RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) dan ASESMEN AUTENTIK

Oleh: Dr. Bornok Sinaga, M.Pd Jurusan Matematika Universitas Negeri Medan

KOMPETENSI PEDAGOGIK DALAM PERENCANAAN PEMBELAJARAN
Perencanaan Pembelajaran adalah persiapan dalam mengelola pembelajaran yang akan dilaksanakan di kelas pada setiap tatap muka
Kompetensi Materi Model, Strategi, Metode Media dan Sumber Belajar Skenario Pembelajaran Penilaian

KOMPONEN

RPP

KOMPETENSI PEDAGOGIK DALAM PERENCANAAN PEMBELAJARAN
1. Sehimp Kecakapan Minimal STANDAR KOMPETENSI
Kecakapan diri, kecakapan berpikir, kecakapan sosial, kecakapan akademik 2. Mengacu pada kurikulum yang berlaku

KOMPETENSI

KOMPETENSI DASAR

1. Ketepatan penjabaran SK ke dalam KD
2. Rumusan KD mendeskripsikan proses dan unjuk kerja yang diharapkan.

1. Ketepatan penjabaran KD ke dalam indikator.
2. Setiap indikator dapat diukur 3. Banyak indikator dibanding waktu yang tersedia 4. Rumusan indikator mendeskripsikan proses dan unjuk kerja yang diharapkan.

INDIKATOR

5. Ketercapaian serangkaian indikator menggambarkan ketercapaian KD
6. Kesesuaian indikator dgn taraf berpikir anak

LANJUTAN
SAHI: Materi yang akan disajikan benar-benar telah teruji kebenaran dan keaktualannya. SIGNIFIKAN: Materi yang akan disajikan benar-benar diperlukan dan penting bagi siswa untuk mencapai kompetensi.

MATERI

KEBERMANFAATAN: Secara akademis (diperlukan untuk jenjang pendidikan lanjut) dan non akademis (untuk mengembangkan kecakapan hidup). KELAYAKAN: Mempertimbangkan kesulitan dan taraf berpikir siswa INTEREST: Menarik minat dan motivasi siswa untuk mendorong pengembangan kemampuan PENGEMBANGAN: Menggunakan prinsip-prinsip relevansi, konsistensi, dan edukatif.

LANJUTAN
Pola pembelajaran yang diterapkan berorientasi pada proses dan student centered learning

Strategi dan metode pembelajaran mendukung pemahaman berbagai konsep dan prinsip materi.

MODEL STRATEGI METODE

Strategi dan metode pembelajaran mendukung pengembangan kreativitas, pemecahan masalah, kesempatan bertanya dan mengajukan ide, kolaborasi, dan unjuk kerja.

Strategi dan metode pembelajaran mendukung pencapaian hasil belajar

LANJUTAN
Kesesuaian media sebagai alat bantu kerja mental dan dapat mengembangkan kreativitas mahasiswa Merangsang pemahaman berbagai konsep dan prinsip materi

MEDIA DAN

BELAJAR

SUMBER

Menarik perhatian dan minat mahasiswa

Kesesuaian media dan sumber belajar untuk pencapaian kompetensi. Sederhana, mudah diperoleh dan digunakan (dapat dibuat sendiri oleh guru atau diambil dari lingkungan sekitar)

LANJUTAN
Skenario pembelajaran menggambarkan penerapan 6 komponen model yang dipilih Kegiatan pembelajaran mendukung ketercapaian indikator

PEMBELAJARAN

Skenario pembelajaran memuat kejelasan petunjuk atau arahan pembelajaran Kegiatan guru dan mahasiswa dirumuskan secara jelas dan operasional

SKENARIO

Aktivitas guru dan siswa harus jelas untuk tiap transisi tahapan pembelajaran Skenario pembelajaran memuat aktivitas dosen mengecek pemahaman mahasiswa

LANJUTAN
Instrumen penilaian dikembangkan berdasarkan kisi-kisi.

