Anda di halaman 1dari 24

1

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan ke Tuhan Yang Maha Esa atas bimbingan-nya
sehingga makalah Multisociocultural In Medicine dapat diselesaikan dengan baik. Kami
juga tidak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang telah
membantu kami dalam pelaksanaan penyempurnaan tugas makalah ini. Tanpa mereka yang
terlibat membantu penyelesaian tugas ini baik secara langsung maupun tidak langsung,
makalah ini bukanlah menjadi makalah yang berguna walaupun kami sadari dalam
pembuatan makalah ini pula kami tidak luput dari kesalahan.
Makalah ini kami susun untuk menyelesaikan tugas tutorial yang pertama di blok dua.
Kami mengerjakan makalah tutorial ini dengan harapan makalah ini bila dikerjakan secara
sungguh-sungguh akan dapat berguna di kemudian hari. Oleh karena itu kami selaku pembuat
makalah ini bertekad bulat untuk melakukannya dengan penuh kesungguhan dan keseriusan
sehingga besar harapan kami di kemudian hari makalah ini bisa membantu orang-orang yang
membutuhkannya.
Akhir kata kami sebagai penulis mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian dan
dukungannya sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan baik. Semoga makalah ini
dapat membantu pengembangan topik makalah ini menjadi lebih baik dan bermanfaat.
Terima kasih.


Tim Penulis











DAFTAR ISI
2

Kata Pengantar 1
Daftar isi............................................................................................................................... 2
BAB I Pendahuluan............................................................................................................ 3
1.1 Latar belakang................................................................................................... 3
1.2 Terminologi........................................................................................................ 3
1.3 Identifikasi Masalah......................................................................................... 4
1.4 Analisis Masalah................................................................................................ 4
1.5 Hipotesis Sementara.......................................................................................... 4
BAB II Isi............................................................................................................................. 5
2.1 Social Culture............................................................................................ 5
2.2 Pengertian Tabu Makanan.......................................................................... 6
2.3 Pengaruh Tabu Makanan Terhadap Kesehatan Terutama Status Gizi. 9
2.4 Kandungan Nutrisi dalam Tabu Makanan................................................... 14
2.5 Pengertian, Tujuan, Metode , Sasaran Promosi.. 18
III Kesimpulan.................................................................................................................. 23
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................................... 24












3

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
ETH seorang mahasiswa Kedokteran bersama kawan-kawannya sedang mengikuti
PBL di suatu daerah, dan menginap di rumah Bapak D, yang merupakan tokoh
masyarakat daerah tersebut. Dalam pembincangan dengan Bapak D, ETH menyatakan
sumber daya alam daerah ini potensial sebagai sumber gizi, tetapi mengapa waktu
diadakan pemeriksaan kesehatan ternyata prevalansi BALITA kurus presentasenya paling
tinggi. Demikian pula BUMIL dan BUTEKI yang datang pada pemeriksaan kesehatan,
prevalensi status gizi kurang presentasenya paling dominan.
Menurut penuturan Bapak D, penduduk daerah ini masih memegang teguh adat
istiadat, yaitu pantang atau tabu untuk mengonsumsi pangan hewani dan pangan nabati
tertentu. Misalnya ibu hamil tabu makanan daging ayam, ikan, buah pepaya, buah nanas
dan daun kelor. Ibu menyusui tabu memakan telur, ikan. Anak-anak tabu makan telur,
ikan dan kacang-kacangan.
ETH dan kawan-kawannya kaget mendengar penuturan Bapak D, karena kontradiktif
dengan pengetahuan yang mereka miliki, kandungan gizi pangan hewani dan nabati yang
dianggap tabu tersebut sangan bermanfaat untuk kesehatan. Di daerah lain daun kelor,
selain dikonsumsi sebagai sayuran, juga digunakan sebagai obat tradisional. Dengan
perantara Bapak D sebagai tokoh masyarakat, ETH berusaha melakukan promosi
kesehatan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya kesehatan ibu hamil,
ibu menyusui dan anak-anak.

1.2 TERMINOLOGI
Multisosiokultural : keanekaragaman budaya dan sosial
Bioethics : nilai atau norma kehidupan
Humaniora : kemanusiaan
Antropologi nutrisi : disiplin ilmu tentang nutrisi dan antropologi, (bidang ini
memperhatikan gejala-gejala antropologi yang mengganggu status gizi dari manusia)

BUTEKI : ibu menyusui

Prevalensi : seberapa sering suatu penyakit atau kondisi terjadi pada sekelompok orang.





4

1.3 IDENTIFIKASI MASALAH
1. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi penduduk daerah dalam skenario berfikir
ada makanan yang tabu?
2. Bagaimana seharusnya masyarakat menanggapi tentang makanan yang dianggap tabu
tersebut dengan nutrisi yang tergantung dalam makanan tabu tersebut?
3. Usaha apa yang dapat dilakukan ETH untuk mengubah pola piker masyarakat tentang
makanan tabu tersebut?
1.4 ANALISI MASALAH
1. Pendidikan yang kurang, karena kebudayaan (kepercayaan,mitos, tradisi).
2. Harus lebih aktif , berfikir kritis, dan lebih peduli.
3. Memberi prnyuluhan kesehatan meningkatkan pengertahuan .
1.5 HIPOTESA
Makanan yang tabu tergantung kepercayaan dan kebudayaan masing-masing.



















