis retak,
permukaan luka basah,
terdapat edema
'esembuhan dalam )aktu 22$
minggu, pembentukan parut dan
depigmentasi, in"eksi dapat
mengubahnya menadi deraat2tiga
De$a(at T&%a +F"ll-
Th&.#e**/0 terbakar
nyala api, terkena cairan
mendidih dalam )aktu
yang lama, tersengat
arus listrik
,pidermis,
keseluruhan dermis
dan kadang2kadang
aringan subkutan
%idak terasa nyeri, syok, hematuria
(adanya darah dalam urin) dan
kemungkinan pula hemolisis
(destruksi sel darah merah),
kemungkinan terdapat luka masuk
dan keluar (pada luka bakar listrik)
'ering, luka bakar
ber)arna putih seperti
bahan kulit atau gosong,
kulit retak dengan
bagian lemak yang
tampak, terdapat edema
*embentukan eskar, diperlukan
pencangkokan, pembentukan parut
dan hilangnya kontur serta "ungsi
kulit, hilangnya ari tangan atau
ekstrenitas dapat teradi
.
G. PEN'EMBUHAN LUKA COMBUSTIO/ LUKA BAKAR
*roses yang kemudian pada aringan rusak ini adalah penyembuhan luka yang dapat
dibagi dalam $ "ase0
/. Dase in"lamasi
Dase yang berentang dari teradinya luka bakar sampai $25 hari pasca luka bakar.
4alam "ase ini teradi perubahan ?askuler dan proli"erasi seluler. 4aerah luka
mengalami agregasi trombosit dan mengeluarkan serotonin, mulai timbul
epitelisasi.
2. Dase proli"erasi
Dase proli"erasi disebut "ase "ibroplasia karena yang teradi proses proli"erasi
"ibroblast. Dase ini berlangsung sampai minggu ketiga. *ada "ase proli"erasi luka
dipenuhi sel radang, "ibroplasia dan kolagen, membentuk aringan ber)arna
kemerahan dengan permukaan berbenol halus yang disebut granulasi. ,pitel tepi
luka yang terdiri dari sel basal terlepas dari dasar dan mengisi permukaan luka,
tempatnya diisi sel baru dari proses mitosis, proses migrasi teradi ke arah yang
lebih rendah atau datar. *roses "ibroplasia akan berhenti dan mulailah proses
pematangan.
$. Dase maturasi
%eradi proses pematangan kolagen. *ada "ase ini teradi pula penurunan akti?itas
seluler dan ?askuler, berlangsung hingga ( bulan sampai lebih dari / tahun dan
berakhir ika sudah tidak ada tanda2tanda radang. Bentuk akhir dari "ase ini berupa
aringan parut yang ber)arna pucat, tipis, lemas tanpa rasa nyeri atau gatal.
H. LUAS LUKA BAKAR
Berat luka bakar (-ombustio) bergantung pada dalam, luas, dan letak luka. =sia dan
kesehatan pasien sebelumnya akan sangat mempengaruhi prognosis. 6danya trauma
inhalasi uga akan mempengaruhi berat luka bakar.
@aringan lunak tubuh akan terbakar bila terpapar pada suhu di atas 5;
o
-. Luasnya
kerusakan akan ditentukan oleh suhu permukaan dan lamanya kontak. Luka bakar
menyebabkan koagulasi aringan lunak. Seiring dengan peningkatan suhu aringan
lunak, permeabilitas kapiler uga meningkat, teradi kehilangan cairan, dan ?iskositas
plasma meningkat dengan resultan pembentukan mikrotrombus. Cilangnya cairan dapat
menyebabkan hipo?olemi dan syok, tergantung banyaknya cairan yang hilang dan
respon terhadap resusitasi. Luka bakar uga menyebabkan peningkatan lau metabolik
dan energi metabolisme.
Semakin luas permukaan tubuh yang terlibat, morbiditas dan mortalitasnya meningkat,
dan penanganannya uga akan semakin kompleks. Luas luka bakar dinyatakan dalam
persen terhadap luas seluruh tubuh. 6da beberapa metode cepat untuk menentukan luas
luka bakar, yaitu0
/. ,stimasi luas luka bakar menggunakan luas permukaan palmar pasien. Luas
telapak tangan indi?idu me)akili/8 luas permukaan tubuh. Luas luka bakar
hanya dihitung pada pasien dengan deraat luka .. atau ....
2. +umus E atau rule of nine untuk orang de)asa
*ada de)asa digunakan Frumus EG, yaitu luas kepala dan leher, dada, punggung,
pinggang dan bokong, ekstremitas atas kanan, ekstremitas atas kiri, paha kanan, paha
kiri, tungkai dan kaki kanan, serta tungkai dan kaki kiri masing2masing E8. Sisanya
/8 adalah daerah genitalia. +umus ini membantu menaksir luasnya permukaan tubuh
yang terbakar pada orang de)asa.
#allace membagi tubuh atas bagian E8 atau kelipatan E yang terkenal dengan nama
rule o" nine atua rule o" )allace yaitu0
a. 'epala dan leher 0 E8
b. Lengan masing2masing E8 0 /(8
c. Badan depan /(8, badan belakang /(8 0 $;8
d. %ungkai maisng2masing /(8 0 $;8
e. 3enetalia/perineum 0 /8
%otal 0 /008
*ada anak dan bayi digunakan rumus lain karena luas relati" permukaan kepala anak
auh lebih besar dan luas relati" permukaan kaki lebih kecil. 'arena perbandingan luas
permukaan bagian tubuh anak kecil berbeda, dikenal rumus /0 untuk bayi, dan rumus
/02/1220 untuk anak.
$. !etode Lund dan Bro)der
!etode yang diperkenalkan untuk kompensasi besarnya porsi massa tubuh di
kepala pada anak. !etode ini digunakan untuk estimasi besarnya luas permukaan
pada anak. 6pabila tidak tersedia tabel tersebut, perkiraan luas permukaan tubuh
pada anak dapat menggunakan F+umus EG dan disesuaikan dengan usia0
o *ada anak di ba)ah usia / tahun0 kepala /(8 dan tiap tungkai /58. %orso dan
lengan persentasenya sama dengan de)asa.
o =ntuk tiap pertambahan usia / tahun, tambahkan 0.18 untuk tiap tungkai dan
turunkan persentasi kepala sebesar /8 hingga tercapai nilai de)asa.
