Anda di halaman 1dari 5

Ed i si 0 6 / Ok t ob er 20 12

Ba d a n Koor d i na si Pengend a l i a n d a n Kom u ni k a si Pr ogr a m


SEJ AHTERAKAN MAHASISWA MELALUI BEASISWA DAN KEGIATAN PRODUKTIF
Kondisi ekonomi mahasiswa ITS sangatlah beragam, sebagian mahasiswa berasal dari kalangan keluarga
ekonomi menengah ke bawah. Oleh karenanya, untuk menunjang kelancaran aktivitas belajarnya,
diperlukan peningkatan kesejahteraan bagi para mahasiswa tersebut.
Hingga saat ini jumlah penerima beasiswa di ITS sebanyak 5.091 orang dengan berbagai keunggulan.
Selain pemberian beasiswa, mahasiswa juga diberi kesempatan untuk bekerja secara part time di ITS pada
kegiatan produktif atau unit aset ITS. Berbagai strategi yang dilakukan terkait dengan program ini antara
lain dengan memperbanyak sumber pendanaan untuk program beasiswa yang berasal dari swasta dan
pemerintah, memperbaiki sistem pengelolaan beasiswa, dan menyiapkan standar operasional prosedur
(SOP) bagi mahasiswa yang bekerja sebagai tenaga part time.
Pembenahan sistem informasi manajemen (SIM) khusus beasiswa yang terintegrasi dengan bidang
akademik memberikan sistem pengelolaan beasiswa di ITS menjadi lebih efektif. Hal ini terlihat dengan
peningkatan jumlah mahasiswa S1 dan D3 saat ini yang memperoleh beasiswa telah melampaui baseline,
yaitu 5.735 orang. Bahkan jumlah tersebut terus bergerak karena sampai dengan bulan Oktober ini
pemberi beasiswa terus bertambah, sehingga target tahun 2012 sebanyak 6.000 mahasiswa penerima
beasiswa diharapkan akan tercapai. Untuk jumlah dana beasiswa yang diterima mahasiswa ITS hingga
saat ini bahkan telah melampaui target tahun 2012, yaitu sebesar Rp 33 miliar.
Hal ini menunjukkan bahwa dari tahun ke tahun perhatian stakeholders terhadap ITS terus meningkat.
Meskipun telah melampui target yang dicanangkan, Badan Pembinaan Kemahasiswaan dan Hubungan
Alumni masih berusaha terus meningkatkan layanan beasiswa melalui perbaikan SIM Beasiswa, agar
verifikasi dan perhitungan terhadap grade penerima beasiswa dapat dilakukan secara terkomputerisasi.
Sementara itu, khusus untuk mendorong mahasiswa agar berlatih menjadi tenaga kerja yang profesional
secara part time juga telah dilakukan secara independen oleh Badan atau Biro yang ada di lingkungan ITS
termasuk oleh jurusan-jurusan. Pada saat ini sedang disusun SOP untuk mahasiswa yang bekerja secara
part time dengan fungsi pembobotan, agar mahasiswa yang bekerja secara part time di lingkungan ITS
bisa diseragamkan. (*)
KEMBANGKAN MASTER PLAN dan FASILITAS BERBASIS ECO-CAMPUS
Konsep eco-campus sudah mulai diterapkan oleh ITS sejak tahun 2011. Hal ini sejalan dengan komitmen
ITS untuk menciptakan kampus yang peduli dan berbudaya lingkungan. Evaluasi master plan kampus ITS
dilakukan terakhir kalinya pada tahun 2002 dan dirancang terutama untuk program S1 dengan kapasitas
15.000 mahasiswa. Meski lahan kampus ITS cukup luas (180 ha), namun efisiensi pemanfaatan lahan
perlu dilakukan demi tercapainya program Eco-Campus untuk menunjang kelestarian lingkungan.
Lingkungan alam kampus ITS memiliki potensi yang besar untuk menyumbang keindahan, kesehatan dan
kelestarian. Selain untuk kampus, juga bisa sebagai paru-paru kota di kawasan timur Surabaya. Beberapa
program dilakukan ITS untuk pengembangan master plan dan pembangunan sejumlah fasilitas yang
berbasis eco-campus. Program ini dikoordinasi oleh Pembantu Rektor II.
