Anda di halaman 1dari 90

STAI TDAB

PI RUSAEAAT{ UMUM LI STRI K NI GAN. A


SPLN I OB 3 1993
I-ampiran Keputusan Direksi PLN
No. : 133.WO594/DLR/1993, tanggal 22 September 1993
PEMUTUS TENAGA MINI
UNTUK PEMBATAS DAN PENGAMAN
ARUS LEBIH UNTUK INSTALASI
GEDUNG DAN RUMAH
D E P A R T E ME N P E R T A MB A N G A N D A N E N E R G I
PERUSAHAAN UMUM LISTRIK NEGARA
JALAN TRUNOJOYO NO. I 35
,
KEBAYORAN BARU
.
JAI ( ARTA T2T60
I
SPLN 108: 1993
PEMUTUS TENAGA MINI
UNTUK PEMBATAS DAN PENGAMAN ARUS LEBIH
UNTUK INSTALASI GEDUNG DAN RUMAH
Disusun oleh :
l. Kelompok Pembakuan Bidang Distribusi dengan Surat
Keputusan Direksi Perusahaan Umum Listrik Negara No.:
076/DIR/88 tanggal 21 September 1988;
2. Kelompok Kerja Lengkapan Listrik dengan Surat
Keputusan Kepala Pusat Penyelidikan Masalatr Kelistrikan
No. 086. Kl 495tpPMK/1992 tanggal 28 Oktob er 1992;
Diterbitkan oleh :
DEPARTEMEN PERTAMBANGAN DAN ENERGI
PERUSAHAAN UMUM LISTRIK NEGARA
Jln. Trunojoyo No.l35-Kebayoran Bam
JAKARTA 12160
1993
- l -
SPLN l 0t : 1993
- i l -
SPLN I 08: 1993
l . Kepala Dinas Pembakuan, Pu
(ex+fficio) (*)
2. Masgunafto Budiman, MSc
3. Ir. Agus D.iumhana:
4. Ir. Bambang lrawadi
5. Ir. Hasim Soerotaroeno
6. Ir. Sambodho Sumani
7. Ir. Soemarto Soedirman
8. Ir. Adiwardojo Warsito
9. Ir. Alfian Helmv Hasvim
10. Ir. Hartoyo
11. Ir. Dirlik Dianvanto
12. Ir. Soenyoto
13. Ir. Samiudin
14. Ir. J.Soekarto
15. Ir. Rosid
16. Ir.Soenario Sastrosewo.io
17. Ir. Hoedoi o
18. Ir. Soetopo Sabar
19. Ir. Rahardjo
2(1. Ir. Pieter Mabikatbla
(*)
Masgunafto Budi man, MSc
Susunan Anggota Kelompok Pemhakuan Bidang Distribusi
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi Perusahaan Umum Listrik Negara
No.: 076/DIR/88 tanggal 2l September l98B
sat Penyelidikan Masalah Kelistrikan
Scbagai Ketua mcrangkap
Anggota Tctap
Scbagai Kctua Harian merlngkalr
Anggota Tetap
Sebagai Sekretaris meran gkall
Anggota Tetap
Sebagai Wakil Sekretaris merangkap
Anggota Tetap
Sebagai Anggota Tetap
Sebagai Anggota Teta;l
Sebagai Anggota Tetap
Sebagai Anggota Tetap
Sebagai Anggota Tetap
Sebagai Anggota Tetap
Sebagai Anggota Tetap
Sebagai Anggota Tetap
Sebagai Anggota Tetap
Sebagai Anggota Tetap
Sebagai Anggota Tetap
Scbagai Anggota Tetap
Sebagai Anggota Tetap
Sebagai Anggota Tetap
Sebagai Anggota Tetap
Sebagai Anggota Tetap
l l l
-
SPLN 108: 1993
susunan Angg0ta Kelompok Kerja Lengkapan Listrik
Surat Keputusan Kepala Pusat Penyelidikan Masalah Kelistrikan
No.: Ogfr.K/495/PPMKtl992
tanggal 28 Oktotter 1992
1. Ir. Achmarl Sudj ana
2. Ir. Ali Albahar
3. Ir. Dalyanto A.W.
4. Darto Gianto, BE
5. Ir. Pranyoto
6. Ir. Ishak Sastranegara
7, Ir. C.Sapto P.
8. Ir. Ari yono Gunadi
9. Ir. Wirliastomo S.
10. Ir. Eko Buditomo
11. Ir. Kuntj oro
12. Clemens Kristiatli' BE
13. Ir. Mashutl Yusuf
14. Ir. Prasetyo Utomo
15. Ir. Budi Si swanto
16. Ir. Harr-r Sur-vanto
Sebagai Ketua
merangkap Anggota
Sebagai Sekretaris
merangkap Anggota
Sebagai Anggota
Sebagai Anggota
Sebagai Anggota
Sebagai Anggota
Sebagai Anggota
Sebagai Anggota
Sebagai Anggota
Sebagai Anggota
Sebagai Anggota
Sebagai Anggota
Sebagai Anggota
Sebagai Anggota
Sebagai Anggota
Sebagai Anggota
- i v -
SPLN 108: 1993
DAFTAR ISI
Hal aman :
Pasal Satu
RUANG LINGKUP DAN TUJUAN
t .
2.
Ruang Lingkup
I
2
Tujuan
Pasal Dua
D E F I . N I S I
3. Peralatan
I
z
4. Istilah Umum
z
5. El emen-el emenkonst mksi . . . . . t
6. Kondisi Operasi
6
7. Besar anKar akt er i st i k. .
. . . . . .
j
tt. Macam Uji .
l0
Pasal Tiga
KLASIFII(ASI
')
Klasifikasi Pemutus Tenaga
l0
9. 1 Menur ut j uml ahkut ub
. . . . . . l 0
9
2 Menurut penganum terhadap pengaruh luar .
lo
; I
Menurut cara pemasangan
I I
,
{ Menurut cara hubungan
I I
' :
Menur ut penggur nannya. . . .
l l
'/
rr
Menurut karakteristik I2t
I I
Pasal Empat
KARAKTERISTIK PEMUTUS TENAGA
l l
t2
t2
t2
SPLN 108: 1993
t2
DAFTAR ISI (lajutan)
I 1.3 Frekuerui pengenal
I 1.4 Kapasitas hubung-singkat pengenal (I"n). .
Nilai standar dan nilai vang lebih disukai
12.l Nilai tegangan pengenal
12.2 Nilai pengcnal
12.3 Nilai frekuensi pengenal
12.4 Nilai kapasitas hubung-singkat pengenal
12.5 Standar dari
julat
trip seketika
Pasal Li ma
PENANDAAN
Pasal Enam
KONDISI STANDAR OPERASI PELAYANAN
Julat suhu udara sekitar.
Halaman:
t 2
T2
t 2
t 2
t 2
t 3
l 3
l 3
t 5
l 5
l 5
l 5
l 3
14.
1 5 .
1 6 .
t 7 .
Ketinggran
Kondisi atmosfir
Kondisi pemasangan. . .
Pasal Tuj uh
PERSYARATAN KONSTRUKSI DAN OPERASI
I tt Desain mekanis
15
I tt. l Uurum
15
1 8 . 2 Me k a r u s me . . . .
. . . . ' ' 1 6
I t t . 3 Jar akbebasdanj ar akr ambat
. . ' . . . 16
18..1 Sekrup. bagian yang menghantar arus dan sambungan. . . . 17
ttt,s Tcrnunal untuk penghantar luar
ltl
I tt.(r Sifat tidak dapat dipertukarkan . .
20
19. Pengaman terhadap kejut listrik
2l
2o Sifat dielektrik.
2l
- v i -
SPLN 108: 1993
DAFTAR ISI (lajutan)
21. Kenarkan suhu .
2l .l Batas kenarkan suhu
21 2 Suhu udara scki tar
22. Kcrya tak terputus . . . .
23. Opcresi otomatis
23 | Dacrah arus-waktu standar
23.2 Besaran konveruional . .
23.3 Karakteristiktrip
24. Ketalnnan listrik dan mekarus . . . .
25. Kine{a pada arus hubung-singkat
2(t. Ketahanan terhadap benturan dan kejut mekanis
2'7. Ketaharnn terhadap panas
28. Ketahanan terhadap api dan panas abnormal
29. Ketahanan terhadap karat
Pasal Delapan
PENGUJIAN
30. I Uji jenis
d.rn urutan pengujian
30.2 Ui i Ruti n
30.3 Uj i Contoh . . .
Kondisi Uji . .
Pemeriksaan sifat tanrpak
Uji ketidak hapusan penandaan
Pengujian keandalan sekrup, bagian yang menghantar arus dan sarnbungan . .
U1i keandalan terminal untuk penghantar luar
U.ii pcrlindungan
terhadap kejut listrik
L
rr srfi rt di el ektri k
r
-
I Ketahanan terhadap tegangan impuls
17
2 Kctahanan terhadap kelembaban
j7
i Tahanan rsolasi sirkit utama
Halaman:
2 l
2 l
z2
22
22
22
23
21
24
21
21
25
25
25
25
25
2()
26
26
27
28
28
29
:r0
: l l
3 l
3 l
3 l
- v n -
SPLN 108: 1993
40
DAFTAR ISI (lajutan)
37.1 Kuat drelektrik sirkit utama
37.-5 Kekuatan dielektrik sirkit bantu.
37 6 Nilai tegangan uji
3ti. LJji kenaikan suhu
3tt.I Suhu udara sekitar
38.2 Proseduruj i . .
38.3 Pengukuran suhu pada bagian-bagian pemutus-tenaga
38.4 Kenarkan suhu pada bagian pemutus-tenaga
Pengujian 28 hari
Uji karaktenstk tnp . ,
40.1 Uji karaktenstk arus-waktu
1o.2 Uji tnp seketika
.10.3
Uji pengamh pembebanan kutub-tunggal pada karak-tenstik tnp pcntutus-tenaga
kutub-banvak . . .
40 4 Uji pengaruh suhu sekitar pada karaktenstik trip
Uji ketahanan mekanik dan listrik
-l
l. I Kondisi uji umum
11.2 Proseduruji . .
-t
1.3 Kondisi pemutus-tenaga sesudah diuji
Uji hubung singkat
42.1 Umum.
12.2 Nilai besaran uji . .
12.3 Tolemnsi pada besaran uJi . .
42.1 Sirkit uji untuk kinerya hubung-singkat
12.5 Faktor kerja sirkit uji . .
12.6 Pengukuran dan venfikasi I2t dan arus puncak (lp). .
1.27 Kal i brasi si rki tuj i . . .
+2.tt lnterprctasi terhadap rekarnan
12.9 Kondisi pcmutus-temga untuk diuji
-12.l0
Kineqa pemutus-tenaga selama u1i hubung-singkat
- t 2. 1I
Pr osedur uj i . .
12.12 Venfikasi pernutus-tenaga setelah
-ti
Uji kctahanan kejut dan benturan mekanis
-t3
l Kejutan mekanis
Halaman:
32
32
32
a a
-) _)
a a
-') -)
33
a a
-) -)
-t -)
33
34
34
34
35
35
35
35
36
36
36
3(r
- ) l
- ) t
- t l
3tt
3 9
3 9
3 9
39
3 9
3 9
44
-t,l
11
- i l .
12
-
\ ' l l 1'
SPLN 108: 1993
DAFTAR ISI (l aj utan)
43.2 Benturan mekanis
44. Uji ketahanan terhadap panas
+-5. Kctahanan tcrhadap panas abnornnl dan api
46. Uji ketahanan terhadap karat
LAMPIRAN :
Halaman:
45
47
rl
tt
4tf
68
72
t - )
I J
7(,
77
7tt
79
80
Lampiran A
Lampiran B
Lampiran C
Lampiran D
Lampiran E
Penentuan Faktor kerja hubung singkat
Penentuan Jarak Bebas dan rambat . . . .
Urutan uji dan
jumlah
contoh uji yars diperlukan untuk tujuan sertifikasi
Koordinasi antara pemutus-tenaga dengan pengaman lebur terpisah yang
digabungkan dalam sirkit yang sarna
Persyaratan khusus untuk sirkit bantu untuk pelavanan keamanan tegangan
ektra rendah
Contoh dan terminal . .
Persyaratan kotak penutup untuk pemutus-tenaga jenis
CL .
Kurva Karakteristik Arus-waktu untuk Pemutus-Tenaga Jenis B . . .
Kurva Karakteristik Arus-waktu untuk Pemutus-Tenaga Jenis CL . .
Kurva Karakteristik Arus-waktu untuk Pemutus-Tenaga Jenis C
Kurva Karakteristik Arus-waktu untuk Pemutus-Tenaga Jenis D . . .
Luas penampang minimum kabel yang disambung ke terminal dan diamankan
oleh pemutus-tenaga
dalam penggunaannya . . . .
59
(r0
63
Lampiran
Lampiran
Lampiran
Lampiran
Lanrpiran
Lampiran
Lampiran
F
G
H I
H 2
H 3
H 4
I
!
-
i x -
SPLN 108: 1993
l .
PEMTJTUS TENAGA MINI
UNTUK PEMBATAS DAN PENGAMAN
ARUS LEBIH IJNTUK INSTALASI GEDUNG DAN RUMAH
Pasal Satu
RUANG LI NGI ( UP DAN
' TUJUAN
Ruang Li ngkup
Standar ini digunakan unhrk pentutus-tcnaga media-udara arus bolak-balik untuk pengopcrasian pada
50 Hz. yang mempunYai tegangan pengenal tidak lebih dari 440 V (antar
fase). arus pengelal trdak iebih
dari 125 A dan kapasitas hubung singkat pengenal tidak lebih d^n25
(XX)
A
Standar ini berlaku untuk pcmutus-tenaga jenis
CL vang digunakan uriluk pcngiunan arus lebih dan pembatas
daYa konsumen PLN. serta pemutus-tenaga jerus
B. C dan D yang digunakan untuk penganan terhadap arus
lebih instalasi pengawatan bangunan rumah. geduni serla pengguruum se.ienisnl'a. Pemuttrs teruga tersebut
didisain untuk digunakan oleh setiap orang dan tidak memerlukan pemeliharaatr. Standar i1i berlaku.f uga
untuk pemutus tenaga
)'ang
nlempunyai arus pengenal lebih dari satu. asalkan cara merobalr dari saitr
pengenal ke pengernl
vrurg lainnya tidak dapat dilakukan dalam pelavanan normal d.rn urnpa rncrnakai suiltu
perkalcas.
Standar ini tidak digunakan untuk
-
penrutus-tenaga
unfuk penganun motor
-
pclttutus-tcnaga. yang penyetelan arusnva dapat diatur scsuai dcngan kcinginan pcmakai.
Keterangan :
l) Pemutus-lenaga dalam ruang lingkup standar ini dianggap sesuai unhrk pemiszrh (liftat Sub-ayat ltt.3). Pcrhatian
khusus bila tegiurgan yang lebih besar mungkin tertadi pada sisi supplai (rnisahrva supplai clari saluran udara vang
misal menggunakan penangkap petir).
2) Pemutus-tenaga dalam ruang lingkup standar ini clapat.juga digunakan untuk perlrnclungi.l tcrfiadap kejut listnk,
.f
ika ada giillgguan,
vzng tergantung pada karakteristrlt tripnva dtur pacla karaktenstik nstalasi.
Knteria pemakaian untuk tujuan demikian disesuaikan dengan pcraturan instllasi.
Standar ini llreliptttt sentua persvaratan
vang dipcrlukan rrntuk mcnjzunin kcscsuaiern dcngan klraktcnstik
ke{a yang dis' aratkan untuk pemutus-tenaga.
Stand.rr ini
-juga
meliputi rincian yallg
berhubungan tcrlradap pcrsl,aratan-pcrsvaratan
rtii clan nrctodc
pengujian
vang diperlukan untuk menjamin reproduksibilitas hasil uji
Standar ini menetapkan :
I ) karakteristrk pemutus-tenaga mini:
I ) kondisi
]' ang
harus dipenuhi oleh pemutus-tcnaga. dcngarr lltengacu kcpada :
a) operasi dan sifatnya dalam pelayanan normal:
b) operasi dar sifatnya
lika
berbeban lebih:
c) operasi dan sifatnva jika
terhubung-singkat sanrpai dengan kapasitas hubung singkat peugenalnya:
d ) sifat-sifat dielektriknva:
SPLN 108: 1993
3) pengujian dimaksudkan untuk menentukan bahwa kondisi pengujian telah dipenutu dan metode
yang
dipakai urttuk
Pengujian;
1) data vang
dicantumkan
pada peralatan:
5) urutan
pengujian yang dilakukan dan
jumlah contoh
yang diserahkan untuk sertifikasi
(lihat LamPiran C);
(r)
koordinasi dengan pengaman lebur terpisah vang berada dalzun sirkuit Yang sama
(lihat Lampiran D):
2. Tuj uan
Standar ini dlnnksudkan unfuk memberikan
pegangall vang terarah dalam pcrlgtrliut nuupull perencanaan
sena penggunaan pemutus-tenaga nuru sebagai pemuatas dan pcngaman arus lebih untuk instalasi
gedung
dan rumah, khususnva yang menyambung
pada instalasi PLN.
Pasal Dua
DEFINISI
3. Peral atan
3.1 Al at hubung
Alat hubung adalah alat
l,ang
didisain untuk menghubungkan atau memutuskan anrs dalant satu sirkit listrik
atau lebih.
3.2 Alut hubung mekanik
Alat hubung mekanik adalah alat hubung yang didisarn untuk menghubungkan dan memutuskan satu sirkit
listrik atau Gbih dengan menggunakan kontak-kontak
yang dapat dipisahkan.
3.3 Pengaman lebur r/
pengaman
lebur adalah alat hubung yang membuka sirkit dan memutus arus bila melampaui nilai tertentu
dalam waktu tertentu dengan meleburnya satu atau lebih komponen yang didisain khusus dan sesuai'
3.1 Pemutus tenaga (mekanik)
pemutus
tenaga adalah alat hubung nrckaruk I'ang dapat ruenutup. ntengalirkan dan memutus ams dalanl
kondisi sirkit normal dan
juga menutup. mengalirkan selama rvaktu tertentu. dan tnemuttts arus secara
otomatis
pada koldisi sirkit abnormal
yang
tertentu sepe rti hubung singkat.
4. I st i l ah umum
'1.1 Arus lebih
Arus lebih adalah setrap arus yang melebilu ams pengenal.
4.2 Arus beban lebih
Arus beban lebih adalah arus lebih l,ang terjadi dalam suatu sirkrt yang tidak terganggu secara listrik'
Suatu arus beban l ebi h dapat menyebabkan kerusakan, bi l a mengal i r terus menerus dal am rvaktu yang oukup'
- 2 -
SPLN 108:1993
J.3 Arus hubung singkat
Arus ltubung singkat adalah anrs lebih vang diakibatkan oleh dari suatu gangguan dengan inrpedarsi yang
dapat diabaikan antnn dua titik
yarg
nlcmpunyai beda potcnsial dalam pelayanan nornal.
Suatu arus hubung si ngkat dapat di ahbatkan ol eh suatu gangguan atau suatu hubungan yang sal ah.
J."l Sirkit utuma (dari suutu pemutus-tenaga)
Sirkit utama adalah semua bagian penghantar dari pemuhrs tenaga yang terdapat dalam sirkit yang didisain
untuk menutup dan membuka.
'1.5
Sirkit kontrol (dari suatu pemutus tcnaga)
Sirkit kontrol adalah sirkit (selarn sirl*ji utrutx:l rang drmaksudkan untuk operasi penufupan atau operasi
pembukaan, atau kedua-duanya dan pemutus-tcnaga.
"1.6 Sirkit buntu (dari suulu pemutus tenuga)
Sirkit banftr adalah scmul bagian penghantar suatu sirkrt lain dari utama dan sirkit kontrol dari
pcmutus-tenaga.
J.7 Kutub (dari suatu pemutus tenaga)
Kutub adalah bagiat clan suatu pentutus tenaga varg tcrhubung secara khusus dengan satu
jalur penghantar
yang terpisah secara listrik dari sirkit utamanya yang dilengkapi dengan kontak untuk menghubung dan
ntemutus sirkrt utanranya dan tidak tennasuk bagian yang dilengkapi alat unhrk pemasangan dan
pengoperasian kutub .
4.7.1 Kutub berpengaman
Kutub berpengaman adalah suatu kutub yang dilengkapi dcngan pelepas arus lebih (lihat Sub-ayat 5.6)
4.-1.2 Kutub tanpa pengaman
Kr-rtub tanpa pengaman adalah suatu kutub tanpa pelepas arus lebih (lihat Sub-ayat 5.6) rnmun umumnya
lllenipunyai unjuk ke{a yarg sama sepertr suatu kutub berpengaman dari pemutus tenaga yang sama.
i
)
Untuk menjarnin persyaratan irri, krrtub tanpa pengaman dapat berkonstruksi sama seperti kutub berpengaman atau
konstruksi tertentu.
2) Bila kemampuan hubung singkat dan kutub tanpa berpengeunan berbeda dari kutub berpengaman harus dinyatal,ian
oleir pembuat.
4.7.3 Kutub netral bersakelar
Kutub netral bersakelar adalah kutub yzulg hanya dimaksudkan unfuk menghubungkan netral, dan tak
dirnaksudkan untuk mempunyai suatu kemampuan hubung singkat.
1.8 Posisi tertutup
Posisi terftrtup adalah posisi dimana kontinuitas sirkit utama pemutus ternga
-yang
ditentukan sebelumnya,
te{amin.
J.9 Posisi buka
Posisi buka adalah posisi dimana
jarak
bebas antara kontak-kontak yang tertuka dari sirkit utama pemutus
tenaga.
l' ang
ditenfttkan sebelumnya te{amin.
J.I0 Sul ru udura
I ltr 1 SLrhLr udara sckitiu
Stthu udara sekitar adalah suhr.
lrang
ditentukan pada kondisi sebelurnnya dari udara sekitar pemutus
l-'nl gl (
urttuk pemutus tenaga berselungkup, adalah udara diluar selungkup).
-3 -
SPLN 108: 1993
1. t 0.2 Suhu udara sekitar ocuon
Suhu udara sekitar acuan adalah suhu udara sekitar
t-ang
ntendasari karakteristik zrrus-u'aktu.
4.11 OPerasi
operasi adalah transfer kontak gerak dan posisi buka keposisi tuftrp atau sebalikrya.
.Ti ka perl u cl i bedakan. suatu opera-si vang bersi fat,l i stnk
(umpama hubung atau putus) di sebutopera' si hubungan dan opcrasi
yang bersi f-at mekani s (umpama . tutup atau buka) di sebut operasi mekani s'
4.12
SiklusPengoPerasian
Sirkit
pengoperasian ad2lah operasi
-vang
bcrurutan dan satu posisi ke posisi I'ang
larn dan kenrbali ke posisi
pertama.
,t.13
(Jrutan OPerusi
Urutan operasi adalah urutan operasi tertentu dengan inten'al r,r'aktu tcrtcnttt.
4.14 Keria
Yang
tak terPutus
Ke'a yang tak terputus adalah ke4a dimana kontak utama dari pemunrs-tcnaga tetap tertutup. nengalirkan
arus ajeg tanpa terpurus untuk
ieriode
vang lama
(dapat bernringgu-rrunggu,
berbulan-bulaq atau ber-
tahun-tahun).
5. El emen-el emen
konstruksi
5.1 Kontak utuma
Kontak utann adalah kontak
yang temrasuk dalam sirkrt utama pemutus tenaga dan dimaksudkan untuk
mengalirkan arus dari sirkit utama pada keadaan posisi tertutup.
5.2 Kontak busur aPi
Kontak busur api adalah kontak dimana busur api dimrrlar.
suatu kontak busur apr dapat di pakai sebagai kontak utarna. Kontak tersebut dapat
j uga sebagai kontak terpi sah vang
di desai n sedemi ki an ^,po ,"[i nggu' [,rntot
tei sebut membuka sesudah dan menutup i ebel um kontak l ai n vang di maksudkan
untuk mol i ndungi dari kerusakan'
5.3. Kontak kontrol
Kontak kontrol adalah kontak
yang
terdapat dalam sirkit kontrol suatu pemutus-temga dan dioperasikan
secara mekanis oleh pemutus-tenaga'
5.'l Kontak bantu
Kontak ba't' adalah kontak
yang
tcrdapat dalam suatu sirkit bantu droperasikan secara mekards olch
pemutus- tel,itgzl
(misalnva untuk indikasi kedudukan kontak).
5.5 Pelepas
pelepas
adalah 1lat. valg
dihubungkan secrua mekanis ke (atau tergabung dalanl) sttatu penlutus-tenlgzl'
yang mclepaskun alat p.-.gung dau meugakibatkur dapat tuenrbuka secam ctonatis'
5.6 Pelepas arus lehih
pelepas
anls lcbil adalah pclepas
.
:lrlg nleugakibatkar
pemtttus-tcnaga nrembuka. dengan atatt tanpa
rvaktu-tunda. bila ams dalam-pclepas
mclcbihi snatu nilai vang ditentukan scbelutnnYa.
Dal am bctrcrapa hal ni l ai i ni dapat tersantuns pada l ai u kenai kan arus.
- + -
SPLN 108: 1993
5.7 Pelepus arus lehih wuldu-tundu inverse
Pclcplrs urus lebih u' aktu lundlt iltvcrsc adalah pelepas arus lebih yang
bckena scsudaS 1,1ktu-tultda ilr,crsc
tcrgantung pada ri l l ai anrs l cbi l r.
I ' cl cpas dcnr i kr an dapat di di sai n agr r r r vr kt u- l unda r t r cndckat i suat u ni l ai t er t ent u mi ni mum unt uk ar us l cl l i h vl r ns l i r r qI i .
5.8 Pelepus urus lehih lungsung
Pelcpin arus lcbih lattgsuttg adalah pclcpas arus lcbih sccara langsung di caru olch arus dalapr sirkit ut:1111
dari suatrr pcrnul us-tcnaga.
5.9 Pclcpus hehun lchilr
Pcl cpas bcbi tn l cbi h adal ah pcl cpus anrs l cbi h vi urg di nr:rksl dkl rn uptuk bcbi yr l cbi l
5.10 llugiun kondulctip
Bagian konduktip adalah bagian vllng dapat tttcngluuttar :rnrs. rvalaupun mungkin tid2k digu11ka1 sptuk
mengalirkan arus pelayanzur.
5.1I Bagian kondufuif yang terhuka
Bagian kondtrktif
vang tctbuka adalah bagian konduktip
)' :ulg
dapat discntuh dcngan nrudah da1 r,ang sccall
normal tid'lk bcrtegangan. tetapi dapat menjadi bertcgarigan dalam kondisi ganggun.
I l agr an kondukt i pvang t cr bukaadal ah nt cr upakan di ndi ng scl unukup l o11anr . t uas kcr . i a l . 1sxp, t 1an l ai n- l ai 1.
5.12
'l'crminul
Tcntrtnal adalah bagizur konduklrp dari stntu pcralatan
]' ang
drpcrlcngkapi untuk lrubungap listrik kc sirkit
Itnr vang dapat dipakai sccara bcnrlang.
5.13 Terminal jenks
sekrup
Tcnttinal
-icnis
scrkup adalah tcntunal untuk mcnghubungkan dan nrcnrutusk:rn hubung:ur suatu pc1g5:yrtur
ittau interkoncksi dua atau lcbih pcnghantar. hubungan tersebut dapat dilaku- km sccua langsung atau Udlrk
langsung. dcngan sckrup atau nrur berbagai jcnis.
5.11 Terminal Pilar
Tcnninal pilar adalah terminal jenis
sckrup dimana pcnghantarnva
dimasukkan kedllanr lobang atau rongga.
dan dijcpit oleh rangkai sckrup.
TckananJepitan dapat diterapkan langsung oleh tangkai sekrup atau nrclalui plat pcnckan dari sckmp.
Cont oh dar i t er mi nal pi l ar dapat di l i hat pada l anr pi r an [ ] .
( i ar nbar
l r r
5. / - t ' l ' er mi nul sekr up
Tcntl i l tl tl scrkup.rdal ah tcnti nal
.i cni s
sckrup di rnl ura pcl tghantar
di i cpi t di baul rh kcpal a scknrp. Tckarul r
.icpitan
bolch diterapkiut langsung olch kcpala sekerup atau nrelatui irntu bagian antara. scpcrti nng. pl' t
.j cpi tan
atau pl at srrrrgkup.
Cot t t oh dar i t cnt r i r t r l sekr t r p dapat dr l i hut padu l unr pi r an l ; .
( i ur nbl r
l : :
5.16
'ferminul
berkepala bulat
Tenninal bcrkcpala bulat adalah lcnttitt:tl
.icnis
scknrp dimana penghantar dijepit dibarvlh lurr. Tckaruyr
.icpitan
bolch ditcrapkan langsung lcw' at ntur dcngan bcntuk discsuaikan atau niclalui suatu bagill aptara.
scpcrti ring. pclat jepit
atau plat sungkup.
