Anda di halaman 1dari 11

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA


LAB SHEET RANGKAIAN LISTRIK
Semester 1 Penggunaan Alat Ukur dan Bahan
Praktik
200 Menit
NO. LST/EKA/EKA
407/03
Revisi : 01 Tgl : 2 Oktober 2012

A. Kompetensi
Menggunakan alat-alat ukur dan bahan praktik

B. Sub Kompetensi
1. Memilih alat ukur dengan benar dan tepat
2. Memasang alat ukur dengan benar dan tepat
3. Memilih batas ukur yang sesuai.
4. Membaca penunjukan jarum meter degan benar dan tepat sesuai dengan skala yang ada.
5. Memilih bahan praktik dengan benar.
6. Menghitung kemampuan dari bahan praktik yang digunakan
7. Memilih power supply yang kemampuanya sesuai.

C. Dasar Teori
Penggunaan amperemeter DC dan amperemeter AC
Amperemeter DC dan amperemeter AC adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur
besarnya arus listrik.Secara prinsip pemasanganya baik DC maupun AC adalah sama, yaitu
secara seri.
Penggunaan voltmeter DC dan voltmeter AC
Voltmeter DC dan AC adalah alat ukur yang difunakan untuk mengukut besarnya suatu
tegangan listrik. Secara prinsip pemasanganya baik DC maupun AC adalah sama, yaitu secara
pararel.
Penggunaan wattmeter dan Cos meter
Wattmeter dan Cos meter pada dasarnya adalah ukur yang prinsip kerjanya hamper sama,
yaitu penggabungan dua alat ukur, Amperemeter dan Voltmeter.Untuk itu wattmeter dan Cos
meter terdiri dari kumparan arus dan kumparan tegangan, sehingga pemasanganya juga
sama, kumparan arus dipasang seri dengan beban dan kumparan tegangan dipasang pararel
dengan beban.
Penggunaan CRO
CRO adalah alat laboraturium yang sangat bermanfaat dan terandalkan untuk pengukuran dan
analisa bentuk-bentuk gelombang dan gejala lain dalam rangkaian-rangkaian
elektronik.Sebelum menggunakan, lakukan kalibrasi terhadap CRO yang akan digunakan
secara berikut:
Hubungkan kabel power dengan stop kontak, kemudian hidupka saklarnya.
Letakan panel Volt/div pada range 1 dan Time/div pada range 1ms.
Tekan/tarik tombol AUTO tunggu sebentar sampai pada layar muncul.Bila garis
yang muncul miring maka luruskan dengan cara memutar trace rotation sampai garis
yang muncul benar-benar lurus.

Ambil probe dan letakan pada posisi perbandingan 1:1 kemudian pasangkan pada chanel 1
atau 2, lalu ujungnya kaitkan pada terminal CALIB maka pada layar akan muncul dua gars
sejajar.Dan garis sejajar ini untuk Volt/div.Jarak antara dua garis tersebut secara vertical
harus satu kotak, maka bila kurang atau lebih harus ditempatkan dengan car memutar knop
Cald Var,
Pada panel volt/div.Setelah benar tepat jangan diuah ubah lagi.Setelah langkah
pengkalibrasian ini selesai berarti CRO siap untuk dipakai.

D. Alat dan Bahan
1. Power Supply DC 1 Buah
2. Variac 1 Buah
3. Transformator step down 1 Buah
4. Voltmeter DC dan AC @ 1 Buah
5. Multimeer 1 Buah
6. Amperemeter DC dan AC @ 1 Buah
7. Wattmeter 1 Buah
8. Cos meter 1 Buah
9. Resistor, 220 dan 1 K @ 1 Buah
10. Lampu TL 20W/220V 1 Buah
11. Kabel dan box penghubung 1 Buah

E. Keselamatan Kerja
1. Ikuti langkah-langkah yang ada pada lab sheet ini.
2. Hati-hati bila mengambil dan mengembalikan bahan-bahan praktik.
220V
3. Mintalah petunjuk kepada dosen pembimbing apabila terdapat hal yang meragukan.