Antara lain pengembangan standar gedung ramah lingkungan dan berkelanjutan; pengembangan area
hijau dan hutan kampus yang terpadu; penataan infrastruktur (drainase, listrik, air bersih, telekomukinasi)
yang ramah lingkungan dan berkelanjutan; penataan jaringan jalan sesuai moda transportasi dan pejalan
kaki, parkir, street furniture yang ramah lingkungan dan berkelanjutan; penataan sistem pengelolaan
sampah yang ramah lingkungan dan berkelanjutan; pengembangan sistem hemat energi untuk bangunan,
transportasi dan lingkungan; serta mengimplementasikan master plan kampus yang ramah lingkungan dan
berkelanjutan.
Ada enam indikator tolok ukur pengembangan program Eco-Campus ini. Yakni, proporsi lingkungan alam
dan ruang terbuka yang ramah lingkungan dan berkelanjutan yang merepresentasikan aktivitas
pengembangan area hijau dan hutan kampus yang terpadu. Sub-aktivitasnya berupa program
pengembangan area hijau dan hutan kampus yang terpadu. Mekanisme realisasinya adalah dengan
melakukan peningkatan kesadaran pada masyarakat kampus untuk melakukan penghijauan melalui
kegiatan yang disebut Gugur Gunung. Hambatannya, karena kurangnya upaya pemeliharaan tanaman
yang baru ditanam. Solusi yang diupayakan adalah menyelenggarakan acara J umat hijau (kerja bakti),
khusus untuk kegiatan yang berkaitan dengan eco-campus.
Indikator lain berupa proporsi bangunan yang memenuhi standar hemat energi, ramah lingkungan dan
berkelanjutan yang merepresentasikan aktivitas pengembangan standar gedung ramah lingkungan dan
berkelanjutan. Mekanisme pelaksanaannya yaitu dengan menyusun proposal perencanaan gedung (baik
gedung baru maupun lama untuk pemeliharaan atau perbaikan) yang berorientasi ramah lingkungan.
Dalam hal ini, hambatannya dikarenakan belum disepakatinya acuan dalam pengelolaan gedung yang
ramah lingkungan yang bersifat kuantitatif. Solusi yang diusahakan menggunakan acuan seperti yang
terdapat dalam Green Building Council Indonesia, agar dapat dievaluasi dalam level internasional.
Indikator berupa jumlah pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dan berkelanjutan yang merupakan
ukuran kinerja untuk aktivitas penataan sistem pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dan
berkelanjutan. Proses realisasinya adalah dengan membuat buku SOP terkait, menambah fasilitas
pendukung kegiatan terkait di beberapa area strategis. Hambatannya adalah SOP tentang pengelolaan
sampah yang belum tersosialisasi dengan baik. Solusinya, melakukan kampanye dan kegiatan bersama
(Gugur Gunung) dalam rangka eco-campus secara berkelanjutan.
Indikator proporsi jaringan jalan yang sesuai moda transportasi atau pejalan kaki, ramah lingkungan dan
berkelanjutan. Sub-aktivitasnya dengan mengadakan program penataan jaringan jalan sesuai moda
transportasi dan pejalan kaki, parkir, street furniture yang ramah lingkungan. Kegiatan tersebut
direalisasikan dengan melaksanakan koordinasi antar Fakultas, J urusan, Badan, Biro, dan Unit yang
terkait, serta melaksanakan sosialisasi secara berkelanjutan. Namun, pengembangan master plan untuk
infrastruktur ini masih belum komprehensif dan integratif. Untuk itu, dibutuhkan penyusunan master plan
secara umum termasuk rencana infrastruktur yang mengacu pada semangat eco-campus.
Indikator terakhir berupa proporsi jaringan drainase yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Mekanismenya dengan melaksanakan sosialisasi kegiatan penataan infrastruktur (drainase, listrik, air
bersih, telekomukinasi) yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Pengembangan master plan untuk
infrastruktur juga masih belum komprehensif dan terintegrasi. Solusi yang diupayakan adalah menyusun
master plan secara umum termasuk di dalamnya adalah rencana infrastruktur yang mengacu konsep eco-
campus. (*)
PENINGKATAN PUBLIKASI INTERNASIOANAL
Kuantitas dan kualitas publikasi internasional merupakan salah satu indikator terpenting dari mutu sebuah
penelitian. Publikasi dalam jurnal internasional, khususnya yang memiliki impact factor yang tinggi,
mengindikasikan adanya pengakuan orisinalitas yang tinggi dan kontribusi yang signifikan terhadap dunia
ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk itu, ITS terus berupaya untuk meningkatkan jumlah publikasinya
di tingkat internasional.