Conl ol t cl ur i t er nt i nal bcr kepul a bul at l i hl t pada l anr pi nr n I i .
( i l nr bar
l i 2
- l -
SPLN 108: 1993
J.17
' l' erminal
sadel
Tcn' l ral sadcl l dl l ah tcnpi l ul
.j cni s
scknrp di nranu pcngl utntar di .i cpi r di bauah sadcl ol ch drur :rtatr l cbi h
scknrP atltu tnttr.
contoh' l ' ermi nal sadcl l i hat padu l arrrpi ran l r.
(i utl tbar
l :l
5./S Terminul sePutu
Tcnui nal scpat. l dal ah tcnni nal sckrup atau termi nal bcrkcpal a bul at vi ul g di dcsi ti n tttttuk menj cpi t scpatu
kabcl atau batang pcnghanLrr dcngan mur atau sckrup'
cont oh t cr mi nal sepat u l r hat pada l ar npi r an F.
( i ambar
l ; . t
5.1g
' l' ernrinul
tunPu sekruP
Tenrri.al ta.pa scknrp adal:rh tcntrinal pcnghubung untuk tncugltubttltgkatt dlttt ntclepaskatt scc:lra
bcrunrta. sat' pclghantar atau intcrkorcksi r,ang dapat dilcpas dari dur atau lcbih pcrtghant:lr vang dapat
dipisah-pisah. liubungan terlaksana secara langsung atau tak langsung. deng:rn pcgas- trapcsiuttl logam atau
kcnrcut dan scbagainya. tiulpa persiapan khusus dan pcnghantiu sclain ltrcllgtlpas isolasi.
5.20 Sekrup talt
Scknrp tap adalah sckmp
1,ang
dibuat dari bahan
yang mempunvai kctahattatt dcfomrasi
]' allg
lcbih tinggi
bila ditcrapkan dcnga,r siripa,i putar kc dalant lobang pada balran vAtrg rtlclllptlnYai ketaharurn dcfornrasi
r ang lcbih rcnd.rh.
.Scknrp
di bu:rt dcngan ul i r r ang nrcnnrci ng. di tcrapkan
pada di antctcr i nti rrl i r di ui trrrg scknrp'
Ulir dibuat dcngan menggunakal scknrp
)' ang
dibcntuk secara tcpat dcngan tttctttutar sckrup nrclcbihi iunrlah
ul i r 1' ang
di buat.
5.2I SekruP taP
Pemhentuk
ulir
Scknrp tap pcnrbcntuk ul i r adal ah scknrp vaug nrcnrpunvai ul i r tak tcrputtts. Ul i r i rl i ti &k bcrl i rngsi tttl tuk
rttcmindahkan bahan dan lobattg.
Suat u sont oh sckr up t ap pcmbcnt uk ul i r dapat di l i hat pada
( i ur nbar
l .
5.22 SekruP taP ulir terPutus
Seknrp tap ulir terputrrs adnlah sckrup tap vang rnempunvai ulir terputtrs. Ulir dimaksudkatl tttttuk
nrcmindahkan bzrhan dan lubang.
Suat u cr . nt oh sckr up t "r p ul i r t or put us dapat di l i hat pada
( i ar t t bur
2
Kondi si Oper asi
Oparusi penutuputt
Opcrasi pclutupap ldalah opcrasi dimana pcnrutus-tcrulga diubah dari posisi tcrbtrka kc posisi tcrtutttp'
Operasi penthukaan
opcrasi pembukaan adalzrh operasi dimarur penrutus-tcnaga diubah dari posisi te(utup kc posisi tcrbuka'
(
) perusi man ual depen den
Opcrasi nranurl dcpenden adal ah opcl ":rsi Yutl g scl l l ata-mata dcl tgi ttt canl l l tcl l ggtttnkatt cl l ctgi tttl ttttnl sccara
l ' i rgsung sedcpri ki an schi ngga kcccpatan dan ga\ a opcnrsi tcrgattttrrl g dari aksi opcrl l l or'
(
)perusi trtun u al in dePen den
Opcrasi u' r' ual rpdcpcl dcn adal ah opcnrsi cncrgr r ung tcrsi rrl pan di ttrana crtcrgi bcrl tsi tl cl tri dl tr l r tttattual '
cl i sr' rpa' dan di l epas dal anr satu opcftl si konti nu. scdci ni ki an schi ngga keccpatatt dan gl l \ l l opcl ' i tsi r attg tl l k
tcrgutttuttg dart l &si opcmtor
6.
6 . 1
6. 2
6. 3
- 6
6, J
SPLN 108: 1993
6.5 Pemutus-tenagu trip heba.s
Pcnluttts-l.clnga tnp bcbiu adalah pcttrutus-tcnaga. kontak gerak yallg kcnrbali dan tctap pada posisi tcrbukir.
bila operasi pcnlbukaiut otontatis dkcrliftart sctclah dimulainva opcrasi pcnutuplrn. u:ilaupu1 pcriptaS
pcnutupiur masih ada.
I Jr l t t r l : r nct nast i kut t pct nut usan ar t t s dcnuan scmpt t r na vang t cl ah di t cnt ukan. kcr nungki nan pcr l u auar scsaat konl l r k nt cl capai
posi si t cr l ut up.
7. Besar an kar akt er i st i k
Bi l a ti dak di tcntukart l i ti tt scnura ni l ai :rnrs dan tcgungan adal uh ni l ai cfckti p.
7.1 Nilui pengenul
Nilai pcngcnal adalah rulai vang drtcUtpkan dan salzrh satu bcsaran karaktcristik untuk lrcnrpcrolch koldisi
keqa untuk mana penrutus-tenaga drdisain dzur dibuat.
7.2 Arus bukal (dari suatu sirkit dan herkenaun dengun pemutus tenagu)
Anrs bakal adalalr arus vang akan nrcngalir dalarn sirkit
lika
riap-tiap kutub pcrnutus-tcnagil digaltikal olch
suatu pcnghantar y uulg impcdiursi nv a diabaikan.
Anr s bakal dapat di ku' al i l i kasi kan scbagai mana ar us nvat & sct r asai cor r t oh ar us pcr nut usan br kul . ur us pul ci . r k bak1l . I l nt uk
t uj uun st andar i ni . ar us bakal dan suat u si r ki t ar us bol ak- bul i k di ni ' at akan denqan ni l ai el chi l i r vr
7.3 Arus puncak hukul
Ants pttttcak adaliilr nilai ptrrrcak dari arus bakal selanra pcnode lrarsicn vang nlcnvusrrl anrs rlul1 :
l ) ot i ni sl l l l ct l gasunl si kan bahnu ar us di l ct apkun ol el r per nut us- t or r aga i dcal . r ' ai t u dcngan l nr nsi si scsaut i l r pcdul si l ak
t cr hi ngga kc i nr pcdansi nol . t Jnt uk si r kj t di mana ar us dapat nr cl al ui beber apa. j al ur yanf ber l r cci l r . sebagai cont ol i si r ki t l l se
banl ' ak. del i ni si t er scbut r ncng. Lsunl si kan l cbi h l unl ut bahr r i ar s di l et apkul r sooar a ser cnt i i k pada scr l ua l ut ub. l r r l l upur r r . r 1r s
di per l i mbanqkan hanva ada dal am sat u kut ub.
7.1 Arus puncak hukal maksimum (dari sirkit arus holak-halik)
Ams puncak bakal maksimum adalah arus puncak bakal bila arus mula teryadi pada saat vang nlcnuju ke
nilai tertinggi vang mungkin.
l ]ntuk pcmutus-tenaga kutub banvak dal am si rki t t' a-se banvak- arus puncuk bak"rl maksi mum hanya mensacu pada kutub
t unggal .
7.5 Kupasitas hubung-singkut (penutupan dan pemutusun)
Ki tpasi tas hubung-si ngkat l dal ah kontponcn bol ak-bal i k cl ari l l nts bakal di nl l rti ftan dcngart rul ai cfekti pnya.
dinrana pctnutus-tenaga
didisain untuk tllcnutup. nlcnrpertitlurnkan waktu pcnrbukalulllva
dllt ltcnultuskarr
ilnls dalatn kondisi vang ditcnnlkan.
7.5. I Kapa.tita,t penrulu.tan hubung-,singkat kritis
Kapasitas kritis penluttls huburrg-singkat adalah kapasitas pcnrutusall untuk lllanil kondisi \' :1lg diuraikal
sebelumnya sesuai dengan tlrutan qii
,vang
ditentukan tak termasuk kemampuan pcmurus-tcllaga ulltuk
ntengalirkan arus sebesar 0.85 .x arus non-trip untuk rvaktu konvensional.
7.-i.2 Kopa.tita.s pcnrutu,;an hubunc-.:ingkat pela.r,anan
Kap:rsitas pcntuttts hubung-singkat pcla!' anan adalah kapasitas penlutusan untuk kondisi r' :r1g ditrraikun
scbel ul tttl va scstt:ti dcng:tn ttnttal t ui i vi tng di tcntukan tak tcnn:rstrk kcnramptral l pcnl url s-tcl l i l gl rrpttrk
nrcngal i rkl l n zl nts scbcsar 0.l i -5 x anl s l totr-l ri p untuk u l *l u konvcnsi onl rl .
- 7 -
7. 6
SPLN 108: 1993
Arus pemutusun
Ams pcrnutus ad:tlltlt ants p:tda sttltttr kutub ditri pcnlttltts-t ct ut gl t padl r saat pct t t t t l l t -l t t t bt t st t r : t pi scl l t t t t i t
7. 7
opcrasi pcmutttsatl.
I Jnt t r k ar us bol ak- br t l i k acuur t di bt r at pada ni l ai et ckt i p'
'l'egungun
terPakui
Tcgangiur tcrpakai adalah tegangan
yang terdapat
pada tcrmirul kutub dan suatu pcnltttus-tcnagtl scbcltttll
di al i n ants.
t cr t ni nal supl ai
Pcr al at an.
'l'el4utrgun
pu lih kcmh uli
Tegangan pulih kcrlbali adalah tegangan r ang tinrbul pada tcrtttinal ktrtub dari stratu pcntttttts-tctlaga
scsudah pcntutusan arus.
. l . cgangan
i ni bol ch t l i anggap t cr t Ji r i t l an dua se l ang r l akt u bcr ur ut an. r ' ang sat u scl at t t a ada t e
Sanqut l
t r al l si ct t ' di st r sul
i .;;g;; r' ang kcdua ."l um, hont' a ada tegangan l i ckucnsi ker.i a
I ) el l ni si i ni bcr l aku unt uk pcr al ut ' n t t ut ui "i i u
f l nt ut ' p' or ul at ar l kut ub banvl k l ugangat r pt r l i h hcr nbal i adal al r t equt t t at t
puda
t er r r r i t t t r l supl ai
Per al at an'
'l'egangon
pu li h kemh ali tt'ansien
Tcgangm pul i h kernbal i transi cn adal ah tcgangan
pul i h kcmbal i scl al l l a \\' l l kl u di ttt:ttta tcgattgal l tcrscbttt
nrcnlpunYai sifat tratrsictt vang bcrarti'
l )
' l . cganga.
t r a. si en dapat bcr osi l asi at au suat u kombi nasi dar i kcduan' a t . : r gant ung dar i kar akt cr i st i k si r ki t dar t pcl r l ut t l s-
tenusa.
' l
egangan i ni te nna^suk por!,escran tcgungart netral dan si rki t t' tr^se banvak'
2)
. l . egungan
pul i h konr bal i t r ansi en pada si r ki t l asc t i g. r - br l a t i t Jak di t cnt ukan l ai n. adi l l . r l r t cuar l gal l pada kut ub per t r nl i t
r a' g di bcbaskan. kar cna t egangan r ni bi ' . sanva l cbi h t i nggi dar i t egangan
' ang t i mbul pada t i ap- t i ap dua kut ub l ui nnYa'
7.,\. I
i . , \ . l
'l?gongon
putih kemboli
./rekuensi
kerju
Tcgangan pulih kcmbali frekuersi keqa adalah tcgangan
bcrkurang.
ll/aHu huku
pul i h kcmbal i scsudah gcl al a tcgangl ut tral l sl cl l
1. 8
7. 9
Waktu buka adalah u' aktu
1' ' ang
diuktlr dan saal
sirkit utanra nrcncapai nilar operasi dan pelepas
dimala
pclrutus-tcltaga dalarlr posisi tcrtutup. ilnls pad:l
arus lebih. santpai saat kontak busur api tcrpisahkan
di
semua kutub.
r r l kt u l t uk1 cl l n saat t l i nt at t a pcr i nt ah bukt t adi t i duk dapat di hut r l kur l '
7. 10 l Vuf f i u husur aPi
7.10.1 l l ' aktu hu' sur api dari suatu kutuh
waktu busur api dari suatu kutub adalah selallg waktu
busttr api vang teraklur
pada kufub tenebut'
7. t0.2 II' akru htt.st.rr upi dari pentutus-tenaga
kutuh han,r-ak
al l ti tra Saat nl ul i l i l l \' :l bustl r api dl n Saat pcl l l adi ttttl ttl
waktu busur upi dan pelllutus-tenaga kunrb banYak adalah $'aktu llntllra sililt llltll:liltr ll bttsttr api r ang
pcrtama da1 sait pcnladanran busur api vallg teraklur
pada scllltur kutub'
7.1I l4/aWu putus
Wakt' putl l s adal ah scl ang u' :i l i tu anl ara ni ul ai nr a \\' aktu buka cl i rri sttattl pcttl ttl tts-tcni l ga &l tl bcrl ftl ti rl tvi t
u rt k{t t brt st rr aPi .
- l i -
SPLN 108: 1993
l
7.12 I-t (Inte5;rul.ioulv)'
l nt cgr i t l . j ot r l c l t dl t l l t l t I nt cgr : r l dun ku' acl r al : r nr s d: t l unr scl : ur g nakt t r l cr l cnl u
7.1 3 KuruWeristik I"t dari pentutus-tenugu
Karakteri sti k I2t dari pcnrtrtus l cnag:t adal ah kun' a \ang nl cnrbcri kan ni hi nurksi nrrrrrr l 2t scb:rsai l i rnesi duri
anrs b:&al dalanr kondisi opcnrsi l,ang ditctapkzur.
7'lJ
Kttordinasi
untur perulutun pengumun urus lehih
!,un!l
terhuhung seri
7 ! 1. L l r t r.:' .:t, l a A' t i t, t t rt,;'
-h
o t o.t'
(
/, t
Anrs scl ckti vi tl rs-batas ad^al ah koordi rutt l tnrs di tn pcrpotongan l l nti l nl ki rrl rktcri sti k l rnrs-*,:rktrr pcrpul rrsl l r
l l l i tksi ttl tttrl dari al at pcrl gi l l l l al l pada si si bcbl tn dan prl r-busur api ( rrntuk pcngi l nl :yl l cbur
)
:r(l 1r ki i nrktcri sti k
:l nl s- $l tkttt tri p (ul ttuk pcntutus-tcnaga) d:rrr :tl at pcngarnan l l ri n.
|
)
Ni l ai hatas anrs sel ekti vi tas ba!.rs tcrscbut .
-
di ba$al t batas tcrsebttt dettgi ut adattt' a dtta al at pcr)sal naur i trus l chi h Yang tcrhubuus scri . al at pcpu1pr11
1;1du
sr si bcbar l r ncl cl t gkapi opcr asi
l l ct t r r t t t t saul t Vi l
di l l ar n $akt u unt t r k nr c. r r ccei r h al at pcr r l al l l al i
\ . i ul g l i l i r r r nr r l ui
opcra.si ( l ,a i tu scl ektrv i tu.s tcrj anri n
).
-
cl i at as baLr s t cr scbt t t det t gat t i t di ut t ' a t l t ur i t l i t t
l ) cngi unan
anr s l cbi h vr ur g t cr t r r br nr g scr i . i r l r r t pepgi upup
1l 1du
sr sr
bebt t I t t i di i i di r 1l i r t t t t cl eI l gki r pt . t l pcr i r si 1l ct t i t t t t t vt t t t t t i l 1l i t di t r r i t kt t i r r r t t t r kt t l ct l c. ' - 9i . h
ol l cr i t sl uvi t ( t , ar t u. scl ckt r vt t a. snt , l r t i &r k l cr 1a1r i 1
)
I t Kl r t ' l r kl cr i st i k i u- t t s l i t dl r pl r t dt gr ur i r ki r r r r ncn! gi ur l i ki r n kur l r kl cnsl r k i r r r r s ui r kt r r
7. 11. 2 . l t ' t r . s' ur t hi l ol i h ( l n )
Koor dr l ur t i l nl s dar i pcr pot ol l gl l l t l t t l t i l r l l kar l r kt cr i st i k pcr nut usi r n l r nr s- ni r kt r r nur ksi nl unl cl l r r i cl r ur r r l l r t
pcngl l t ni l n l r nr s l cbi h.
l ) An r s i u l t l l i l a l i l r a d i r l i r l r l r i 1 a i b a t l t ' s i t r r t s d i t n i u t a a d a d t u r a l a t 1 l c t i t . t t u t l , I t i n . , l c b t l i r a t t :
| . l l l l t t l nI l \ , i l a| at 1l cI l gt ut l t r t i . t ct api t r di r kpcr l t r padi r si si
l r l i r t l l cnganr i ur l i r i r t .
2l t <, , r , , f t . r i r t i k l r t t s l l t dapat r hgr ut r kan r r r cnggeur t r kan kar akt cr i st i k anr s- u1k( 1.
7.15 Arus turtltu trip konvensional (Int)
Ant s t l t t l pl l t r l P kot t vcnsi or ut l i t dl r l ah r t i l l r i i l nt s t cr t cnt u l ang nl i ul l pl t cl i : r l i r kl ur ol ch pcnr ut gs- l el l i 4l i t
upl uk
$ l r kt r r t cr t cl t t u ( u
l r kt r r kor t r _' nsi ot ur l ) t : r npa t r i l t
7.16
Arus trilt konvansionul (It)
Ar us t np konvcr ui ot t l t l l t dl l l l t l t ni l l r i : l t 1t s l cr l cnl r r r ang nl cnvcbabkan pcr r r ul us- t cl l i t gu
t r i p dl l ar r t 11akl t r
l cr t cnl r r ( u
akt t r konr cnsi onl l ) .
7.1 7 Arus trip seketika
Ants tri p scsal l t adal ah tl ti tti l ttttnt ants l i l ng l l tcnvcbabkan pcntrrttrs-tcrurg:r bckcri l r sccl l ti t otol l i l ti s ti l l pl l
\\' i tktu-tunda vang di tcntukan.
7.1 8 Jarak hehus (lihat Lumpiran l))
Jamk bcbl ts ad:rl ah.i arak tcrpcndck nrcl al ui udanr anl i l nl chur bagi l rn kondukti p.
dl r put di scr t t t t l t dct t gan l i t ngan at au dcnqan
i ar i ui i sl andar scsuai
( i ar pLar , ) .
' -
r
- - - - '
"- ' : ""' ' "":
7.Ig Jarak rumbat
(lihat Lampirun
B)
Jarak tcrpcndck adalah
jarak tcrpendek sepanjang
permukaan suatu- bahan isolasi :tntara du bagian
kondukttp.
tJntuk tu.i uan penentuan
l arak
rarnbat terhadap bagi an_yang dapat d.i scntuh. pcrmukaan vang dapat di scntuh dati suatu scl ungkup
i sol a^si harus di a.ggap kondukti p seol ah-ol ah s"l ungl i up?l f.rut
dengan kertas l ogant puJu t"*uu bagi an vang dapal di sentuh
dcngan tangan atau standar
j ari uj i scsuai Gambar 9'
8.
8. 1
8.3
8.2
Macam uj i
Uji Jenis
Uji Jcrus adalah pcngujian
),mg
dirnaksud untuk rnengetahui sifat-sifat lnenYeluruh
(lcngkap) dari
Pemutus-tenaga
Mini.
pengujian
iru pada umumnva hany,a dilakukan sekali untuk setiap
jcnis dari setiap pabrik penlbuat' lullllun
npoiilu 'engaland perubahzur baha'. konstruksi dan proses harus diuji ultng.
Uii Contoh
Uji Contoh adalah pcngujian yang dilaksanakan
pada bebcrapa contoh vang dianrbil nlcntrrut car:t tcrtcntu
scdernikian rupa sehingga dianggap mewakili sejumlah barang teflentu'
' Uji
Rutin
Uji Rutin adalnh pcngujian yang dimaksudkan untuk menusahkan barang yallg cacat atau meuvinrpang dari
pJrsl,aratan.
pcngujian
iru Aitat ut<an pada setiap barang yang diproduksi
Pasal Tiga
K L A S I F I K A S I
Klasifikasi i' emutus Tenaga
Menurutiumlah
kutub :
-
pemutus-tenaga satu kutub:
-
pcmutus-tenaga dua kutub dengan satu kutub bcrpengaman:
-
pcmutus-tenaga dua kutub dengan dtra kutub berpengannn:
-
penutus-tenaga tiga kutub dengan tiga kutub berpengaman:
-
pemutus-tenaga cmpat kutub dengan tiga kutub bcrpcttgatttatt:
-
pen-rutus-tenaga empat kuhrb dengan empat kutub berpengaman'
Kutub yiulg tidak berpengarnan boleh :
-
tanpa penganun (lihat Sub sub-avat
4.7.2). atatt
-
netral bersaklar
(lihat Sub sub-avat 4.7 3)'
Menurut pengunranan terhadap pengaruh luar :
-.jenis
tertutup
(tidak memerlukan
penutup
)'ang
sesuu):
-
lcnis
tak tertutup
(untuk dipakai dengan penutup
)'ang
scsuai)'
9.
9. 1
9.2
l 0 -
SPLN 108: 199J
9.3 Menurut cara pemasangan :
-
jenis pasangan permukaan:
- jenis pasangan teftanam:
-
jcnis pasangan pancl. juga
bisa discbut jenis
panel distribusi.
. l cni s
- j cni s
i r r i di r put di pa. sr r nu pr r da r cl .
9.J Menurut curu huhungun :
-
pcl t t t t t t t s- t cl l i l gl l .
di t t t l t l t i t r l t l t g l t t t bul l gal ul . \ a t i dak di gl r bt r ng cl cngi r n pcnl i t st l l g: r 1 r r r ck; r r r i s.
-
pctl tttttts-l ctti tga.
di l l ti ttl i t ri tl l g l tttbutl g:ul ttl a di g:rbtrrrg dcngan pcnl i l si ul gan i rrckl l i s. scbl rgl ri col rl ol t :
l cni s
t usuk.
. 1cni s baut :
.
j cni s
sekrup.
I Scbcr apa pemut us- t cnaga bol eh. i cni s t usuk at au
i cni s
buut hanva pada si si l r cr l eganr l up. t cr r l i nl l 6e6un Si asl r r r l l r c. cr k t r r r t uk
hubunc,an
frcnqawatan
9.5 Menurut penggunaannya :
-
Jerus
CL. r' i urg di gunakarl untuk pcl l ganl al l tcrhadap anrs l cbi h dun pcntbl rtl s ct51 kopsul tcl
pLN.
-
j ctti s
B.C dan D.
-r' ang
di gunakan ul ttuk pcngi ul tal t l crh:rdap :tnrs l cbi h dan ti dl k ul tuk pcl l bl tus 61r a
konsumen PLN. Jcni s-j cni s tcncbut dal anr pcnggunaann\' :r
di bcdakan nl cnunrt :rnrs tri p sckcti kani ,a
(l i l ut Tabcl VI). dan bi l a di koordi n:rsi kan dcngan pcnganl an l cbur. l i l urt L:urrpi prp D.
l ' cnr i l i han. j cr r i s t cr l cnt u dapat nr cngi kut i pcr at ur an i nsr al asi
9.6 Menurut karuHeristik lt
Dalarn pertinrbangan.
Pasal Empat
KARAKTERISTTK PEMUTUS TENAGA
10. Daftar karalcteristik
Karift tcristik pcnr utus-lcltag.a lu nrs di nr atlft an dcngan i sti lalr bcnkut :
- . j uml ah
kut ub ( Sub- avat
9 l )
-
pengamanan
terhadap pengaruh luar (Sub-avat 9.2)
-
ci l nl pcntasangl rn (Sub-ar
at 9.3).
-
cara hubungan (Sub-avat 9..1).
-
ni l ai te gangan kena pengcnal (Sub-avat 12. I
).
-
ni l ai arus pcngenal (Sub-avat
l 2 2).
-
ni l ai frckqucnsi pengcml (Sub-ar,at
l 2 3).
- . i ul at
anr s t r i p scsaal ( Sub- : t r at 9. - 5 dan 12. - sy.
-
' i l ai kapasi tas hubu.g-si ngkat pengenal (Sub-avat 12.l ).
-
krtntkl cri sti k l 2r (
Srrb-l n trt 7 t
-l
).
-
kl asi fi kasi l zr(d:rl arrr pcrti nrbangan.
l i hat Sub-aJ,i l t 9.(r).
- i l -
I 08: I 993
l l . Besar an pengenal
I 1. 1' I ' egangan
Pengenul
t 1.1.t T' egangan keria pengenal
((' tc)
Tega'gan kerya pengenal (sclanjutnva disebut tegangan
pengenal) dari suatu pcmutus-tenaga adalah niliu
tegangan y-g
' diientukan
oteh pabrikan yang unjuk keqanva dinrjuk
(khtrsusnva unjuk ke[a
hubung-singkat).
pemutus-tenaga
vang sama dapat di tcntukan untuk penggunarn se.i unrl al t tcgansan petrr:ctral dan kapasi tas l tttbtttrr si ngkat
pcngcnal l er kai t .
t t. t.2
' fegctngan
i sol asi pengenol
1Ui 1
Tcgangan isolasi pengenal pemutus-tcnaga adalah nila-r tegangan.
l'ang
ditentukan olch pabnkarr- scbagai
rujuf.an untuk rnenentukan tcgangan uji dielektrik dan
jarak rambat.
Jika trdak ditentukan larn. rulai tcgangan isolasi pengenal adalah nilai tcgangan
pcngcnal maksimum
pemutus-tenaga. Dalam hal apapun tcgangan
pengenal nurksimum tidak mclebihi tcgangan isolasi pcngcrurl'
I 1.2 Arus pengenal (1")
Arus
yang ditenrukan oleh pabnk. scbagai arus pemutus- tcnaga vang didisain tttttttk nlcngalirkan bcban Lrk
terpurus
(lihat Sub-ayat 4.14) pada suhu udara sekitar acuan
l-ang
tenentu.
Acuan standar suhu ttdara sckitar adalah 30 "C'
Jika drgunakan acuan suhu udara sekitar yang berbeda untuk pcmutus-tenaga.
pcngaruh pengallran beban
lebih dari kabel harus diperhitungkan.
karena irerupakan dasar acuan pada suhu ttdara sckitar 30 "C sesuiti
dengan
Perafuran
instalasi.
I 1.3 Frekuensi
Pengenul
Frckuensi pcngenal dan pemutus,tenaga adalah frekucnsi kcqa vang didisaill ttntuk pcnltttus-tcnaga d'rn nilai
karakte ristik lain di sesuaikan frekuensi kerj a'
pemutus-tenaga
yang sama dapat digunakan beberapa frekuensi
pengenal.
I I.J Kapasitas hubung singkd pengenal (Ic)
Kapasitas hubung singkat pengenal dan suatu pemutus- tenaga adalah rulai kapasitas kritis pemtttttsan
Subung singkat
tfifrt
SuU-avat 7.S. f
)
yang ditentukan
pada pemutus-tetuga oleh pabnkan'
suatu pemutus-ten^ga dengan kapasi tas hubung si ngkat pengenal tcrtentu mempun' ai kapasi tas' hubung
si ngkat pel avanan
vang scsuai ( 1"- ) ( l i hat ' l ' abel XV)
12. Ni l ai st andar
12.1 lYilui tegangan
Pengenul
Nilai tegangan pengenal adalah : 230/-l(X) Volt'
12.2 Nilai arus pengenal
12.2.1 l tti l ai arus pengenol unl uk.j ctti ' s /J,
(' ' (
1-) :
( r .
8. 10. 13. l ( r . 20. 2532. - 10. 50.
( r 3.
t t O. l ( x) dan 125 A
1 2.2.2 ,\' ilai arus pengenal urttuk.leni,s
(' l'
'
2. 1. 6, 10. l ( r . 20. 25. 35 d. ' l n 50 A
t 2 -
SPLN 108: 1993
12.3 Nilaifrekuensipengenul
Nilai frekuensi pengerral adalah 5(l Hz
12.4 Nilai kapasitas hubung-singkut pengenal
I2.1.I ltlitai stanclar sanrpai dengan 10 000 .-1
Nilai standar kapasitas hubung-singkat pcngenal sarnpai dengan l0 000 A tercantum pada Tabel I.
