Anda di halaman 1dari 6

:

Manajemen Persediaan Dalam


Perusahaan Agribisnis
Dina Novia P. SP. MSi.
Lab of Agribusiness Analysis and Management,
Faculty of Agriculture, Universitas Brawijaya
Email : dl@ub.ac.id











PENDAHULUAN

Modul ini disusun sebagai materi pembelajaran untuk memberikan
pemahaman kepada mahasiswa mengenai pengertian tentang sistem
persediaan, pentingnya manajemen persediaan, biaya-biaya
persediaan dan model-model persediaan dalam permintaan
independen.



Manajemen Persediaan Dalam Perusahaan
Agribisnis
DEFINISI SISTEM PERSEDIAAN
Sistem persediaan adalah serangkaian kebijakan dan
pengendalian yang memonitor tingkat persediaan dan menentukan
tingkat persediaan yang harus dijaga, kapan persediaan harus diisi dan
berapa besar pesanan yang harus dilakukan. Sistem ini bertujuan untuk
menetapkan dan menjamin tersedianya sumber daya yang tepat dalam
kuantitas dan waktu yang tepat. Sistem model persediaan bertujuan
untuk meminimumkan biaya total melalui penentuan apa, berapa dan
kapan pesanan dilakukan secara optimal. (Handoko, 1999)










1. Pendahuluan
2. Definisi Sistem Persediaan
3. Pentingnya Manajemen
Persediaan


4. Biaya-Biaya Persediaan
5. Analisis ABC
6. Model Persediaan Untuk
Permintaan Independen
M
A
N
A
J
E
M
E
N

P
R
O
D
U
K
S
I

D
A
N

O
P
E
R
A
S
I

MODUL
12

Page 2 of 6

BraBrawijaya
University
2011 MANANAJEMEN PERSEDIAAN
PENTINGNYA MANAJEMEN PERSEDIAAN
Persediaan sebagai kekayaan perusahaan, memiliki peranan penting dalam
operasi bisnis. Dalam perusahaan manufaktur, persediaan terdiri dari : persediaan
bahan baku, bahan pembantu, barang dalam proses (WIP), barang jadi dan suku
cadang. Persediaan barang biasanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan barang
apabila :
1) Permintaan konsumen begitu banyak sehingga produksi melonjak tinggi, atau
2) Suplai bahan baku berkurang sehingga perusahaan sulit mencari bahan baku. Dengan
kata lain persediaan barang digunakan untuk menghadapi ketidakpastian. Jumlah
persediaan hendaknya sesuai dengan kebutuhan. (Subagyo, 2000)

Sedangkan menurut Yamit (2003), ada 3 alasan perlunya persediaan bagi suatu
perusahaan yaitu :
1) Adanya unsur ketidakpastian permintaan,
2) Adanya unsur ketidakpastian dari pasokan supplier,
3) Adanya unsur ketidakpastian tenggang waktu pemesanan.

Tujuan manajemen persediaan yaitu :
1) Untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan,
2) Untuk memperlancar proses produksi,
3) Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kekurangan persediaan (stockout) dan
4) Untuk menghadapi fluktuasi harga.

Sedangkan fungsi-fungsi persediaan menurut Heizer dan Render (2010) adalah :
a. Decouple atau memisahkan beberapa tahapandari proses produksi. Contoh : Jika
persediaan sebuah perusahaan berfluktuasi, persediaan tambahan mungkin diperlukan
untuk melakukan decouple proses produksi dari pemasok.
b. Melakukan decouple perusahaan dari fluktuasi permintaan dan menyediakan
persediaan barang-barang yang akan memberikan pilihan bagi pelanggan. Persediaan
seperti ini digunakan secara umum pada bisnis eceran.
c. Mengambil keuntungan dari diskon kuantitas karena pembelian dalam jumlah besar
dapat mengurangi biaya pengiriman barang.
d. Melindungi terhadap inflasi dan kenaikan harga.

Jenis-jenis persediaan menurut Heizer dan Render (2010) adalah :
a. Persediaan bahan mentah (raw material inventory), yaitu : bahan-bahan yang biasanya
dibeli, tetapi belum memasuki proses manufaktur.
b. Persediaan barang setengah jadi, yaitu : produk-produk atau komponen-komponen yang
tidak lagi merupakan bahan mentah tetapi belum menjadi barang jadi.
c. Persediaan pasokan pemeliharaan / perbaikan / operasi ( Maintenance, Repair,
Operating - MRO ) , yaitu : bahan-bahan pemeliharaan, perbaikan dan operasi.
d. Persediaan barang jadi, yaitu : barang yang sudah siap dijual tetapi masih merupakan
aset dalam pembukuan perusahaan.