Luas luka bakar
I. KOMPLIKASI COMBUSTIO/ LUKA BAKAR
/. 3agal antung kongesti" dan edema pulmonal
2. Sindrom kompartemen
Sindrom kompartemen merupakan proses teradinya pemulihan integritas kapiler,
syok luka bakar akan menghilang dan cairan mengalir kembali ke dalam
kompartemen ?askuler, ?olume darah akan meningkat. 'arena edema akan
bertambah berat pada luka bakar yang melingkar. %ekanan terhadap pembuluh
darah kecil dan sara" pada ekstremitas distal menyebabkan obstruksi aliran darah
sehingga teradi iskemia.
$. Adult Respiratory Distress Syndrome
6kibat kegagalan respirasi teradi ika deraat gangguan ?entilasi dan pertukaran
gas sudah mengancam i)a pasien.
5. .leus *aralitik dan =lkus -urling
Berkurangnya peristaltic usus dan bising usus merupakan tanda2tanda ileus
paralitik akibat luka bakar. 4istensi lambung dan nausea dapat mengakibatnause.
*erdarahan lambung yang teradi sekunder akibat stress "isiologik yang massi"
(hipersekresi asam lambung) dapat ditandai oleh darah okulta dalam "eces,
regurgitasi muntahan atau ?omitus yang berdarha, ini merupakan tanda2tanda
ulkus curling.
1. Syok sirkulasi teradi akibat kelebihan muatan cairan atau bahkan hipo?olemik
yang teradi sekunder akibat resusitasi cairan yang adekuat. %andanya biasanya
pasien menunukkan mental berubah, perubahan status respirasi, penurunan
haluaran urine, perubahan pada tekanan darah, curah anutng, tekanan cena
sentral dan peningkatan "rekuensi denyut nadi.
;. 3agal ginal akut
Caluran urine yang tidak memadai dapat menunukkan resusiratsi cairan yang
tidak adekuat khususnya hemoglobin atau mioglobin terdektis dalam urine.
1. PEMERIKSAAN PENUN1ANG COMBUSTIO/ LUKA BAKAR
/. Citung darah lengkap 0 Cb (Cemoglobin) turun menunukkan adanya pengeluaran
darah yang banyak sedangkan peningkatan lebih dari /18 mengindikasikan
adanya cedera, pada Ct (Cematokrit) yang meningkat menunukkan adanya
kehilangan cairan sedangkan Ct turun dapat teradi sehubungan dengan kerusakan
yang diakibatkan oleh panas terhadap pembuluh darah.
2. Leukosit 0 Leukositosis dapat teradi sehubungan dengan adanya in"eksi atau
in"lamasi.
$. 346 (3as 4arah 6rteri) 0 =ntuk mengetahui adanya kecurigaaan cedera inhalasi.
*enurunan tekanan oksigen (*aH2) atau peningkatan tekanan karbon dioksida
(*a-H2) mungkin terlihat pada retensi karbon monoksida.
5. ,lektrolit Serum 0 'alium dapat meningkat pada a)al sehubungan dengan cedera
aringan dan penurunan "ungsi ginal, natrium pada a)al mungkin menurun
karena kehilangan cairan, hipertermi dapat teradi saat konser?asi ginal dan
hipokalemi dapat teradi bila mulai diuresis.
1. Aatrium =rin 0 Lebih besar dari 20 m,I/L mengindikasikan kelebihan cairan ,
kurang dari /0 m,I6L menduga ketidakadekuatan cairan.
;. 6lkali Dos"at 0 *eningkatan 6lkali Dos"at sehubungan dengan perpindahan cairan
interstisial atau gangguan pompa, natrium.
&. 3lukosa Serum 0 *eninggian 3lukosa Serum menunukkan respon stress.
(. 6lbumin Serum 0 =ntuk mengetahui adanya kehilangan protein pada edema
cairan.
E. B=A atau 'reatinin 0 *eninggian menunukkan penurunan per"usi atau "ungsi
ginal, tetapi kreatinin dapat meningkat karena cedera aringan.
/0. Loop aliran ?olume 0 !emberikan pengkaian non2in?asi" terhadap e"ek atau
luasnya cedera.
//. ,'3 0 =ntuk mengetahui adanya tanda iskemia miokardial atau distritmia.
/2. Dotogra"i luka bakar 0 !emberikan catatan untuk penyembuhan luka bakar.
K. PENATALAKSANAAN COMBUSTIO/ LUKA BAKAR
*asien luka bakar (-ombustio) harus die?aluasi secara sistematik. *rioritas utama
adalah mempertahankan alan na"as tetap paten, ?entilasi yang e"ekti" dan mendukung
sirkulasi sistemik. .ntubasi endotrakea dilakukan pada pasien yang menderita luka bakar berat
atau kecurigaan adanya eas inhalasi atau luka bakar di alan na"as atas. .ntubasi dapat tidak
dilakukan bila telah teradi edema luka bakar atau pemberian cairan resusitasi yang terlampau
banyak. *ada pasien luka bakar, intubasi orotrakea dan nasotrakea lebih dipilih daripada
trakeostomi.
*asien dengan luka bakar saa biasanya hipertensi. 6danya hipotensi a)al yang tidak
dapat dielaskan atau adanya tanda2tanda hipo?olemia sistemik pada pasien luka bakar
menimbulkan kecurigaan adanya eas Jtersembunyi. Hleh karena itu, setelah
mempertahankan 6B-, prioritas berikutnya adalah mendiagnosis dan menata laksana eas
lain (trauma tumpul atau taam) yang mengancam nya)a. +i)ayat teradinya luka berman"aat
untuk mencari trauma terkait dan kemungkinan adanya eas inhalasi. .n"ormasi ri)ayat
penyakit dahulu, penggunaan obat, dan alergi uga penting dalam e?aluasi a)al.
*akaian pasien dibuka semua, semua permukaan tubuh dinilai. *emeriksaan radiologik pada
tulang belakang ser?ikal, pel?is, dan torak dapat membantu menge?aluasi adanya
kemungkinan trauma tumpul.
Setelah mengeksklusi eas signi"ikan lainnya, luka bakar die?aluasi. %erlepas dari luasnya
area eas, dua hal yang harus dilakukan sebelum dilakukan trans"er pasien adalah
mempertahankan ?entilasi adekuat, dan ika diindikasikan, melepas dari eskar yang
mengkonstriksi.