TABEL I
NILAI STANDAR
NGKAT PENGENAL
li-
Julat faktor dat'a r,ang tcrkail tcrcantum pada Sub-avi:i
-12.5
12.1.2 lrlilai diatas I0 000 sontpai tlengan 25 000.q
Untuk nilai diatas l0 000 A sampar dengan 25 000 A. nilai yang lebih clisukai adalah 20 000 A.
Julat faktor daya,vang terkart tercantum pada Sub-avat:12.-5
12.5 Standar dari.julat trip sekaika
Standar dari
julat
trip seketika tercantum pada Tabel ll.
TABEL II
JULAT TRIP SEKETIKA
Julat
In
In
I n
In
B
CL
C
D
di atas
di atas
di atas
3 In sampai dengan 5
4 In sampar dengan 6
5 In sampai dengan l0
10 In sampai dengan 50
t 3 .
Pasal Li rna
PENANT}AAN
Penandaan
Sctiap pemutus-tel!-lga hams diberi {iurda vang i.ahan iama, sebagar berikut :
a) Nama pabnkan atau mcrek dagurg.
b) Penzurdaan jerus.
ltomor katalog atau noinor serinva.
c) Tcgangan pengenal.
I
{
-
1 3
-
SPLN 108:1993
d) Arus pengernl tanpa simbol
,,A,'
didahulukan
dengan sinrbol
jenisnya B, CL. C atau D, misalnya B 16,
e) Frekuersi
Pengenal
50 Hz'
0
Kapasitas hubung-singkat
pengenal, dalam ampere'
g) Diagram
pengawatan,
jka tidak ada cara hubung
yang
jelas'
h) Acuan suhu udara sekitar, bila berbeda dari 30
oC'
Khusus untuk
jenis CL harus rlilengkapi
pula :
i)
pada
salah satu klem terminal
dibagian
yang tidak dapat dilepas dibubuhi tulisan arus pengenal yang
ditulis aengan cara cetak lekuk ou" riu-r iuput dibaca d-engan
jelas apabila baut termrrnl dilepas'
j )Tuasyangdi gunakanberwarnabi rumud4bukanhasi l pengecatan.
Keterangan:
Buur d) dan i) diatas khusus untuk
jenis cL,
larus
mudah dilihat ketika pemutus-tenaga terpasang'
Jika
unt*k
peralatan kecil, ruang
yung t*r.dia tidak mencukupi,
maka butir-butir
a), b)' c), e) dan
D
dapat
dicantumkan
di bagian samping atau di bagian belakang
pemutus-tenaga,
butir g) dapat dicantumkan
di
bagian dalam O*
f".r,utop
yang-harus dibukiuntuk
menghubungkan
kawat suplai'
Diagram ini tidak boleh dicantumkan
pada label yang terpisah dari pemutus-tenaga'
Atas permintaarL
pabrikan hanrs dapat memberikan
karakteristik
I2t (lihat sub-ayat
'7
.13)'
Bagi pemut's-tenaga
selain
yang dioperasikan
dengan
perantaraan tombol-tekan
maka posisi buka harus
ditandai dengan siriuot
,,o,,
dan posisi tutup dengan simbol "I"
(suatu garis lurus pendek)'
Bagi pemutus-tenaga
yang dioperasikan
dengan
perantaraan dua tombol-tekan,
tombol-tekan
yang didesatn
hanya untuk kerja membuka
harus diberi tanda merah dan/atau diberi tanda dengan simbol "o"'
warna merah tidak boleh digunakan
untuk tombol-tekan
lainnya dari pemutus-tenaga'
Bila tombol-tekan
digunakan
untuk
penutupan kontak dan dapat dengan
jelas diketahui sedemikian
rupa
,.f""ggu
pbsisi *.n k* dapat cukup menunjukkan
posisi menutup.
Jika digunakan tombol-tekan
tunggal untuk menutup dan membuka
kontak' dan dapat diketahui sedemikian
rupa sehingga tombol
yang t.tap
piOa posisi menekan dapat cukup menunjukkan
posisi menutup'
Dalam hal lain,
jika tombol tidak tetap berada
pada posisi menekaq
maka suatu
peralatan tambahan
perlu
dilengkapi
untuk menunjukkan
posisi kontak'
Bagi pemutus-tenaga dengan arus pengern-l
ean{
(muluple) yang banyak, nilai-maksimum
harus ditandai
sesuai dengan butir d) dan sebatJ lr*brl,ui!
nilai arus pengenal yang ditentukan
untuk
pemutus-tenaga
harus dinYatakan
dengan
jelas'
Hams dibedakan
antara terminal suplai dengan terminal beban, terminal suplai harus ditandai dengan an'ak
panah yang berarah ke pemutor-i.iugu
dai terminar beban dengan anak
panah yang berarah keluar dari
pemutus-tenaga.
Terminal khususitersendiri
untuk netral harus ditandai dengan huntf "N"'
Termina1untukpenghantarpengaman,jkaada,harusditandaidengansinrbo1
Simbol
yang telah ditentukan terlebih dahulu. akan digantikan oleh simbol yang lebih disukai di atas'
penandaan
harus rnudah terlihat terbaca dan tahan hapus, serta tidak boleh ditempatkan
pada sekrup'
ring
atau bagian lainyang mudah dtlepas'
Kesesuaian
harus dicek dengan
pemeriksaan dan pengujian sesuai Ayat 33'
1 4 -
14.
SPLN 108: 1993
Pasal Enam
KONDISI STANDAR OPERASI PELAYANAN
Pcmttttts-tetlaga
]' ang
sesuai dengan standar iru hanrs dapat beroperasi pada kondisi standar bcrikut :
Jul at suhu udar a seki t ar
Sulttt udara sckitar tidak rtrclarnpaui + -10
"C dan suhu rata- ratanya tidak mclampaui + 35
uC
scl:una pcnodc
2- l . i l r r r r .
Batas banah sul ur udi ua scki tar l rdal ah
-
5 "C.
Pcl tttttus-tctutga ul tl uk pcrtu&ai an pada suhu rrdaru scki tar di atl rs + -10
"C :rtau di barvah
-
-5 "C l unrs
didesain secara khusus atau dipakai scsruri infonnasi vang dibenkan dalarn katalog pabrik.
Ket i nggi an
Kctinggian lokasi pcmasangan dan pcrmukaan laut tidak nrelcbihi 2
(XX)
nretcr.
Untuk pcnlasangan pada kctinggian
)' iurg
teditr tinggi. pcrlu dipcrhitungkan kondisi stiurdur opcnrsi
pcnurunau kckuatarr diclcktnk dan penganrh pcndingirurn dan udara.
Pcttlutus-tcllaga vatlg dinraksudkan utttuk dipakai dcmikiiur hanrs didcsiun sccar:l khusus ltau diplkai scsuli
pcrsctuju:ln antara pcnrbuat dan pcniakai.
Kondi si at mosf i r
Pi tda kondi si rrdara bcrsi h d:rn kcl cnrbab:trt rcl ati fnt,l r ti dak nrcl anrpari S},,l ,pl rda suhu rtraksi rnul rr + -10 "C.
Kelenlbabm rclatif
)' ang
lebih tinggi dapat dirjinkan pada suhu vang lcbih rcndah. ulnpamany a 90,,/,,
pada 2( t "C.
Utttuk tncntcutthi kondisi tcrsebttt perlu pcrhatian dcngan cara kondensasi viulg cukup
),ang
kadang-kadapg
tcryadi oleh karena variasi suhu (umpanunva membut lobang pcngalir).
Kondi si pemasangan
Pcrnutus-tenaga l urnr; di pasang scsuui dcngan pctunj uk ftrbnkan
' Kl tustts
unl rtk
l cni s CL. dal anl pcl tti l sangannva l nrus di l engkapi dasar-kotak/pcl at-dasar dan koti ft scl ungkgp
(l i l ut Larnpi ran G)
Pasal Tuj uh
PERSYARATAN KONSTRUKSI DAN OPERASI
Desai n mekani s
Umunt
Penl uttts-tenaga hants di dcsai n darr di buat scdcnri ki an nl p:l schi ngga d:rl ant pcl trakai al l on1al
rrtti uk-kcrl al tva di l pat di andal kan dan ti dak bcrbrthavl r tcrhadap pcnral i ai l tl au sckcl i l i l grf l .
15.
t 6.
17.
t 8 .
I 8. 1
l-s
SPLN 108: 1993
U' tuk pcnrur.us l crurga
yi l ng
nrc' rpunvai dcri rl at
penganun l cbi h ti nggi dari IP 20- r:r' g di pakai
pada l okasi
dcngan kondisi lingkungan u.rni niisa,lnr a kcte muiuan Yang tinggi panas atau dingin atatt pengcrldapatt
dcbu dan d' larn lokasi bcrbahaya nrisalnva : dinriura kcmungkinan
icoit<an dapat tcnadi' kollstnrksi khusus
bolch disvaratkatt.
pcrs'aratan
tanrbaSa' diperlukar untuk pemutus-tenaga vang
drgabungkan dengan alat pemutus ants bocor'
pcrs'aratan
tambaSan mungkin diperlukin untuk
pemutus-t.ttngi dan
jcnis tusuk kontak dan dari
jenis putar
kontak.
pada
u'rumnya.
kcscsuaran drcek dengan rnelakukan semua pengujian terkart vang
ditentuken'
I5.2 MekunLsme
Ko.,,rk gcrak dan penutus-tenaga bcrkutub banyak secara mekatus lt:rnts dihubtrngklu]
sclllua ktttubt'tv:t'
kccuali ' etral bersakelar. bila aia. membuka dan mcnutup secara bcrsltnlaatt- apakah dikcriakatr sccaril
.ra' ual atau secara otomatis. meskipun suatu bcban lebih tc4adi lutnYa pada satu kuttrb bcrpcngtttttittt'
Suatu kutub netral bersakelar
(lihat sub-sub avat
.1.7.3)
harus mcntbuka sesudah kutub bcrpcnganlatl
tcrbttka'
dan harus menutttp sebelum kltub bcrpcngantan tcrhttttp'
Jika suatu kutub menuliki kapasitas pembukaan dan pemutusan hubung-singkat v:urg scsuai dipakai scbagai
kutub netral dan pcmutus-tenaga
menuliki opcrasi manual indcpcndent
(lihat Sub-avat
(r -t).
nraka scnlua
kutub termasuk kutub netral dapat beke4a Secara bersamaan'
Pe ntutus-tenaga
lr.rrus nre mpu nY a i mekanis mc tn p-beb as'
Mckanisntc h.rrus memungkinkan
untuk rnemasuk:ut dan ntcmbuka
pcmutus-tcnaga dcngan taugau dittratta
gava
yang drpcrlukan unttit< itu tidak mclcbihi l(x) N. Untuk pe mutui-tcruga
jcnis ttrsuk lanpa tuas opcrasi'
pcrsyaratan ini tidak dianggap scstni. mcskipun kcnyataan balrrva
pctrtutus-tcnaga dapat dilcpas dan
dasanrya.
pcnrutus-tcnaga
lurus drbrnt scdcmikian mpa schingga konurk gcrak dapat bcrada
pada kcadaan istiriillat
han-v-a pada posisi ternrtup
(lihat Sub-ayat +.s) otuu posisi terbuka
(lihat Sub-avat "1.9). meskipun sarana
operasi dilepas pada posisi antara'
pcmutus-tcnaga
harus dilcngkapi dcngan sarana untuk
penunjukan posisi buka dan tutup' yang ltarus rnudah
rcrlihat d1n depzur
pemutus-tcnaga bila dipasang tutup atau plat penutup- bila ada (lihat Avat l3)
Jika sarana operasi digurnkan untuk n-renunjuk posisi
fontak.
pada saat sarana operasi dilepas hants secAra
otomatis berada
pada posisi sestni dengan r,ontur gerak; daiam hal ini sarana operasi harus nlenlputl\':ri dua
posisi istirahat yang berbeda sesuai dengan
posisl konterk. tetapi untuk
pcmbukaan otomatis' stntu posisi
i<ctiga yang bcrbeda
pada sarzura opcrasi dapat drlengkapi.
Gcrakan mekanisme hanrs tid.lk dipengaruhr oleh posisi selungkup atau tuttrp datl ltanls indcpcndcnt dari
bagian
Yang
daPat dilePas
Suatu tutup bcrscgel
yang
dipasang oleh pabnkan diiurggap scbagai bagian r arlg tidak dapat dilcpas'
Jika t' tup drgunakan scbagu
peturluk tombol-tekan.
maka harus tidak ttlcnluugkinkart
tlnttk ntclcptts
tombol dan luer pemutus-tellaga'
S:rra.a opcrasi hanrs dipasang secrua kuat pada porosnvil dau hanrs tidak tnctnttltgkittkan trntuk tttclcpltsttr it
tanpa
Perkakas.
Sar:ura opcrasi diiiilkiur dipaslng scca-ra langsung pada tutttp'
Jika sara' a opcrasl ncmpunvai
gerakan naik-tumn.
pada saat pcntutus-tctutga dipasang sccllra ttorttral' tttltka
kont:rk ltants tcrtutup dengan gerakan keatas'
Kesesuatrtrt dicek tlan.qan pemcrik.saan rlan pcngu.liotr manrrnl'
t s.3 .Iuruk hehus dun.iuruk ramhut (lihut Luntpirun I|)
J,mk bebas dan
l arak
ri unbat ti dak bol eh kurang dan rri l ai vang tcrcatttttttl dal am Tabcl III' bi l l l
pcnruttts-tcnaga tcrpaszrrlg sccara nonttal'
l 6
SPLN 108: 1993
rARAK BEBAItIil:ii:K
RAMBAT
Uraian
lil
Atrtara bagian bcrtcgangin vang tcrpis;rh kctika pcnutus-tcnilga pada posisi buka a)
ii2
Antara bagiar bertcgangan vang berbeda polanUs
r 3. Antara bagian bertcgangan dan :
-
pcnnukaan
\ ang dapat di scntuh pada surana opcnrsi
-
sckrup at:lu sarana lain ttnutk pcngencang
tutup.r'ang Innrs dilcpas kctikl
plct'p:lsiulg
penlutus-tcnaga
-
permukaan
tempat landasan pcrnutus-tcluga
dipasang b)
-
sekrup atau sarzura larn untuk pengencang penrutus-tcnaga
b)
-
kotak tutup atau loganr b)
-
bagian logam larnnya yang dapat disentuh c)
4. Antara bagian logam dari rnekanisme dan :
-
bagian loganr yiulg dapat disentuh c)
-
sekrup atau sarzura lzun untuk pengencang pcmutus-tcnaga
-
rangka logam penyangga pemutus-tenaga jcrus
pasatgan
teflanalu
Jarak rambat
l. Antara bagian bcrtegangan yang
terpisah ketika pcmutus-tcnaga pada posisi buka a)
2. Antara bagian bcrtcgangan
vang bcrbcda polarihs
3. Antam bagian bertegangan dan :
-
perntukaan
saralla operasi yang
dapat discntuh
-
sekntp atau sarana laitt utttuk pengcncang
tutup I' lurg ltrrus drlepas ketrka pcnlasangan
pcntutus-tenaga
-
sekrup alau sarana lain untuk pengenczulgan pcnlutus-tcnaga
b)
-
bagian loganr yang dapat discntuh c)
Jarak (nrnr)
1
I
-
-:t
-)
a
.)
6 ( 3 )
6 ("i )
6 ( 3)
.J
.J
-)
1
-)
a
+
. t
a
.)
6 (: l )
a
-)
Tidak berlaku untuk kontak kontrol dan kontak bantu
I
I a)
b)
;
i'
Jika
jarak
bebas dzur
jarak
rambat antara bagian bcrtegangan dari alat dan pelindung logarn atau permukaan
tcmpat pemutus-tenaga
dipasang hanya tergantung pada desain. maka jarak
tencbul uoat dapat dkuremgi bila
pemuttts-tenaga
dipasang pada kondisi paling tidak menguntungkan (sekalipun
dalam syatu iclungkup ld!anr).
nilai-nilai dalanr tanda kurung sudah cukup.
c) Tcmrasuk suatu ke(as loganr yiutg kontak dengan pe mrukaan bahan isolasi
),a1g
d:rpat disclutl sctcl,h
pcnlasangan
secan nomutl. Kcrtirs loganl ditckankiur kc dalant sudut-sudut. ccluh-cclah dlrn scblgulr' u . dclglrr
s:rana jari
uyi ntenurul Al' at 3(r
llihat Gambar 9)
l) Harus dipcrhatkiur adanva.iartrk
)' :lllg
cukup antiua bagian bertegangan dari polaritas
_\,:urg
bcrbcdu duri
pemutus-tenaga jerus
tusuk yang dipasang berdekatan ke
yang
lain.
Niltri-nilai diatas dalant pcrtinrbangan
2) Suatu revisi untuk nilai-nilai
)' ang
tcrcantunt d:rlam T:rbcl III dllalr pcrtilrbarrgal.
3) Untuk sirkit bantu tegattgatt ckstra-re ndah vang anlan lihat liunpiran E.
I8.J Sekrup, hagian
!,an!l
menS;huntar urus ilan santhun{:an
l ' \ ' 1. l , \ ol t t bungon, bai k' \ cCQr ( l l t ' s| r i k| naLt pur I SeCQr 0nt ekani . s, hor t t ' st t t | t or t s| t . a. l ' t t t akr t ni . s' . | ' ct t t . q
pemakaictn nonnal . Sekrup.vang dipakai ketika ntemasang pennttu:;-lctrogo pacla 5oot in.statasi litlak bsleh
.feni.t
ulir-pulu.s.
t 7 -
SPLN 108: 1993
Scknrp r a'g diparkai kcrka nenlasang
pcmutus-tcnaga
pada saat instalasi tidak boleh
jenis ulir-putus'
Sckrup (atau mur)rang di pakai kcl i ka n.rcm&sanr
p,cmutus-tenaga.
pada seut i nstal asi ti dak tnl eh
j e' i s ul i r-ptrtus tenna' sukl ugu
sckrup ' ntuk pcngenca.r tutup atau pcl ,t penutt,p. i "tupi ti i ak' tcrma-ru[
*i on,, pcnvumburi g untuk pi pa ul i r dan untuk
psngcnsangan l at t dasan pnl ul us- t enaga'
Kcscsuaian dicek dcngan
pcnreriksaan dan pengr4ian scperti tcrsebut dalam At' at' 34'
I l ubunqanbcr sckupdi cckdengandi ui i sesuai Al . at . ] 8. 39. . 12. 43d. r n44.
tg.J.2
(,tttt*.:ekrup.r:ot.ts bcrpo.sangan
tl engan trtur l ohans.sekrttp
dengan ul i r tl ari bahan i sol asi dan
' vang
di pakoi keti ka ,rern:i ar1g
penttftus-tetl ogo
patl a soi t i n.:tal ' a' si , hotrus di pasl i kan nmsuknya sekrup kedal ant
tti hong sckrttp atau mur secarQ benor'
Kcscsuruan di cck dcngar"r
perncri ksaan dan pcngul i l ul tl tattual '
I ) er sr . ar l t t anagar sckr upmasukdcnganbcnar t er sehut i 1i pcnuhi . | i kunl l r sLr kl t l , asckr pt l i i l l l l
dcngan nrengararrkan
sekrup p^i "i ,i gi ",,
rang harus,rl r,' "i i .r,i gi rn
rnel ul ui ;;;"i
i ,l i t tl al ant tl uri ntur atau dl ngarl nrcnggunakan
sekrup vang t anpa ul i r di uj ungnra'
1t i l . 3 [ l t r but t ganl i st r i kl t ar usdi t l e. t ui n. sat l er ni ki an
r upa. t chi nggat ekanankmt okt i t t akt t i pi ndahkankebahan
i ,s.l a,si sel oi n kerat,i k, nri ka rnurni , atuLt hol tott' l ai n
.van,q' karakteri r' ti kn.v' a
sel ara' kaunl i acl a tl o' vo l enl i ng
l atl g
cukup pada hagi an l otgont untuk nrenzki l mpen;;a.si
kentungki nan
adan.vo peng' eruton atau rusakn' vo
hahan i r cl asi .
Kesesuai an drcek dcngan
pemcri ksaan'
cocok ti d.rk' r,a bahan dapat di l i hat dal am kartannva dengan kcstabi l an di tucnsi tl va'
l g.J.J l )agi an datt.sa,rbutl gatl yang
tl i (rl i ri aru.s. t.ernrasuk
hagi on.t' ot\g
tl i rancang
schagai penghantar
pengo| | mn( j i kaac] o) har u, sdar i ' sal ahsat uhahanber i kut i t t i :
-
tcmbaga. atau
-
logam campurim
yalg mengalldung
scdikitnya
5tl'% tcmbaga. atau
-
Loga' r larn atau logu' berlapis \ang scsuai. rang nlenpunvai
keLrhanan tcrhadap korosi dln ntctttpttn' lti
sifit rnckanik vang sama dcrtgut tentbaga'
l,ars},,artttot
buru dtnt uji
.v-tol$
se'sutli:tn|ttk nrcnett|ukrnt ketuJumcu terlndap ktlruxi
Irtrn,. rnentbrilel*ot
,iidr"riiiii trahart lain.iiku diheri lapisun '-cnry nrcnn4ni'
s e dtn
rydi 7t
e r t inft un g,k en t - l
)
e r s.v u ru l o r i r r i
pcrsYaratan
dari Butrr ini tidak berlaku untuk kontak. sirkit magnetik' elemen
pembatas arus. shunt. bagian
pcralatilll clektromk dan
juga sekrup' mur' ring'
pemanas. bimetal. balnn
plat pcnjcPit. scrta bagiatt
temrinal.vang
sejerus.
/8.5 T'crminal untuk penghantar
luur
tg.5.t
.l' crtrti,al
,rtruk penehantar
rttar ltartt.s tlihttttt.setlemikian
rltpo sehinggo penghantar clopat dihuhungkon
tlurgotr ntetrta.stikan
takartort konlak
.\' onq
tliparlukan tliiaga tetop'
Dalant star-rdar ini hanva lcnnirurljcnis
sekrup untuk pcnghanur tcnlbaga luar vang
diperumbangkatr
I ) er ' v- ar a| t vt | emt i nal l t t t hut r . cept t | , t et t t t i r t t t l t nt pt l ' sekt . upc] t t t t | er nt i t t t l l ur i t t kl r ht ut gt t t t penghunt or
dipertinfiuryknr'
Susunan lrubungan untuk hubungan busbar dirlinkiur asalkan tidak untuk ltubttngall k:rbcl'
Susunan demikian bisa dan ierus
tusuk ataulenis baut.
Tcmrilal hams dapat disentuh
pada kondisi pcnggunaan
)' ang
dikchendaki'
Ke,se.suaian
clicek clengan pemeriksaan
tlan penguiian Scst/oi ' 4vat 36'
/A -i.l l)arttr.rlu.s-l(nQg,Q
haru.s ttilertgkapi
tertrrinal
.v' ang
tlapctt ttrcrry"atrthtmg
panghontor
tetnbo,qo dengon ltta' s
pu.tonrpQtts tt,trrinol .saparti ter.sehut tlalam' l-ahc I Il' .
Ll . nt . h dr sai ' di r n bent uk t cr r ni nal vang mungki n ada di bcr i kan dt t l am l - ant pi r ar t I r '
Kcsesuaian dicek dengan
pcmcriksaan.
pcngpkunn dan dengiur menasang sccaftl bergantian sattr pcnghanulr
\ ang mempunyai
lwrs pcrrampang tcrkccil kcnrudian satu pengluntar Yang llrcmpunvai
ltuts penatnpallg
terbesar sesuai Tabel IV
Itt
-
TABEL IV
LUAS PENAMPANG PENGHANTAR TEMBAGA
YANG DAPAT DISAMBUNG KE TERMINAL JENIS SEKRUP
Arus pcngenal
*)
( A )
Sarrrpai dcngql ur l 3
Lcbi h bcsar l 3 sarnpar dcngan l (r
Lcbih bcs:rr l(r santpai dengan 25
Lcbih besar 25 sampai dcngan 32
Lebih besar 32 sampar dengan 50
Lebih besar 50 sa rtrp:u dcngm ttO
i
Lebih besar 80 sampai dcngan l(X)
i
Ttt
t.*lluu
y,ooi
dengan tzs
I
Julat luas penampang nominal yang
akan dij^epit
_i
mm' )
l .-5 surtrpai 2.-5
l .-5 sanrpai
.l
l .-5 sarnpai
(r
2. 5 s: unpai l 0
-[
siunpai 16
l 0 sanr pai 25
16 sampru 35
:
2-5 sampai 50
*)
Untuk arus pengenal sampai dengan -50 A. dipcrlukan tcrminalyang didcsain untuk
meryepit penghantar padat dan
juga penghantandipilin
kaku : pcnggurutan pengluntar
fleksibel diiiinkan.Meskipun demikian. temrinal untuk pcnghantlr dcngiui[uri
:
penampang nrula-r dari 1.5 mm' sampai dengan
(r
r' tnlr boleh didesain untuk mcnjcpit
pcnghantar padat.
Catatan :
[ , uas pc nant pangr ni ni mumpenghant ar t ent bugur ' ant di s l r nt bt r ngk c t c r nt i nal t J andi l l t t at t k unr l | c l t 1l l l l t l l us . 1c l
guna, annva. dapat di l i hat pada Lampr r an I .
I8'5.3 Sarana untuk menlepit penghantar ditlalam tenninal tidak holeh tligttnakan untuk tnenlepit kottrpslcn lain,
meskipun sarana tersehut dapal menahan tenninal ditempafu.va atau clapat ttrcncegah tinlinal's;upo16 tidak
berputar.
Kesesuaian dicck dengan penreriksaan dan pcngujian scsuai Avat 3(r.
18.5.4 T'erminal untuk orus pengenal ,sampai dengan 32.'l harus rlapat rnenyonrhungpanghontar tanprt
persiapan khustt.s.
Kescsuaian dicek mclalui pcnrcriksaan.
I' sti l ah "persi apan kl rusus ntcncakup pxrvol dcran karvat pcnghantar- pcnguunaan scpatu kal rcl . uj unu pcpu6l nl i rr 6i buut bcpttrk
l i ngl taran unl uk Insnl i uj ukan baut, dan^sebagai _nya- tettrpi ti dak terma^ruk' rt:mbentukan kcnrbul i penghantar"so6cl url
di rl usukkarr
ke dal am t cr mi nal al au pemi l i nan pcnghant ar t l eksi bel unt uk menguat kan u. j ununyu.
18.5'5 Terminal harus nrcmpun.voi kekuatan mekani,s.vang nrcntacloi. Sckrup dart tttt.tr ttrttt.tk penlepit pcnghantar
harus mcmpun.vai ulir sesuai ukuran metrik tlalam LSO atau rtlir tlangon lan.qkalt alltiytai k"itnron
nrekanis
.vanfl
.:esuoi ISO.
Kescsuaian dicck dengan dengan pcrncriksaan dan pengujiiut sesuti Avat i.l da1 Sub-a_\,:lt i-5 I
l J n t u k s e mc n t a r a t r l i r S I . [ ] A d a n t ) Nd a p a t d i p e r r : u n a k i t t t . k a r c n a t r l i r - l i r
kckuat an t nekani s sami t dcnsan ul i r scsuai ukur an r net r i k dal ant I So
1 9
-
SPLN 108: 1993
tE.5.6 Tenni nal harus desoi rt ,tccl ertri ki an rupo sehi ngga dapot rnen.i epi t panghotttor l anpo trtuti nrhul kort
kerusakanyangberart i padapenghant art er' sehut '
Kesesuai an di cek dengan pcmeri ksaan dan pcngul i an scsuai Sub-a1' at 35' 2'
tg.5.7 Termi nal haru"- cl i di sai n setl enri ki an rupa,:ehi ngga
dapat meni epi l penghantar secaro nrc.vaki nkan
cl an
nrc ni e pit cli antara pennukaan logant'
Ka,se';uaran clicek dengan perterikaan
dan pengulian 'sesuai ''l.vat 31 dan Suh-o.v'at 35' l'
l g.5.g
.l ,ernti nal
harus di di sai n atau di tenrpatkon
secl emi ki an rupo,sehi nggo
ti ctak l ar.i adi ' sl i p kel uar hoi k pado
l tt,rtghartl .r
patl ot koktt ntaLtpttt.t pada kov' ol pen,qhontor
ptl i tr. kt' l i ko ' st' knrp utatt tttttr
l ten.i api l
dikencangkan.