BIAYA-BIAYA PERSEDIAAN
Menurut Handoko (1999), biaya-biaya persediaan adalah :
1. Biaya Penyimpanan (Carrying Costs/Holding Costs) :
Terdiri atas biaya-biaya yang bervariasi secara langsung dengan kuantitas persediaan.
Biaya penyimpanan per periode akan semakin besar apabila kuantitas bahan yang dipesan
semakin banyak atau rata-rata persediaan semakin tinggi. Biaya-biaya yang termasuk
sebagai biaya penyimpanan :
a. Biaya fasilitas-fasilitas penyimpanan (termasuk penerangan, pemanas atau pendingin)
b. Biaya modal (opportunity cost of capital, yaitu : alternatif pendapatan atas dana yang
diinvestasikan dalam persediaan)

Page 3 of 6

BraBrawijaya
University
2011 MANANAJEMEN PERSEDIAAN
c. Biaya keuangan
d. Biaya penghitungan fisik dan konsoliasi laporan
e. Biaya asuransi persediaan
f. Biaya pajak persediaan
g. Biaya pencurian, pengerusakan atau perampokan
h. Biaya penanganan persediaan dan sebagainya.
Biaya-biaya ini adalah variabel bila bervariasi dengan tingkat persediaan. Biaya
penyimpanan persediaan biasanya berkisar 12-40 % dari biaya atau harga barang. Untuk
perusahaan manufaktur biasanya penyimpanan rata-rata secara konsisten sekitar 25%.

2. Biaya Pemesanan (Ordering Costs/Procurement Costs):
Setiap kali suatu bahan dipesan, perusahaan menanggung biaya pemesanan (Ordering
Costs/Procurement Costs). Biaya-biaya pemesanan secara terperinci meliputi :
a. Pemrosesan pesanan dan biaya ekspedisi
b. Upah
c. Biaya telephone
d. Pengeluaran surat-menyurat
e. Biaya pengepakan dan penombangan
f. Biaya pemeriksaan (inspeksi) penerimaan
g. Biaya pengiriman ke gudang
h. Biaya hutang lancar dan sebagainya.

3. Biaya Penyiapan (Manufacturing)
Bila bahan-bahan tidak dibeli tapi diproduksi sendiri, perusahaan menghadapi biaya
penyiapan (setup cost) untuk memproduksi komponen tertentu. Biaya-biaya ini terdiri :
a. Biaya mesin-mesin menganggur
b. Biaya persiapan tenaga kerja langsung
c. Biaya schedulling
d. Biaya ekspedisi dan sebagainya

4. Biaya Kehabisan/Kekurangan Bahan (Shortage Costs, Stock-out Costs):
Biaya kekurangan bahan adalah yang paling sulit diperkirakan. Biaya ini timbul bila
persediaan tidak mencukupi adanya permintaan bahan. Biaya-biaya yang termasuk biaya
kekurangan bahan adalah :
a. Kehilangan penjualan
b. Kehilangan langganan
c. Biaya ekspedisi
d. Selisih harga
e. Terganggunya operasi
f. Tambahan pengeluaran kegiatan manajerial dan sebagainya


ANALISIS ABC
Analisis ABC membagi persediaan yang ada ke dalam tiga kelompok berdasarkan volume
tahunan dalam jumlah uang. Analisis ABC merupakan penerapan persediaan dari Prinsip
Pareto. Prinsip Pareto menyatakan bahwa ada "beberapa yang penting dan banyak yang
sepele". Pemikiran yang mendasari prinsip ini adalah bagaimana memfokuskan sumber
daya pada bagian persediaan penting yang sedikit itu dan bukan pada bagian persediaan
yang banyak namun sepele.
Untuk menentukan nilai uang tahunan dari volume dalam analisis ABC,
dilakukan pengukuran permintaan tahunan dari setiap butir persediaan
dikalikan dengan biaya per unit. Butir persediaan kelas A adalah persediaan-
persediaan yang jumlah nilai uang per tahunnya tinggi. Butir-butir persediaan
semacam ini mungkin hanya mewakili sekitar 15% dari butir-butir persediaan
total, tetapi mewakili 70% sampai 80% dari total biaya persediaan.

Page 4 of 6

BraBrawijaya
University
2011 MANANAJEMEN PERSEDIAAN
Butir persediaan kelas B adalah butir-butir persediaan yang volume
tahunannya (dalam nilai uang) sedang. Butir-butir persediaan ini mungkin
hanya mewakili 30% dari keseluruhan persediaan dan 15% sampai 25% dari
nilainya.
Butir-butir persediaan yang volume tahunannya kecil, dinamakan kelas C,
yang mewakili hanya 5% dari keseluruhan volume tahunan tetapi sekitar 55%
dari keseluruhan persediaan. Heizer dan Render (2010)

MODEL - MODEL PERSEDIAAN UNTUK PERMINTAAN
INDEPENDEN
Menurut Heizer dan Render (2010), model permintaan independen terdiri dari :
1. Model Kuantitas Pesanan Ekonomis (Economic Order Quantity-EOQ) Yang
Mendasar
2. Model Kuantitas Pesanan Produksi (Production Order Quantity)
3. Model Diskon Kuantitas