Tatala#*aa $e*"*&ta*& l"#a !a#a$
/. %atalaksana resusitasi alan na"as0
a. .ntubasi
%indakan intubasi dikerakan sebelum edema mukosa menimbulkan mani"estasi
obstruksi. %uuan intubasi mempertahankan alan na"as dan sebagai "asilitas
pemelliharaan alan na"as.
b. 'rikotiroidotomi
Bertuuan sama dengan intubasi hanya saa dianggap terlalu agresi" dan menimbulkan
morbiditas lebih besar dibanding intubasi. 'rikotiroidotomi memperkecil dead space,
memperbesar tidal ?olume, lebih mudah mengerakan bilasan bronkoal?eolar dan
pasien dapat berbicara ika dibanding dengan intubasi.
c. *emberian oksigen /008
Bertuuan untuk menyediakan kebutuhan oksigen ika terdapat patologi alan na"as
yang menghalangi suplai oksigen. Cati2hati dalam pemberian oksigen dosis besar
karena dapat menimbulkan stress oksidati", sehingga akan terbentuk radikal bebas
yang bersi"at ?asodilator dan modulator sepsis.
d. *era)atan alan na"as
e. *enghisapan sekret (secara berkala)
". *emberian terapi inhalasi
Bertuuan mengupayakan suasana udara yang lebih baik didalam lumen alan na"as
dan mencairkan sekret kental sehingga mudah dikeluarkan. %erapi inhalasi umumnya
menggunakan cairan dasar natrium klorida 0,E8 ditambah dengan bronkodilator bila
perlu. Selain itu bias ditambahkan Kat2Kat dengan khasiat tertentu seperti atropin sul"at
(menurunkan produksi sekret), natrium bikarbonat (mengatasi asidosis seluler) dan
steroid (masih kontro?ersial)
g. Bilasan bronkoal?eolar
h. *era)atan rehabilitati" untuk respirasi
i. ,skarotomi pada dinding torak yang bertuuan untuk memperbaiki kompliansi paru
2. %atalaksana resusitasi cairan
+esusitasi cairan diberikan dengan tuuan preser?asi per"usi yang adekuat dan
seimbang di seluruh pembuluh darah ?askular regional, sehingga iskemia aringan tidak
teradi pada setiap organ sistemik. Selain itu cairan diberikan agar dapat meminimalisasi dan
eliminasi cairan bebas yang tidak diperlukan, optimalisasi status ?olume dan komposisi
intra?askular untuk menamin sur?i?al/maksimal dari seluruh sel, serta meminimalisasi
respons in"lamasi dan hipermetabolik dengan menggunakan kelebihan dan keuntungan dari
berbagai macam cairan seperti kristaloid, hipertonik, koloid, dan sebagainya pada )aktu yang
tepat. 4engan adanya resusitasi cairan yang tepat, kita dapat mengupayakan stabilisasi pasien
secepat mungkin kembali ke kondisi "isiologik dalam persiapan menghadapi inter?ensi bedah
sea)al mungkin.
+esusitasi cairan dilakukan dengan memberikan cairan pengganti. 6da beberapa cara untuk
menghitung kebutuhan cairan ini0
a. -ara ,?ans
/) Luas luka bakar (8) L BB (kg) menadi mL Aa-l per 25 am
2) Luas luka bakar (8) L BB (kg) menadi mL plasma per 25 am
$) 2.000 cc glukosa 18 per 25 am
Separuh dari umlah /M2M$ diberikan dalam ( am pertama. Sisanya diberikan dalam /; am
berikutnya. *ada hari kedua diberikan setengah umlah cairan hari pertama. *ada hari ketiga
diberikan setengah umlah cairan hari kedua.
b. -ara BaLter
Luas luka bakar (8) L BB (kg) L 5 mL
Separuh dari umlah cairan diberikan dalam ( am pertama. Sisanya diberikan dalam /; am
berikutnya. *ada hari kedua diberikan setengah umlah cairan hari pertama. *ada hari ketiga
diberikan setengah umlah cairan hari kedua.
$. +esusitasi nutrisi
*ada pasien luka bakar, pemberian nutrisi secara enteral sebaiknya dilakukan seak
dini dan pasien tidak perlu dipuasakan. Bila pasien tidak sadar, maka pemberian nutrisi dapat
melalui naso-gastric tube (A3%). Autrisi yang diberikan sebaiknya mengandung /02/18
protein, 102;08 karbohidrat dan 212$08 lemak. *emberian nutrisi seak a)al ini dapat
meningkatkan "ungsi kekebalan tubuh dan mencegah teradinya atro"i ?ili usus.
Pe$awata l"#a !a#a$
=mumnya untuk menghilangkan rasa nyeri dari luka bakar (-ombustio) digunakan mor"in
dalam dosis kecil secara intra?ena (dosis de)asa a)al 0 0,/20,2 mg/kg dan Jmaintenance 12
20 mg/&0 kg setiap 5 am, sedangkan dosis anak2anak 0,0120,2 mg/kg setiap 5 am). %etapi
ada uga yang menyatakan pemberian methadone (12/0 mg dosis de)asa) setiap ( am
merupakan terapi penghilang nyeri kronik yang bagus untuk semua pasien luka bakar
de)asa. @ika pasien masih merasakan nyeri )alau dengan pemberian mor"in atau methadone,
dapat uga diberikan benKodiaKepine sebagai tambahan.
%erapi pembedahan pada luka bakar
/. ,ksisi dini
,ksisi dini adalah tindakan pembuangan aringan nekrosis dan debris (debridement) yang
dilakukan dalam )aktu kurang dari & hari (biasanya hari ke 12&) pasca cedera termis. 4asar
dari tindakan ini adalah0
a. !engupayakan proses penyembuhan berlangsung lebih cepat. 4engan dibuangnya
aringan nekrosis, debris dan eskar, proses in"lamasi tidak akan berlangsung lebih
lama dan segera dilanutkan proses "ibroplasia. *ada daerah sekitar luka bakar
umumnya teradi edema, hal ini akan menghambat aliran darah dari arteri yang
dapat mengakibatkan teradinya iskemi pada aringan tersebut ataupun
menghambat proses penyembuhan dari luka tersebut. 4engan semakin lama )aktu
terlepasnya eskar, semakin lama uga )aktu yang diperlukan untuk penyembuhan.
b. !emutus rantai proses in"lamasi yang dapat berlanut menadi komplikasi 9
komplikasi luka bakar (seperti S.+S). Cal ini didasarkan atas aringan nekrosis
yang melepaskan Nburn toxicO (lipid protein complex) yang menginduksi
dilepasnya mediator2mediator in"lamasi.
c. Semakin lama penundaan tindakan eksisi, semakin banyaknya proses angiogenesis
yang teradi dan ?asodilatasi di sekitar luka. Cal ini mengakibatkan banyaknya
darah keluar saat dilakukan tindakan operasi. Selain itu, penundaan eksisi akan
meningkatkan resiko kolonisasi mikro 9 organisme patogen yang akan
menghambat pemulihan graft dan uga eskar yang melembut membuat tindakan
eksisi semakin sulit.