F. Langkah kerja
Penggunaan Amperemeter dan Voltmeter DC





1. Pilih dan ambil alat dan bahan yang diperlukan sesua dengan gambar dan perhitungan.
2. Rangkai alat percobaan seperti gambar di atas dan sesuaikan batas ukur dari meter-meter
yang digunakan.
3. Periksalah rangkain kepada dosen pembimbing.
4. Bila telah disetujui, hubungkan power supply dengan sumber tegangan 220V, kemudian
hidupkan saklar powernya dan atur tegangan outputnya sehingga Voltmeter menunjukan
tegangan 12V, amati penunjukan jarum amperemeter, kemudian masukan hasil percobaan
pada table I.
5. Bila telah selesai kembalikan posisi tegangan output power supply pada kedudukan
minimum, kemudian matikan powernya dan teruskan dengan percobaan berikutnya.

Penggunaan Amperemeter dan Voltmeter AC





1. Tentukan besarnya kemampuan dari resistor yang digunakan.
2. Pilih dan ambil alat dan bahan yang diperlukan sesua dengan gambar dan perhitungan.
3. Rangkai alat percobaan seperti gambar di atas dan sesuaikan batas ukur dari meter-meter
yang digunakan.
4. Periksalah rangkain kepada dosen pembimbing.
5. Bila telah disetujui, hubungkan power supply dengan sumber tegangan 220V, kemudian
hidupkan saklar powernya dan atur tegangan outputnya sehingga Voltmeter menunjukan
220V
T
L

2
0
W
tegangan 20V, amati penunjukan jarum amperemeter, kemudian masukan hasil
percobaan pada table II.
6. Bila telah selesai kembalikan posisi tegangan output power supply pada kedudukan
minimum, kemudian matikan powernya dan teruskan dengan percobaan berikutnya.

Penggunaan Wattmeter dan Cos meter





1. Amati penunjukan table untuk wattmeter dan Cos meter yang telah disediakan.
2. Pilih dan ambil alat dan bahan yang diperlukan sesua dengan gambar dan perhitungan.
3. Rangkai alat percobaan seperti gambar di atas dan sesuaikan batas ukur dari meter-meter
yang digunakan.
4. Periksalah rangkain kepada dosen pembimbing.
5. Bila telah disetujui, hubungkan power supply dengan sumber tegangan 220V, kemudian
hidupkan saklar powernya dan atur tegangan outputnya sehingga Voltmeter menunjukan
tegangan 220V, amati penunjukan jarum amperemeter, kemudian masukan hasil
percobaan pada table III.
6. Bila telah selesai kembalikan posisi tegangan output power supply pada kedudukan
minimum, kemudian matikan powernya dan teruskan dengan cos meter.
7. Periksalah rangkain kepada dosen pembimbing.
8. Bila telah disetujui, hubungkan power supply dengan sumber tegangan 220V, kemudian
hidupkan saklar powernya dan atur tegangan outputnya sehingga Voltmeter menunjukan
tegangan 20V, amati penunjukan jarum amperemeter, kemudian masukan hasil percobaan
pada table IV.
9. Bila telah selesai kembalikan posisi tegangan output power supply pada kedudukan
minimum, kemudian matikan powernya dan teruskan dengan percobaan berikutnya.

Penggunaan CRO untuk mengukur tegangan DC

1. Rangkailah percobaan seperti pada gambar dibawah ini, posisi pengatur tegangan
keluaran pada posisi minimum.
CRO
220V
CRO







2. Periksalah rangkain kepada dosen pembimbing, dan bila telah disetujui hubungkan input
power supply dengan stop kontak kemudian hidupkan saklar power supply.
3. Atur besarnya tegangan output sehingga Voltmeter terbaca sesui yang ada pada table V,
kemudian ukurlah tegangan dengan CRO dengan cara sebagai berikut :
a. Tekan saklar GND
b. Tepatkan garis horizontal pada garis tertentu (perhatikan dimana garis ini berada)
karena garis ini digunakan untuk menentukan titik awal besarnya tegangan yang
sedang diukur.
c. Lepas/tekan kembali saklar GND, maka garis pada layar akan berpindah yang
menunjukan besarbya tegangan dan masukan hasil engamatan pada table V.
4. Bila telah selesai kembalikan posisi tegangan output power supply pada kedudukan
minimum, kemudian matikan powernya dan teruskan dengan percobaan berikutnya.