1. Model Economic Order Quantity (EOQ)
Metode manajemen persediaan yang paling terkenal adalah Model Economic Order
Quantity (EOQ). Model EOQ digunakan untuk menetukan kuantitas pesanan
persediaan yang meminimumkan biaya langsung penyimpanan persediaan dan biaya
pemesanan persediaan.
Asumsi-asumsi yang digunakan :
Jumlah permintaan diketahui, konstan dan independen
Waktu tunggu yakni antara pemesanan dan penerimaan pesanan diketahui
dan konstan
Penerimaan persediaan bersifat instan dan selesai seluruhnya. Dengan kata
lain persediaan dari sebuah pesanan datang dalam satu kelompok pada suatu
waktu.
Tidak tersedia diskon kuantitas
Biaya variabel hanya biaya untuk menyiapkan atau melakukan pemesanan
dan biaya menyimpan menyimpan persediaan dalam waktu tertentu.
Kehabisan persediaan dapat sepenuhnya dihindari jika pemesanan dilakukan
pada waktu yang tepat.
Q
Q/2
0 Waktu
Tingkat persediaan
*)
Rata-rata persediaan
Tingkat persediaan
(Unit)
Grafik Persediaan dalam Model EOQ
*)
Asumsi: Permintaan konstan pada setiap periode

Gambar 1. Gambar Persediaan dalam Model EOQ


Page 5 of 6

BraBrawijaya
University
2011 MANANAJEMEN PERSEDIAAN

Rumus yang digunakan :
Q* =


Dimana :
Q* = Jumlah optimum unit per pesanan (EOQ)
S = Biaya pemesanan untuk setiap pesanan
D = Permintaan tahunan dalam unit untuk barang persediaan
H = Biaya penyimpanan per unit per tahun


2. Model Kuantitas Pesanan Produksi
Model ini dapat digunakan untuk 2 situasi : (1) Ketika persediaan mengalir atau
menumpuk secara berkelanjutan selama suatu waktu setelah sebuah pesanan
ditempatkan. (2) Ketika unit-unit yang dihasilkan dan dijual secara bersamaan. Dalam
kondisi ini kita perhitungkan laju produksi harian dan laju permintaan harian.

Karena cocok untuk lingkungan produksi, model ini biasanya disebut Model Kuantitas
Pesanan Produksi (Production Order Quantity Model). Model ini berguan ketika
persediaan menumpuk secara berkelanjutan selama waktu tertentu dan saat asumsi
kuantitas pesanan ekonomi tradisonal berlaku.

Rumus yang digunakan :

Qp =

(

)


Dimana :
Q = Jumlah unit per pesanan
H = Biaya penyimpanan per unit per tahun
p = Laju produksi harian
d = Laju permintaan harian atau laju penggunaan
t = Lamanya produksi berjalan dalam hari

3. Model Diskon Kuantitas
Untuk meningkatkan penjualan, banyak perusahaan menawarkan diskon kuantitas
(quantity discount) kepada pelanggannya. Sebuah diskon kuantitas hanyalah
pengurangan harga (P) untuk sebuah barang yang dibeli jika dibeli dalam kuantitas yang
besar.
Semakin besar diskon kuantitas maka semakin rendah biaya produknya. Akan tetapi,
biaya penyimpanannya meningkat karena pesanannya besar.

Biaya Total = Biaya pemesanan/penyetelan + Biaya penyimpanan + Biaya produk
Atau :
TC =


S +


H + PD
Dimana :
Q = Kuantitas yang dipesan
D = Permintaan tahunan dalam unit
S = Biaya pemesanan/penyetelan per pesanan atau per penyetelan
P = Biaya per unit
H = Biaya penyimpanan per unit per tahun


Page 6 of 6

BraBrawijaya
University
2011 MANANAJEMEN PERSEDIAAN
Atau :
Q * =


Dimana :

IP = Biaya penyimpanan, bukan H karena harga barangnya adalah sebuah konstanta
ketika harga perunitnya berubah untuk setiap diskon kuantitas. Jadi biaya penyimpanan
umumnya dinyatakan sebagai persen (I) dari harga satuan (P) bukan sebagai biaya
konstan per unit per tahun (H)
















TUGAS PEMBELAJARAN
Pertanyaan :
1. Jelaskan pengertian persediaan !
2. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi persediaan !
3. Jelaskan model-model pendekatan dalam pengendalian persedian
disertai contoh kasus!
4. Bagaimana hubungan antara kuantitas pesanan ekonomis terhadap
permintaan penyimpanan dan terhadap biaya penyetelan atau
pemesanan!
5. Buatlah contoh sistem persediaan dari industri (unit bisnis) acuan
kelompok anda !