Persyaratatr ini tidak bcrlaku untuk tcmunal sepatu kabel'
Kesesuai :ur di cek dengan
penguj i an sesul i Sub-avat 35.3.
tg.5.g
.l ,ermi nal
harus di pasang atau di tenrpatkan,secl enti ki an
rupa sehi ngga kel i ka sekrup atau tnur penl epi l
rlikencangkan atau clikendorkan,
terrninat tidak holeh terlepas dari penruttrs- tenaga'
pcrsvaratan
i ni ti dak berarti bahwa termi nal harus di di sai n sedemi ki an rupa sehi ngga pcrputaran atau pergeserannya di cegah'
tetapi gerakannva harus dibatas *."r"."trp untuk;;ilhil;;i
letidak sesuaian t"iluaup prersvaratan didalam standtrr itri'
pcnggunaan
k.mpon atau resi n grcrapat di anggap cukup untuk mcnghi nd,ri tcrmi nal supa' a ti dak terl cpas tumpatnveL a' sal kan :
-
kornpon atau resui perapat ticlali dikenai tekdran selama penggunaan normal'
-
keel-ektiliur komgnn atau resin perapat ticlak dipengaruhi oleh pcmanels vmg dipcrolch tcnttinal pada korrdisi
paling
btrruk viurg clitentukan dalam stiurdtir ini'
Kesesuai an di cek dengan
pemcri ksaan
pengukuran dan pcng- uj i an scsuai Ayat 3' l '
t
g.5.
I 0 sekrup atau rnur penjepit dari ternrinal untuk pen.vanrhungan
penghantar pengaman harus cukttp cli-vakinkan
terhadaP keiadian lePas sendiri'
Kcsest rai andi cekdenganpenguj i arrsecaramanual '
i rada ada umumny4 di sai n t crmi nal
(sebagai cont oh l i hat Larnpi ran l i ) memi l i ki kcl cnt i ngan vang cukup unt uk nt cment t hi
pcrsvaratan i ni ;
untuk di *i n i oi nnva di pei l uk*n p,"oyo*tan khusus rrp".tl png,Bunaan bagi an tcnti ng vang
cukup sehi ngga
ti dak l ePa-s sendi n'
l g.5.tt
(i ntuk
terrrri nal pi l ar, j arak antara .sel ,rup peni epi t el e.ngan uj ung peng,hantar keti ka cl i masukar' ' secQrl
penuh, paling ticlak hiru,, sesuai clengan yang rlitentukan dalam Lampiran [;'
.l arak ' rrni mum antara sekrup penj cpi t dengan ul ung pcnghantar hanva di pakai pacl a termi nal pi l ar di mana pcnghantar ti dak
dapat mel al ui nva.
Kesesuaian dicek dengeur
pengrrkuran setelah pengluntar padat dengan luas pcnampang terbes{r dengall arus
pcngenal
).ang
sesuai sepe(i d"idalam Tabcl IV dimasukan sccara
pcnuh dan drlepit dengan kuat'
/,\.-i .1 2 ,\ekrup dan r,ur tl ari tcrnti nol untuk
Ttenyatnhungcul
penghantar l ttor hanr.s tcri kol dengon ul i r l ogatn cl ott
s'akerup tidak holeh tlari.ienis sekrup tap'
18.6 Stfat tidak dapd dipertukarkan
pemutus-tenaga
yang dimaksudkan untuk dipasang
pada landasan vang
mcmbclltuk suatu unit (icnis tttsttk
atau
jeiris ;ffip)
"r;k"
ddak rnungkin mengganti
pemutus-tcnaga dengan
pcmutus-tcrlaga dari pabrik Yang
sama
.y-iulg
mempunyu, o*i p.ng.irut lebih tliggi tanpa bantuan
perkakas bila pemutus-tcuaga dipasarlg dan
dirangkai seperu
pada penggunaan nornul'
Kcscsuaian dicck dcngan
pemeriksaatt'
l ) er ' r , at aan, , scpcr t i
pada pcnggunaan n( ) r nl ul " bcr ar t i buhr vu pcl nut us- t et t u! a dt pl r sl ut g scsr t r t i dcngl n pct unl uk pl r br r k'
-20 -
SPLN 108:1993
19. Pengamanan terhadap kejut listrik
Pemutus-tenaga hams didisain sedenrikian rupa sehingga ketika di pasang dan dirangkai seperti pada
penggunirur nornial 0ihat catatan Sub-ayat 18.6) tidak bcieh ada bagian bertegangan yang dapat disentuh.
Suatu bagian dianggap dapat disentuhbila bagian tersebut dapat disentuh denganjari uji (ihat Ayat 36).
Khusus untuk Pemutus Ternga jenis
CL, pada sela-sela antara tuas dan penutup (casing) tidak boleh
memungkinkan masuknya kawat kaku berdiameter 0,41m yang dapat menyetuh bagian yang bertegangan.
Untuk pemutus-tenaga selain dari
jenis
tusuk, maka bagian luar, selain dari sekrup atau sarana lain untuk
meflrasang tutup dan label, yang dapat disentuh bila pemutus-tenaga dipasang dan dirangkai seperti
penggunaan normal, hants dari bahan isolasi atau selunri,urya dilapisi dengan bahzur isolasi, kecuali
jika
bagian bertegangan berada didalam selungkup dari bahan isolasi.
Pelapisan harus dilakukan
sedemrkian rupa selurgga tidak mungkin terlepas selama pemasangan
pemutus-tenaga. Pelapisan harus mempunyai ketebalan dan kekuatan mekanis yang
memadai dan harus
memberikan pengamananyang cukup pada tempat dimana terdapat tepi-tepi yang tajam.
Lubang masuk untuk kabel atau pipa harus dari bahan isolasi atau dilengkapi busing atau alat yang serupa
dari bahan isolasi. Alat seperti ini hams terpasang secara meyakinkan dan hams mempunyai kekuatan
mekanis yang cukup
Untuk pemutus-tenaga jenis
tusuk, maka bagian luar selain sekrup atau sarana lain untuk memasang tutup
yang
dapat tersentuh dalam penggunaan normal harus dari bahan isolasi.
Sarana pengoperasian dari logam harus diisolasi terhadap bagian berteganga4 dan bagian konduktif yang
teftuka hams ditunrp dengan bahan isolasi, kecuali saranra penghubungan beberapa kutub dari sarana operasi
berisolasi.
Sebagai tambaha4 sarana operasi logam harus diisolasi dari bagian logam yang dapat disentuh, dari rangka
logam yang menyangga plat dasar pemutus-tenaga jenis
tertanam dari sekrup atau sarana larn untuk
pemasangan plat dasar ke penyangganya, dan dari plat logam yang
digunakan sebagai penyangga.
Hams dimungkinkan untuk mengganti pemutus-tenaga jenis
tusuk dengan mudah tanpa menyentuh bagian
bertegangan.
Pernis atau enamel dianggap dAak memberikan isolasi yang memadai untuk tujuan dalam Ayat ini.
Kesesuaian dicek dengan perneriksaan dan dengan pengujian sesuai Ayat 36.
Sifat dielektrik
Pemutus-tenaga harus mempunyai sifat dielektrik yang memadai.
Kesesuaian dicek dengan pengujian sesuai Ayat 37 .
Setelah pengujian ketahanan sesuai Ayat 41 dan pengujian hubung singkat sesuai Ayat 42 pemutus-tenaga
harus tahan terhadap pengujian sesuai Sub-ayat 37 .3, tetapi dengan tegangan uji dikurangi (diperikia
Sub-ayat 41 3) dan tanpa lebih dahulu mengalami perlzrkuan kelembaban sesuai Sub- ayat i7 .2.
Kenai kan suhu
Batas kenaikan swhu
Kenaikan suhu dari bagian pemutus-tenaga
ditentukan dalam Tabel V, diukur pada kondisi yang ditentukan
pada Sub- ayat 38.2, tidak boleh melebihi nilai batas yang
ditetapkan pafu.Tabel V.
Pemutus-tenaga tidak boleh mengalani kerusakan yang mempengaruhi fungsi dan keamanan dalam
penggunaarlnYa.
zo.
2t .
21.1
-2r -
$
f,li,l
,erii
i l ,
iip.,,.
ffi$
Fi
&i t
r ' " !
i,.l'i
,r::,
i
!:lr : I
tli i
J ' l
SPLN 108: 1993
TABEL V
NILAI KENAIKAN SUHU
21.2 Suhu udara sekitar
Batas kenaikan suhu yang diberikan dalam Tabel v hanya berlaku
jika suhu udara sekitar tetap berada
diantara batas-batas
yang diberikan dalam Ayat 14'
Kerja tak terPutus
Pemutus-tenaga
hams memiliki keandalan operasi meskipuntelah
dipakai lama'
Kesesuaian dicek dengan
pengujian sesuai Avat 39'
Operasi otomati s
Daerah arus-wuMu standar
Karakteristik tnp pemutts-tenaga haruslah sedemikian
rupa sehingga menjamin
pengamanan sirkit
yang
memldai,ta npa oPerasi
Prematur.
Daerah karaktenstik arus-waktu
(karakteristik trip) dari suatu pemutus-tenaga ditetapkan dari kondisi dan
nilai
yang disebutkan
pada Tabet VI
Tabet iru mengacu
pada suatu
pemutus-tenaga
yang dipasang menurut kondisi acuan
Gihat
Ayat 3l) ber-
operasi pada suhrr kalibrasi acuan 30oc, dengan toreransi
*3
" c
oihat
catatan
Tabel VI).
Kesesuaian dicek dengan
pengujian yang ditentukan
pada Avat 40'
pengecekan
dilakukan
pada suhu
yang sesuai, hasilnya menjadi acuan ke suhu 30oc, berdasarkan
informasi
)'
ang dib erikan
Pabrikan.
Dalam hal apapun variasi ams uji pada Tabel vl tidak boleh lebih dari I
,Zvoper
Kelvin dari variasi suhu
kalibrasi.
Jika pemutus-tcnaga diberi tanda suhu kalibrasi bukan 30oc, maka penglrjian dilfirkan
pada suhu kalibrasi
tersebut.
pabnkan
harus bersedi a memberi kan i ntbrmasi tentans vari asi karakl eri sti k
tri p untuk suhu kal i brasi
yang bukan ni l ai acuan'
22.
23.
23.1
Bagian pemutus-tenaga ")
b)
60
40
25
60
Terminal untuk sambungan luar
t)
pemutus- tenaga secara manual,
Bagian luar yang dapat disentuh selama pengoperaslan
I
termasuk sarana p"n[opo^ian dari ba]ranisolasi dun sarana logam untuk penghubung
sarana pengoperasian berisolasi dari beberapa kutub
Bagian luar komponen operasi
-dan
logam
guEi|n
f*. lainnya, te^rmasuk permukaan pemutus-tenaga
yang bersentuhan langsung
dengan permukaan
Pemasangan
,) ;r1i,#'
"#ffi;;fi;;"il;r ";*k,'i;uJ
pada piut iasar dimana pemutus-tenaga tersebut dipasang'
a) Tidak acla nilar yang ditentutrian untuk kontak, karena desain dari kebanyakan
pemutus--tenaga adalah sedemikian
rupa sehingga pengukuran langzung *rt" urgl* tersebut tidak dapat diiakukan tanpa adanya resiko terjadinya
perubahan atau pergeseran bagian yang mungkin mempenganrhi
plhkt**n pengujian yang dapat diulangi'
pengujian
selama 2g hari
(lrhat Ayaiioj Jfiggap cutup"untuk
pengecekan secari tidak langzung sifat kontak
akibat pemanasan lebih dalam pelayanan'
b)Tidak ada nilai yang ditentukan.,ntot
bagian selain dat'tartersebut,tetapitidakbolehtoladi
kausakan
pada
bagian bahan i'oi^lft"titu*ya
daStldak tk1n
ry*ryqi*i,",1TT"'|}trTl$;11n3?i..,,, rrina.sans
- 2 2 -
SPLN 108: 1993
TABEL VI
KARAKTERISTIK ARUS WAKTU
23.2 Besaran konvensionul
23.2.I l4/aktu konvensional
Waktu konvensional adalah I
jam
untuk pemutus-tenaga denganarus pengenal sampai dengan63 A, dan
2
iamuntuk
pemutus tenaga dengan arus pengenal diatas 63 A.
23.2.2 Arus non-trip konvensional (lnl
Arus non-tnp konvensional dari pemutus-tenaga adalah 1,13 kali arus pengenalnya untuk penrutus tenaga
jenis
B, C & D dan 1,05 kali arus pengenalnya unnrk pemutus tenaga
jenis
CL.
-23 -
Peng-
ujian
Jenis Ams u.j i Kondisi mula Batirs waktu trip atau non trip (t) Hzsil yang
diperoleh
Keterangan
a
B,C,D I , l 3 l "
Dingrn
*)
t > 1
.yam
(untuk In < 63 A)
t > 2
j am
(untuk In > 63 A)
tidak trip
CL 1, 05 I n t > 1
j am
b
B,C,I)
CL
1, 45 I n
l , 2 r n
segera setelah
pengujian
t < I
jam
(mtuk In < 63 A)
::11(*1!11
63 A)
t < l j a m
trip
Arus dinaikan secara
mantap selama 5 detik
B,C,D
CL
2. 55 I n
1, 5 I n
Dui gur
*)
Panas
+)
I detik < t < 60 detik (ln
S 32 A)
I deti k < t < 120 deti k (In > 32 A)
t < 120 detrli
tnp
Arus dinaikan secara
mantap selama 5 detik
d
B
C
D
3 l n
5 I n
10 I n Dingur
*)
t > 0.1 deti k tnp Arus dialirlian dengan
menutup saklzr bantu
CL
A I
4 l n > 0,2 detik trip
e
B
C
D
5 I n
1o I n
50 i n Dingin
*)
< 0,1 detik
tnp
Arus dialirkan dengan
menufup saklar bantu
CL 6 i o I l t < 0.2 detrl i
)
Istilah "clingin" maksudnya tapa pembebanan awal, pada suhu kalibrasi acuan
Istilah "panas" maksudnya adalah pembebanan mula seperti pada pengujian a
SPLN 108: 1993
23.2.3 Arus trip konven' sional
(h)
Arus trip kon'ersional dari pemutus-teraga adalah 1,45 kali arus pengenalnya untuk pemutus tenaga
jenis B,
c &.D danl,2 kali arus pengenalnya untuk
pemutus tenaga
jerus cL.
23.3 KaraHeristik
triP
Karakteristik trip dan pemutus-ternga hams berada dalam daerah yang ditentukan
pada Sub-ayat23'l'
Kondisi suhu dan pemasangan yang berbeda dari yang ditentukan pada Ayat 3l (misalnya pemasangan pada selungkup khusus'
pengerompokan beberapa p"i";iir:;;;;;; Ail'"r;i; t;ilne'tup oru
I
dapat m"mp"ng",uhi
karakteristik trip dari
Pemutus-tenaga.
pabrikan
harus siap mernbcrikan informasi mengenai variasi karaklenstik trip untuk suhu sekitar yang bukan nilai acuan dalam
batas AYat 14.
23.3.1
pengaruh
penhebanan sotu kutub dari pernutu.s-tenaga kutub banvak terhadap karakteristik trip
Bila pemutus tenaga yang mempunyar
tebih dari satu kuhrb berpengaman dibebani hanya pada satu kutub
yang berp.ttgu*un,
mular dari dingin dengan arus sarn dengan :
l,l kali arus tnp konvensional untuk pemutus-tenaga dua kutub dengan dua kutub berpengaman'
1,2 kali arus tnp konvensional untuk
pemutus-tenaga tiga kuftlb dan empat kutub, pemutus-tenaga lurus
triP dalam konvensional'
Kesesuaian dicek dengan pengujian sesuai Sub-avat 40-3.
23.3.2 Pengaruh suhu udara sekitar terhadap karakteristik trip
suhu sekitar selain dari pada suhu acuan, dalam batas
-
5
oc
dan
+ 40
oc
pengaruhnya harus masih dalam
batas yang ditentukan terhadap karakteristik trip pemutus-tenaga'
Kesesuaian dicek dengan
pengujian sestni sub-avat 40.4.
24,, Ketahanan l i stri k dan mekani s
pemutus-tenaga
harus mampu melakukan sejumlah sikrus
)'ang
memadai
pada arus penge'al.
Kesesuaian dicek dengan
pengujian sesuli Ayat 4l '
Ki nerj a pada arus hubung-si ngkat
pemutus-tenaga
harus mempu melakukan sejumlah operasi hubung-singkat
yang ditentukan'
Kesesuaian dicek dengan
pengujian sesrni Avat 42'
pemutus-tenaga
disyaratkan untuk dapt menutup dan memutus setiap nilai arus sampai dengan nilai Yang
sesuai den".,,ur tapasitas hubung-singkat
p.ng.nul pada frekuensi
pengenal, pada tegangan
pulih kembali
frekuensi ci.rva
yang sama dengan r55o/,,
it
,x; dan tegangan ke4a pengenal dan pada setrap faktor keqa
tidak kurang dari batas terendah
julat yang drtetapkanptdu
sub-ayat 4.2.5"juga disvaratkan agar nilar vang
berkartan dengan 12t terletak di bawah karakteristik l't (lihat Sub-ayat 7'13)'
Ketahanan terhadap benturan dan kej ut mekani s
pemutus-tenaga
hams menrpunvar kelal"uan mekanis yang n-rernadai untuk m enahan tekanan yang dialami
selatna pemasangan darr penggunaan.
Kesesuaian dicek dengan penguiiur sesuai Avat i 1
) <
26.
-21 -
SPLN 108: 1993
) 1
Ket ahanan t erhadap panas
Pemutus-tenaga harus cukup tahan f"erhadap panas
Kesesuaial dicck dengan pengu.yieur sesuai Ayat 44.
Ket ahanan t erhadap api dan panas abnormal
Bagian lttar pcmr:tus-tenaga
]'ang
dibuat dan bahan isolasi boleh menyala dan menyebarkan api
jika
di
sekitar bagian vagn dialiri ams dalam kondrsi ga ngguan atau bebar lebih mencapai suhu trnggi.
Ket ahanan t erhadap karat
Bagian
_\ang
lnengandung besi lurrus *,'no!'1,ui secara menndai terhadap kzuat.
Kcsesuai;ur diicek dengan pengqlizrn scsuzu Avat 46.
28.
29.
Fasal Del apan
PENGUJTAN
30. Kl asi fi kasi U.i i
30.1 Lii jenis
dan urutan pengujian
30. I. I KaruWeristik pemutus-tenaga diverifikasi dengan cura u.ii.ienis
i Si tat Lunpak
I
Kctidak iiiipil:iillr penandaut
iKeruidalan
skrup, bagizui
vang dialri arus ddn hubungan
IKeandalan
terminal untuk penghantzr luar
i Perlindungan terhadap ke.f ut listrik
i Si fi d tl i cl cktnk
l Kenai ki ur
suhu
{i j i 2tJ hari
l Karakl teri sti k tri n
Kctahanan l i stri k di ur rnckani s
l i l ubung
si ngkat
*)
, Ketidtamln kejut dan bcnt-uran rnekarus
I Ketairanan terhadap panas
iKetahanan terhadap api clan panas abnormal
Keklhanan tcriradap karat
*)
Pengrrjian ini terdin dan bebempa pengujian
Kcterangan :
"l
=
i l i i
j cnrs.
C
=
[ J. j i cont oh. I t
=
U1r nrt . i rr
Macam pengujian yang termasuk daiam uji jenis
scpertl tercantum dalam Tabel WI
TABEL VII
MACAM, KLASIFIKASI DAN CARA UJI
Macam l'cngujiarr
No.
I
2
-).
4
5
6
l
tt
( ;
l 0
l l
l 1
I L .
| 1 .
t 4
! -i.
J C R
J C
.I
J
J
. l c l ) Rr )
J
J
J C2) R3)
J Cr ) R3)
.I
.I
J
-l
.t
) z
a a
J - )
34
35
-t o
a -
J /
38
39
40
4 1
A '
A L
A A
+-' )
44
45
46
Kl asi l r k. xi t l j i ]
( ' ar a
t l i i
sesuar Ayat
- 2 5
SPLN 108: 1993
l )
30.1.2
(Jntuk
tujuan sertifkasi, uji
jenis dilakukan sesuai urutan uii'
urutan uji dan
jumlah contoh uji dinyatakan
dalam Lampiran c
Jika tidak ditentukan
lain, setiap uji
jenis (atau urutan uji
jenis) dilakukan terhadap
pemutus-tenaga
dalant
kondisi baru dan bersih.
30.2 Uii Rutin
Macam pengujian yang termasuk dalam uji rutin seperti dalam Tabel VII'
30.3 Uii Contoh
-
Jumlah minimum contohyang diuji dan penilaiannya seperti
yang tercantum
pada Tabel Vtil
- pengambilan
contoh dilakukan secara acak dari setiap kelompok/partai
yang ekan diserahterimakan'
r ) .
pengujia'
dilakukan pada kondisi suhu uclara sekitar (tidak pacla kondisi lembab). Pengujian impuls
tidak
dilakukan.
uji pengaruh pembebanan kutub tunggal pacla karlkleristik
trip pemutus
lgnfef
kutub banyak (Sub-ayat 40'3) dan
uji penganrh suhu sekitar pada karakteristrt<
tnp (sy!-ay
7t
+i li, tidak chlak;kan. Pada uii rutin, pengujian hanrs
clilakukan pada kedua besaran anrs uji, ir"rr p^a^ uii karakteristik
arus-waktu maupun pada uji trip sesaat'
pengujian
hanya dilakukan
pada operasi mekanis, sebanyak 10 kali.
31.
Catatan :
Jumlah setiap kelompok/partai
yang diajukan clalam serah
tenma barang berclasarkan kepada kesepzrliatan
antara
pembei i dan peni ual .
Kondi si uj i
Jika tidak ditentukan larq pemutus-teraga dipasang secara sendiri-sendrri,
tegak dan di udam bebas
pada
suhu sekitar
pemutus-tenaga yang didesiin.rntot
pemasangan didalam selungkup tenerldin diuji didalant
selungkup terkecil yang ditentukan oleh pabrikan'
Jika tidak drtentukan
rain, pemutus-tenaga dirangkai dengan kabel
llang
sesuai seperti ditentukan dalam
Tabel IX dan dipasang
pada papan k"*
i^g
dicalhitam tiiar< mengkilat d.ttgatt ketebalan kira-kira 20 mm'
cara pemasangan diseiuaikan dengan
persyaratan
pemasangan
-yang
disarankan
oleh pabrikan'
Jika toleransi trdak ditentukan,
uji
jenis dilakukan
pada nilai tid.1k kurang dari nilai yang ditentukan
dalam
standar ini.
TABEL VIil
JUMLAH PENGAMBILAN
CONTOH UJI DAN
PEMUTUS.TENAGA
MINI YANG AKAN
Juml ah yang di aj ukan
PENILAIANNYA
TERHADAP
DISERAIITERIMAKAI\
Jumlah contoh
Duryaterkan lulus uii bila
jurnlah
yang gagal maksimum
16 s/d 25
26 sid 90
9l s/d 1 50
151 s/ d 500
501 s/d 1200
1201 vd 10000
l 0( X) l s/ d 35000
35001 vd 500000
Di atas 500000
J
5
8
l 3
20
32
50
80
125
U
0
t)
1
1
L
3
J
1
- 2 6
SPLN 108: 1993
Jika tidak ditentukan lain, pengujian dilaksanakan pada frekuensi pengernl 50 Hz dengan toleransi + 5 Hz.
Selama pengujian, tidak diperbolehkan adanya pemeliharaan atau bongkar-pasang contoh uji.
Untuk pengujian yang diuraikan pada Ayat 38, 39, 40, dan 41, pemutus-tenaga
dihubungkan sebagai
berikut:
1) Hubungan dibuat dengan kabel tembaga berisolasi PVC, inti trurggal, sesuai dengan SPLN 42-l:1991.
2) Pengujian dilakukan dengan arus fase tunggal, dengan semua kutub dihubungkan seri, kecuali pengujian
pada Sub-avat39.2 dan Ayat 41.
3) Hubungan-hubungan di udara bebas dan pada jarak
tidak kurang dari
jarak
antar terminal.
4) Panjang minimum dari setiap hubungan sementara antar termirnl adalah :
-
I m unhrk penampang sampai dengan l0 nrm2
-
2 muntuk pemmpang lebih besar dan l0 mm2
Torsi pengencangan yang dikenakan pada sekrup terminal adalah dua pertiga nilai yang ditentukan dalam
Tabel X.
TABEL IX
LUAS PENAMPANG (S) DARI PENGIIANTAR TEMBAGA.UJI
SESUAI DENGAN ARUS PENGENALI
32. Pemeri ksaan si fat tampak
Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk mengetahui penyimpangan dari ketentuan spesifikasi dengan cara
penglihatan biasa. Persyaratanyang tercakup dalam pemeriksaan sifat tampak, antara lain :
-
Keadaan barang harus dalam keadaan baik dan baru serta termasuk dalam klasifikasi menurut Pasal Tiga.
-
Penandaan harus lengkap serta sesuai dengan Pasal Lima.
Sz
(mm)
Nilai arus pengenal I,.,
(A)
1, 5
) \
4
6
1 0
1 6
25
35
50
2 < I n < 1 3
13 <I n < 20
20 <I " < 25
25 <l n <32
32 <I n <50
50 <I " <63
63 <I n <90
80 <I "
s 100
100 <I n < 125
- 2 7 -
SPLN
108: 1993
33. Uji ketidak
haPusan
Penandaan
pengujian
ini dilakukan
dengan
menggosok
penandaan dengan
tangln-selana
15 detik denga.
sepotong
kain
katun
yarLgtelah
oi*"or*
irurn ;:?;
kemudian
r.ru*i
15 detik a."gu" sepotong
kain katun
yang telah
direndam
daram
,,aliphatic
solvent
hexane,,
dengan
kJa;G-
'larorylticr;
tnutii*"*
o,lohpewolume'
nilar
kauributanol
29 titik didih u*ur rorui,iiu;;6t
titrr. r.ering
kira-kira
?9oc, dan kerapatan
kira-kira
0'68
gi l cr r f .
L, t ^t - r : r - ^- ,
penandaan yang dibuat dengan
cetakan timbul,
cetakan
lekuk atau
pengukiran
tidak dikenakan
pengujla'lru'
Setelah
pengujian
ini, penandaan
hanrs masih mudah
dibaca'
penandaan juga harus masih mudah dibaca
setelah dilaksanakan
semua
pengujian dalam standar
ini'
Label harus tidak mudah dilepas dan tidak boleh mengkerut.
suatu revisi mengenai
pengujian ini sedang dipertimbangkan'
Penguj i ankeandal ansekr up, bagi anyangmenghant ar ar usdansambungan.
Kesesuaian
dengan
persyamtan
s*b-ayat
lg.4 dicek dengan
pemenksaan
dan. Untuk seknrp dan mur
yang
dipergunakan
ketika memasang
pemutus-teraga
pengujiarmva
sebagai
berikut'
Sekrup auu mur dikencangkan
dan dikendorkan
:
.sepuluhkaliuntuksekrupyangberpasangandenganulirdaribahanisolasi.
-
lima kali untuk seknrp
yang berpasangan
dengan ulir dari bahan bukan isolasi'
Sekrup
atau mur
yang berpasangan
dengan ulir dari bahan
isolasi dilepas
sama sekali dan dimasukkan
kembali
setiap kali'
t -- : -^^ --;: !'onc cpc,rq' rcrti ditunjukan
pada
Pengujian
dilakukan
dengan obeng
uji atau kunci
pas uji yang sesuai'
dengan
torsr se1
Tabel X.
'
Sekrup
dan mur harus tidak dikencangkan
dengan serentak'
Penghantar
dilepas setiap
kali sekrup atau mur dikendorkan'
TABEL
X
DIAMETER
ULIR SEKRUP
DAN TORSI
YANG
DITERAPKAN
Diameter ulir
( mm)
It
Ir
34.
s/d 2,8
di atas 2.8 s/d 3,0
di atas 3.0 s/d 3,2
di atas 3.2 sl d3,6
di atas 3,6 s/d 4,1
di at as 4. 1 sl d4, 7
di at as 4. 7 sl d5, 3
di atas 5,3 s/d 6,0
di atas 6.0 s/d 8,0
di atas 8,0 s/d 10,0
Kolom I berlaku untuk seknrp tanpa kepala,
jika seknrp ketika dikencangkan
tidak melonjol
dan lobang'
dan
seknrp
rain yang tidak dapat dikencangkan
dengan *!"gg*rr.an
obeni dengan bilah
yang lebih lebar dari
0,2
0,25
0,3
0,4
0,J
0, 8
0, 8
1, 2
) 5
0,4
o 5
0,6
0,8
1 ' )
1, 8
2,0
) 5
1 5
" t -
4,0
0,4
0, 5
0,6
0,8
7, 2
1, 8
2,0
1 0
" ) "
6,0
10, 0
Torsi
( Nm
)
diameter
sekruP.
- 2 8 -
SPLN 108: 1993
Kolom II berlaku untuk sekrup lainyang dikencangkan dengan obeng.
Kolom III berlaku untuk sekrup dan mur yang drkencangkan dengan menggrrnakan
alat selain dari obeng.