5

BAB II
ISI

2.1 SOCIAL CULTURE
DEFINISI SOCIAL CULTURE
Social culture (social dan budaya) : menurut kamus umum bahasa Indonesia milik W.J.S
Poerwadarminta, social ialah segala sesuatu yang mengenai masyarakat atau kemasyarakatan
atau dapat juga berarti suka memperhatikan kepentingan umum, sedangkan kultur terdiri dari
keyakinan, perilaku, obyek, dan karakteristik lain umum untuk anggota kelompok tertentu
atau masyarakat. Melalui kultur, orang-orang dan kelompok-kelompok mendefinisikan diri
mereka sendiri, sesuai dengan nilai-nilai masyarakat bersama, dan memberikan kontribusi
kepada masyarakat. Dengan demikian, budaya meliputi aspek sosial banyak: bahasa, adat
istiadat, nilai-nilai, norma, adat-istiadat, aturan, alat, teknologi, produk, organisasi. Maka
definisi social culture itu sendiri adalah segala hal yang dicipta oleh manusia dengan
pemikiran dan budi, nurani untuk dalam kehidupan bermasyarakat
kultur terdiri dari keyakinan, perilaku, obyek, dan karakteristik lain umum untuk anggota
kelompok tertentu atau masyarakat. Melalui kultur, orang-orang dan kelompok-kelompok
mendefinisikan diri mereka sendiri, sesuai dengan nilai-nilai masyarakat bersama, dan
memberikan kontribusi kepada masyarakat. Dengan demikian, budaya meliputi aspek sosial
banyak: bahasa, adat istiadat, nilai-nilai, norma, adat-istiadat, aturan, alat, teknologi, produk,
organisasi, dan lembaga. Lembaga ini istilah yang terakhir mengacu pada kelompok aturan
dan makna budaya yang terkait dengan kegiatan sosial tertentu. Lembaga umum adalah
keluarga, pendidikan, agama, pekerjaan, dan perawatan kesehatan.
HUBUNGAN SOCIAL CULTURE DENGAN KESEHATAN
Social Culture sangat berpengaruh terhadap kesehatan, terlebih lagi apabila seseorang
yang masih memegang teguh adat istiadat.
Seseorang yang masih memegang teguh adat istiadat. Mereka mempercayai sebuah
kebudayaan makanan yang salah,padahal makanan tersebut mengandung nutrisi yang bagus.
Mereka menghindari makanan tersebut dan kesehatan mereka pun menurun.
Misalnya : Ibu hamil tidak boleh memakan cumi-cumi,karena takut anaknya akan hitam.
Sebenarnya cumi-cumi mengandung protein yang tinggi,dan protein sangat
bermafaat bagi ibu hamil.
Tetapi,ada pula kebudayaan suatu makanan itu salah,tetapi dampaknya bagi kesehatan itu
baik.
Misalnya : Ibu hamil bagus meminum air kacang hijau, agar rambut bayi lebat. Ini sebuah
kebudayaan yang salah, tetapi ibu hamil memang bagus meminum air kacang
hijau, karena mengandung vit.B.
6


2.2 PENGERTIAN TABU MAKANAN
Tabu adalah tindakan untuk menghindari apa yang diyakini berbahaya secara
supranatural, sedangkan tabu makanan adalah tindakan untuk menghindari makanan tertentu
berdasarkan penjelasan sebab akibat yang bersifat supranatural ( Sanjur, 1982). Hal tersebut
kadang susah dijelaskan secara rasional. Tabu makanan biasanya dikelompokkan berdasarkan
tahapan kehidupan. Masing-masing berbeda jenis maupun makna spiritual yang tersembunyi
di dalamnya. Selain itu, masing-masing daerah mempunyai tabu yang berbeda untuk
diterapkan pada masyarakatnya, walaupun terkadang dengan semakin moderen masyarakat,
tabu tersebut banyak yang sudah dilupakan dan dilanggar oleh penganutnya.


Aneka Penelitian tentang Tabu Makanan
Banyak penelitian telah dilakukan untuk meneliti tabu makanan yang terjadi di
masyarakat. Penelitian yang dilakukan oleh Wiwik & Yushila (2006), mendapatkan adanya
tabu makan telur pada anak-anak di daerah Pekalongan, karena dikhawatirkan nantinya akan
tumbuh bisul. Di daerah Magelang, adanya tabu makan ikan bagi anak-anak, karena
dikhawatirkan nantinya akan terkena penyakit cacing pada anak.
Penelitian yang dilakukan oleh Dyah & Ichsan (2006), mendapatkan adanya tabu
makan brutu yaitu daging ayam bagian ekor untuk gadis remaja di daerah Lampung, supaya
tidak genit sehingga sulit jodoh. Hal tersebut mungkin diasosiasikan dengan tindak-tanduk
ayam yang senang menggoyang-goyangkan buntutnya sehingga terkesan genit, dan
dikhawatirkan seorang gadis yang memakannya akan berperilaku demikian. Tabu makanan
yang lain yaitu tidak boleh makan sayap ayam bagian telampik, yaitu daging yang kecil di
ujung sayap, pada remaja laki-laki di daerah Semarang karena dikhawatirkan nanti kalau
sudah saatnya melamar gadis akan ditolak. Konsep ini mungkin karena adanya kemiripan
pelafalan istilah dalam bahasa Jawa antara telampik yang berarti ekor ayam dengan
ditampik, yang berarti ditolak. Selanjutnya untuk gadis remaja di daerah Solo ada tabu tidak
boleh makan jantung pisang, supaya tidak mandul.
Penelitian yang dilakukan oleh Wibowo (1993), mendapatkan adanya tabu makan
telur dan daging pada ibu hamil di Jawa Tengah karena dikhawatirkan akan menyebabkan
perdarahan yang banyak pada saat melahirkan. Selanjutnya di daerah Betawi ada tabu makan
ikan asin, ikan laut, udang dan kepiting bagi ibu menyusui, karena dikhawatirkan nantinya air
susu akan menjadi asin.
Tabu makan ikan hiu pada ibu menyusui di daerah Sulawesi Selatan, merupakan
temuan menarik pada penelitian yang dilakukan oleh Aswita& Dewi (2006). Dalam
uraiannya dikatakan bahwa hal itu berkaitan dengan legenda yang terjadi di daerah Sulawesi
Selatan, khususnya pada suku Bugis. Dahulu saat sedang mencari ikan di laut terjadi badai
yang dahsyat, dan mereka selamat karena ditolong oleh ikan hiu sehingga terjadi perjanjian
tidak boleh lagi makan ikan hiu untuk anak cucunya. Pada ibu menyusui, makan ikan hiu
dipercaya akan menyebabkan anak menderita penyakit kulit. Selain itu untuk ibu menyusui di
pulau Lombok, khususnya suku Sasak, terdapat tabu makan ikan belut karena akan
7

menyebabkan penyakit gatal pada anak yang disusuinya. Pada masyarakat Papua, khususnya
suku Jae, Ikan Kakap dan Ikan Sembilan tabu dimakan karena bentuknya aneh, sehingga
dikhawatirkan akan menyebabkan kelainan pada tubuh, bahkan berakibat kematian
(Apomfirez, 2002).
Tabu makanan banyak yang berhubungan dengan sumber hewani, seperti daging dan
ikan. Menurut Reddy (1990), tabu makanan berkaitan dengan konsep panas-dingin yang
dapat memengaruhi keseimbangan unsur-unsur dalam tubuh manusia, tanah, udara, api dan
air. Apabila unsur-unsur di dalam tubuh terlalu panas atau terlau dingin, maka akan
menimbulkan penyakit. Daging dan ikan tabu dimakan karena mengandung unsur panas,
sehingga apabila dimakan dipercaya dapat menimbulkan penyakit.
Tabu makanan tersebut akan dipatuhi atau tidak, tergantung dari kekuatan budaya setempat,
keyakinan yang dianut serta budaya luar yang mempengaruhinya.
Macam - macam tabu makanan dengan klasifikasi :
Menurut waktu ((permanenn//sementaras))
Menurut besarnya kelompok
Menurut periode --periode didalam lingkaran hidup

