Anda di halaman 1dari 3

Senin, 10 Maret 2014

Management Control System Case Study 4 Vershire


Company
11.59 Pradipha wisnu Wibisono


Analisis Kasus
Vershire Company merupakan salah satu perusahaan penghasil kemasan di Amerika Serikat.
Perusahaan ini terbagi ke dalam dua bagian utama divisi, yaitu Bagian Penjualan dan Bagian
Manufaktur. Industri seperti ini terdiri lebih dari 100 perusahaan. Sehingga, konsumen
mempunyai banyak pilihan, dan pelayanan yang baik kepada pelanggan merupakan andalan
untuk dapat mempertahankan pelanggannya. Vershire Company menggunakan anggaran sebagai
alat pengontrol kinerjanya.

Anggaran untuk tahun depan disusun pada bulan Mei sampai Desember. Dimulai dari kepala
divisi dalam Bagian Penjualan, Pengajuan kepada staf peneliti , penggunaan anggaran bagian
penjualan oleh Bagian Manufaktur sebagai dasar penyusunan anggarannya, dan kunjungan staf
kontroler dari kantor pusat sebelum anggarandari bagian manufaktur diajukan.

Dalam Vershire Company, anggaran yang telah diputuskan, akan sulit untuk diubah kembali.
Apabila terdapat permasalahan dalam pelaksanaan kegiatan, perusahaan mengasumsikan bahwa
masalah tersebut akan dapat diatasi oleh pihak-pihak yang terkait. Dalam hal insentif untuk
manajemen, perusahaan hanya mempertimbangkan kinerja manajer pabrik yang berhasil
mencapai target anggaran. Sehingga, manajer pabrik akan berlomba-lomba untuk mencapai
target keuntungan dengan sejumlah cara.

Pertanyaan:
1. Jelaskanlah kelebihan dan kelemahan yang ada pada system perencanaan dan pengendalian
Vershire Company!
2. Telusuri proses penganggaran laba pada Vershire, diawali pada bulan Mei dan berakhir pada
Rapat Dewan Direktur pada bulan Desember. Bersiaplah untuk menjelaskan aktivitas pada setiap
langkah dalam proses dan tunjukkan alasan masing-masing.
3. Haruskah manajer pabrik bertanggung jawab untuk mencapai laba? Mengapa ya? Mengapa
tidak?
4. Bagaimana anda menilai system evaluasi kinerja yang terdapat dalam Tampilan 2 dan 3?
5. Apakah anda akan mendesain ulang struktur pengendalian manajemen pada Vershire Company?
Jika ya, bagaimana dan mengapa?

Jawab:
1. Kelebihan system perencanaan dan pengendalian manajemen Vershire Company :
a. Penggunaan anggaran sebagai alat pengendali kinerja perusahaan merupakan sebuah cara yang
cukup efektif. Penggunaan anggaran jangka pendek sebagai ukuran kinerja cukup tepat karena kondisi pasar tidak
stabil.
b. Setiap bagian / divisi ikut berperan dalam pembuatan anggaran sehingga akan terciptanya komitmen yang jelas dan
kemungkinan anggaran meleset atau disalah gunakan akan sangat kecil karena anggaran dalam pengawasan staff
kontroler.
c. Adanya kunjungan dari staff kontroler ke pabrik-pabrik merupakan bentuk perhatian atasan
kepada bawahan, serta staff kontroler dapat mengetahui betul keadaan pabrik dan dapat lebih
memberi keputusan dengan bijak atas anggaran yang telah diajukan.
d. Perencanaan anggaran yang bersifat kaku, merupakan suatu kelebihan. Karena seharusnya
anggaran dibuat serelevan mungkin dengan melihat kondisi perusahaan dan lingkungan selama
tahun berjalan dan manajer divisi harus sangat hati-hati dalam menyusun anggaran agar tidak
timbul permasalahan. Jika ada masalah, diharapkan akan dapat diselesaikan oleh staff lapangan.
e. Pengendalian untuk pusat biaya manufaktur lebih diarahkan untuk meminimalisir biaya-biaya
operasional yaitu dengan solusi menetapkan besarnya biaya standar yang selanjutnya digunakan
sebagai tolok ukur.

Kelemahan system perencanaan dan pengendalian manajemen Vershire Company:
a. Anggaran pada Bagian Manufaktur dibuat berdasarkan anggaran yang diajukan Bagian
Penjualan. Maka anggaran tersebut tidak relevan dengan kondisi divisi yang ada.
b. System insentif manajemen yang kurang baik yaitu hanya ketika manajer telah mencapai target
penjualan. Insentif ini juga hanya diberikan kepada para manajer divisi tanpa memperhatikan
bawahan mereka sehingga tidak dapat memotivasi kinerja bawahan.
c. Sistem penyusunan anggaran yang cukup lama dirasa kurang efektif. Padahal anggaran tersebut
hanya berupa anggaran jangka pendek yang seharusnya dapat disusun lebih cepat.