Jika sekrup mempunyai kepala segi-enam dan,alur unhrk pengencangan
dengan menggunakan
obeng, dan
nilai dalam kolom II dan III berbeda, maka diuji dua kaii, pertama peneftrpan
torsi seperti tersebut pada
kolom III pada kepala segi enam, dan kemudian iontoh uji larn penerapan
torsi seperti tersebut dalam kolom
II dengan menggunakan
obeng.
Bila nilai dalam kolom II dan III sama hanya diuji dengan obeng.
Selama diuji, sambungan sekrup harus tidak kendor dan harus tidak msak, seperti sekrup patah,
atau alur
kepala nrsak, ring rusak dan ring bergigi rusak, yang akan mengg*gg"
kegurnan pemutus-tenaga
selanjutnya.
Disamping itu, selungkup dan tutup harus tidak rusak.
35.
uj i keandal an
termi nar untuk penghantar ruar.
Kesesuaian
dengan persyaratan
Sub-avat 18.5 dicek dengan pemeriksaan,
dengan diuji sesu u ayat 34,
dimana penghantar
tembaga yangkaku
dengan hns penamp-ang
terbesar sesuai Tabel IV diletakkan didalam
terminal (untuk luas penampang
nomrnal teuih-dan o *\2: dipukr penghantar pitin kaku, sedangkan untuk
luas penampang
nomirnl lairurva dipakai penghantar paaat;
dan drqi sesuai sub-ayat 35.1,35.2dan
35.3.
Pengujian terakhir ini dilakukan dengan obeng atau kunci pas yang sesuai, dengan torsi seperti ditunjukan
dalam Tabel X.
35'1 Terminal dipasang dengan penghantar tembaga berluas penampang terbesar dan terkecil seperti tersebut
dalam Tabel IV, padat atau dipilin, pitih yang paring kritb.
Penghantar
dimasukkan kedalam terminal unhrk jarak
minimum yang ditetapkan, atau bila tidak ditetapkan
hingga terlihat dari sisi lain, dan dalam posisi yangpating
memudatrkio tu*ut polos.
sekrup penjepit
kemudian dikencangkan
dengan torsi sebesar dua pertiga nilai yang
ditunjukan dalam
kolomyang
sesuai dari Tabel X.
Setiap penghantar
kemudian dikenakan tarikan sebesar nilai yang
tercantum dalam Tabel XI dalam Newton.
Tarikan dilakukan serentak, selama I menit dalam arah sumbu lobang terminal penghantar.
TABEL XI
GAYA TARIKAN
selama diuji, penghantar harus tidak terlihat bergerak pada terminal.
Terminal dipasang penghantar
tembaga dengan luas penampong terbesar dan terkecil seperti tersebut
dalam Tabel IV, padat atau dipilin, pilih yang paling krifis, dan sekrup terminal dikencangkan
dengan
torsi sebesar dua pertiga nilai dalam kolom yang sesuai dari Tabel X. Sekrup terminal kemudian
dikendorkan dan bagian penghantar yang mungkin terpengaruh diperiksa.
Penghantar harus tidak menunjukkan adanya kerusakan.
r. f . l
Luas penampang penghantar
yang sesuai dengzn terminal
( mm' )
Tarikan ( N
)
-29 -
SPLN 108: 1993
Penghantar dianggap rusak,
jika
menunjukan adanya lekukan yang dalam atau ta1am.
Selama diuji, termirnl harus tidak kendor dan hams tidak rusak, seperli patah sekrup atau pada alur kepala
rusak, ulir rusak, ring bergigi rusak, yang akan mengganggu kegunaan ternrinal selanjutnya.
35.3 Terminal dipasang dengan penghantar tembaga pilin kaku dengan ukuran 'seperti tersebut dalam T'obel XII'
TABEL XII
UKURAN PENGHANTAR
Julat penampang nomina+.yang untuk
dtleptt (mm-)
Penghantar
Pilin
Jumlah kawat I)iameter kan'at ( tnm
)
1. 5 sampai 2, 5
*)
t,5 sam^pai 4
*)
1.5 sampai 6
*)
2.5 sarirpai l0
'
4' sampai 16
l0 sampai 25
16 sampai 35
25 sampai 50
7
/
7
1
I
7
1 9
dalam pertimbangan
0,67
0, 85
1, 04
1, 35
7, 70
2, 14
1, 53
dalam pertrmbangan
r.;
Jika terminal hanya dimaksudkan untuk menjepit penghantar padat (lihat catatan
Tabel IV;, pengujian tidak dilakukan.
Sebelurn dimasukan ke terminal, kawat penghantar dibentuk sesuai dengan keperluan.
penghantar
dimasukkan ke terminal hingga penghantar mencapai dasar terminal atau hingga terlihat dari sisi
lain terminal dan dalam posisi yang patrtrg--.mudahkan kawat lolos. Sekrup atau mur penjepit kemudian
dikencangkan dengantorsi sebesar dua pertiga nilai pada kolomyang sesu:li dan Tabel X.
Setelah diuji, hanrs tidak ada kawat penghantar mencuat dari alat penahan.
36. Uj i perl i ndungan terhadap kej ut l i stri k.
pengujian
dilakukan dengan
jari
uji standar yang ditunjukkan pada Gambar 9 pada contoh uji yang dipasang
r.p.rti pada pemakaian normal (ihat catatan Sub-ayat 18.6) dan drpasang dengan penhantar dari pernmpang
terkecil dan terbesar sesuai Tabel IV.
Jari uji standar harus didesain, sedemikian rupa bahwa setiap bagian yang disambung dapat diputar 90o
terhadap sumbu
jari
uji, hanva dalam arahyang sama.
Jari uji digglakan dalam setiap posisi bengkok
yang mungkin dan
jari manusia, suatu alat penunjuk kontak
listrik dipakar untuk memperlihatkan adanya kontak dengan bagian yang bertegangan.
Disarankan menggunakan lampu untuk menunjukan adanya kontak dengan bagian yang bertegangan dan
tegangan lampu tidak kurang dari 40 V'
pemutus-tenaga
dengan selungkup atau tutup dari bahan thermoplastik dikenakan uji tambahan, dengan
menempatkanpemutus-tenaga
pudu suhu sekitar 35oC + 2oC.
pemutus-tenagadikenakan
gaya15 N selama I menit, melalui ujung
jari
uji yang lurus tak terhubung dengan
,
ukuranyang sama dari uji standar.
Jari uji ini dikelakan pada semua tempat dimana penggunaan
jari uji pada bahan isolasi dapat mengurangi
keamanan pemutus-teraga tetapi tidak sanrpai msak.
fI
n
- 3 0 -
SPLN 108: 1993
Selama diuji, selungkup atau tutup harus tidak berubah sedemikian
disentuh dengan jari
uji tanpa sambungan.
mpa sehingga bagi:ur bertegangan dapat
yang tidak dirancang untuk ditutup dengan selungkup
panel logam bagian depan dan dipasang scpcrli pada
Pemutus-tenaga
terbuka,
J-ang
mempunyai bagian
diserahkan untuk pengujian
dengan menggrrnakan
penggunaan
normal (litnt Sub-ayat ltt.(r).
37.
Uj i si fat di el ektri k
37.1
Ketahunun
terhadop tegangan impul.t.
Pengujian impuls dimaksudkan untuk menentukan kenmnpuan Pemutus-tcmga
nrenahan tega.gan tcbih
waktu-singkat yang cukup besar. tanpa mengalami te{adi kerusakan.
Bentuk gelombang
impuls ditentukan 1,2150 us detik dengan nilai puncrk
g
kV.
Pada setiap pengujian
tegangan impuls diberikan l0 kali dengan polaritas yang
sama.
37.2
Ketahananterhadapkelembabun
37.2.1 Persiapan pemutus-tenaga
untuk diu1i.
Jika ada lobang masuk' dibiarkan tetap terbuk4 bila dilengkapi dengan penutup pecah.
salah satu dibuka.
Bagian yang
dapat dilepas tanpa bantuan alat. dilepas dan dikenakan kondisi kelembaban
bersama bagia'
utama; tutup berpegas dibiarkan terbuka selama kondisi ini.
i7 2.2 Kondi.si uji
Kondisi kelembaban
dibuat didalam kotak kelembaban yang berisi udam dengan kelernbaban relatif drjaga
antara 9l
yo
dan95
o/r.
Suhu udara dimana contoh uji dilctakkan, dipertahankan
dalam batas + l"c dan nilai yang sesuai T a'tara
2ooc dan 30oC.
Sebelum ditempatkan dalam kotak kelembaban, contoh uji dikenakan suhu antara T dan T + 4oC.
-i
7.
f.J Proseclur uji
Contoh uji diletakan dalam kotak selama 4g jam.
Kelembaban relatif antara 9l
o/o
dan 95 9/o dspsl dlcpai dengan menempatkan di dalam kotak kelembaban larutan
vang
jenuh
:il!;:'i:*sulrbt
(NazSoq) atau potasium nitrat (KNl,;t
J;i;ilil;;;gL.*punyai
srcrmukaan
'ans cukup rua.s Lrhubunsan
[]ntuk mencapai kondi si yang
di tt;ntukan di dal am kotak tcrsebut. di perl ukan tcri ami nnva si rkul asr udura di dal anr ' ans kr.stan.
dan pada umumnya di gunakan kotak vang di i sol asi sebagai p"";h.;;;;;;.-"
' "' ""' r""' ' v q )rr ^i ' l
'
-.l.
J Kondisi penrutus-lenaga
se,rudoh cliuli
Sesudah diuji, contoh uji tidak boleh ntsak. dalam pengertian
standar ini hanrs tahan terhadap pengujian
sesuai Sub-ayat 3i.3 dan3i.4
-r
-.J
Tahanan isolasi sirkit utama
Pemutus-tenaga
disiapkan seperti ketentuan pada
Sub-avat37.2
dan setelah selang rvaktu antara 30 menit
dan 60 menit tahanan isolasi diukur 5 detik r.t.tuh diberi tegangan arus searah mendekati 5(x) V. mengikuti
langkah-langkah
sebagai berikut :
a) Dengan pemuttts-tenaga
dalan posisi terbuka, antara setiap pasangan terminal vtuig terhtrhtrnq bersa'ra-s.'1a secar.l
listrik kalau pemutus-tenaga
dalaun posisi terhitup, po.]o reiiop r."tlr, *.-, bergilir.
b) Dengan pemuttts-tenaga
clalatn posisi terftttup, antara sctiap kutrrb secara bergilir cltn lauurya cligabung.
c) Dengan pemutus-tenaga
dalam posisi tefluhlp, attara gabungzui
kufirb dengzur rangka terma.suk kertar.s logam vang
menempel pada permrtkaat lturr selungkup dalanr dari tiahan Lcrisolasi jikl
ada
3 l
SPLN 108:1993
d) Antara bagian-bagian logam mekarus dan rangka.
e) Untuk pemutus-tenaga yang berselungkup logam yang mempunyar lapisan dalam dari bahan bensoitlsi.
antara rangka dan ke(as logam yang menempel permukaan dalam dari lapisan bahan isolasi termasuk
busing dan peralatan sejerus.
Pengukuran a). b) dan c) dilakukan setelah semua sirkrt bantu terhubung dengan rangka.
Istilah rangka mencakup
-
Semua bagian logam yang dapat drsentuh dan kertas logam yang menempel pada permukaan balun
isolasi yang mudah disentuh setelah pemasangan seperti pemakaran normal .
-
Permukaan tempat landasan dimana pemutus-tenaga dipasang, ditutup kertas logam
jika perlu.
-
Sekrup dan alat-alat lain untuk mengencangkan landasan pada penyangganya.
-
Sekrup untuk pengencang tutup yang harus dilepas pada saat pemasangan pemutus-tenaga dan
bagian-bagian logam sarana operasi sesuai Ayat 19.
Jika pemutus-tenaga dilengkapi dengan terminal yang dirancang untuk interkoneksi penghantar pengalnarl,
maka dihubungkan ke rangka.
Untuk pengukuran sesuai Ayat b) sampar dengan e). kertas logam digunakan secaftI demikian sehingga
kompon perapat, jika ada. teruji secara efekttf.
Tahanan isolasi harus tidak kurang dari :
2 M.Ohm pada pengukuran seperti butir a) dan b)
5 M.Ohm pada pengukuran lairurya.
37.1 Kuat dieleHrik sirkit utama
Setelah pemutus-tenaga lulus uji dari Sub-ayat
Q7.3.
tegangan uji yang ditentukan pada Sub-ayat 37.6
diterapkan selama I menit antara bagian-bagian vang ditunjukkan pada Sub-ayat37 .3.
pada
mulany.a, ditenpkan tegangan tidak lebih dan setengahnya kemudian tegangan dinaikan sampai nilai
penuh dalam waktu 5 detik.
Tidak ada loncatan listrik atau kegagalan isolasi selama pengujian. Lepasan pijar tanpa turun tegangan dapat
diabaikan.
37.5 Kuot dielehrik sirkit bantu
Untgk pengujian ini, sirkit utama harus dihubungkan ke rangka. Tegangan uji yang ditentukan pada Sub-
ayat 37 .6 hams diterapkan selama I menit, sebagai benkut :
I
)
antara semul sirkit bantu.
)'ang
tidak terhubung normal ke gabungan sirkit utanm dan rangka
pemutus-tenaga.
2)
jika
sesuai, antara setiap bagian sirkit bantu yang di isolasi dari bagian lain sirkit bantu dan bagian latn
digabungkan.
37.6 Niloitegangu
uii
Tegangan uji yang digunakan berbentuk gelornbang sinus, dan frekuensi antara 45 dan 65 Hz.
Sumber tegangan uji harus mampu mencatu arus hubung- singkat paling sedikit 0.2 A.
Peralatan trip arus lebih dari transformator tidak akan beroperasi
jika
arus di sirkit keluaran lebih kecil dari
l (X) nrA.
Nilai tegangan uji harus sebagai berikut :
a) Untuk sirkit utama
-
2000 V untuk butrr a) sampai dengan d) pada Sub-ayat 37.3
-
2500 V untuk buttr e) pada Sub-ayat 37.3
-32 -
SPLN 108:1993
b) Untuk sirkit bantu
)'ang
oleh pabrikan
dinyatakan tidak sesrrai untuk dihubungkan ke sirkit utama :
-
1000 v, jika
tegangan isolasi pengenar
ui tidak rebih 60 v.
-
2 Ui + 1000 V, dengan minimum 1500 V,
jika
tegangan isolasi pengenal
IJi lebih dari 60 V.
38.
Uj i kenai kan suhu
38.1 Suhu udara sekitar
Suhu udara sekitar harus diukur selama seperempat terakhir periode pengujian
delgan memakai paling
sedikit dua buah termometef utuu termokopei
vang'dipasang secara sirnetris di"sekitar pcmutus-tcnaga.
pada
ketinggian kira-kira setengah tinggi p.*uringan
dan paoa jarat
kira-kira I m dari pemutus-tenaga.
Termometer
atau termokope I harus diamzurkan terlr.'rdap aliran dan radiasi panas.
38. 2 hosedur uji
Arus sebesar In dialirkan seca-ra bersamaan ke semua kutub dari pemutus-tenaga
selaura periode
wakfu yang
cukup untuk kenarkan suhu mencapai nilai ajeg atau untuk waktu konvensional, pilih yang lebih lama.
Dalam praktek.
kondisi ini dicapar bila vanasi kenarkan suhu tidak melebihi I K per
.jam.
untuk
nemutus-tenaga
empat kutub dengan tiga kutub berpengaman, pengujizrn
dilakukan pertama
kali dengan
hanya mengalirkan
arus yang
ditentukan pada tiga kudb
vr"g
berpengaman.
Pengujian ini kemudian
diulang dengan mengalirkan
ams yang sama pada kutub
],ang
dirancang untuk
hubungan netral ke kutub berpengaman yang terdekat.
Selana pengujian,
kernikan suhu hams tidak melebihi nilai-niku pada Tabcl V.
38. 3 Pengukuran suhu pada bagian-bagian
pemutus-tenaga
suhu dari bagian-bagian
sesuai rabel v lurus diukur dengan menggunakan kawat ternokopel atau sa-rana
selenis pada posisi terdekat yang dapat disentuh ke titik t..p"urr^
Konduktifitas panas yang baik antara termokopel
dan bagian permukaan yang
diuji harus drjamur.
38.4 Kenaikansuhupadabagiaipemutus-tenago
Kenaikan suhu pada bagian pemutus-tenaga
adalah perbedaan
suhu bagian yang
diukur sesuai dengan
sub-ayat 38"3 dan suhu udara sekitaryang di-ukur sesuai Sub-ayat 3g.l
Penguj i an 28 hari
Pemutus-tenaga
diuji selama sampai 28 siklus, masing-masing
siklus terdiri dan 2l jam
dengan arus va'g
satna dengan arus pengenal pada tegangan sirkit tertuka paling
sedikit 30 v, dan 3 jam
tanpa ams cl:rlarn
kondisi uji sesuai Ayat 3 l.
Pemutus-tenaga pada posisi terhrtup, arus dialirkan dan diputuskan dengal saklar bantu.
Selama pengujinn
ini pemutus-tenaga
lnrus tidak trip.
Selama arus mengalir pada periode terakhir kenaikan suhu terminal harus diukur.
Kenarkan suhu iru hanrs tidak melebihi nilai yang
diukur selama uji kenaikal suhu (lihat
Ayat 3g) dengan
l ebi h besar dari 15 K.
-J- --
Segera sesudah pengukuran
kenarkan suhu. arus clinaikan secara mantap dalam waktu 5 detik sampai arus
trip konvensional.
Pemutus-tenaga
harus trip dalam rvakhr konvensional.
39.
a a
-) -)
SPLN 108: 1993
40. Uji karakteristik trip
Pengujian dilakukan untuk mernbuktikan apakah pemutus-tenaga memennhi ketentuan Sub-ayat 23.1.
40.1 Uji karaleteristik arus-waWu
40.1.1 Untuk pemutus-tenaga
ienis
B, C dan D
40.1.1.1 Arus sebesar I,l3Int (arus non-trip konvensionol) dialirkan selama waktu konven' sional (lihat Sub-
ayat 23.1 dan Sub-sub ayat 23.2.1) ke semua kutub, nrulai dari dingin (lihat Tabel VI).
Pemutus-ternga hams tidak triP.
Kemudian arus dinaikan secara mantap dalam 5 detik' sampai l
'45
It (arus trip konvensional)'
Pemutus-tenaga harus trip dalam waktu konvensional.
10. 1. 1.2 Arus sebesar 2,5 5 In dialirkan ke semua kutub, dimulai dari dingin.
Waktu buka (trip) harus tidak kurang dari 1 detik dan tidak lebih dari :
-
60 detik unhrk arus pengenal sampai dengan 32 A.
-
120 detik untuk arus pengeral lebih besar dari 32 A.
40.1.2 Untuk pemutus-tenaga
ienis
CL
40.1.2.I Arus sebesar 1,05 Int (arus non-trip konvensional) dialirkan selama waktu konven.cional (lihat Sub-ayat 23. I
dan Sub-sub ayat 23.2.1) ke semua kutub, mulai dari dingin (lihai Tabel W).
Pemutus-tenaga harus tidak tnP
Arus dinaikan secara mantap dalam 5 detik sampai l,2It (arus trip konvensional).
Pemutus-tenaga hanrs trip dalam waktu konvensiornl.
40.1.2.2 Arus sebesar 1,5 In di al i rkanke semuakutub:
Dimulai dari panas
Setelah dialiri arus sesuai Sub-sub ayat 40.1.2.1 sampai 1,5 i" (arus trip konversional).
Waktubuka harus tidak lebih dari 120 detik.
40.2 Uji trip seketika
40.2.1 Untuk pemutus-tenaga
ienis
B
Arus sebesar 3 I" diatirkan ke semua kutub, yafig dimulai dari dingin.
Waktu buka (tnp) harus tidak kurang dari 0,1 detik.
Arus sebesa: 5 In, kemudian dialirkan ke semua kutub. yang dimulai lagi dari dingin.
Pemutus-tenaga harus trip dalam rvaktu kurang dari 0,1 detik.
40.2.2 Untuk pemutus-tenaga
ienis
CL
Arus sebesar 4 I,, dialirkan ke semua kutub, yang dinrulai dari dingin.
Waktu buka (trip) harus tidak kurang dari0,2 detik.
Arus sebesar 6 In, kemudian dialirkan ke semrur kutub, yang dimulai lagi dari dingin.
Pemutus-tenaga harus trip dalam waktu kurang dari 0,2 detik.
40.2.3 Untuk pemutu,s-tenaga
ienis
C'.
Arus sebesar 5 In dialirkan ke semua kutub,l"ang dimulai dari dingin.
- 3 4 -
6
I
SPLN 108: 1993
Waktu buka (tnp) harus tidak kurang dari 0,1 detik.
Arus sebesar [0 In, kemudian dialirkan ke semua kutub.
-yang
dimular lagi dari dingin.
Pemutus-tenagrl lums tnp dalam waktu kurang dari 0,I detik.
10.2.1 Untuk pemutu,s-tenaga jenis
I)
Arus sebesar l0 In dialirkan ke semua kutub, yang dimular dari dingin.
Waktu buka (trip) harus tidak kurang dari 0,1 detik.
Arus sebesar 50 I,r, kemudian dialirkan ke semua kutub, yang dimulai lagi dari dingin.
Pemutus-tenaga harus trip dalam waktu kurang dari 0,1 detik.
40.3 Uii pengaruh pembebanon kutub-tunggal pada karakterlstik trip pemutus-tenaga kutub-banyak
Kesesuaian dicek dengan pengujian pentutus-tenaga yang terhubung sesuai dengan Ayat 3l pada kondisi
yang
ditentukan dalam Sub-sub ayat 23.3. l.
Pemutus-ternga harus trip dalarn waktu konvension;al.
,10.1
Uji pengaruh suhu sekitor padu karakterlstik trip
Kesesuaian dicek dengan pengujian sebagai berikut :
a)
f;#,:;;r.:Ifr;:;mpotkan
pada suhu ,sekitar 35 ; 2 K di bav,ah ,suhu urtara ,\-ekitar acLtot,l
Arus sebesar l,l3 Int (arus nortrip konvensional) dialirkan melalui semua kutub selarna rvaktu
konvensional
Kemudian arus dirnikan secara mantap dalam 5 detik, sampai 1,9 In.
b) Pemutus-tenoga ditempatkan pada ,ruhu sekitar I0 +
2 K di atas suhu uclara sekitar acuan sontpot
mencapai suhu aleg
Arus sebesar In dizrlirkan melalui semrril kutub.
Pernutus-tenaga
harus tidak trip selama waktu konvensionar.
.f untp0t
41.
,ll.
I
Uj i ketahanan mekani k dan l i stri k
Kondisi uji umum
Pemutus-tenaga dipasang pada peny angga logam, jika
tidak didesarn untuk instelasi dalam selungkup
tersendin yang harus di pasang sesuai Avat 3 l.
Pengujian dilaksanakan pada tegangan pengernl. dan arus yang diatur hingga mencapai anrs pengelal
dcngan menggunakan resistor dan reaktor dau terhubung seri, dan dihubungk-G termilnl beban.
Bila rcaktor inti-udara dipakai. stntu taharnn yang mengambil kira-kira 0.6
yodari
arus reaktor dihubulekan
pararel dengan tiap-tiap reaktor.
Arus hams berbentuk gelornbang-sinns yang baik dan faktor ke4a harus bernilai antara 0.g5 dan
g.9.
Unhrk pemutus-tenaga kutub-tunggal dan penrutus-teraga kutub-dua dengan dua kutub berpengamal.
penYangga loganl dihubungkan pada satLr sisi suplai untuk setengah pertama dan sejumlah operzsi d2n sisi
lainnva untuk setengah yang kedua.
I'Jntuk pemutus-tenaga kutub-dua dcngan satu kutub berpengaman, penyangga logarn dihubungkeur ke netrrl
suplai.
Pemutus-tenag:l dihtrbungkan pada sirkit dengan penghantar yang
ukuraruwa seperti dalam Tabel IX.
3 5
SPLN 108: 1993
,11.2 hosedur uii
pemutus-t
enagadruji
4000 kali ke4a dengam arus pengenal. kecuali untuk
jcrus cL sebanvak
l0 000 kali
kerja.
Pemutus-tenaga
harus dioperasikan
seperti pada pemakaian normal'
Setiap kali keda terdiri dari sahr kali operasi
penutupan dan diikutr oleh satu kali operasi
pembukaan'
unt'k pemutus-tenaga dengan arus pengenal s/d 32 A,frekuensi
pengoperasian hams 240 kali keda per
jam'
Seti apkal i ke4a,pemutus.tenagaharustetapterbukapal i ngscdi ki tsel ama13deti k.
Unhrk
pemutus-t enagaarus
pengenal di atas 32 A, frekuensipengoperasian
harus 120 kali ke{a perjam'
Setiapkalikerjapemufus.telagaharustetapterbukapalingsedikitselanra23detik.
41.3 Kondisi pemutus-tenaga
sesudah diuii
sesudah diuji sesuai Sub-avat
41.2 contoh uji harus tidak memperlihatkan
:
-
kenrsakan
-
pertedaan antara
posisi kontak
gerak dan posisi alat perujuk (I atau O)
-
kerusakan selungkup sehingga
memungkinkan
dapat menyentuh bagian bertegangan
dengan
jari uji
(lihat Ayat 36)
-
pengendoran hubungan listrik atau mekanik
-
melelehnYakomPonPeraPat.
Sela'1utnya,
pemutus-tenaga harus memenuhi
pengujian Sub- sub avat 40.r.2 dan harus tahanterhadap
uji
kuat dielekrrik sesuai Sub-ayat 37 .4, tapi
pada suatu tegangan
yang 500 v lebih kecil dari nilai yang
dinyatakan dalam Sub-ayat
ri.e oan tanpa kondisi lembab sebelumnvzl
Uji hubung singkat
Umum
uji standar untuk verifikasi unjuk-ke{a
hubung-sinelcat
terdrri dari urutan operasi
penutupan dan pembukaan
ses..aiunjuk-kerjayangdicekyangdiringkusdalamTabelXlll.
semua
pemutus-tenaga diuji pada 500 A atau l0 In dipilih
yang lebih tinggi sesuai Sub-sub avat 42'l 1'2 dan
pada 1500 A sesuai Sub-sub avat' 12' ll' 3'
pemutus-tenaga yang mempunyai kapasitas hubung-singkat
pengenal di atas 1500 A akan diuii lebih largut'
-
pada kapasitas hubung-singkat
pelayanan (pemutusan pelayarnn) lihat Sub-sub ayt 1 '5 '2 sesuai sub-sub
ayar 42.11.4.2 aan +z.tz.t
;^kapasitas
hubung-slngLai
pgluy-u* didapatkan dengan mengalikan
kapasitas hubung- singkat
p.ng.ni dengan faktor"k,
v-g
niiar-rularnva diberikan
pada Tabel XV'
-
pada kapasrtas hubung-singkat
pengenal qihul
Sub-avat 11.1) sesuai dengan Sub-sub ayat 42' l l' 4' 3 dan
Sub-sub ayat 42.12.2
jkafaktor k lebih kecil dari f, dulum kasus tersebut lurus digrrnakan contoh uji
)'ang
bant.
l
I
42.
42.1
- ) t )
-
SPLN 108: 1993
TABEL XI I I
DAF' TAR UJI HUBUNG-SINGKAT
' t l
i i
Vcitikasr sesuai
li
:sl'n_l'lb:yt _
il
ll
il
4 2 1 2 '
l l
l r
j Scnrua pcnrutus-tcnaga
i l Oi ul i pada l 5( x) A ( . +2. I 1. 3)
i
. ; - l
; ' r -
r)CIl l Ui l pcnl utus-l .Cnaga
I r
l s(x) A (. +2 I t 3)
i i I '
l , 1 i
k a p a s i t a s i I - r i ri
| 42. 12. 1
' , l
- - *' J-
r ' - - - -
-
I
i -
I
Diuji pada kapasitas
i
hrrburrg-si rrgkat pel avanan
I
t." t l 5(x)A
|
' L' tL
t
I
( 12r r 42)
I i i l
hrrburrg-si rrgkat pel avanan
I I.n t l s(x)A |
' ' ' t'
'
l i
Di uj i padakapasi urs
i
I
^)t j ) I i
1 . . . L . . ^ , ' - i - , ' l - ^ r - ^ 1 , ' . . , , . . , ' , .
| 1 L ' t L ' L
l i
i
Lt
/.. | /. ./.
li
hubung-si ngkatpcl avarurr
I
I i i
l l
. . . . " - . . 4 r r r r br \ ( r a
1, vr . r _r
qr qr r
i I
i l
i l l
_ _ - _ r l
J2.2 Nilai besarun uji
Scmua pengujian nrettgetni vcrifikasi kapasitas hubung- singkat pcngenal harus clilakukan dcngan nilai vang
ditetapkan oleh pabrikan sesuai dengan Tabel terkait d:ui standar ini.