PENILAIAN WAKTU

Penilaian hasil belajar siswa secara menyuluruh mencakup kognitif, afektif dan psikomotor

Kesesuaian butir penilaian dengan indikator Instrumen penilaian memiliki karakteristik yang baik. Kesesuaian alokasi waktu yang digunakan

Rincian dan rasionalitas waktu yang digunakan untuk setiap tahapan pembelajaran

KOMPETENSI PEDAGOGIK DALAM PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

KEGIATAN AWAL

Kesiapan Belajar Siswa Appersepsi Informasi Kompetensi
Penerapan sintaksis model Sistem Sosial Prinsip Reaksi Pengelolaan Pemanfaatan Sistem Pendukung Dampak Instruksional

 

PEMBELAJARAN

PELAKSANAAN

 

KEGIATAN INTI

  

Refleksi Merangkum Evaluasi/Pemberian Tugas

PENUTUP

 

PENILAIAN PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Lembar Penilaian

RPP

LEMBAR OBSERVASI

 

Kemampuan Dosen Mengelola Aktivitas Mahasiswa dan Dosen Efektivitas Pembelajaran

PENILAIAN

Assesment Portofolio Tes

Kinerja mahasiswa Hasil Belajar

KONSEP ASESMEN

JHONSON: Penilaian (asesmen) adalah Pengumpulan informasi mengenai perubahan kualitas dan kuantitas Proses Pembelajaran di dalam diri Mahasiswa atau Grup. GRONLUND: Penilaian (asesmen) kelas sebagai suatu istilah umum meliputi prosedur-prosedur yang digunakan untuk memperoleh informasi tentang pembelajaran mahasiswa (pengamatan, tingkat performans, tes tertulis) dan terjadi pertimbangan pemberian nilai dengan memperhatikan kemajuan pembelajaran .

ASESMEN AUTENTIK

Asesmen autentik merupakan asesmen dimana mahasiswa diminta mendemonstrasikan pengetahuan dan keterampilan mengerjakan masalah nyata. Tugas autentik adalah tugas yang meminta mahasiswa mengkonstruksikan respon terhadap suatu pertanyaan atau masalah nyata kehidupan atau masalah yang dikenal mahasiswa.

TUJUAN PENGGUNAAN ASESMEN AUTENTIK

Menyediakan informasi yang absah/benar dan akurat mengenai apa yang benar-benar diketahui dan dapat dilakukan oleh mahasiswa, atau tentang kualitas program pendidikan . Mengevaluasi tugas-tugas autentik yang telah dilakukan oleh mahasiswa, sehingga Dosen dapat memiliki informasi yang lengkap tentang mahasiswa.

CIRI KHUSUS ASESMEN AUTENTIK
 

  

Mengukur pengetahuan dan keterampilan mahasiswa. Mempersyaratkan penerapan pengetahuan dan keterampilan. Penilaian terhadap produk atau kinerja. Tugas-tugas kontekstual dan relevan. Proses dan produk, keduanya dapat diukur .

4 LANGKAH PENGEMBANGAN ASESMEN AUTENTIK

 

Mengidentifikasi standar kompetensi/kompetensi dasar/indikator hasil belajar (SK/KD/IHB) Menyeleksi jenis tugas autentik Merancang Masalah-Masalah Autentik Mengidentifikasi kriteria tugas autentik yang dipilih dan Mengembangkan rubrik .

RUBRIK DALAM ASESMEN

Rubrik adalah skala penskoran yang digunakan untuk mengevaluasi pekerjaan mahasiswa.

Rubrik memuat paling sedikit dua kriteria untuk menjastifikasi pekerjaan mahasiswa dan memuat paling sedikit dua level performans pada setiap kriteria .

KARAKTERISTIK KRITERIA YANG BAIK
    

Dinyatakan dengan jelas Singkat Dapat diukur Menyatakan prilaku Ditulis dalam bahasa yang dipahami mahasiswa.

Pengertian Model Pembelajaran

Model Pembelajaran adalah suatu kerangka konseptual atau pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan dan mewujudkan suatu proses pembelajaran di kelas yang mengarahkan kita dalam mendisain pembelajaran untuk membelajarkan siswa, sehingga tujuan pembelajaran tercapai.