%indakan ini disertai anestesi baik lokal maupun general dan pemberian cairan
melalui in"us. %indakan ini digunakan untuk mengatasi kasus luka bakar deraat ..
dalam dan deraat .... %indakan ini diikuti tindakan hemostasis dan uga Nskin
graftingO (dianurkan Nsplit thickness skin graftingO). %indakan ini uga tidak akan
mengurangi mortalitas pada pasien luka bakar yang luas. 'riteria penatalaksanaan
eksisi dini ditentukan oleh beberapa "aktor, yaitu0
< 'asus luka bakar dalam yang diperkirakan mengalami penyembuhan lebih dari $
minggu.
< 'ondisi "isik yang memungkinkan untuk menalani operasi besar.
< %idak ada masalah dengan proses pembekuan darah.
< %ersedia donor yang cukup untuk menutupi permukaan terbuka yang timbul.
,ksisi dini diutamakan dilakukan pada daerah luka sekitar batang tubuh posterior.
,ksisi dini terdiri dari eksisi tangensial dan eksisi "asial.
,ksisi tangensial adalah suatu teknik yang mengeksisi aringan yang terluka lapis
demi lapis sampai diumpai permukaan yang mengeluarkan darah (endpoint).
6dapun alat2alat yang digunakan dapat bermacam2macam, yaitu pisau 3oulian
atau Cumbly yang digunakan pada luka bakar dengan luas permukaan luka yang
kecil, sedangkan pisau #atson maupun mesin yang dapat memotong aringan kulit
perlapis (dermatom) digunakan untuk luka bakar yang luas. *ermukaan kulit yang
dilakukan tindakan ini tidak boleh melebihi 218 dari seluruh luas permukaan
tubuh. =ntuk memperkecil perdarahan dapat dilakukan hemostasis, yaitu
dengan tourniquet sebelum dilakukan eksisi atau pemberian larutan epinephrine
/0/00.000 pada daerah yang dieksisi. Setelah dilakukan hal2hal tersebut, baru
dilakukan Nskin graftO. 'euntungan dari teknik ini adalah didapatnya "ungsi
optimal dari kulit dan keuntungan dari segi kosmetik. 'erugian dari teknik adalah
perdarahan dengan umlah yang banyak dan endpointbedah yang sulit ditentukan.
,ksisi "asial adalah teknik yang mengeksisi aringan yang terluka sampai lapisan
"ascia. %eknik ini digunakan pada kasus luka bakar dengan ketebalan penuh (full
thickness) yang sangat luas atau luka bakar yang sangat dalam. 6lat yang
digunakan pada teknik ini adalah pisau scalpel, mesin pemotong NelectrocauteryO.
6dapun keuntungan dan kerugian dari teknik ini adalah0
< 'euntungan 0 lebih mudah dikerakan, cepat, perdarahan tidak
banyak, endpoint yang lebih mudah ditentukan
< 'erugian 0 kerugian bidang kosmetik, peningkatan resiko cedera pada sara"2sara"
super"isial dan tendon sekitar, edema pada bagian distal dari eksisi.
2. Skin grafting
Skin grafting adalah metode penutupan luka sederhana. %uuan dari metode ini adalah0
a. !enghentikan eaporate heat loss
b. !engupayakan agar proses penyembuhan teradi sesuai dengan )aktu
c. !elindungi aringan yang terbuka
Skin grafting harus dilakukan secepatnya setelah dilakukan eksisi pada luka bakar
pasien. 'ulit yang digunakan dapat berupa kulit produk sintesis, kulit manusia yang berasal
dari tubuh manusia lain yang telah diproses maupun berasal dari permukaan tubuh lain dari
pasien (autogra"t). 4aerah tubuh yang biasa digunakan sebagai daerah donor autogra"t adalah
paha, bokong dan perut. %eknik mendapatkan kulit pasien secara autogra"t dapat dilakukan
secarasplit thickness skin graft atau full thickness skin graft. Bedanya dari teknik 9 teknik
tersebut adalah lapisan2lapisan kulit yang diambil sebagai donor. =ntuk memaksimalkan
penggunaan kulit donor tersebut, kulit donor tersebut dapat direnggangkan dan dibuat lubang
9 lubang pada kulit donor (seperti aring2aring dengan perbandingan tertentu, sekitar / 0 /
sampai / 0 ;) dengan mesin. !etode ini disebut mess grafting. 'etebalan dari kulit donor
tergantung dari lokasi luka yang akan dilakukan grafting, usia pasien, keparahan luka dan
telah dilakukannya pengambilan kulit donor sebelumnya. *engambilan kulit donor ini dapat
dilakukan dengan mesin Jdermatome ataupun dengan manual dengan pisau Cumbly atau
3oulian. Sebelum dilakukan pengambilan donor diberikan uga ?asokonstriktor (larutan
epine"rin) dan uga anestesi.
*rosedur operasi skin grafting sering menumpai masalah yang dihasilkan dari eksisi luka
bakar pasien, dimana terdapat perdarahan dan hematom setelah dilakukan eksisi, sehingga
pelekatan kulit donor uga terhambat. Hleh karenanya, pengendalian perdarahan sangat
diperlukan. 6dapun beberapa "aktor yang mempengaruhi keberhasilan penyatuan kulit donor
dengan aringan yang mau dilakukan grafting adalah0
< 'ulit donor setipis mungkin
< *astikan kontak antara kulit donor dengan bed (aringan yang dilakukan gra"ting), hal ini
dapat dilakukan dengan cara 0
o -egah gerakan geser, baik dengan pembalut elastik (balut tekan)
o 4rainase yang baik
3unakan kasa adsorben
L. PENGKA1IAN KEPERA2ATAN COMBUSTIO/ LUKA BAKAR
/. Biodata
%erdiri atas nama, umur, enis kelamin, pendidikan, pekeraan, alamt, tnggal !+S, dan
in"orman apabila dalam melakukan pengkaian klita perlu in"ormasi selain dari klien.