Nilai teglrng:ur terapan adalah vang diperlukan unhlk nrenghasilkiur tcgangan pulih kcnrbali frekucnsi keria
yzulg ditentukan.
Nilai tegangan pulih kemb:rli frekuensi keria drlam tiap fasc harus sanla dengan 105
o/,t
tegangar pengenal
dan pemutus-tenaga yang diuii.
Untuk pcrttutus-tenaga kutub-tunggal deur untuk pcngujian kutub-tunggal dari pernutus-terulga kutub-banvak
tegaugart pulih kembali hams 105 % dmi nilai tcgangan pengenal 23(l V.
Ni l ai 10590 (,
j ' ro)
dari tegangan grongenal di mal sudkan untuk mengatasi pcngaruh vari asi dari tr:gangan si stcm dal anr korrdi si
pelavanan ttorm:tl. Ratas at,u-s dapat dinaikan dcngan persetu.juan dari pabrikan.
J2.3 Tolerunsi puda hesoran uji
Pengujizu: dianggap syah.iika nilai efektif
.vang
dicatat di dalam laporan uji vang bcrbcda dan nilar
yaltg
ditcntukan. namun dalam tolcmnsi scbagai berikut :
+ . 5 t i l
Anrs T'cgangzur r5(2,
(ternusuk
tegallgan pulih kembali)
i l
ol t
Irrekucnsi +
\"lt
J2.-l ,Sirkit uji untuk kinerja hubung-singkat
(r:tnttl ar
3 sarnpai 6 tttastng-masi nl l ntctnbcri kan ci i aqrun si rki t vi l ng di gtrni K.rn tr:rl rrk pcngu.i ri ur l l tct' l gcni l t
'
."
sul:tri pernrrtus-tenaga kunrb-lunggat (Cianrbzrr 3)
-
sualu petttttfus-telng{i kulr.rb{ua (Carnbar I Jc-ngaii sanr atiru du:r kutuh-bcrpcng.inrarr).
-
stratrr
pemutus-tenaga
kutrrb-trga (Garnbar -i).
-su:rtu
pemutus-tenaga kutub-empat (Gambar 6).
r l
( 12r r 42)
I i i l
i
|
- --rl
hi r r i i nar l . , Lnnnoi l . , - I | i l
- , n1 -
SPLN 108: 1993
Tahanan dan reaktarsi dad impedansi Z danZl harus dratur untuk memenuhi kondisi uji yang ditentukan'
Reaktor lebih baik berintr-udaia, karena selalu dihubung sen dengan resistor dan nilarnya dapat diperolelt
dengan penggandelgan seri reaktor sendiri-sendiri : hubungan pararel reaktor diizinkan
jika reaktor iru
secara praktis nempunyar korstanta rvaktu Yang sama.
Karena karakteristik tegangan pulih kenrbali transien dan sirkit uji
menggarnbarkan kondisi pelaVanan
yang biasa. reaktor berinti-udara
tahanan yang nrenganrbil kira-kira 0.60/' dari arus ntelervati reaktor.
Jika digunakan reaktor bennti-besi kerugian inti-besi dan rcaktor iru
dircsap olch tahanan yang di pararel dettgan reaktor bcnnti-ud.' lm.
Dalam setiap sirkit uji untuk pengrdian kapasitas hubung- singkat pengcnal. irnpcdarsi Z di sisipkan arttara
sumber supply S dan pemutus-teru?ga vang dru1i.
Bila pengujian dilakukan dengan ams lebih kecil dari kapasitas pemutusan hubung-singkat pengenal.
impedansi tambahan Zt harus drsisipkan pada sisi bcbiut pemutus- tenaga'
Unt*k pengujian pada kapasitas hubt.,rg-singkat
pengenal dan kapasitas hubung-singkat pelayanan'
pemutus-t.tiugu harus dihubungkan den kabel yang panjangnya 0.75 m per kutub dan penampang
maksimum yang Sesuar dengan ams peng,., .ii rleilU1lt Tabel IV.
Di anj urkan agar kabel sepanj ang 0.5 m di hubungkan pada si si suppl ai dan sepanj ang 0.25 m pada si si bcban dari
pemutus-tenaga
yang di uj i .
Suatu tahanan Rz kira-kira 0,5 Ohm dihubungkan seri dengankarvat tembaga F sebagai benkut :
-
Untuk sirkit dalanr Gambar 3 dur 4. an[ra pcn]'angga logrun dan sakcliu pemilih P : sakelar ini adalah
pada sat, posisi untul kira-kira setengah dari
jumlah opcrasi pemutus-lcllaga. dm pada posisi
vang
lain
untuk operasi Yang sisimYa '
-
-,ntuk sirkit pada.Gambar 5 dau
(r.
antara penYangga logarn dan netral strplai.
Karvat tembaga F harus paling sedikrt 50 ntnt panjangrrytt dan :
-
berdiameter 0,1 mm untuk pemutus-telnga vang diuji di udara bebas. dipasang pada logant penyangga.
dan
-
berdiameter
g.3
mm untuk pemutus-tenaga vang diuji dalam selungkup tenendin vang tcrkecil vang
ditentu- kan oleh
Pabrikan.
Tahanan Rr menank anrs l0 A per fase vang dihubungkan
pada sisi suplai dari pentutus-tenaga. antara
impedansi yang diatur untuk arus bakal sanrpai kapasitas hubung- singkat pengenal dan pemutus-tenaga.
12.5 Fahor kerja sirkit uii
Farktor kerla setiap fase dan sirkit
{i
drtentukan sesuzu metode rang dikettal vang hants dinl'atakatt dalant
laporan uji. Dua contoh diberikan dalam Lampiran A.
Faktor daya dan sirkit fase banvak dianggap scbagai rulai rata-rlrta fahor dava setiap fasc.
Julat faktor daya diberikzur dalam Tabel IX'
TABEL XIV
JULAT FAKTOR-DAYA SIRKIT UJI
li ants uii I.. A
Julat taktor-daya
rr
l L , __' : __=' - -
- - - - -
tcm-nsuk reaktor berinti-udara tidak
pada setiap fase hams dishunt dengan
harus trdak lebih dari rugi-rugi
Yang
I . .
(
l 5( x)
< 1. .
3( XX)
< I . .
4500
< I ".
6000
< Ic"
10000
< I . .
1 500
< 30( x)
< 4500
< 6000
< 10000
< 25000
0,93 seunpai
().9tt
0.115 sarnPar 0.90
0.75 sarnirai 0.ti0
0.ti 5 sami rai 0.7tt
t ). 45 samPar 0. 50
(). 20
sarnf ai 0. 25
3tl
&
a
#l
*
:t:
SPLN 108: 1993
42.6 Pengukuran dan verifikasi ft don arus puncak (Ip)
Nilai I2t dan Ip harus diukur selamapengujian sesuai Sub- sub
-ayat42.ll.l2,42.ll.3
dan 42.11.4.
Dalam hal pengujian pemutus-tenaga dalam sirkit tiga-fase, nilai I2t harus diukur pada setiap kutub.
Nilai I2t maksimum yang
$iukur
harus dicatat dalam laponn pengujian dan nilai tersebut harus tidak
melebihi nilai karakteristrk I't.
,12.7
Kalibrasi sirkit uji
12.7.1 Untuk mengkalibrasi sirkit uji, penghubung G yang impedansinya dapat diabaikan dihubungkan dalant
posisi seperti ditunjukan pada Gan$ar 3 sarnpai 6.
42.7.2 Llntuk mendapatkan arus bakal sanla dengan kapasitas hubung-singkat pengenal pemutus-tenoga pada
.faktor-daya
seperti ditetapkan dalarn TabelXILI, intpedansi Z disisipkan pada sisi suplai penghubung G.
12.7.3 LIntuk mendapatkan arus uji yang lebih rendah dori pada kapasitas hubung-singkat pengenal
pernutus-tenaga, impedansi tawbahan Z1 disisipkan pada sisi beban dari penghubung G, seperti ditunjukon
pada Gambar 3 sampai 6. .
12.8 Interpretasiterhadaprekaman
a) Penentuan tegangan terapan dan tegangan pulih kembali frekuensi ke{a.
Tegangan terapan dan tegangan pulih kembali frekuersi ke{a ditentukan dari record uji pemutusan yang
dilakukan pada peralatan yang dtuJi dan ditaksir seperti yang ditunjukan pada Gambar 7.
Tegangan pada sisi suplai hams diukur selama siklus pertama sesudah pemadaman busur api pada semua
kutub dan sesudah gejala frekuensi tinggr mereda.
b) Penentuan ams hubung-singkat bakal.
Komponen arus bolak-balik dari arus bakal diambil sebagai sarra dengan nilai efektif komponen arus
bolak- balik dari arus kalibrasi (nilai Az dalj Gambar 7).
Jika dapat dipakai, arus hubung-singkat bakal adalah arus bakal rata-rata pab semua fase.
42.9 Kondisi pemutus-tenaga untuk diuji
Pemutus-tenaga yang dqi harus dipasang pada penyangga logam E di udara bebas,
jika
tidak dirancang
untuk instalasi dalam selungkup logam tersendiri yang ditennrkan oleh pabrikarg dalam hal ruura
pemutus-tenagaharus diuji dalam selungkup tersendiri demikianyang paling kecil.
Suatu revisi kondisi inidalam pertimbangan.
Pemutus-tenaga jenis
tusuk yang dipasang secara normal pada penyffigga berisolasi diuji dalam kondisi
demikian, penyangga isolasi drpasang pada penyangga logam E. Pemutus-tenaga hams dioperasikan
seolah-olah seperti operasi manual.
12.10 Kinerju pemutus-tenaga selama uji hubung-singkat
Selama urutan pengopensian sesuai Sub-sub ayat 42.11.2 atat 42.11.3 ata:u 42.1 1.4, pemutus-ternga harus
tidak membahayakan operator. Lagipula, harus tidak ada busur api tetap, tidak ada loncatan antar kutub atau
antara kutub dan rangka, penganum lebar F tidak putus.
,l2.II
hosedur uji
12.1 L I Umum
Prosedur uji terdiri dan urutan operasi.
Simbol berikut digunakan untuk pemberian tanda urutan operasi.
O menunjukan operasi pembukaan
CO menunjukan operasi pemutusanyang diikuti oleh pembukaan otomatis.
l ( )
-
SPLN 108: 1993
Nilai t sebenarnya hanrs dicantumkan dalam laporan u1t.
42.I 1.2 Uji hubung-singkat yang dikurangi
Impedansi tambhan Zt
flihatSub-sub
ayat40.7.3) diatur demikian untuk rnendapatkan arus 500Aatau
l0 x 11, pilih yang lebih tinggr pada suatu faktor daya antara 0,93 sampai 0,98. Setiap kutub berpengaman
pemutus-t enaga dikenakan secara terpisah suatu pengujian dalam sirkit yang hubungannya diperlihatkan
dalam Gambar 3.
Pemutus tenaga dibuat membuka secara otomatis 9 kali, oleh pemutus-tenaga sendiri.
Urutan operasi hanrs :
o
- t - o - t - o - t - o - t - o - t - o - t -
c o
- t -
c o
- t -
c o
Setelah pemadaman busur api, tegangan pulih kembali harus dipertahankan selama tidak kurang dan 0,1
detik untuk pengujian sakelir bantu A diserempakkan dengan gelombang tegangan sedemikian sehingga 6
titik mulai op.turi pembukaan didistribusikan secara merata pada setengah gelombang dengan tolerarsi
+ 5o.
42.I 1.3 Pengujian pada 1.500 A
Unnrk pernutus-tenaga yang mempunyai kapasitas hubung-singkat pengernl 1500 A, sirkit uji dikalibrasi
menurut Sub-sub ayit +Z.l .l dan 42.7.2 untuk memperoleh anx 1500 A pada faktor daya sesuai ams ini
menurut Tabel XIII. Untuk pemutus,tenagayang mempunyai kapasitas hubung-singkat pengenal lebih dan
1500 A
,
sirkit uji dikalibrasi sesuai Sub-sub ayat 42.7.1 dan 42.7.3 pada faktor daya sesuai arus 1500 A
(sesuai Tabel XI$.
Pemutus-terragakutub tunggal diuji pada sirkit yang diagramnya diturlukan pada Gambar 3.
pemutus-tenaga
kutub dua diuji pada sirkit, yang diagramnya ditunjukan pada Gambar 4, kedua kutub
berada pada sirkit dengan mengabaikan
jumlah kutub yang berpengaman.
pemutus-tenaga
kutub tiga dan kutub empat dengan tiga kutub berpengaman diuji pada sirkit, yang
diagramnya ditunjukan pada Gambar 5 dan 6.
t;ntuk pemutus-ternga kutub tiga, tidak ada hubungan yang dibuat antara netral suplai dan titik bersama,
jika
ada, pada sisi b eb an pemutus-t enaga.
Untgk pemutus,tenaga kutub empat tidak ditandai oleh pabrikan, maka pengujian diulang dengan tiga contoh
uji baru, yang memakai masing-masing kutub berturut-turut sebagai netral secara bergantian.
Untuk pengujian pemutus-tenaga kutub tunggal dan kutub dua, saklar bantu A disinkronkan menurut
gelonrbing-tegangan sehingga erurm titik mula didisribusikan secara merata pada separuh gelombang
dengantoleransi
+ 5
o.
Urutan ke{a harus sesuai ketentuan pada Sub-sub-ayat 42.11.2, kecuali untuk pemutus'terragakutub tunggal
pada Sub-ayat 12,I. Dalam hal demikian hanya dua ke{a "CO" yang dilaksanakan menyusul enam ke{a
i'O",
sebagai tambahan pemutus-tenaga ini, kemudian diuji dengan melakukan satu kerja "O" secara
serentak. Satg pemutus-tenaga disisipkan pada masing-masing fase dari sirkit uji yang ditentukan untuk
pemutus-t.nuga kutub tigi (Gambar 5), tanpa mensinkronkan saklar bantu yang menyebabkan
hubung-singkat.
Untuk pemutus-tenaga kutub tiga dan empat, pengujian pada sembarang titik pada gelonbang
diperbolehkan.
42.I 1.4 Pengujian di atas I 500 A
42. I 1.4. I
perbandingdn
antara kapasita,s hubung-,singkat pelayanan dan kapasitas hubung-singkat pengenal
perbandingan
antara kapasitas hubung-singkat pelayanan dan kapasitas hubung-singkat pengenal-faktor
harus sesuai Tabel XV.
- 4 0 -
SPLN 108: 1993
TABEL XV
PERBAND IN GAN AN TARA KAPAS ITAS HUBUN G.S IN GKAT
PELAYANAN (I".) DAN KAPASITAS HUBUNG-SINGKAT
PENGENAL
(I.N)
-
GAKTOR
TO
I cn K
I
6.000 A
10. 000 A
0, 75
+)
> 1 0 0 0 0 A
0 5
* * )
*)
Nilai minimum I., : 6.000 A
**)
Nilai minimum I., : 7.500 A
4 2. 1 I . 4. 2 P enguj ian pada kapasitas hubung-singkat pe layanan (l cs).
a) Sirkit uji dikalibrasi sesuai Sub-sub ayat 42.7.1 dan 42.7 .3 dengan faktor daya sesuai Tabel XIII.
Tiga contoh uji pada sirkit yang ditentukan pada Sub-sub ayat 42.11.3. Bila terminal beban dan suplat
pemutus-tenagayang diuji tidak ditandai, maka dua contoh uji dihubungkan dalam satu arah dan contoh uji
ketiga dalam arah berlawarum.
b)Urutanke{auntukpemutus-tenagakutubtunggal dankutubdrnadal ahO-t-O-t-CO.
Untuk kerja "O", saklar bantu A disinkronkan dengan gelombang tegangan sehingga sirkit tertutup pada
titik 0o pada gelombang untuk ke4a "0" pada contoh uji pertama. Kemudian titik ini digeser 45o untuk
ke{a "0" kedua pada contoh uji pertama
;
untuk contoh uji kedua, dua ke{a "O"harus disinkronkan pada
titik 15o dan 60o dan untuk contoh uji ketiga pada titik 30o dan 75o.
Toleransi kesinkronisasi harus +5o.
Untuk pemutus-teraga kutub dua kutub yang sama harus dipakai sebagai acuan untuk tujuan sikromsasi.
Prosedur uji ini diperlihatkan pada Tabel XVI.
TABEL XVI
PROSEDUR UJI UNTUK Ics UNTUKPEMUTUS-TENAGA
SATU DAN DUA KUTUB
Kerya Contoh uii
l / t - ,
I
2
a
-)
0 ( 0'^)
0 ( 4 5 " )
CO
o ( 15: )
0 ( 60")
CO
o ( 30' l )
0 ( 7 5 " )
CO
c)Urutanke{auntukpemutus-tenaga kutub tigadankutub empatadalah: O
-
t
-
CO
-
t
-
CO
Untuk keqa "O", saklar banfu z\ disinkronkan dengan gelonrbang tegangan sehingga sirkit tefiutup pada
setiap titik (X") pada gelombang untuk ke4a "O" pada contoh tdi pertama.
Titik tenebut digeser 60u untuk ke{a "O" pada contoh uji kedua kemudian ditambah 600 untuk kerja "O"
pada contoh uji ketiga.
- 4 1
SPLN 108: t993
Tolerarxi sinkronisasi harus
+ 50 Kutub yang sama hanrs digunakan sebagai acuan untuk tujuan sinkronisasr
pada corfoh uji yang befteda.
Prosedur uji terlihat dalam Tabel XVII.
TABEL XVII
PROSEDUR UJI UNTUK I.N PADA
PEMUTUS-TENAGA KUTUB-TIGA DAN KUTUB EMPAT
Kerla
Contoh uii
I 2
1
J
I o ( x" ) o ( x"+460"
)
o ( x' +120o
)
2 CO CO CO
CO CO CO
d) Untuk pemutus-tenaga kutub tunggal suatu set tambahan yang terdiri dari tiga contoh uji diuji dalam sirkit
sesuai Gambar 5.
Pada setiap fase dari sirkit uji disisipkan sebuah contoh uji dari contoh-contoh uji tenebut, yang di
hubung-singkat tanpa sinkronisasi dari sakelarbanlu A.
Teganganyang diterapkan (lihat Sub-ayat 42.2) harus l05oh dari nilai tegangan 400 Volt.
Antara netral suplai dan titik bersama disisi beban pemutus-tenaga harus dihubungkan.
Prosedur uji diperlihatkan dalam Tabel XVIII.
TABEL XVII
PROSEDUR UJI UNTUK I", PADA UJI FASE TIGA
PEMUTUS-TENAGA KUTUB TUNGGAL
Kerla
Contoh uji
I 2
a
J
o o O
L CO o
-) o CO
4 CO o
Sel ama penguj i an ni l ai I1 ti dak perl u di ukur
42.1 L4.3Pengujian pada kapasitas hubung-singkat pengenal (lgn)
a)Sirkit uji dikalibrasi sesuai Butir Sub-sub ayat 42.1.1 dan 42.7.2
Tiga corrtoh uji diuji dalam sirkit
yang sesuai, yang ditentukan dalm Sub-sub ayat 42.1 1.3.
Jika termirnl suplai dan terminal beban pemutus- tenaga yang dru1i tidak bertanda, maka dua contoh uji
dihubungkan dalam satu arah dan contoh uji ketiga pada arah berlau'anan
- 1 2 -
SPLN 108: 1993
Urutan keda adalah : O
-
t
-
CO
Untuk ke{a "O" sakelat banfti A disinkronkan dengan gelombang tegangan sehrngga sirkit tertutup pada titik
15" pada gelombang untuk ke{a "O" pada contoh uji pertama.
Kemudian titik ini digeser 30o untuk ke{a "O" pada contoh uji kedua selanjutnya 30o untuk ke{a "O" pada
contoh uji ketiga.
Toleransi sinkrorusasi harus + 5n.
Untuk pemutus-teraga kutub banyak. kutub yang sanu harus dipakai sebagar acrnn untuk tujuan
sinkronisasi.
Prosedur uji diperlihatkan dalam Tabel XIX.
TABEL XIX
PROSEDUR UJI UNTUK ICN
b) Unhrk pemutus-tenaga kutub tunggal, suatu set tarnbahan yang terdiri dan empat contoh diuji dalam sirkit
sesuai Gambar 5.
Pada setiap fase dari sirkit uji disisipkan sebuah contoh uji dari contoh-contoh uji tersebut vang di
hubung-singkat tanpa sinkronisasi dari sakelar bantu A.
Tegangan yang diterapkan hams l05ol, dari tegangan 400 Volt.
Antara netral suplai dan titik bersama di sisi beban pernutus-tenaga hams tidak dihubungkan.
Prosedur rgi diperlihatkan pada Tabel XX.
Sesudah ke{a "O" kedua contoh uji yang diperlihatkan sebagai No.l dalam Tabel XX, contoh uji iru lnrus
diganti dengan contoh uji ke cmpat.
TABEL XX
PROSEDUR UJI UNTUK I"" PADA UJI FASE-TIGA
PBMUTUS-TENAGA KUTUB TUNGGAL
Contoh ui i
I
Kerja
I
- ----, ,-
I I
i
- - - - t - -
I r l z l :
l i - i r
I
- --
l i
t l o , o l o
l '
l l 1 I r r / r / \ l
CO
o ( 7 5 " )
Sel anr a penguj i an i ni ni l ai I i t i dak por l u di ukur
- 4 3 -
SPLN 108: 1993
.t2.12 Verifikasi pemutus-tenaga setelah uii hubung-singkat
42. I2. I Setetah diuji hubung-singkat sesuai dengan Sub-sub avat 42. I L2, 12. I I .3 otau 12. I I ' 1' 2, pemutus-tenoga
tidak boleh"mempnr-iihotio,
kerusakan yang mengganggu penggunaan selaniutn-ya dan tanpa perbaikan'
harus mompu uituk menahan uji kekuato, ,tinttktiik seiuai tlengan Sub-avat 37.1 pada tegangan.yang
500
V, lebih kecil dari nilai yang tercantum pada Sub-ayat 37.6 tottoa kondisi lentbah terlebih dahttlu'
Uji dielektrik ini harus dilakukan antara 2
jan, dan24jam setelah uji hubung-singkat'
Selanjutnya, setelah diuji sesuar dengan sub-sub avat 42.1 1.33.
Atau Sub-sub ayat.42.ll.4.z.penutus-tenaga
harus tidak trip pada saat arus yang sama dengan 0.tt5 kali arus
non- trip konvensiornl, dimulai dari keadaan dingin'
pada
akhir venfikasi ini, arus dinarkan secaftl mantap dalam 5 detik sampai l,l kali arus trip konvensional'
Pemutus-tenagaharus
trip dalan I
jam'
12.12.2 Setelah diuji sesuai dengan Suh-.sub ayat 12.11.4.3 pemutus-tenogo tanpa perbaikan, harus menohan tr-ii
dielektrik sesuai dengan Butir 37.6 pacla tegangan i1i ooo V dan tanpa kondi'si lenthob terlebih clahulu'
selanlutnya
pemutus-rer|aga hams tnp
jika
dibebani sebesar 2,8 [n dalzrm rvaktu yang salna dengan beban
2,55 lntetapi lebih lama dan 0,1 detik.
Contoh uji yang diperlihatkan
pada nomor 1 Tabel xx, tldak dimaksudkan untuk venfikasi sesuai dengan
Sub-ayat rnl, tetipi bagaimarnpunjuga
harus sesuai dengan perwaratan Sub-avat 42' 10'
43. Uj i ketahahan kej ut dan benturan mekani s
43.1 Keiut mekanis
43.1.1 Peral atan ui i
pemutus-tenaga
dkenakan kejut mekanis dengan menggunakan
peralatan sepertr
-Yang
terlihat
pada
Gambar 8.
Suatu landasan kayu A drpasang pada blok beton dan bantalan kayu B terpasang di A dengan engsel'
Bantalan iru menyangga papan kayu C yang dapat dipasang
pada 2 posisi tegak dan pada
jarak ytutg
bervanasi dari engsel.
Ulung papan B d.ilengkapi dengan
pelat-penahan-logam D yzrng diletakkan
pada pegas kuntparan l ang
mempunYai konstanta c sebesar 25 N/mm'
pemutus-tenaga
dipasang pada papan tegak dengan cara sedenrikian rupa sehingga
jarak dan sumbu datar
contoh uji kJ bantalan-tg0 mm. papan tegak dapat diputar sehingga
jataL dari permukaan pasangan
pemutus-tenaga 200 mm dari engsel seperti rnmpak pada gambar.
pada
permukaan C, berlawanan arah dari permukaan pasangall pemutus-tenaga. dipasang nassa tambahan
sedemikias: rupa sehingga daya statis pada pelat-penahan-logam adalah 25 N. untuk memastikan agar
montcn-i'remia d.lri selunth sistem konstan.
13.1.2 l )roscdur ui i
Dengan pemutus-tenaga pada posisi tutup, tetapi tidak terhubung ke sumber, bantalatt pada u.ltlng
r-allg
bebas
dan dqatuhkan sebany:rk 50 kali dari ketinggiun 40 mm. selang rvaktu antara
jatuhnva dibtnt sedemikian
rupa sehingga contoh uji bisa istirahat.
Setelah pengujian ini papen tegak diputar 90oC pada sumbu tegaknya dan
jika pcrlu. posisi diatur lagi
sedemikian rupa sehingga sumUu tegzrk gans tengah pemutus tenaga berada sejauh 200 mm dan cngsei.
Bantalan kenudian diiatuhkan 50 kali seperli sebelumnva dengan pemttttts-tenaga pada alah attr sisi paplln
tegak dan 50 kali lagi dengan pemutus-tenaga pada sisi yang berlarvanan.
Sebellm merubah setiap posisi. pemutus-tenaga sccara manual dibuka dzur ditutup.
Selama diu1i. posisi konlnk pcnuftts-terulga hants tidak terbuka.
-++-
SPLN 108: 1993
13.2 Benturan mekank
Kesesuian drcek pada bagian
)'-ang
tertuka dari pemutus-tenaga
]'axg
dipasang seperti pemakaian normal
(ihat catatan Sub-a1'at 18.6
1'ang
mungkin terkena bcnturan mekanis pada pemakaian normal dengan uji
seperti Sub-sub ayat 43.2"1 untuk semua
icrus
pettnltus-tcnaga dan sebagai tanrbahan dengan uji dari
Sub-sub ayat :
43 .2.2 untuk pemutus-tenaga jerus
sekrup
43.2.3 untrk pemutus-tenaga yang dirancang untuk dipa-sang pada rel
43.2.4 untuk pemutus-tcnaga jerus
tusuk.
Untuk pemutus-temga jenis
tertutup tidak dikernkan pe rs: i:in ini.
13.2.1 Contoh uji
.yang
dikenakan pukulan dengan \treilu perolatan uji-benturan seperti terlihat pada
Gambar 10.
Kepala pemukul berbentuk setengah bola dengan
janlari
l0
kekerasan Rocku'ell sebesar 100 HR
nrm dan dan bahan polyamida dengan
Penukul mempuni'ai nirusa 150
t
I g dan dipl:;ang sLrcara kokoh pada ujung bawah pipa baja dengan
diameter luar 9 nrm dan ketcbalan dinding 0.-5 mnr vatlg dihcri poros pada ujung atasnya sedemikian rupa
sehingga hanya dapat beral'un ke bidang tcgrak.
Sumbu dari poros iiu 1000 + I mm di atils sumbti pe iri'rlkul.
Untuk menentukan kekerasan Rockwell dari balrarr polyanrida dari kepala pemukul, persyaratan benkut
harus digrunkan:
-
diameterbola : 12,' 7 + 0,0025 mm
-
beban mula 100 + 2 N
-
beban mula 500 + 2,5 N
Informasi tambahan mengenai kekeri uan Rocku' el l dari pl asti k di peroi eh pada spesi fi kasi ASTM D 785-65-1970
Desain dari peralatan uji ad:rlah sedemikian rupa selungga gaya sebesar antara 1,9 N ampai 2,0 N harus
diterapkan pada mukp pernukul untuk menjaga pipa pada posisi datar.
Pemutus-tenaga jenis pasangan pennukaan dipruang pada papan kayu, teberl 8 mm dan luas li5 mm2,
dikencangkan pada pinggir atas dan barvah ke penopang yiulg kokoh yang merupakan bagian dari
perLyangga, seperti terlihat pada Ganrbu 12.
Penyangga harus tnelllpunviui massa l0 + I kg dan hams dipasang pada rangka yang kokoh dengan
menggunakan pasak.
Rangka dipasang pada dinding masif.
Pemutus-tenaga jerris pasangan tertarnm dipasang pad..l peralatan seperti terlihat pada Garnbar 13, yang
dipasang secara tetap pada perryangga.
Pemutus-tenaga jenis pasangan panel dipasang pada peralatan seperti terlihat pada Gambar 14 yang
dipasang secara tetap pada pcnyangga.