Garine membagi klasifikasi tabu menjadi:
(1) Dipandang dari sudut waktu, tabu sementara dan tabu permanen.
(2) Menurut kelompok orang: tabu untuk masyarakat tertentu, secara umum untuk seluruh
masyarakat, orang lelaki atau perempuan, tingkat sosial tertentu. Penghindaran sementara
diantaranya pada wanita hamil, melahirkan, menyusui, sedang menstruasi, pada bayi, anak
selama penyapihan, anak-anak, remaja, dan saat sakit. Leach (1976) yang dikutip oleh
Fieldhouse (1995) penyebab tabu sampai sekarang masih diperdebatkan, diantaranya
berpendapat karena: makanan/hewan tertentu dianggap suci, atau untuk persembahan,
mengandung bahaya, mempunyai kekuatan tertentu, dan alasan yang tidak dapat dirumuskan
atau tidak diketahui alasannya. Tabu harus dibedakan secara hati-hati dengan penghindaran
secara individu dan impirik. Penyebab menghindarinya makanan tertentu karena pengalaman
yang terjadi karena pengalaman nyata secara individual, contoh setelah mengkonsumsi berry
pasti muntah, atau tidak makan pisang saat hamil, karena khawatir bayinya terjadi bercak
bercak coklat pada kulit bayinya (Fieldhouse, 1995).
37.Pantangan atau tabu makanan harus dibedakan berdasarkan agama dan yang bukan
berdasarkan agama atau kepercayaan. Pantangan atau tabu yang berdasarkan larangan oleh
agama atau kepercayaan bersifat absolut, tidak dapat ditawar lagi bagi penganut agama atau
kepercayaan tersebut, sedang pantangan atau tabu lainnya masih dapat diubah atau bahkan
dihilangkan, jika diperlukan. Tidak semua tabu itu merugikan atau jelek bagi kondisi gizi dan
kesehatan. Pantangan atau tabu merupakan sesuatu yang diwariskan dari leluhur melalui
orang tua, terus ke generasi-generasi yang akan datang. Orang tidak lagi mengetahui kapan
suatu pantangan atau tabu makanan dimulai dan apa sebabnya. Orang yang menganut suatu
pantangan, biasanya percaya bahwa bila pantangan itu dilanggar akan memberikan akibat
kerugian yang dianggap sebagai suatu hukuman. Pada kenyataan hukuman ini tidak selalu
8

terjadi bahkan sering tidak terjadi sama sekali. Pantangan atau tabu yang tidak berdasarkan
agama atau kepercayaan dapat kita hadapi menurut katagori :
(1) Tabu yang jelas merugikan kondisi gizi dan kesehatan. Sebaiknya diusahakan untuk
mengurangi, bahkan kalau dapat menghapuskannya,
(2) Tabu yang memang menguntungkan keadaan gizi dan kesehatan, diusahakan
memperkuatnya dan melestarikannya,
(3) 38.Tabu yang tidak jelas pengaruhnya bagi kondisi gizi dan kesehatan, dibiarkan, sambil
dipelajari terus pengaruhnya untuk jangka panjang (Sediaoetama, 1999). Harus diakui bahwa
tidak semua tabu itu berakibat negatif terhadap kodisi gizi dan kesehatan. Untuk mengambil
tindakan yang tepat terhadap suatu tabu, sebaiknya kita telusuri terjadinya tabu tersebut,
untuk dapat mengambil kesimpulan, apakah mudah ditanggulangi atau tidak. Tabu makanan
sangat erat berhubungan dengan emosi, sehingga tidak mengherankan bahwa pantangan
pangan terutama dilakukan oleh wanita atau dikenakan kepada anak-anak yang ada di bawah
asuhan atau pengawasan para wanita tersebut. Tampaknya berbagai pantangan atau tabu pada
mulanya dimaksudkan untuk melindungi kesehatan anak-anak dan ibunya, tetapi tujuan ini
bahkan ada yang berakibat sebaliknya, yaitu merugikan kondisi gizi dan kesehatan. Margaret
Mead yang dikutip oleh Soeharjo mengemukakan contoh tabu agama dalam penggunaan
sumber pangan, yang dikemukakan pula oleh Marvin Hariss dkk bahwa masyarakat pedesaan
India menganggap sapi merupakan binatang yang suci, sehingga tidak diperkenankan
dagingnya untuk dimakan. Di beberapa negara berkembang umumnya ditemukan larangan,
pantangan atau tabu tertentu bagi makanan ibu hamil.Latar belakang pantangan atau tabu
tersebut didasarkan pada.
39 kepercayaan agar tidak mengalami kesulitan pada waktu melahirkan dan bayinya tidak
terlalu besar. Ada pula penduduk di negara negara Asia yang mempunyai kepercayaan bahwa
makanan yang mengandung protein hewani menyebabkan air susu ibu beracun bagi anak
bayinya (Suhardjo, 2003). Di dalam wilayah Indonesia ada keyakinan bahwa wanita yang
masih hamil tidak boleh makan lele, ikan sembilan, udang, telur, dan nanas. Sayuran tertentu
tak boleh dikonsumsi, seperti daun lembayung, pare, dan makanan yang digoreng dengan
minyak. Setelah melahirkan atau operasi hanya boleh makan tahu dan tempe tanpa
garam/nganyep, dilarang banyak makan dan minum, makanan harus disangan/dibakar,
bahkan setelah maghrib samasekali ibu tidak diperbolehkan makan (Dinkes Pemalang, 2000).
Clark yang dikutip oleh Bobak menulis bahwa wanita-wanita Meksiko-Amerika dilarang
makan makanan dingin seperti cabe, acar (makanan yang disajikan dengan cuka), tomat,
bayam, produk-produk dari daging babi dan sebagian besar buah-buahan. Buah-buahan
seperti pisang dan anggur serta buah-buahan yang asam lainnya harus dihindari karena
keasamannya dan karena buah-buahan tersebut dipercayai menyebabkan pembuluh mekar
pada ibu-ibu. Walaupun buah-buahan dan sayur-sayuran juga dilarang dimakan oleh wanita-
wanita Vietnam yang sedang hamil,
40. kaki dan tulang kaki babi diijinkan untuk dimakan karena kaki babi dipercaya dapat
memperbaiki pengeluaran air susu (Bobak, 2002; Sanjur, 1982).