=mur seseorang tidak hanya mempengaruhi hebatnya luka bakar akan tetapi anak
diba)ah umur 2 tahun dan de)asa diatsa (0 tahun memiliki penilaian tinggi terhadap
umlah kematian (Lukman D dan Sorensen '.-). data pekeraan perlu karena enis
pekeraan memiliki resiko tinggi terhadap luka bakar agama dan pendidikan
menentukan inter?ensi ynag tepat dalam pendekatan
2. 'eluhan utama
'eluhan utama yang dirasakan oleh klien luka bakar (-ombustio) adalah nyeri, sesak
na"as. Ayeri dapat disebabakna kerena iritasi terhadap sara". 4alam melakukan
pengkaian nyeri harus diperhatikan paliati", se?ere, time, Iuality (p,I,r,s,t). sesak na"as
yang timbul beberapa am / hari setelah klien mengalami luka bakardan disebabkan
karena pelebaran pembuluh darah sehingga timbul penyumbatan saluran na"as bagian
atas, bila edema paru berakibat sampai pada penurunan ekspansi paru.
$. +i)ayat penyakit sekarang
3ambaran keadaan klien mulai taradinya luka bakar, penyabeb lamanya kontak,
pertolongan pertama yang dilakuakn serta keluhan klien selama menalan
pera)atanketika dilakukan pengkaian. 6pabila dira)at meliputi beberapa "ase 0 "ase
emergency (P5( am pertama teradi perubahan pola bak), "ase akut (5( am pertama
beberapa hari / bulan ), "ase rehabilitati" (menelang klien pulang)
5. +i)ayat penyakit masa lalu
!erupakan ri)ayat penyakit yang mungkin pernah diderita oleh klien sebelum
mengalami luka bakar. +esiko kematian akan meningkat ika klien mempunyai ri)aya
penyakit kardio?askuler, paru, 4!, neurologis, atau penyalagunaan obat dan alkohol
1. +i)ayat penyakit keluarga
!erupakan gambaran keadaan kesehatan keluarga dan penyakit yang berhubungan
dengan kesehatan klien, meliputi 0 umlah anggota keluarga, kebiasaan keluarga
mencari pertolongan, tanggapan keluarga mengenai masalah kesehatan, serta
kemungkinan penyakit turunan
;. *ola 64L
!eliputi kebiasaan klien sehari2hari dirumah dan di +S dan apabila teradi perubahan
pola menimbulkan masalah bagi klien. *ada pemenuhan kebutuhan nutrisi
kemungkinan didapatkan anoreksia, mual, dan muntah. *ada pemeliharaan kebersihan
badan mengalami penurunan karena klien tidak dapat melakukan sendiri. *ola
pemenuhan istirahat tidur uga mengalami gangguan. Cal ini disebabkan karena adanya
rasa nyeri .
&. +i)ayat psiko sosial
*ada klien dengan luka bakar sering muncul masalah konsep diri body image yang
disebabkan karena "ungsi kulit sebagai kosmetik mengalami gangguan perubahan.
Selain itu uga luka bakar uga membutuhkan pera)atan yang laam sehingga
mengganggu klien dalam melakukan akti"itas. Cal ini menumbuhkan stress, rasa cemas,
dan takut.
(. 6kti"itas/istirahat0
%anda0 *enurunan kekuatan, tahananQ keterbatasan rentang gerak pada area yang sakitQ
gangguan massa otot, perubahan tonus.
E. Sirkulasi0
%anda (dengan cedera luka bakar lebih dari 208 6*%%)0 hipotensi (syok)Q penurunan
nadi peri"er distal pada ekstremitas yang cederaQ ?asokontriksi peri"er umum dengan
kehilangan nadi, kulit putih dan dingin (syok listrik)Q takikardia (syok/ansietas/nyeri)Q
disritmia (syok listrik)Q pembentukan oedema aringan (semua luka bakar).
/0. .ntegritas ego0
3eala0 masalah tentang keluarga, pekeraan, keuangan, kecacatan.
%anda0 ansietas, menangis, ketergantungan, menyangkal, menarik diri, marah.
//. ,liminasi0
%anda0 haluaran urine menurun/tak ada selama "ase daruratQ )arna mungkin hitam
kemerahan bila teradi mioglobin, mengindikasikan kerusakan otot dalamQ diuresis
(setelah kebocoran kapiler dan mobilisasi cairan ke dalam sirkulasi)Q penurunan bising
usus/tak adaQ khususnya pada luka bakar kutaneus lebih besar dari 208 sebagai stres
penurunan motilitas/peristaltik gastrik.
/2. !akanan/cairan0
%anda0 oedema aringan umumQ anoreksiaQ mual/muntah.
/$. Aeurosensori0
3eala0 area batasQ kesemutan.
%anda0 perubahan orientasiQ a"ek, perilakuQ penurunan re"leks tendon dalam (+%4) pada
cedera ekstremitasQ akti"itas keang (syok listrik)Q laserasi kornealQ kerusakan retinalQ
penurunan ketaaman penglihatan (syok listrik)Q ruptur membran timpanik (syok
listrik)Q paralisis (cedera listrik pada aliran sara").
/5. Ayeri/kenyamanan0
3eala0 Berbagai nyeriQ contoh luka bakar deraat pertama secara eksteren sensiti" untuk
disentuhQ ditekanQ gerakan udara dan perubahan suhuQ luka bakar ketebalan sedang
deraat kedua sangat nyeriQ smentara respon pada luka bakar ketebalan deraat kedua
tergantung pada keutuhan uung sara"Q luka bakar deraat tiga tidak nyeri.
/1. *erna"asan0
3eala0 terkurung dalam ruang tertutupQ terpaan lama (kemungkinan cedera inhalasi).
%anda0 serakQ batuk mengiiQ partikel karbon dalam sputumQ ketidakmampuan menelan
sekresi oral dan sianosisQ indikasi cedera inhalasi.
*engembangan torak mungkin terbatas pada adanya luka bakar lingkar dadaQ alan
na"as atau stridor/mengii (obstruksi sehubungan dengan laringospasme, oedema
laringeal)Q bunyi na"as0 gemericik (oedema paru)Q stridor (oedema laringeal)Q sekret
alan na"as dalam (ronkhi).