Pemutus-tenaga jenis
tusuk eiipasang pada kotak kontak yang sesuai yaxg dipasang pada papan kayu atau
peralatan seperti pada Garnbar l3 dan Ganbar l-1.
Pemutus-tenaga jenis
sekrup drgasang pada larrda-sann'a
t-ang
sesrni yang drpasang pada papan kayu,
setebal 8 mrr. dan seluas 175 mnt' .
Pemufu s'tenaga
j
erus pasangax sekmp dipasang dengan mempergunakan sekrup.
Pemutus-tenaga jenis pasangan rel dipasangkan pada rel yang
sesuai.
Pemutus-tetlaga jenis pasangan sckrup dan
jenis pemasangan rel hams drkencangkan dengan sekrup untuk
pengujian.
--t5-
SPLN 108: 1993
Desain peralatan uji sedemrkian sehingga :
-
Contoh uji dapat digerakan secara rnendatar dan diputar pada sumbu tegak lurus pemrukaan papan kal'u.
-
Papan kayu dapat diputar kearah sumbu tegak.
pemutus-tenaga
dipasang pada kavu atau, pada peralatzur yang sestni seperli pada pemakaian nonnal dengan
tutup
jika
ada. sedemilcan mpa sehingga titik benturan terle.-'' pada bidang tegak rnelalui sumbu poros
bandul.
Lobang masuk knbel
)'ang
trdak dilengkapi tutup mudah pecah. dibiarkan terbuka. Jika dilengkapi tutup
mudah pecatq kedrn-duanY a.
Sebelum pelepasan pukulan pengencangan sekrup pada larrdasan. penutup dan semacamnya dikencangkan
dengan torsi dua pert"rga dan vang
ditentukan pada Tabel X.
pemukul
dilepaskzrn
jatuh
bcbas dari ketinggian 10 cm ke permukaan
1'ang
tertuka ketika pemutus-tenaga
dipasang scpertr pemakaial normal.
Tinggi
jatuh adalah
jarak
tegak antara posisi titrk pengecekan ketika bandul dilepas dan posisi titik benturan
pada contoh uji.
Titik pengecekan ditandakan pada pennukaan pemukul dimana gans harus lewat trtrk potong. Surnbu tabung
baja bandul dan sumbu pemirkul. dan tegzrk lurus terhadap bidang pennukaan yang terbentuk dari kedua
sunrbu tersebut.
Secara teori ti s, ti ti k berat pemukul hanrs pada ti ti k pengocekan. Karena ti ti k berat pemukul sul i t di tentukan. ti ti k pengecekan
di pi l i n seperti ketentuan di ata-s.
Setiap penrutus-tenaga dikenakan sepuluh pukulan, dua pada sarana operasi dan sisanya tersebar tnerata pada
bagian larnnya dari contoh uji
pemukulan
tidak dikelakan pada tutup lobang I'ang
mudah pecah atau pada bagian tutup dari bahan tembus
pandang yang dapat dibuka.
pada
umurnnya, satu pukulan dikenakan pada setiap sisi contoh uji setelah diputar sejauh mungkin dan tidak
lebih 60oC terhadap sumbu tegak dan drn pukulan, masing- masing mendekatr pertengahan antara pukulan
pada sisi dan pukutan pada tuas keqa/sararn operasi.
Kemldian pukulan sisanva dikenakan dengan cara yang sama. setelah contoh uji diputar 90oC pada sumbu
tegak lurus terhadap papan kavu.
Jika dilengkapi lobang rnasuk kabel atau tutup
)'ang
mudah dipecah, contoh uji dipasang sedenrikian nrpa
sehingga kedua
jalur pukui sedapat ri-rungkin beryarak sama deri lobang-lobang iru.
Dua pukulan harus dikenakan pada tuas kerya : satu ketika ttns ke{a pada posisi "ON" dan satu lagi kctika
pada posisi "OFF".
Setelah pengujiiut, contoh tryi hams tid?k rusak dalam arti standar ini. Khususnya penutup
)'ang
jka pecah
menyebabkan bagian
yang
bertegangan dapat disentuh atau menyau-.rgga pemuhrs-tenaga selanjuttwa, tuas
ke{a, tanggul pe mbatas (liming and bamcr) bahan isolasi dan sejenis- nya harus tid."lk rusak.
Jika ada ke*as"uan, pcrlu dit'erifikasi bagian luar seperti selungkup dan tutup. dapat dilepas tanpa bagian ini
dan tanggr, rrtcnjaadi ntsak.
Kerusakan l ang narnpak- cacat keci l
1' ang
ti dak rnengurangi j arak rambat atau bebas rne nj adi di bawah dan ni l ai vanu di tsntttkan
dal am Sub-a1' at l B.3 dan serpi hi u keoi l
1' ung
ti dak rncmpengaruhi perl i ndungan l i stnk di abai kan
Jika menguji pemutus-temlla
.ien;s
pasangan sekrup dan
juga pasangan rel, pengujian dilakukan dua set
pemutns- tcnaga.
),ang
satu dike ncattgkrin dcngan scknrp dan lairul' a dcngan rel.
43.2.2 Pernutus-tenaga posangan,\:A,' i l I l i : t tul S pado l andoson.vongsesuai dengantorsi scbe' sar 2,5 I' u' m
selama I menit.
Setelah pengujian. contoh rrji hams tidrik mcnunjukan rusakail vang mcnggallggu petlggututan sclanitrtrNa.
- - 1 6 -
SPLN 108: 1993
J3.2.3 Pemutus-tenaga jenis pasongan rel dipasang seperti pada pemakaian normal, tetapi tanpa kabel yang
dihubungkon.dan tanpa tutup atau pelat-penutup, pada rel y,sng
terposang secare kokoi pada dinding tegak
yang kokoh.
Gaya tegak kebau'ah sebesar 50 N diterapkan tanpa sentakan selama I merut pada perrnukaan
bagian depan
pemutus-tenaga segera diikuti dengan gaya tegak keatas sebesar 50 N selama I menit (Gambar l5).
Selama pengujian ini hams tidak merladi kendor dan setelah pengujian ini pemutus-tenaga
tidak
menunjukan ke- msakan yang mengganggu selanjutnya.
13.2.1 Pemutus-tenaga jenis tu,:uk ; u1i tamhahan r'edang dipertimbangkan.
44. Uj i ketahanan terhadap panas.
'11.1
Contolt
4ii,
tonpa tutup yang dapat dilepas,
.iika
ada disimpan selama I jam
tlalam kotak panas patla
suhu 100 + 2o(', tutup
.vang
dapat dilepas.iika ada, disimpan selama I
.iam
dalam kotak pemanas pada
suhu 70 + 20C.
Selama diuji harus tidak mengalamr perubahan yang
mengganggu pemakaran sela4lutnya dan kompon
perapat, jika
ada hams tidak melebihi sedemrkian rupa sehrngga bagian bertegangan terbuka.
Setelah diuji dan setelah contoh uji, didinginkan sampai mendekati suhu ruang, bagran bertegangan yang
secara normal tidak dapat disentuh pada pemasangan seperti pada pemakaian normal haruJ tidak Oupui
disentuh, walaupun digunakan
jari
uji standar dengan gava tidak melebihi 5 N.
Setelah diuji, penandaan harus tetap mudah dibaca.
Perubahan warna, menggelembung atau sedikit perubahan dari kompon perapat diabaikan, asalkan keamarnn
tidak terganggu.
Kompon perapat diabaikan, asalkan keamanan tidak terganggu dalam arti standar ini.
1'4.2 Bagian luar pemutus-tenaga yang terbuat dari bahan isolasi yung perlu untuk menahan bagian yung
dialirkan arus dan bagian sirkit pengaman dikenakan u.ii bota tekan dengan peralatan seperfi tertera
dulam Gambar 16, kecuali.iika dipakai bagian isolasi perlu untuk memepertahankan posisi terminal
untuk penghantar pengqman delum kotak harus diuji seperti ditentukan dalam Sub-ayat 44.3
Bagian
vang diuji diletakan pada penyanggabajadengan pernrukaan yang sesuai dalan posisi datar dan bola
baja berdiameter 5 mm ditekankan pada permukaan ini dengan gaya 20 N.
Pengujian ini dilakukan dalam kotak penumas dengan suhu 125 + 2oC.
Setelah 1 jam
bola dipindahkan dari contoh uji yang kemudian didingrnkan dalam l0 detik sampai mendekati
suhu nrang dengan mencelupkan dalam air dingin.
Diameteriejak bola diukur dan harus tidak melebihi 2 mm
1'1.3 Bogian luar pemutus-tenaga yang terbuat dari bahan isolusi yang
tidak perlu untuk
mempertahankan posisi bagian yong diakri arus dan bagian sirkit pengoman walaupun saling
bersentuhan, dikenakan uii bola tekan sesuai dengon Butir 11.2, tetapi pengu.jian dilokukan puda suhu
70 + 2oC utuu 40 + 2oC' ditumhah kenaikan suhu tertinggi ditentukun untuk bagian yung terkait selama
diuji sesuai Avat 38, pilih yang lebih tinggl
Il ntuk maksud pcngu-i i an sesuai Sub-ayat 44.2 dan 44.3. l andasan pemutus-tenaga j eni s
permuka.rn di anggap sebagai bagi an
I
I uar .
Penguj i an sesuai Sub-avat 44.2 dan44.3 ti dak di l akukan pada bagi an vang terbuat bahan kerarni k.
.l i ka dua atau l ehi h baei an beri sol asi mengacu ke Sub.ayat 44.2 dan 44.3 di buat dari bahan vang sama pengul i an di l akukan
hqnya pada satu bagi an sesuai Sub.avat 44.2 dan 44.3.
-
4'/
45.
SPLN 108: 1993
Ket ahanan t er hadap panas abnor mal dan api
Uji kawat puar dildkukzur menurut Avat 4 s/d l0 Publikasi trFjC
(195-2-l
plcin kondisi bcnkut :
-
Untuk bagian luar pen-rutus-tenaga vang terbuat dan haharr isolast pcrltr untuk mempertahankan posisi
bagian yangdialiri anrs dan bagian sirkit pengaman. detlg;rri pcni:ujian padlt stthu 9fi0 + l -5"C.
-
Untuk semua bagian lulr lain
]:ing
tcrbuat dari bahan isoll-sr.
;
,,;uiiln dil*ukan pada suhu
(r50
+ lOoC.
l Jntuk maksud penguj i an. l andasan
j eni s permukaan di anggap scbauar i -rasi an i uti . I' cntuj i an i i dak di l akukan pada bagran
berbahan kerami k. .l i ka bagi an bcri sol asi di buat dari bahan vans :i ;i tl i i -
i ,crtgui i att
tl i l akukan hanva pada satu dari bagi an i ni .
l nenur ut suhu u. i i kawat pi j ar vanr : sssual .
Uji kawat puar. diterapkan untuk memastikan bahu'a karvut uji lritrg dipmasi secara listnk sesuai ketentuan
kondisi uji trdak menyebabkan penvalaan bagian isolasi. atau unuik ntcnrastikan bahu' a bagian berbahan
isolasi yang mungkin menvala karena karvat uji 1,ang
dipirrra-skan rgsrirti p:lda kondisi vang telah ditentukan,
mempunyai batas rvaktu untuk ntcnvala tanpa nrenvebarklur upi clengrin lidalt api atau bagian
)' ang
lllcl-lYala
atau percikan-percikan vanglatuh dan bagian
)' ang
dit4i.
Pengujian drlakukan pada satu contoh. iika ada kcrit{rrutn.
1-:,' irg,tr.jial
dirrlangi pada dua coutoh uji
selanjutnya.
Pengujian dilakukan dengan karvat prlar sekali saja" Contoh irji iranrs ditci' npatkan pada posisi
)' ang
paling
tidak mengguntungkan selama peng{ian (dcngm pcrmukaan \,ars diuii p::ill posisi tcgak).
Ujung kawat pijar hams dikenakan pada pcmrukaan contoh uii vang ditentirkan lnenlperlutungkiut kondisi
penggunaan, dimana elemen
)' ang
panas atau puar mungkin tttent' crttuh contolt t4i.
Contoh uji dinyatakan lulus uji karvat p4ar jika
:
-
Tidak nampak lidah api dan tidak ada pijar
)'ang
bertahan auru-iika.
-
Lidah api dan piajr pada contoit uji padam sendin dalarn 3() detik sctclah katr lt piiar dilcpas.
Harus tidak ada penvalaan pada ke
(as
tissue atau pcnglulll4ltsall papalt kltr tt pttttts.
Uj i ketahanan terhadap karat
Semrn gemuk dibersihkan dan bagian
yang
druli dengan mencelupkan dalarn ltntftrn penghilzng gemuk
dingin seperti methvl-cl-rlorofonn atau bensin sclanra l0 nterut.
Bagian tenebut kemudian drcelup lagi seliuna lt) nrcrut dalani larutrn anrmonium cloride 10oh padl sulru 20
+ 50C.
Tanpa pengenngan, tetapi setelah dikibaskan tid?k mcnclcs. bagian tcrsebut ditempatkan selama l0 mcnit
dalam kotak berisi udara lernbab
)'ang
jenuh pada suhu 2o
+ -5"C.
Setelah bagia-n tersebut dikcringkan sclanu l0 tuettit dalan-r kotak peltnnas pada suhu l(X) + 5"C,
perrnukaannva harus tidak mcnunjukan tanda-tand;r karat.
Jcj ak karat prL,i a tepi yang ta.j am dan i api san kekuni ng-kuni ngan I' ang dapat hi l ang kargna di gosok dapat di abai kan.
Untuk pegas kecil dal scmaczlmnva dal untuk bagian vang tidak mr-rdalt discntuh. tetapi mudah terkikis.
lapisan gcrnuk dapat rnclindungi bagran-bagian tersebut sccukupnr,a terhadap klrat. Bagian tcrsebut hanl' a
dikenakan pcngujian.;ika ada kcmguzur tcrltrd:rp kccfektlfan llprs.ui geutuk dan pcnguliau dilakukan tltnpa
rnenghilangkan lapisan gemuk.
J i k adi gunak anoai r ant c r t c nt uunt uk 1r , : i l gt t . l t l r i t . 1l once[ a1r l i ns ec t t k t t n\ . l l hanl s
46.
- + 8
SPLN 108: 1993
Ganrbar I :
Sekrup tap pembentuk ul i r
Sekrup t ap ul i r t erput us
*)
perrghantar 0,5 rrr
R 2 \ F
G
Gambar 3
*)
pcnghant ar 0, 5 l r r
R 2
\ F
I
-l -
f t c
. G
' )
purgl rantar 0,25 nt
*)
pcngharrtar 0,25 rrt
\
\
t l "
I
o l c
I
trl
A
^d]
Gambar 4
I
J
Gambar 2 :
- 4 9 -
t q- f
SPLN 108: 1993
R 2
3 l c
I
6-rt
Gambar 5
*)
pcnghantar 0,5 nr
s-ri
I
c l c
^d]
Gambar
6
santpai kapasi tas huhung si ngkat pcngenal '
u.i i sanrpai ni l ai
)' al rg
l cbi h kcci l tl ari
*)
penghantar 0,25 nr
*)
penghantar 0,25 ltr
'l'i
ga penr utus-ten a ga ku tub-tunggal
(titl ak terhubun g)
atau satu pentutus tenaga kufuh tiga.
=
sunrber suplai
=
netral
=
i nrpedansi untuk ttte' ngatur arus bakal
=
ilrtpetlansi untuk ntengatur arus
*)
penSrantar
(f,25
nr
kapasi tas hubung-si ngkat
s
N
7
Zt
Rr
D
a\
( ;
R:
t '
t,
* )
pengenal.
:
resistor
=
selungkup atau pcnyangga
:
sakel ar-bantu
yang si nkron dcngan
gekxttbang tegangan
:
penghubung dengan i nrpedansi
yang tl i abai kan untuk kal i brasi si rki t u.i i
:
rcsi stor 0,5 Ohnr
=
kawat tctttl l aga
:
sakel ar penti l i h
=
sesuai Tabel VIII (hi l a rl i perl ukan)
Gambar 3 sid 6
-
Sirkit trii untuk hubung-singkal
50
SPLN 108: 1993
(a) -
kal i brasi si rki t
AI - arus penufuP puncak l takal
A2
=
arus pentutus si nretri s bakal (cfckti l )
2 V 2
B
I
= tcgatrg:ur tcrapan
KcH(til/lihat
l]utir 7.7)l
z V z
( b) =
kcr j a " O" at au " CO"
A2 = kapa-si ta-s pcrnutusan (et' ckti f)
2 V 2
Ar = kapasi tas penutupan (puncak)l
B2 = tcgangan pul i h kcmbal i
[(efekti f/l i hat
Sub-ayat 7.8)l
t n
Catatan :
Anrplitudo jejak
tegangan, sesurlah arus uji nrula,
bervari asi sesuai posi si rel ati f dari pi ral atan
pcnufup i nrpedansi yang dapat di atur tl an al at
penunj uk tegangan dan sesuai di agranr uj i .
tegangan
Gambar 7 :
Contoh rekaman uj i penutup atau pemutusan hubung-si ngkat
untuk peral atan kutub tunggal pada fase tunggal arus bol ak-bal i k.
tegangan
-
51
SPLN 108: 1993
Massa tatnbahan
--{
I
-T-
\
.i
o l
( . t I
r-
sl
l_
B
D
Contoh uj i
Pel at kr gar n pcnal r an
l]krk bcton
l l ngsel
A -
I
o l
P I
?
"D.a
Posi si uj i
.{
WWFF
Di ntensi dal anr mnr
Gambar 8 :
Al at uj i kej ut mekani s
- 5 2 -
SPLN 108: 1993
s50
I
I
0r' \i
8 0 -
OU
? n
Potongan
A. A B- B
90'
; - ( 2ol
t r
r A
a^ -+-
Q ? u P
\
l ' cl at penahi r n
+ ^
ao" Bcrbentuk si l i ntl cr
l ' ot ongal r
( ' - (
'
,..7f\
*ffi 4.
\+g
A
Detail x (contrth)
Pandahgan bcl akang
Dimensi dalam mnr
Toleransi pada dimensi tanpa toleransi khusus :
pada sudut : 0
- I 0
pada dimensi lurus : s/d 25 mm
'
+ 0
-
0. 05
di atas 2-5 rnm : + 0.2
Matenaljan tdi : misalnya baja proses panas
Kcdurt sanrbungim d' lri dari uji dapat dibengkok dcnglur sudut 90 +
10"
Tetapi hanva dalanr satu arah vang sanra. Pemakaran pasak dan celah hanva satu dari
mungkin untuk ntembatasi sudut bengkok sampai 90(' .
Untuk alasan ini dimensi dan tolcransi. detail-detailnl' a tidak dipcrlihatkan dal:rnr
scbenarnva hants mcnjamin sudut bengkok 90" dengan tolcransi 0 sampai +
10".
pcndekatan vang
gamb:rr. Dcsai n
Gambar 9
Jari uj i sandar (seperti dal am Publ i kasi IEC 529, Perubahan No.2)
5 3 -
l l asi an J
Il agi an 2 l l agi an l
SPLN 108: 1993
Itangka penyangg:r
-
l ) i l t r ensi dal al n nr nr
Gambar 10
Al at uj i benturan mekani s
( bnt oh uj i
I' cnvangga
-
_s_t
_
SPLN 108: 1993
G)
c)
c\l
e R= 1 9
q
g e
6
rf)
i
B
tr
t .
? t -
- i
2 3 -
. , ? = 5
Bahan bagian :
l ) pol yanri rl a
2) 3) 4) 5) : Baj a Fe J60
Gambar 11 :
Bandul untuk alat uji benturan mekanis
Lapisan ka1'u
Dirnensi dalanr mnr
Gambar 12 :
Pemasangan penyangga untuk contoh uj i , untuk uj i benturan mekani s
M4
C )
-1;r
-[[J
( ' ' t
120"
o o
+
r\
o o
{
rr)
Itr
r 7 5 t 1
200 mi n
I
l * A
- 5 5 -
?
-.-'J
SPLN 108: 1993
\r
Di rnensi dal anr rrru:
1. Plat baja dengan ketebalan lmm
1'ang
dapat dipertukarkat
2.Plat altminium dengan ketebalan 8 mnl
3. Plat pemasangan
4. Rel untuk pemutus-tenaga
jenis, pasangan rel
5. Lubang pada plat baja untuk pemutus-tenaga
a)
jarak antara tepi lubang dan muka pemutus ternga harus antara 1 dan 2 nrm
b) tirr;gi plat alumunium harus sedemikian mpa seliingga
plat baja terletak pada penyangga demikian.
jarak dari bagian bertegangan.
yang harus diamankan dengan suatu plat penutup tambahan hams di
jaga
8 nrm dibawah
Ptat
baja.
Gambar 13
Contoh pemasangan pemutus-tenaga tanpa tutup untuk uj i benturan mekani s
_-56_
SPLN 108: l ggs
Di rnensi dal anr nrnr
l. Plat baja dengan ketebalan 1,5 mrn yang
dapat dipe rtukarkan
2.Plat aluminium denganketebalan
g
mnr
3. Plat berpasangan
4. Lubang pada plat baja untuk pemutus-tcnaga
Catatan : Dalam hal khusus dimensi dapat dinaikan
Gambar l 4
Contoh pemasangan pemutus-tenaga j eni s papan panel untuk uj i benturan mekani s
- 5 7 -
.-r
-=g
I 08: I 993
5 0 N
t
llrl
/
Tal i
5 0 N
Gambar 15
Uj i mekani s, sesuai Sub-sub ayat 43.2.3 untuk pemutus-tenaga
j eni s pasangan rel
Gambar l 6
Al at uj i bol a tekan
(' ontoh u.i i
- - i 8 -
SPLN 108: 1993
LAMPIRAN
PENENTUAN FAKTOR KERJA
A
HUBUNG.SINGKAT
Tidak ada metode untuk menetukan faktor keqa hubung-singkat dengan teliti. tetapi untuk tujuan standar ini.
laktor ke4a dari sirkit uji dapat ditentukan dengan salah satu metode sebagai berikut :
Mctodc I
-
Penentuan dari komponen ams-searah
Sudut dapat ditentukan dari kurva komponen arus-searah dari gelornbang arus simetris alltara saal
hubung-singkat dan saat penrisahan kontak sebagai benkut :
l. Rumus untuk komponen arus-searah adalah : ic1
=
1.,o..-Rv1'
dimarn :
ia adalah nilai komponen arus-searah pada saat t
Iao adalah nitai dari komponen arus-searah pada saathrula
L/l{ adalah konstanta-waktu sirkit. dalam detik
t adalah waktu dari saat mul4 dalam detik
e adalah dasar logaritma e
Korstanta waktu LA. dapat ditentukan dan rumus dr atas sebagai berikut :
a) ukur nilar lao pada saat hubung-singkat dan nilai ia pada saat t yang lain sebehun kontak terpisah.
b) tentukan rulai e-R/L dengan membagi io dengan Ioo
c) dari Tabel nilai e-*' tentukan nilai
-x
sesuai perbandingan ia/lan
d) nilai x menggambarkan Rt/L, dan siru L/R diperolch.
2 . Tentukan sudut
I
Mn :
f
:
arc tan
tr/
LIR
dimana hJ adalah 2 i[ kali frekuensi sebenamya.
Metode ini lums tidak dgunakan bila arus diukur dengan transformator ams.
Metorle II
-
Penentuan dengan generator pilot
Bila generator pilot digunakan pada poros yang
sarna seperti generator uji. tcgangan gellcrator pilot pada
osilogram dapat dibandingkan dalam sefase, pertama dcngan tegangan generator uji kernudian dengan arus
gencatqr uji.
Beda antara sudut fase antara tegangan generator pilot dan tegangan generator utann pada satu sisi dan
tegangan generator pilot dan arus generator uji pada sisi vang lain memberikan sudut fasc antara tegangan
dan ams dari generator uji. sehingga faktor kerya dapat ditentukan
- 5 9
SPLN 108: 1993
LAMPIRAN B
PENENTUAN JARAK BEBAS DAN JARAK RAMBAT
Dalalr pclcntgan.jamk bcbas dan
jarak ranbat, disarankan butir-butir bcnkut dipcrtirllblulgkan.
J ika
jruak
bcbas dur
larak
nmbat dipenganrhr oleh satu atau lebilt bagian loganr.
.f
unrltrlt
.iar:*
paling scdikit
h:rrus santa dengan rular ruiruntum.
Jamk i ndi vi du
yi l ng
kurang dan I rmu panj angl l \,i l hanrs ti dak di pcrhi ttrngki ut dl tl l tl tt pcrhi l ungl tn pl tl tj l tng
total .j anrk bcbas dan
j arak
ratttbttt.
Dalam pcnentual
jarak rambat :
-
Cclal dcngan kcdalaman plling scdikit I nur dan lcbar paling scdikrt I nutt diukur scpan-ilrng bctrtttknvit.
-
Celah dengan sembarang dinrensi lebih kccil dan din' rcnsi terscbut hants diabaikan.
-
Tcpian dcngan kctinggian paling scdkit I mm.
*
diukur scpanjang bcntuknl' a.
lika
nrcrupakan bagian intcgml dari konrponctt bliltan isolasi (rtrisalrlvll
.
dcngan pencctakarr- pcngelasatr atau penl' cmcnan)
*
di ukur scparl ang l al ur
tcrpcndck dan dua
i al ur
bcri kut : scpanj attg suutbutl gi l l l atatt scpl l tl .l ang bcnttrk
tcpiau.
jika
tcpian bukiur bagian intcgml dan konrponctt bahrut isolasi
Pcrtri*.aian sarAl' t tcrscbut di atas diilustrasikart olch gmtbar bcnkut :
-
Gambar B l. B2 deur B3 mcnunjukkan ternrasuk/tidak te rmasuk cclah pada
larlrk
antbat :
-
Ganbar 84 dan 85 nrcnunjukkan tcmrasuli/tidr*. lcmtasuk pada.iarali rantbat :
-
Gambar 86 rnenunjukkan sambungan vang dipcrlutungkan
jika
tcpizur dibcntuk olch pcnvckat isolasi
)'ang
drsisipkan..setungga bentuk luarnya lcbih panjang dari panjang sambungrul .
-
Ganbar 87. Btt. 89 dan Bl 0 nrcnl cl askan bagai nrarur nrcncntukan.yarak ratttbat dal anr l tal saratta
pengencang ditarurmkan dalam bagian bcnsolasi d:rn bahan bcnsolasi.
- ( r 0 -
SPLN 108: 1993
GAMBAR BI GAMBAR 82
GAMBAR 83 GAMBAR 84
GAMBAR 85 GAMBAR 86
GANIBAR 87
_ 6 1 _
GAMBAR 88
SPLN 108:1993
Gambar 89
Gambar 810
Dirnensi dalanr mnr
A
-
Bahan isolasi
C
-
Bagian penghantar
F
-
Jarak rambat
Gambar Bl s/d Bl 0 l l ustrasi
j arak
rambat
- 6 2 -
SPLN 108: 1993
LAMPIRAN C
URUTAN PENGUJI AN DAN JUMLAH CONTOH UJI
YANG DIPERLUKAN UNTUK TUJUAN SERTIFIKASI
Cat at an : I st i l ah "Scr t i l r kasi " r naksudnva :
-
Scrti t-rkasi scndi ri ol ch pabri kan
-
Ser t i t i k. r - si pi hak ket i ga r ni sal nvu ol cl r l l adan Scr i t l kasi I ndcponden
Cl . Unr t an u. i i
Pcnguj i an di l :tkukan scsual Tabcl C l . r' ang unl t:ur ui l n\ a scsuui Tabcl bcri kut
TABEL CI : URUTAN UJI
Unrtar uti Avat. Sub-sub ayat.
Sub-sub al ' at
l ' crtguj i an ( atau urspcksi )
l 3
I n . I
I tt.2
I 8. 3
I tr.-t
r
Pcnandaarr
Dcsain mckanis
Umunr
' Mcknni smc
:Jarak
bebas dan rarnbat (bagim
dalarn)
,Jarak
bebas dan ranrbat (lunya untuk bagiiur luar)
i
Ketidak lupusan pcnandaan
l Keandal an scknrp . bagi an vang nl ctl ghantar ants dan sal nbung:ur
;Keandalan temrinal untuk pcnghantar luar
r Pcrlindungan terhadap kej ut listrik
j Ketahamn terlradap panas
lKetalunan terhadap panas abnomal dan api
,Ketahanan
terlalan t
,Si fat di el ektri k
i Kenai kan
suhu
U.ii 2tt hari
Kctahanan mekruris dan listrik
Urtj uk kcri a pada ams hubung-si ngkat vang di kurangi
i r .