Publikasi internasional juga merupakan media promosi yang efektif dalam mendukung tercapainya
pengakuan internasional terhadap penelitian yang dilakukan, serta merupakan salah satu indikator kinerja
kunci bagi akreditasi institusi.Oleh karena itu, ITS perlu mengupayakan agar penelitian yang dilaksanakan
dapat menghasilkan publikasi internasional yang berkualitas tinggi.
ITS telah memfasilitasi beberapa hal seperti perencanaan program penelitian, penyediaan dana,
penggunaan bersama fasilitas laboratorium, akses jurnal internasional, dan penjaminan mutu penelitian.
Di samping itu, ITS juga mendorong terlaksananya program kerjasama riset internasional, program
visiting professor dan mahasiswa asing, serta peningkatan kemampuan menulis makalah dalam bahasa
Inggris bagi para dosen ITS dan penyediaan layanan penterjemahan serta proof-reading.
Upaya yang telah dilaksanakan ITS untuk peningkatan publikasi internasional antara lain melakukan
penyusunan program penelitian pusat studi dan kelompok riset tahunan, dan pendanaan untuk insentif
partisipasi peneliti ITS dalam organisasi profesi internasional dan reviewer jurnal internasional.
J urnal internasional yang dihasilkan sivitas akademika ITS, dalam hal ini terutama dosen ITS, masih
relatif sedikit per tahunnya dibandingkan jumlah dosen yang ada. Untuk itu, Badan Pengelola dan
Perlindungan Kekayaan Intelektual (BP2KI) ITS berusaha terus untuk meningkatkan nilai tersebut dengan
menggelar sejumlah workshop dan klinik penulisan jurnal internasional.
Pada workshop tahap pertama tanggal 11 J uli 2012 lalu berhasil menjaring dosen ITS yang sedang
melaksanakan studi S3 dan dosen muda dari tiap jurusan. Sasaran peserta ini didasarkan bahwa lulusan S3
Indonesia yang diwajibkan untuk menulis publikasi internasional sesuai dengan SE Dirjen Dikti No.
152/E/T/2012 tanggal 27 J anuari 2012. Pada workshop ini terjaring 36 dosen ITS yang sedang
melaksanakan studi S3. Dari jumlah tersebut yang berlanjut dengan pendampingan penulisan jurnal pada
klinik penulisan jurnal sebanyak 10 orang yang sampai saat ini masih pada proses pendampingan.
Hambatan yang terdapat pada workshop tahap pertama ini adalah masih kecilnya scope peserta mengenai
cara penulisan jurnal, etika penulisan jurnal, pemilihan jurnal yang di-submit, format dan cara mudah
penulisan referensi. Solusi yang diberikan untuk mengatasi hambatan ini adalah diadakannya klinik
penulisan jurnal dengan layanan pendampingan dari ahli, cara penulisan referensi dan latihan untuk men-
submit jurnal pada portal BP2KI yang disediakan khusus untuk pelatihan jurnal tersebut.
Adanya portal ini diharapkan peserta mengetahui tahap-tahap yang dilalui jika menulis jurnal
internasional, yang meliputi submit, review, revisi, dan publish. Pada workshop tahap kedua tanggal 26
September 2012, berhasil menjaring mahasiswa program S3 di ITS sebanyak 86 peserta dan berlanjut
dengan klinik penulisan jurnal sebanyak 17 orang.
Pada tahun 2012, ITS telah melakukan publikasi dalam jurnal internasional sebanyak 110 kali. Hasil ini
mencapai sekitar 79 persen dari target dan sekitar 91 persen dari baseline ITS. Dalam hal publikasi
melalui seminar internasional, ITS baru mencapai sekitar 59 persen dari target dan sekitar 66 persen dari
baseline. Di samping itu, hasil publikasi dosen yang berhasil masuk dalam indeks Scopus sudah mencapai
104 persen dari target dan 129 persen dari baseline ITS. (*)
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya telah memiliki program peningkatan kesejahteraan
dan kualitas hidup sumber daya manusia (SDM) beserta keluarganya. Untuk itu, ITS juga telah
melaksanakan beberapa kegiatan yang menunjang tercapainya tujuan program tersebut.