Pendidikan dan Penghasilan
9

Supariasa menjelaskan pendidikan kurang merupakan salah satu faktor yang mendasari
penyebab gizi kurang. Pendidikan rendah akan menyebabkan seseorang kesulitan dalam
mendapatkan pekerjaan yang layak. Hal ini akan menyebabkan rendahnya penghasilan
seseorang yang akan berakibat pula terhadap rendahnya sesorang menyiapkan makanan baik
secara kualitas maupun kuantitasnya (Supariasa, Bakri, Fajar, 2001). Pendidikan yang rendah
akan mempengaruhi pengetahuan gizi seseorang, hal ini akan mempengaruhi orang tersebut
dalam
pemilihan, cara pengolahan dan cara pengaturan menu makan, pada masyarakat yang
berpendidikan rendah biasanya lebih banyak kepercayaan dan tahayul dalam makanan, dan
biasanya lebih sulit untuk dirubah. Pendidikan dan sosial ekonomi yang rendah akan
mempengaruhi kemampuan keluarga dalam mencari fasilitas pelayanan kesehatan.Studi
tentang perilaku makan telah dilakukan oleh Jerome yang dikutip oleh Soeharjo, menemukan
bahwa jumlah uang belanja untuk makan erat kaitannya dengan serentetan karakteristik
masyarakat daripada dengan pendapatan keluarga. Jerome juga
41. menemukan perbedaan dalam konsumsi pangan dan perbedaan yang berarti tampak pada
konsumsi jeruk dan sayuran hijau. Demikian pula pendatang dari selatan cenderung
memelihara dan mempertahankan kebiasaan makananya yang sesuai dengan latar belakang
pertanian. Setiap kelompok juga berbeda dalam tingkat konsumsi makanan. Analisis Jerome
menyimpulkan bahwa pendapatan bukan sebagai faktor penentu dalam perilaku konsumen,
tetapi faktor-faktor gabungan antara pendapatan dan gaya hidup dapat memberi andil bagi
perilaku kelompok yang kebudayaannya cenderung berubah (Suhardjo, 2003).

2.3 PENGARUH TABU MAKANAN TERHADAP KESEHATAN TERUTAMA
STATUS GIZI
o Tabu makanan ini ada yang dapat merugikan terhadap pemeliharaan bahan makanan
yang dikonsumsi. Dengan adanya tabu ini, maka makanan yang dikonsumsi menjadi
terbatas, walaupun tidak berakibat fatal, hanya bersifat merugikan saja. Alasan dari
tabu ini terkadang tidak rasional dan tidak dapat diterangkan secara ilmiah. Terkait
dengan permasalahan tabu makanan, segala jenis tabu atau pantangan yang ada selalu
berdasarkan pada dua hal, yakni agama dan kepercayaan. Pantangan itu sendiri dapat
diartikan sebagai larangan atau sesuatu yang tidak benar dilakukan (Suhardjo, 1989).
o Selanjutnya Notoatmodjo (2005), juga menjelaskan keadaan sosial ekonomi
merupakan aspek sosial budaya yang sangat mempengaruhi status kesehatan dan juga
berpengaruh pada pola penyakit bahkan juga berpengaruh pada kematian, misalnya
obesitas lebih banyak ditemukan pada golongan masyarakat yang berstatus ekonomi
tinggi dan sebaliknya kasus malnutrisi lebih banyak ditemukan di kalangan
masyarakat yang berstatus ekonomi rendah.
o Obesitas adalah salah satu faktor risiko stroke. Obesitas adalah istilah yang digunakan
untuk menunjukkan adanya kelebihan berat badan. Kata obesitas berasal dari bahasa
latin yang berarti makan berlebihan. Obesitas merupakan masalah yang kompleks,
dengan penyebab yang bersifat multifaktorial. Pada kelompok anak, remaja, dan
dewasa muda, obesitas akan berpengaruh pula pada perkembangan psikososial.
Berbagai penelitian menunjukkan peningkatan kecenderungan bunuh diri pada anak/
10

remaja yang obesitas. Obesitas secra konsisten dihubungkan pula dengan kematian
dini, penyakit jantung, hipertensi, diabetes, dan stroke.
o Dimana apabila terjadi malnutrisi, dapat menyebabkan penyakit-penyakit, contohnya
kwashiorkor. Apabila malnutrisi ini terjadi secara berkepanjangan, meskipun
kwashiorkor nya telah sembuh, namun akan terjadi pembentukkan otak yang tidak
sempurna, sehingga menimbulkan tingkat intelegensi menurun, yang menyebabkan
kualitas SDM negara menjadi rendah, dan akan mengakibatkan kehancuran Negara.

Penjelasan secara ilmiah untuk makanan yang dianggap tabu :
o Daun Kelor
Untuk Ibu Hamil
Ketika melahirkan memang normal jika merasa sakit. Rasa sakit itu di
sebabkan oleh kontraksi rahim dan peregangan mulut rahim, peregangan dasar
panggul, dan pelepasan plasenta. Jadi, tidak ada kaitan antara makan daun
kelor dengan nyeri saat melahirkan.
Daun Kelor merupakan salah satu sayuran yang kaya kandungan gizi.
Kandungan vit. A daun kelor setara 4x kandungan vit. A pada wortel, 7x
kandungan vit. C pada jeruk, 4x kandungan mineral calcium dari susu, dan 9x
kandungan protein dari yoghurt.

o Nanas
Untuk Ibu Hamil
Kadar asam dalam nanas tinggi, sehingga beresiko memicu sakit maag.
Apalagi dalam kondisi hamil, asam lambung juga meningkat.
Nanas muda berpotensi sebagai abortivum atau sejenis obat yang dapat
menggugurkan kandungan (jika masih berumur seminggu atau kurang).
Karena itu, nanas dapat digunakan untuk melancarkan terlambat haid. Karena
itu, perempuan hamil dilarang mengkonsumsi nanas muda.
Untuk Awam (wanita dewasa)
Keputihan terjadi apabila ada reaksi asam yang banyak atau berlebihan pada
lambung. Nanas seperti juga buah yang lain pada saat kita mengkonsumsi
biasanya setelah makan makanan lain masuk ke lambung. Padahal kita tahu
buah buahan merupakan bahan yang lunak dan paling mudah dicerna dalam
lambung. Dengan terjadinya cara makan buah-buahan dilakukan setelah
makanan yang lain, maka gula buah yang sudah diproses harus segera
disalurkan sebagai energy, terhambat oleh proses makanan lain. Terhambat
proses aliran gula buah menjadi energy mengakibatkan terjadinya proses
peragian didalam lambung. Keadaan asam ini justru mengaktifkan beberapa
bakteri yang akan dikeluarkan oleh tubuh dalam bentuk lendir. Lendir inilah
yang disebut keputihan.
11

Bukan nanas yang menyebabkan keputihan. Perlu adanya perbaikkan dalam
pola makan, yaitu menyantap nanas atau buah buahan lainnya dalam waktu
setengah jam lebih awal sebelum makan siang atau makan malam.
Kandungan dalam nanas:
Fosfor, Kalsium, Magnesium mengkatifkan fungsi reproduksi pada
wanita.
Vitamin C dan serat menjaga kesehatan tubuh dan proses pembuangan
sisa-sisa pencernaan.

