Anda di halaman 1dari 15

Toksisitas Timbal

Timbal
Nama ilmiahnya plumbum (yang berasal dari kata nama Latin yaitu plumbum).
Logam ini termasuk ke dalam kelompok logam-logam golongan IV-A pada tabel
periodik unsur kimia dan disimbolkan dengan Pb.
Timbal mempunyai nomor atom (NA) 82 dengan berat atom (BA) 207,2.
Timbal merupakan logam berwarna abu-abu kebiruan dan menjadi abu-abu
gelap apabila terpapar ke udara.
Walaubagaimanapun, jarang dijumpai dalam bentuk logam. Biasanya dijumpai
menyatu dengan dua atau lebih elemen lain membentuk senyawa timbal.
Densitas timbal adalah 11,34 g/cm2. Timbal mempunyai titik cair yang rendah
yaitu 327,46C atau 621,43F
Logam timbal tahan terhadap karat.
Timbal mudah dibentuk dan dapat digabungkan dengan logam lain untuk
membentuk alloy.
Timbal dan alloy timbal biasanya dijumpai di pipa, simpanan baterai, lapisan
kawat, dan kertas untuk melindungi dari radiasi.
Timbal digunakan untuk membuat pipa, penyalut kabel listrik, plat simpanan
baterai, alloy, mainan anak-anak, seramik, cat, pemotong berlian dan lain-lain
Penggunaan timbal paling banyak dalam simpanan baterai di dalam mobil
dan kandaraan lain.
Timbal dapat dalam bentuk :
Timbal
Elemen
galena (timbal sulfida), anglesite (timbal sulfat), cerussite (timbal
karbonat), mimetite (lead chloroarsenate) and pyromorphite (lead
chlorophosphate).
Bijih timah alami
white lead (senyawa timbal karbonat), timbal kuning (timbal chromate,
timbal monoksida) or timbal merah(timbal tetraoksida) timbal asetat.
Timbal inorganik
Timbal tetra-etil
Timbal organik
Aspek Farmakokinetik
Eksresi : terutama di urin dan feses; keringat, air liur, rambut dan kuku, dan ASI adalah rute
minor ekskresi
Metabolisme :
Timbal anorganik : pembentukan kompleks
dengan berbagai protein dan ligan nonprotein.
Timbal organik : Senyawa alkil timbal secara aktif
dimetabolisme di hati oleh dealkylation oksidatif
dikatalisasi oleh sitokrom P-450
Distribusi: di jaringan lemak (ginjal dan hati) redistribusi ke dalam jaringan keras yaitu tulang
panjang dan gepeng, gigi dan rambut, sedangkan didalam darah hanya tersisia kira-kira 1%
Absorpsi melalui : saluran cerna (usus), saluran nafas, kulit.
Aspek Farmakodinamik
Keracunan spasme arteriol, spasme otot polos usus menimbulkan kolik.
Pb menginhimbisi enzim pembentukan heme : d-amino asam levulinat dehidratase, dan
heme sintetase.
Pembentukan heme terganggu anemia hipokromik mikrositik.
Pb mengurangi umur eritrosit: Pb menghambat ATP-ase yang berperan dalam pengaturan
keseimbangan kation intra dan ekstra seluler. Syarat agar eritrosit dapat bertahan lama ialah
banyak ion K
+
dan seidkit Na
+
di dalam eritrosit. Untuk menahan K
+
diperlukan