/;. 'eamanan0
%anda0
'ulit umum0 destruksi aringan dalam mungkin tidak terbukti selama $21 hari
sehubungan dengan proses trobus mikro?askuler pada beberapa luka. 6rea kulit tak
terbakar mungkin dingin/lembab, pucat, dengan pengisian kapiler lambat pada adanya
penurunan curah antung sehubungan dengan kehilangan cairan/status syok.
-edera api0 terdapat area cedera campuran dalam sehubunagn dengan ?ariase intensitas
panas yang dihasilkan bekuan terbakar. Bulu hidung gosongQ mukosa hidung dan mulut
keringQ merahQ lepuh pada "aring posteriorQoedema lingkar mulut dan atau lingkar nasal.
-edera kimia0 tampak luka ber?ariasi sesuai agen penyebab. 'ulit mungkin coklat
kekuningan dengan tekstur seprti kulit samak halusQ lepuhQ ulkusQ nekrosisQ atau
arinagn parut tebal. -edera secara mum ebih dalam dari tampaknya secara perkutan
dan kerusakan aringan dapat berlanut sampai &2 am setelah cedera.
-edera listrik0 cedera kutaneus eksternal biasanya lebih sedikit di ba)ah nekrosis.
*enampilan luka ber?ariasi dapat meliputi luka aliran masuk/keluar (eksplosi"), luka
bakar dari gerakan aliran pada proksimal tubuh tertutup dan luka bakar termal
sehubungan dengan pakaian terbakar. 6danya "raktur/dislokasi (atuh, kecelakaan
sepeda motor, kontraksi otot tetanik sehubungan dengan syok listrik).
/&. *emeriksaan "isik
a. keadaan umum
=mumnya penderita datang dengan keadaan kotor mengeluh panas sakit dan gelisah
sampai menimbulkan penurunan tingkat kesadaran bila luka bakar mencapai deraat
cukup berat
b. %%B
%ekanan darah menurun nadi cepat, suhu dingin, perna"asan lemah sehingga tanda tidak
adekuatnya pengembalian darah pada 5( am pertama
c. *emeriksaan kepala dan leher
< 'epala dan rambut
-atat bentuk kepala, penyebaran rambut, perubahan )arna rambut setalah terkena luka
bakar, adanya lesi akibat luka bakar, grade dan luas luka bakar
< !ata
-atat kesimetrisan dan kelengkapan, edema, kelopak mata, lesi adanya benda asing
yang menyebabkan gangguan penglihatan serta bulu mata yang rontok kena air panas,
bahan kimia akibat luka bakar
< Cidung
-atat adanya perdarahan, mukosa kering, sekret, sumbatan dan bulu hidung yang
rontok.
< !ulut
Sianosis karena kurangnya supplay darah ke otak, bibir kering karena intake cairan
kurang
< %elinga
-atat bentuk, gangguan pendengaran karena benda asing, perdarahan dan serumen
< Leher
-atat posisi trakea, denyut nadi karotis mengalami peningkatan sebagai kompensasi
untuk mengataasi kekurangan cairan
d. *emeriksaan thorak / dada
.nspeksi bentuk thorak, irama parna"asan, ireguler, ekspansi dada tidak maksimal, ?okal
"remitus kurang bergetar karena cairan yang masuk ke paru, auskultasi suara ucapan
egoponi, suara na"as tambahan ronchi
e. 6bdomen
.nspeksi bentuk perut membuncit karena kembung, palpasi adanya nyeri pada area
epigastrium yang mengidenti"ikasi adanya gastritis.
". =rogenital
'ai kebersihan karena ika ada darah kotor / terdapat lesi merupakantempat
pertumbuhan kuman yang paling nyaman, sehingga potensi sebagai sumber in"eksi dan
indikasi untuk pemasangan kateter.
g. !uskuloskletal
-atat adanya atropi, amati kesimetrisan otot, bila terdapat luka baru pada
muskuloskleletal, kekuatan oto menurun karen nyeri
h. *emeriksaan neurologi
%ingkat kesadaran secara kuanti"ikasi dinilai dengan 3-S. Ailai bisa menurun bila
supplay darah ke otak kurang (syok hipo?olemik) dan nyeri yang hebat (syok
neurogenik)
i. *emeriksaan kulit
!erupakan pemeriksaan pada darah yang mengalami luka bakar (luas dan kedalaman
luka). *rinsip pengukuran prosentase luas uka bakar menurut kaidah E (rule o" nine
lund and Bro)der) sebagai berikut 0
BAG TUBUH 3 TH 4 TH DE2ASA
'epala leher /(8 /58 E8
,kstrimitas atas (kanan dan
kiri)
/(8 /(8 /( 8
Badan depan /(8 /(8 /(8
Badan belakang /(8 /(8 /(8
,ktrimitas ba)ah (kanan
dan kiri)
2&8 $/8 $08
3enetalia /8 /8 /8
*engkaian kedalaman luka bakar dibagi menadi $ deraat (grade). 3rade tersebut
ditentukan berdasarkan pada keadaan luka, rasa nyeri yang dirasanya dan lamanya
kesembuhan luka
.
M. DIAGNOSA KEPERA2ATAN COMBUSTIO/ LUKA BAKAR
/. Ayeri akut berhubungan dengan kerusakan kulit atau aringan .
'riteria hasil 0
/) !enyatakan nyeri berkurang atau terkontrol
2) !enunukkan ekspresi )aah atau postur tubuh rileks
$) Berpartisipasi dalam akti?itas dari tidur atau istirahat dengan tepat
.nter?ensi 0
/) %utup luka sesegera mungkin, kecuali pera)atan luka bakar metode
pemeanan pada udara terbuka
+asional 0
Suhu berubah dan tekanan udara dapat menyebabkan nyeri hebat pada pemaanan
uung sara".
2) =bah pasien yang sering dan rentang gerak akti" dan pasi" sesuai indikasi
+asional 0
3erakan dan latihan menurunkan kekuatan sendi dan kekuatan otot tetapi tipe
latihan tergantung indikasi dan luas cedera.
$) *ertahankan suhu lingkungan nyaman, berikan lampu penghangat dan
penutup tubuh
+asional 0
*engaturan suhu dapat hilang karena luka bakar mayor, sumber panas eksternal
perlu untuk mencegah menggigil.
5) 'ai keluhan nyeri pertahankan lokasi, karakteristik dan intensitas (skala 02
/0)
+asional 0
Ayeri hampir selalu ada pada deraat beratnya, keterlibatan aringan atau
kerusakan tetapi biasanya paling berat selama penggantian balutan dan
debridement.