o Ikan
Untuk Ibu Menyusui
Protein yang terkandung didalamnya dapat meningkatkan kecerdasan otak si
anak.
Untuk Ibu Hamil
Ikan memiliki asam lemak omega 3, yang dapat berfungsi untuk
mengoptimalkan potensi otak janin dalam kandungannya.
Di sisi lain, ikan tak sepenuhnya aman karena bisa jadi di dalam tubuhnya
terkandung zat beracun seperti merkuri yang dapat membahayakan tubuh jika
dikonsumsi dalam jumlah berlebih. Itulah sebabnya, para ahli kesehatan masih
memperdebatkan, sampai seberapa level aman konsumsi ikan bagi bumil,
tanpa menyebabkan janinnya "keracunan" merkuri.
Untuk Anak-Anak
Berperan penting dalam pertumbuhan otak (intelegensi).
Selain cukup protein, ikan laut mengandung 2 jenis lemak (asam lemak bebas)
yang dibutuhkan otak, yaitu EPA (Eicosapentaaenoic acid) dan DHA
(Decosohexaenoic acid). Kedua lemak ini banyak terkandung di dalam omega
3 minyak ikan laut.

o Kacang-kacangan
Untuk Anak-Anak
Berfungsi untuk menjaga energy dan daya piker tetap maksimal disepanjang
siang atau sore (jika mengkonsumsi nya di siang hari).
Protein dan karbohidrat kompleks, serat, serta berbagai jenis vitamin dan
mineral.

o Telur
Untuk Ibu Menyusui
Untuk menjaga tulang kuat dan membantu tulang bayi anda tumbuh.
Cara yang fleksibel untuk memenuhi kebutuhan protein harian.
Memilih telur yang diperkaya DHA untuk meningkatkan asam lemak esensial
dalam ASI.
Vitamin D dan protein.
12

Untuk Anak-Anak
Membantu perkembangan memori (choline).
Choline ini merupakan komponen kunci dari struktur yang mengandung lemak
di sel-sel membran, yang kelenturan dan integritasnya bergantung pada
persediaan choline. Dua molekul menyerupai lemak di otak,
phosphatidylcholine dan sphingomyelin, tesusun dari choline. Kedua zat ini
mengisi sebagian besar massa otak. Karne itu, choline sangat penting bagi
fungsi otak dan kesehatan. Selain itu, choline juga berperan sebagai molekul
penting dalam proses yang dikenal dengan nama methylation. Banyak
aktivitas-aktivitas kimia penting di dalam tubuh dibuat oleh proses ini. Dalam
proses ini, kelompok methyl akan ditransfer dari satu tempat ke tempat lain.
Sebagai contoh, gen-gen di dalam tubuh bisa dihidupkan dan dimatikan
dengan cara ini, dan sel-sel menggunakan methylation untuk mengirimkan
pesan ke depan dan ke belakang. Choline mengandung 3 kelompok methyl
yang sangat aktif dalam proses ini. Choline juga merupakan komponen kunci
dari acetylcholine, sebuah neurotransmitter yang membawa pesan dari dan ke
saraf-saraf. Acetylcholine merupakan zat kimia utama tubuh yang berperan
dalam mengirimkan pesan antara saraf-saraf dan otot-otot. Kandungan choline
dalam telur juga efektif mencegah peradangan. Berdasarkan laporan para
peneliti Yunani di American Journal of Clinical Nutrition, seperti yang dikutip
situs whfoods.com, mereka yang rata-rata mengkonsumsi choline dalam
jumlah tinggi mengalami tanda-tanda peradangan 20% lebih rendah
dibandingkan dengan mereka yang mempunyai asupan choline terendah.
Untuk Orang Dewasa (orang awam)
Telur melindungi penglihatan tanpa meningkatkan kolesterol.
Telur cegah gangguan penglihatan akibat usia dan katarak
Telur cegah pengentalan darah.
Telur dan jantung sehat.
Sebutir telur saat sarapan turunkan berat badan
Menjaga kesehatan otak. (Choline)

o Ayam
Untuk Ibu Hamil
Vitamin C, vitamin E, Kalsium, Fosfor, Zat Besi, Protein
Ibu hamil membutuhkan lebih banyak nutrisi disbanding orang biasanya,
seperti protein dan kalori yang sangat diperlukan tubuh. (Kalori yang
dibutuhkan ibu hamil =2500 kkal, wanita biasa = 2100 kkal)
Untuk Anak-Anak dan Orang Dewasa
Terkandung sejumlah asam amino tyrosine, yang dimanfaatkan oleh otak
untuk menghasilkan dopamine dan noradrenalin. Zat tersebut membuat orang
menjadi lebih mudah berkonsentrasi.

13

o Pepaya
Untuk Orang Dewasa (orang awam)
Buah papaya mengadung berbagai jenis enzim, vitamin dan mineral.malah
kandungan vitamin A nya lebih banyak daripada wortel, dan vitamin Cnya
lebih tinggi daripada jeruk. Kaya pula dengan vitamin B kompleks dan
vitamin E. Buah papaya mengandung enzim papain. Enzim ini sangat aktif
dan memiliki kemampuan mempercepat proses pencernaan protein. Memcerna
protein merupakan problem utama yang umumnya dihadapi banyak orang
dalam pola makan sehari hari. Tubuh mempunyai keterbatasan dalam
mencerna protein yang disebabkan kurangnya pengeluaran asam hidroklorat di
lambung. Buah yang masih mengkal atau separuh matang memiliki kandungan
nutrisi yang lebih tinggi daripada buah matang.
Untuk Ibu Hamil
Namun wanita yang ingin memiliki anak atau sedang hamil dilarang
mengkonsumsi buah papaya mengkal atau belum matang, karena buah mentah
dan mengkal mempunyai efek menggugurkan kandungan. Untuk wanita
hamil, bila ingin mendapatkan khasiat papaya, makanlah buah yang sudah
matang saja.
Pepaya yang masak atau matang penting untuk Bunda hamil karena dengan
vitamin A si janin bisa tumbuh dengan normal.
Untuk Ibu Menyusui
Papaya mengandung asam folat, sangat baik untuk menjaga asupan kalium
bagi ibu menyusui agar tidak mudah capek/lelah.
Untuk Anak-Anak
Begitu pun pada pertumbuhan anak yang dalam masa pertumbuhan. Membuat
fungsi reproduksi pada manusia berjalan dengan normal. Hal ini karena
vitamin A berpengaruh pada pertumbuhan dan fungsi dan plasenta pada
wanita serta sperma pada pria.


Dampak dari tabu makanan terhadap kesehatan :
o Dampak Negatif
Adanya asupan gizi yang tidak sesuai antara yang dikonsumsi dengan kebutuhan
tubuh.
Mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak, baik segi fisik maupun
intelegensi nya.
Ibu hamil tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup untuk dirinya sendiri dan
janinnya. Hal ini akan mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin yang
dikandungnya, bahkan dapat menyebabkan kelahiran cacat.
Ibu menyusui tidak mendapat nutrisi yang cukup untuk dirinya sendiri dan ASI
nya, sehingga mengakibatkan kualitas ASI kurang baik untuk bayinya. Hal ini
akan mengganggu pertumbuhan dan perkembangan bayi, karena bayi tersebut
14

mengkonsumsi ASI yang berkualitas buruk (tidak memiliki kandungan nutrisi
yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangannya).
o Dampak Positif
Tidak semua tabu makanan adalah mitos, beberapa diantaranya memiliki dampak
yang merugikan jika dikonsumsi pada kondisi tertentu.