I -)-)
i
l l +
i
l t 5
i 3 6
i++
i-l-s
I
16
l i
) 3 7
:t tt
t 9
, -10
12. rr. 2
@
12 t 2)
I
r ) I
T-
- -
I
I_fl_ 1"**lT:1,"1____ I
Dr
143
iKetahanan terhadap kejut mekruris dan benturan mckanis I
12. 11. 13 ( & 42. 12. 1) Ur l uk ke{a hubung- si ngkar pada 1500 A
I : r -12
1 I 1.2 (
A 12.12.1
)
Unj uk-kcna pada kapasi tas hubung-si ngkat pcl avanurr
I::
12.11-1 i
t
& 12.12.2
)
Unj uk-kcr1a pada kapasi tas hubung-si ngkat pcngcnal
- 6 3
108: 1993
c2. Juml ah cont oh uj i yang di ser ahkan unt uk pr osedur uj i l engkap
Bila hanva satu pengcnal (umpama satu sct besaran pcngenal. lihat Butrr ll) d.rri satu
jcnis (iurlrlah kutub'
trip sesaat) dari-peilutus-tenaga
diperlukan untuk pcnguliiur..yurnlarh cotttoh uli Yturg ditunlukkml dalant
Tabel C II. viurg lnarul kritena pencrimaan diberikan'
Bila semtur contoh uji yang diserahkan sesuai kolom ke dtur dari Tabcl C II lulus uji. nraka pemutus-tcuaga
jcnis
tcrsebut memenuhi standar iru.
Bila lurnva
jumlah minimum
t-ang
diberikan dalam kolom ke trga lulus tui. contolt uii tambahiut sepcrtt
tcrlihat pnOikolom ke empat hams diuji dan kcmudizur hams memenuhi urutan u1i lcngkap.
lJ ' tuk peurutus-tctuga
yiulg
lucnrpunyai lcbih dari satu itnrs pcllgcttitl. dttlt sct pcllltlttts-tcttaglt \ illlg tcrpisah
diperluican untuk ,.liop u1it- u;i. saiu sct diatur pada uus pcngcnal maksittrtttu datt satu scl lailttt\,lt dilttur
pada arus pcngcpll niinirnurn. Scbagai tanrbalun discr:rhkm satu cotttolt uii dari ltrus pcllSctt:il laittnYa'
(Untuk umtan u1i Dn)
TABEL C I I
JUMLAH CONTOH UJI UNTUK PROSEDUR UJI LENGKAP
l , -
i
l i
I
I
l ; - - ,
2e)
* 2d) . e)
-
-
; . ; ; ,
k \
- t f - 1
3 + 4 0 )
a)
b)
c)
d)
kerusakan pada saat perakrtan
yang tidali rnewaliili desaitl'
Dal am hal i rti ul ang, i cttttta hasi l tri i hants dapat di terrma.'
Contol t trti trmbahun pada pemtthts-tctti tga kttl rtb l rtnggarl
.
i ; i i ; . i urt . rt 1i i l ahrsni crnenuhi 1; ers-\ ' rat i ur
Lrt i dan Sub-avl t J2. 10. St rb-st rb l rat
-l l . I |
2
-+2. l
l . l di ui
-l 2
l l
' l
Secara keseluruhan, maksunum dua unrtiur uji dapat diulr^urg
B:l1lh\illlHt1l;
HiiillliT'*,i
.li;:i\Jilsfilh"i,t't'fii'an
trdak rnc're'uhi persr ratzur k'ren' i
- 6 4 -
SPLN 108:1993
C3. Jumlah contoh uji yang discrahkan untuk prosedur uji
...;rnr;
disederhanakan ketika penyerahan sejumlah
pemutus-teraga dengan desain d:rsar
]'ilng
sama.
C3. l Untuk sejurplah pemutus{enaga dengan dcsain dasar \ lr1g siulra. atau sebagai tanrbahan pada sejumlah
pemutus-teraga demikian.
jumlah
coittoh I ang irarus dir4i boleh drkurangi scstni Tabel C III dan C IV.
Pemutus-tenaga dapat dianggap nrenlpurn'ai dcsarn dasar
I'ang
sama.
jika
kondisi-kondisi berikut
drpenulu :
-
Mempunyai desain dasar yang sama .
-
Mempunyar drmcnsi fisik luar berkutub yang sanla :
-
Bahan dan ukuran bagian dalam
l'ang
dialiri arus siiniz]. selain dari variasi detail di a) drbawah
,
-
Terminal mempunyar desarn
)'ang
sanu (lihat r/j di barvah) :
-
Ukuran kontak. bahan. konfigurasi dan metodc penempclan vang sanla :
-
Mekarusme ke4a manual karaktenstik bahan dan karaktenstik fisik vang sama :
-
Bahan cetakan dan bahan isolasi
yang
sama :
-
Metode, bahan dan konstruksi alat pemadam busur api yang sarna
;
-
Desain dasar dan alat trip anrs lebih yiulg :arlrir. sclain dari detarl variasi pada b) di bar,vah :
-
Desain dasar dan alat tnp seketrka
)' ang
sanra. selain dctail variasi pada e) di bawah
;
-
Tegangan pengenalnva direncanakan untuk sirkit distribusi yang sama
;
-
Pemutus-tenaga kutub banyak adalah terdin dari pemutus-tenaga kutub tunggal atau dibuat dari
komponen yang sana sepertr pemutus-tenaga kutub tunggal,
yang mempunyai dimensi keseluruhan
yang sarna, tidak termasuk penvekat tambahan antara kutub .
Variasi-vanasi benkut diijinkan :
o) Luas penampang bagian dalam lang dialin ams :
b) Dimensi dan bahan erlat trip ams lebih :
c) Jumtah lilitan dan luas penanlpang kumparan kerya alat trip seketrka :
d) Dimensi tennirnl.
C3.2 Untuk pemutus-tenaga
).allg
mempunyai klasifikasi trip seketrka
-yang
sama sesui Sub-ayat
g.5
Jumlah contoh uji vang diuli boleh dikurangi, sesuai Tabel C Iil.
- 6 - 5 -
f
IABEL C III
JUMLAH CONTOH UJI UNTUK PROSEDUR U.II YANG DISEDERHANAKAN
Jurnlah cotttoh u.ii tergantung pa(:
irunlalt
kutub a)
Kutub tunggal
t')
Kut rrbt l ua
' )
1 ru-tts pengenal maksrmum
I arus pengen4l
maksimum
t'
I arus pengenal
maksitnutn
3 arus pengenal
lnerKslmurn
3 arus pengenal maksimum
i
I 3 ,,rut pengenal maksimrtm
3 ants pengenal maksrmum
I
1 dari arus pengenal lairurYa
3 + 3 t) arus pengenal
maksimum
3 + 3 1) arus pengenal
mmlmum
3 + 4t;arus pengenal
maksrmum
3 + 4tt arus pengenal
m1Iltmum
-l arus pengenql
maksimum
t'
.3 ants perrgen4l
rnakslmum
o'
3 arus pengenal
makstmum
3 arus pengenal
mmlmum
3 arrus pengenal
maksimum
3 arus pengenal
lnlnlmum
3 arus pengenal
maksimum
3 arus pengenal
mlrlunum
a)
b)
c)
d)
e)
t \
q l
- )
h)
3 ants pengenal
makstmrun
- 6 6 -
SPLN 108: 1993
C3.3 Untuk tarnbahan sejumlah pentutus-tenaga
dcngan dcsarn dasar yang sama sepc(i dijelaskan dalanr
Sub-ayat C 3. I. tctapi dengan kalsifikasi trip seketika
vang berbeda sesuai dengan Sub-avat 9.5.
Jumlah urutannya boleh dikurangi sesuai Tabel C IV, jumlah
contoh uji diambil d.1ri Tabel C III.
TABEL C IV
URUTAN UJI UNTUK KLASIFIKASI TRIP SEKETII(A YANG BERBEDA
I)cmutu^s-tenapa
di ui i
i eni s dri l u
[-lnrtiur uji untuh pernutus-tenaga vang lain
a) Untuk urutan uji ini. hanya pengujian yang
sesuailAyat 3g dan Sub-ayat 40.2 yangdiperlukan.
b) Jika pada saat yang sarna diminta sertifikasi untuk pemutus-tenagajenis
B
- jenis
C dan
jelis
D yang
mem- punval kapasitas hubung-singkat yang sanu. maka hanya umtan uji D., yang diperlukan-jrka
contoh uji
jenis
B dan
jenis
D sudah diuji.
Jeni s B
Jeni s C
Jenis D
Do
^] +
B "]
l ) o
n) +
B
o)
- 6 7 -
108: 1993
LAMPIRAN
D
KOORDINASI
ANTARA PEMUTUS.TENAGA
DAN PENGAMAN
LEBUR
TERPISAH YANG DIGABUNGKAN
DALAM SIRKIT YANG SAMA
PENDAHULUAN
Untuk rncnjanun koordirnsi antara
pemutus-tenaga dan pengamall lebur. perlu ltlempcrtitnbangkan
karakteristik
pemutgs-tenaga dan pengaman lebur (lihat Gambar Dl)'
Bila pemutus-tenaga dilengkapi dengan
pelepas
_arus
lebih
)'arg
dapat diatur. rvaktu-putus harus
dipertimb angkan dalam hubunganny a de ngan peny ete lan tertentu.
untuk penganum lebur. harus mengacu
pada bagian IEC Publikasi 269
)'ang
sesrni'
penjumlahan
karakteristik kerja dari satu peralatan yang mempunyzu ants bakalnva sebagai absis dengan
karaktenstik ke4a peralatan lainnya yang
juga mempunyui arus bakal sebagar absis tidak teliti apabila actnn
Sams dilakukan t.rLoup
perilaku kedua peralatan yang bekeda seri. selama impedansi peralatan tidak selalu
dapat diabaikan : drsarankan agar nilar ini diperhitungkan.
untuk ams rebih yang tinggi. disarankan bahrva acuan dibut
pada 12 t menggantika'rvaltu.
pemutus-tenaga
seringkali dihubungkan
seri dengan
pengaman lebur.yeng terpisah' dengan alasan seperti
metode distribusi daya yang diserai untuk instalasi, utuu ut iuut kapasitas pemutusan hubung- singkat dan
pemutus-t enagaitg slndiri iungkin tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan
pemakaian'
pengaman
lebur dapat dipasang ditempat
yang
jqrh dan pemutus- tenaga. Pengaman lebur atau pengaman
lebur-pengaman
lebur dapat mengamankan
penyulang utama yang mensuplai sejumlah
pemutus- ternga atau
sebuah pemutus-tenaga.
[Jmumnva pcngaman l ebur di tempatkan
pada si si
l upl ai
pemutus-tenaga dal am suatu hubungan tertentu' I]agai manapun
il;il;1"!t"iiti
f,fturus dapat mcngizinkan
penempatannya di sisi beban pe mutus-tenaga'
Seper t i l ayaknyakoor di nasi , kesul i t annyasamadal amkeduahal '
pemakar
atau ketentuan
yang berwenang dapat menentukan, atas dasar studi vang dilakukan sendtri'
bagaimana tingkat koordinasi
yang optimum dapat dicapai
paling baik'
Dengan demikran lampiran ini dimaksudkan untuk memberi pedoman bagi keputusan ini dan
juga jenis
informasi yang dibuat oleh pembuat pemutus-tenaga untuk dapat digunakan calon pemakai.
Isti l ah koordi na-si termasuk prerti mbangan di skri mi nasi
(r' ai tu kerj a sel ekti i ) seperti perti mbanuan cadangan'
pedoma. juga dibenkan
pada penyamtan pengulian. apakah
pengujian demikian dianggap
penting utttuk
penggunaan yang diusulkan. Tetapi ka..* p.*utuian hns. pengujian vang
rnahal dan rumit dapat dianggap
tidak perlu.
Hal ini merupakan keadaan pemakaran vang ben'anasi. seperti apabila ams hubung-singkat bakal lebih kecil
dan. atau hanva melebitu kapasitas hubung-singkat
pengenal dan pemutus-tenaga'
La'rpiran ini dapat digunakan sebagar
pedoman untr-rk koordinasi
pemutus-tenaga dengan pengaman selain
pengaman lebur.
D l. Ruang lingkuP
La'rpirzur rni memben pcdoman mengenar koordinasi
pernutus- tenaga dengan pellgaman lebur yang
terpisah
)'ang
terhubung dalam sirkit vang sanu'
$,
..
T
t
T
s
(rtl
SPLN 108: 1993
D2. Tujuan
Tujuan l:rmpiran ini adalah untuk menyatakan :
-
Persyaratan umum untuk koordinasi pemutus-tenaga dengan penganum lebur atau pe ngaman
lcbur-pengaman lebur yang
terhubung
:
-
Metode dan pengujian (ika dianggap perlu) dinurksudkatr untuk membuktikan bahu'a kondisi
kordrnasi telah dipenuhi.
D3. Persyaratan umunl untuk koordinasi pemutus-tcnaga dengan pcngamrm lcbur atau penganun
Icbur-pengantan lebur y ang terhubung.
D3. Unrunr
Secara ideal, koordinasi harus sedemikian sehingga pemutus ternga beke{a sendiri pada semua nilai arus
lebih sampai batas kapasitas hubung-singkat pengenalnya.
Dalam pelaksarnan. perumbangan
benkut dipakai .
a) Bila nilai arus gangguan bakal pada titik dari suatu insta- lasi lebih kecil dari kapasitas hubung-singkat
pengenal pemutus-tenaga,
dapat dianggap bahwa pengaman lebur atau pengaman lebur-p.ngaman lebur
tersebut berada di sirkit hanya sebagai pertimbangan, tidak sebagai penganran cadangal. Jiia nilai arus
ambil alih In (lihat Sub-sub ayat 7.14.2) terlalu rendah ada resiko rugi selektifit;
),ang
tidak perlu
(yaitu ke{a selektif).
b) Bila nilai arus gangguan bakal pada titik suatu instalasi melampaui kapasitas hubung-singkat pengenal
pemutus-tenaga, pengaman lebur atau pengaman lebur-pengaman lebur harus dipilih sedemikian
sehingga menjamin kesesuaian dengan persyaratan Sub-ayat D3.2 dan D3.3
D3.2 Arus ambil-alih
Arus ambil-alih /r harus tidak lebih besar dari kapasitas hubung-singkat pengenal pemutus-tenaga itu
sendiri.
D3.3 Perilaku pemutus-tenaga
dalam hubungannya dengan pengaman lebur. Ultuk semua nilai arus lebih
sampai dengan kapasitas pemutusan yangditentukan untuk hubungan :
-
Ke{a penutupan pemutus-ternga maupun kefa pemutusan
dari hubungan tersebut hams tid.1k
menvebabkan kcnaikan keadaan luar (seperti emisi dari nyala api) yzrng berada diluar batas y:ulg
dinyatakan pabrikan.
-
Harus tidak ada loncatan api antar kutub atau antara kutub dengan rangka, juga
tidak pengelasan
kontak- kontak.
Lihat juga
Sub-ayat D5.2 dan D5.3.
D4. Jenis dan karakteristik pengaman lebur yang
terhubung.
Atas permintaan, pabrikan pembuat pemutus-tenaga hams menyatakan, kesesuaian dengal bagian yang
ada hubungannva IEC Publikasi 2(>9,jenis dan karakteristrk pengaman lebur yang hu*r d-igunakan
dengan pemutus-tenaga.
dan anrs hubung-singkat bakal maksimum yang memenuhi hubulgkan
tersebut pada tegangan ke4a pengenal yang dinyatakan.
- 6 9 -
SPLN 108: 1993
Apabila mungkin penganun lebur hanrs ditempatkan pada sisi suplar pemutus-tenaga. Jika pcmutus-tenaga
diiempatkan pada sisi beban merupakan hal yang pentrng agar hubungan antara pemutus-tenaga darl
penganum lebur drdesain sedemikian setungga setiap resiko hubung-singkat dapat dipeftecil-
D5 Metode untuk venfikasi koordinasi
D5.l Penentuan arus ambil alih
Kesesuaian dengan persya-ratan Sub-ayat D3.3 dicek dengan memburdtngk:ur kanrkteristik kcrla
pemutus-tenaga dan pengaman lebur.
Bila pemutus-teraga drlengkapi pelepas arus lebih vang
dapat diatur (lihat Ayat l), karakteristik kerja
dipakar harus yang berhubungan dengan penyetelan arus minimum.
D5.2 Verifikasi perilaku penghubungan pemutus-tenaga/pengaman
lebur dalam keadaan hubung-singkat.
a) Kesesuaian dengan persyaratan Sub-ayat D3.3 dapat dicek dengan pengujian sesuai Sub-avat D5.3.
Dalam hal iru, sem112 kondisi pengujian harus seperti yang ditentukan dalam Ayat 43 Standar ini,
dengan re- sistor dan induktoivang dapat dratur untuk uji hubung- singkat di sisi suplai hubungan
tersebut.
b) Dalam keadaan praktis tertentu. akan cukup membandingkan karakteristik kerja pemutus-tenaga
dengan pengailuln lebur dalam skala yang sama. perhatikan khusus diberikan pada hal-hal
benkut :
-
Nilai 12 t daipemutus-tenaga dan pengaman lebur selama waktu putus .
- pengaruh
pada pemutus-tenaga
(misalnva oleh energi busur api oleh, arus puncak rnaksimum.
dan lain sebagainva) pada nilar punc* *t terpotong dan pengaman lebur.
Suatu penghubung yang sesuai dapat drevaluasi dengan memperhitgnqkan karakterisik I2t ke{a
maksimum dari penga*att lebur, ke seltrruh
julat dari kapasitas hubung-singkat pengenal pe-
mutus-tenagu r*ipui arus hubung-singkat bakal dari pemakaian yang diusulka4 tetapi tidak me-
lampaui kapasitas hubung-s ingkat dari hubungan tersebut.
Nilai ini harus tidak melampaui nilar maksimum 12t daipemutus-tenaga
pada kapasitas hubung-singkat
pengenal atau nilai batas lainnya yang dinyatakan oleh pabnkan.
D-5.3 Arus untuk venfikasi koordinasi arus pada keadaan hubung- singkat '
Uji hubung-singkat dilaksanakan dengan arus bakal maksimum untuk pemakaian vang diusulkan'
Nilai ini harus tidak melampaui ams hubung-singkat bakal maksimum vang dinvatakan oleh pabrikan
bagi hubungan tenebut .
Sebagai tambahan,
jika 18 mendekatr kapasitas hubung-singkat pengerul (/'r) dan pemuttts-tenaga.
misal lebih besar dan 80%.[cr, SUztu seri pengujian tambahan hams dilakukan pada nilai arus bakal
yang sama dengan l20o/o lcn.
Setidaknva satu pengaman lebur harus ke{a.
Pengujian tambahan denukran dapat dilakukan pada pemutus- tenaga yang bam dan
pemrintaan pabrikan.
Apabila pengujian dilaksankan sesuai dengan Sub-avat D5.2. maka suatu uji CO hams
sesuai dengan Sub-sub av at 12.1 1.1.3 dan 12.12.2
bersih atas
drlaksankan
- 7 0 -
, , \ .
I r
\ \
I
-r-
_ l - _
t -
t -
' c0
-
18
:
I g :
A =
B :
c :
Arus hubung-ei nghat bahal .
l apaoi t ae hubung-oi ogkat pengenal (Sub-ayat
t l . {).
l r ug sel el f i f bat aa ( Sub- gub
aya! ?. 1{ . 1) .
l r us ar bi l al i b ( Sub- sub
ar at 1. 11. 21.
t raral t eri st i k bugur api l ul a l i ni l ul dari penganan l ebur.
l aral t eri st i t l erj a l al si l ul dari pengal an l ebur.
l arafteri sti k rattu aaksl uur arus dan arus I?t darl
penutuo-tenaga.
Gambar Dl :
Karakteristik waktu/arus dan arus I2t
- 7 1
SPLN 108: 1 993
LAMPIRAN E
PERSYARATAN KHUSUS SIRKIT BANTU
UNTUK KEAMANAN TEGANGAN EKSTRA RENDAH
Sub-ayat 17.3
-
Jarak bebas den
jarak rambat
Tambahan catatan berikut pada Tabel III
5) Bagian yang bertegangan dalam sirkit bantu yang dimaksudkan unhrk dihubungkan tegangan ekstra
rendah hams dipisatrkan dari sirkit dengan tegangan
yang lebih tinggi sesuai dengan persyaratan Sub-sub
ayat 4. 1 1. 1. 3. 3 Publ i kasi I EC 364
-
4- 41.
- 7 2 -
SPLN 108: 1993
Dalam lampiran rm
diameter yang cocok
kaku (lihat Sub-ayat
LAMPIRAN F
Contoh termi nal
diberikan beberapa contoh dari desain terminal Lokasi penghantar harus mempunvai
untuk penghantar padat kaku dan penampang yang cocok untuk penghantar pilin
v:rng
t 8. s)
'f
ernrinal dengan sanggurdi
Tcnni nal dengan pl at tekan
Bagian terminal yang terdin dari lobang berulir dan bagian terminal
sekmp dapat mempakan du:r bagian
)'ang
terpisah sepertr halnt,a
sanggurdi.
dimana penghantar teriepit dengan
tennittal
yang
dilengkapi dengarr
Gambar Fl :
Contoh terminal pillar
-
/ - l
SPLN 108: 1993
Dapat di tambahkan
Depet di tembahken
Dapat di tambahkan
Terminal
sekrup
Sekrup tanpa ring atau plat penjepit
Sekmp rlengan ring plat jepii atau plat sungkup
Dapat di tambahkan
Dapat di tanrbahkan
Ternrinal Berkepala bulat
A. Bagian yang tetap
B. Ring atau plat penjepit
C. Plat sungkup
D. Ruang untuk penghantar
E. Kepala bulat
Bagian
)'ang
menahan penghantar dapat dari bahan isolasi. asal tekatrart vang pcrltt unttlk mcnjepit
penghantar dan tidak meneruskan ke bahan isolasi.
GAMBAR F2 :
Contoh termi nal sekrup dan termi nal berkepal a bul at
I
l r
\ ^
74
l .
z.
SPLN 108: I 993
LAMPIRAN G
PERSYARATAN KOTAK PENUTUP UNTUK PEMUTUS.TENAGA JENIS CL
Ruang Li ngkup
Persyaratan ini hanva berlaku untuk kotak selungkup yang hams dilengkapi pada pemutus-teraga jenis
CL
yang dipergunakan sebagai pembatas arus.
Konstruksi
Kotak harus dibuat sedemikian rupa sehingga di dalam penggurmannya akan melindungi bagian temrinarl dan
menutup bagian pemasangan pemutus-tenaga pada dasar kotak dan pemutus-tenaga
tersebut tidak dapat
dilepas dari dasar kotak tanpa membuak kotak selungkup.
Pemasangan kotak selungkup terhadap dasar kotak hams mempergunakan 2 buah baut segel dan pada kotak
selungkup dilengkapi lubang untuk kawat segel.
Kotak selungkup tenebut
juga
harus dilengkapi 2 buah mur baut untuk pemasangan dasar-kotaVpelat-dasar
ke penyangganya dan pada dasar-kotak/pelatdasar tertebut tidak perlu dilengkapi termirurl netral.
Di mensi
Ukuran maksimum kotak selungkup yang dipasang lengkap dengan pemutus-tenaga.
adalah sebagai berikut
Penandaan
Pada setiap kotak penutup hanrs diberi tanda yang tahan lama atau tanda dengan huruf tinrbul
sekurang-kurangnya rurme fabnkan atau merek dagang.
Ketahanan terhadap benturan mekani s
Keseuaian di cek dengan pengujian sesuai Sub-sub ayat 43,2.I dalam standar ini.
Ketahanan terhadap panas
Kesesuaian di cek dengan pengujian sesuai Sub-ayat 44.1;44.3 dalam standar ini.
Ketahanan terhadap panas abnormal dan api
Kesesuaian di cek dengan pengujian sesuai Ayat 45 dalam standar ini.
Ketahanan terhadap karat
Mur-baut. baut segel dan dasar kotak yang
terbuat dari logam harus tahan terhadap karat.
Kesesuaian di cek dengan pengujian sesuai Avat 46 dalam standar ini.
3.
4.
Lebar
Panlang
Trnggi (sampai dengan ujung tuas
kotak)
Satu kutub
( mm)
55
157
98
- 7 5 -
SPLN 108: 1993
Det i k
. 0 000
2 Jam
5 000
I Jam
2 000
1 000
500
200
100
LAMPIRAN H 1.
Bat . as
(
- - 1 . -
_-t-
-- | .-
- I . . -
_t . :
tr.i-p maksimum
r r , ( 6 3 A )
r n > 6 3 A
r . n < 3 2 A
50
waktu
3 2 . A
20
I O
I
0 r 5
o , 2
0 r I
0 , O5
O , 0 2
O , 0 1
0 , 0 0 5
-
0 , 0 0 2
-
n . l r \ ' l -
V
I
\ JW- L
: l :
r t
4 5
I
1 0
I
z v
I
3 0
I
50
I
t v
Kurva karakterisrik arus-waktu untuk Pemutus-tenaga Jenis B
Batas waktu
tri p mi ni murn
0 r 5
- 7 6 -
I / r n
SPLN 108:1993
LAMPIRAN H 2
',{
tlntoo
60
(0
r000
20
l 0
6
t
2
I
2000
1000
.
600
t00
200
100
60
t 0
T
t-
A
-z
rn
cl
x
=
4
I
a
ct
E
lr,
F
=
;
tr,
6
ll
vr
4,
{
e
e
lr,
x
+
l 0
6.0
( . 0
2, 0
1, 0
0, 5
0, (
0. 2
0, 1
0ro 5
, 0, 0
{
or o2
0. 01
0,006
1.5
l 0 l 5 ( 0
l x
SAHS
KERJA.YA}IG
OIIZINKA}I PLH.
U*'
ilf Jl,'Iiililili'il:'
@
: 1.05 l; >
| JAr
l0tN6t!t I
@'
t.Z tH <
1 JAlt I
pArus
lr
@r
1. 5 l x <2} Nt I t PAt ASl t
@,
a l x >0, 2oI t K
@, e
t x < o , z o EI u (
OAERAH TRIP RAH. RATA
_-
KEADAA}I
O|NGIN
OAERA}I TRIP RATA. RATA
--
KEAoAAN PAI|AS
/+
I SUHU LUAR
1. 33o(
I
Kurva karakteristik
arus-waktu
untuk
pemutus-tenaga
Jenis cL
- 7 7 -
SPLN 108: 1993
Det i k
l 0 000
2 Jam
5 000
I Jam
2 000
r 000
500
200
I 00
5 0
2
I
0 r 5
o r 2
0 r I
o r o 5
o
t 0 2
0 , 0 1
o, o05
-
o , o 0 2 -
o
, 001- t
LAMPIRAN H 3.
I
3 4 5
I 0
t l
2 0 3 0
7 O t / r n
I
50
0 r 5
Kurva karakteri sti k arus-waktu untuk Pemutus-tenaga Jeni s C
- 7 8 -
Batas vraktu tri P
maksi -
mum untuk :
( 3 2 A < r n < 6 3 A )
- I n
T
- - n
l l
-
Bat as wakt u
tri p mi ni rnum
SPLN 108: 1993
Det i k
L0 000
2 Jam
5 000
I Jam
2 000
I 000
500
204
100
5 0
2 0
10
5
LAMPIRAN H 4.
r l
4 5
2
1
0 r 5
o , 2
O ' 1
o , 0 5
o
t 0 2
0 , 0 1
0, 005-
0 , 0 0 2 -
0, 001-
i
I
1 0
I
2 0
I
3 0
I
50 7 0 t / r n
Kurva karakteri sti k arus-waktu untuk Pemutus-tenaga Jeni s D
Bat as wakt u t r i p maksi
mum untuk :
- ' ( 32 A
<
I n
< 63 A )
I
n
I n
<
32 A
Bat as wakt - u t r i p.
mi ni mum
o ' 5
- 7 9 -
SPLN 108: 1993
LAMPIRAN I
Luas penampang mirumunl kabel yang disambung ke termrnal dan diamankan oleh pemuhrs-tenaga dalam
penggunaannya.
llllrran rmnimum
kabel
(mm
Catatan .
+
Tabel tersebut berlaku rurtuk keadaan dan syarat tertentu sebagai berikut :
-
Kabel yang digunakan adalahienis NYA.
-
Kabel tlipasang pipa dengan suhu keliling maksrmum 30oC'
*
Acuan :
-SPLN
42-l . 1992. Kabel beri sol asi PVCt rert eganganpengenal
450n50 vol t (NYA)'
-
IEC Publ 364-4
-3.1977
. Electrical Installation of buildings
Part4: Protection tbr saf'ety.
Chapter 43 : Protection against over current'
6
l 0
I 0
l 6
25
25
35
50
-tz
35
40
50
63
80
100
125
2
4
6
tt
l 0
I J
l ( )
20
25
1, 5
1, 5
1, 5
1, 5
1, 5
1, 5
, {
4
4
- 8 0