2. Proses penyusunan anggaran di Vershire Company.
a. Pada bulan Mei, setiap kepala divisi yang ada di Bagian Penjualan menyusun laporan awal yang
berisikan data-data prediksi penjualan, pendapatan, dan kebutuhan modal yang ditujukan kepada
manajemen perusahaan.
b. Laporan yang telah dibuat oleh kepala divisi pada Bagian Penjualan kemudian ditangani oleh
staf peneliti perusahaan. Staf peneliti inilah yang bertugas menyusun laporan menjadi anggaran
penjualan yang lebih formal dan dilengkapi dengan data-data ekonomi dan analisis pasar.
Anggaran ini diteliti apakah sudah sesuai dengan tujuan perusahaan.
c. Kemudian anggaran diserahkan kepada setiap kepala divisi untuk ditinjau, dikritik, dan
dicocokkan dengan tujuan perusahaan.
d. Seluruh prediksi anggaran digabungkan di tingkat divisi untuk direvisi atau disetujui oleh wakil
presiden pemasaran. Proses ini kemudian diulang di tingkat perusahaan, ketika semua pihak telah
merasa puas dengan anggaran penjualan, nilai-nilainya kemudian menjadi sasaran yang pasti,
dengan masing-masing area memiliki tanggung jawab dan sesuai porsinya masing-masing.
e. Anggaran yang telah disetujui oleh pihak atasan perusahaan, kemudian diteruskan ke divisi-
divisi dalam Bagian Manufaktur. Bagian ini menyusun anggaran yang berdasar dan harus sesuai
dengan anggaran yang telah dibuat oleh Bagian Penjualan.
f. Staf kontroler perusahaan memeriksa anggaran yang telah dibuat Bagian Manufaktur sebelum
akhirnya diajukan ke kantor divisi, tempat penggabungan dan presentasi kepada manajer umum
divisi untuk ditinjau sebelum tanggal 1 September.
g. Setelah manajer umum divisi menyetujui anggaran yang telah dibuat, kemudian anggaran ini
diajukan ke CEO Vershire.
h. Anggaran akhir kemudian diajukan untuk disetujui oleh Dewan Direksi pada bulan Desember.

3. Manajer pabrik ikut bertanggung jawab namun tidak sepenuhnya, karena pencapaian laba
perusahaan merupakan tanggung jawab seluruh bagian perusahaan. Besarnya volume penjualan
yang menjadi tanggung jawab Bagian Penjualan juga ikut mempengaruhi tingkat laba dan hal ini
berada di luar kendali manajer pabrik. Sedangkan tanggung jawab dari manjer pabrik itu sendiri
adalah dalam hal produksi barang yang berkualitas bagus dan meminimalkan biaya se-efisien
mungkin demi mendukung terciptanya laba perusahaan yang tinggi.

4. System evaluasi kinerja yang terdapat dalam Tampilan 2 dan 3 sudah baik. Evaluasi dilakukan
ketika kinerja perusahaan tidak sama dengan yang diharapkan. Akan tetapi, penggunaan dolars
sebagai satu satunya variable dalam analisis varian yang terdapat dalam tampilan 2 dirasa kurang
bisa mencukupi. Karena diperlukan variable - variable lain seperti jumlah unit yang diproduksi,
jam tenaga kerja, penggunaan bahan baku dan rincian varian dalam biaya overhead yang
menyebabkan terjadinya varian.


5. Ya, tapi bukan mendisain ulang melainkan memperbaiki struktur pengendalian manajemen yang
ada. Yaitu dengan mempersingkat waktu penyusunan anggaran agar tidak terlalu lama.
Menempatkan staf peneliti pada tiap bagian, sehingga tiap bagian memiliki wewenang penuh dan
sanggup untuk menyusun anggarannya sendiri, yang disesuaikan dengan kebutuhannya tanpa
perlu bekerja dua kali dalam penyusunan anggaran. Bagian Manufaktur dapat memulai
menyusun anggaran sendiri tanpa perlu menunggu anggaran dari Bagian Penjuan dan dapat
mempersingkat waktu penyusunan anggran. Yang terakhir adalah penambahan evalusi
pengendalian manajemen agar tingkat keberhasilan perusahaan dapat diukur dengan lebih
relevan karena ditambah variable variable pengukuran lainnya.