2.4 KANDUNGAN NUTRISI DALAM TABU MAKANAN
Kandungan dan Manfaat Telur :
Komposisi kimia telur kaya akan vitamin B (khususnya vitamin B12), vitamin A, vitamin D,
vitamin E, dan vitamin K. Perlu dicatat bahwa sangat sedikit makanan yang mengandung
vitamin D, telur menjadi salah satunya. Kandungan protein dalam telur sekitar 11 persen.
Telur pun mengandung semua asam amino yang diperlukan untuk metabolisme tubuh. Hal ini
membuat telur merupakan bagian penting dari mereka yang ingin meningkatkan berat badan
dan membangun otot. Sebagian besar protein terkonsentrasi di bagian putih telur yang
dikenal sebagai albumin.

Manfaat telur bagi kesehatan :
1. Menjaga kesehatan otak.
2. Sebutir telur saat sarapan turunkan berat badan.
3. Telur dan jantung sehat.
4. Telur cegah pengentalan darah.
5. Telur cegah gangguan penglihatan akibat usia dan katarak.
6. Telur melindungi penglihatan tanpa meningkatkan kolesterol.

Kandungan dan Manfaat Ikan :
-Protein Kandungan protein ikan lebih tinggi dari protein serealia dikacang-kacangan, setara
dengan daging , sedikit dibawah telur. Protein ikan sangat mudah dicerna, sehingga baik bagi
balita yang system pencernaannya belum sesempuna orang dewasa. Protein ikan me
ngandung ber bagai asam amino dalam bentuk yang mendekati asam amino didalam tubuh
manusia. Komposisi asam amino protein ikanjuga lebih lengkap disbanding bahan makanan
lain, salah satunya taurin, sangat bermanfaat merangsang pertumbuhan sel otak balita.
A. Protein
-Kandungan protein ikan lebih tinggi dari protein serealia dikacang-kacangan, setara
dengan daging, sedikit dibawah telur.
-Protein ikan sangat mudah dicerna, sehingga baik bagi balita yang system pencernaannya
belum sesempuna orang dewasa.
-Protein ikan mengandung berbagai asam amino dalam bentuk yang mendekati asam
amino didalam tubuh manusia. Komposisi asam amino protein ikan juga lebih lengkap
dibanding bahan makanan lain, salah satunya taurin, sangat bermanfaat merangsang
pertumbuhan sel otak balita.



15

B. Lemak
-Asam lemak ikan merupakan asam lemak essensial yang sifatnya tidak jenuh. Asam
lemak tidak jenuh sangat bermanfaat untuk mempertahankan kesehatan tubuh dan
menjaga kestabilan kadar kolesterol.
-Beberapa ikan yang berasal dari laut dalam seperti salmon, tuna, sarden dan makarel,
mengandung asam lemak yang tergabung dalam kelompok asam lemak omega 3. Yang
paling dominan dari kelompok ini adalah asam eikosapentaenoat (EPA) dan asam
dokosaheksaenoat (DHA). Keduanya bermanfaat dalam menurunkan kolesterol dalam
darah dan meningkatkan pertumbuhan sel-sel otak si kecil
C. Vitamin
-Vitamin A : banyak terdapat pada minyak hati ikan bermanfaat mencegah kebutaan pada
anak.
-Vitamin D : selain terdapat dalam daging ikan, juga pada telur serta minyak hati ikan.
Vitamin ini penting bagi pertumbuhan dan kekuatan tulang.
-Vitamin B6: membantu metabolisme asam amino dan lemak serta mencegah anemia dan
kerusakan saraf
-Vitamin B12 : bermanfaat dalam pembentukan sel-sel darah merah, membantu metabolisme
lemak, dan melindungi jantung juga kerusakan syaraf.
D. Mineral
-Zat besi : jauh lebih mudah diserap tubuh ketimbang dari sumber lain seperti serealia
atau kacang-kacangan. Zat besi membantu mencegah terjadinya anemia.
-Yodium :mencegah terjadinya penyakit gondok serta hambatan pertumbuhan anak,
bahkan juga kecerdasannya.
-Selenium :berperan membantu metabolisme tubuh dan sebagai antioksidan yang
melindungi tubuh dari radikal bebas, antioksidan bisa mencegah terjadinya
penyakit degeneratif seperti jantung koroner.
-Seng : membantu kerja enzim dan hormone.
-Fluor : menguatkan serta menyehatkan gigi si kecil.


Kandungan dan Manfaat Kacang:
Rasanya yang gurih dan nikmat menjadi alasan mengapa balita menjadi penggemar setianya.
Kacang-kacangan memang merupakan sumber protein potensial yang menyehatkan.

Salah satu keunggulan dari bahan pangan ini adalah tingginya kandungan protein, terutama
pada bijinya. Umumnya, biji kering aneka kacang-kacangan mengandung protein antara 8-
17%. Sekalipun begitu, masih ada nilai gizi penting lainnya, yakni zat besi (1-5 mg/100 g)
dan kalsium
(14-102 mg/100 g).

Ada dua kelompok kacang-kacangan, yakni beans dan nuts . Dari kelompok beans, yang
sangat menonjol dari segi manfaat dan nilai gizinya adalah kacang kedelai. Kandungan gizi
kacang kedelai memang yang tertinggi, yakni protein (17%), besi (5 mg/100 g), serta kalsium
16

(102 mg/100 g). Tidak hanya itu. Kacang kedelai juga merupakan sumber antioksidan yang
baik, sehingga mampu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat reaksi radikal bebas.

Kemudian dari kelompok nuts, hampir semua kacang dalam kelompok ini adalah sumber gizi
yang baik, terutama sebagai sumber protein. Memang, kandungan lemak dari kelompok nuts
ini cukup tinggi. Tapi, penggemar kacang-kacangan jangan khawatir dulu. Penelitian
menunjukkan, jenis lemak yang dikandungnya termasuk jenis lemak tak jenuh yang justru
memberikan manfaat bagi kesehatan.

Manfaat makan kacang bagi kesehatan :
1.Penurun kolesterol
Para peneliti dari Universitas Loma Linda, California, menemukan kacang almond, ma
kadamia dan kacang pecans membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL).Peneliti
dari Kanada pada 2002 juga menemukan konsumsi 74 gram kacang almond setiap hari
akan menurunkan LDL hingga 9,4%.Almond memiliki dampak sangat positif dari
kolesterol jahat. Studi membuktikan bahwa pasien yang makan almond 74 gram per hari
dapat menurunkan kadar LDL (kolesterol jahat) sebesar 9,4%, sedangkan kacang
macademia 90 gram sehari mengurangi LDL 5,3% dan kacang pecan 16,5%.