oksidasi
fosforilasi yang memerlukan ATP-ase. Pada keracunan hebat dapat terjadi hemolisis .
Dalam ginjal terjadi gangguan reabsorpsi pada tubuli sehingga timbul glukosuri, asam-amino-
uria, fosfaturi.
Keracunan Akut
Keracunan akut berlaku
biasanya dari timbal
asetat
Rasa astringen logam dan
manis
Sensasi kering dan terbakar
di tenggorokan
Salivasi dan haus secara
cepat setelah tertelan timbal
Muntah dalam waktu
setengah jam, isi muntah
berwarna putih atau
bercampur darah.
Dinding perut terasa tegang.
Konstipasi; feses berwarna
hitam atau gelap dari
pembentukan timbal sulfida.
Urin menjadi sedikit.
Lidah mempunyai lapisan
yang berbau keras.
Kulit menjadi dingin,
berkeringat, nadi cepat.
Gejala sistem saraf pusat ;
pusing, insomnia, nyeri
kepala, vertigo, kram otot,
kejang, kebas dan sering
lumpuh pada ekstremitas
bawah.
Kadangkala hemolisis akut
dan oliguria.
Wasting dan akhirnya
kematian
Toksisitas Subakut
Pemberian berulang-ulang dosis kecil
garam larut seperti timbal asetat
mengakibatkan keracunan subakut.
Garisan biru tampak pada gusi. Wajah
livid dan sunken dan kelihatan cemas.
Gejala sistem saraf lebih kelihatan; kebas,
vertigo, nyeri pinggang, keram dan
kelumpuhan flaksid ekstremitas bawah.
Walaupun kematian jarang berlaku, tetapi
bisa terjadi akibat kejang dan koma dalam
waktu 3 hari.
Dosis fatal
20 g garam timbal larut, seperti timbal asetat dapat menyebabkan kematian
45 g timbal karbonat telah membuktian fatal.
Setetes atau dua tetes dari timbal tetra-etil dapat menyebabkan gejala serius.
Kadar maksimum konsumsi timbal dalam makanan adalah 2,56 mg/kg dan
dalam udara adalah 0,2mg/cu m.
Jika lebih dari 0,5 mg perhari diserap, akumulasi timbal dan toksisitas dapat
terjadi
Periode Fatal : Kematian dapat terjadi pada hari kedua atau ketiga. Pada
sebagian kasus, tahap akut beberapa hari diikuti oleh gejala keracunan kronis
Pengobatan
Cuci lambung
dengan 1%
magnesium dari
larutan natrium
sulfat atau air
hangat jika racun
baru dikonsumsi.
25 g magnesium
sulfat untuk
membuang timbal
secara cepat dari
saluran
pencernaan.
Kalsium glukonat 1
g secara intravena
(iv) dapat diberikan
untuk kolik.
Jika diperlukan,
injeksi morfin dan
atropine dapat
diberikan untuk
melegakan nyeri
hebat.
Gambaran post mortem
Tanda
gastroenteritis
akut dijumpai.
Membran
mukosa dari
lambung dapat
menebal dan
lunak dengan
gambaran erosi
dan dilapisi
oleh deposit
putih keabu-
abuan.
Gambaran
yang sama
dapat dilihat
pada
duodenum.
Tanda-tanda
degenerasi
tubulus ginjal
dapat dijumpai
Keracunan Kronis (Plumbism,
Saturnism Atau Keracunan Saturnine)
Keracunan kronis dijumpai pada tenaga kerja perusahaan dan
industri yang menggunakan timbal dan garamnya, kebanyakanan
akibat inhalasi dari debu timbal dan asapnya.
Sering terjadi : pembuat cat, tukang pipa, pembuat besi, pembuat
kaca, pembuat lampu listrik, tenaga kerja lombong timbal.
Juga terjadi akibat: makanan berkaleng yang terkontaminasi
dengan timbal, minum air yang disimpan dalam berkas timbal dan
dari penggunaan kerap pewarna rambut dan kosmetik
mengandung timbal.
Gejala
Garis timbal
Garisan biru di persimpangan
gusi dan gigi terutamanya
pada rahang atas
menandakan absorpsi timbal.
Anemia
Sel darah merah menujukkan
anemia hipokromik dan
retikulositosis. Timbal
mensupresi enzim yang
terlibat dalam proses sintesis
haem.
Gejala utama adalah kolik dan konstipasi, garis timbal,
anemia hipokromik, paralisis, ensefalopati dan manifestasi
kardio renal.
Paralisis
menyebabkan
wrist drop dan
claw shaped
hand.
Ensefalopati
Ensefalopati
jarang pada
dewasa tetapi
biasanya pada
bayi yang
menunjukkan
gejala ataksia,
muntah, letargi,
stupor, konvulsi
dan koma pada
keracunan akut.
Manifestasi
kardio-renal
Peningkatan
tekanan darah
dan perobahan
arterioskerotik
dapat dijumpai.
Urin
mengandung
albumin dan
jumlah timbal,
coproporphyrin
III, dan asam d-
aminolaevulinik
yang abnormal.
Nefritis
interstisial dapat
terjadi.
Sistem reproduksi
Gangguan
menstruasi,
keguguran
dapat terjadi
kepada wanita,
sementara
mandul dapat
dijumpai pada
laki-laki baik
wanita.
Gambaran Post-Mortem
Garisan biru di sepanjang gusi dapat dilihat.
Otot yang lumpuh berupa flaksid dan menunjukkan degenerasi lemak.
Usus tegang dan menebal.
Hepar dan ginjal ditemukan keras dan tegang.
Nekrosis tubulus dengan badan inklusi asidofilik intra-nukleus dapat dilihat.
Badan inklusi juga dapat ditemui dalam hepar.
Jantung dapat hipertrofi dan dapat dijumpai atheroma pada aorta dan katup aorta.
Edema serebral, perdarahan pungtata dan meningitis proliferative dapat dijumpai