1) 4orong ekspresi perasaan tentang nyeri
+asional 0
*ernyataan memungkinkan pengungkapan emosi dan dapat meningkatkan
mekanisme koping.
;) 4orong penggunaan tehnik manaemen stress, contoh relaksasi, na"as
dalam, bimbingan imainati" dan ?isualisasi.
+asional 0
!em"okuskan kembali perhatian, memperhatikan relaksasi dan meningkatkan
rasa control yang dapat menurunkan ketergantungan "armakologi.
&) 'olaborasi pemberian analgetik
+asional 0
4apat menghilangkan nyeri
2. 'erusakan integritas kulit berhubungan dengan trauma
'erusakan permukaan kulit karena destruksi lapisan kulit
'riteria Casil 0
/) !enunukkan regenerasi aringan
2) !encapai penyembuhan tepat )aktu pada area luka bakar
.nter?ensi 0
/) 'ai atau catat ukuran )arna kedalaman luka, perhatikan aringan metabolik
dan kondisi sekitar luka
+asional 0
!emberikan in"ormasi dasar tentang kebutuhan penanaman kulit dan kemungkinan
petunuk tentang sirkulasi pada area gra"ik.
2) Berikan pera)atan luka bakar yang tepat dan tindakan control in"eksi
+asional 0
!enyiapkan aringan tubuh untuk penanaman dan menurunkan resiko in"eksi.
$. +esiko tinggi kekurangan ?olume cairan berhubungan dengan kehilangan cairan
melalui rute abnormal luka.
'riteria Casil 0
!enunukkan perbaikan keseimbangan cairan dibuktikan oleh haluaran urine
indi?idu, tanda2tanda ?ital stabil, membran mukosa lembab.
.nter?ensi 0
/) 6)asi tanda2tanda ?ital, perhatikan pengisian kapiler dan kekuatan nadi
peri"er.
+asional 0
!emberikan pedoman untuk penggantian cairan dan mengkai
respon kardioaskuler .
/) 6)asi haluaran urine dan berat enis, obser?asi )arna dan hemates sesuai
indikasi
+asional 0
Secara umum penggantian cairan harus di"iltrasi untuk meyakinkan rata2rata
haluaran urine $0210 ml / am (pada orang de)asa). =rine bisa tampak merah
sampai hitam pada kerusakan otot massi" sehubungan dengan adanya darah
dan keluarnya mioglobin.
2) *erkirakan deranase luka dan kehilangan yang tak tampak
+asional 0
*eningkatan permeabilitas kapiler, perpindahan protein, proses in"lamasi dan
kehilangan melalui e?aporasi besar mempengaruhi ?olume sirkulasi dan
haluaran urine, khususnya selama 252&2 am pertama setelah terbakar.
$) %imbang berat badan tiap hari
+asional 0
*ergantian cairan tergantung pada berat badan pertama dan perubahan selanutnya.
*eningkatan berat badan /12208 pada &2 am pertama selama pergantian
cairan dapat diantisipasi untuk mengembalikan keberat sebelum terbakar
kira2kira /0 hari setelah terbakar.
5) Selidiki perubahan mental
+asional 0
*enyimpangan pada tingkat kesadaran dapat mengindikasikan ketidakadekuatan
?olume sirkulasi atau penurunan per"usi serebral.
1) Hbser?asi distensi abdomen, hematemesess, "eses hitam, hemates drainase
A3 dan "eses secara periodik.
+asional 0
Stress (curling) ulkus teradi pada setengah dan semua pasien pada luka bakar berat
(dapat teradi pada a)al minggu pertama).
;) 'olaborasi kateter urine
+asional 0
!emungkinkan obser?asi ketat "ungsi ginal dan menengah stasis atau re"lek urine,
potensi urine dengan produk sel aringan yang rusak dapat menimbulkan
dis"ungsi dan in"eksi ginal.
5. +esiko tinggi terhadap in"eksi berhubungan dengan pertahanan primer tidak
adekuat Q kerusakan perlindungan kulit
'riteria Casil 0
%idak ada tanda2tanda in"eksi 0
.nter?ensi 0
/) .mplementasikan tehnik isolasi yang tepat sesuai indikasi
+asional 0
%ergantung tipe atau luasnya luka untuk menurunkan resiko kontaminasi silang
atau terpaan pada "lora bakteri multiple.
2) %ekankan pentingnya tehnik cuci tangan yang baik untuk semua indi?idu
yang datang kontak ke pasien
+asional 0 !encegah kontaminasi silang
$) -ukur rambut disekitar area yang terbakar meliputi / inci dari batas yang
terbakar
+asional 0 +ambut media baik untuk pertumbuhan bakteri
5) *eriksa area yang tidak terbakar (lipatan paha, lipatan leher,
membran mukosa )
+asional 0
.n"eksi oportunistik (misal 0 @amur) seringkali teradi sehubungan dengan depresi
sistem imun atau proli"erasi "lora normal tubuh selama terapi antibiotik
sistematik.
1) Bersihkan aringan nekrotik yang lepas (termasuk pecahnya lepuh) dengan
gunting dan "orcep.
+asional 0 !eningkatkan penyembuhan
;) 'olaborasi pemberian antibiotik
+asional 0 !encegah teradinya in"eksi
1. 'erusakan mobilitas "isik berhubungan dengan penurunan kekuatan dan ketahanan
'riteria Casil 0
!enyatakan dan menunukkan keinginan berpartisipasi dalam akti?itas,
mempertahankan posisi, "ungsi dibuktikan oleh tidak adanya kontraktor,
mempertahankan atau meningkatkan kekuatan dan "ungsi yang sakit dan atau
menunukkan tehnik atau perilaku yang memampukan akti?itas.
.nter?ensi 0
/) *ertahankan posisi tubuh tepat dengan dukungan atau khususnya untuk luka
bakar diatas sendi.
+asional 0
!eningkatkan posisi "ungsional pada ekstermitas dan mencegah kontraktor yang
lebih mungkin diatas sendi.
2) Lakukan latihan rentang gerak secara konsisten, dia)ali pasi" kemudian akti"
+asional 0
!encegah secara progresi", mengencangkan aringan parut dan kontraktor,
meningkatkan pemeliharaan "ungsi otot atau sendi dan menurunkan
kehilangan kalsium dan tulang.
$) .nstruksikan dan Bantu dalam mobilitas, contoh tingkat )alker secara tepat.