2.Meningkatkan kesuburan
Produksi sperma membutuhkan nutrisi spesifik yang kebanyakan tidak didapat dari menu
modern, seperti selenium. Salah satu sumber selenium adalah kacang Brazil. Dengan
mengonsumsi dua atau tiga kacang Brasil yang kaya selenium tiap hari, dapat mengatasi
masalah kesuburan.

3.Mencegah diabetes
Beberapa penelitian menunjukkan kacang bisa membantu kita terhindar dari penyakit
diabetes dan sindrom metabolik lainnya. Menurut para peneliti, hal itu karena berkurangnya
jumlah sel lemak (lipid) dalam darah dan berkurangnya kerusakan sel dan inflamasi.
Banyak bukti menunjukkan bahwa makan kacang tanah dapat melindungi terhadap
diabetes
dan sindrom metabolik lainnya, terutama batu empedu. Kacang tanah dapat memberi
perubahan yang menguntungkan dalam jumlah sel-sel lemak (lipid) dalam darah, ditambah
kurangnya kerusakan sel dan inflamasi, sehingga baik untuk penderita diabetes tipa 2.

4.Mencegah pikun
Para peneliti dari Universitas Tuft, Boston, menemukan kandungan aplha-linolenic acid
(ALA) pada kacang, dan juga polifenol yang berfungsi sebagai antioksidan, akan
menghambat sinyal penyebab kerusakan pada jalur di otak.Jenis kacang yang disarankan
untuk mencegah penurunan daya ingat adalah almond dan kenari.
Makan 45 gram kacang kenari sehari dapat membantu gangguan memori terkait usia.
kacang yang tinggi kandungan alpha-linolenic acid (ALA) dan polifenol lain yang bertindak
sebagai antioksidan, dapat memblokir sinyal yang dapat menyebabkan kerusakan pada jalur
otak.
17

5.Mencegahkanker
Jenis vitamin E, Gamma-tocopherol, yang terdapat dalam kacang pistachio, diyakini para
ahli mampu menurunkan risiko kanker paru. Mengonsumsi kacang pistachio secara rutin
juga efektif untuk mencegah penyakit jantung karena bisa menurunkan kadar LDL.
Sementara itu, Gamma-tocopherol merupakan suatu bentuk vitamin E yang ditemukan di
pistachio, dapat membantu mengurangi risiko kanker paru-paru.
Penelitian dari Departemen Epidemiologi di University of Texas menunjukkan bahwa
makan pistachio setiap hari dapat bermanfaat untuk kanker paru-paru dan lainnya.

Kandungan dalam daging ayam :
Air
Lemak
Protein
Kalsium
Vitamin A, C, E
Zat Besi
Fosfor

Kandunga dalam buah pepaya :
Vtamin C, E, Beta Karoten
Serat
Asam Float
Enzim

Kandunga dalam buah nanas:
kalori
protein
lemak
arbohidrat

kandungan dalam daun kelor:
Vitamin A
Vitamin C
Kalsium
Kalium
Protein

18

2.5 PENGERTIAN, TUJUAN, METODE, DAN SASARAN PROMOSI
DEFINISI PROMOSI
Promosi Kesehatan adalah proses untuk meningkatkan kemampuan masyarakatdalam
memelihara dan meningkatkankesehatannya. Selain itu untuk mencapaiderajat kesehatan
yang sempurna, baik fisik,mental, dan sosial, maka masyarakat harusmampu mengenal serta
mewujudkanaspirasinya, kebutuhannya, dan mampumengubah atau mengatasi
lingkungannya(lingkungan fisik, sosial budaya dansebagainya).

Menurut para Ahli:
WHO (1984)
Promosi kesehatan adalah suatu proses yang memungkinkan individuuntuk meningkatkan
kontrol dan mengembangkan kesehatan mereka

Green (1984)
Segala bentuk kombinasi pendidikan kesehatan dna intervensi yangterkait dengan
ekonomi, politik, dan organisasi yang dirancang untuk memudahkan perilaku dan
lingkungan yang kondusif bagi kesehatan

Ottawa Charter (1986)
Promosi kesehatan merupakan suatu proses yang bertujuanmemungkinkan individu
meningkatkan kontrol terhadap kesehatanindividu.

Victoria Health Foudation, Australia (1997)
Promosi kesehatan adalah suatu program yang didesain untuk membuat perubahan di
dalam individu, organisasi, dan lingkungan.

Gillies (1998)
Promosi Kesehatna merupakan suatu payung dan digunakanuntuk menggambarkan suatu
rentang aktivitas yang mencakuppendidikan kesehatan dan pencegahan penyakit.

Green dan Ottoson (1998)
Promosi kesehatan adalah kombinasi berbagai dukunganmenyangkut pendidikan,
organisasi, kebijakan, peraturanundang-undang untuk perubahan lingkungan dan
perilakuyang menguntungkan kesehatan

Bangkok Charter (2005)
Promosi Kesehatan sebuah proses yang memungkinkanseseorang untuk meningkatkan
kemampuan mengontrolkesehatan, sehingga meningkatkan derajat sehat mereka.



19

TUJUAN PROMOSI
Memelihara meningkatkan kesehatan masyarakat
Menciptakan suatu keadaan, yakni perilaku dan lingkunganyang kondusif bagi
kesehatan

Menetapkan masalah dan kebutuhan mereka sendiri sertamenjadikan kesehatan
sebagai sesuatu yang bernilai dimasyarakat

Memahami apa yang dapat setiap orang lakukan dengansumber yang ada pada mereka
ditambah dengan dukungan dariluar untuk mengatasi masalahnya.

Mendorong pengembangan dan penggunaan secara tepatsarana pelayanan kesehatan
yang ada

Mendorong individu agar mampu secara mandiri/kelompok mengadakan kegiatan
untuk mencapai tujuan hidup sehat

Memutuskan kegiatan yang paling tepat untuk meningkatkantaraf hidup sehat dan
kesejahteraan masyarakat


Tujuan Promosi Kesehatan (Wong, 1974)

Agar Masyarakat memiliki tanggung jawab yanglebih besar pada kesehatan serta
keselamatanlingkungan dan masyarakat.

Agar orang melakukan langkah dalam mencegahkeadaan ketergantungan melalui
rehabilitasi cacatyang disebabkan penyakit

Agar orang memiliki pengertian yang lebih baik tentang eksistensi atau perubahan-
perubahan sistemdengan memanfaatkan secara efisiensi dan efektif

Agar orang mempelajari apa yang dapat dia lakukansendiri dan bagaimana caranya
dengan tanpa selalumeminta pertolongan kepada sistem pelayanankesehatan yang
formal.