Penggunaan CRO untuk mengukur tegangan AC

1. Rangkailah percobaan seperti pada gambar dibawah ini, posisi pengatur tegangan
keluaran pada posisi minimum.






2. Periksalah rangkain kepada dosen pembimbing, dan bila telah disetujui hubungkan input
variac dengan stop kontak kemudian hidupkan saklar power supply.
3. Atur besarnya tegangan output sehingga Voltmeter terbaca sesui yang ada pada table VI,
kemudian ukurlah tegangan dengan CRO.Tegangan yang terukur oleh CRO adalah
CRO AFG
tegangan puncak-puncak V
P
-V
p.
Tegangan maksimum V
max =
V
P
-V
p
.Tegangan efektif
V
ef
= 0,707 V
max.
Untuk memudahkan pembacaan, letakan panel Time/div pada posisi
External/Sweep stop.
4. Bila telah selesai kembalikan posisi tegangan output variac pada kedudukan minimum,
kemudian matikan powernya dan teruskan dengan percobaan berikutnya.

Penggunaan CRO untuk mengukur frekuensi

1. Rangkailah percobaan seperti pada gambar dibawah ini, posisi pengatur tegangan
keluaran pada posisi minimum.









2. Letakan range frekuensi pada posisi 100 Hz.
3. Periksalah rangkain kepada dosen pembimbing, dan bila telah disetujui hubungkan
input CRO dan AFG dengan stop kontak kemudian hidupkan saklar CRO dan AFG .
4. Atur tegangan outputnya sehingga terbaca sebesar 4V
P-P.
Amati panjang gelombangnya
dan masukan hasilnya kedalam table VII.Kemudian naikan frekuensi sesuai dengan apa
yang ada pada table VII dan catat kembali panjang gelombangnya.
5. Bila telah selesai kembalikan posisi tegangan output AFG pada kedudukan minimum,
kemudian matikan powernya, lepas rangkaian.Kemudian kembalikan alat dan bahan
praktik ke tempat semula.

G. Tabel percobaan

Terminal Kumparan arus Ditandai dengan
Watt meter cos meter

Ujung awal
Ujung akhir A 1A
Batas ukur Seri 0,5 A 5 & 1 A
Paralel 1 A

Terminal Kumparan tegangan Ditandai dengan
Watt meter cos meter

Ujung awal & P1
Ujung akhir 240 V P2
Batas ukur 60V,120V,240V 100V,200V,400V




Table I
Kuat Arus
(perhitungan)
Voltmeter Amperemeter
B.U Skala Penunjukan Hasil B.U Skala Penunjukan Hasil
12 mA 30 V 0 - 3 1,2 V 12V 25 0 - 25 12 mA 12 mA

Table II
Kuat Arus
(perhitungan)
Voltmeter Voltmeter
B.U Skala Penunjukan Hasil B.U Skala Penunjukan Hasil
0,2 A 30 0 - 30 20 V 20V 500mA 0 500
mA
272 272 mA

Table III
Kuat Arus
(perhitungan)
B.U
Kumparan
Tegangan
B.U
Kumparan
Arus
Penunjukan
Jarum
Perkalian Hasilnya
0,082 A 240 V 0,5A 29,5 x1 29,5




Table IV

Kuat Arus
(perhitungan)
B.U
Kumparan
Tegangan
B.U
Kumparan
Arus
Penunjukan
Jarum
Arah Keterangan
0,091 200 V 5 A 0,41 / 67 Kanan/lag Arus ketinggalan
dengan Tegangan

Table V

No Tegangan
Voltmeter
Volt/div
CRO
Penunjukan
(divisi)
Hasilnya Selisih
Volt-CRO
1 1V 1 1 kotak 1 0
2 10 V 2 5 kotak 10 0
3 15 V 2 1,5 kotak 15 0

Table VI

Tegangan
Voltmeter
Volt/div
CRO
Penunjukan

Tegangan
V
P-P
Tegangan
Maksimum
Tegagngan
Efektif
Selisih
Volt-
CRO
1V 5 ms 1,4 kotak 2,8 1,4 0,99 V 1,8
10 V 5 ms 5,5 kotak 27,5 13,75 9,721 V 17,5
15 V 5 ms 6,4 kotak 32 16 11,312 V 17


Table VII
No Frekuensi AFG Time/div
CRO
Panjang
gelombang
Besarnya
Frekuensi
Selisih
AFG-CRO
1 100 Hz 5 m
s
2 kotak 100 Hz 0
2 10 KHz 50
s
2 kotak 10 KHz 0
3 50 KHz 10 m
s
2 kotak 50 KHz 0
4 100 KHz 5
s
2 kotak 100 KHz 0