MODEL PEMBELAJARAN

Direct Instruction (DI)

Cooperative Learning (CL)

Problem Based Instruction (PBI)

Empat Ciri Utama Model

Rasional Teoretik (Coherent Theoritical Rationale)

Dampak Pembelajaran (Intended Learning Outcomes)

Perilaku Mengajar Guru yang Diharapkan (Required Teacher Behaviors)

Lingkungan Belajar dan Sistem Pengelolaan (Required Classroom Structures)

Ciri dan Komponen Utama Model Pembelajaran
CIRI UTAMA MODEL PEMBELAJARAN  Rasional Teoretik  Outcomes Learning Intended  Perilaku Mengajar Guru  Lingkungan Belajar dan Sistem Pengelolaan KOMPONEN UTAMA MODEL PEMBELAJARAN  Sintaks  Sistem Sosial  Prinsip Reaksi Pengelolaan  Sistem Pendukung  Dampak Instruksional dan Pengiring

MENGENAL MODEL PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH (PBI)
Landasan Teoritik
      Pand. Kognitivistik Pand. Konstruktivis Teori Piaget Teori Bruner Teori Vygotsky Teori Dewey

Perilaku Mengajar Guru
 Toleransi Terhadap Keberagaman  Perancang Masalah Autentik  Pemberi Scaffolding  Fasilitator  Motivator dan Mediator Pemecahan Masalah  Mendorong Kel. Belajar Berbasis Inquiri

Dampak Isturksional dan Pengiring
 Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi  Ketrampilan Akademik  Ketrampilan Inquiri  Ketrampilan Berkolaborasi  Tentative Keilmuan

CIRI UTAMA MODEL PBI

Lingkungan Belajar
 Flexible (luar atau dalam kelas)  Demokrasi  Sumber Belajar yang Memadai  Fasilitas yang Cukup Memadai  Kolaboratif dan Koperatif  Kebebasan Berpikir Bruner

direaliasikan

KOMPONEN MODEL PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH (PBI)
SINTAKSIS MODEL 5 Fase, Yaitu:
 Orientasi Siswa Kepada Masalah  Mengorganisasi Siswa Belajar  Membimbing Penyelidikan secara Individu/Kelompok  Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Kerja  Menganalisis dan Mengevaluasi Pemecahan masalah

Prinsip Reaksi Pengelolaan

KOMPONEN MODEL PBI

 Pembelajaran berfokus pada siswa, dan guru sebagai MITRA PEMBELAJARAN  pemberi scaffolding  Fasilitator  motivator dan mediator pemecahan masalah  Mendorong kel. Belajar berbasis inquiri

Dampak Isturksional dan Pengiring
 Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi  Ketrampilan Akademik  Ketrampilan Inquiri  Ketrampilan Berkolaborasi  Tentative Keilmuan

SISTEM PENDUKUNG
      BUKU MODEL RENCANA PEMBELAJARAN BUKU PETUNJUK GURU BUKU SISWA LKS ASSESMENT AUTENTIK

Sistem Sosial
 Flexible (luar atau dalam kelas)  Demokrasi  Komunikasi transaksional  Kolaboratif dan koperatif  Toleransi terhadap Keberagaman

Keterkaitan Komponen Model Dengan Rencana Pembelajaran
KOMPONEN UTAMA MODEL PEMBELAJARAN  Sintaks  Sistem Sosial  Prinsip Reaksi Pengelolaan  Sistem Pendukung  Dampak Instruksional dan Pengiring RENCANA PEMBELAJARAN
  

Kompetensi Materi Pokok Perangkat dan Media Pembelajaran Skenario Pembelajaran Produk/Penilaian
  

 

Kognitif Afektif Psikomotor

Karakteristik Pembelajaran Berdasarkan Masalah

  

Pengajuan Masalah Autentik Ciri-ciri Masalah : real world, misteri, luas, bermakna, bermanfaat (membuat anak berpikir, dan merasakan kebergunaan pengetahuan). Keterkaitan dengan Disiplin Ilmu Lain Pemecahan masalah memanfaatkan berbagai konsep dan prinsip ilmu lain secara terintegratif Penyelidikan Autentik Presentasi Hasil Kerja Kolaborasi

Menuju pembelajaran yang efektif dan efisien
      

Relevansi & Real World Organisasi: sequence & cumulative effects Praktik Transfer & transformasi Motivasi Makna (eskplorasi) Hasil & umpan balik

SCL - TCL
Self-directed learning Teacher as facilitator (Liberating-Intentional Climate) Efforts well-orchestrated Teacher as conductor (Domesticating-Intentional Climate)