Tujuan promosi kesehatan di tempat kerja

Mengembangkan perilaku hidup bersih dan sehat ditempat kerja

Menurunkan absensi tenaga kerja

Menurunkan angka penyakit akibat kerja danlingkungan kerja
20


Menciptakan lingkungan kerja yang sehat,mendukung, dan aman

Membantu berkembangnya gaya kerja dan gayahidup sehat

Memberikan dampak yang positif terhadaplingkungan kerja dan masyarakat.

Tujuan promosi kesehatan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan

Bagi Pasien
Mengembangkan perilaku sehat yang bermanfaatuntuk mempercepat kesembuhan dan
pemulihan pasien, mencegah terserang penyakit yang samaatau kekambuhan, mencegah
terjadinya penularanke orang lain, menyebarluaskan pengalamannyasehingga orang lain
dapat belajar danmengembangkan perilaku pemanfaatan fasilitaspelayanan kesehatan.

Bagi Keluarga
Adanya upaya pencegahan penularan penyakit danmempercepat proses penyembuhan
pasien dalamanggota keluarga, sehingga tidak ada anggotakeluarga dan orang lain yang
terserang atau tertularpenyakit.

Bagi fasilitas
pelayanan kesehatanPeningkatan mutu dna citra pelayanan karena pasientidak hanya
membutuhkna pelayanan fisik tetapi juga membutuhkan pelayanan psikologis dan
sosial,sehingga dapat mengurangi lama hari rawat.

METODE PADA SASARAN PROMOSI
1. MetodePendidikan Individual (Perorangan)
Metode bersifat individual digunakan untuk membina perilaku baru atau membina seseorang
yang mulai tertarik kepada suatu perubahan perilaku atau inovasi .
Bentuk pendekatannya :
a. Bimbingan dan penyuluhan (Guidence and counceling)
Perubahan perilaku terjadi karena adanya kontak yang intensif antara klien dengan petugas dan
setiap masalahnya dapat diteliti dan dibantu penyelesainnya.
b. Wawancara (interview)
Untuk mengetahui apakah klien memiliki kesadaran dan pengertian yang kuat tentangi
nformasi yang diberikan (perubahan perilaku yang diharapkan).


21

2. MetodePendidikanKelompok
Dalam memilih metode pada kelompok, yang harus diperhatikan adalah besarnya
kelompok sasaran dan tingkat pendidikan formalnya. Besarnya kelompok sasaran
mempengaruhi efektifitas metode yang digunakan.
a. Kelompokbesar
1) Ceramah
Sasaran dapat berpendidikan tinggi maupun rendah. Penceramah harus menyiapkan
dan menguasai materi serta mempersiapkan media tetapi penerima informasi menjadi pasif .
2) Seminar
Metode seminar sasarannya adalah kaum berpendidikan formal menengah keatas .
Seminar adalah suatu penyajian (presentasi)dari seorang ahli tentang suatu topik yang biasanya
dianggap penting dimasyarakat dan terjadi komunikasi 2 arah , antara penyaji dan peserta
seminar .

b. Kelompokkecil
-Diskusikelompok
Metode yang dilaksanakan dalam bentuk diskusi antara pemberi dan penerima informasi
mendorong penerima informasi berpikir kritis, mengekspresikan pendapatnya secara bebas,
menyumbangkan pikirannya untukmemecahkan masalah bersama, mengambil satu alternatif
jawaban atau beberapa alternatif jawaban untuk memecahkan masalah berdasarkan
pertimbangan yang seksama.

3. MetodePendidikan Massa
Sasaran pendidikan pada metode ini bersifat umum tanpa membedakan umur, jenis
kelamin, tingkat pendidikan, status sosial, ekonomi dan sebagainya, sehingga pesan-pesan
kesehatan dirancang sedemikian rupa agar dapat ditangkap oleh massa tersebut. Metode ini
bertujuan untuk mengguagah kesadaran masyarakat terhadap suatu inovasi. Metode ini
biasanya bersifat tidak langsung.
a. Menggunakan media televisi
b. Menggunakan media surat kabar
c. Bill board
SASARAN PROMOSI
- Sasaran Primer (primary target)
Sasaran umumnya adalah masyarakat yang dapat dikelompokkan menjadi :
22

-kepala keluarga untuk masalah kesehatan umum
-Ibu hamil dan menyesuaikan untuk masalah KI(Kesehatan Ibu dan Anak)
-Anak sekolah dan pelajar untuk kesehatan remaja
- Sasaran Sekunder (secondary target)
Sasaran sekunder dalam promosi kesehatan adalah tokoh-tokoh masyarakat serta
orang-orang yang memiliki kaitan serta berpengaruh penting dalam kegiatan promosi
kesehatan, dengan harapan setelah diberikan promosi kesehatan maka masyarakat tersebut
akan dapat kembali memberikan atau kembali menyampaikan promosi kesehatan pada
lingkungan masyarakat sekitarnya.
- SasaranTersier (tertiary target)
Adapun yang menjadi sasaran tersier dalam promosi kesehatan adalah pembuat
keputusan (decission maker) atau penentu kebijakan (policy maker) yaitu pemerintah . Hal ini
dilakukan dengan suatu harapan agar kebijakan-kebijakan atau keputusan yang dikeluarkan
oleh kelompok tersebut akan memiliki efek/dampak serta pengaruh bagi sasaran sekunder
maupun sasaran primer dan usaha ini sejalan dengan strategi advokasi (advocacy)























23

BAB III
KESIMPULAN
Social Culture sangat berpengaruh terhadap kesehatan, terlebih lagi apabila seseorang
yang masih memegang teguh adat istiadat. Mereka mempercayai sebuah kebudayaan
makanan yang salah,padahal makanan tersebut mengandung nutrisi yang bagus. Mereka
menghindari makanan tersebut dan kesehatan mereka pun menurun terutama pada status gizi
mereka.






















24

DAFTAR PUSTAKA
http://eprints.undip.ac.id/15216/1/Afiyah_Sri_Harnany.pdf
http://niatingsun.blogspot.com/2011/12/tabu-pada-makanan.html
http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Gizi+dan+Kesehatan/Balita/kacangkacangan.perkaya.gi
zi.balita/001/001/735/24/3

http://www.kimiafarmaapotek.com/index.php?option=com_content&view=article&id=1417:
khasiat-dan-kandungan-telur-bagi-kesehatan&catid=216:kesehatan-umum&Itemid=97

http://penyuluhankelautanperikanan.blogspot.com/2012/06/kandungan-gizi-pada-ikan.html
Soekidjo, Notoatmodjo, 2012, Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan, Jakarta, Rineka Cipta.
Sukandar D, 2007. Makanan tabu di Jeneponto Sulawesi Selatan. Jurnal Gizi dan Pangan
2(1):42-46.