Beberapa kegiatan yang telah dan akan dilaksanakan pada tahun 2012 ini antara lain menggelar Hari
Olahraga dan Seni ITS. Kegiatan ini didasarkan Surat Edaran Rektor No: 09092/IT2/TU.00.08/2012.
Dalam surat tersebut, mengimbau agar setiap hari J umat seluruh sivitas akademika ITS memulai kegiatan
akademik pada pukul 09.00. Pada pagi harinya mulai pukul 06.00 diharapkan mengadakan kegiatan
senam pagi bersama yang dilanjutkan dengan aktivitas kerja bakti di unit masing-masing.
J uga ada Festival Tahunan ITS sebagai sarana meningkatkan kebersamaan seluruh sivitas akademika
beserta keluarga. Kegiatan yang secara rutin dihelat saat Dies Natalis tersebut antara lain berupa
pertandingan olahraga yang diikuti oleh seluruh sivitas ITS, pagelaran seni, dan ditutup dengan kegiatan
jalan sehat yang disertai pembagian doorprize.
ITS juga memberikan perluasan akses kesehatan bagi dosen dan tenaga kependidikan (PNS dan honorer).
Hal ini sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup untuk menjaga kesehatan para dosen dan tenaga
kependidikan di ITS. Yakni dengan melaksanakan kegiatan medical check up secara rutin setiap tahun
yang diperuntukkan bagi PNS maupun pegawai honorer yang berusia 45 tahun ke atas dan seluruh pejabat
struktural di lingkungan ITS.
Selain itu, juga ada perluasan pemberian bantuan biaya pendidikan bagi putra-putri dari janda atau duda
SDM ITS (PNS dan honorer). Kebijakan ini sebagai upaya memberikan kesejahteraan bagi keluarga PNS
ITS yang telah meninggal dunia sebelum batas usia pension. Dalam hal ini, ITS memberikan bantuan
pendidikan berupa beasiswa bagi putra-putri dari janda atau duda PNS dengan ketentuan berdasarkan
Surat Edaran Rektor ITS No: 07365/IT2/KP/2012.
Ketentuannya antara lain adalah bantuan diberikan selama putra-putri tersebut melaksanakan studi
minimal dari tingkat sekolah dasar sampai dengan strata sarjana (S1), bantuan diberikan setiap semester,
bantuan diberikan selama janda atau duda PNS ITS yang meninggal dunia belum menikah kembali.
Dalam program kerja peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup SDM beserta keluarga tersebut,
terdapat pula beberapa aktivitas yang belum dilaksanakan pada tahun 2012 ini dan direncanakan untuk
kegiatan bidang SDM pada tahun 2013 mendatang.
Beberapa aktivitas yang sedang dalam
proses perencanaan tahun 2013 adalah
pengadaan perumahan pribadi bekerjasama
dengan lembaga terkait terpercaya,
pemanfaatan rumah dinas sebagai
temporary housing bagi SDM yang
membutuhkan sekembalinya dari studi
lanjut, pembentukan wadah paguyuban
SDM purna tugas, pembentukan bimbingan
belajar untuk putra-putri berbiaya murah
bagi SDM ITS (PNS dan honorer), dan
bantuan kemudahan akses pemodalan untuk
wirausaha pra-pensiun bagi dosen dan
tenaga kependidikan (PNS dan honorer). (*)
TINGKATKAN KESEJ AHTERAAN HIDUP SIVITAS BESERTA KELUARGA
Rancangan Gedung Pusat Riset ITS
Puskominfo BKPKP ITS
HUMAS
Indah Tri Sukmawati
Hp : 081231157772
PIN : 2A3E4F2C
Telp : (031) 5927012
e-mail : humas@its.ac.id
itshumas@gmail.com
Selasar ITS yang terlihat kian hijau
Menyiapkan birdfeeder
ITS Menerima Kunjungan perwakilan 35 Universitas di Taiwan
Desain Kaos
Gugur Gunung