+asional 0 !eningkatkan keamanan ambulasi
;. *erubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan status
hipermetabolik
'riteria Casil 0
!enunukkan pemasukan nutrisi adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolik
dibuktikan oleh berat badan stabil atau massa otot terukur, keseimbangan
nitrogen positi" dan regenerasi aringan.
.nter?ensi 0
/) 6uskultasi bising usus, perhatikan hipoakti" atau tidak ada bunyi
+asional 0
.leus sering berhubungan dengan periode pasca luka bakar tetapi biasanya dalam
$;25( am dimana makanan oral dapat dimulai.
2) *ertahankan umlah kalori berat, timbang BB / hari, kai ulang persen area
permukaan tubuh terbuka atau luka tiap minggu.
+asional 0
*edoman tepat untuk pemasukan kalori tepat, sesuai penyembuhan luka, persentase
area luka bakar die?aluasi untuk menghitung bentuk diet yang diberikan dan
penilaian yang tepat dibuat.
$) 6)asi massa otot atau lemak subkutan sesuai indikasi
+asional 0
!ungkin berguna dalam memperkirakan perbaikan tubuh atau kehilangan dan
kee"ekti"an terapi.
5) Berikan makan dan makanan sedikit dan sering
+asional 0
!embantu mencegah distensi gaster atau ketidaknyamanan dan meningkatkan
pemasukan.
&. +esiko tinggi terhadap perubahan per"usi aringan berhubungan dengan interupsi
aliran darah.
.nter?ensi 0
/) %inggikan ekstermitas yang sakit dengan tepat
+asional 0
!eningkatkan sirkulasi sistematik atau aliran baik ?ena dan dapat menurunkan
odema atau pengaruh gangguan lain yang mempengaruhi konstriksi aringan
oedema.
2) *ertahankan penggantian cairan
+asional 0 !emaksimalkan ?olume sirkulasi dan per"usi aringan
(. 6nsietas berhubungan dengan krisis situasi 0 kecacatan .
'riteria Casil 0
/) !enyatakan kesadaran, perasaan dan menerimanya dengan cara sehat
2) !engatakan ansietas atau ketakutan menurun sampai tingkat yang dapat
ditangani.
$) !enunukkan ketrampilan pemecahan masalah, penggunaan sumber yang
e"ekti".
.nter?ensi 0
/) Berikan penelasan dengan sering dan in"ormasi tentang prosedur pera)atan
+asional 0
*engetahuan apa yang diharapkan menurunkan ketakutan dan ansietas,
memperelas kesahalan konsep dan meningkatkan kerasama.
2) Libatkan pasien atau orang terdekat dalam proses pengambilan keputusan
kapanpun mungkin
+asional 0
!eningkatkan rasa kontrol dan kerasama menurunkan perasaan tak berdaya atau
putus asa
$) 4orong pasien untuk bicara tentang luka bakar bila siap
+asional 0
*asien perlu membicarakan apa yang teradi terus2menerus untuk membuat
beberapa rasa terhadap situasi apa yang menakutkan.
5) @elaskan pada pasien apa yang teradi. Berikan kesempatan untuk bertanya
dan berikan a)aban terbuka atau uur.
+asional 0
*ertanyaan kompensasi menunukkan realitas situasi yang dapat membantu pasien
atau orang terdekat menerima realita dan mulai menerima apa yang teradi.
E. 3angguan citra tubuh berhubungan krisis situasi kecacatan.
'riteria Casil 0
/) !enyatakan penerimaan situasi diri
2) Bicara dengan keluarga atau orang terdekat tentang situasi perubahan yang
teradi.
$) !embuat tuuan realitas atau rencana untuk masa depan
5) !emasukkan perubahan dalam konsep diri tanpa harga diri negati"
.nter?ensi 0
/) 'ai makna kehilangan atau perubahan pada pasien atau orang terdekat
+asional 0
,pisode traumatik mengakibatkan perubahan tiba2tiba, tak diantisipasi membuat
perasaan kehilangan aktual yang dirasakan.
2) Bersikap realistik dan positi" selama pengobatan pada penyuluhan kesehatan
dan menyusun tuuan dalam keterbatasan.
+asional 0
!eningkatkan kepercayaan dan mengadakan hubungan baik antara pasien dan
pera)at.
$) Berikan harapan dalam parameter situasi indi?idu, angan memberikan
keyakinan yang salah.
+asional 0
!eningkatkan pandangan positi" dan memberikan kesempatan untuk menyusun
tuuan dan rencana untuk masa depan berdasarkan realitas.
DAFTAR PUSTAKA
4oengoes, !.,., 2000, Rencana Asuhan !epera"atan, ,3-, @akarta.
@ohnson, !., et all# 2000. $ursing %utcomes &lassification '$%&( Second )dition. Ae)
@ersey0 =pper Saddle +i?er
!c -loskey, -.@., et all. /EE;. $ursing *nterentions &lassification '$*&( Second )dition.
Ae) @ersey0 =pper Saddle +i?er
Santosa, Budi. 200&. +anduan Diagnosa !epera"atan $A$DA ,--.-,--/. @akarta0 *rima
!edika
Brunner & Suddart. 2002. 0uku Ajar !epera"atan 1edikal 0edah. Bol $. @akarta0 ,3-
6hmadsyah ., *rasetyono %HC. 2001. 2uka. 4alam0 Samsuhidaat +, de @ong #, editor.
Buku aar ilmu bedah. ,disi 2. @akarta0 *enerbit Buku 'edokteran ,3-
-ro)in,,.@.200$. 0uku Saku +atofisiologi. @akarta0 ,3-.
!oenadat R. 200$. 2uka bakar# )disi ,. @akarta0 Balai *enerbit D'=.Q 200$.
Samsudiningrat, + & @ong. 2005. 0uku Ajar *lmu 0edah. ,disi ... @akarta0 ,3-
Ceimbach 4!, Colmes @C. Burns. .n0 Brunicardi D-, 6ndersen 4', Billiar %+, 4unn 4L,
Cunter @3, *ollock +,, editors. 200&. Sch"art3s principal surgery. (th ed. =S60
%he !c3ra)2Cill -ompanies
!asoener,dkk. 2002. 'apita Selekta 'edokteran. D'=.. @akarta 0 !edia 6euscullapius
Cuddak & 3allo. 200;. !epera"atan !ritis +endekatan 4olistik. @akarta0 ,3-.