1 SCL
Self-centered effort Passive leadership (Enabling-Accidental Climate)

2 TCL 4
Repressive leadership Student conformity or rebellion (Reactive-Accidental Climate)

3

Dysfunctional and unproductive

Perubahan proses pendidikan

Proses pendidikan difokuskan pada “aktivitas dan materi yang dipelajari siswa”, tidak lagi hanya pada “materi yang diajarkan guru” Proses pendidikan disesuaikan dengan tuntutan kompetensi (relevansi) dan real world (kontekstual) dengan memperhatikan suasana akademik yang kondusif untuk belajar sejak dini Siswa dituntut untuk meningkatkan kemampuan, efisiensi, dan menumbuhkembangkan jiwa kepemimpinan

Learning not teaching paradigm

Latar belakang:

Perubahan dipicu oleh perkembangan ilmu yang sangat pesat, sementara itu muatan pendidikan tidak berubah Perkembangan TI memungkinkan siswa dapat belajar tidak hanya secara formal, tetapi juga dapat belajar melalui berbagai media atau sumber Dengan demikian guru bukan lagi sebagai sumber belajar utama – melainkan sebagai “mitra pembelajaran”

Learning not teaching paradigm

Tujuan: Memberi kesempatan kepada siswa untuk berlatih menjadi pembelajar aktif (active learner) selama pendidikan formal sehingga siswa akan terbiasa meningkatkan kemampuannya secara mandiri untuk kemudian menjadi lifelong learner

Piramida pembelajaran (Miller)
K

5% 10% 20% 30% 50% 75% 90%

Membaca

Audio-visual Demonstrasi Diskusi kelompok Praktik

Kolaboratif dan kooperatif

Peran siswa

Siswa berperan sebagai pencari dan penggali ilmu secara aktif (explorer not receiver), yang bertanggung jawab atas hasil belajar melalui proses pendidikan yang kontekstual dan kolaboratif Mengubah proses transfer ilmu menjadi transformasi ilmu

Peran Guru

Guru sebagai fasilitator dan penuntun dalam proses pencarian dan penggalian ilmu. Guru bekerja bersama-sama siswa untuk meningkatkan pemahaman tentang suatu pokok bahasan sehingga terjadi sharing ilmu (mitra pembelajaran) Guru tidak harus menjadi sumber belajar utama

Peran institusi

Institusi bertanggung jawab atas proses pendidikan interaktif ini dengan menyediakan sumber belajar dan fasilitas lainnya yang memungkinkan siswa belajar dalam suasana yang kondusif ( suasana pembelajaran yang ngangeni)

Jenis SCL
      

Contextual Teaching Learning Collaborative learning Cooperative learning Case-based learning Problem-based learning Project/Research-based learning Role play & Simulation

Peran SCL

SCL mendukung pengembangan life skills sekaligus soft skills Hal tersebut akan terjadi apabila SCL dilaksanakan dengan cara “disengajakan”, dan prosesnya diperbaiki secara terus-menerus (continuous improvement)

Soft skills

Syarat: “Pembelajaran aktif”
      

Mentally, not physically Berkomunikasi Bekerjasama Berpikir kritis Memecahkan masalah Kreatif Inovatif

Penerapan SCL harus mengarahkan siswa mampu:

   

Mandiri: bertanggung jawab terhadap proses dan hasil pembelajaran Membagi pengetahuannya kepada teman / kelompoknya Mendefinisikan dan memecahkan masalah Bersikap toleran terhadap “kekaburan arti” Membuat asumsi Bersikap terbuka dan menerima alternatif lain

   

 

Mengembangkan argumentasi Menjunjung tinggi bukti (evidence-based) Tahan terhadap kegagalan Mengukur kemajuan & mengoreksi kesalahan sendiri Melihat masalah dari berbagai sudut Mengoleksi, memilah, menganalisis, dan menjelaskan data Mencari sumber informasi: pakar, buku, jurnal, internet, teman, orang awam, dsb

Karakteristik sekolah SCL
      

Adanya berbagai aktivitas dan tempat belajar Display hasil karya siswa Tersedia banyak materi belajar Tersedia banyak tempat yang nyaman untuk diskusi / bercengkerama Terjadi kelompok-kelompok dan interaksi multiangkatan Ada keterlibatan dunia bisnis / industri dan masyarakat lainnya Jam buka perpustakaan fleksibel

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful