Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH

PERLAKUAN PANAS
MATA KULIAH METALURGI FISIK

Disusun Oleh :
1) Donny Febrianto Kusuma
2) Rizky
Semester V

Program Studi Teknik Mesin
Fakultas Sains & Teknologi
UNIVERSITAS ISLAM AS-SYAFI'IYAH
JAKARTA
2013

i

KATA PENGANTAR


Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, shalawat serta salam senantiasa
tercurah kepada Rasulullah SAW beserta keluarga dan sahabatnya. Berkat kudrat dan iradat-Nya
akhirnya kami dapat menyelesaikan makalah yang membahas tentang PERLAKUAN PANAS
ini. Makalah ini merupakan salah satu tugas mata kuliah Metalurgi Fisik semester V.
Dalam kesempatan ini kami menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang
setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan, dorongan, bimbingan
dan arahan kepada penyusun.
Dalam makalah ini kami menyadari masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu segala saran
dan kritik guna perbaikan dan kesempurnaan sangat kami nantikan. Semoga makalah ini dapat
bermanfaat khususnya bagi penyusun dan para pembaca pada umumnya.



Jakarta, 9 September 2013


Penyusun







ii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................................... ii
DAFTAR ISI................................................................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN ...............................................................................................................1
A. Latar Belakang .......................................................................................................................1
B. Pokok Permasalahan ..............................................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN ................................................................................................................2
A. Pengertian ...............................................................................................................................2
B. Jenis Perlakuan Panas .............................................................................................................3
KESIMPULAN ..............................................................................................................................7














1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Metalurgi
Fisik pada Program Studi Teknik Mesin Universitas Islam As-Syafiiyah.
Sejak zaman dahulu kala pandai besi mengetahui bahwa sifat bahan dapat dirubah
melalui pemanasan yang disusul dengan pendinginan, mereka mengenal berbagai proses
perlakuan panas meski tidak mengetahui dengan pasti apa yang terjadi dalam logam itu
sendiri.
Ilmu dan Teknologi Bahan telah tumbuh dan berkembang menjadi satu bidang
tersendiri selama 50 tahun terakhir ini. Pengembangan ini berintikan temuan tertentu
yaitu konsep bahwa sifat dan kelakuan bahan berhubungan erat dengan struktur internal
dari bahan tersebut.
Hasilnya agar sifat dapat diubah-ubah harus diadakan perubahan yang sesuai pada
struktur internal bahan. Demikian pula bila pemerosesan atau keadaan pemakaian
merubah struktur, karakteristik bahan akan berubah pula.

B. Pokok Permasalahan
Dari pembuatan makalah ini ada beberapa yang jadi pokok permasalahan diantaranya :
1. Apa pengertian Perlakuan Panas atau Heat Treatment?
2. Apa saja jenis-jenis perlakuan panas?









2

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian
Perlakuan panas adalah kombinasi dari operasi pemanasan dan pendinginan dengan
kecepatan tertentu yang dilakukan terhadap logam atau paduan dalam keadaan padat, sebagai
suatu upaya untuk memperoleh sifat-sifat tertentu. Proses Perlakuan Panas sendiri adalah
salah satu proses untuk mengubah struktur logam dengan jalan memanaskan spesimen pada
elektrik terance (tungku) pada temperature rekristalisasi selama periode waktu tertentu
kemudian didinginkan pada media pendingin, seperti udara, air, air garam, oli dan solar yang
masing-masing mempunyai kerapatan pendinginan yang berbeda-beda, dan bila perlu
dilanjutkan dengan pemanasan serta pendinginan ulang.
Sifat-sifat logam yang terutama sifat mekanik yang sangat dipengaruhi oleh struktur
mikrologam disamping posisi kimianya, contohnya suatu logam atau paduan akan
mempunyai sifat mekanis yang berbeda-beda apabila struktur mikronya diubah. Dengan
adanya pemanasan atau pendinginan dengan kecepatan tertentu maka bahan-bahan logam
dan paduan memperlihatkan perubahan strukturnya.
Tujuan perlakuan panas adalah:
1. Mempersiapkan material untuk pengolahan berikutnya.
2. Mempermudah proses machining.
3. Mengurangi kebutuhan daya pembentukan dan kebutuhan energi.
4. Memperbaiki keuletan dan kekuatan material.
5. Mengeraskan logam sehingga tahan aus dan kemampuan memotong meningkat.
6. Menghilangkan tegangan dalam.
7. Memperbesar atau memperkecil ukuran butiran agar seragam.
8. Menghasilkan pemukaan yang keras disekeliling inti yang ulet.




3

B. Jenis Perlakuan Panas
Masing-masing proses perlakuan panas memiliki fungsi yang berbeda-beda dengan
menghasilkan sifat-sifat kekerasan yang diinginkan. Proses perlakuan panas dapat klasifikasi
menjadi 2 bagian, yaitu :
1. Perlakuan panas untuk memperbaiki sifat keuletan material (Softening) contohnya
annealing, dan normalizing.
2. Perlakuan panas untuk memperbaiki sifat kekerasan material (Hardening) contohnya
karburasi, karbonitiding, nitriding, sianiding, dan quenching.

Softening
Softening adalah proses perlakuan panas untuk menghasilkan / memperbaiki
tingkat keuletan material.

Anneling
Annealing adalah istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan proses
restorasi (pengembalian sifat-sifat semula) atas paduan coldworked atau yang telah diberi
perlakuan panas. Annealing juga berfungsi untuk mengembalikan tekanan residual dalam
suatu part manufaktur demi meningkatkan tingkat machinability dan kestabilan
dimensional.
Proses anneling atau melunakkan baja dilakukan dengan proses pemanasan baja
di atas temperature kritis (723 C) selanjutnya dibiarkan beberapa lama sampai
temperature merata disusul dengan pendinginan secara perlahan-lahan sambil dijaga agar
temperature bagian luar dan dalam kira-kira sama hingga diperoleh struktur yang
diinginkan dengan menggunakan media pendingin udara.
Tujuan proses anneling :
1. Melunakkan material logam
2. Menghilangkan tegangan dalam / sisa
3. Memperbaiki butir-butir logam


4

Jenis Anneling itu beraneka ragam, tergantung pada jenis atau kondisi benda
kerja, temperature pemanasan, lamanya waktu penahanan, laju pendinginan (cooling
rate), dll. Sehingga kita akan mengenal dengan apa yang disebut : Annealing, Stress relief
Annealing, Process annealing, Spheroidizing, Normalizing dan Homogenizing.

Normalizing
Normalizing merupakan proses pemanasan 100
o
F diatas temperatur kritis atas
sekitar temperatur 1000
o
F-1250
o
F. Tujuan proses ini adalah untuk menghasilkan baja
yang lebih kuat dan keras diibandingkan dengan baja hasil proses full anneling,jadi
aplikasi penerapan dari proses normalizing digunakan sebagai final treatment.
Normalizing pada umumnya menghasilkan struktur yang halus, sehinga baja
dengan komposisi kimia yang sama akan memiliki yield strength, UTS, kekerasan, dan
impact strength akan lebih tinggi dari pada hasil full annealling. Normalizing dapat juga
dilakukan pada benda hasil tempa untuk menghilangkan tegangan dalam dan
menghaluskan butiran kristalnya. Sehingga sifat mekanisnya menjadi lebih baik.
Normalizing dapat juga menghomogenkan struktur mikro sehingga dapat memberi hasil
yang bagus dalam proses hardening, sehingga ummnya sebelum dihardening baja harus
di normalizing terlebih dahulu.

Hardening
Pengerasan adalah proses pemanasan baja sampai suhu di daerah atau di atas
daerah kritis disusul dengan pendinginan yang cepat. Bila kadar karbon diketahui, suhu
pemanasannya dapat dibaca dari diagram fasa Besi-karbida besi. Akan tetapi, bila
komposisi baja tidak diketahui, perlu diadakan percobaan untuk mengetahui daerah
pemanasannya. Cara yang terbaik adalah memanaskan dan mencelupkan beberapa potong
baja berbagai suhu disusul dengan pengujian kekerasan atau pengamatan mikroskopik.
Bila suhu yang tepat telah diperoleh akan terjadi perubahan dalam kekerasan dan sifat
lainnya.



5

Surface Hardening (Pengerasan Permukaan)
Pengerasan permukaan memiliki dua cara dalam proses hardening, yaitu dengan
penambahan zat (Karburasi, Nitriding, Karbonitriding, Sianiding, Chromizing,
Siliconizing, Boronizing) dan tanpa penambahan zat (Flame Hardening , Induction
Hardening , Laser and Electron Beam Hardening).

Karburasi
Cara ini sudah lama dikenal oleh orang sejak dulu. Dalam cara ini, besi
dipanaskan di atas suhu dalam lingkungan yang mengandung karbon, baik dalam bentuk
padat, cair ataupun gas. Beberapa bagian dari cara kaburasi yaitu kaburasi padat, kaburasi
cair dan karburasi gas.

Karbonitiding
Adalah suatu proses pengerasan permukaan dimana baja dipanaskan di atas suhu
kritis di dalam lingkungan gas dan terjadi penyerapan karbon dan nitrogen. Keuntungan
karbonitiding adalah kemampuan pengerasan lapisan luar meningkat bila ditambahkan
nitrogen sehingga dapat dimanfaatkan baja yang relative murah ketebalan lapisan yang
tahan antara 0,80 sampai 0,75 mm.

Sianiding
Adalah proses dimana terjadi absobsi karbon dan nitrogen untuk memperoleh
specimen yang keras pada baja karbon rendah yang sulit dikeraskan.

Nitriding
Adalah proses pengerasan permukaan yang dipanaskan sampai 510c dalam
lingkungan gas ammonia selama beberapa waktu.

Quenching
Quenching merupakan salah satu teknik perlakuan panas yang diawali dengan
proses pemanasan sampai temperatur austenit (austenisasi) diikuti pendinginan secara
cepat, sehingga fasa austenit langsung bertransformasi secara parsial membentuk struktur
6

martensit. Austenisasi dimulai pada temperatur minimum 50C di atas Ac3,yang
merupakan temperatur aktual transformasi fasa ferit, perlit, dan sementit menjadi
austenit. Temperatur pemanasan hingga fasa austenit untuk proses quenching disebut
juga sebagai temperatur pengerasan (hardening temperatur). Dan setelah mencapai
temperatur pengerasan, dilakukan penahanan selama beberapa menit untuk
menghomogenisasikan energi panas yang diserap selama pemanasan, kemudian
didinginkan secara cepat dalam media pendingin.
Tujuan utama quenching adalah menghasilkan baja dengan sifat kekerasan tinggi.
Sekaligus terakumulasi dengan kekuatan tarik dan kekuatan luluh, melalui transformasi
austenit ke martensit. Proses quenching akan optimal jika selama proses transformasi,
struktur austenit dapat dikonversi secara keseluruhan membentuk struktur martensit.
Hal-hal penting untuk menjamin keberhasilan quenching dan menunjang
terbentuknya martensit khususnya, adalah : temperatur pengerasan, waktu tahan, laju
pemanasan, metode pendinginan, media pendingin dan hardenability.













7

KESIMPULAN


1. Perlakuan panas ialah suatu cara yang mengakibatkan perubahan struktur bahan melalui
penyolderan atau penyerapan panas dalam bentuk bahan tetap sama (kecuali perubahan
akibat regangan panas).
2. Proses-proses dalam Perlakuan panas pada suatu material antara lain:
Untuk memperbaiki sifat kekerasan material (hardening)
Untuk memperbaiki sifat keuletan material (softening)
3. Hardening: Teknik perlakuan panas untuk mendapatkan material yang lebih keras
dibanding sebelumnya, contohnya karburasi, nitriding, sianiding, dan quenching.
4. Softening: Teknik perlakuan panas untuk mendapatkan material yang lebih ulet/elastis
dibanding sebelumnya, contohnya normalizing, annealing, dan tempering.
5. Sperodizing merupakan teknik perlakuan panas untuk mendapatkan material yang
memiliki sifat keras namun elastis.