H. Analisa percobaan
1. Cara perhitungan / pembacaan hasil pengukuran pada voltmeter dan amperemeter
Hasil =



Contoh penghitungan pada volt meter dan ampere tabel I
a) Volt meter
Hasil =


= 12 volt
b) Amperemeter
Hasil=


= 12 mA
2. Cara pembacaan hasil pengamatan tegangan DC pada CRO
Hasil = tinggi gelombang(kotak) x volt/div
Contoh tabel V
Hasil(V) = 5 kotak x 2
= 10 volt
3. Cara pembacaan hasil pengukuran besar frekuensi pada CRO
Hasil (f) =



Contoh tabel VII
F =


= 100 Hz
4. Cara pembacaan hasil pengukuran tegangan AC (Vp-p) pada CRO
Hasil (V) = tinggi gelombang (kotak) x time/div
Contoh (tabel VI)
Vp-p = 1,4 x 5
=2,8 volt
Sedangkan cara mencari besar Vmax dan Veff adalah
a) Vmax =


Contoh ( tabel VI) Vp-p = 2,8
Vmax =


= 1,4 V

b) Veff = Vmax x 0,707
Contoh ( tabel VI) Vmax = 1,4
Veff = 1,4 x 0,707
= 0,99 V
5) Cara pembacaan hasil pengukuran Volt-CRO
Vol t- CRO = Vp-p - V pengukuran Volt meter
Contoh ( tabel VI)
Volt CRO = 2,8 1
= 1,4
6) Cara pembacaan hasil pengukurran AFG-CRO
AFG CRO = Besarnya Frekuensi Frekuensi AFG
Contoh (tabel VII)
AFG CRO = 100 Hz 100 Hz

I. Kesimpulan
1. Alat CRO sangat berguna karena bias mengukur tegangan DC dan AC serta dapat pula
mengukur besarnya frekuensi.
2. Selisih penunjukan CRO dengan input alat yang diukur sebagian besar mendekati angka
0, hal ini menunjukan bahwa hasil percobaan hampir mendekati benar terhadap teori
yang ada.
3. Disaat melakukan pengukuran dan pembacaan , diperlukan ketelitan dan kecermatan
agar tidak terjadi kesalahan dalam menentukan hasil akhir pengukuran
4. Pengukuran tegangan AC pada CRO lebih tepat daripada menggunakan alat voltmeter ,
dikarenakan pada CRO menunjukkan/menampilkan hasil pengukuran tegangan efektif (
Veff)
5. Pada kita akan mengukur tegangan AC, lebih baik kita menggunakan CRO agar
mendapatkan hasil yang tepat
6. Pada hasil pengukuran CRO dan Volmeter saat mengukur besar tegangan AC terdapat
selisih dikarenakan CRO dapat menampilkan tegangan efektif

J. Saran
1. Untuk bengkel peralatan sebaiknya harus dilengkapi lagi untuk memudahkan praktikum
dalam perkuliahan karena masih banyak alat ukur yang tidak stabil atau standart.
2. Kebersihan bengkel mohon untuk dijaga,agar jalannya perkuliahan dapat lebih lancar
dan nyaman.
3. Dalam menggunakan alat dan bahan praktik harus memperhatikan symbol dan
spesifikasinya,agar tidak terjadi kerusakan.


K. Bahan diskusi
1. Mengapa bila melakukukan pengukuran besaran listrik harus memperhatikan batas ukur
dan skala?
2. Mengapa CRO sebelum digunakan harus dikalibrasi terlebih dahulu?


L. Jawaban diskusi
1. Untuk memperkirakan besarnya arus maupun tegangan listrik yang akan terjadi, dengan
menghitung atau memperkirakan kemungkinan yang akan terjadi.Maka semakin kecil
kemungkinan alat percobaan khusunya alat ukur seperti Amperemeter dan Voltmeter
rusak dikarenakan melebihi kapasitas maksimum yang ditentukan.
2. Setiap menggunakan CRO harus dikalibrasi terlebih dahulu, karena dengan begitu CRO
akan dalam keadaan standar untuk digunakan.Biasanya CRO yang telah dipakai tidak
dikembalikan tunelnya pada keaadaan semula, maka dari itu di kalibrasi terlebih dahulu
untuk menentukan kondisi standar.

Anda mungkin juga menyukai